FLASHBACK

Posted on Updated on

Title : Flashback [Oneshot]

Cast/pair : Lee Donghae-Kim Kibum/KiHae

Summary

Kim Kibum yang berusaha membenahi nasib buruknya…

Kim Kibum saat itu, di siang yang teramat cerah, menikmati tiap langkahnya diiringi hembusan angin yang ia hirup perlahan. Ia begitu terlihat segar di balik wajahnya yang dingin. Tubuh yang berbalut pakaian sederhana, namun masih dapat menampakkan kesan yang begitu menarik baginya yang memang berwajah sangat tampan.

Ia berjalan di antara orang-orang yang berlalu lalang, melewati gedung-gedung tinggi di tengah perkotaan, seperti apa yang tengah dilakukannya, dengan tujuan masing-masing.

Kibum bersiul, hingga ia melihat dengan ujung matanya, melihat ke arah belakang, dimana suara teriakan datang darisana. “Berhenti kau pencuri!!” diiringi gerakan kaki seseorang yang begitu cepat hampir melewatinya. Kibum menyeringai, seolah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Maka..

GREP

Dengan mudah, Kibum menggapai lengan seseorang yang baru saja berlari, dan sedikit melewatinya, dengan beberapa perhiasan di tangan kananya. Dan Oh! Sebuah pisau lipat yang tertahan di tangan kirinya, yang berada dalam genggaman tangan Kibum.

Gotcha! Kibum menemukannya. Matanya bergerak liar ke arah benda tajam itu, terlihat seperti orang yang memang mengincarnya. Dengan cepat diraihnya pisau itu, dibuangnya, lalu ditekuknya lengan orang itu ke arah belakang, membuatnya tak dapat berkutik.

Kibum mendekatkan wajahnya, lalu berbisik pelan “kau tak akan bisa melakukannya..” ucapnya, dengan mata terarah pada sudut yang lain. Tempat dimana ia bisa melihat seseorang yang menjadi tujuannya hari itu tengah menantinya. “Kau tak akan bisa melakukannya, lagi..”

“Eh?”

“Kibumie, kita akan bertemu hari ini?”

Begitulah, pagi sebelum siang itu datang. Terjadi percakapan jarak jauh, yang dilakukan Kibum dengan seseorang yang disebut sebagai kekasihnya.

“Tentu saja! Tunggu aku di depan toko roti yang sering kau kunjungi itu, pukul 2 siang nanti.”

Kibum tersenyum, saat sedikit terlibat percakapan kecil dengan sang kekasih selain membicarakan pertemuannya nanti siang. Ia lalu menutup ponselnya setelah semuai selesai. Dilihatnya tumpukkan kertas, terpajang di atas meja kerjanya.

“Aku harus menyelesaikan ini semua!” Ucapnya dengan semangat, lalu terduduk di kursinya, mulai menggoresi tiap lembar kertas itu dengan ukiran tanda tangannya. Ia begitu bersemangat.

.

Pukul satu siang. Satu jam jeda waktu yang tersisa, menuju waktu yang telah dijanjikan untuk sebuah pertemuan yang sangat dinantikan, oleh direktur Kim. Kim Kibum. Ia bergegas membenahi semua pekerjaannya, lalu membenahi dirinya, berganti pakaian dan juga mempersiapkan segalanya.

“Hey, Lee Donghae! Kita akan bertemu.” Ucapnya pada sebuah fhoto berbingkai indah yang terletak di sisi mejanya. “Aku merindukanmu!” lanjutnya, meraih fhoto tersebut, lalu mengecupnya di bagian salah satu wajah yang terpampang disana. Berlebihan memang, sejak kata ‘rindu’ terlontar dari bibirnya, mengingat baru dua hari yang lalu mereka bertemu.

Kibum mulai beranjak, meninggalkan kantornya. Sejenak ia berfikir, haruskah ia menggunakan mobil mewahnya? Kibum ragu, karena tempat yang menjadi tujuannya kali ini, tempat dimana mungkin Donghae sudah menantinya disana, ternyata tak jauh dari kantornya. Hanya berjarak beberapa meter saja, dan terhalang tiga gedung saja.

Dengan pertimbangan sesaatnya, Kibum akhirnya memutuskan berjalan kaki. Ia berjalan, hingga “nak, bisakah kau tolong aku membawakan beberapa belanjaan?” ah! Salah satu gedung yang menghalangi tempat tujuannya, adalah sebuah gedung pusat perbelanjaan.

