YEAR [Chapter 1]

Posted on

Title: Year

Cast: Lee Donghae-Kim Kibum/KiHae

Ratting: K+

Genre: Romance, Hurt, Family, GS (?)

Summary: Mereka, bertemu kembali meski dalam bentuk yang berbeda. Bisakah mereka menerima perubahan yang ada? 

[CHAPTER 1]

Angin sejuk, menyapa kota Seoul yang damai pagi itu..

Tempat yang menjadi ibu kota negara Korea Selatan itu, sudah dipenuhi orang-orang yang berlalu lalang untuk melaksanakan aktifitas mereka.

Sekelompok anak muda, tengah menghabiskan waktu mereka di pinggir kolam renang sambil sedikit bersenang-senang. Mereka benar-benar menikmati waktu mereka, tak terkecuali dengan seorang pria, yang dalam keadaan bertelanjang dada, tengah terduduk dengan seorang wanita dalam balutan bikini seksi di sampingnya, tengah menyandar manja pada tubuhnya.

“Kibum..” Ucap sang gadis, sambil melingkarkan tangannya di perut Kibum.

“Hm..” Balas sang pria yang ternyata menyandang nama Kibum. Ia mengelus tangan manja yang tengah menyusuri tubunya tersebut. “Hari ini kau manja sekali, Hyuk. Ada apa?” Tanya Kibum pada gadis tersebut.

“Kau terlihat lain belakangan ini..”

Kibum membalikkan tubuhnya menghadap sang gadis yang nyatanya sudah menekuk wajahnya. Kibum, tak berniat membuat wajah itu membaik, meski hanya sekedar elusan di wajah itu, atau senyuman yang seharusnya ia tampilkan guna menyembuhkan perasaan buruk yang tengah melanda sang gadis, namun Kibum tak melakukannya. Ia malah terlihat bingung, hingga matanya menangkap sosok lain.

Dia yang begitu membingungkan di mata Kibum. Dia yang begitu memunculkan rasa penasaran yang hebat bagi Kibum, saat Kibum memandang wajah sendunya, seolah wajah itu bukanlah wajah yang baru Kibum lihat. Dia yang selalu berada dimana Kibum berada, terlihat seperti sengaja mengikuti Kibum.

“Dia..” Ucap Kibum kemudian dengan wajah terarah pada sosok itu, namun bertanya pada Eunyuk, kekasih yang berada di sampingnya.

Eunhyuk mengikuti arah pandang Kibum, lalu ia berdecak pelan. “Kenapa dengannya? Dia adik laki-lakiku.” Terang Eunhyuk membuat Kibum menatapnya dengan cepat.

“Kau tak pernah menceritakannya padaku..” Ujar Kibum, seolah meminta penjelasan.

“Dia tidaklah penting! Dia jarang bicara. Dia aneh!!” Rutuk Eunhyuk.

“Tapi dia saudaramu, Lee Hyukjae!”

“Aku tahu..” Rutuk Eunhyuk kemudian.

“Pantas dia sering aku lihat. Apa dia kemari mengikutimu?”

Eunhyuk mengangguk. “Aku tak tahu mengapa dia suka sekali mengikutiku. Apalagi jika kubilang aku akan pergi bersamamu. Mungkin ayah dan ibu menyuruhnya mengawasiku.” Terang Eunhyuk.

Kibum nampak berfikir. Jika bertemu dengannya? Apa sosok itu ingin bertemu dengannya? Atau hanya karna alasan yang baru saja dijelaskan Eunhyuk? Kibum kesulitan menebak sosok baru itu sepertinya.

Kibum tak berniat melepas pandangannya pada sosok itu, yang hanya terdiam, terduduk di pinggiran kolam sambil menekan dadanya di antara lutut yang ia tekuk. Kibum terus mengamati, hingga gadis di sampingnya, yang tak lain adalah Eunhyuk, menarik wajahnya tanpa seijinnya, lalu mencium bibirnya..

Sosok itu menatap ke arah dua insan yang tengah bercumbu. Ia terdiam, lalu bergumam “Biarkan Hae. Biar..” Ucapnya menundukkan kepalanya, melihat air yang meluap dari arah kolam serta menyapa kedua kakinya. Namun tak lama, karena ia, kembali mendongakkan kepalanya, dan melihatnya kembali.

