I AM

Posted on Updated on

Title : I am

Cast/Pair : Lee Donghae – Kim Kibum/KiHae

Genre : Romance – Hurt

Summary : Kim Kibum ragu akan perasaan Lee Donghae padanya. Tapi ia sangat menginginkan hati Donghae, seutuhnya untuknya. Hanya untuknya seorang. 

[CHAPTER 1]

Dok..

Dok..

Dok..

Suara ketukan pintu terdengar membahana, menampakkan sepasang tangan yang terus berbenturan dengan lapisan kayu tersebut, juga bibir yang terus berujar tak sabar, meneriakkan satu nama. “Kim Kibum!!”

Tanpa henti ia meronta, berharap dinding pintu itu akan kembali terbuka. “Buka pintunya, Bumie!” Ia terus menyerukan kata itu, berharap bibirnya tak akan merasa lelah hingga pintu di depannya terbuka untuknya.

“Kibumie! Buka pintunya, kumohon!!” Sebuah permohonan yang begitu tuluspun akhirnya terlontar diiringi isak tangis, juga suara yang mulai melemah. Perlahan tubuhnya turun, meski masih tetap bersandar pada pintu tertutup itu. Nyatanya ia tak lelah mengetuk pintu itu, meski yang ada adalah ketukan yang semakin pelan, pelan dan pelan.

Lalu bagaimana dengan Kim Kibum yang namanya terus terdengar itu? Adakah ia mendengar?

“Bodoh!” Ini adalah satu kata pelan dari bibirnya, yang menandakan bahwa ia mendengar semuanya, meski panggilan itu sama sekali tak membuatnya beranjak dari posisinya, terduduk sambil terlihat merenungi sesuatu dengan salah satu tangan yang mengusap bagian dada kirinya. “Lee Donghae bodoh!” Umpatnya sambil merapatkan kedua matanya dengan sangat rapat.

Adakah Lee Donghae, adalah penyandang nama seseorang di luar sana?

“Aku tak akan berhenti hingga kau membuka pintunya..”

Kibum mendengar suara yang tak mengenal kata menyerah itu. Donghae, yang masih saja mengharapkannya, mungkin. Bagaimanapun, Kibum tetap masih mempunyai akal yang sehat. Ia tak mungkin membiarkan seseorang terus terdiam di depan rumahnya hingga kedinginan. Maka “Pergi!!!” Lengkingnya dengan tegas, adalah jalan keluar yang terbaik. Tapi..

“Aku tak akan pergi sebelum kau membuka pintunya. Kita perlu bicara.”

Benar-benar keras kepala! Pelan memang, karena suara itu, terhalang dinding yang sengaja Kibum tutup rapat-rapat. Namun Kibum, dengan jelas dapat mendengarnya, dan itu? Membuatnya dilanda bimbang dalam sekejap.

“Buka pintunya!!!”

 

Kibum adalah seorang pengagum. Pengagum dari pria manis bernama Lee Donghae. Sebuah rasa yang bahkan ia sendiri tak dapat membantahnya sedikitpun semenjak pertama kali ia melihat wajah manis yang tampak begitu indah di matanya tersebut.

Begitu indahnya paras Donghae, tubuh sempurna yang dimilikinya, senyum manis di wajahnya. Sedikitpun tak dapat Kibum lupakan. Donghae dengan tawa terdengar ringan di telinga Kibum. Donghae tak pernah menyadari mungkin, betapa kagumnya seorang Kim Kibum padanya.

Semua terjadi semenjak siang itu, saat dirinya tengah menghirup aroma roti hangat bersama segelas kopi di mejanya. Ia bahkan tak ragu tertawa keras bersama teman-temannya yang lain, hingga tak sadar bahwa semenjak itulah, Kibum bahkan hadir dalam hidupnya.

Lain di sisi sang pengagum, yang tak pernah tertidur tenang setelah bertemu dengannya. Kibum bahkan tak pernah sekalipun tak bermimpi tentang Donghae. adakah Donghae tahu? Tentu saja tidak selama Kibum tak mengatakannya. Hingga di siang ke 12, Kibum yakin bahwa ia bisa menyapa Donghae.

