FATE [Chapter 3]

Posted on

Title: Fate

 Cast/pair: Lee Donghae – Kim Kibum/KiHae

 Genre: Romance, Hurt (?), Family

 Rating: K

[CHAPTER 3]

 “Biarlah mereka begitu. Biarlah mengalir apa adanya..”

 

“Bisakah kau mengajaknya kemari? Hyung, ingin bertemu dengannya.”

Kibum terdiam, mencoba mencerna, kata apa yang baru saja keluar dari mulut hyungnya yang biasanya terkesan kejam itu? Bahkan seumur hidupnya, Kibum baru mendengar ucapan seorang Kim Heechul yang selalu tegas padanya, kini berbicara padanya dengan nada lembut.

“Kenapa diam?” Ucap Heechul, mengulurkan tangannya pada wajah sang adik, namun ia tertegun. Kibum menghindar, seolah takut pada tangannya tersebut. “Kenapa?” Heechul tersenyum.

“Kau tak sedang ingin memukulku lagi kan? Aku tak berbuat macam-macam kali ini.”

Heechul benar-benar terdiam kali ini. Otaknya berfikir, mengapa Kibum bisa berkata demikian? Dan masa lalu mulai berdatangan. Saat, dimana ia dan Kibum benar-benar ditinggal oleh kedua orang tuanya. Saat dimana dirinya, berusaha mendirikan perusahaan gelap milik sang ayah. Juga saat, dimana ia mendidik sang adik, agar dapat meneruskan hidup, di dunia hitam yang sudah menjadi masa depan mereka. Masa depan menyeramkan yang tak mampu dihindari..

“Dia harus membayar semua bunga!”  

“PUKUL DIA Kim Kibum!!”

Heechul ingat, bagaimana dulu ia mendidik Kibum. Mendidik Kibum agar menjadi seseorang yang kuat dan kejam. Itu adalah prinsipnya. Di dunia mereka, itu sangatlah penting.

Hiks

Tangisan Kibum, yang terekam kuat di otaknya, kembali muncul. Itu adalah saat pertama kalinya Heechul, melemparkan sebuah tongkat baseball pada anak berusia 15 tahun itu, dan menyuruhnya untuk menghabisi seorang laki-laki paruh baya, yang saat itu tak dapat melunasi hutangnya pada keluarga mereka.

“Aku tidak mau! Aku tidak mau! Agh! Ampun hyung!!

Jeritan Kibum, juga tak pelak menghiasi masa lalu seorang Kim Heechul, saat ia malah menghantamkan tongkat keras itu kepada sang adik, saat sang adik yang begitu mungil, menolak keinginan bejad dirinya, ambisinya! Begitulah seterusnya, hingga tanpa kendalinya, Kibum tumbuh menjadi seseorang yang mengerikan.

Mengerikan? Bukankah tidak demikian, seorang Kim Kibum yang belakangan ini kita lihat?

Heechul kembali menguasai dirinya, dari masa lalu yang begitu membuatnya terluka, juga penuh penyesalan. Ia tatap Kibum, yang menatapnya dengan dingin. Ia memang jarang bertemu dengan adik tercintanya itu, bahkan saat Kibum harus dikurung di dalam sel satu tahun yang lalu, Heechul tak sekalipun menengoknya.

“Aku pergi.”

Ucapan Kibum kembali, dan kembali menyadarkan Heechul. “Menemuinya?” Tanya Heechul tersenyum geli. Ia bahkan menggoda Kibum kali ini.

Kibum mendengus sebal. “Ada apa denganmu?” Tanyanya mencibir, seolah tak peduli dengan perubahan sikap sang hyung. Ia bergegas pergi, meninggalkan Heechul yang menggaruk kepalanya yang padahal, tak terasa gatal sama sekali..  

“Hh.. aku menyesal, menjadikannya seseorang yang keras, yang bahkan tak ingin mengenal hyungnya sendiri.” bisik Heechul entah pada siapa. Selanjutnya, ia meneriaki Kibum yang hendak menaiki mobilnya. “Ya! Kim Kibum!! Jangan kau temui lagi teman-teman berandalmu itu, atau kubunuh mereka semua!” Pekiknya, terdengar seperti sebuah ancaman yang mengandung lelucon. “Mungkin dia akan mengenalku jika seperti ini. Sudahlah..”

“Kau dimana?”

Kibum tengah menghubungi Donghae saat ini. Beberapa menit lalu, ia tiba di kediaman Donghae, dan tak menemukan Donghae disana. “Aku di depan rumahmu.” Ucapnya, mendengarkan ucapan Donghae di balik telpon dengan seksama, sambil menendang kerikil-kerikil kecil yang nampak di matanya.

