FATE [Chapter 6]

Posted on Updated on

Title: Fate

Cast/pair: Lee Donghae – Kim Kibum/KiHae

Genre: Romance, Hurt (?), Family

Rating: K

Lee Donghae dan Kim Kibum, yang kembali dipermainkan sebuah takdir kejam yang tak bisa mereka hindari. Mereka tak bisa menghindarinya. Lalu, mampukah mereka, jika hanya sekedar melewatinya? Mampukah mereka melewatkan waktu yang sulit itu?

.

[CHAPTER 6]

Sunyinya malam itu, bahkan suara anjing menggonggong, sama sekali tak membuat Donghae ketakutan, dan malah semakin asik, larut dalam lamunannya. Sorot matanya begitu menyiratkan suatu kesedihan. Ia usap wajahnya berulang-ulang, hingga berakhir dengan sedikit remasan di perutnya, dan seketika itu? tawa pilu terdengar. Ia tertawa, lalu menangis, menangis terisak tanpa segan sedikitpun.

Angin malam yang semakin dingin, tak lupa menyapa tubuhnya, yang masih belum ingin beranjak, dari sebuah kursi terpajang di depan rumahnya tersebut. Donghae, entah sadar atau tidak, meneteskan air mata yang begitu banyak. Ia terus terisak pilu, hingga suara langkah kaki menghampirinya dengan sangat tiba-tiba. Donghae mendongakkan kepalanya sambil menyingkirkan bulir air mata di matanya, dan mendapati dua orang asing yang baru ia temui. Dua orang pria dengan pakaian rapih mereka. Donghae begitu pusing, mendapati orang asing belakangan ini. Dan ia, merasa malas bahkan untuk sekedar menyapa tamunya tersebut. “Apakah ini tak terlalu malam untuk bertamu?” Tanyanya sedikit dingin.

“Ah, maaf. Kami mendapat tugas, untuk menyampaikan sebuah pesan pada anda. Umh, benarkah anda Lee Donghae?” Tanya salah satu dari mereka, dengan ukuran tubuh lebih pendek dari orang yang satunya lagi, dan menurut pandangan Donghae, yang satu ini lebih ramah dan manis, meski keduanya terlihat tangguh.

“Benar. Ada apa? Siapa yang menyuruh kalian?” Tanya Donghae melembut. Ia tak mungkin mengabaikan tamunya yang baik itu. Juga, karena ia begitu penasaran dengan pesan yang tertuju padanya itu.

“Tuan kami. Kim Heechul.”

Donghae tiba-tiba terdiam. Otaknya seolah berputar, terus berfikir. Kim Heechul, berarti, dia adalah kakak dari seorang yang harusnya ia benci itu bukan? Dan Donghae, seolah takut siapapun akan mengetahui hal tersebut. Ia menoleh ke arah sekitarnya, lalu memandang ke arah sang tamu sambil berbisik “masuklah” dan dengan cepat membuka pintu.

Di lain tempat, Kibum kembali menunjukkan taringnya, kembali menjadi seseorang yang dulu. Kibum yang kejam, Kibum yang sangat dengan mudah menuangkan emosinya ke dalam kekerasan. Meski kali ini, tak seutuhnya ia yang kembali seperti dulu, tapi? Lebih pada sebuah pelampiasan. Tentu saja ini menyangkut Donghaenya bukan? tapi, bukan ia yang marah pada Donghae. Bukan! Mungkin ini adalah pelampiasan, untuk sebuah penyesalan yang sedang dirasakannya. Kibum tak dapat berbuat apapun, apalagi merubah apapun, itu yang membuatnya jengkel, dan butuh akan sebuah pelampiasan untuk menenangkan hatinya..

“Aku benar-benar pangling, Kibum-ah! Kau sedikit rapih setelah keluar dari penjara. Sekarang? Kupikir kau akan menyesal setelah berada di sel, meski hanya satu tahun..”

Tatapan Kibum yang sangat dingin, mengarah pada sosok di depannya yang baru saja terlihat sedang menceramahinya. “Perlukah kau bicara sebanyak itu, Kangin hyung?”

“Tsk. Aku hanya senang kau disini. Apa itu artinya kau akan kembali? Modalmu disini cukup banyak. Meski masih menjadi pinjaman orang-orang.” Lanjut Kangin, seolah berbicara dengan rekan bisnisnya. Bisnis gelap..

“Hmm..” Gumam Kibum nampak berfikir.

“Apa? Kau benar-benar akan kembali?”

Kibum mulai mengelilingi ruangan tempat ia berdiri saat ini. Tempat yang bahkan cahaya saja seolah enggan menghampiri, selain tak ada jendela disana, juga dalam keadaan malam, listrik yang dipasangpun sangat redup, seolah sengaja, sang pemilik yang tak tahu siapa, tak ingin cahaya menghampiri ruangan tersebut. Hanya ada sebuah meja yang penuh akan kertas, juga barang lain yang berserakan, ada beberapa kursi, juga satu buah lemari usang, dimana kertas-kertas kusut sedikit timbul dari sana. Kibum menyenderkan tubuhnya pada lemari, dan dengan mata terpejam, tangannya terulur pada sisi lemari, dimana sebuah tongkat baseball terpajang disana. Ia mulai menyeringai, dengan tatapan terarah pada benda keras tersebut. “Coba lihat, siapa yang menunggak pada kita bulan ini, hyung..”

