FATE [Chapter 8]

Posted on

Title: Fate

Cast/pair: Lee Donghae – Kim Kibum/KiHae

Genre: Romance, Hurt (?), Family

Summary: Ujung dari semua rasa sakit. Buah dari semua pengorbanan. Seperti apa? Akankah takdir membawa mereka dalam sebuah kebahagiaan?

[CHAPTER 8]

Ia melangkah dengan gontai, juga sedikit tertatih, di antara gelapnya malam, di antara angin yang berhembus kencang, di antara hening, hening yang begitu melanda tempatnya berada. Tak ada siapapun. Hanya dirinya…

Hanya dirinya yang begitu menikmati sebuah renungan, atas apa yang baru saja terjadi. Dialah Kim Kibum. Yang dengan tenangnya terduduk dengan kepala menyandar pada kepala kursi yang tengah di dudukinya. Terduduk di antara dinginnya angin yang berhembus. Termenung di antara gelapnya malam.

Perlahan ia naikkan jemarinya, menyentuh bagian dadanya. Bagian luar yang menutupi hatinya yang tengah merasa hampa, bahkan terasa melayang.

“Kau mencintaiku, Hae!” Ujarnya tajam. Sontak ia buka matanya, membulat seolah ingin menunjukkan betapa ia marah saat ini. Betapa ia dikuasai emosi hingga otaknya terasa bingung, juga hatinya yang sakit secara bersamaan.

“Kau tak berhak memperlakukanku seperti itu..”

Kembali semilir angin yang menjawab.

“Katakan kau berbohong!”

Hanya sepi.. hingga selanjutnya, ia menegakkan badannya, dengan wajah menegang, menghirup udara sebanyaknya, lalu.. “KATAKAN!!!!!” teriaknya lantang..

Heechul mengetuk-ngetukkan ujung bolpoinnya pada kaca meja yang tengah dia huni sedang satu tangannya menopang kepalanya. “Biarkan dia sendiri..” Ucapnya sambil mengambil nafas berat.

“Tapi..”

Heechul melirik tajam ke arah Siwon yang baru saja akan menyela perkataannya, “Kita tak bisa melakukan apapun untuknya, Siwon-ah!” Ujarnya tajam. “Cukup perhatikan dia diam-diam.” Lanjutnya hingga Siwon mengangguk.

“Sungmin disana, hyung. Dia ada bersama Kibum.”

“Hm.”

Sementara di lain tempat, seseorang baru saja tersadar dari kegelapan yang baru saja menelannya. Menelan semua kesadarannya. Di edarkannya pandangannya, dan keningnya mengkerut. “Dimana ini?” Ucapnya pelan, entah pada siapa, karena tak ada siapapun disana. Hanya benda mati, seperti ranjang yang ia tempati, juga barang-barang yang biasa menghuni sebuah kamar.

“Ini dimana..” Kembali ia bergumam, sambil meraba dinding yang merapat pada ranjang, yang bukan miliknya itu.

Tiba-tiba suara pintu terdengar, juga bersamaan dengan suara langkah kaki yang mendekat. “Kau sudah bangun hyung?”

“Kyu! Ini dimana?” Ucapnya, setelah dapat memastikan siapa yang baru saja menyapanya tersebut.

“Rumahku hyung. Kau tadi pingsan.”

“Huh? Aku? Pingsan? Kau bercanda?” Ucapnya sedikit panik mendengar apa yang ia dengar tentang kondisinya sendiri. “Lalu kenapa kau membawaku kemari?”

Kyuhyun terduduk di sisi ranjang. Ia menatap Donghae sambil tersenyum. “Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

“…”

Seseorang menyampirkan sebuah jaket, tepat pada tubuh Kibum yang masih dalam posisinya. Ia tak menolak, juga tak menoleh pada sosok yang belum diketahuinya tersebut. Dengan kata lain, ia tak peduli..

“Pulanglah.” Itu, adalah kata pertama yang Kibum dengar dari sosok tersebut. Suara yang bahkan bisa langsung Kibum hafal. “Mari pulang. Ini sudah malam, Kibumie.”

Kibum menggeleng lemah, menolak ajakan itu.

Sosok itu, yang adalah Sungmin. Salah satu hyung yang Kibum sayangi. Salah satu hyung yang Kibum hormati, terduduk di samping Kibum. Ia menepuk pelan pundak Kibum, seolah memberi sentuhan lembut yang juga mengalirkan sebuah penyemangat untuknya. “Pasti ada jalan yang lain. Kau menyerah atas dirinya sekarang?”

Kibum bergerak, membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Sungmin. Selanjutnya Kibum menjatuhkan dirinya di pelukan sang hyung. Kibum saat ini, bukanlah Kibum yang dapat dilihat dengan ketakutan. Namun Kibum yang manja, Kibum yang bahkan memperlihatkan raut sedihnya pada Sungmin. Ituah dirinya sekarang.

Dan di antara desiran angin, yang beradu pelan dengan tubuh keduanya, ia berucap “Aku mencintainya..” dengan lirih sambil menutup matanya.

Sungmin tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung Kibum. “Aku tahu. Semua butuh waktu, kau tahu? Aku sangat yakin ia mempunyai perasaan yang sama denganmu.”

“Benarkah?!” Cibir Kibum, mulai terbawa ucapan Sungmin yang memang ditujukan untuk menghiburnya.

“Aku tahu! Dia kan sering menghubungiku..” Jelas Sungmin, dan seketika Kibum duduk tegap, melepaskan pelukannya pada Sungmin. Ia tatap kedua mata Sungmin, juga tangannya tersampir di kedua bahu Sungmin seolah memenjarakan tubuh itu.

“Benarkah?” Selidik Kibum, dan Sungmin? Menunjukkan ponselnya. Sesuatu yang membuat Kibum membulatkan matanya, dan dengan gerak cepat meraih ponsel milik Sungmin. Menjelajahi isi benda kecil tersebut.