“Aku kesana kalau begitu, oke?” Ujarnya, sambil berlalu meninggalkan sang mobil yang terparkir di depan rumah Donghae. Ia berlari kecil entah kemana. Ke tempat dimana Donghae berada, mungkin..

Sementara di lain tempat, Donghae tengah menyusuri jalanan, berlatar belakang pepohonan di sekitarnya. Ia menenteng sebuah kantong plastik, berisi buah-buahan, yang memang terlihat karena kantong yang sedikit transparan. Ia berjalan dengan sangat riang.

Selang beberapa detik, hanya beberapa detik dan semua berubah, saat seseorang menubruknya, lumayan kencang. “Ugh!” Donghae meringis, karena tubrukan itu cukup membuat bahunya sakit.

“Ya! Kau tak punya mata, hah?!!”

Donghae terkejut dengan bentakan itu. Tentu saja! Dia tidak bersalah, bukan?! Maka selanjutnya Donghae mengkerutkan keningnya heran. Namun setelahnya? Donghae membungkukkan sedikit badannya, berusaha mengalah dan minta maaf.

“Kenapa? Kau bahkan tak bisa sekedar mengucapkan maaf? Kau bisu?!!”

Hah? Dnghae semakin terperangah. Ia tak menyangka reaksi orang tersebut akan menjadi sedemikian rupa. Ini hanyalah sebuah tubrukan kecil. “Bukankah gerak tubuhku sudah cukup menjelaskan bahwa aku sedang meminta maaf tadi?” Ucap Donghae, berusaha untuk tenang. Namun apa yang didapatnya? Laki-laki itu, dengan kasarnya menarik kerah bajunya, dan saat itu juga, ‘Mabuk?’ pikir Donghae, saat dengan posisi dekat, ia dapat mencium bau dari mulut lelaki di hadapannya.

“Lepaskan!” Ucap Donghae, mencoba menghempaskan tangan kotor lelaki itu. ia begitu terlihat jijik. Donghae tetap menguatkan dirinya, hingga laki-laki itu, dengan seenaknya, malah mencekik Donghae, membuat Donghae mengerang. “Agh!” Pekiknya menutup sebelah matanya, mencoba menahan rasa sakitnya, apalagi tubuhnya mulai terangkat.

Kembali pada Kibum yang juga tengah menyusuri jalanan untuk menyusul Donghae. Ia berjalan dengan sangat lambat, karena jalanan yang sedikit menanjak. Kakinya memang terasa berat saat berjalan. Ia lelah. Namun itu tak berlangsung lama, saat dapat di dengarnya suara ribut di ujung jalan sana. Dan Kibum, melihat beberapa butir jeruk yang menggelinding bebas, mengingatkannya pada Donghae, yang sangat menyukai buah kuning tersebut. Jeruk? Donghae? Kibum seolah tersadar, lalu mempercepat langkahnya..

“Aku tak tahu, Kibum meminjamkan uang pada orang lain tanpa sepengetahuanku! Sungguh! Ia bahkan lebih kejam dariku sepertinya.” Ungkap Heechul, sambil mengetuk-ngetukkan pulpen merah di tangannya.

“Kau masih mengamati soal itu rupanya..” Siwon angkat bicara.

“Ya! Aku begitu takut, keduanya akan terpukul dengan fakta yang ada, jika ini terungkap, tentu saja. Siapa yang harus disalahkan dalam hal ini?!” Rutuk Heechul, terlihat serba salah.

“Bukankah kau akan membiarkan semua seperti apa adanya?”

“Tidak bisa! Bayangkan saja, Lee Sungmin, Kibum adalah seorang pembunuh! Kau tahu dia adalah tahanan satu tahun yang lalu? Dia sudah membunuh seseorang!! Kau tahu persis!! Apa Donghae akan menerima, jika suatu hari ia tahu hal ini?!” Pekik Heechul tak sabar, bahkan berkata dengan amarah yang meluap-luap.

“Kami mengerti..”

“Ya!” Kibum berteriak, setelah mendapati leher Donghae yang sedang dalam genggaman seseorang. Bahkan dapat dilihatnya, Donghae yang sudah terbatuk-batuk, juga kesulitan bernafas. Maka, tanpa aba-aba, Kibum melayangkan satu tinjuan pada orang asing tersebut, sangat kencang hingga ia terjungkal, melepaskan cengkramannya pada leher Donghae, yang lalu menggelosor dengan lemas.

