TRUST ME [Chapter 2]

Posted on

Title : Trust Me

Cast : Lee Donghae – Kim Kibum – Cho Kyuhyun

Genre : Romance – Hurt / angst

Summary : Kepercayaan yang ingin ia dapat, memanglah sangat sulit untuk diraih.

[CHAPTER 2] 

. 

“Kenapa kau ada disini?”

Kata pertama yang keluar dari mulut Donghae, sejak Kyuhyun datang, lalu mengejutkannya dengan kehadirannya. Begitu mengejutkan tentu saja. Bahkan manusia di depannya saat ini adalah penyebab segalanya. Segala kebahagiaan yang terenggut meski Donghae, sama sekali tak bisa menyalahkan kehadirannya tersebut.

Kyuhyun menunduk ragu. Dan selang berikutnya, ia terduduk di samping Donghae, sambil menatap hamparan laut yang begitu luas di depannya. Tetap dengan ragu yang begitu menguasai dirinya, Kyuhyun akhirnya mampu menjawab, “Kibum yang memberitahuku.” Ucapnya bahkan enggan menatap wajah Donghae.

“Huh?” Donghae bingung dengan penuturan Kyuhyun tersebut. Kibum? Menyuruh Kyuhyun menghampirinya? Apa tak salah?

“Kibum menghubungiku, dan menyuruhku menemuimu disini.”

Terdapat rasa kecewa di hati Donghae. Raut di wajahnya semakin buruk. Mengapa Kibum bahkan enggan menyusulnya sendiri? Ini yang ia pikirkan.

“Dia..” Kembali Kyuhyun berniat melanjutkan sesuatu yang mungkin dapat menjawab rasa penasaran di hati Donghae.

Donghae mendongak, mencari jawaban di mata Kyuhyun. Perlahan, dengan satu kedipan di matanya, ia menunggu dengan sabar, menangkap semua pergerakan Kyuhyun, yang bahkan hanya sekedar hembusan nafas pelan.

“Hae, dia..”

Donghae berubah tak sabar. “Katakan!” Desaknya.

“Kibum..” Kyuhyun semakin ragu, hingga dengan satu tarikan nafas, “Dia sudah melepasmu sekarang.”

Donghae enggan berkedip sekarang. Matanya semakin menyipit, menahan guratan sakit yang begitu terpancar. Deraian air matapun semakin berhamburan, membasahi paras cantiknya. “Kyu..” Panggilnya kemudian dengan parau. Ia meremas sedikit kaos Kyuhyun, terlihat merajuk dengan tangis menjadi. Ia tahu Kyuhyun akan mengerti apa yang tengah ia rasa.

“Maafkan aku, Hae. Ini..”

Sementara Donghae, semakin gencar menangis. Menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia sama sekali tak menyangkal, ataupun membenarkan ucapan Kyuhyun. Kyuhyun yang tiba-tiba datang, dan tak segaja hadir menjadi orang ketiga di antara mereka? Ini bahkan hanyalah sebuah kesalahfahaman.

Kyuhyun mengiba. Ia memeluk Donghae sambil terus meminta maaf. Hanya itu yang bisa ia lakukan, meski tak membuat tangis Donghae mereda. “Ini salahku..”

Donghae menangis pasrah dalam pelukan Kyuhyun. Ia belum ingin membalas, namun, rasa kecewa yang hinggap benar-benar membuatnya berubah tak sabar dan lalu berucap “Bawa aku pergi, Kyu..”

“Huh?”

“Bawa aku pergi jauh darinya..” Bahkan begitu lirih terdengar. Ucapan Donghae yang sebenarnya terdengar tak yakin.

“Tapi, Hae..”

“Dia tak menginginkanku lagi, Kyu. Setidaknya antar aku pulang.”

 

Lain dengan Kibum. beberapa waktu yang lalu itu, Kibum yang terduduk, termenung dalam ruangan yang bahkan ia enggan, memberikan cahaya disana. Ia biarkan ruangan itu dalam keadaan redup, menemani hatinya yang terasa gelap akhir-akhir ini.