“Dia sering menelponku, juga sering mengirimiku pesan. Ia selalu bertanya tentangmu.” Terang Sungmin, disaat Kibum sibuk dengan ponsel miliknya. “Sejak hubungan kalian memburuk, ia selalu bertanya padaku, bagaimana keadaanmu, kau sudah makan? Kau sedang apa? Lalu, hibur dia untukku.”

Kibum terenyuh. Jarinya terhenti, saat layar ponsel Sungmin menampakkan deretan pesan atas nama ‘Donghae’. Dengan teliti, ia membaca satu persatu pesan tersebut, dan satu tetes air mata keluar dari ujung matanya. Ia menangis..

“Dia mencintaiku..” Desahnya, mencoba menggambarkan semua ucapan Donghae yang tersimpan dalam ponsel Sungmin. Ia menarik bibirnya perlahan, lalu menatap Sungmin dengan penuh tanda tanya. “Lalu kenapa selama ini ia..”

“Tentu saja karena saudaranya, yang telah kau bunuh.” Potong Sungmin dengan entengnya. Kibum menyimpan senyumnya dengan segera. “Dia sudah memaafkanmu sebenarnya. Tapi.. aku juga tak mengerti, ini semenjak datangnya seseorang yang aku tidak tahu siapa.” Tutur Sungmin.

“Kau melihat orang itu juga?” Tanya Kibum, seolah tahu siapa yang tengah Sungmin bicarakan.

Sungmin berdecak, lantas menyambar kepala Kibum dengan kepalan tangannya. “Tentu saja! Kakiku melangkah kemanapun yang menjadi tujuanmu. Dan itu sangat melelahkan!” Rutuk Sungmin, lalu mengaitkan kedua lengannya di dada.

“Jadi kau dan Siwon hyung membuntutiku selama ini?”

“Itu tugas kami.” Jaab Sungmin. Lantas merebut ponselnya dari tangan Kyuhyun. “Itu tidak penting Kim Kibum!” Sergahnya. “Ini, aku mengambil beberapa gambarnya..” Ujarnya menampilkan beberapa gambar yang juga berasal dari ponselnya.

Kibum melihat gambar tersebut, lalu mengangguk. “Ini memang ia, yang tadi memukul wajahku dengan seenaknya.” Ucap Kibum, kembali menimbulkan satu pukulan di kepalanya.

“Bukan itu bodoh!” Tukas Sungmin. “Ini? Kau tak sadar?” Tanya Sungmin kemudian. “Ia seperti penguntit..”

“Huh?”

“Dia selalu ada, dimana Donghae berada.”

“Apa maksudmu hyung?”

Sungmin menggeleng, lantas memasukkan ponselnya pada sakunya. “Aku tak tahu. Tapi aku yakin, ada ‘apa-apa’ dengan orang ini. Ada yang tak beres..”

Kibum terdiam, seolah berpikir. Ada apa? Yang jelas, ada hubungannya dengan Donghae bukan? Tapi apa. Rasa penasaran menyergap dengan tiba-tiba, hingga ia beranjak dengan cepat.

“Mau kemana kau?” Ucap Sungmin menahan kepergian Kibum.

“Aku harus menemui Donghae sekarang.”

“Salahkan dirimu sendiri, yang malah menyerahkan hatimu padanya.” Ucap seorang namja yang kini menatap sendu, namun menyerang seseorang di depannya dengan ucapan yang sangat menuntut.

“Kyu..” Suara lain menimpali. Suara itu terdengar bergetar, juga tangannya yang memegang beberapa lembar fhoto di tangannya.

“Kenapa? Kau mencintai orang yang telah membunuh saudaramu sendiri, Lee Donghae!”

Beberapa saat yang lalu, Donghae menundukkan kepalanya. Ia berubah tegang saat Kyuhyun menunjukkan lembar pertama yang menampakkan Kibum, sambil berucap “aku menemukannya” dengan sangat pelan, namun penuh dengan penekanan, hingga ia melanjutkan “pembunuh kekasihku” dan langsung membuat jantung Donghae seakan melorot jatuh.

Saat itu, tepatnya beberapa menit yang lalu itu, Donghae mendongak menatap Kyuhyun dengan satu lembar fhoto di tangannya. Lidahnya bahkan terasa sangat kelu..

“Kalau aku tak salah lihat,” Terang Kyuhyun menatap Donghae dengan kerutan di keningnya, “bukankah orang ini yang berkelahi denganku di rumahmu tadi, hm?” Tanya Kyuhyun dengan nada meremehkan sambil membelai pipi Donghae.

“Kyu..” Donghae mencoba berucap namun Kyuhyun seperti tak memberikan kesempatan.

“Siapa dia, hyung?”

“Kyu, dia..”

“Kau tak usah menjawab.” Sergah Kyuhyun, lalu kembali menyerahkan beberapa lembar fhoto lainnya, yang menunjukkan gambar diri Donghae bersama Kibum. “Kalian berkencan, eoh?”

Donghae berkeringat dingin. Ia tak tahu, harus menjawab apa. Ia tak tahu. Sungguh tak tahu..

“Lantas sekarang bagaimana?”

“Kyu..”

“Aku harus membalaskan dendamku, untuk Hyukie..”

“Kyu..”

“Aku harus membunuhnya!”

“Kyu..”

“Aku akan membunuhnya!!!!”

Donghae menutup telinganya saat Kyuhyun berteriak. Bukan kerasnya suara Kyuhyun yang membuatnya gentar, namun kata-kata Kyuhyun, sangat membuatnya takut. Ia meredam rasa takutnya sebisa mungkin, lalu berbalik menatap tajam ke arah Kyuhyun, “Kau gila!” Desisnya, turun dari ranjang, lalu berlari, mencari jalan keluar.