Kangin tersenyum puas..

“Jawaban saya tetap tidak.”

Saat ini Donghae sedang berusaha, berusaha memegang teguh pendiriannya, sesaat setelah Siwon, dan Sungmin, nama yang baru Donghae ketahui, yang mana itu adalah pemilik dua tamunya saat ini membujuknya untuk kembali pada Kibum. Itu, adalah sebuah keputusan yang sangat sulit untuk Donghae terima saat ini.

“Kami mohon.” Pinta Siwon.

Donghae menggeleng keras. “Kalian tahu persis bagaimana kejadiannya, bukan?! Saya pikir kalian akan melakukan hal yang sama bila berada di posisi saya.” Jawab Donghae sebisa mungkin. Tetap menolak dengan halus. Dan tanpa ia duga, Sungmin, kini berlutut di hadapannya.

“Kumohon..” Ucapnya tulus. “bukan karena mewakili Heechul, tapi? Tolonglah demi aku, hyungnya. Dia adikku. Aku tak ingin ia berubah menjadi Kibum yang dulu.”

Donghae memalingkan wajahnya. “Aku tak peduli apapun yang akan terjadi. Aku tetap pada pendirianku. Kalian pulanglah.” Ujar Donghae, dan tanpa persetujuan, membuka pintu, mengusir kedua tamunya dengan penuh hormat.

“Tapi..”

Belum sempat mereka menyela, Donghae menghentakkan kakinya tak sabar, hingga keduanya pasrah, dan baru mengetahui Lee Donghae yang begitu keras kepala, dan akhirnya, mereka berpamitan.

Donghae menutup pintu, lalu menarik nafas lega. Ia pijat pelipisnya, karena rasa pening yang tengah mendera kepalanya. Kim Kibum, benar-benar membuat hidupnya rumit. Itu yang tengah ia pikirkan..

Menit berikutnya, ia menggigit bibirnya, saat merasa ngilu di bagian perutnya, membuatnya kembali mengingat, apa yang terjadi hari ini? Ah, bukan! Tapi apa yang sedang terjadi pada hidupnya, yang lagi-lagi karena Kibum. Ia benar-benar serasa kehilangan akal. Dengan gontai, ia melangkah menuju kamarnya, lalu terduduk di lantai, dengan bersandar pada ranjangnya, dan kemudian menutup matanya. Entah mengapa, rasa perih, rasa hawatir, rasa kalut yang menyatu itu, selalu menghampiri kala ia sendiri.

“Ini sedikit aneh, memang..”

Donghae menggigit bibir bawahnya..

“Anda hamil..”

Sontak Donghae membuka matanya. Ia benar-benar tersadar dengan apa yang baru saja ia ingat. Kemudian, dialihkan tatapannya, pada perutnya, yang memang tak terlihat ada keganjalan disana, meski, sebuah nyawa hidup disana.

“Ada apa dengan ini semua!!” Rutuknya pelan. “Ini, kenapa terjadi padaku?” Gumamnya sambil menutup matanya, dan bertanya entah pada siapa. “Kim Kibum, bagaimana ini..”

Pagi tiba. Entah mengapa Kibum sangat ingin menemui Donghae. Ia begitu merindukan Donghae. Hingga detik berikutnya, ia bergegas, untuk menuju tempat dimana Donghae berada.

Selang beberapa menit dari sana, di tempat lain, Donghae baru saja terbangun, setelah semalaman ia tertidur di lantai sambil menyender pada ranjang, tanpa perubahan, membuat badannya kaku dan serasa tak enak. Ia edarkan pandangannya dengan lemah menuju sekitar kamarnya. Perlahan ia berangsur, tertidur di atas ranjangnya tanpa berniat mengawali harinya, termasuk urusan perut, yang ia abaikan, meski rasa lapar begitu mendera. Salahkan keadaan yang membuatnya tak bernafsu melakukan apapun.

Di waktu yang sama, suara pintu diketuk seseorang. Dengan mata terpejam, Donghae dapat mendengar ketukan itu. Ia sedikit meringis hingga akhirnya bangkit dan menghampiri pintu. “Siapa?” Ucapnya sambil membuka pintu, dan ia tertegun. Bisa-bisanya Kibum menampakkan diri di hadapannya lagi..

“Ini aku..”

Donghae diam. Ia serasa tak punya tenaga untuk kembali mendorong pintu. “Ada apa kau kemari?”

Kibum tak merasa aneh dengan sikap Donghae. Ia hanya tersenyum maklum. “Aku hanya ingin menemuimu.” Ucapnya.

Donghae terdiam. Hal-hal yang berhubungan dengan Kibum, selalu membuat otaknya mau tak mau berfikir keras. Ia tiba-tiba teringat pada Kyuhyun. Bukankah akan rumit, bila dia datang dan menanyakan siapa Kibum, kenapa bisa ada bersamanya, dan juga hal lain yang akan membuat semuanya bertambah rumit. Maka, dengan pertimbangan itu, tanpa harus berfikir panjang, Donghae menarik Kibum ke dalam rumah, dan membuat Kibum keheranan dibuatnya.

