FATE [Chapter 5]

Posted on Updated on

Title: Fate

Cast/pair: Lee Donghae – Kim Kibum/KiHae

Genre: Romance, Hurt (?), Family

Rating: K

[CHAPTER 5]

Hujan, hujan datang seolah mengerti, seolah ikut bersedih, menangisi sesuatu yang baru saja terungkap. Kibum dan Donghae, ada di antara rintik hujan itu, menikmati tetesan hujan yang menyentuh tubuh mereka. Donghae, terus saja menggenggam tangan Kibum, semenjak mereka keluar dari kantor polisi. Kibum bahkan tak sempat bertanya ada apa, dan kenapa dengan Donghaenya itu..

“Katakan sesuatu..” Ucap Kibum, mencoba bersaing dengan suara rintik hujan. Suaranya hampir tenggelam oleh tetesan hujan yang menghantam lapisan bumi itu, namun Donghae masih dapat mendengarnya. “Hae..”

Donghae menghentikan langkahnya seketika. Ia mulai melepas genggamannya pada tangan Kibum, lalu berbalik ke arah Kibum. Ia lalu menatap Kibum, dengan pandangan yang sangat sulit di artikan, selain, wajahnya yang ikut tertimpa tetesan air hujan, membuat semuanya samar, apakah ia sedang menangis atau tidak? Karena senyumanpun turut hadir disana, meski hanya sebuah senyuman miris.

“Ada apa? Tadi..”

Donghae segera memeluk Kibum erat. Ia peluk Kibum, dengan sangat sangat sangat erat, sambil terus bergumam “tak apa-apa, tak apa-apa, aku tak apa-apa, semua baik-baik saja” membuat Kibum bingung, meski ia membalas pelukan itu. Ia bahkan bisa mendengar isakan Donghae sambil berucap “Aku mencintaimu, sangat..”

Kibum tersenyum mendengar kata itu, meski saat ini semua terasa aneh, dan perasaannya benar-benar buruk. “Akupun begitu. Tentu saja! Akupun sangat mencintaimu Hae..” timpalnya pelan.

“Ya. Aku tahu. Tapi..”

Ya. Kata ‘tapi’, yang kini membuat Kibum yakin, ada sesuatu disana.

“Pergilah..”

“…” Kibum menatap heran ke arah Donghae, yang kini telah melepas pelukannya. Dalam dekat, bahkan Kibum dapat melihat bibir Donghae yang bergetar. Entah karena rasa dingin yang memang sedang melanda, ataukah ada emosi terpendam disana? Kibum hanya ingin menanyakan semuanya.

“Kenapa? Jelaskan! Tadi..”

Donghae meraih bibir Kibum degan cepat. Dilumatnya bibir itu, membuat Kibum, terhanyut dalam ciuman itu. Ciuman hangat, yang tercipta di antara dinginnya hujan. Selang beberapa detik, Donghae menarik dalam nafasnya setelah melepas pagutan bibir itu, lalu tersenyum perih, sambil membimbing Kibum, menyatukan wajah mereka meski hanyalah sebatas bibir Kibum yang menyentuh kening Donghae. “Pergilah..” bisik Donghae. “Pergilah sebelum kau melihat kebencianku terhadapmu.”

“Donghae..”

“Aku tak pernah menyesal bertemu denganmu.”

Grep..

Kibum yang tak sabar, menggenggam erat kedua lengan Donghae. “Jelaskan, Lee Donghae!!” teriaknya.

Donghae menunduk lemah. Ia benar-benar seperti seseorang yang hampa, yang bahkan, tak merasa menapak di bumi. Wajahnya, sangat kusut, entah apa yang terjadi disana. Ia lalu merogoh saku jaketnya. Lalu mengeluarkan sesuatu dari sana. “Ada banyak hal yang belum kau ketahui tentangku. Tentang hidupku. Begitupun sebaliknya, bukan? Kurasa tak ada alasan bagi kita untuk bersama.”

“Aku tak mengerti” ucap Kibum, meski tangannya kini menerima sebuah kotak dari Donghae.