Dengan liar Donghae menggerakkan matanya, mencari jalan yang akan mengantarnya pada sebuah jalan keluar dari rumah yang baru ia injak tersebut. Deretan tangga di sebelah kiri dapat Donghae lihat, lalu ia melangkah ke arah tangga tersebut, menuruni tangga, dan langsung menemukan sebuah pintu dengan jendela lebar, yang menunjukkan pemandangan luar. Dengan cepat Donghae berlari ke arah pintu tersebut. Hatinya begitu tegang. Ia tak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Kyuhyun. Ia akan membunuh Kibumnya?

Dengan nafas memburu Donghae mencoba membuka pintu, namun hatinya kembali menegang, saat mendapati pintu yang terkunci.

“Kau fikir aku bodoh, huh?”

Suara Kyuhyun yang begitu mengerikan kembali terdengar. Suara yang mengalun indah, namun terdengar sangat menyeramkan di telinga Donghae. Donghae berbalik dengan cepat ke arah Kyuhyun. Ia mencoba sigap, untuk melawan apapun yang akan diperbuat Kyuhyun padanya.

“Aku sangat menghormatimu, hyung. Kau adalah saudaranya. Aku tahu itu.” Ucap Kyuhyun dengan langkah pasti, berjalan ke arah Donghae, sementara Donghae semakin merapatkan tubuhnya pada pintu di belakangnya dengan raut ketakutan yang begitu kuat, melekat di wajahnya.

“Tapi..” Ujar Kyuhyun tertahan, sambil memicingkan matanya. “Aku tak peduli, bahkan jika Eunhyuk membenciku nanti..” Ucapnya lagi “Aku hanya ingin, melihat Kim Kibum menjerit pedih, saat aku, merenggut kebahagiannya, yaitu KAU! Haruskah aku membunuhmu di depannya? Huh?”

Donghae tertegun, hingga Kyuhyun begitu dekat di depannya, dan “AKH!!!”

“Dia tak ada?” Batin Kibum saat mendapati rumah Donghae yang kosong. Terlebih, pintu yang rusak akibat dobrakan dari orang yang bahkan Kibum tak tahu namanya itu, membuat Kibum merasakan sebuah keganjalan karena belum diperbaiki..

“Hae..” Panggilnya, mencoba mencari Donghae, hingga menuju kamar Donghae. Kibum diam, mengamati kamar Donghae yang kosong. Hanya ada ranjang kusut disana.

“Huh?” Kibum heran saat mendapati selembar kertas disana. Ia raih kertas tersebut, lalu matanya membulat mendapati tulisan disana. Bagaimana tidak? Tulisan itu dengan jelas mengatakan “Carilah Donghaemu jika kau bisa. Cari sebelum aku yang akan memberikannya kembali, meski hanya potongan tubuhnya.” Kibum menahan nafasnya, hingga tulisan terakhir, “Perkenalkan, aku Cho Kyuhyun. Ingat namaku dengan baik, Kim Kibum!”

Kibum menggeram frustasi. Diraihnya ponsel miliknya..

Hyung! Bantu aku mencari tahu seseorang yang bernama Cho Kyuhyun!!!” Ujar Kibum menutup ponselnya, lalu bergegas meninggalkan rumah Donghae.

Heechul memandang Siwon dan Sungmin, sesaat setelah menerima sebuah panggilan singkat dari sang adik. “Kalian dengar bukan?” Tanyanya dengan sangat yakin, mengingat baru saja Kibum yang berteriak dengan keras meski hanya lewat sebuah telpon.

Keduanya mengangguk pelan, hingga bentakan Heechul mengagetkan keduanya. “Lantas kenapa diam saja!!!!!!!!!!!! Segera lakukan!”

Sesaat kemudian, keduanya menunduk lalu meninggalkan Heechul untuk melaksanakan tugas tersebut.

Berbeda di lain tempat, kini Donghae terisak, setelah Kyuhyun mengikat tubuhnya dengan sangat kuat, juga menyumpal mulutnya, membuatnya hanya dapat mengerang tertahan. Dia menangis. Dia merasa sakit? Tentu saja. Namun bukan itu yang membuatnya menangis, melainkan ucapan Kyuhyun yang berbisik “kau ingin bertemu dengannya?” tepat di telinga Donghae, membuatnya mengerti, keberadaannya saat ini hanyalah sebuah pancingan agar Kibum datang. Selebihnya? Doghae tak tahu apa yang akan di lakukan Kyuhyun.

“Jangan menangis.” Ucap Kyuhyun, mengusap wajah Donghae perlahan, meski seringaian, sebuah senyum yang Donghae benci entah sejak kapan, masih setia menemani wajah Kyuhyun. “Dia akan segera datang..”

Donghae semakin bergerak gelisah. Terus bibirnya mencoba berteriak, meski itu tak bisa ia lakukan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Kyuhyun dengan pandangan sendunya. Memohon, itulah arti tatapannya.

Kyuhyun berubah dingin, lalu dengan perlahan, menautkan jemarinya pada rambut Donghae, mencengkramnya, lalu menariknya, membuat Donghae meringis kesakitan. Di dekatkan wajahnya pada sisi wajah Donghae. “Jangan salahkan aku! Kau begitu menjijikan!!”

“Hmff..” Terus saja Donghae mencoba mengeluarkan kata dari mulutnya.

“DIAM!!” Teriak Kyuhyun, menahan tangisan Donghae. “Kau bersalah pada saudaramu sendiri!” Ucap Kyuhyun kemudian, “Jika tidak kau yang mati di depannya, maka ia, yang akan mati di depanmu. Mengerti?”

Air mata Donghae semakin berderai. Berdesakan, memaksa keluar dari mata yang bahkan Donghae pejamkan erat. Ia mencoba mengatur nafasnya, berusaha lebih tenang, namun tetap dengan air mata yang mengalir deras. Dalam hatinya ia terus berdo’a, ‘Semoga kau tak datang, Kibumie~ jangan kemari..”