“Hai” Sangat tenang! Itu adalah gambaran seorang Kim Kibum saat ia berani, menampakkan dirinya di depan Donghae. Ia mengambil salah satu kursi kosong di depan Donghae, mengingat beberapa teman yang selalu menemani Donghae di tiap siangnya itu, tak hadir kali ini.

Donghae tak harus menolak Kibum bukan? Maka ia tersenyum ramah menyambut Kibum di mejanya.

“Kau sendiri?”

Donghae menolehkan kepalanya ke berbagai arah, terlihat mencari, hingga setelah diyakininya, ia melirik Kibum. “Hm.” Jawabnya sambil mengangguk mengiyakan apa yang ditanyakan Kibum. “Sepertinya mereka belum datang.”

Kibum merasa jantungnya berdenyut saat mendengar suara Donghae, yang menggema di telinganya. Donghae berbicara sedikit banyak rupanya. “Bolehkah, bila aku menemanimu menunggu mereka?”

Donghae yang tengah meneguk kopinya, mengambil satu lirikan di ujung matanya. Perlahan ia letakkan kembali cangkir tersebut, lalu mengambil tarikan di bahunya. “Aku tak tahu mereka akan datang atau tidak hari ini.” jawab Donghae, dengan satu tarikan di bibir. Ia tersenyum kembali.

5 Detik berlalu..

“Aku sering melihatmu disini, benar?” Tanya Donghae, kali ini mengawali pembicaraan.

“Ya. Akupun melihatmu setiap hari.” Timpal Kibum dengan wajah yang sedikit lebih tenang.

“Ini tempatku berkumpul bersama temanku. Setiap hari.” Tutur Donghae kemudian.

Kibum selanjutnya menawarkan sebuah jabatan tangan pada Donghae, yang tentu saja langsung disambut baik oleh Donghae. Tanpa segan Donghae meraih jemari Kibum dengan jarinya hingga terciptalah suatu jabatan tangan yang hangat, juga “aku Lee Donghae..” Ucap Donghae setelahnya.

Kibum terpaku. Jantungnya kembali berpacu bahkan lebih keras, dengan aliran darah yang terasa melaju kencang setelah ia dapat menyentuh kulit Donghae. ia tentu mendengar apa yang dikatakan Donghae, namun belum sempat ia membalas, “Angh..” Ringisnya sambil membungkuk. Bukan sakit, namun lebih karena denyutan yang begitu kuat pada jantungnya.

Donghae bangkit dari duduknya dengan wajah panik. “Kau baik-baik saja?” Tanyanya sambil mengusap punggung Kibum.

Masih dalam posisi yang sama, Kibum mengangkat satu tangannya, ingin menyampaikan bahwa semua baik-baik saja. Perlahan ia angkat badannya lantas mendongak menatap Donghae yang sudah berdiri di depannya. “Aku baik-baik saja.” Tukasnya cepat.

Donghae mengernyit tak yakin. “Benarkah?”

“Ya. Aku Kim Kibum. Senang dapat mengenalmu, Donghae-si..” Tutur Kibum membawa Donghae kembali pada sesi perkenalan yang sempat tertunda itu.

Donghae menatap kibum aneh, namun itu tak berlangsung lama. “Akupun senang dapat mengenalmu, Kibum-si.” Balas Donghae dengan tepukan pelan pada bahu Kibum.

Perkenalan yang baik, meski itu tak berlangsung lama saat Donghae tiba-tiba berpamitan pada Kibum setelah ia mengangkat sebuah panggilan pada ponselnya. Kibum mengangguk, mengijinkan Donghae pergi. Belum saatnya kecewa karena ia berfikir, masih ada waktu yang lain. Kibum amati Donghae, yang membenahi barangnya, hingga Donghae pergi dengan senyuman terkembang di bibirnya.

Terus, Kibum amati Donghae yang berjalan menuju kasir serta membayar semua yang telah ia pesan. Donghae hampiri pintu lantas keluar, Kibum masih dapat melihatnya dari balik dinding cafe yang seutuhnya terbuat dari kaca. Donghae yang menyeberang jalanan dengan sangat hati-hati hingga akhirnya Donghae menghilang dari jarak pandangnya.