Ia menahan nafas, lalu memalingkan wajahnya, dan kembali bergumam “Jangan lihat, Donghae!” Ucapnya pada dirinya sendiri, dengan menggumamkan namanya sendiri, Donghae..

Tak kuat, Donghae mulai beranjak. Namun, meski tubuhnya mengajaknya ke arah lain, matanya masih setia memandang nanar ke arah tersebut, ke arah yang sama, hingga tak ia lihat sesuatu yang mengganjal kakinya, hingga ia terpeleset dan..

BYUR..

Tercebur ke kolam lain di sampingnya, bahkan membuat Eunhyuk dan Kibum menghentikan kegiatan mereka, termasuk semua orang yang ada disana.

“Ada yang jatuh? Saudaramu?” Tanya Kibum pada Eunhyuk, sambil memandang kolam yang agak jauh darinya. Ia hendak pergi melihat jika saja tangan Eunhyuk tak mencegahnya sambil berucap dengan ketus “Ia pandai berenang” membuat Kibum mengurungkan niatnya.

Mendengar penuturan itu, semua orangpun kembali melanjutkan acara bermain mereka. Lain dengan Kibum yang terus mengamati riak air kolam yang baru saja disentuh Donghae. Tak ada. Tak terlihat riak air disana. Kibum mulai menatap aneh ke arah kolam tersebut, juga tak mendapati Donghae dimanapun. Ia tak tahu, sosok baru baginya itu, apakah sudah naik juga pergi entah kemana, ataukah masih di dalam?

Nyatanya, Donghae yang pandai berenang itu, tengah bergelut, mencoba mempertahankan nafasnya yang tersisa di dalam air, mengingat ia tak bisa berenang saat tahu kakinya terkilir. Dengan kata lain, ia tenggelam di dasar kolam.

Kembali pada Kibum, yang mulai gusar, dimana fikiran buruk terus saja menggelayuti otaknya. Selanjutnya ia berdiri dengan tak sabar, bahkan menghempaskan tangan Eunhyuk. Ia berlari ke arah kolam dimana Donghae berada di dalamnya. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah kolam yang tenang, mencoba melihat dalamnya kolam, hingga ia membulatkan matanya, saat melihat sesuatu mengambang di dalam sana. Maka saat itu juga, ia menceburkan dirinya ke dalam kolam..

Bagai mimpi. Ia pikir, dirinya jatuh ke dalam mimpi, saat sebuah lengan tersampir di pinggangnya, membawa tubuhnya seolah melayang. Ia hanya bisa memejamkan matanya, sambil mencoba mengingat hal yang terasa seperti terulang. Tubuhnya terangkat melawan air yang sejak tadi menekannya..

Sangat cepat, hingga ia dapat merasakan kembali saat udara menyentuh tubuhnya, meski paru-parunya masih terasa sesak, mengingat berapa banyak air yang sudah masuk.

“Kau tak apa-apa?”

Sebuah suara membuatnya mengernyit, meski rasa sesak lebih mendominasi, membuatnya harus terbatuk-batuk hebat. Ia tak dapat berucap apapun, hingga merasakan belaian di pipinya, dan selanjutnya dirasanya sentuhan lembut di bibirnya bersamaan dengan aliran udara yang memasuki daerah mulutnya, mengalir, dan terus mengisi paru-parunya, membuatnya merasa tenang, namun tatapannya begitu lurus tak mampu menyiratkan apapun..

Kibum berhasil mengangkat Donghae ke atas dengan tangannya sendiri. Ia angkat Donghae, dan dapat melihat orang itu terbatuk-batuk hebat. Kibum panik tentu saja. “Kau tak apa-apa?” Tanyanya sambil menepuk pipi orang yang sebenarnya, Kibum belum mengetahui namanya.

Tak ada jalan lain, Kibum yang panik mencoba mengapit wajah Donghae dengan kedua tangannya, lalu memberikan sebuah nafas buatan. Terus dan terus, hingga Donghae, terbatuk sambil mengeluarkan air dari dalam mulutnya.