“Mungkin ini bisa menjelaskan semuanya.” Jelas Donghae, dan dengan cepat, berlari, meninggalkan Kibum yang tak sempat menahannya.

“DONGHAEEEEE!!!!” Pekik Kibum, dapat menyaingi suara hujan, yang semakin deras mengguyur tubuhnya.

Donghae terduduk di atas sofa rumahnya, memeluk kedua lututnya yang ia tekuk, juga selimut membungkus tubuhnya. Ia benar-benar kedinginan setelah berlama-lama berada di bawah guyuran hujan beberapa jam yang lalu. Ia ingin sekali tertidur, melupakan semuanya. Namun.. ia benar-benar tak bisa melupakannya. Ia sedang menangis, menangisi hidupnya. Tatapan kosongnya, dapat menjelaskan semuanya.

Ia yang begitu kaget saat mendapati tanda yang begitu ia ingat, menempel di lengan Kibum, orang yang sangat dicintainya. Itu tak sengaja ia lihat, saat lengan kaos Kibum tertarik ke atas. Donghae bahkan berani bersumpah, bahwa ia baru melihat tanda tersebut, padahal mereka sudah bersama selama satu bulan, bahkan sempat berhubungan intim, dimana lengan itu, mungkin saja terbuka, namun ia sama sekali tak melihatnya.

Donghae sempat berfikir, pantas saja tak ada satu polisipun yang menyambut emosinya semenjak Kibum menghampirinya. Bukankah artinya mereka tahu, apa yang sedang terjadi disana? Apa hubungan Kibum dengan orang yang sedang ia cari? Bahkan mereka lebih tahu, karena mereka adalah orang yang menahan pembunuh saudaranya, meski hanya berkisar satu tahun. Dan apakah itu adalah Kibum? Apakah orang itu adalah Kibum? Donghae sempat bertanya, meski tak ada jawaban. Namun ia cukup pintar membaca suasana, juga salah satu anggota polisi yang mengangguk pelan, seolah mengiyakan..

Beralih pada saat ini, Donghae yang begitu terpukul. Terpaksa harus kembali mengingat, merangkai bayangan masa lalunya. Bayangan saat Eunhyuk terbunuh, tepat di depan matanya. Ia harus mengingatnya. Ia harus mengingat kembali perih itu, agar ia, bisa menyesal, akan cintanya yang tumbuh pada seseorang, yang harusnya ia benci. Donghae, harus membunuh perasaan itu..

Bukankah saat itu, aku sedang menikmati liburanku, bersama alat tulis di tanganku, dan menggerutu, kenapa di hari libur ada begitu banyak tugas?’ gumam Donghae, dalam bayangannya.

‘Kau datang menggebrak pintu. Memaksaku pergi mengikutimu tanpa alasan, benar kan?’

“Donghae!! Kita pergi sekarang”

“Ada apa? Kau seperti melihat hantu.”

“Demi Tuhan, Hae. Aku serius. Mereka..”

“Mereka siapa?”

“Jam tangan..”

‘Perasaanku sangat buruk, dan dapat menebak apa yang terjadi. Ada yang salah dengan jam tangan mahal itu, iya kan? Kau berbuat ulah lagi waktu itu!!’

“Jelaskan sesuatu, Lee Hyukjae!! Kau mencuri jam tangan ini?”

“Bukan, tapi..”

‘Aku marah padamu, tentu saja. Tapi itu sama sekali tak berlaku, karena kita, begitu tersudutkan oleh ulahmu sendiri. Bahkan, sadar ataupun tidak, kau sudah menyeretku meninggalkan rumah, juga beberapa orang yang mengikuti kita, dengan tongkat besi di tangan mereka. Aku sempat berfikir saat itu, apa aku sedang syuting sebuah film?’

Donghae tersenyum di antara mata terpejam, di antara bayangan mengalir yang sedang ia rangkai sendiri. Berputar dalam otaknya, yang merekam semuanya dengan sangat jelas dan rapih.

‘Begitu tegang. Kita bahkan serasa tak memiliki paru-paru, dan melupakan bagaimana caranya bernafas di antara langkah cepat kita, dan telah berlari entah sejauh apa. Kau ingat? Aku sempat mengeluh lelah padamu?”