Aku bahkan melepas peran musicalku..

Kata-kata istrinya tercinta, yang bahkan baru saja meninggalkannya itu, terus terngiang, menyisakan sebuah rasa sesal dalam hatinya. Ia bahkan tak tahu Donghae meninggalkan peran itu. Demi dirinyakah?

Kibum mengusap kasar wajahnya. Ia begitu terpuruk semenjak Donghae meninggalkannya. Ini adalah pertama kalinya Donghae lari seperti itu. Iapun bukan tak mencari Donghae tadi. Setelah ia memakai pakaiannya, ia mencari Donghae, namun sudah terlalu terlambat.

Kini tinggalah ia sendiri, terpuruk dalam sebuah penyesalannya.

Kibum beranjak, lantas mengambil ponselnya. Dan segera menghubungi seseorang, yang ternyata..

“Kyu, temui Donghae sekarang. Kupikir ia lebih membutuhkanmu daripada aku..”

Ia menutup ponselnya perlahan, tepat setelah ia menghubungi orang yang sempat dibencinya. Benci tanpa alasan? Itulah faktanya. Lantas mengapa ia sama sekali tak menyadarinya? Bahkan kedua mata miliknya itu tak pernah melihat secara nyata, apa yang ia tudingkan pada Donghae. Hanya beberapa lembar fhoto, juga sebuah status yang bahkan terdengar busuk.

Kibum akhirnya hanya bisa terus menyesali semuanya. Ia merasa sudah terlambat untuk melakukan apapun, termasuk meggapai kembali Donghaenya. Terlalu sulit, mengingat betapa jahatnya ia akhir-akhir ini.

Perlahan ia tenggelam pada sebuah kelelahan yang begitu melanda jiwa juga raganya. Membuatnya tak ingin melakukan apapun, selain terbaring pasrah di atas ranjang. Ia akan benar-benar terlelap jika saja matanya tak menangkap keberadaan ponsel milik Donghae yang tergeletak tak jauh darinya.

Digapainya ponsel tersebut, membuat hatinya merasa tergugah, dan langsung membuka ponsel tersebut, yang akhirnya mampu membuatnya kembali bangkit, terduduk dengan wajah yang menatap layar ponsel.

Terdapat sebuah pesan. Pesan yang sepertinya belum sempat terkirim. Dan itu?

Kibumie..

Cepatlah pulang. Bukankah akan sangat bagus jika kita bicara langsung? Kau akan menjadi seorang ayah.. ^^

Begitulah pesan tersebut. Lantas Kibum? Ia segera berdiri, dan segera menyambar jaket juga ponselnya. Ia harus membawa Donghae kembali..

 

“Kau yakin akan pulang ke Mokpo? Aku bisa saja mengantarmu, tapi..”

Donghae menatap Kyuhyun dengan penuh harap. Hiasan bercak air mata di wajahnya semakin membuat Kyuhyun terenyuh. Donghae memang tak banyak bicara, semenjak mendengar bahwa ‘Kibum melepasnya?’ dari mulut Kyuhyun. Namun di lain hal, Donghae selalu terlihat merajuk pada Kyuhyun.

“Baiklah. Tapi ini sudah malam. Kuantar besok, bagaimana?”

“Aku ingin pulang.” Begitulah Donghae yang kembali merajuk. Ia bahkan kembali akan menangis jika saja Kyuhyun tak segera mengiyakan permintaannya.

Kyuhyun melirik jam di tangannya, yang ternyata menunjukkan pukul 11 malam. Terlalu malam namun, ia tak ingin melihat Donghae yang terus menangis dengan menyedihkan. Maka itu, Kyuhyun kembali melajukan mobilnya, mengantar Donghae ke tempat kelahirannya.

Sementara itu, Kibum melajukan mobilnya, menuju ke arah sebuah pantai, dimana ia tahu, bahwa tadi ia melihat Donghae disana, meski ia tak sempat, tak berani menghampiri Donghae dan memilih menyuruh Kyuhyun untuk melakukannya.

Srek.

Srek.