Kibum bernafas lega sambil terduduk dengan lemas, begitupun Donghae yang masih sedikit terbatuk, hingga detik berikutnya, Kibum terpaku, saat pandangannya terjatuh pada bahu Donghae. Ia kehilangan kata, hingga tanpa sadar, sedikit menyibakkan kaos tipis Donghae. “Ini..” Ucapnya dengan wajah yang penuh dengan beragam arti.

Donghae, seolah tahu apa yang dimaksud Kibum, menutup kembali bagian bahunya, lantas bangkit dan sedikit berlari meninggalkan Kibum tanpa kata, bahkan sebuah ucapan terima kasihpun ia lupakan.

Masih dengan keterkejutannya, Kibum seperti tak dapat menggerakan tubuhnya. Ia tetap terdiam. Dan beberapa saat ia kembali mengambil kesadarannya, lalu dengan cepat menyusul sosok yang baru saja meninggalkannya.

Dengan cepat Kibum menyusul, mempercepat langkahnya. Menyusulnya, meninggalkan Eunhyuk yang hanya terdiam, juga orang-orang lain disana. Melewati beberapa ruang, hingga sampai di ujung ruangan, dimana itu, entah menjadi kamar siapa Kibum tak tahu. Ia berhasil menyusul sosok itu, lalu menahan lengannya. “Tunggu..” Ucapnya pelan.

Dengan ragu sosok itu berhenti, lantas membalikkan badannya ke arah Kibum, lalu menunduk kecil ke arah Kibum. “Maaf, aku lupa. Terima kasih untuk tadi..” Ucapnya.

Kibum tak mendengar itu sepertinya. Ia tak tertarik dengan ucapan terima kasih itu. Ia hanya terpaku pada bahu Donghae, yang nampak dalam balutan kaos putih yang tipis miliknya. Itu menjadi terlihat semenjak kaos tersebut basah, dan melekat pada kulit Donghae.

“Aku..” Donghae kembali membuka percakapan hingga, “Donghae..” Kibum mengucapkan namanya. Kibum menyebut namanya dengan sangat lirih, berakhir dengan belaian di pipinya.

Tatapan Kibum, binar di mata Kibum yang mulai memerah, menatap dalam ke arah ata Donghae. “Benarkah ini kau?” Tanyanya bersamaan dengan mata yang saling bertemu, mencoba mereka ulang tentang apa yang terjadi. Siapa mereka?

Di tahun 1960 kala itu..

“Sersan Kim!!”

Begitulah teriakan orang-orang saat menyerukan namanya. Dalam keadaan genting dan juga panas seperti saat ini, dimana asap hitam berdatangan dari segala arah, yang timbul dari segala benda yang hangus terbakar. Semua telah menjadi puing hitam, habis terlalap kejamnya api..

“Kami tak dapat menemukannya..” Lirih salah seorang prajurit, dengan seragam lorengnya, juga sebuah senapan yang masih ia genggam, menghampirinya, menghampiri dirinya yang tengah mengedarkan pandang ke segala ruang di tempat ia berpijak kini. Ruang yang bahkan telah dalam keadaan porak poranda.

“Selamatkan diri kalian. Pergilah..” Ia berucap setelahnya, memusatkan arah pandangnya pada orang-orang yang tengah menatapnya dengan gurat kecemasan.

“Kami tak akan pergi tanpamu..”

Ia menggeleng, menolak permintaan tulus itu. Mereka, begitu setia, hingga di angkatnya kedua tangannya, menyentuh kedua bahu, salah satu dari mereka. “Aku percaya! Kalian bisa menyelamatkan sisanya..”

“Tapi..” Sebuah penolakan halus terlontar meski ia langsung memotongnya. “Jika aku tak menyusul dalam waktu 15 menit, maka pergilah..”

“Tidak!!”

Ia mulai memandang tajam, meski bukan kebencian yang terpancar dari wajahnya, melainkan sebuah ketegasan, atas apa yang akan ia perintahkan pada orang yang selama ini dengan setia mempercayainya, mendampinginya hingga detik ini. “Kalian berani mengabaikan perintahku?!”