“Pegang erat tanganku, Hae..”

“Aku lelah!! Berhenti sebentar..”

“Tidak. Mereka di belakang kita”

“Hyuk..”

‘Cerita sudah akan habis?’

Sejenak, Donghae menahan nafasnya, lalu membuangnya perlahan, lalu kembali melanjutkan cerita dalam bayangannya sendiri..

‘Jalanan itu, jalanan yang menjadi saksi, bagaimana aku saat melihatmu, harus terbunuh dengan sangat cepat. Bahkan itu terjadi, saat kau menggenggam erat tanganku, saat tangan kita berpaut erat. Suara mobil terdengar di belakang kita, dan dengan sangat cepat, tanpa kita, ataupun tanpa kusadari, suara itu..”

BRAAAAAKKKK..

Donghae menutup telinganya, juga menenggelamkan wajahnya pada kedua lutunya. Ia benar-benar takut, pada suara dalam bayangannya, suara yang begitu memekakan telinganya, dan itu? Seperti nyata. Selalu seperti nyata baginya..

‘Suara itu..’

Ia mulai ragu untuk melanjutkan cerita miliknya tersebut.

‘Suara itu..’

Donghae mulai bergetar dan terisak.

‘Suara itu, datang, bersamaan dengan tubuh kita yang terseret. Ya? Tubuhku terseret, terseret, karena tubuhmu yang dengan sangat keras, terhantam mobil itu!! Pegangan erat itu, bahkan terputus dengan paksa, saat tubuhku jatuh, namun masih dapat menyaksikan dengan jelas, bagaimana tubuhmu terseret mobil tersebut.’

“Hyuk..”

‘Aku bahkan tak kuasa untuk berteriak. Kau, terpental jauh, meski darahmu, sempat berhambur keluar menghiasi wajahku. Darahmu, darahmu sangat banyak..’

Donghae mulai meremas selimut yang tengah menutupi tubuhnya, namun tetap dalam ceritanya yang terus mengalir..

‘Satu yang kuingat, sebelum mobil itu pergi. Itu adalah sebuah tanda dari lengan sang pengemudi mobil yang terjulur keluar, sambil mengacungkan jempolnya ke arah bawah, seolah menunjukkan, bahwa ia puas. Ia puas dengan apa yang ia lakukan padamu. Kau lihat? Ia membunuhmu dengan sengaja! Sengaja!’

Donghae mengangkat wajahnya, tak sanggup melanjutkan cerita. Tak sanggup bila harus menjelaskan bahwa saat itu, Donghae sadar setelah ada di rumah sakit dan melihat tubuh kaku milik saudaranya, dengan banyak jahitan, karena luka menganga di sekujur tubuhnya.

Perlahan, ia lalu meraih fhoto kecil, fhoto Eunhyuk yang tersisa, yang selalu ia simpan. “Itu miliknya.” Ujarnya kaku, dengan nada bergetar. “Tanda itu..” lanjutnya sambil menggigit bibirnya, kembali menahan luapan emosinya. “Tanda itu, miliknya. Maafkan aku..” ucapnya parau. “Maaf, karena aku mencintainya. Hiks..”

Ruangan hening itu, terisi dengan suara isakan seorang Lee Donghae. Isakan sebagai tanda penyesalan yang mengisi relung hatinya. Penyesalan apa? Menyesal, bahwa ia mengenal Kim Kibum?

“Maaf. Aku melanggar janjiku! Maaf..”

Sementara di tempat lain, Kibum tengah merendam tubuhnya, di dalam bathub yang penuh, terisi air hangat. Ia tengah berendam, meski matanya, tak beralih dari benda yang baru saja ia terima dari Donghae. Ia benar-benar membisu, saat membuka kotak tersebut, dan menemukan sebuah jam tangan di dalamnya. Tentu saja ia hafal akan benda tersebut.

“Aku ingin meminjam uang padamu.”

“Mudah saja. Siapa namamu?”

“Eunhyuk.”