Kibum terus menyisir tiap jalan, tiap rumah, atau tempat yang biasa ia lalui bersama Donghae, meski semua percuma, mengingat kali ini Donghae bukanlah menghilang, tapi tengah dalam sebuah kasus penculikan? Sedangkan Kibum tak tahu, siapa itu Cho Kyuhyun? Ia sama sekali tak tahu. Juga, motif apa yang mendasarinya? Semua membuat Kibum bingung, dan berujung pada kesimpulan yang buntu.

“Argh!!!”

Kibum berteriak, juga meninju sebuah dinding di sampingnya. Ia harus berbuat apa? Dimana Donghae? Kemana ia harus mencari? Tetap itu yang menggerayangi pikirannya, serta menggelitiki tiap emosi yang sudah membuncah. Ia begitu hawatir..

Kibum tetap berjalan tak tentu arah, hingga tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan segera di rogohnya saku miliknya, mencari benda kecil yang terus saja berdering dari sana, dan ia tertegun saat mendapati nama seseorang yang tengah menjadi objek kecemasannya saat ini. Ia segera mengangkatnya..

“Kau dimana, Hae?!” Tanyanya cepat. Namun, bukan jawaban. Kibum tak mendengar apapun hingga dapat di dengarnya suara rintihan Donghae dari ujung sana, membuat hati Kibum berdebar dua kali lebih cepat. “Katakan sesuatu, Hae.. Donghae!!!!” Pekiknya namun panggilan tertutup dengan sangat cepat, membuatnya serasa ingin membanting ponselnya, jika saja ia sudah tak butuh.

Kibum meremas ponsel di tangannya, hingga itu terasa bergetar. Ia angkat, dan mendapati sebuah pesan, yang lagi dan lagi membuatnya harus menahan nafasnya.

“Datanglah kemari jika ingin melihat kekasihmu..” sebuah isi pesan singkat, juga di akhiri sebuah alamat disana. Kibum tahu sekarang, bahwa Donghae hanyalah umpan, untuk membawa dirinya ke tempat tersebut, meski Kibum tetap tak mengerti dengan tindakan Kyuhyun. Namun itu semua tak ia pedulikan. Donghae lebih penting bukan?

Maka detik berikutnya, Kibum melangkah pasti ke tempat dimana Donghae berada, setelah sebelumnya ia mengirim pesan pada Sungmin dan Siwon agar menyusulnya..

Lelah dengan tangisnya, kini Donghae terdiam, setelah sebelumnya Kyuhyun pergi dari hadapannya. Donghae merasa perutnya berdenyut sakit. Ia begitu hawatir. Ia hampir saja melupakan kandungannya. Ia yang kini tengah  tertidur menyamping, karena baru saja terjatuh dari kursi, menggeliat di lantai, meresapi rasa sakit yang menjalar di bagian perutnya. Ia berguling ke kiri dan kanan, hingga dengan ujung matanya, ia melihat sebuah pecahan kaca tepat di bawah kursi di dekatnya.

Donghae terus mencoba menggapai benda tajam tersebut. Bergeser, dan menyelinap masuk dengan tubuh terikat. Ia terus, dan terus berusaha, hingga beberapa saat, tangannya dapat meraih apa yang ia inginkan, lalu berusaha melepaskan diri..

Sementara di lain tempat, Kibum terus berjalan cepat setelah sebelumnya ia menggunakan jasa taksi untuk mencapai tempat tersebut karena nyatanya, tempat yang menjadi tujuannya itu, cukup jauh, juga tak bisa menggunakan taksi untuk benar-benar sampai disana, karena jalan kecil yang harus dilalui. Untuk itulah, Kibum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Kembali pada Donghae, yang telah berhasil melepas ikatannya tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Dan disaat itulah, terdengar suara langkah kaki mendekat dari arah luar pintu. Donghae tetap bersikap tenang, dan selanjutnya, diraihnya sebuah vas bunga di atas meja, lalu bersembunyi tepat di belakang pintu, yang akan terbuka. Hingga saat pintu terbuka, juga nampak sosok Kyuhyun disana, maka tanpa aba-aba, Donghae melayangkan vas bunga di tangannya, dan..

PRANG..

Tepat mengenai kepala Kyuhyun, membuat darah segera keluar dari sana. Donghae tak peduli. Ia segera meninggalkan Kyuhyun, meski di langkah pertamanya, ia kesulitan saat Kyuhyun menggapai serta menahan kakinya, membuatnya tersungkur di lantai.

“Kau tak akan bisa pergi!!” Rintih Kyuhyun.

“Ugh! Cho Kyuhyun kau sudah gila!!” Jerit Donghae, sambil ia tendang tangan Kyuhyun di kakinya hingga genggaman itu terlepas, dan ia segera berdiri lalu berlari, menembus dingin juga gelapnya malam itu.

Donghae mempercepat langkahnya, tak peduli akan rasa sakit di tubuhnya, ia langkahkan kakinya di atas tanah-tanah, juga melewati pepohonan di sampingnya. Bahkan ia tak tahu, kemana ia akan pergi. Dimana jalan keluarnya. Satu hal, ia harus bisa menghubungi Kibum, dan menceritakan apa yang terjadi.

“Kibumie~” Lirihnya di antara langkah cepatnya. Ia terus berlari, hingga tubuhnya oleng saat satu tangan menahan tubuhnya, juga tangan lain membekap mulutnya. Donghae terkejut tentu saja. Ia merintih, juga menjeritkan kata “Lepas!” dan “Jangan” saat tubuhnya di seret, hingga..

“Ini aku Hae..” Bisikan pelan dapat Donghae dengar. Bisikan dengan suara yang dapat membuat Donghae tenang. “Ini aku, tenanglah..”

Donghae membelai tangan yang masih menutup mulutnya. Ia rasakan kulit itu. Kulit yang bahkan ia hafal. Kulit yang selalu menyentuhnya, juga yang pernah menjamah tubuhnya. Donghae sangat hafal. Lalu ia balikkan badannya, dan air mata, langsung turun. Desahan nafas legapun terdengar. “Kibumie..” lirihnya.