Semua bergerak, menundukkan kepala mereka, meski ditegapkan tubuh mereka, dengan kaki menghentak bersamaan, mengambil sikap sempurna, sebagaimana seorang prajurit yang mencoba menjawab perintah atasan mereka.

“Kalian mau mendengarku?”

“Ya, sersan!!” Jawab mereka bersamaan.

“Kalian akan menyelamatkan diri kalian?”

“Ya, sersan!!”

Ia tersenyum puas, lantas mencoba membalas hormat yang ditujukan padanya tersebut. “Kalau begitu pergilah..” Titahnya yang segera di laksanakan, meski mereka tetap melangkah dalam ragu, dan sesekali memandang ke belakang memandang dirinya, hingga salah seorang kembali menghampirinya, lantas memeluk tubuhnya. “Semoga Tuhan melindungimu.” Ucapan tulus, yang lalu membuatnya menitikan satu tetes air mata.

Perpisahanpun tak terelakkan, ia pandangi punggung para sahabatnya yang mulai menjauh. Di jatuhkannya topinya, lalu ia mulai membalikkan badannya, mencoba menyelami tempat dimana seseorang berada disana. Tempat yang bahkan sudah tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan disana, begitu menyedihkan. Namun ia tetap menyimpan sebuah harap disana. Harapan, akan keberadaan seseorang yang masih ia cari.

“Donghae..” Lirihnya sambil melanjutkan langkahnya dengan mata bergerak liar ke segala arah..

Mokpo, adalah tempat dimana ia lahir. Mokpo, adalah tempat dimana ia tumbuh, hingga menuai banyak cinta disana. Namun saat itu, di tahun yang penuh akan prahara itu, bahkan Mokpo, adalah saksi, dimana segalanya terenggut..

Kibum, sang prajurit Korea Selatan, harus menerima bahwa, kota, tempat dimana sang kekasih berada, telah dihancurkan oleh hantaman BOM jarak jauh dari sang musuh, dan semua, telah hancur! Semua berlalu begitu cepat, hingga timnya, ditugaskan mengevakuasi daerah tersebut. Kibum langsung bergegas tentu saja, merasa bahwa itu adalah sebuah kebetulan yang teramat berharga.

Semua berlalu cepat, hingga kedatangan Kibum, di Mokpo yang sudah dalam keadaan hancur, juga korban yang tergeletak dimanapun, mampu membuat jantung Kibum berdesir hebat. Semua telah tersisir rapih, namun Kibum, belum menemukan apa yang ia cari.

“Tak ada yang selamat sersan! Semua hancur!!” Ucap salah seorangg prajuritnya, hingga akhirnya Kibum, mampu memutuskan sesuatu yang sangat menentukan dalam hidupnya.

“Aku akan mencari Donghae, bahkan jasadnya sekalipun, harus aku temukan!” Ucapnya pasti.

Kibum melangkah di antara puing-puing yang bahkan masih mengeluarkan asap. Raut kecemasan masih setia menemaninya, sebelum ia menemukan apa yang ia cari. Kekasihnya. Donghaenya. Wanita, yang teramat dicintainya..

“Hae..” Ujarnya sedikit bergetar, sambil sedikit membuka beberapa benda yang sekiranya bisa saja menyembunyikan Donghae. Namun, banyak sekali potongan tangan berserakan disana. Tangan tanpa tubuh. Atau hanya sekedar kaki, kepala juga anggota tubuh lainnya yang sudah terpisah. Kibum semakin gencar, bahkan mencari cincin di tiap potongan tangan yang ia temui, meski ia tak berharap menemukan cincin milik Donghae, yang baru dua hari yang lalu ia sematkan di jari manis Donghae di antara tangan-tangan mati itu.

“Donghae!” Teriaknya tanpa rasa gentar sedikitpun. Ia seorang yang tangguh bukan? Ini hal biasa yang ia temui, meski kali ini, sedikit membuatnya takut. Hingga..

“Hiks..”

Sebuah tangisan mampu membuat Kibum lebih bersemangat untuk mencari sumber suara. Ia mencari, hingga ditemuinya seseorang yang tengah menunduk di antara lutut yang di tekuk tepat di bawah runtuhan kayu meski kayu itu tak menghimpitnya. Seseorang itu, seseorang dengan pakaian tak layak, terkoyak di beberapa bagian, juga sangat kotor. Namun di balik itu, Kibum dapat mengenali siapa itu. Dengan penuh haru juga kelegaan, dihampirinya sosok itu.