“Kau tak apa-apa?” Tanya Kibum dengan cemas sambil menopang tubuh Donghae, dan langsung mendudukkan Donghae, sementara Donghae masih sibuk menormalkan nafasnya yang masih terasa berat.

Kibum marah. Ia mulai menggeram, juga mengumpat “Brengsek!” dengan penuh penekanan, lalu menghampiri sosok yang telah menyakiti Donghaenya tersebut. Sosok itu masih terbaring, akibat hantaman Kibum yang pertama kali. Namun belum sempat ia berdiri, Kibum kembali mencengkram kerah laki-laki mabuk itu, dan dengan garangnya, menghantam laki-laki itu dengan kepalan tinjunya, dengan sangat membabi buta.

“Brengsek!! Kubunuh kau!!”

Samar Donghae mendengar kata kasar yang terlontar dari mulut Kibum. Ia mencoba memfokuskan pandangannya, hingga ia harus menahan nafasnya, saat melihat Kibum mengangkat kepalan tangannya yang sudah penuh darah. “Kibum..” Gumamnya, dengan nada gemetar.

Sadar akan apa yang Kibum lakukan, Donghae terkejut luar biasa. Dengan cepat ia menghampiri Kibum. “Apa yang kau lakukan?! Sudah!!” Pekiknya, sedikit menyeret Kibum dengan sekuat tenaga.

“Lepas!” Jerit Kibum tak sabar, bahkan tak sadar telah menghempaskan tubuh Donghae. “Aku akan membunuhnya!!” Raung Kibum kembali menyerang laki-laki asing itu.

 ‘Beginikah Kibum? Seperti inikah Kibum?’ adalah bayangan yang hinggap dalam benak Donghae saat ini. Ia mulai menangis. Menangisi Kibum yang terlihat seperti bukan Kibum yang ia kenal. “Jangan! Kibumie! Hentikann!!!!!”

Donghae, dengan sekuat tenaga, mencoba menghentikan Kibum, menarik Kibum, hingga saat Kibum bangkit, dipeluknya tubuh itu, menjauhkan Kibum dari laki-laki itu yang sudah tak berdaya sekarang. Donghae memeluk sambil mendorong tubuh Kibum menjauh. “Hentikan, hiks, kumohon!” Ucap Donghae, berbisik sambil terisak.    

Kibum mendengarnya. Kibum dapat mendengar Donghae yang menangis. Ia mulai mengontrol emosinya, meski deruan nafasnya, masihlah menunjukkan bahwa ia masih dikuasai emosi. Ia berfikir, apa yang telah ia lakukan, hingga Donghaenya menangis? Rasa bersalah muncul. “Maaf..” Ucapnya pelan, hendak merengkuh tubuh Donghae. Namun apa yang terjadi? Kibum dapat merasakan tangan Donghae yang menekan dadanya, mendorong tubuhnya.

“Inikah dirimu sebenarnya?”

“Hae..”

“Seperti inikah kau?”

Kibum hendak menyentuh wajah Donghae, yang basah karena air mata mengalir disana. Namun dengan kasar, Donghae memalingkan wajahnya. “Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!!”

“Donghae..”

“Aku tak menyukai seseorang sepertimu. Kau kasar!! Aku tak suka perkelahian! AKU TAK SUKA DARAH!! Aku tak suka!!”

Mendadak Donghae begitu histeris, namun Kibum sangat sukar untuk mendekat. Donghae terus menjauh, menjauh hingga “Donghae!!” Kibum berteriak saat Donghae berlari meninggalkannya. Ada apa?!

Kibum berjalan lunglai. Ia sudah berada di depan rumahnya, namun seperti enggan memasuki rumah megah miliknya dan hyungnya tersebut. Ia hanya melihat kosong ke arah pintu, terdiam.

Kau kasar!!

Aku tak suka darah!!

Perkataan Donghae, terus hinggap di pikirannya. Itu sangatlah mengganggunya. Jelas! Bukankah Kim Kibum, adalah seseorang yang hidup di dunia yang kejam? Dimana darah yang bertebaran, sudah menjadi hal umum. Juga? Dia pernah membunuh? Sungguh tak sesuai dengan seorang Lee Donghae. Kibum kehilangan rasa percaya dirinya..

“Kenapa tidak masuk?” Heechul membuka pintu, menyapa Kibum, dengan senyum di wajahnya.