Kibum menatap seorang ibu tua, yang baru saja meminta pertolongan darinya, untuk memasukkan beberapa belanjaannya pada sebuah taksi. Sejenak Kibum melihat jam di tangannya. Tersisa 35 menit dari waktu yang telah dijanjikan. ‘Cukup’ pikir Kibum, hingga ia, mengangguk. Ia meraih beberapa kantong plastik cukup besar dan berat, lalu memasukkan belanjaan tersebut ke dalam taksi.

Setelahnya, Kibum menepukkan kedua telapak tangannya, menandakan pekerjaannya selesai. Namun sepertinya itu tidak benar, saat “masih ada beberapa lagi di dalam, bisa tolong kau ambilkan juga?” ucap sang nenek.

“Huh?”

.

Kibum membungkuk, saat taksi yang baru saja di masuki sang nenek dengan belanjaannya yang banyak itu melaju, pergi dari hadapannya. Kibum menggaruk belakang kepalanya, lalu melihat jam tangannya. “Lebih 10 menit rupanya. Aish~” rutuknya, saat mendapati keterlambatannya. Ia segera pergi dengan sedikit berlari, atau lebih tepat memperceat langkahnya.

Saat di perjalanan itulah, disana, tiba-tiba Kibum mendengar teriakan “Berhenti kau pencuri!” seiring dengan seseorang yang tengah berlari, melewatinya begitu saja dengan tangan kiri yang menggenggam sebuah pisau lipat dengan gagang berwarna hijau. Kibum terdiam. Ia tak tahu harus bertindak apa. Di sisi lain ia ingin menangkap sang pencuri, karena memang seharusnya demikian. Namun, ia juga tak ingin terlambat pada janjinya. Akan lebih rumit bila ia berurusan dengan sang pencuri bukan? Maka itu, Kibum membiarkannya berlalu begitu saja.

“Hey anak muda! Kenapa kau tak menangkapnya?!” Umpat salah satu pria tua pada Kibum, karena menurut pandangannya, Kibum bisa, sangat bisa menahan sang pencuri saat itu.

Kibum tak dapat menjawab dan lalu membungkukkan tubuhnya, sebagai tanda maaf. Beberapa orang terlihat masih mengejar meninggalkan Kibum, yang juga melanjutkan perjalanannya. Ia sangat terlambat bukan?

.

Beberapa menit. Hanya beberapa menit ia sampai di depan sebuah toko roti, dan mendapati keramaian disana. Keramaian yang sangat tak lazim di mata Kibum. Ia segera mencari tahu, apa yang tengah terjadi disana.

“Ada apa ini?” Tanyanya, mencolek lengan salah satu orang yang tengah bergumul disana. Dan ia terhenyak, saat merasakan sesuatu yang aneh di kakinya. Ia melihat ke bawah, lalu menemukan sebuah pisau lipat yang jika ia tak salah ingat, ia melihatnya pada tangan sang pencuri tadi. Ia mulai menegang, karena bercak darah yang tak sedikit turut hadir melewati tempatnya berpijak kini. “Hey!” Ungkapnya panik, sambil menuju kerumunan.

“Panggilkan ambulans!” Teriak salah seorang, yang membuat Kibum kembali harus mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Seorang pria tua, yang tadi menegurnya.

“Ada apa?” Tanya Kibum langsung..

“Pencuri itu, membunuh seseorang..”

Kibum menegang. Masalahnya adalah, itu seharusnya menjadi tempat bertemu dirinya bersama Donghae, dan sekarang? Donghae tak ada saat ini. Ia mulai gelisah. “Maaf!” Ujarnya mencoba menerobos kerumunan orang tersebut. “Permisi!!” Ucapnya frustasi. “Biarakan saya melihatnya sebentar..”

Kibum terus, dan terus menerobos kerumunan orang tersebut. Ia tak peduli, bahkan bajunya ikut terombang-ambing, terkoyak menjadi tak rapih. Ia tak peduli. Perasaan tak enak mulai menjalar, saat ia dapat melihat orang yang kini tergeletak dengan baju dengan motif yang ia hafal. “Donghae..” gumamnya.