Kibum memandang ke sekeliling rumah yang beberapa waktu lalu itu, sangat rajin ia singgahi. Tak ada yang berubah memang, karena belum lama, semenjak ia benar-benar tak diijinkan Donghae untuk masuk kesana. Dan sekarang? Ia begitu terharu, saat tiba-tiba Donghae terlihat berubah pikiran.

“Kukatakan, ini untuk terakhir kalinya..”

“Hey..” Kibum menyela, sebelum Donghae kembali mengusirnya. Ia raih kedua sisi wajah Donghae. “Kau sakit?” Tanyanya, saat sadar ada yang aneh dengan wajah Donghae. Rona wajah yang begitu pucat, ditambah lingkaran hitam di mata Donghae.

“Aku tak apa-apa.” Jawab Donghae singkat.

“Kau tak bisa membohongiku, Hae..” Tutur Kibum memandang wajah Donghae yang begitu kusam tak berwarna. “Katakan, apa yang sakit?”

“Bukan urusanmu!” Ujar Donghae dengan sangat ketus, meski perasaannya begitu hangat, saat Kibum memperhatikannya sedemikian rupa. Apakah insting seorang ayah sedang muncul pada diri Kibum? Inilah yang dipikirkan Donghae. Miris memang, menyadari kenyataan bahwa bibirnya terlalu kelu untuk mengungkapkan semuanya pada Kibum.

Kibum mendengus sebal. Sifat egois Donghae muncul. Donghae bahkan melemparkan tatapan tak suka padanya, meski ia sadar, Donghae tidak benar-benar membencinya. Tanpa memperdulikan apapun, ia tarik lengan Donghae, menuju kamar Donghae, lalu mendudukkan Donghae di atas ranjang. “Tunggulah..” tuturnya pelan, lalu meninggalkan Donghae.

Donghae menatap nanar punggung Kibum yang semakin menjauh. Meski bibirnya menolak, namun hatinya, tak akan pernah bisa berpaling dari Kibum. Haruskah ia menangis lagi? Jika sebuah janji bisa dirubah, maka ia dengan senang hati akan merubahnya..

Donghae menghela nafasnya pasrah. Ia naikkan kakinya ke atas ranjang, sedikit bergeser hingga kepalanya menyender pada kepala ranjang. Ia memang sedang dalam kondisi yang tidak bagus.

Tak lama kemudian, Kibum datang dengan segelas susu di tangannya. “Maaf. Aku bahkan tak bisa membuat bubur atau makanan lainnya.” Ucapnya terduduk di sisi ranjang yang tengah di duduki Donghae. “Kau ingin apa? Biar kubelikan.” Tawarnya.

Donghae menggeleng setelah sebelumnya ia tersenyum pada Kibum. Senyuman lembut yang lagi-lagi membuat Kibum terharu. Donghae raih gelas berisikan susu itu tanpa ragu. “Terima kasih.” Ucapnya tertahan, dan selanjutnya kata “pulanglah” kembali mengerutkan hati Kibum.

“Donghae, kita perlu bicara soal ini. Soal hubungan kita.”

“Tak ada yang perlu dibicarakan.”

Kibum menghela nafasnya. Lelah. Ia meresa lelah dengan semuanya. “Baiklah. Jika kau ingin, aku akan pergi sekarang.” Ucap Kibum, berniat menggertak Donghae. Ia sangat yakin Donghaepun tak menginginkan perpisahan. Namun jawaban Donghae, sungguh tak sesuai dengan harapannya, saat bibir manis milik kekasihnya tersebut berucap “itu lebih baik. Pulanglah. Tak ada alasan bagimu untuk tetap disini..”

Hening sesaat, hingga bunyi decitan ranjang yang terguncang menyapa telinga keduanya, saat Kibum beranjak. Menyerah akan Donghaenya, lalu pergi, dengan sebuah ucapan perpisahan, yang masih menunjukkan sisi egoisnya. “Pikirkan baik-baik..”

Donghae meremas selimut di sampingnya, lalu beralih pada perutnya, dan mengelus bagian itu. “Dia ayahmu, sayang. Maafkan aku..”

Siang itu, baik Kibum ataupun Donghae tengah bergulingan, meski di tempat berbeda. Mereka berada di kamar masing-masing, namun terlihat melakukan kegiatan yang sama. Hanya bergulingan di atas kasurnya. Apakah keduanya berpikiran sama? Saling memikirkan satu sama lain? Hanya mereka yang tahu.

Satu yang terlihat sama. Keduanya tengah menggenggam ponsel masing-masing..

.

.

“Kim Kibum kau dimana? Cepat! Bukankah hari ini jadwal kita untuk menagih uang? Jangan lupa bawa tongkat kesayanganmu!”

Kibum membaca pesan yang baru saja menyapa ponselnya. Sejenak ia berpikir, harus menjawab apa? Karena hatinya, tengah menimbang, benarkah ia harus kembali menjadi Kibum yang dulu? Karena Donghae tak menyukai itu! Namun, Donghae bahkan tak peduli lagi padanya. Jadi?

“Aku pergi sekarang..” itulah balasan darinya. Dari seorang Kim Kibum, yang tengah memutuskan sesuatu, yang bisa saja ia sesali..

.

.

Kita lihat Donghae yang juga tengah berkutat dengan ponsel miliknya di waktu yang sama dengan Kibum. Ia mengetik beberapa karakter, yang ia rangkai sedemikian rupa, karena ia mengirim pesan kepada seseorang yang ternyata baru ia kenal, dua malam yang lalu.