Dengan cepat, kini ia sudah melangkah di antara pasir-pasir di pantai tersebut. Kibum tahu persis, dimana tadi Donghae terduduk disertai tangisan pilu. Ia sangat yakin, hingga langkahnya terhenti. Donghae tak ada.

Satu kali, Kibum memutar tubuhnya. Mencoba menemukan Donghae di sudut yang lain. Tak ada. Kembali, Kibum melirik ke arah lain, dan hanya ada gelap juga sepi, meski deburan ombak, sangat keras terdengar.

“Dimana..” Gumamnya tak sabar. Ia begitu ingin menemui Donghae.

Desiran angin semakin menambah suasana hatinya yang begitu dingin. Entah mengapa, rasa hawatir begitu mendominasi, juga, waktu yang terasa melambat.

Di antara hembusan nafasnya yang bahkan dapat terlihat dari tiap kepulan asap dari mulutnya. Begitu dingin namun ia, Kibum tak peduli. Ia tetap mencari Donghae hingga nama Kyuhyun terlintas dalam pikirnya. Maka seketika itu pula, ia kembali menuju kendaraan miliknya, lantas menggapai ponselnya, menghubungi Kyuhyun tentu saja.

“Kau dimana Cho Kyuhyun!” Desisnya tajam. Kenapa harus ada emosi? Tak sadarkah ia, bahwa dirinyalah yang menyuruh Kyuhyun menemui atau bahkan mungkin Kyuhyun telah berinisiatif membawa istrinya tersebut.

“Huh? Mokpo?”

Kibum mendengus kecil. Cepat sekali Donghae berkesimpulan. ‘Apa dia begitu marah?’ Pikir Kibum tanpa mempertimbangkan, bahwa hal itu wajar saja terjadi. Ia yang sudah membuat kesalahfahaman kecil itu, berubah menjadi sebuah peringatan baginya sendiri. Lihat bahkan istrinya tercinta itu kini, meninggalkannya tanpa ragu.

Kibum menggenggam erat ponselnya. Jelas ia geram. Namun kini, mungkin amarah itu tertuju pada dirinya sendiri. Harus berbuat apa ia sekarang? Tetap diam? Padahal Kyuhyun baru saja berkata, bahwa mereka belum jauh.

Kibum diam. Ia diam, hingga kembali fokus pada suara Kyuhyun di balik ponselnya. “Aku menyusul kalian.”

Pip.

Hubunganpun terputus sudah. Kibum segera memasuki mobilnya. Semua belum berakhir..

Malam itu, waktu memang terasa lambat. Sangat melambat. Terasa panjang, membuat rasa was-was hinggap di hati mereka. Ketiganya, yang masih sama, seperti akan menghabiskan malam di jalanan yang panjang.

Donghae salah satunya. Ia terlihat gelisah, meski Kyuhyun yang duduk di sampingnyapun begitu. Terlihat menyetir dalam gusar. Entah apa yang keduanya risaukan, itu tidaklah jelas.

Kyuhyun merasa, mengantar Donghae pulang adalah tindakan yang kurang tepat. Ia sangat tahu, bagaimana Donghae dan Kibum saling mencintai, namun, berubah saat dirinya datang. Sekali lagi dapat di tekankan bahwa ini adalah sebuah kesalahfahaman bukan?

“Sebaiknya kau pikirkan lagi, Hae. Kita masih bisa kembali.”

Donghae tetap enggan menjawab dan hanya memilih menggelengkan kepalanya. Ia bahkan memalingkan wajahnya pada sisi jendela, menghindari tatapan Kyuhyun. “Antarkan saja aku, kumohon.” Ucapnya. “Kau tak tahu, seperti apa sakitnya, Kyu.”

Kyuhyun mendesah. “Aku yakin, ia sangat mencintaimu.” Tuturnya.

“Akupun begitu..”

“Jika begitu mengapa kalian harus seperti ini. Aku..”

“Dia yang menginginkannya, Kyu.”

Seketika Kyuhyun diam. Ucapan Donghae benar adanya. “Baiklah. Maafkan aku..”