Kibum tersenyum lalu memeluk Donghae. “Ini aku. Kau tak apa? Hm..?”

Donghae memeluk erat Kibum. Ia tak berniat menjawab pertanyaan Kibum. Donghae lantas menangis tersedu dalam dekapan Kibum. “Aku ingin pulang, hiks.” Isaknya, meski tangan Kibum sibuk membelai punggungnya, untuk menenangkan. Dan detik berikutnya, seolah teringat, Donghae kembali histeris. “Dia, kau tak boleh kesini. Dia ada disini Kibum. ayo pergi!!” Ujarnya tak sabar, hingga Kibum harus meraih wajahnya, dan menatap lembuat ke arah Donghae.

“Jangan takut, Hae. Aku disini..”

“Tidak! Ayo pergi, dia disini, Kibum!” Jerit Donghae tak sabar, hingga tubuhnya oleng, dan berakhir dengan sebuah ringisan juga remasan pada perutnya.

“Kau tak apa Hae?”

“Kita pergi! Kita pergi..” Itu yang terus Donghae gumamkan, dengan tubuh yang sudah terduduk lemas, dan kesadarannya, seperti akan menghilang.

“Hey!” Kibum panik dan menepuk pipi Donghae pelan, berusaha membuat Donghae tetap sadar, meski usahanya sia-sia saat dirasanya seseorang menarik kerah bajunya, dan menahan lengannya.

“Kau sudah datang?” Kyuhyun berbisik tepat di telinga Kibum.

“Siapa kau sebenarnya, huh?” Kibum bertanya dengan acuh, meski matanya tetap terfokus pada Donghae yang sudah terbaring meski kesadarannya tetap ada.

“Itu tak penting bukan? Aku hanya ingin membalas apa yang telah kau lakukan padaku.”

“Aku tak melakukan apapun padamu!” Balas Kibum.

“Oh ya? Kau lupa? Ugh! Sepertinya aku yang lupa, bahwa pembunuh sepertimu tak akan merasa telah menghilangkan nyawa seseorang.” Jelas Kyuhyun.

Kibum berfikir. Hanya satu orang yang pernah ia bunuh hingga ia dapat merasakan dinginnya sel, selama satu tahun penuh. Dan itu adalah Eunhyuk. Lantas siapa orang yang tengah menyekapnya kini?

“Kau masih bingung? Kau masih ingat, seseorang bernama Lee Hyukjae? Saudara kekasihmu sendiri?”

Kibum tetap diam, hingga Kyuhyun menggoreskan pisau di tangannya, menorehkan sebuah luka kecil di wajah Kibum, membuat setitik darah keluar dari sana, serta membuat Kibum mengernyit menahan sakit.

“Dia kekasihku..” Ungkap Kyuhyun akhirnya, menyadarkan Kibum, akan tujuan dari orang gila di dekatnya tersebut.

“Kau ingin membalas dendam?” Tanya Kibum kemudian, “maka lakukanlah, tapi biarkan Donghae pergi!” Tutur Kibum.

Kyuhyun tertawa ringan. “Kau pikir semudah itu, huh?”

“Tapi kau tahu persis dia adalah saudara orang yang kau cintai, Cho Kyuhyun!”

“Oh! Itu aku tak peduli! Jika perlu, aku akan membunuhnya di hadapanmu!”

Suara petir menyambar, bersamaan dengan penuturan terakhir Kyuhyun, membuat Kibum bangkit, lantas mencoba melawan Kyuhyun, meski salah satu lengannya harus menahan sakit saat pisau Kyuhyun yang tajam sempat menggores bagian itu..

Rintik hujan mulai menetes, satu persatu terasa menyentuh kulitnya. Ia yang masih terbaring di atas tanah itu, masih menyibukkan dirinya untuk tetap tersadar, mencoba melihat apa yang selanjutnya terjadi, meski dengan pandangan yang kabur, juga apa yang ia dengar, tak ada yang jelas satupun. Hanya sebuah dengungan yang menyakitkan. Semua menjadi sangat samar baginya..

Waktu terasa melambat, mengalun dengan tempo yang sangat lambat. Rasa dingin mulai terasa menusuk tiap inci kulitnya, bersamaan dengan air yang membasahi tubuhnya.

“Donghae!!”

Ia sempat, sempat mendengar seseorang meneriakan namanya. Dan ia sangat tahu, siapa yang menyerukan namanya itu. Seseorang yang selalu mengisi hidupnya, hatinya, juga fikirannya. Seseorang yang bahkan hampir membuatnya gila. Seseorang, yang adalah ayah dari benih yang tengah di kandungnya. Suara itu, terdengar indah, meski terdengar samar.

“Donghae!!”

Kembali ia mendengar teriakan atas namanya. Dan saat itu adalah, saat dimana ia merasa tubuhnya melayang, serasa ditarik, entah siapa, entah kemana, ia tak tahu, hingga pandangannya jelas saat ia berdiri dalam dekapan seseorang di belakangnya. Suara nafas berat bahkan dapat Donghae dengar tepat di telinganya. Siapa?

Semua terjawab saat ia melihat seseorang di hadapannya, yang membuatnya mampu menyebut sebuah nama dengan sangat lirih, dengan bibir bergetar miliknya. “Kibumie..” Ucapnya, menatap lurus ke arah depan, dimana sosok itu berada. Sosok yang juga tengah menatapnya dengan penuh kecemasan. Donghae sekarang tahu, siapa yang tengah memerangkap tubuhnya.