“Sungmin hyung, ini aku. Aku.. akan kembali padanya..”

Ia tersenyum saat mengirim pesan tersebut. Benar-benar suatu pertimbangan yang sulit, meski akhirnya, Donghae seperti dapat menerima Kibum kembali setelah melohat kesungguhan di mata Kibum..

Akankah semua berjalan lancar? Karena lagi-lagi, takdir mempermainkan keduanya. Hari itu, hari dimana keduanya seperti mengambil jalan hidup mereka, yang entah seperti apa.

Kibum, mengendarai mobilnya, menuju sebuah tempat, dimana Kangin telah menunggunya disana. Oh! Juga, sebotol anggur di sampingnya, sedikit menjelaskan, bahwa ia sudah dalam keadaan setengah mabuk, karena matanyapun sedikit sayu dan berwarna kemerahan, meski kadar kesadarannya, masih lebih tinggi..

Ia tiba di sebuah gang kecil, dimana rumah kecil terlihat berjajar rapi ke atas. Kibum menatap jalanan menanjak di hadapannya tersebut. Ia sedikit menyesal, mengapa jalan itu sangat kecil dan tak bisa dilalui mobil?

Waktu terus berjalan, namun Kibum enggan melangkah sedikitpun. Ia tetap saja memandangi jalanan yang sepertinya akan membuatnya kelelahan. Itu bila ia tetap memaksakan diri tentunya. Dan Kibum memilih jalan lain. Ia raih ponselnya, lalu menghubungi seseorang.

“Seret mereka kemari!” Ujarnya lancar tanpa jeda.

Donghae sempat merasa kesal, saat Sungmin ternyata tak membalas pesannya. Ia terlalu takut akan semua hal yang ia lakukan saat ini. Ia takut akan semua akibat yang akan di dapatnya. Ia ingin sekali membanting ponselnya jika saja tak ada panggilan yang tiba-tiba masuk. Seolah tak ingin menyia-nyiakan, ia segera mengangkat panggilan tersebut.

“Sungmin hyung..”

Donghae mengangguk, mengangguk mengerti ketika mendengar apa saja yang Sungmin katakan. Iapun tak jarang tersenyum, karena Sungmin begitu mengutarakan rasa senangnya akan respon Donghae saat ini. Sesaat Donghae tahu, seberapa besar rasa sayang dua bodyguard itu kepada Kibum, meski mereka bukanlah saudara kandungnya. Sungguh mengharukan.

“Aku akan pergi sekarang.”

Donghae menutup ponselnya dengan penuh semangat. Segera ia mempersiapkan dirinya, untuk menemui Kibum. Ia sangat yakin, Kibum akan senang melihatnya datang. Bukankah kemarin bahkan Kibum berulang kali meminta ia untuk kembali? Bahkan Donghae berniat memberitahu Kibum soal benih dalam rahimnya.

Bergegas Donghae pergi, setelah ia siap, memeriksa semua jendela, mengunci pintu, lalu memanggil taksi, karena ia tak mempunyai kendaraan pribadi. Ia begitu bersemangat, bahkan bibirnya terus tersenyum simpul saat berada dalam taksi, sedikit membuka jendela, membiarkan angin menerpa wajahnya.

20 menit dalam perjalanan, taksi yang ditumpangi Donghae, berhenti tiba-tiba. Sang supir, begitupun Donghae sangat terkejut, karena mereka mendapati seseorang yang lewat di depan mobil yang mereka tumpangi, hampir tertabrak jika saja sang supir tak menginjak rem dengan sangat akurat, meski orang tersebut, terjatuh tepat di depan mobil mereka.

“Apa dia baik-baik saja?” Donghae bertanya dengan gusar sambil mencondongkan tubuhnya ke depan, berusaha melihat. Lalu setelahnya, ia turun dan langsung menghampiri seseorang yang masih tertidur di atas aspal disana. “Hey!” Donghae mulai kalut saat melihat beberapa bercak darah dalam baju seorang yang sepertinya sudah sedikit tua.

Laki-laki itu mengerang. Sementara sang supir yang juga ikut kalut, berusaha meminta tolong, dan Donghae? Ia menghampiri pria itu, sambil sedikit menggeser badannya. “Kau tak apa-apa?” Begitulah Donghae bertanya, hingga dapat di dengarnya suara derap langkah kaki di belakangnya, juga sebuah teriakan “Jangan lari!!! Kau memanggil temanmu, huh?”

Donghae tak dapat memastikan apa yang terjadi, hingga ia merasakan lengannya ditarik paksa untuk segera berbalik, dan ia terpaku, saat melihat sebuah tongkat, hampir saja menghantam kepalanya. Ia mengedip pelan, hingga bibirnya bergumam, “Kim Kibum, kau..”

Kibum terhenyak. Baru saja ia mengejar orang yang sedag diburunya, melihatnya bergabung bersama seseorang, yang ia pikir adalah orang yang sedang dia kejar. Maka tanpa ragu ia menarik orang tersebut sambil mengacungkan tongkat di tangannya. Itu, itu adalah Donghae. Donghae, yang hampir saja mendapat pukulan dari tangannya sendiri. Kibum sama sekali tak menyangka, ia merasa tengah bermimpi, hingga “Kim Kibum, kau..”, suara nyata itu, menghampiri gendang telinganya.