Setelahnya, satu tarikan nafas pelan berhembus dari mulut Kibum. Ia rapatkan satu matanya, lantas kembali dengan raut sakit sambil perlahan mengantukkan kepalanya pada meja di depannya.

“Ugh!” Satu ekspresi ringisanpun keluar. Kibum terus mengelus dada kirinya serta  menggerak-gerakkan kedua kakinya di bawah meja, berharap denyutan hebat pada jantungnya akan sedikit berkurang..

“Ada apa denganku!”

 

Deru mesin mobil memenuhi jalanan dimana Donghae berdiri kini. Ia berdiri, tepat di sisi jalanan tersebut. Dengan pandangan sayu, juga satu tangkai bunga di tangannya, yang kemudian ia taruh tepat di kakinya.

“Kau baik-baik saja, bukan?” Tanyanya entah pada siapa. Pada mobil yang berlalu lalang? Pada pepohonan yang menghiasi sepanjang jalan? Atau pada angin yang turut menyapa wajahnya? Nyatanya tak ada siapapun disana.

“Aku tahu kau sudah bahagia disana. Aku benar bukan?” Kembali ia berujar, sambil menyunggingkan senyuman pahit di bibirnya. Setetes air matapun, akhirnya lolos dari kedua matanya, meski itu, segera ia usap.

“Aku tak akan menangis lagi. Aku janji. Aku, akan hidup dengan baik.” Tuturnya sangat pelan, lantas melanjutkan langkahnya, dengan semilir angin yang mengantarnya.

Tanpa Donghae sadari, ada langkah lain di belakangnya. Langkah yang beberapa hari ini bahkan selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Itu adalah Kim Kibum.

Kibum terhenti, tepat pada bunga yang sengaja Donghae letakkan disana. Untuk apa, Kibum tak tahu. Namun ia, memungut bunga tersebut. Ia pungut dan kemudian, kembali ia mengekori Donghae yang ternyata sudah berada jauh di depannya.

“Apa ini rumahmu?”

“Astaga! Kau mengagetkanku!!” Donghae berujar dengan sangat terkejut saat tiba-tiba Kibum berada di sampingnya, yang tengah membuka gerbang rumah.

Kibum menggaruk kepalanya pelan. “Maaf. Aku, tak sengaja melihatmu.”

“Tak apa. Aku hanya sedikit terkejut.” Bantah Donghae, merasa bersalah karena baru saja ia terlihat membentak Kibum, teman barunya tersebut. “Kenapa kau ada di sini?”

Kibum mengedarkan pandangnya. “Rumahku juga di sekitar sini. Hanya terhalang beberapa ruma di depan sana. Apa ini sebuah kebetulan?”

Donghae menatap Kibum semakin heran, sambil berkacak pinggang. “Mungkin kebetulan. Kau baru tinggal disini? Aku mengenal semua orang disini, tapi tak mengenalmu.”

“Aku..”

“Kau baru saja pindah kesini?” Tanya Donghae memotong percakapan Kibum.

“Oh! Ya. Aku, aku baru saja pindah dari Seoul.”

Donghae mengangguk menerima. “Kalau begitu, berkunjunglah kemari kapan-kapan, Kibumie?” Ucapnya nampak bertanya pada apa yang dikatakan oleh bibirnya sendiri. Panggilan akrab yang terlihat cepat terbentuk, padahal keduanya baru berkenalan beberapa waktu lalu.

“Kurasa akan lebih baik jika kita lebih akrab.”

Donghae yang baik hati, tentu tak keberatan dengan hal tersebut. “Kalau begitu masuklah sekarang.”

“Huh?”

“Kau tak ingin melihat rumahku, Bumie?”

Kibum terdiam, untuk selanjutnya ia mengangguk semangat, bahkan memasuki rumah Donghae terlebih dulu sebelum sang pemilik rumah memasukinya.

Tepat disaat berada di depan rumah Donghae itulah, kembali Kibum dapat merasakan denyut jantungnya yang lebih keras berdenyut, menggetarkan setiap tubuhnya, membuatnya meringis sambil membungkukkan tubuhnya.