Semua terasa cepat. Saat Donghae merasa tubuhnya terombang ambing, kala Kibum mencoba melepaskan tubuhnya dari Kyuhyun. Menariknya, mencoba membawa tubuhnya berlari. Berlari meski Kyuhyun tepat berada di belakang mereka dan berlari lebih cepat, dan saat itu, Lee Donghae bertindak cepat saat ujung pisau yang tajam itu terlihat saat kilauan petir menyambar. Pisau tajam yang bahkan hampir saja menyentuh punggung Kibum hingga, “Akh..” rasa sakit menyerang bagian perutnya, saat sang benda tajam menerobos masuk ke dalam bagian perutnya tersebut.

Cerita Donghae, berakhir bersamaan dengan kegelapan yang kembali membawanya..

Kim Kibum meremas, menautkan kesepuluh jarinya. Ia berusaha menghentikan gemetar pada tubuhnya. Selain karena dinginnya ruangan yang ia huni kini, atau lebih tepatnya sebuah lorong panjang dengan banyak pintu, dimana Donghae berada di balik sebuah pintu paling ujung, bersama para dokter.

Ia membawa Donghae sesaat setelah menghantam Kyuhyun dengan sangat ganasnya. Ia hantam tubuh Kyuhyun dengan pisau yang bahkan masih terdapat jejak darah Donghae disana. Menusuk bagian jantung Kyuhyun hingga laki-laki itu tewas seketika. Kibum tak peduli saat itu. Ia hanye mengingat Donghaenya yang sudah berlumuran darah..

Menit, jam sudah terlewati namun Kibum, belum melihat pintu yang terus dilihatnya itu terbuka. Suara langkah tiba-tiba ikut bergabung. Kibum tak menoleh, meski ia tahu siapa yang bahkan kini, sudah terduduk di sampingnya, lantas meraih kedua tangannya. “Bagaimana Donghae?”

Kibum menggeleng pelan, lalu menolehkan suaranya. “Masih di dalam. Tapi..” Ucap Kibum tertahan lalu melihat bagian bajunya yang ternoda, entah noda darah Donghae atau Kyuhyun..

“Dia tak apa-apa.” Ucap sosok di sampingnya, sambil berusaha membersihkan tangan Kibum dari bercak darah dengan sapu tangan miliknya.

Selang berikutnya, Kibum terburu-buru beranjak saat sosok dokter keluar dengan keringat di wajahnya. “Bagaimana?” Tanya Kibum kemudian, hingga sang dokter menghela nafas pelan, lalu mengembangkan senyumnya. “Dia baik-baik saja. Untung tak melukai janin yang tengah di kandungnya.”

“Huh?”

Baik itu Kibum ataupun Heechul terpaku atas penuturan Dokter. Pernyataan janin yang mereka dengar sungguh membuat bingung. “Janin?” Tanya Heechul kemudian. “Maksudmu bayi?”

Sang dokter mengangguk pelan. “Ini memang sedikit aneh, tapi ini memang terjadi. Jadi? Di antara kalian, apakah ayahnya?”

Dengan ragu yang masih menutupi aura wajahnya, Kibum berucap “Aku ayahnya” dengan sangat yakin, lalu tersenyum pada Heechul hingga sang dokter berpamitan untuk kembali memasuki ruang yang tengah dihuni Donghae.

“Dia mengandung?”

Kibum meringis lantas menjawab “Aku baru mengetahuinya..”

“Tapi benarkah itu perbuatanmu?” Tanya Heechul, dengan sedikit decakan kagum sambil menepuk-nepuk kepala Kibum, Kibum yang hanya mengangguk dengan wajah menahan malu. “Kalian harus menikah..”

“Hm..”

Lima hari menjelang. Donghae sudah dalam kondisi baik. Pagi ini, ia tengah menikmati sinar matahari yang masuk melalui jendela ruang yang masih dihuninya itu. Ia berdiri di dekat jendela, sambil sesekali mengusap perutnya, seolah memberikan sentuhan lembut pada sang bayi yang masih bersembuyi dalam perutnya itu.

Lama ia berada dalam posisi lama, hingga sepasang tangan tiba-tiba tersampir, ikut mengusap bagian perutnya. Sosok itu, mendekapnya dari belakang tubuhnya, meski Donghae sangat tahu siapa itu..

“Sudah lebih baik?”

Donghae mengangguk kecil, meski tubuhnya tak merespon pergerakan Kibum dengan baik.

“Kau masih marah padaku?” Tanya Kibum kemudian, seolah mengerti akan sikap Donghae padanya.

“Aku masih belum yakin. Kita, mungkin tak seharusnya bersama.” Sergah Donghae.

“Tapi dia membutuhkan ayahnya, Hae..” Ungkap Kibum sambil kembali mengelus pelan perut Donghae, membuat Donghae terhenyak, meski tangannya tak berani menyentuh bagian sisi perut Donghae.

“Kau sudah tahu?”

Tangan Kibum berpindah, mendekap Donghae, melingkarkan lengannya di leher, lantas memberi kecupan singkat di pipi Donghae dan selanjutnya berujar “Susah sekali mendapatkanmu..”

Donghae tersenyum, lantas menyembunyikan wajahnya di antara lengan Kibum. Keduanya larut pada sentuhan masing-masing..

“Aku berjanji akan menjadi ayah yang baik kelak..” Gumam Kibum.

“Aku percaya.” Balas Donghae..

END

ENDING YANG BURUK! MAAFFFFFFF~ T.T

Silahkan tuangkan unek-uneknya. Biar saya torehkan di epilog nanti. Insya Alloh..