Kibum menepuk air yang tengah merendamnya, membuatnya sedikit berhamburan. “Apa kau itu, Lee Hyukjae?” gumamnya, saat mengingat, baru kemarin pula, ia mengunjungi makam saudara kembar Donghae, dengan nama Lee Hyukjae. Sama halnya dengan Donghae, ia tengah mencoba merangkai apa yang sedang terjadi saat ini..

“Kau ingin meminjam uang berapa?”

“Hanya seharga jam tangan..”

Kibum menatap kembali jam tangan yang kini berada padanya. “Apa aku membunuhmu, hanya karena jam tangan yang tak seberapa ini?” ungkapnya tak percaya. Pertanyaan itu, hanya ia yang dapat menjawabnya.

“Sudah jatuh tempo. Jika kau tak membayarnya besok, aku akan menyusulmu hingga aku mendapatkan uangnya, mengerti?”

“Aku berjanji, akan melunasinya besok.”

Kibum menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia meringis, menyesali perbuatannya di masa lalu. Tapi ingatan itu, tetap mengalir kini.

“Bunuh dia!”

Itulah kejamnya ia. Itulah dirinya dulu. Dan hal buruk itu, adalah sesuatu yang tak bisa dirubah sekarang. Semua percuma. Percuma bagi Donghae tentunya. Lihat saja bahkan Donghae, seolah tak ingin melihatnya lagi. Bukankah itu sakit? Tapi Kibum tak dapat berbuat apapun. Ia menganggap wajar akan sikap Donghae, juga, hanya bisa menyadari, bahwa semua adalah salahnya.

Namun ada bagian dari dirinya, yang nampak egois. “Tapi aku sudah berubah, Hae!”

Suara kran memenuhi kamar mandi di kediaman Donghae. Sengaja, Donghae sengaja membiarkan air itu mengalir deras. Ia hanya butuh suara riak tersebut, untuk menutupi suara menjijikan yang datang dari mulutnya. Suara menjijikan? Nampaknya sejak beberapa menit lalu, Donghae memuntahkan isi perutnya sejak dia mengeluh mual. Ia baru saja bangun dari tidurnya, dan langsung di dera mual yang sangat luar biasa. Entah mengapa, iapun tak tahu, karena rasa itu, datang sejak beberapa hari yang lalu.

Setelah yakin, selesai dengan acara muntahnya, ia mematikan kran dan berlalu kembali menuju kamarnya dengan lemas. Ia berfikir bahwa tubuhnya sedang butuh banyak istirahat.

Kira-kira dua langkah menuju pintu kamarnya, pintu diketuk, membuat Donghae mengurungkan niatnya untuk segera meringkuk kembali di ranjangnya. Ia melangkah menuju pintu, dan segera membuka pintu. Dan begitu pintu terbuka, Donghae terkesiap, melihat siapa yang datang. Aliran darahnya serasa berhenti mengalir, juga nafasnya yang seakan ingin berhenti saat itu juga. Donghae begitu tak siap, melihat Kim Kibum di hadapannya kini. Ia berniat menutup pintu kembali pintu yang baru saja dibukanya itu, namun Kibum menahannya.

“Kumohon maafkan aku..”

Itulah, kata yang terkesan rusuh, yang baru saja di dengar Donghae dari mulut Kibum. “Maafkan aku, Hae.. kumohon..”

Donghae tak bergeming. Ia tak lagi berusaha menutup pintu, namun tetap menahannya agar tak terbuka, menyisakan ruang kecil antara dirinya juga Kibum. “Jadi kau sudah ingat sekarang?”

“Maaf, aku memang brengsek! Aku jahat! Aku pembunuhnya. Kuakui itu. Tapi percayalah. Aku sudah berubah.”

“Kau pikir itu bisa merubah segalanya? Apa.. kau bisa menghidupkan kembali saudaraku, yang bahkan telah kau bunuh di depan mataku sendiri, huh?”

“Maaf..”

“Mau berapa kali kau ucapkan kata itu? Jangan katakan lagi. Dan jangan pernah muncul di hadapanku.” Donghae berucap pelan, seolah kata terakhirnya itu, serasa enggan ia keluarkan, karena sesungguhnya ia selalu merindukan Kibum.