“Kau kenapa?”

Dapat Kibum dengar Donghae yang kembali berujar panik. Ia tak ingin itu terjadi. Maka, dengan segera ia kembali berdiri. Namun matanya tak lepas dari semua pemandangan, juga semua sudut di rumah Donghae. Semua nampak tak asing padahal ia baru kali ini melihatnya.

Donghae lalu mengusap punggung Kibum. “Sebaiknya masuk. Kau butuh minum?”

Keduanya dekat, bahkan kini musim telah berganti.

Donghae baru saja akan berangkat ke kampusnya, namun ia dikagetkan dengan kedatangan Kibum yang berada di depan pintunya. Donghae sempat akan melayangkan protesnya, jika saja Kibum tak membuatnya kembali terpaku. Kibum, tanpa kata membukakan sebuah payung untuknya. Menyambutnya dengan senyum terpatri di bibir.

Memanglah musim hujan yang begitu basah. Dan baru kemarin sore, Kibum mendengar keluhan Donghae yang mengatakan bahwa payungnya rusak. Kembali melanjutkan detik yang berjalan, Kibum langsung meraih tangan Donghae, lantas membimbing Donghae dalam lindungannya.

Donghae hanya bisa tersenyum sambil berujar “terima kasih”, lalu melanjutkan perjalanannya, berada dalam lindungan payung yang sempit bersama Kibum.

“Antar aku membeli payung nanti ya, Kibumie..”

 

Hari enggan berlalu dengan cepat. Dan hujanpun, dengan setia mengiringi hari itu. Karena itulah, bahkan disaat ia pulang, Donghae masih dapat merasakan berlindung di bawah payung milik Kim Kibum.

“Aku merepotkan.” Tutur Donghae tiba-tiba. Sedikit pelan karena suara hujan yang turut berbaur.

“Tak apa. Aku senang melakukannya.” Balas Kibum berbisik.

Selang beberapa menit, keduanya sampai di kediaman Donghae. Rumah yang sepi, mengingat Donghae yang hanya hidup sendiri.

“Kau ingin kopi?” Tanya Donghae sambil menyodorkan sebuah handuk pada Kibum.

“Tidak.” Tolak Kibum cepat.

Donghae tersenyum lantas membantu mengeringkan rambut Kibum. Ia lalu memberikan selimut miliknya pada Kibum. “Tinggallah sampai hujannya reda.”

Kibum hanya mengangguk. Ia selalu tak bisa menolak setiap permintaan Donghae, termasuk hari ini. Apa itu karena ia terlalu menyukai Donghae? Nyatanya ia belum mengatakan apapun pada Donghae meski sudah lama saling mengenal. Salahkan jantungnya yang terlalu aneh, dan akan berdenyut kuat bila bersentuhan dengan apapun tentang Donghae.

“Kau ingin selimut lagi?” Tanya Donghae kemudian.

Kibum menggeleng sambil menatap wajah Donghae. Kali ini, entah mengapa, ada sesuatu yang tak bisa ia tahan. “Aku..” Ucapnya.

“Ada apa?”

Seketika, Kibum menghirup udara sedalam mungkin, lantas meraih tangan Donghae, mendekatkan Donghae serta membawa Donghae dalam dekapannya. Ini terjadi dengan sangat tiba-tiba.

“Bumie..” Donghae mencoba melepaskan diri, namun..

Grep..

Pelukan Kibum semakin kuat, juga dapat dirasanya satu kecupan di kepalanya. “Kau kenapa?”

Kibum mendesah kecewa. “Apa ini perlu sebuah penjelasan?”

Donghae berkedip pelan. Dalam dekapan Kibum, ia terus berfikir. Ia juga tak bodoh bukan? Namun apa yang bisa ia lakukan sekarang? Bertanya pada Kibum ‘apakah kau menyukaiku?’ Bukankah ini terlihat memalukan?

“Aku tak mengerti.” Elak Donghae, lantas melepaskan diri dari Kibum.