Beberapa detik Kibum berada pada jajaran paling depan. Ia dapat melihat dengan jelas, hingga membuat lututnya melemas. Ia bertekuk, dengan mata yang mulai memerah. “Donghae!” Ucapnya dengan bibir bergetar. Ia mendekat, lalu membalikkan tubuh tak berdaya itu, dengan darah menggenang membasahi bajunya. Dan Kibum, benar-benar kehilangan akalnya. Ia mengusap darah yang menutupi sebagian wajah itu. “Donghae, Donghae bangun sayang!” Ucapnya hampir berbisik, menepuk pelan pipi Donghae.

Ia sama sekali tak menyangka, bahkan Donghae, yang seharusnya tengah bersenang-senang bersamanya, menikmati waktu indah bersamanya, kini? Menutup matanya dengan damai, berhiaskan ceceran darah.

“Kau mengenalnya?”

Tanya salah seorang, yang bahkan terdengar samar di telinga Kibum. “Panggilkan ambulans tolong..” lirihnya entah pada siapa. Meski matanya hanya terarah pada Donghae.

Kibum hampir gila! Semua karenanya. Jika saja, jika saja waktu tak mengejarnya tadi, jika saja ia dengan rela hati, menjadi pahlawan yang menghentikan sang pencuri, akankah ini terjadi?

 .

Begitulah, hingga Kibum saat ini, tengah bersimpuh, bersimpuh di dalam sebuah gereja, tempatnya meminta apapun kepada sang pencipta. Semua hayalannya, semua do’anya, berubah nyata saat seberkas cahaya menghampirinya..

“Aku akan berikan nyawaku!! Kembalikan dia Tuhan! Kembalikan!!”

Begitulah do’a yang terlontar dari bibirnya. Begitu lirih, dan penuh akan penyesalan. “Ini salahku!!” Ucapnya mulai terisak. “Biarkan aku mengulangnya..”

Hening..

Dengan suasana gelap yang menyelimuti. Hanya seberkas sinar, yang keluar dari dua buah lilin. Kibum.. terus berdo’a, berdo’a hingga rasa kantuk menyerangnya..

.

Suara dering ponsel, yang begitu akrab di telinganya bergema. Kibum menyipitkan matanya. Berusaha menyesuaikan cahaya yang tiba-tiba memasuki penglihatannya. Ia berusaha meraih ponselnya yang terus saja mengganggunya itu seraya menyeka air mata yang jatuh di pelupuknya.

Untuk sesaat dia berpikir, ‘apa dia baru saja menangis’?. Namun dengan segera pikiran itu hilang atas deringan ponsel yang tak kunjung terhenti. Dilihatnya layar ponsel, dan ia pun terdiam. Terdiam saat melihat nama yang baru saja ia baca. Ia terdiam, lalu menekan tombol hijau, mencoba menjawab sambungan itu, meski sedikit ragu.

“Hallo..”

“Kenapa lama sekali mengangkat telponnya?”

Dug.. Dug..

Kibum mendengar irama jantungnya, meresapi keterkejutannya saat mendengar suara itu. Suara yang sempat terpikir, ia akan merindukannya. Suara yang sempat terpikir, tak akan di dengarnya lagi.

“Hey! Kenapa diam?”

Kembali suara itu tertangkap telinganya, membuatnya yakin. Bahwa suara itu nyata. “Hae..” Gumamnya pelan, sangat pelan.

“Kibumie.. kita akan bertemu hari ini bukan?”

Kibum merasa jantungnya berpacu lebih cepat. Apa yang ia dengar? Ia dapat mengingatnya, terasa bagai sebuah deja vu. Dia merasa baru saja menyelam ke dalam mimpi yang dilaluinya beberapa menit lalu. Ataukah? Ini memang bukan mimpi? Entahlah! Kim Kibum tak ingin terlalu memusingkannya.

“Eoh, tentu saja!! Tunggu aku di depan toko roti yang sering kau kunjungi itu, pukul 2 siang nanti.”” Ucapnya dan lalu kembali tertegun. Bahkan ia berani bersumpah, ia pernah mengucapkannya.

Sambungan berakhir begitu saja. Kibum terus saja berpikir, namun tetap berusaha beraktifitas, melakukan pekerjaan, dengan kertas menumpuk di mejanya. Mulai mencoreti kertas-kertas itu dengan tanda tangannya.