 

38 thoughts on “FATE [Chapter 8]

    Shizuku M said:
    November 21, 2012 pukul 2:00 pm

    kyunie sadis ya, kakak unyuk juga si hae masih aja dijadiin umpan, eh ujungnya malah dia yang end kan heheheh. tapi nanti kibum ga masuk penjara lagi kan gara” udah bunuh kyu? pelis jangan pelis, aku kurang ngerti yang si ikan juga ikutab kena piso, itu dia yang ngenain sendiri kan? fungsinya buat apa emangnya._. ya sudahlah yang penting kihae polepel sampe udah punya anak😉 semoga hubungan kibum sama heechul semakin membaik dan kalo bisa sungmin sama siwon diapain ke itu, jadi babysitter anak kihae juga boleh, mereka terlalu tersembunyi._.v

    RiHae said:
    November 21, 2012 pukul 2:27 pm

    wahhhh keren thor…akhirnya KiHae bsa bersatu……
    tpi kasihan kyu……semoga dapat ketemu lagi ama Hyuk…he…he….
    epilog dong thor….

    isfa_id said:
    November 21, 2012 pukul 2:28 pm

    g’ bisa ngomong apa2, nunggu epilognya aja deh, kkk~

    Gigia said:
    November 21, 2012 pukul 2:33 pm

    Ahh…segitu doang..aq kira hae a bakalan manja2an ma kibum,kan hae lg hamil..yah sudahlah yg penting kihae a bersatu..

    haerkim said:
    November 21, 2012 pukul 4:00 pm

    wah happy ending..
    Tp kok kyuhyun mati..
    Kasian..gpp lah sekalian nyusul hyukie..

    Ada sequel kah mpe byi kihae lahir?

    arumfishy said:
    November 21, 2012 pukul 5:19 pm

    keren oen,,:)
    si kyuhyun jahat,,,untung Kibum cpt dtng,huft…menegangkan bngt pas kejar”annya,,,

    tpi endnya bhgia smw y,,Kihae brsm trs Kyuhyuk brsm jg kn di alam yg lain hehe🙂
    oen mnta pw ff year part 2nya,,,

    Laila .r mubarok said:
    November 21, 2012 pukul 5:25 pm

    Waah kereen..
    Palagi pas bagian kejar”an saat hujan, aduh bayangin kyaknya saat itu keadaan hae gimana~ gitu hehe..

    Thor bkin epilognya pe baby kihae lahir ya, tpi jngn bkin kibum masuk bui lgi yah? Jebal

    Eonii~ mnta pw year chap2 duuund, tpi gmana ngsih taunya ya? E-mailku dah kadaluarsa sih😦
    Aah aku mau baca year chap2😦

    gamers cho said:
    November 21, 2012 pukul 5:42 pm

    waaaaaa ending nya sih bagus tapi gaada detail kejadian pas kibum nyelametin hae jadi kurang greget (?) tapi ini juga udah bagus kok ^^

    oya thor boleh minta pw replay sama year ch 2 ke email aku yg baru? aidencho@yahoo.com , email yg dulu ga kebuka😦

      sugihhartika responded:
      November 21, 2012 pukul 6:27 pm

      cek ada gkkk..

        gamers cho said:
        November 22, 2012 pukul 11:04 pm

        gaada😦

    Eun Byeol said:
    November 21, 2012 pukul 9:55 pm

    Kenapa sdh end??
    Dipanjangin aja, eonn..

    gaemwon407 said:
    November 21, 2012 pukul 10:08 pm

    END?END?END?
    Miaaan eon baru mampir,biasa sibuk pm eon maklum kelas 3*curcol*._.
    Tega ya kyu,jahat kyunya tp akhirnya dia kan yg mati nyusul hyuk.biarlah biar cinta mereka abadi di alam yg berbeda-_-
    akhirnya bummie tau hae hamil,kemana aja itu?mending aku aja deh yg jadi ayahnya wkwkwk
    Epilog?epilog?epilog?:p

    noaiy said:
    November 22, 2012 pukul 2:11 am

    yaaah END deh…
    pdahal critanya bagus lo..
    da epilog g nih….
    di tunggu ya!

    hubsche said:
    November 22, 2012 pukul 3:58 am

    Yaah kok udah END sih?😥 Belom puas sama moment KiHae-nya. Tapi endingnya keren, smooth dan nggak ada dramatisasi. Daebak!!
    Epilognya bikin banyak moment Kihae yah author hehehe.🙂

    Shin Y said:
    November 22, 2012 pukul 4:08 am

    sumpah itu si kyu psicho bgt>< untung dia mati??? eh, si kibum ga ditangkep lg cz bunuh kyu???

    WHAAAAAAAT??? END??? ga mau ga mauuuuu TT.TT harus ada epilognya..hehehe

    eh boleh minta pw year 2??? ak udh 19++ kg, kalo boleh send to sheenmay48@yahoo.com yaaa heheh

    hima_kawaii said:
    November 22, 2012 pukul 5:00 am

    eh? end???? aaaaaaaa aku mau lihat baby nya…..!!!! kekekekeke ^^ aww poor kyu ck ck ck

    oh ya unnie minta pw untuk year chap 2 kawaii_jj@yahoo.com

    makasih🙂

    Chris Josh said:
    November 22, 2012 pukul 11:49 am

    END????

    EPILOG !!!!
    Aku butuh epilog!!!

    ainun_lara said:
    November 22, 2012 pukul 1:05 pm

    Epilog!!,Epilog!!,Baiklah.. Kyu mati,akhirnya bukan apa” serem juga ngeliat si epil disini,tega juga ma Hae. Kibum jaga Hae eoh,liat lagi sakit aja masih belain sampai gak mikirin diri sendiri,akhirnya mereka bersama,dan EPILOG nya harus full KiHae moment,seromantis mungkin dan buat Kibum sengsara..U Now What I mean Right..