“Setidaknya, biarkan aku menebusnya. Biarkan aku menebus kesalahanku pada saudaramu.”

“Kau bercanda? Apa kau ingin memberikan jantungmu pada abunya? Iya?” Donghae tersenyum sinis. Ia mulai dikuasai rasa bencinya. Bukan! Bukan pada Kibum yang ia cintai tapi, lebih kepada Kibum, sang pembunuh saudaranya. Hah.. perasaannya begitu rumit. “Aku tahu, kau sudah berubah. Aku percaya itu. Tapi, itu tak akan merubah apapun.”

“Kalau begitu, biarkan aku menebusnya, dengan menjagamu seumur hidupku..”

Donghae menunduk sambil memejamkan matanya. Ia benar-benar ingin menangis, namun tak mungkin, selama Kibum di depannya. “Baiklah..” ujarnya kemudian. “Maafmu, akan kusampaikan padanya. Aku yakin ia akan memaafkanmu. Tapi.. tidak untukku karena..”

“Donghae..”

“Karena aku sudah berjanji, untuk tak akan pernah memaafkan seseorang yang telah mengambil nyawanya. Tidak akan pernah!”

“Demi Tuhan..”

“Pergilah, sebelum aku benar-benar membencimu.”

Ceklek..

Pintu menutup perlahan, menyisakan keheningan, karena keduanya seolah memutuskan hubungan itu. Ah, sepertinya Donghae yang memutusnya, semenjak tangannya, menutup pintu, menciptakan jurang di antara keduanya.

“Semoga kau bahagia..”

Ucap Donghae, yang kini bersandar di pintu, meratapi keputusannya. Yang entah akan berdampak baik, atau buruk baginya. Namun sepertinya semua bertambah buruk, saat air matanya, mendesak, dan mendesak untuk keluar dari matanya. Ia memang begitu mencintai Kibum bukan?!

Pintu kembali diketuk, disaat Donghae masih disana. Ketukan pintu yang pelan, namun tak ingin berhenti. Donghae enggan membukanya, karena ia tahu, itu adalah Kibum, Kim Kibum yang mungkin saja ingin membujuknya kembali.

“Ada orang di dalam?”

Donghae tertegun. Itu suara orang lain. Ia segera menghapus air matanya, dan dengan tergesa membuka pintu. Dan matanya melebar, saat melihat siapa yang baru saja datang. “Kyuhyun!!” Pekiknya, dan berhambur ke dalam pelukan seorang namja yang lebih tinggi darinya, yang baru saja bertamu padanya.

“Aku pulang..”

“Sudah lama..” Ucap Donghae sambil menuangkan air putih ke dalam gelas yang kini ada dalam genggaman seorang namja yang Donghae panggil dengan sebutan Kyuhyun.

“Hm.. setahun yang lalu. Semenjak ia, meninggal.” Jawab Kyuhyun tanpa sadar, sambil meneguk air miliknya. Ia melihat Donghae yang langsung berwajah murung saat itu juga. “Maafkan aku..” Ungkapnya dengan wajah menyesal.

“Tak apa-apa.” Balas Donghae, tersenyum.

“Bagaimana kabarmu hyung? Kau terlihat agak kurusan..” Tuturnya sambil memperhatikan Donghae.

“Benarkah?”

“Kau ingin cerita?”

“Tak ada yang perlu kuceritakan Kyu. Kau, kemana saja kau satu tahun ini?” Tanya Donghae mengganti topik lain. Karena ia merasa tak nyaman bila harus mengungkapkan, bahwa ia mencintai seseorang yang pernah membunuh Eunhyuk, di samping Kyuhyun adalah orang lain yang tahu soal pembunuhan itu, ia juga tahu persis bagaimana marahnya Kyuhyun terhadap pembunuh kekasihnya itu. Ya. Kyuhyun, adalah kekasih saudaranya, Lee Hyukjae.

“Hm, aku tahu kau tak akan mau menceritakannya.”

“Eh?”

“Tak apa-apa. Aku hanya asal bicara..”