“Berhenti meminta maaf dan antarkan saja aku pulang.”

Sementara itu, Kibum masih sibuk, dengan sedikit mempercepat laju mobilnya, mencoba menyusul Donghae juga Kyuhyun yang entah dimana. Bahkan gemerlap cahaya dari mobil lain tampak sedikit, karena jalanan yang mulai sepi. Tengah malam tepatnya.

Kibum berusaha fokus, sambil sesekali memijit keningnya. Kekacauan sudah terlanjur terjadi, dan ia, adalah satu-satunya orang yang mampu mempertanggungjawabkan semuanya.

Detik berikutnya, didapatinya ponselnya yang bergetar, menandakan sebuah panggilan masuk. Kibum menatap layar ponselnya dan mendapati nama Kyuhyun disana.

“Hallo, Kyu..”

 

“Aku tak tahu kenapa ini bisa mogok.”

Kyuhyun menyender pada tubuh kendaraannya dengan ponsel terpajang di telinganya. “Kau masih dimana?”

Jalanan begitu sepi. Sangat sepi, membuat Kyuhyun sedikit gusar. Bagaimana bila terjadi sesuatu? Bahkan ia sedang membawa istri orang lain.

“Donghae tidur. Cepatlah kemari, Kibum-ah..”

Kyuhyun menutup sambungan telponnya. Ia kembali memperhatikan seluruh mobilnya, seluruh mesinnya, namun entahlah bagian mana yang rusak. Ia buntu, selain hatinya yang benar-benar tengah gelisah, membuatnya kembali berniat, setidaknya sampai menunggu Kibum datang, ia akan menunggu di dalam mobil.

Kyuhyun kembali terduduk, dan mendapati Donghae tertidur dengan kepala terkulai ke arah jendela. Ia tersenyum, lantas menyampirkan sebuah jaket di tubuh Donghae. Selanjutnya, ia raih sisi wajah Donghae dengan tangannya, lalu meraih sisi wajah Donghae yang lain serta memberi kecupan singkat disana. Namun meski begitu, raut wajahnya terlihat perih.

Ia lalu membawa kepala Donghae, agar terkulai di bahunya. Memberi rasa aman, bagi Donghae yang dalam keadaan tak sadar dalam tidurnya. Jarinya bergerak di pipi mulus Donghae. Terus mengusap bagian itu, sambil bergumam “Andai kau menjadi milikku..” dengan sangat pelan, juga menyembunyikan raut penyesalan yang dalam pada wajahnya.

Jelas tersimpan sesuatu pada dirinya. Hatinya? Dimana hanya ia yang tahu apa itu.

“Aku masih menginginkanmu. Bisakah?” Ucapnya, namun disertai dengan senyuman miris. Berlanjut dengan matanya yang mulai terpejam.

Selang berikutnya, di menit ke 30 setelah itu, Kyuhyun mengernyit kala mendengar deru mesin mobil lain. Sebuah sorotan lampu datang dari arah belakang. Disana, di belakang mereka, ia melihat sebuah kendaraan mulai mendekat. Dan Kyuhyun? Tersenyum.

Kendaraan, dimana Kibum terdapat di dalamnya, dan sangat tahu, bahwa ia menemukan Donghaenya. Tinggal beberapa meter saja, ia akan sampai dan akan langsung melihat wanitanya. Wanita yang begitu ia rindukan, padahal mereka hanya berpisah dalam hitungan jam saja.

Kibum mengulum senyumnya, merasa bahagia. Ia semakin bersemangat menginjak pedal gasnya, menghampiri sebuah kendaraan mati, yang terparkir tepat sebelum sebuah tikungan di depan mereka. Detik demi detik, terjadi seperti melambat bagi Kibum. Hatinya entah mengapa menjadi sangat cemas luar biasa. Dan itu? Terjawab saat tiba-tiba dilihatnya sinar yang sangat silau, datang dari arah berlawanan, hingga..