Waktu berjalan cepat, hingga Kibum berjalan perlahan menuju tempat tujuannya bersama Donghae. Perlahan. Hatinya terasa terganjal sesuatu. Pemandangan? Keadaan? Ia serasa pernah melalui ini. Semua sangat sama. Sangat!! Hingga Kibum, merutuk dalam sadarnya. “Ini..” Kibum mengitari sekelilingnya dengan matanya. Ia tersadar akan sesuatu. “Semua terulang kembali?”

Dengan rasa percaya yang dimilikinya..

Kim Kibum saat itu, di siang yang teramat cerah, menikmati tiap langkahnya diiringi hembusan angin yang ia hirup perlahan. Ia begitu terlihat segar di balik wajahnya yang dingin. Tubuh yang berbalut pakaian sederhana, namun masih dapat menampakkan kesan yang begitu menarik baginya yang memang berwajah sangat tampan.

Ia berjalan di antara orang-orang yang berlalu lalang, melewati gedung-gedung tinggi di tengah perkotaan, seperti apa yang tengah dilakukannya, dengan tujuan masing-masing.

Kibum bersiul, hingga ia melihat dengan ujung matanya, melihat ke arah belakang, dimana suara teriakan datang darisana. “Berhenti kau pencuri!!” diiringi gerakan kaki seseorang yang begitu cepat hampir melewatinya. Kibum terdiam, ‘ini.. pernah terjadi bukan?’ pikirnya dan seolah suatu kesigapan, Kibum..

GREP

Dengan mudah, Kibum menggapai lengan seseorang yang baru saja berlari, dan sedikit melewatinya, dengan beberapa perhiasan di tangan kananya. Dan Oh! Sebuah pisau lipat yang tertahan di tangan kirinya, yang berada dalam genggaman tangan Kibum.

Gotcha! Kibum menemukannya. Matanya bergerak liar ke arah benda tajam itu, terlihat seperti orang yang memang mengincarnya. Dengan cepat diraihnya pisau itu, dibuangnya, lalu ditekuknya lengan orang itu ke arah belakang, membuatnya tak dapat berkutik.

Dan, “Eh?”. 

Tanpa sadar Kibum tersenyum puas. Hingga tangan lain ikut membantunya mengamankan sang pencuri, lalu tepat, sesuai dengan apa yang Kibum bayangkan, seorang laki-laki agak tua menghampirinya. Meski kali ini lain karena, ia langsung mengucapkan terima kasih pada Kibum. Kibum tersenyum.

Kibum tiba di depan sebuah toko roti, namun tak ada Donghae disana. Donghae tak ada. Ia tak ada disana.

Kibum mulai gelisah. Ia benar-benar gelisah. Otaknya berfikir keras. Apa yang tengah terjadi? Apa kematian Donghae itu benar adanya? Lantas apa yang baru saja terjadi? Kibum terduduk lemas, hingga..

“Maaf aku terlambat..”

Kibum menolehkan kepalanya, dan lalu menahan nafasnya. Ia menatap dalam mata Donghae, mencoba mencari kebenaran. Benarkah apa yang dilihatnya kini? Seolah ingin membuktikan, Kibum memandang Donghae tak percaya, lalu dengan segera memeluk Donghae perlahan, sambil bergumam “benarkah ini..”

“Kau aneh! Aku hanya terlambat beberapa menit saja, Kim Kibum!” Ujar Donghae, semakin membuktikan bahwa ini nyata adanya.

Kibum mulai mengulurkan tangannya, naik, mengusap punggung Donghae, lalu mendekap erat tubuh itu. Dalam hati ia terus saja menggumamkan rasa bahagia yang begitu meluap, dengan hembusan nafas lega berulang-ulang.

“Kau kenapa sih?” Tanya Donghae heran, meski hanya diam saat tubuhnya di dekap erat oleh Kibum. Ia merasakan saat Kibum menggelengkan kepalanya.

Kibum semakin melebarkan senyumnya, dan terus menghisap aroma tubuh Donghae. “Aku senang kau kembali..” ucapnya akhirnya.

“Huh?”

END

 

Hahhhhhhhh!! *Jedukin pala.

Saya malah bikin yang beginian. GJ bukan main. Hiks. Sudahlah, ini selingan aja kok. Heu..