“Hae..”

Semua terdiam. Semua orang, yang di mata Donghae, berubah jadi banyak dalam waktu sejenak. “Siapa mereka? Anak buahmu?” Selidik Donghae.

Kibum tentu saja tak dapat menjawab apapun. Semua sudah tertera jelas. Darah di tubuh sang korban, yang juga menempel di ujung tongkat yang tengah ia pegang. Juga perlakuan kasar yang baru saja dilakukannya terhadap Donghae. itu sudah cukup membuktikan, seperti apa ia sebenarnya..

Donghae mendelik tajam. Ia raih kerah kemeja Kibum, lalu mengendus wajah Kibum. “Bahkan kau mabuk?” Tanyanya kini dengan tatapan sinisnya, meski mata itu, mulai memerah. Ia menatap tak percaya ke arah Kibum. “Kau melakukannya lagi?”

Kibum tetap terdiam. Ia turunkan tongkatnya, yang langsung jatuh karena tangannya serasa lemas dan tak dapat lagi menggenggam benda keras tersebut. Otaknya bahkan tak dapat membantunya memberitahu apa yang harus ia lakukan. Ia tak sempat berfikir, hingga tangannya terulur, bermaksud memeluk Donghae. Namun bisakah ia meraih tubuh itu?

“Jangan sentuh aku!” Hardik Donghae. Ia begitu serius tanpa dapat disela.

Di sisi lain, Kangin terlihat geram. Ia yang tak tahu apa-apa kesal, karena Kibum terlihat kalah di depan laki-laki yang terlihat lemah itu. Ia benar-benar kesal, hingga ia maju, menghampiri Donghae dan Kibum yang tengah berhadapan, lalu tanpa persetujuan ia menarik kerah Donghae. “Pengacau!” Pekiknya di depan wajah Donghae, lalu tanpa dapat Kibum cegah, Kangin menghempaskan tubuh Donghae pada taksi di depan mereka. Donghae meringis, meski itu tak membuat Kangin mengiba dan malah melayangkan tinjuan, tepat di wajah Donghae.

“Agh!”

Kibum menyaksikan itu. Ia melihat bagaimana Donghae terluka, hingga “grepp”, ia menahan tangan Kangin yang hampir saja, menubrukkan kepalan tangannya di perut Donghae. “Hentikan!”

“Tapi dia..”

Plak..

Suara tamparan begitu keras. Itu terdengar, saat telapak tangan Donghae, menghampiri pipi Kibum. Semua begitu cepat. Tamparan itu lolos tanpa ada perlawanan. “Jangan pernah menemuiku lagi!” Ujar Donghae, sambil menghempaskan tangannya yang berada dalam genggaman Kangin. Dengan sedikit gontai, Donghae mengelap sudut bibirnya yang berdarah, pergi meninggalkan Kibum.

Kibum menoleh, dengan perih yang semakin melandanya. “Kumohon, Donghae..” Ungkapnya dengan sangat lirih, sambil melihat punggung Donghae.

“Hey, kau mengenalnya? Dia siapa?” Tanya Kangin terheran.

“Donghae!!” Pekik Kibum, kembali memanggil Donghaenya, kekasihnya. Tanpa menghiraukan Kangin yang terus bertanya siapa sosok Donghae. “Kibum! Dia siapa..”

Dengan ganas, Kibum menoleh ke arah Kangin. “DIA KEKASIHKU!!!!!” Teriak Kibum tak sabar, lalu berbalik, menyusul Donghae, dan dalam hitungan detik, meraih tubuh Donghae, memeluknya tanpa menghiraukan penolakan Donghae.

Semua terdiam, semua terdiam menyaksikan ajaibnya Kim Kibum, yang berubah seketika saat di hadapan Donghae. Bahkan Kangin, tak percaya ada sisi lain dalam diri Kibum, yang terlihat berbanding terbalik, dari Kibum yang ia kenal.

“Beri aku kesempatan.” Bisik Kibum di antara rontaan yang masih terdengar dari mulut Donghae, meski itu teredam oleh bahunya.

Donghae bergerak gelisah. “Lepaskan aku, brengsek! Aku membencimu..”

Kibum tertegun mendengar kata kasar yang baru saja keluar dari mulut Donghae. Ia tak pernah mendengar ini sebelumnya, dan itu, terasa menyakiti hatinya. Kibum menahan nafasnya. “Kumohon, dengarkan aku..”

“Tidak! Kau bedebah!! Aku membencimu.” Ucap Donghae lebih tenang kali ini, meski nadanya masih terdengar kasar. Ia akhirnya berhasil mendorong tubuh Kibum menjauh, dan langsung berbalik. “Kuperingatkan, agar kau tak menampakkan wajahmu lagi di hadapanku.” Lanjutnya, sambil berlalu, menjauh..

Semua masih terdiam. Semua orang terdiam, menyaksikan sisi lemah Kibum, yang tak lain adalah, Lee Donghae..

Heechul memijit pelipisnya, sambil terus berdecak. “Apa dia bodoh? Apa kalian bodoh?!” Rutuknya, menunjuk muka Siwon dan juga Sungmin. Ia baru saja mendengar apa yang telah terjadi. Padahal, rasa senang baru saja ia rasakan saat tahu Donghae sudah akan menerima Kibum.