BRAKKKK

Suara keras datang, bersamaan dengan terseretnya mobil, yang bahkan belum sempat Kibum hampiri. Ia bahkan enggan berkedip sedetik saja, sambil menahan nafasnya, seolah ia tak ingat bagaimana caranya.

Mobil itu, mobil mati itu, tanpa diduga, bahkan tertabrak mobil lain dari arah berlawanan. Semua terlihat jelas oleh matanya. Terekam jelas dalam memorinya.

“Tidak..” Gumamnya tak jelas, lantas melajukan mobilnya. Secepat kilat ia turun dari mobilnya meski sempat terjatuh, karena lututnya melemas seketika.

“Donghae!!!!!” Pekiknya kemudian..

 

Kibum terduduk lemas di sebuah tangga. Terdapat tetesan air mata di wajahnya. Terdapat raut sesal disana. Juga terdapat kesedihan mendalam, atas apa yang terjadi padanya. Semua begitu menyesakkan.

“Kami tak dapat menyelamatkan pasien laki-lakinya..”

Itu adalah Kyuhyun. Kyuhyun yang bahkan baru beberapa jam lalu, selalu mengabari dirinya, sempat memberitahu bahwa, mobilnya mogok, juga Donghae yang tertidur di dalam sana. Kyuhyun yang menjaga Donghae untuknya. Betapa baiknya seorang Cho Kyuhyun yang sebelumnya tak dapa ia lihat. Orang yang pantas menjadi kawannya, namun malah ia kecam. Kini telah tiada. Bahkan Kim Kibum, tak sempat mengutarakan maafnya..

“Maaf. Janinnya, kami tak dapat menyelamatkan janin dalam kandungannya.”

Itu adalah untuk anaknya. Buah hati yang bahkan belum dapat melihat dunia. Janin tak berdosa yang ikut menjadi korban akibat keegoisannya? Kini terenggut sebelum ia, Kim Kibum, dapat melihatnya, memberinya sebuah nama, memberinya cinta, serta kasih sayang seorang ayah.

Lantas bagaimana dengan Dongae??

 

Hari berlanjut. Kibum kembali menapaki rumah sakit dimana Donghae berada, dengan setangkai mawar merah di tangannya. Dalam genggamannya. Itu adalah salah satu bunga yang digemari Donghae. Kibum berharap, Donghae akan senang dengan kedatangannya. Meski nyatanya?

Kibum termenung sambil menyimpan bunga tersebut ke dalam vas kecil berisi air, agar sang bunga tak layu meski hingga esok dan esok hari. Ia bersedih atas Donghaenya yang bahkan seolah enggan menyambutnya. Donghae marah? Entahlah..

Kibum tersenyum kecil, namun setelahnya menatap sendu sambil menggenggam jemari Donghae, dimana sang pemilik masih setia memejamkan matanya. Tertidur tenang, tanpa merasa terganggu dengan kehadiran Kibum.

“Kapan kau bangun, sayang?” Ucapnya lirih, sambil diciumnya punggung tangan Donghae perlahan.

Esok hari kembali hadir, menampakkan Kibum yang kembali dengan setangkai mawar di tangannya. Masih sama, lantas ia memasukkannya ke dalam vas kecil di meja dekat ranjang Donghae.

“Selamat pagi..” Itu adalah ucapan Kibum kali ini.

Hingga kembali menapaki hari berikutnya, juga berikutnya, dan hari berikutnya yang terasa panjang, bahkan sudah nampak banyak mawar merah disana. Namun keadaan? Tetap sama.

. 

“Aku mencintaimu, Lee Donghae..”

“Kyu..”

“Kau harus segera memilih, Hae..”

“Huh?”

“Pilihlah. Hidup bersamanya, atau mati bersamaku.”

Donghae tampak meremas jemarinya sambil menundukkan kepalanya. Ia sungguh tak dapat menentukan pilihan. Namun satu yang ia yakini, “Aku mencintainya, Kyu..”

Disana Kyuhyun tersenyum, lantas menghampiri Donghae. Diraihnya kedua sisi wajah Donghae, lalu dikecupnya kening Donghae dengan penuh kehangatan. “Pilihan yang bagus.” Gumam Kyuhyun. “Jika begitu pulanglah..”