Kibum tak menjawab. Perlahan ia mendekati Heechul, dan tanpa dapat di duga, ia menubrukkan tubuhnya, pada tubuh sang hyung. “Kau kenapa huh?” Tanya Heechul heran, sambil merangkul Kibum.

“Aku seorang yang jahat!” Gumam Kibum, terdengar bergetar. “Kenapa aku harus menjadi orang yang jahat?”

“Hey..”

“Dia tak menyukai orang sepertiku.”

DEG..

Heechul tersenyum miris. Ia tahu apa yang terjadi. “Ceritakan padaku, semuanya..”

“Hae-ya, kau masih marah padaku?”

Donghae mendongakkan kepalanya ke atas langit-langit kamarnya, berusaha menghentikan air mata yang tak ingin berhenti mengalir. Semua bertambah buruk, saat sebuah kenangan muncul begitu saja. “Tentu saja aku marah.” Gumamnya, seolah menjawab pertanyaan dalam pikirannya, dalam bayangannya.

Hey! Kenapa begitu! Ini yang terakhir kalinya. Aku janji

Tak kuasa menahan tangisnya, kini Donghae menutup rapat matanya. Ia kepalkan kedua tangannya. “Janji Busuk!” Umpatnya, kembali menjawab pertanyaan dalam bayangannya. “Sudah kukatakan, berhenti berkelahi, kau tak dengar?” Bisik Donghae..

Aku janji! Tak akan mengulanginya lagi..”

“DIAM!!!” Teriak Donghae, mengambil cangkir yang ada di atas meja miliknya, melemparnya pada sebuah fhoto terpajang di dinding, membuatnya pecah berantakan. “Kubilang jangan terlibat lagi dengan hal-hal seperti itu!!!!!!!” Teriaknya pada seseorang dalam fhoto yang baru saja ia lempar. “Tega sekali kau, Lee Hyukjae!!” Raungnya. “Berani-beraninya kau meninggalkan saudaramu ini sendiri!!”

Donghae menangis tersedu, sambil memegang erat bantal yang beberapa detik lalu diriahnya. Ia meremas bantal itu, menumpahkan rasa sedih dan sakit yang tengah dia rasakan. Ia terisak, lalu dengan kasar, menghapus air matanya. “Lihatlah akibatnya! Kau bahkan mati dengan sangat mengenaskan!!”

Hening sesaat..

“Dan kenapa harus dihadapanku?” Lirih Donghae. Ia menutup matanya, meski deraian air mata itu, tetaplah menghiasi wajahnya. Ia membayangkan sesuatu, entah sesuatu seperti apa, hingga keningnya mengernyit, ditutupnya mulutnya, lalu tiba-tiba berlari ke kamar mandi..

“Kupikir, Donghae sudah tahu semuanya.” Desah Heechul, saat Sungmin dan Siwon datang ke ruangannya.

“Memangnya ada apa?”

“Kibum datang sambil menangis dan mengatakan bahwa Donghae membenci orang jahat sepertinya. Membuatku kaget saja!!”

“Eh?”

“Ya! Hanya itu. Donghae belum mengetahui, bahwa Kim Kibumlah yang telah membunuh saudara kembarnya!”

TBC

 

Tak tahu harus ngomong apa.😀

19 thoughts on “FATE [Chapter 3]

    hyukssoul said:
    Oktober 26, 2012 pukul 7:27 am

    KIBUM JAHAT!!!!!!!!!!!!!!! KENAPA KAU BUNUH HYUKJAE KU HUH??? KENAPAAAAAAA??? kau bahkan menyakiti Donghae, menghempaskan dia? GW CABIL LO BARU NYAHO LO KIM KIBUM!!!!
    (+______________+)

    mina, INI TEGANG!!!!!!!! gemes mes mes mes~
    and? berati Heechul dong yg mesti tanggung jawab? gara” dia Kibum jadi beringas bukan? Tapi? DONGHAE? JANGAN TINGGALIN KIBUM MESKI DIA BUNUH SODARA KEMBARMU! PLEASE!!!!!!!!! (;;_____;;) << reader alay bgt suer? lmao~

    itu? Donghae? HAMIL YAH???? NGAKU????

    CEPAT LANJUT!

      sugihhartika responded:
      Oktober 26, 2012 pukul 8:13 am

      Gak ada cepat-cepat, Ini sudah termasuk cepat. nanti dong, saya updatenya, biar gak bosennn.. X)

      Donghae hamil? *Masih mikir..

    isfa_id said:
    Oktober 26, 2012 pukul 7:51 am

    muwahahaha… itu commentku di chap 2 berarti g’ bener banget, lol

    Mea Hae said:
    Oktober 26, 2012 pukul 1:22 pm

    kibum ky orang psiko,
    bisa brutal tiba2
    rumit kl dia pembunuh kk hae
    hurt
    ah,

      sugihhartika responded:
      Oktober 27, 2012 pukul 2:28 pm

      Ini hurt ya Mea. T.T lagi pengen bikin yang rada berat. << moga kesampean. jadi, ya begini nih. soal ence? *Kabur.