“Maaf..”

“Maaf untuk apa, huh? Untuk Donghae? Untuk kelengahan kalian karena tak dapat menjaga Kim Kibum dengan baik?”

“Itu terjadi begitu cepat, dan kami belum sampai disana bahkan disaat Donghae..”

“Donghae apa?”

“Menampar Kibum.” Jawab Sungmin ragu. Heechul, adalah satu-satunya orang yang akan mengamuk pada siapapun yang berani menyakiti adiknya. Pernah suatu hari ia mengungkapkan, bahwa yang boleh memukul, atau memberikan pelajaran pada Kibum, adalah dirinya. Hanya dirinya. Namun kali ini lain..

“Salahnya, mengapa berbuat senekat itu!” Balasnya, membuat Sungmin dan Siwon heran dibuatnya. Apa itu berarti, Donghae boleh menampar adiknya? Itu ajaib.

Heechul kembali mengangkat kepalanya, ia menatap ke arah Sungmin dan Siwon bergantian, lalu berkata “Bereskan Kim Kangin. Ia tak boleh kembali mengajak adikku berbuat yang macam-macam lagi..”

Dua hari berlalu dengan sangat cepat. Kibum semakin tak ingin melepaskan Donghae, seolah tak rela, dan menyesali semua yang pernah dilakukannya pada Donghae, termasuk kejadian terakhir yang berhasil membuat Donghae semakin kecewa padanya.

Lihat, saat ini, ia sedang menunggui rumah Donghae. Ia terus saja menunggui Donghae di depan rumah, ditemani botol-botol bir yang berserakan. Ya. Ia berada disana dalam keadaan mabuk! Bukankah ia sangat bodoh?

Di menit lain, Donghae membuka pintu. Ia begitu kesal. Ia benci melihat Kim Kibum, namun orang itu, malah sengaja tak ingin beranjak dari depan rumahnya sedangkan ia kehabisan bahan makanan. Selain itu, ia juga harus memeriksakan janinnya, karena ia merasa ada yang aneh, semenjak bantingan Kangin pada tubuhnya. Dengan pertimbangan itu, Donghae keluar, memberanikan diri, meski ia harus menghindari Kibum.

Kibum tersenyum melihat Donghae keluar dari persembunyiannya. Dengan sempoyongan, ia menghampiri Donghae, yang malah menghindar dengan cepat tanpa berkata apapun. Kibum tak ingin menyerah. Meski mabuk, ia dapat melihat dengan jelas, Donghae yang terus berlalu. Dan Kibum? Mengikuti langkah Donghae.

Dalam perjalanannya, Donghae terus saja mendengus sebal. Ia sempat tak menghiraukan kehadiran Kibum di belakangnya, yang terlihat seperti orang gila, namun, melihat orang-orang yang juga ikut menatap aneh terhadapnya, membuatnya kesal. Sangat kesal!!

Donghae terus saja berjalan, sambil mencari cara, bagaimana agar terhindar dari Kibum, hingga entah kebetulan atau karena apa, ia melihat Kyuhyun yang baru saja keluar dari pintu sebuah kafe yang akan dilaluinya. “Kyu..” Panggilnya.

Sontak Kyuhyun menoleh. “Eoh, Hyung. Kau sedang apa disini?” Tanya Kyuhyun dengan wajah ceria.

Donghae tak menjawab. Ia harus segera menjauhkan Kibum menjauh darinya, juga tak boleh membiarkan Kyuhyun melihat Kibum. Dengan segera ia raih lengan Kyuhyun, menghadap ke arah lain. “Antar aku.” Ucapnya sambil menarik Kyuhyun, yang tentu saja menuruti apa yang baru saja Donghae ucapkan.

Kibum berhenti berjalan. Ia menatap Donghae menggandeng seseorang yang lain, yang mampu, dengan langsung, membakar hatinya. Namun ia juga tak mungkin menghantam pria asing itu di depan Donghae, kecuali ia ingin Donghae semakin membencinya. Kibum semakin mendengus sebal, lalu..

Prang..

Melempar botol di tangannya, hingga pecah berserakan di jalan. Ia kepal erat tangannya, dan berjalan ke arah lain, dengan amarah memuncak..

TBC

Hahh~

Hah~~

Ini semakin rumitkah? Maapin saya kalo begitu. Ufufufu..

35 thoughts on “FATE [Chapter 6]

    isfa_id said:
    November 3, 2012 pukul 10:57 am

    ah… mesti comment apa?

    LANJUUUTTTTT!!!!!!!!!!

    bikin Kibum lebih menderita lagi, eh? *kabur*

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:45 am

      Hheu, lanjut? SIAPPPPPP~ Kibum menderita lagi? IDE BAGUSSSSSSSSS~~~

    lee sae hae said:
    November 3, 2012 pukul 11:03 am

    Akhhhh.. Sumpah keren banget eonn.. Bagus banget.. TOP pokoknya.
    Takdirnya emang kejem banget, gilaran Hae udah bisa nerima kibum, malah ada kejadian gak jelas begitu. Keselllllll..

    Kandungan Hae kenapa tuh? Semoga baik” aja ya.