“..”

“Kembalilah hidup..”

. 

Entah pagi yang keberapa bahkan Kibum bosan menghitung. Terlalu lama Donghae tertidur, meski itu sama sekali tak membuatnya bosan menatap wajah damai Donghae.

Perlahan dibukanya pintu menuju ruang rawat Donghae. Dibukanya hingga nampaklah sebuah pemandangan yang mampu membuat Kibum terpenjara dalam langkahnya. Benarkah yang ia lihat?

Donghae tengah terduduk di ranjangnya, sambil memunggungi dirinya. Itu bahkan sempat membuat Kibum tak yakin. Apakah orang yang tengah terduduk itu, adalah Donghae? Membuat dirinya sempat kembali ke luar ruangan lantas melihat nomor kamar, yang mungkin saja, ia salah masuk? Tapi tak ada yang salah sama sekali.

Dan disana, di dalam sana, memanglah Donghae yang sudah membuka matanya dengan sempurna bahkan berada dalam posisi terduduk, menghadap pada sebuah jendela dengan kaca bening yang masih mampu mengantarkan sinar matahari menyentuh kulitnya.

Sinar yang begitu hangat, meski itu tergantikan, saat bayangan hitam menghalangi sinar itu. Kim Kibum. Ia yang kini berada di depan Donghae dengan sebuah tangis tertahan di wajahnya, menandakan sebuah haru yang teramat sangat.

“Hai..” Kibum mencoba menyapa dengan sedikit ragu, meski selanjutnya ia mencelos saat mendapati tatapan Donghae yang begitu kosong. Kibum tak peduli. Ia mengangkat jemarinya, merapihkan helaian rambut Donghae, serta menyelipkan rambut tersebut ke belakang telinga Donghae dengan sangat pelan.

“Tidurmu nyenyak, eoh?” Kibum benar-benar tak ingin menyerah rupanya. Ia  terus mengelus-elus wajah Donghae yang semakin tirus dan tak berwarna itu. “Aku..” Ucapnya tertahan. “Aku merindukanmu.” Tuturnya kemudian.

Tak ada pancaran, atau makna berarti dari mata Donghae, meski Kibum terus saja mengajaknya bicara, juga mencoba menyelami kedua bola matanya tersebut, yang sama sekali tak merespon.

Ini adalah wajar bagi Kibum, meski pada akhirnya “Mahal sekali..” kata pertama terlontar dari mulut Donghae.

“Hae..”

Donghae mulai menatap Kibum, membalas seluruh ekspresi Kibum, dengan raut pedih di wajahnya tersebut. “Mahal sekali, untuk membeli kepercayaan darimu, Bumie..”

“Hae..”

“Aku tak percaya. Bahkan aku harus membelinya dengan nyawa.”

“Donghae..”

“Nyawa Kyuhyun.” Lirih Donghae dengan air mata yang mulai menetes dari sudut matanya. “Juga..” Isaknya tertahan, bersamaan dengan Kibum yang langsung meraih tubuhnya, membawanya pada sebuah dekapan.

“Maafkan aku..” Kibumpun berujar, membalas..

“Nyawa anak kita, Kim Kibum..” Lirihnya kemudian disertai tangisan pilu. Sama halnya dengan Kibum, ia benar-benar tak dapat menahan kesedihan juga penyesalan atas apa yang terjadi.

“Hukum aku, Hae..”

Donghae terus menangis keras dalam pelukan Kibum, hingga akhirnya ia berucap “Dan mengapa aku tak bisa membencimu!”

END

*Apa ini? Saya minta maaf dengan ending jelek ini. Y,Y

28 thoughts on “TRUST ME [Chapter 2]

    Eun Byeol said:
    Desember 11, 2012 pukul 10:43 pm

    Hiks hiks.. #hbs tissue 10 bngkus

    kibum sadarnya telat!!
    Omona~ malang nasibmu, kyu, sabar yya..
    Relakan ikan buat bum, oke?

    gamers cho said:
    Desember 12, 2012 pukul 12:12 am

    aaaa kasian kyuhyun😦 tapi gapapa lah , demi bersatunya kihae :))

    aku belum baca yg part 1😦 boleh minta pw thor? ke email ku ^^

    Elfisyhae said:
    Desember 12, 2012 pukul 4:11 am

    Ya. . . Ampun jdi sdih dh lw da yg hrus brkorban. Tp yg pntng kihae brsatu.