“Donghae..” Panggilnya, membuat sosok itu mendongak menatapnya disertai dengan deraian air mata di pipinya.

“Kibumiee..” Jerit Donghae, lantas bangkit, sedikit berlari menghampiri serta memeluk tubuh Kibum seketika.

Begitupun Kibum. Ia sambut tubuh Donghae dalam peluknya. Dia peluk erat, dengan banyak kecupan di kepala Donghae, mengalirkan rasa lega yang tak terkira. “Kau selamat..” Lirihnya, menciumi wajah Donghae kini.

“Aku takut.. eomma, appa..” Adu Donghae di antara isakannya. “Mereka..”

“Sssstt~” Kibum mengacungkan jarinya pada belahan bibir Donghae. “Kau tak usah takut. Ada aku disini, hmm?” Ucapnya mengelus wajah Donghae, lantas kembali memeluk Donghae, bermaksud menciptakan rasa aman dalam lindungannya.

Selanjutnya, dilepaskannya tautan tubuh itu. “Kita pergi Hae. Mereka menunggu kita di perbatasan. Ayo..” Ajak Kibum, mengganggam tangan Donghae erat, lantas membawa Donghae berlari, sampai di langkah ketujuh mereka,

DUAR

Serangan mendadak kembali di lepas dengan datangnya satu buah bom tepat di derah meraka berada.

“Akh!” Kibum yang memang sigap, meraih tubuh Donghae, mendekap tubuh itu, serta seperti melayang, mengangkat tubuh Donghae untuk berlindung. Mereka terbaring telungkup.

“Kau tak apa-apa?” Tanya Kibum kemudian, sambil melihat Donghae yang membenamkan wajahnya di dada bidang miliknya. Kemudian dilihatnya Donghae mengangguk ringan meski air mata mulai bergelayut di kedua mata Donghae. Kibum tersenyum lalu mengcup kening Donghae. Ia tahu Donghae bukanlah wanita lemah. Ia bimbing Donghae untuk berdiri. “Kita harus sampai disana.” Ucap Kibum lagi mengajak Donghae untuk mengambil langkah selanjutnya.

Semua tak berjalan lancar, saat serangan mulai berdatangan. Kibum terus berusaha membawa Donghae berlari. Tak sedikitpun ia lepaskan genggamannya pada tangan Donghae. Hingga akhirnya..

BUMMM..

Satu ledakan, berakhir tepat berada di dekat keduanya. Sangat dekat, membuat tubuh keduanya terlempar, meski Kibum sebelum itu, meraih pinggang Donghae, untuk terakhir kalinya melindungi Donghaenya..

Riuh angin menyadarkan keduanya. Keduanya yang kini terbaring di antara puing-puing itu, bergabung bersama benda mati lainnya.

Kibum, perlahan menggerakkan tangannya yang terasa kaku. Tangannya yang penuh dengan darah. Tangan itu, menghampiri tubuh di dekatnya. Lalu perlahan meraihnya, mengangkat kepala Donghae agar berada di atas lengannya. “Hae..” Ia masih bisa berucap di antara sakit itu, mengajak Donghae berada kembali pada sebuah kesadaran.

“Bumie..” Donghae membalas dengan baik, meski bibirnya sudah terasa beku.

Kibum tersenyum, lalu satu tangannya yang lain, meraih Donghae dalam dekapnya. Ia kembali mengecup kening Donghae. “Kita..” Ucapnya terhenti.. “Kita akan bertemu lagi, di kehidupan mendatang, hn?” Tanyanya meski tak ada jawaban. Donghae, telah menutup matanya. Kibum tahu sudah saatnya. Ia raih jemari kiri Donghae, meski tanpa melihat. Sambil terpejam, dikaitkannya jari miliknya, pada jari kiri Donghae, dimana kedua cincin sama yang mereka kenakan, saling terpaut.

“Ber..jan..jilah..” Tuturnya terbata, hingga cerita berakhir..