      Coba ditengok part selanjutnya saja.🙂

    lee sae hae said:
    Oktober 27, 2012 pukul 6:27 am

    Perasaan udah gak enak, dan bener. Ternyata Kibum yang bunuh Hyuuk..
    Tapiiii.. Tetep aja, kihae harus tetep bersatu. Jangan sampe pisah..
    Itu Hae kenapa? Sakit atau gimana ya? Kok tiba” ke kamar mandi??
    Kasian Kibum.. Tapi kasian juga sama Hae..
    Lanjuttttt eonn.. Keren banget.

      sugihhartika responded:
      Oktober 27, 2012 pukul 2:26 pm

      Balas disini semua ya. Heyy~ selamat datang!!😀

      Kihae bersatu? *Masih mikir.

      Hae kenapa? *Belum mau ngasih tahu. Ayo tebak Lee.. X)

    Eun Byeol said:
    Oktober 27, 2012 pukul 9:03 am

    Chingu, boleh mnta pw nya yg ch 2??

    Osi Dwi Olyvia said:
    Oktober 29, 2012 pukul 9:35 am

    jd Kibum dipenjara gara2 bunuh hyukjae ?😦
    wahhh kasian Hae ><
    udah mulai berasa angstnya eon T___T

    Nelly Key Donghae said:
    Oktober 30, 2012 pukul 4:48 am

    donghae hamil ??? yeeeee…….

    Raihan said:
    Oktober 30, 2012 pukul 3:30 pm

    Hah benar ternyata..Kibum yg ngebunuh Eunhyuk dan ngebuat Kibum dipenjara..

    Trus gimana dong kelanjutannya KiHae?..

    Itu Donghae mual muntah kekamar mandi, apa dia hamil gara2 Kibum?..

    Wah wah wah aku pengen lanjut, tpi besok dah lanjut part 4 dan 5 nya *nyengir*

    Kerennnnnnnnnnnnnnnn ^_<

    ainun_lara said:
    Oktober 30, 2012 pukul 3:34 pm

    Ommo jadi Kibum membunuh Hyuk saudara kembar Donghae,dan Donghae pacaran sama Kibum..jadi Donghae trauma dengan kekerasan, Isshh Konflik dah keliatan ,Kibum sama Donghae sikapnya Manis ,but Other Side nya..Mulai tegang..

    Lullu said:
    Desember 28, 2012 pukul 8:37 am

    Kibum menyeramkan…
    Hae pasti trauma bnget sama hal2 keji seperti itu…

    Eonni, sekali lagi maafkan aku, ne.?
    Jeongmal mianhae…
    #bow

    namihae said:
    April 7, 2013 pukul 1:12 pm

    ini? heechul nya berasa kaya mak comblang ya? *plak

    suka~ suka~ ama heechul nya.. dia yg ngedidik kibum jadi sangar begitu dia juga yng pengen kibum berubah~ lanjut next chap ah~

    niea_clouds said:
    April 25, 2013 pukul 8:26 am

    TEGANG !!!!!!!! ,,, Ya ampun kibum serem bgt marah ny !!!
    jd Kibum dipenjara krn ngbunuh hyuk dan si hyuk itu saudara ny Hae /rumit …
    smga nnti Hae bs maafin Kibum

    mee2 said:
    Mei 30, 2013 pukul 5:50 am

    Oops!!!! Curious bgt chingu… haeppa jd kyk apa ya kalo tau bummie chagiyanya yg bunuh hyukjae??? Lanjut….

    NemoSnower said:
    Juni 14, 2013 pukul 5:43 pm

    Ohh… Terjawab sdah pertnyaan q d chap 1.
    Bum msk pnjra karna ngebunuh orang,,,,
    Udah gtu yg d bnuh twinnya hae,,,, ckckck

    casanova indah said:
    Oktober 10, 2013 pukul 8:21 am

    ternyata benar Kibum seorang pembunuh??
    dan yang dibunuh adalah kembaran donghae??
    Aigoo.. gmn nasib cinta mereka selanjut’a…
    apalagi kl Donghae smp tau itu semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s