    Christ Josh said:
    Desember 12, 2012 pukul 7:41 am

    buseeeeet daaaaaaahhhh
    sedih amat
    pas hae blg “Mahal sekali, untuk membeli kepercayaan darimu, Bumie..”
    “Aku tak percaya. Bahkan aku harus membelinya dengan nyawa.”
    air mata aku jatuhhhh
    sumpah dah
    ni fanfic TOP bgt

    lee sae hae said:
    Desember 12, 2012 pukul 9:27 am

    Yaaaa.. Kibum terlambat banget sadarnya. Tapi gak apa”, daripada gak sadar sama sekali..
    Hmmm.. Sayang banget, Kyu sama janin Hae harus mati.
    Bener bener.. Mahal banget buat Kibum percaya sama Hae..
    Lanjuttttt eonn.. Kerennnnn

    Gigia said:
    Desember 12, 2012 pukul 11:48 am

    Kenapa sih hae trs yg menderita…tpi tak apalah asalkan tetep KiHae..

    arumfishy said:
    Desember 12, 2012 pukul 2:00 pm

    keren oen,,,,sedih T_T

    2 nyawa yg msti di korbankan???ToT

    seandainnya Kibum g mnyruh Kyuhyun,,psti smw ga akan trjadi…tpi nm’a jg Takdir….
    daebak…

    Shin Y said:
    Desember 13, 2012 pukul 4:39 am

    hAAAAAAH???? gitu doang???? dan knpa smuanya pada mati???? kyu juga.. anaknya jugaaa,, huweeee,,,, itu slahmu kibum,,,><

    Laila .r mubarok said:
    Desember 14, 2012 pukul 12:15 pm

    Ya ampuun kereeen..
    Uuh ngena bnget kata”nya hae..
    “Mahal sekali harga untuk membeli kepercayaan darimu, Bumie..”
    “Aku tidak percaya. Bahkan aku harus membelinya dengan nyawa.”

    Dan air mataku pun langsung turuun TwT huweee~

    hyukssoul said:
    Desember 14, 2012 pukul 2:20 pm

    Kibum itu ONCEU!!!!!! Lebay!!!! -_-
    masih bagus ya lo, ikan mau terima lo! PUAS PUAS??? /tampol Kibum.

    hubsche said:
    Desember 14, 2012 pukul 5:45 pm

    NO COMMENT 2 TAHUN SAMPE BISA BERENTI NANGISIN INI FIC !!!!
    T__________________T *Lebay ala Kibum*

    Btw, keren juga yah KiHaeKyu. Mauuu lagi dong FF cinta segitiga mereka…ya ya ya. Jangan EunKiHae mulu bosen ah. :p

    Raihan said:
    Desember 16, 2012 pukul 2:10 pm

    Huweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn asli Sugih ini kerennnn..
    Heh Kibum babo, kemana otak jenius mu babo *cipok Kibum*

    Kepercayaanya harus dibeli dgn 2 nyawa aisz, Kyuhyunnnn utk ff ini aku kasian sama Kyuhyun #plaak