Kibum masih setia menyampirkan kedua tangannya, hingga Donghae mencoba menepis itu, beralih menatap arah yang lain.

“Aku tak mungkin salah..” Gumam Kibum, mencoba memandang Donghae lebih seksama.

“Aku bukan dia.” Jawab Donghae sambil menundukkan wajahnya. “Aku sudah berubah. Semua sudah berubah..” Lanjutnya kini mencoba menatap Kibum, dengan cairan bening yang sudah mengalir dari kedua matanya.

Kibum memandang dalam ke arah mata Donghae. Berubah memang! Tapi ia bahkan masih bisa melihat wajah manis itu. Kibum mengingat semuanya. Ia mengingat, bahkan sebuah tanda lahir tersembunyi di bahu Donghae.

Keduanya diam tanpa kata, dan detik berikutnya “Kalian sedang apa?” Tanya Eunhyuk menghampiri keduanya, lalu segera meraih lengan Kibum dan bergelayut di lengan Kibum. “Kalian sudah saling mengenal, Hae?”

Donghae mengangguk kaku, dan setelahnya, dapat dilihatnya Eunhyuk berpamitan lalu membawa serta Kibum bersamanya, meski dapat ia lihat, Kibum yang menatapnya penuh tanya sebelum sosoknya menghilang. Dan terakhir yang ia lihat adalah, sebuah cincin yang tersemat di jari Eunhyuk. “Itu milikku..” Lirihnya..

TBC AJA

Maaff~ Saya bawa fict baru sebelum fate saya bikin END. Heu~ silahkan tanggapannya.😀

38 thoughts on “YEAR [Chapter 1]

    RiHae said:
    November 17, 2012 pukul 2:26 pm

    masih rada bingung ceritanya….
    jdi skarang ini reinkarnasinya kibum n Donghae….
    tpi Hae koq jdi cwok….bkannya pas masa lalu cwek….
    lanjut thor…..n fatenya jga thor he..he..he…

      sugihhartika responded:
      November 17, 2012 pukul 2:44 pm

      Kan ada summary tuh *tunjuk atas* bertemu dalam bentuk berbeda. jadi Hae reinkarnasinya jadi cowok. Ngah~ gimana.. fatenya nanti ya. ^^

        RiHae said:
        November 21, 2012 pukul 12:33 pm

        thor bleh g’ mnta pw year part 2……
        bleh ya????*puppy eyes*
        pnasaran bgt nih ama lnjutannya…

        sugihhartika responded:
        November 21, 2012 pukul 1:34 pm

        sertakan emailnya, sayang..😀

        RiHae said:
        November 21, 2012 pukul 1:45 pm

        ryana_fishyhae@yahoo.com
        mksih thor….

    Shizuku M said:
    November 17, 2012 pukul 2:29 pm

    hullllaaaaaaa aku muncul, jadi ceritanya kaya kibum sama donghae ber reinkarnasi gitu ya? di kehidupan sebelumnya si unyuk jadi apa thor? yah cincinnya kenapa malah dipake si unyuk, garela kenapa hae menderita begini-_- oh iya kan hae terkilir ko bisa jalan eon? eh bawel ya? ya maap heheh._.v

      sugihhartika responded:
      November 17, 2012 pukul 2:45 pm

      Unyuk g usah diceritain. g penting ! xD Cincinnya bersejarah memang. ada di chapter 2 nanti. terkilir? Bisa, lupa kali dia. BuaHaaHaaHaa..

    Eun Byeol said:
    November 17, 2012 pukul 2:41 pm

    Aku pembaca pertama bukan??

    Eonnie~
    kejam banget yya nasib mempermainkan KiHae, gara2 eonnie sihh..
    Pengen cincang Hyuk rasanya!! Sebeeeel!!

      sugihhartika responded:
      November 17, 2012 pukul 2:46 pm

      DengDong!! Salah! Kau pembaca ketiga yeiiii~

      Kok gara-gara sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ *Jambak Hae.