Kibum mencoba tenang, lalu ia meraih kedua sisi tubuh Donghae. Meletakkan kedua tangannya pada bahu Donghae. Tak ada satupun kata selanjutnya, namun Kibum, dalam satu kali gerakan cepat, ia menanamkan satu kecupan tepat pada bibir Donghae. Satu kecupan ringan yang berakhir dengan satu pengakuan “aku menyukaimu..”

Donghae terpaku dibuatnya. Ia segera menundukkan wajahnya. “Bumie, aku..”

“Katakan apapun itu.” Sela Kibum tak sabar.

“Aku..” Donghae kembali mendongakkan wajahnya ragu. Lalu dengan segera matanya terbuka lebar, membulat terkejut, saat Kibum kembali meraih wajahnya, lalu mencuri satu ciuman panjang pada bibirnya.

Kibum terus melumat bibir Donghae, meski ia sadar sepenuhnya, bahkan tak ada balasan dari Donghae. Ia terlalu menginginkan Donghae, hingga tak sadar akan perbuatannya. Ia tak peduli, lalu semakin memojokkan Donghae, hingga membuat punggung Donghae berbenturan dengan lemari di belakangnya.

Satu ringisan tertahan, keluar dari bibir Donghae. Iapun heran, karena sesungguhnya yang terjadi adalah, ia yang tak membalas, namun tak mampu menolak atau sekedar menghindar.

Kibum semakin menguasai Donghae, hingga..

Brak.

Satu bingkai fhoto terjatuh dari atas lemari dan menghentikan semuanya. Kibum sontak melihat ke arah suara yang mengejutkannya. Ada fhoto terjatuh dengan telungkup. Kibum tak tahu itu apa hingga ia bermaksud melihatnya.

“Jangan!” Di samping itu, Donghae memekik pelan, berusaha menggapai apa yang hendak di raih Kibum. Namun..

Bruagh!!!

Bersamaan dengan itu, pintu lemari terbuka dan menghamburkan semua isinya. Isi yang saat Kibum lihat adalah, semua fhoto Donghae, bersama orang lain?

Donghae tampak terdiam, untuk selanjutnya, ia raih semua fhoto tersebut dengan kasar. “Jangan melihatnya!” Bentak Donghae.

Kibum tersenyum pilu. “Jadi kau sudah punya kekasih?”

Tak ada jawaban.

“Kau tak membalas perasaanku, karena telah mempunyai yang lain? Kenapa tak mengataannya sejak awal?”

Tetap tak ada jawaban, karena Donghae tengah sibuk memunguti barang berharganya, sepertinya.

Kibum kesal bukan main. Ia bahkan pergi dari Donghae tanpa pamit, juga membanting pintu rumah dengan keras. Sementara itu, Donghae masih memunguti sisanya, dengan tangisan tertahan. “Akupun tak ingin melihat ini lagi..” Isaknya. “Gege..” Tuturnya terdengar pedih sambil merapatkan lembaran fhoto itu pada dadanya. “Maafkan aku..”

Semua berjalan rapih, dan Donghae? Segera mengambil kesadarannya, dan menyadari bahwa Kibum telah meninggalkannya.

Setelahnya ia kembali menyimpan lembaran fhoto itu, lantas mengambil langkah, meninggalkan rumahnya. Apakah menyusul Kibum?

Itu benar adanya, karena kini ia berlari, lalu berteriak “Kim Kibum!!”

Kibum menghentikan langkahnya, di antara derasnya hujan yang mengguyur keduanya. Ia tak bergeming hingga Donghae mendekat lantas memeluknya dari belakang. “Maafkan aku..”

Hujan semakin deras, sementara baik itu Kibum dan Donghae, sama sekali tak menyadarinya. “Ia, memang kekasihku..”

Petir menyambar setelahnya, menyambut hati Kibum yang terluka. Ia sudah tahu setelah melihat fhoto-fhoto tersebut. Kibum tak mampu membantah apa yang terjadi bukan? Maka dengan segera ia mencoba menyingkirkan tangan yang melingkar di tubuhnya. Namun itu tak terjadi saat Donghae malah semakin mengeratkan tangannya tersebut.

“Lantas untuk apa lagi?” Ucap Kibum. “Tak ada lagi alasan bagi kita untuk bersama bukan? Kaupun sudah mengetahui, seperti apa perasaanku padamu.”