Mereka berdua terdiam, hingga tiba-tiba Kyuhyun membicarakan sesuatu yang agak janggal menurut Donghae. “Hyung, apa kau tahu siapa yang membunuh Eunhyuk?”

“Huh?”

“Kau tahu persis, saat kejadian itu, hari itu aku sedang tak ada disini, bahkan aku tak menghadiri pemakamannya, maafkan aku..”

“Oh tidak apa-apa..”

“Bukan itu. Aku hanya ingin memberi pelajaran pada orang yang berani-beraninya mengambil nyawa kekasihku.”

“Jangan katakan kau akan balas dendam padanya Kyu!” Sela Donghae tak sabar.

“Tenang hyung. Aku bilang kan hanya ingin memberinya seedikit pelajaran. Aku ingin bertemu dengannya.”

“Aku tak tahu siapa dia, Kyu..” Sergah Donghae. Ia benar-benar tegang, saat sadar Kyuhyun sedang serius saat ini..

“Bukankah kau satu-satunya saksi mata? Setidaknya ciri-cirinya, kau harusnya dapat sedikit memberitahukannya padaku.”

Donghae menggeleng keras. “Aku tak tahu. Ia di dalam mobil. Aku hanya melihat salah satu lengannya.” Jawab Donghae. Tak ada kebohongan bukan? Meski yang sebenarnya adalah, ia sedang melindungi orang tersebut. Orang yang tengah Kyuhyun cari.

“Lalu, bukankah ia ditahan? Kupikir kau pernah menemuinya, setidaknya memaki atau semacamnya di dalam sel sana.”

Donghae menahan nafasnya. “Aku baru berani, berniat menemuinya dua hari yang lalu, dan ia?”

“Ya?”

“Ternyata ia sudah bebas.” Kembali Donghae melindungi Kibumnya. Dan ia, tak juga harus berbohong bukan?

“Apa kau tak sedang berbohong?” Selidik Kyuhyun, membuat Donghae menelan ludahnya. “Kupikir polisi punya data tentang tahanan mereka.”

“Aku tak tahu. Aku tak menanyakannya. Hentikan Kyu! Jangan bahas soal ini. Apa kau kembali hanya karena ini? Kau tahu aku tak suka hal yang serius seperti ini..”

“Oh, baiklah. Maafkan aku hyung. Aku tak bermaksud.”

Donghae memalingkan mukanya. Mendadak rasa tak suka pada Kyuhyun, timbul dalam hatinya. Apa karena Kibum? Salahkah bila ia ingin melindungi Kibum? Karena dalam hatinya, ia sungguh mencintai Kibum, semarah apapun, hatinya tetap mencintai Kibum. Dan semua yang terjadi, bukan berarti Donghae, menginginkan suatu balasan terhadap Kibum. Ia sungguh tak ingin terjadi apa-apa pada Kibum. Ia hanya ingin, semua berakhir dengan cepat. Dan ia? Hanya harus melupakan semuanya. Itu yang terbaik sepertinya..

“Baiklah hyung, aku pamit. Aku akan mengunjungimu di lain waktu.” Pamit Kyuhyun setelah mendapat respon kurang baik dari Donghae.

“Hm. Hati-hati Kyu..”

“Oh, ya hyung.. hubungi aku jika kau ingin bergabung.”

“Untuk?”

“Aku akan mencari sang pembunuh, dengan tanganku sendiri..”

Donghae tertegun. Bulu-bulunya meremang. Ia begitu takut akan tatapan Kyuhyun, yang begitu penuh dengan dendam. Namun di sisi lain, Donghae hanya harus sedikit berpura-pura, dan segera menyelesaikan semuanya.

“Semoga semua baik-baik saja.” Tuturnya, entah apa yang ia maksud. Tapi ucapannya benar. Semoga semuanya baik-baik saja..