 

30 thoughts on “FLASHBACK

    Osi Dwi Olyvia said:
    November 8, 2012 pukul 11:03 am

    wow jadi ceritanya Kibum dapat penglihatan untuk masa depan.
    hmmm sempat syok pas tau Hae sekarat tp untungnya Kibum bisa mengubahnya🙂
    selingan yg mengasyikan ini eon😀

    Mea Hae said:
    November 8, 2012 pukul 1:04 pm

    kyaaaaaaaaa eonni dah buat aku deg2an
    siap mau bantai..kalau terjadi apa2 sama donghae…
    syukurlah enggak, ini lagi ga dalam nuansa melow soalnya

    Eun Byeol said:
    November 8, 2012 pukul 1:10 pm

    Syukurlah Hae nggak kenapa2, sdh tahan napas juga..
    Huuufh

    Ainun_lara said:
    November 8, 2012 pukul 1:30 pm

    Ini baca ampe nahan Nafas,Seperti Second Change s gitu buat Kibum,Hae nya watados aja,Padahal kalo dibikin 2 Chap seru,Ceritain Hurt s nya Kibum seudah kejadian pertama,Daebak Saeng ini berasa Fluffeehh

    arumfishy said:
    November 8, 2012 pukul 1:32 pm

    keren ko,,,,

    Kibum cinta bngt sm Donghae,,,selalu berdoa,,,:-)akhirnya kmu mndpt kbhagiaan jg,,,:)

    ff yg Mask dilanjut oen…:-)aku pnsran nie sm klanjutannya…hehe gomawo…

    hubsche said:
    November 8, 2012 pukul 2:22 pm

    Kereeeenn!! Udah tegang…eh ternyata happy ending😀
    Semua story yg cast-nya Kihae tuh berasa bgt nyatanya yah.^^

      sugihhartika responded:
      November 8, 2012 pukul 2:55 pm

      Hheu. makasih. ^^

      KiHae itu? sesuatu yang akan lebih bagus kalo nyata sebenernya. UaHaaHaaHaa

        hubsche said:
        November 9, 2012 pukul 1:40 pm

        Loh memang mereka nyata kan…kan…kan, buktinya auhtor2 FF KiHae bisa segitu perfectnya bikin story mereka. Lol *ngarep nyata*

        sugihhartika responded:
        November 9, 2012 pukul 2:00 pm

        Heu.. kita pengamatan langsung soalnya. Kita langsung ke Korea, mengambil sumber terpercaya. *Plak.

        Mereka nyata. wani piro? >.<

        hubsche said:
        November 9, 2012 pukul 2:28 pm

        Ayoo wani piro?? Baca aja di 238 secret moment between Super Junior Lee Donghae and Kim Kibum, x-Files Fox Mulder. Hehehe

        sugihhartika responded:
        November 9, 2012 pukul 2:50 pm

        Ahhaaahhhaaahhhaaa.. saya pasang Dankoming sebagai taruhan (?)

    hyukssoul said:
    November 8, 2012 pukul 2:41 pm

    mampir ahhhhhhhhh~

    UDAH BACAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!! Hohohohohoho~
    SEQUEL? setuju aja sih saya. atau? Gimana kalo buat story baru aja?
    DITUNGGU!!!!!!!!!
    Nyahahahhaha~ /edisi reader ‘baik’.

    gaemwon407 said:
    November 8, 2012 pukul 5:10 pm

    Pantes judulnya flasback._.
    untungnya hae gak kenapa kenapa eon!!
    Chap 7 aku tungguuuu loh!!!

    hima_kawaii said:
    November 9, 2012 pukul 2:58 am

    aaaaaaaaaaaaaa unnie aaaaaaaaaaaaaaa kirain hae bakalan mati T^T aku deg degan tauuu
    ternyata cuma mimpinya kibum pewhhh….

    aww, keren author-nim😀

    banyakin kihae ff nya yah… and bagi ke kihae’s fans kekekekekekeke ^^

    thank you buat selingannya…🙂
    kemarin terproteksi, eh hari ni ternyata bisa dibuka *ah, senangnya!!!!* ehehehehehehe🙂

    Laila r. Mubarok said:
    November 9, 2012 pukul 3:55 am

    Huwaaa~ eonnie bkin aku spot jantung deh.. Untung tetep happy ending..

    Aku baca ni ff jdi inget film spiderman, yang pamannya peter mati ditusuk piso ma pencuri yng dibiarin lolos ma peter..