“Benarkah?”

“…”

“Benarkah kau mencintaiku?” Donghae berucap sambil terus merekatkan pegangannya.

“Itu tak berguna. Kau sudah punya kekasih bukan?”

Donghae terdengar tertawa kecil. “Ia kekasihku jika masih hidup, Bumie..”

Suara petir kembali menyambar. Entah untuk alasan apa kali ini. Mungkin sang petir hanya ingin semakin meramaikan suasana? Hanya ingin membuatnya semakin tegang mencekam? Ataukauh sang petir mencoba menjawab apa yang sebenarnya tengah terjadi?

“Apa maksudmu, Hae?”

“Dia sudah meninggal, Bumie. Untuk itulah aku menyimpan semuanya dan tak ingin melihatnya kembali. Terlalu sakit.” Adu Donghae kemudian. Menceritakan semuanya tanpa ragu.

Perlahan Kibum membalikkan wajahnya, lantas meraih kedua tangan Donghae dengan lembut. “Apa kau masih mencintainya?”

Pertanyaan sulit, dan Donghae? Memilih diam.

“Katakan!” Desak Kibum.

Dengan terpaksa Donghae mengangguk. “Bayangnya terlalu melekat, Bumie. Aku ragu.” Tutur Donghae.

Kibum memilih meremas kesepuluh jari Donghae yang dingin, seperti jarinya. “Aku akan berusaha menggantikan dia. Bisa?”

Donghae tersenyum saat mengetahui, sebenarnya Kibum lebih keras kepala dari dirinya. Dan tak ada alasan baginya untuk menolak. Ia tak menjawab, namun segera membimbing Kibum, untuk menciptakan sebuah kecupan indah nan hangat, tepat di bawah gerimis, yang menjadi saksi.

“Kita akan mencobanya, Bumie..”

TBC 

Lantas bagaimana selanjutnya?🙂

Maaf jika ini terlalu biasa. 

Ini fict terbentuk karena beberapa hal sebenernya. Karena teman yang kebetulan bilang pengen fict bertemakan MVnya Timeless Xiah Junsu cuman, saya sendiri gak tahu kenapa cerita berbeda meski intinya sih tetap sama mungkin. Jadi, tunggu sajalah chapter berikutnya. ^^

35 thoughts on “I AM

    myhae said:
    Desember 24, 2012 pukul 12:06 am

    hwaithingg, ga sabar pengen lanjut

    nia na yesung said:
    Desember 24, 2012 pukul 2:21 am

    Belum Ngerti jln Critanya , , , Hehehehe
    itu pasbagian pertama kenapa kibum Gak mau KeteMu ma Hae yua ?
    yang di Maksud Gege Siapa ?
    Yuah Banyak nanya Yua , Kekekekkkkkkk , , ,
    q tunggU kelanjutan.a Ne ^__^
    Cs PenasaRan Nih ,, , , ????

    Eun Byeol said:
    Desember 24, 2012 pukul 2:38 am

    Segera dilanjut yya, eonn..
    Hhehe:D

    hima_kawaii said:
    Desember 24, 2012 pukul 3:37 am

    yaakk unnie.. fic baru….😀
    fic yg lama kok gak diupdate2.. itu yg fate.. keburu lupa ntar unnie??? -,-
    iya tuh.. gege siapa?? hangeng kah? O.O

    ditunggu chap selanjutnya..!!! Fighting!!! ^^

    Elfisyhae said:
    Desember 24, 2012 pukul 3:48 am

    Lanjut terus eon. . . Gk sbar klanjutanya gmana. .:-D

    gaemwon407 said:
    Desember 24, 2012 pukul 5:57 am

    asyik asyik fict baru:D
    gege nya siapa itu?han gege ya eon?
    Itu pas awal kihae kenapa sih eon?
    Lanjuuuuuut!:)

    Gigia said:
    Desember 24, 2012 pukul 6:19 am

    Ff baru ya..semuanya masih misteri,kibum kenapa tuh sakit jantungkah,trus knp dia merasa g asing ma isi rmh hae..ahh…hanya author lah yg tau..jgn lama2 ya updatenya penasaran nih..