TBC

Hah.. malah tambah cast! nambah ini!!! *Tepok jidat. Jadi bagaimana? Ini masih kecepetankah? Atau cerita jadi aneh? Coba beritahu… Y.Y

25 thoughts on “FATE [Chapter 5]

    Mea Hae said:
    Oktober 30, 2012 pukul 6:36 am

    tegang, yang ini ga kecepetan
    cuma tadi sempat nanya,
    kan kihae pernah tidur bareng
    tapi kenapa bisa ga tahu?
    itu sih yang aneh,..
    tapi bisa juga kalau misal terlalu menikmati sampai memperhatikan dengan baik
    kibum bener2 kejam, cuma gara2 duit ga seberapa ampe mbunuh
    kibum itu kayak orang amnesia ya eon??
    hae HAMIL YAHHHHHHHHHHHHHHHHH…RUMIT kalau gituuu

    hyukssoul said:
    Oktober 30, 2012 pukul 8:01 am

    sugih, eon bingung deh. ini GS atau bukan? bukan ya? ceritanya kau mau buat MPREG kah?
    HOLA ASIK!!!!!!!!!!!!! (^O^)/
    TERUSKAN!!!

    suka pas Hae yang malah benci Kyu gara – gara mau lindungi ‘cayang’ nya. Ahahahahahahah.
    KYUTEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!

    terus – terus? AKAHKAH KYUHAE BALAS DENDAM PADA KIBUM?
    TIDAK!!! DONGHAE! INGAT!!! ingat Kibum yg sudah ‘menyentuh’ mu cayangg :33

    Eun Byeol said:
    Oktober 30, 2012 pukul 8:12 am

    Berderai air mata baca part ini.. Hiks hiks ;(

    benar tuh!! Kibum hrs membayar kesalahannya dg melindungi Hae seumur hidupnya..

    Lanjuut, eonn!!

    lee sae hae said:
    Oktober 30, 2012 pukul 10:10 am

    Sumpah kerennnnnn banget eon. Bagussss
    Heuhhh.. Kyu udah tahu ya, siapa yang bunuh Hyuk?? Atau dia cuma curiga doang.
    Yahhhh.. Kasian Kihae harus pisah.
    Hae baikkk banget sihh, walopun udah tau Kibum yang bunuh, masih mau ngelindungin Kibum.. Pasti cinta banget ya sama Kibum..
    Sumpah eonn, ini bagus banget. Keren.

    Osi Dwi Olyvia said:
    Oktober 30, 2012 pukul 3:57 pm

    wuih akhirnya semua terbongkar ><
    makin seru eon, ditunggu lnjutannya😉

    ainun_lara said:
    Oktober 31, 2012 pukul 12:55 am

    Ini MPreg kah?,Donghae hamilkah?,kyyaa Uri Aegya yg akan menyatukan KiHae kan,ya kan?, “Ngayal “, Kyu mulai nyari pembunuh Hyuk. ini makin tegang,tapi masih jauh dari Klimaks,Up Dateeee

    Raihan said:
    Oktober 31, 2012 pukul 2:28 am

    Donghae hamil Donghae hamil Donghae hamil..ini Mpreg kan yah?..

    Bagus tuh kalo Kyuhyun bisa ngebunuh Kibum didepan mata Donghae, jadinya kan Donghae semakin tersiksa, apalagi Donghae lgi mengandung anak Kibum *dijitak KiHae* wkwkwk

    Heh sadis yah, hanya utk sebuah jam tangan nyawa Eunhyuk terenggut dan yg merenggutnya Kibum, tpi slahkan Heechul yg mendidik Kibum jdi gitu *jitak Heechul*

    Udah mah, si Kyuhyun dikenalin aja sama Sungmin, nah trus urungkan dah niat balas dendamnya dan biarin KiHae bersatu (seenaknya saya) #plaak

    Kerennnnnnnnnnnnnnnnn ^_<

    isfa_id said:
    November 1, 2012 pukul 2:27 am

    DONGHAE HAMIIILLLLL!!!!!!!!!!

    Laila r. Mubarok said:
    November 2, 2012 pukul 3:46 pm

    Bis baca chap4 diffn, lngsung ngacir kesini haha…

    Eh itu hae hamilkan? Benerkan? Aku dah curiga dri chap4 tuh..