    Kibum nanti salah paham lagi sama Hae, nanti dikira appa dari kandungan Hae, si kyu lagi. Jangan dibuat salah paham ya eonn ? Hehheeh

    Lanjuttt eonn. Keren banget sumpat!!

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:45 am

      Gak usah kesel. Kandungannya gatau kenapa tuh c orok. >.<

      ini jadi rumit Leeeeee..

    Mea Hae said:
    November 3, 2012 pukul 1:53 pm

    EONIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
    SUKA BANGETT SIH MOTONG2
    UDAH TEGANG DEG2AN
    CEPET LANJUTT GAAA!!!!!!!!!!!!!!!!
    SEBELLLLLLLLLLLLLLL
    btw tumben typosnya lumayan eon, biasnnya ga bgtu
    what ever, manaaa lanjutannyaa

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:44 am

      Dipotong biar penasarannnnnn, Mea. Typo? Mana? Mana? Mana?

    ainun_lara said:
    November 3, 2012 pukul 6:44 pm

    Ceritanya Mengalir tidak cepat jg tdk monoton,emosi jg perasaan yg kontradiksi disampaikan dgn detail dan Baik,aku suka Chap ini, Kyaa Donghae hamil artinya KiHae tdk terpisahkan.Lanjuuttt

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:47 am

      Terima kasih eonnie.. Mereka tak terisahkan? Kata siapa….? X)

    Eun Byeol said:
    November 4, 2012 pukul 5:36 am

    Kejam, eonn..
    Bikin geregetan..
    Saat Hae mau menerima Kibum malah Kibum balik lagi ke dunia gelap..

    Lanjuuut..

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 7:40 am

      Memang ini, jadi siapa yang kejam? X) saya? Bukan kan ya? NgaHaaHaaHaa..

    gaemwon407 said:
    November 4, 2012 pukul 7:49 am

    test._.

    gaemwon407 said:
    November 4, 2012 pukul 7:51 am

    yeyeye udah muncul kan eon?wkwkwk
    YA!eon kenapa sih ini kihae nya diubek ubek(?)-_-
    Eon bummie kan udh mau berubah kasihanilah,biarkan kihae bersatuu._.
    eon cepetan dong bikin anak hae lahiiiir!!
    Lanjuuuut!!!

      sugihhartika responded:
      November 4, 2012 pukul 8:09 am

      KiHaenya sengaja diuji ‘cinta’ sama eonnie. eeeoooooo~ Kihae bersatu tapi musti diubek-ubek dulu lah, biar seruu.

    LeeLee said:
    November 4, 2012 pukul 8:06 am

    OUHH . .
    BVFSHBGHSAGFA bingung apa yang mau di comentarin !
    kessseeelll ngeliat kibum ! , almost ughhh !
    dikit lagi tuh bersatu ! eeh ? kibummmmmmmmmmmm bertingkahhhhhhhh !!!!!

    tapi , seru – seru !
    apa lagi , pas kibum teriak ke kangin “DIA KEKASIHKU”
    weesssss !!! . . .

    Heechul ngak marah tuh adik.a di tampar ‘orang’
    berarti ia udah nyadar ! tobattt !! khukhukhukhu .

    akkkhhh keseeellll !!!!!!
    suksessss bikin aku geregetaaaannnnn !!!!!!
    Lanjjutttttttttttttttttt

    gamers cho said:
    November 4, 2012 pukul 10:00 am

    aaaaaaa tbc nyiksaaaa😦 kenapa sih didunia perFFan harus ada tbc segala😮

    chap 7 ditunggu thor ^^

    Dew'yellow said:
    November 4, 2012 pukul 12:40 pm

    eon, komen sya d chap 5 ada ga? klo ga ada, sya ulangi wkwk
    itu knp Kyu lagi Kyu lagi? ahihi

    uuh~ pdhl dkit lagi mreka bsa baikan eeh malah kibum kepergok mw ngehajar org >.< tp disitu greget'y🙂
    kpn nih kibum tw klo hae hamil eon?
    chap 8 bsk kan? asiikk *digetok -.-"

    mira haefishy said:
    November 4, 2012 pukul 2:08 pm

    ujian cinta nya KiHae berat banget😦

    sabar ya Hae !!!

    ska bgt dgn alur crita chap 6 nie (y)
    chap 7 secepatnya !!!!!

      sugihhartika responded:
      November 5, 2012 pukul 9:46 am

      Amien. terima kasih.. :’)

    Crist Josh said:
    November 4, 2012 pukul 3:21 pm

    Buseet daaahhh
    T.O.P bgt ni fic !!!
    Hati gue ampe ikut ngerasain apa yg dirasain hae..
    =.=
    #abaikan

    author, kandungan hae gpp kn?
    Coz kalo dr fic yg gue baca di blognya Isfa_id,,
    kalo sang “ibu” stres disaat kandungannya masih muda, itu bakal berdampak sama sang bayi,,
    bayi kihae jgn diapa2in ya author,
    ntar gmm mereka bisa menyatu kembali??