    Sesering” aja un bikin selingan yng seru kyak gini sambil nunggu ff multichap eonni hehe xP

    isfa_id said:
    November 9, 2012 pukul 6:40 am

    kyaaa… ketinggalan…

    Kibum akhirnya mendapatkan keajaiban…

    DongSu said:
    November 9, 2012 pukul 10:45 am

    aaaaakh, hampir aja aku mau mukul kibum pke wajan
    heu, sumpah awalnya udh bkin aku pengen banting c kibum
    deg2an bgt

    tp tp tp
    eoni terimakash tetap membiarkan my prince tetap hdup
    lega lega
    haha

    DongSu said:
    November 9, 2012 pukul 10:45 am

    aaaaakh, hampir aja aku mau mukul kibum pke wajan
    heu, sumpah awalnya udh bkin aku pengen banting c kibum
    deg2an bgt

    tp tp tp
    eonni terimakash tetap membiarkan my prince tetap hdup
    lega lega
    haha

    lee sae hae said:
    November 9, 2012 pukul 11:14 am

    Hampir mirip final destination ceritanya eon.. Kerennnnnn
    Untung tadi kibum dikasih mimpi kayak begitu, coba kalo enggak. Haduhhhhhh
    Kerennnn eonn.. Bagus.

    Shin Y said:
    November 9, 2012 pukul 12:37 pm

    awalnya mrip film superman itu yaaa??? tp dibuat bda endingnya… kalo smpe endingnya berakhir sama dg supeman.. gw ga relaaaaaaa >< haaah untung itu cuma mimpi … plg sbel klo liat kihae harus pisah..

    anyeong,, reader baru^_^ Shin Y imnida , 19 y.o kkk bangapseumnida^_^

      sugihhartika responded:
      November 9, 2012 pukul 1:32 pm

      Iya. salam kenal juga. ^^

      saya juga tak tega kalo buat KiHae pisah. terima kasih, komentnya, Shin.🙂

    Raihan said:
    November 11, 2012 pukul 12:17 am

    Keren keren keren kerennnnnnnnnnnnnnnnn..
    asli ini keren, dejavu yg berakhir indah hwaaaaaaaa keren banget *peluk Sugih* gial asli keren..

    Untung Kibum diberi kesempatan kalo kaga beh mnenyesal seumur hidup kau Kim Kibum karena membiarkan sang pencuri kabur *jitak Kibum*

    BIntinya keren Sugih asli kerennnnn ^_<

    Dew'yellow said:
    November 15, 2012 pukul 2:21 am

    wah eon.. jd keinget adegan d spiderman itu waktu peter malah ngebiarin pencuri uang lari, dan waktu dy mw pulang nemuin kakek’y yg jemput dy, dy malah dikejutin ama kerumunan org d sekeliling tbuh kakek’y yg tertembak. dan yg sgt disesali yg nembak itu pencuri yg dy jumpai td. yg dy biarkan kabur.
    ini mirip itu eon.. cm d sni kibum pny kesempatan bt ngulang wktu?😀

    Arum Junnie said:
    Desember 2, 2012 pukul 1:32 pm

    Itu si kibum mimpi ya???
    kalo iya, untung dikasih tahu dulu lewat mimpi, kalo nggak pasti dia menyesal setengah hidup.
    Huft padahal udah deg-degan takut beneran mati, eh ternyata De Javu…untung-untung..

    nannaa said:
    Januari 1, 2013 pukul 8:07 am

    Ide critany dpet dr mv ft island yg saveraly bkn thor? mirip tau, ga smua si, sma jg kaya mv jyj in heaven…
    tp keren, good😉

      sugihhartika responded:
      Januari 3, 2013 pukul 10:09 am

      Umh~ banyak sih yang ceritanya kayak begini. Nyehe. Ini mah saya buat yg versi KiHae ajah. HaaHaa.😀

    Jung Minyoung said:
    Februari 14, 2013 pukul 10:21 am

    Omona walaupun cerita’x simple tapi cukup ngena , kapan2 bwat lagi chingu😉 hehehe ogh ya aku reader baru slam kenal🙂

      sugihhartika responded:
      Februari 15, 2013 pukul 9:28 am

      Salam kenal juga. Terima kasih. ^_^

    Ruoxi said:
    Mei 4, 2013 pukul 2:31 pm

    When I first saw you I felt the miracle, it was you ~~~~ Hey hey hey

    casanova indah said:
    Oktober 10, 2013 pukul 2:55 pm

    haha.. yang penting hae selamat..
    dan Kihae tetap bersama..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s