    Osi Dwi Olyvia said:
    November 22, 2012 pukul 4:51 pm

    cinta emang bisa membuat orang kehilangan akal, kyk Kyu, sebenarnya kasian liat dia ><
    akhirnyaaa Kihae bersatu, happy ending *tebar bunga*
    tp ending kurang nendang eon, ditunggu epilognya ^^

    lee sae hae said:
    November 22, 2012 pukul 9:57 pm

    Keren eonn.. Kerennnn !!
    Tegang pas bagian Hae diiculik. Takut bayinya Hae kenapa-napa gitu. Untung Hae bisa ceper” kabur..
    Kyuhyun kayak orang ‘sakit’.. Sampe segitunya pengen ngebunuh orang.. Huuuu
    Akhhh.. Seneng, akhirnya kihae bisa bersatu sekarang. Senengggg bangett.
    Kerennn eonn..
    Ditunggu ya epilog nya.🙂

    MyHae said:
    November 23, 2012 pukul 3:13 am

    oh, sudah ada endnya toh
    ah, Kyu kejam.tapi aneh juga soalnya kan memang kibum yang salah
    sequel, soalnya masih kurang jelas,#atau aku ga kelwt
    kenapa kibum ga dihukm lama, itu yg bikn ikhlas kyu mati,,
    hwaithing

    DongSu said:
    November 23, 2012 pukul 4:46 am

    asik asik
    kihae udh baikan

    kyu. serem bgt bgt bgt

    udh end?

    keren eon
    tp pngenya pe bayi nya lahir

    Nelly Key said:
    November 23, 2012 pukul 12:50 pm

    kereeeeennnn eon,,
    kyu mati… ??? huweeee… g tega sebenarnya tp y sudahlah dia gila soalnya…
    eoniiiiiiiiii…. ini knpa end… ??? padahal pengenya panjaaaang, kihae nikah mpe hae ngelahirin,,, kibum g ditangkep lg kn ??? huh butuh epilog…

    Nelly Key said:
    November 23, 2012 pukul 2:19 pm

    kereeennnn eonn
    kyu mati… ??? huweee.. sebenarnya g rela,,, tp yasudahlah,, dia gila soalnya…
    ini knpa udh end ??? eoniiiii,,,,, pengennya mpe kihae nikah,,, hae ngelahirin,, gendong2 anak,,, tp syukurlah janinnya hae g knapa2,,, dasar enil gila #jitak evil#
    cieeee yg mau jd appa….
    butuh epilog ,,,,,,mana ???

    Dew'yellow said:
    November 25, 2012 pukul 5:50 am

    udah end eon?? O.o
    aduuh~ sadis bgt itu yg kibum bunuh kyu >.<
    eon mah selalu melindungi donge wkwkwk *epiL
    ada ff baru dund eon brarti??🙂

    Elfisyhae said:
    November 30, 2012 pukul 10:26 am

    Huaaa. . . . . So sweet. . 4 jempol bwt kakak nya. Q sneng kihae brsatu. Mnta pasword years ch 2 donk. Krim k email q or no 087858136340

    Raihan said:
    Desember 2, 2012 pukul 3:46 am

    Hah?..
    jadi Kyuhyunnya mati ditusuk2 Kibum?..ehmmm, okok #plaak

    Endingnyanya kaga buruk2 amat ko, masih bisa dicerna *makanan kali ahh* tapi keren seriusan dah, untung Donghae mo nerima Kibum yah, kalo kaga, behh Kibum bakalan gila akut kuadrat kaya yg nulis nih komen *nunjuk diri sendiri*

    Kerennnnnnnnn ^_<

    Rex Gao said:
    Desember 12, 2012 pukul 6:46 am

    I simply want to say I am just all new to blogging and site-building and absolutely liked you’re page. More than likely I’m likely to bookmark your blog post . You absolutely come with amazing articles and reviews. Thanks for sharing your blog.

    ndah951231 said:
    Desember 20, 2012 pukul 12:15 am

    Langsung comment kesini😀

    hwaa, uri donghae hamil T-T
    untung bummie slamet, jd anak hae punya appa deh, fiuh..
    ish, kyu mulai kumat deh jiwa psikopatnya –‘ tp sadis jg sampe kyu dibuat mati kkk~
    salahmu sih yg punya niat menyakiti uri hae😛

    kereeeen loh eon,
    ditunggu epilog-nya yaaahhh ^^

      sugihhartika responded:
      Desember 20, 2012 pukul 8:54 am

      Sip.😀

      ditunggu PWnya ya.🙂

        ndah951231 said:
        Januari 2, 2013 pukul 6:39 am

        udah masuk kok eon, gomawo :*
        di tunggu deh FF yg lainnya~

    Hani said:
    Desember 31, 2012 pukul 5:43 am

    Baca ini di FFn… Ternyata disini nya udah end.
    Rada ngilu (?) wktu piso kena perutnya donghae. Endingnya so sweet qo.
    Keren thor… hehe

    lalany said:
    Maret 12, 2013 pukul 2:17 am

    End??? Yaaaahhh oenn.. cepet bgt!
    Ehehe, tapi gpp deh yg pntng kihae happy ending!
    Kyu nya serem bgt ya di sini. Sedih sih kyu mati, ya tapi mau bagaimana lagi..biarkan kyuhyuk bahagia di alam yang sama.
    nice fict thor, tapi mau epilognya dongg hehe

      sugihhartika responded:
      Maret 12, 2013 pukul 2:58 am

      Iyo. Terima kasih udah mau baca.🙂

    saga.virgo said:
    Maret 23, 2013 pukul 1:55 am

    Keren hha tp kyuhyun nya jahat hha aku kira dia bakalan jd suka sama donghae soalnya kan kembar hhe

    namihae said:
    April 9, 2013 pukul 2:29 pm

    heh? udahan? tamat?? yaahh… ini udah coba marathon baca nya trus tiba2 tamat?? aah kuraaaang! huhuhu

    casanova indah said:
    Oktober 10, 2013 pukul 2:20 pm

    yess!!! akhir’a kihae bersatu lagi…
    tapi knapa kibum harus jd pembunuh lagi,, membunuh kyuhyun..
    keren cerita’a smp end..
    bikin nangis bombay…

    Sutiia Ningsih said:
    Desember 8, 2013 pukul 2:15 pm

    Kyaaaaa~ maap baru komen cuma bisa melongo o.o kok udah end gituh tapi ceritanya kuerendz bangeudz (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s