    Eh ada kyu, tpi sayang hyuk dah ga ada😦 pdhl aku juga suka pair kyuhyuk

    Uh un makin keren aja deh, kira” donghae bakal ikutan gabung ma kyu ga yaa?:/

      sugihhartika responded:
      November 3, 2012 pukul 6:02 am

      Makasih langsung ngacir kesiniiiii~

      coba, tar tungguin chapter 6 ya. gak akan lama kok.. ^^

    hima_kawaii said:
    November 3, 2012 pukul 6:32 am

    ehehehehehehe ada part mual dan muntah langsung kepikiran mpreg ahahahaha aigoo~

    waduuuuh… kyuhyun mau balas dendam,,, gimana nih???

    hmmm ditunggu kelanjutannya😀

    arumfishy said:
    November 3, 2012 pukul 5:33 pm

    trnyta dsni udh update smpe 6,,,di ffn bru 4…
    yg part 6nya pke pasword y???

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:43 am

      G Pake PW. sok bisa dibaca sekarang..

    gamers cho said:
    November 4, 2012 pukul 1:08 am

    donghae hamil tuh !pasti ! *setdah yakin amat*

    aku masih bingung-_- mau minta pw chap 6 dimana😦

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:41 am

      Donghae hamil, tengok chapter 6. sudah saya buka, gpake PW.😄

    LeeLee said:
    November 4, 2012 pukul 5:35 am

    wow .
    aku baru sempet komen niihhh !
    koneksi internet baru bagus soalnya !
    aku setuju ama laila !
    abis baca’ di FFN langsung ngacir ke sini !
    hahahha ~ ternyata udah agak jauh chap nyaaaa😀

    iyaaa ! aku setuju ama semua yang komen di chap ini , donghae hamiiiilllllllllll !
    yess yesssss ! padahal baru 1 ya ?
    Hebat mbumm !!!

    aku belom dapet PWnya nihh !!! aduuuhhh penasaraaannnnnnnnnn !!!!!

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:41 am

      Sekarang yang fate baca disini aja, eoh? disini ebih sering post daripada FFn. Donghae hamil? Coba baca chapter 6. sudah saya buka kok. gak pake PW.. Nyehe..

    Dew'yellow said:
    November 4, 2012 pukul 12:04 pm

    eonniii.. satu yg mau sya tanyain.. itu kenapa eon pake Kyu lagiiiii?? >.< Kyu bertebaran dimana2 heuuu~

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 12:13 pm

      Kyuhyunnnnnnn, kepengen aja Dew. g ada karakter yg bagus lagi buat jadi yg jahat soalnya. *Plak.

    Nelly Key Donghae said:
    November 15, 2012 pukul 9:56 am

    OK Donghae hamill… dan sy senangggg… huaa tp hubungan mereka jd rumit kayak gtu,,, wahhh da kyuu,,, aku sukaaa….
    kyu mw balas dendam… waduuhhh,,, gmana perasaan donghae….

    Lullu said:
    Desember 28, 2012 pukul 9:06 am

    Kibum sperti.a benar2 mnyesal.. Hanya krna jam kibum menghilangkan dan kehilangan…
    Hikss..

    Mianhae, eonniiiii…

    namihae said:
    April 8, 2013 pukul 12:40 pm

    ini kibum udah reintenir kejam pula :3 donghae? hamil? kibum harus bertanggung jawab!

    niea_clouds said:
    April 25, 2013 pukul 9:20 am

    Hae paling kasian di sini ,,,
    Hae cm mau nepatin janji ny sm hyuk bwt ga maafin org yg udh ngbunuh hyuk . . .

    NemoSnower said:
    Juni 14, 2013 pukul 6:34 pm

    Spertinya bakalan pnjang ni~
    Hae hrus milih ni antara twinnya ato bum, hae kuat kan diri mu u/ hdapi takdir ni (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Takdir yg d buat author ,T-T V

    casanova indah said:
    Oktober 10, 2013 pukul 8:49 am

    huweeee,,, #mewek
    sedih banget chap ini…
    yey, ada kyu juga skrg..
    tp bagaimana kl Kyu tau hae mencoba melindungi kibum ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s