    Gigia said:
    November 17, 2012 pukul 2:52 pm

    Aiish…hyuk mengganggu momen kihae aja d..trus kyk a hyuk g ska ma hae ya,jutek amat ma sodara ndiri.Aku sukaaaa…

      sugihhartika responded:
      November 17, 2012 pukul 3:00 pm

      Jutek memang. tapi gak ada yg berarti sama hal itu kok..😀

    lee sae hae said:
    November 17, 2012 pukul 3:38 pm

    Kembaliin cincinnya hae!!!
    Kihae so sweet banget eonn.. Cinta nya dibawa sampe mati. Kerennnn
    Hahhh.. Hyuk hyuk, sepertinya kau harus sakit hati lagi. Soalnya kihae bakal bersatu lagi. Hehhehe
    Disini hae jadi cowok kan eonn? Jadi cowok aja ya eonn. hehehhe
    Lanjjuttttt eonn. Keren banget.

    gamers cho said:
    November 17, 2012 pukul 10:42 pm

    hyuuukkk kau meyebalkaaan😐 dih ngalah kek sama hae :’
    kibum kok mau sih sama hyuk? *dijitak hyuk*

    ‘ cincin tersemat dijari eunhyuk ‘ kihyuk udah tunangan? kalo iya masa kibum baru tau hyuk punya adek -_-

    oh iya thor mau minta pw kemana ya?

      sugihhartika responded:
      November 18, 2012 pukul 2:36 am

      PW? PW apa? Bukannya udah?

    arumfishy said:
    November 18, 2012 pukul 5:15 am

    jd Kihae berenkarnasi,,,tpi renkarnasi Donghae jd cwo iy kn??

    Apa Kibum ttp cinta??harus itu:)

    lanjutttt,,
    fate sm Masknya jg dilanjutt oen,,:-)

    ainun_lara said:
    November 18, 2012 pukul 7:13 am

    Ini aku Pikir untuk Ukenya GS semua,ternyata hanya Hyuk aja yg switch, Hae tetep dgn Gendernya,yeeyyyy…. Jadi ini Reinkarnasi ya. Ini Fres bgt ide ceritanya,aku suka…Daebak

    mira haefishy said:
    November 18, 2012 pukul 1:13 pm

    sempet ngira hae bakal jadi cewek eh ternyata jadi cwok ,,
    hae cwok jadi hambatan ga ya ??
    lanjuutt !!!!!

    aku minta pw yg Replay-Replay-Replay yayaya pliiz😉

    hubsche said:
    November 18, 2012 pukul 2:45 pm

    OMONAAAA!!! Walopun bereinkarnasi dlm gender lain, Kibum tetep bisa mengenali Hae. Cintanya KiHae tuh nggak sebatas fisik berarti *clap..clap..clap* (:
    Mata Hae seindah dan seteduh apa yah sampe2 Kibum nggak bisa lupa walopun ada dlm wujud laen, jd penasaran pgn liat langsung hahahaha. Next chap soon yah…..(hihihi baca gratisan aja nggak sabar :D)

    Great!!!

    Laila .r mubarok said:
    November 18, 2012 pukul 3:01 pm

    Mksud wujud berbeda ntu, hae malah jdi cwo bgitu?
    Kihae everlasting love cie cie
    Tpi kasian deh un hae.nya uuh, cincinnya ambilin dong un dri hyukkie kan ntu punya hae😦

    DongSu said:
    November 18, 2012 pukul 5:09 pm

    1960 mereka mati

    trus sekarang renkarnasi mereka?

    trus yg mw aku tanyain
    ko mereka mash inget kehidupan sblumya?
    biasanya kan, renkarnasi itu ga bkal inget tentang kehdupan sblumya
    walupun mungkin ada sekilas kenangan atau perasaan yg mereka rasakan

    tp di sini sepertinya mereka mengingat btul kenangan mereka

    tp ceritanya seru eon

    suka bagian dmn kibum tetap berusaha menemukan hae walau tipis kemungkinan

    lanjut eon

    semangat

    Shin Y said:
    November 19, 2012 pukul 1:45 am

    aaaaaa… aku tahu jalannya crita ini.. ckckck huwaaaa,,, knpa sperti ini??? knpa harus hyuk juga????