    Trus itu si kibum kog ga berubah2???
    Apa suruh aja dia ninggalin keluarganya,biar dia berhubungan lagi sama kekerasan

      sugihhartika responded:
      November 5, 2012 pukul 9:47 am

      Rumittttttttttt~ saya tak bisa jelaskannn. >.<

      Pokoknya ditunggu aja chapter 7nya. terima kasih…😀

    Raihan said:
    November 4, 2012 pukul 4:15 pm

    Heh!..Kibum bego sih, kenapa coba mau diajakin Kangin lagi. padahal Donghae udah mau balikan sama Kibum *jitak*

    Kangin jangan dibunuh dong, dia kan bias saya *tarik2 baju Sugih* udah Eunhyuk mati masa Kangin juga *dijitak*

    Tapi bikin Kibum kesiksa lagi aja Sugih, buat Donghae semakin benci sama Kibum, kalo perlu gugurin kandungan Donghae atau buat Kyuhyun dan Donghae seolah bemesraan trus kibum cemburu dah dan mau ngebunuh Kyuhyun trus bikin Donghae tambah benci dah #plaak

    Kerennnnnnnnnnnnnnnn ^_<

    Laila r. Mubarok said:
    November 5, 2012 pukul 5:13 am

    Lanjuuut…

    Kandungannya hae baik” ajakan? Iyakan? Haruskan?

    Kibum paboya~
    Pengen ngmng itu berkali” dah haha
    #ngilang

    hyukssoul said:
    November 5, 2012 pukul 12:23 pm

    SUGIHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!! APA PULA INI HUH???? (;;_________;;)
    KENAPA KAU BUAT MEREKA SEMAKIN KACAU? SAYA TIDAK TERIMA! SANGAT SANGAT TIDAK TERIMA!

    dan?
    KAU BUAT INI SANGAT NANGGUNG! SPEKULASI SAYA JADI TERUS BERPUTAR KANNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!! KEJAM!! (==)

    LANJUTKAN!!!!!!!!!! SEGERA!

    arumfishy said:
    November 5, 2012 pukul 12:59 pm

    makin seruuu,,ayo dilanjuttt

    Osi Dwi Olyvia said:
    November 5, 2012 pukul 4:15 pm

    ini kerennnn, ahhhh ini yg mempermainkan Kihae bukan takdir, tp authornya *tendang* :p
    Kyu bakalan jd sasaran Kibum selanjutnya? trus kandungan Hae?
    wahhh penasaran lnjutannya ><
    jangan lama2 ya eon😉

    hima_kawaii said:
    November 6, 2012 pukul 7:38 am

    aww, heechul udah sayang sama hae~ kekekeke apalagi kalo udah tahu kalo hae lagi hamil keponakannya…^^
    aishh…kibum, merana banget nasibmu… aigoo~

    DongSu said:
    November 8, 2012 pukul 5:19 am

    ehm, karna aku udah ketinggalan byak bget. jd aku comment nya d sini aja ya, masalah nasi tumpeng qt bcrakan nanti
    hehe

    secara keseluruhan, aku sukaaaaaa

    isk, kibum kau pabo
    udh tw hae ga suka kekerasan, tp msih aja ngelakuin itu
    apa pula ni kangin, jgn2 dy yg ngajak2

    oia, yg kibum ngebunuh hyuk gra2 ngutang
    kibum jahat bgt😥
    heu

    trus sbnernya heechul tuh baik ya

    akhr kata
    lanjuuutt cyiiiiin

    hubsche said:
    November 9, 2012 pukul 3:19 am

    Demi apa ini bacanya berasa naik roller coster….tegang serasa mau nc-an sm Kibum sampe mual2 serasa hamil kayak Hae :))) But seriously….Daebak!!!

    Bikin KiHae semenderita mungkin dulu deh biar teruji cintanya. Gimana kalo Hae sm Kyu dulu atau malah sama Heechul dulu sblm balik ke Kibum, abis lagi kangen momen HaeChul hahahaha.

    Waaah ini yg komen di atas semua author2 fics KiHae favorit saya semua nih. Annyeong everyone *salute to all of you*

    Nelly Key Donghae said:
    November 15, 2012 pukul 10:04 am

    yeaaa… aku suka kibum dibikin cemburu2 gtu,,,, apalge orgnya kyu,,, hyaa… nikmatilah kim kibumm hahaha #ditendang#

    Lullu said:
    Desember 28, 2012 pukul 9:26 am

    Kibummmm… Kau bodoh atau apa, eoh..? Kenapa mengulangi.a lagi…?
    Akhh…
    Donghae akan semakin membencimu tau..

    Cerita.a keren, eon.. Apa ada sesuatu yg terjadi sama janin.a hae..?

    namihae said:
    April 9, 2013 pukul 2:05 pm

    aaa~ ikut terombang ambing ama konflik di chap ini~ hae nya knapa? lanjut ah~ lanjut!

    niea_clouds said:
    April 25, 2013 pukul 9:42 am

    Takdir emang bnr” mempermainkan KIHAE . . .

    NemoSnower said:
    Juni 14, 2013 pukul 6:57 pm

    Kndungan hae gpp kan? Kan?
    Ternyata hae ud nmpatin posisi spesial d hti nya chul, ampe ngebolahin bum d tmpar hae. Hae emang hbt ^^V

    casanova indah said:
    Oktober 10, 2013 pukul 11:28 am

    whuaa… donghae hamill………..
    hah, ada2 saja sich penghalang mereka bersatu…
    eh,, jgan2 ntar kibum dendam ama kyuhyun lagi, trus balas dendam
    pas ga diliat donghae…
    jangan deh,, kl ga mau donghae tambah benci..
    kan kasian aegya’a…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s