    Asli Sugih asli kerennnnn..pelajaran berharga noh bagi si Kibum utk percaya sama Donghae *jitak Kibum* kerennnnnnnnnnn ^_<

    ndah951231 said:
    Desember 19, 2012 pukul 7:00 pm

    pabbo bummie !!
    kan hae jadi terpuruk gitu !! T-T
    kyu yg gak salah juga ikut jadi korban😥

    daebak eonni !!
    you made me cry

    gaemwon407 said:
    Desember 21, 2012 pukul 7:17 am

    aku balik lagi huehehehhe:D
    Haaaaa eon angstnya dapeeet nangis aku nangisT_T
    jleeb banget pas disini eon” Mahal sekali, untuk membel kepercayaan darimu, Bumie..”T_T
    Aaaa udh eon kyu buat aku aja deeh,kalo gak kyu buat anaknya hae yg udh meninggal wkwkwk
    Akhirnya kihae bersatu walaupun harus ada 2 nyawa jadi korban,yeaaaay

    ainun_lara said:
    Desember 29, 2012 pukul 1:45 am

    Ya ampun ini-tragis banget,”Mahal sekali untuk membeli kepercayaanmu”,itu ngenes banget,aku kira Donghae hilang ingatan. Sampe mati Kyu cinta sm Donghae,kau lihat Bummie,jaga Hae eoh!!,kalau menyebalkan lagi ku rebut ikanmu,Daebak Saenggg

    Nelly key donghae said:
    Januari 11, 2013 pukul 3:54 am

    Ini…. huwaaaa menyedihkaannn,,, pengorbanan kyu,,,, huhuhu 
    Anak kihae,,,, dan endingnya >_<
    Eoonniee…. agak blum paham coz blum baca part awal… blum kebagian pw,,, minta paw #tadah tangan# 

    Lhita samantha said:
    Januari 16, 2013 pukul 3:20 pm

    kasian banget si kyu

    hanya karna kecemburuan kibum harus membunuh 2 org

    pertama kyu dan kedua janin yg ada di perut hae

    tapi gk pa” deh yg penting kihae balikan lg

    lita samantha said:
    Januari 18, 2013 pukul 10:21 am

    kasian banget si kyu

    hah yg penting ending.a tetap kihae

    nannaa said:
    Januari 18, 2013 pukul 11:15 am

    endingny ga ketebak eon, bnern keren T.T

    niea_clouds said:
    April 7, 2013 pukul 2:27 pm

    Huwaaaaaa ,,, hiks hiks sumpah sedih bgt . . . 2 nyawa hrs hilang untuk membeli kepercayaan seorang kim kibum . . .

    Ruoxi said:
    Mei 4, 2013 pukul 2:53 pm

    Mahal~ Yaelah Hae,Bawang saja mahal harga daging sapipun mahal LOLS

    Aku suka cerita ini,Prosesnya sangat berkenan.Donghae menyerah saat Kibum melepaskannya.Itu artinya Dia sangat Mencintai Kibum. Kibum juga mencintai Donghae,hanya saja dirinya sangat Emosional!! DAEBAK!!

    Lee Je Hyun HaEllfishy said:
    Juni 2, 2013 pukul 11:31 pm

    hiks…hiks…
    kibum kau pabo bgt deh ..
    uuh kasihan tuh kyu n anak lu jd korban gtu#huweeee*

    mea hae said:
    Juni 10, 2013 pukul 8:20 pm

    kasian kyu…aku baru sadar baca ini berulang2 tapi kok ga ada komentku
    kasian kyu demi keluarga egois dia kena jadi korban..kasian kasian

    AldMin said:
    Juni 21, 2013 pukul 3:36 am

    kyuhyun, hiks TT^TT aaaaa >//<

    casanova indah said:
    Oktober 9, 2013 pukul 12:35 pm

    huwaaaa… pengen jitak, cekek,injek si kibum..
    buat hae ampe sedih begitu, ampe kehilangan kyu dan anak mereka….
    tapi namane juga cinta,, mau gimana lagi..

    maya nurhikmah said:
    Januari 26, 2014 pukul 2:34 pm

    huweee….
    kibum pabbo… #injekk

    ida elfishy said:
    Maret 20, 2014 pukul 1:30 pm

    Dasar kim kibum pabbo,,krna kecemburuanmu yg ga jlas,ankmu sndri jdi korban.
    Tp krna hae mlih kibum jdi kyu buar q ya ^^

    elakhe said:
    November 13, 2014 pukul 2:31 pm

    Kyuhyuuuuuun!
    Kau selalu malang di ff author ini nak! #dijitak author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s