    Nelly Key said:
    November 19, 2012 pukul 4:32 am

    huaaaaaa…. kihae berenkarnasiiii yaaa,,,, seruuuu… cinta mereka tak akn pudar oleh waktu (?) buktinya bummie tetap ngenali hae,,, hidup kihaeee #tendang hyuk#

    Osi Dwi Olyvia said:
    November 19, 2012 pukul 12:28 pm

    wow ceritanya mereka renkarnasi tp dlm bentuk yg berbeda?
    okeh ini seru !!!
    ditunggu lnjutannya eon🙂

    Raihan said:
    November 21, 2012 pukul 9:15 am

    Hwaaaaaaaaaaaaaaaa Sugih kau berhasil bikin aku dag dig dug..

    Kibum dan Donghae bereinkarnasi, tapi Donghae malah bereinkarnasi jadi namja?..dan kibum malah pacaran sama Eunhyuk?..hwaaaaaaaaaaaa Kibum dan Donghae hwaaaaa KiHae #plaak

    Keren Sugih, ceritanya keren…lanjut lanjut lanjut!…^_<

    hima_kawaii said:
    November 21, 2012 pukul 10:13 am

    unnieeeee aku hampir aja gak mampir ke sini kekeke karena lihat genrenya GS -__- *gak suka GS sih* tapi pas lihat tagnya yaoi aaaaaaaaa di sinilah aku ahahahahaha😀
    keren ceritanya unnie…. lanjuuuuut🙂

    Lee Jimin said:
    November 22, 2012 pukul 3:11 pm

    Eonni bleh mnta pw Replay-Replay-Replay dan Year 2?
    Klo bleh tlong krim ke email : 129jiminlee@gmail.com
    Gamsahamnida…

    gaemwon407 said:
    November 22, 2012 pukul 4:39 pm

    annyeong eon!hehe aku baru sempet baca yg ini._.
    dimasa sekarang ketemu sosok hae yang berbeda,tp bummie nya bisa langsung ngenalin gitu ya eon?ikatan batin tuh daebak
    50tahunan lalu si bummie tentara gitu ya eon?terus haenya siapa?

    Arum Junnie said:
    Desember 2, 2012 pukul 12:28 pm

    Kayak pernah baca fic ini??? tp dimana ya???

    lita samantha said:
    Desember 7, 2012 pukul 10:51 pm

    kasian banget si hae
    knpa di kehidupan brikut.a dia malah jd cowok
    T.T

    thor minta pw next part dong
    ini email sy
    samantha.lita@gmail.com

    Hani said:
    Desember 31, 2012 pukul 5:53 am

    Sempet bingung… Qo Kibum ga ngenalin Donghae dr awal. Gataunya Donghae reinkarnasi dr cwe jd cwo ya… hehe

    nannaa said:
    Januari 17, 2013 pukul 3:02 pm

    Renkarnasi? benarkah?
    huhu sedih, pdhal td cekikikan baca replay…

    BryanELFishy said:
    Februari 21, 2013 pukul 4:06 pm

    tendang hyukjae!!!!! lu ganggu mulu ah!
    kihae rengkarnasi tapi diwujud yang sama sama cowok. jadi ini maksud summarynya, kirain dalam arti berbeda itu sifatnya, ternyata……
    masa lalunya kayak kemerdekaan indonesia yach, klo ini mokpo klo indo bandung *sotoy* he he he😀

    namihae said:
    April 12, 2013 pukul 1:08 pm

    ini kihae reinkarnasi? tpi ko kibum bisa inget masa lalunya? agak ga mudeng sih -.-a tapiiiii lanjuuuut dulu aahh~

    Ruoxi said:
    April 12, 2013 pukul 3:58 pm

    Penasaran!

    casanova indah said:
    Oktober 9, 2013 pukul 2:57 pm

    huh, itu reinkarnasi? kok cepet banget,, baru 50 tahunan ya..
    biasane kansmp ratusan tahun..
    tapi gpp, yg penting mereka ketemu lagi, walau berbeda jalan cerita’a,,,
    pa lagi dg kibum yg jd tunangan eunhyuk..
    siap2 ada perang nich antara,, haehyuk….

    putrielfishy said:
    Februari 10, 2014 pukul 1:34 am

    wah kereeen kihae dah reinkarnasi tetep inget aja, kok cincinnya hae bs dipki ama hyuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s