    gamers cho said:
    Desember 24, 2012 pukul 10:04 am

    belum paham sama jalan ceritanya -_- dr semua ff author disini, cuma ff ini yg agak sulit saya pahami -___- ato otak saya yg belum sinkron ^^

    lee sae hae said:
    Desember 24, 2012 pukul 10:54 am

    Kerennnn eonni..
    Lanjut lanjuttt..
    Oh ya, itu Kibum kenapa? Sakit? Enggak kan eonn?
    Masih belum ngeh sama jalan ceritanya eonn.. Jadi pengen cepet” baca lanjutannya..
    Kerennnn eonn.

    isfa_id said:
    Desember 24, 2012 pukul 12:00 pm

    jantungnya Kibum, jantungnya Gege? begitukah?

    LAGIII~!!!!!

    RiHae said:
    Desember 24, 2012 pukul 2:44 pm

    lnjut thor…..
    aq udah prnah liat mv timeless….critanya sedih…
    tpi mdh2n ff ini happy ending…

    hubsche said:
    Desember 24, 2012 pukul 3:26 pm

    Yaay! KiHae fic baru lagi🙂
    Bummie dapet donor jantung dari ‘gege’ nya Hae kah? *sotoy* Kalo iya bakal complicated bgt nih konfliknya.
    Lanjut cepet ah….penasaran hehehe.

    orifishydew said:
    Desember 24, 2012 pukul 3:41 pm

    ciatciatciaaattttt!!
    cengar-cengir sendiri waktu baca pertemuan mereka.. romansa-romansa gimanaaaaa gituuuu~~ kkkk
    MV Timeless, tapi gapapa kalo sedikit melenceng dan dijadiin versi author, malah bakal lebih keren jadinyaaa ^^v
    yahh, sedikit banyak tau jalan cerita itu MV, semoga our beloved KiHae disini gak bakal se-tragis di MV /plak/
    Akhir kata.. Next chap asappp!!😀

    Laila .r mubarok said:
    Desember 24, 2012 pukul 4:49 pm

    Ntu bunga buat gegenya hae yah? Gegenya hae, han bkan?

    Un ntu kenapa kibum ga mau bkain pintu, kasiankan hae.nya😦

    Lanjut lagi yah un🙂

    hyukssoul said:
    Desember 24, 2012 pukul 8:55 pm

    hmmmmmm~ hurt?
    blom pernah liat itu MV syaaa~ Hahahahhahha. jdi? gimana ini? crtya si Ge nya kecelakaan ya? yg di pinggir jalan itu?
    apa Kibum dcrtakan sbgi pengagum? ko kaya penguntit? D8 /LINDUNGI DONGHAE!!!!!!!!

    wah tragis ini. pasti Hae sulit bgt tuh lupain Ge scra cinta mati gitu (/~__~)/
    usahalah Kibum, usaha aja. klo gak berhasil? udah nyerah aja!!! masih ada gue! xDD

    LANJUTTTTTTTTTTTTT!! (^O^)/

    arumfishy said:
    Desember 25, 2012 pukul 4:25 am

    trs itu knpa hae ngetok” rmh kibum??sbnrnya ada apa???

    KiHae hrs bersama ya oen..:)
    lanjutttt

    ainun_lara said:
    Desember 25, 2012 pukul 12:16 pm

    Ehh Gantunggggggg,Nanggung banget saeng Tbc nya aisshh,cutnya di Flasback…
    Hae Bilang Gege,bukan hangkung kan?..Up date cepattt,lagi liburkan saeng? iyakan?,iya? 7 hari berarti
    7 Chap,Bwuahahaha,Joget gurita Yesung

    Raihan said:
    Desember 25, 2012 pukul 1:36 pm

    TBC?..hwaaaaaaaaaaaaaa Sugih…apa ini?..TBC What the #plaak

    Trus kalo Donghae mau Kibum menggantikan si gege itu dan berusaha membuat Donghae melupakan si gege, apa yg ngebuat Kibum kaga mau bukain Donghae pintu?..
    Apa ternyata si gegenya itu belum mati tapi udah Donghae anggap mati dan kembali lgi disaat KiHae mesra2nya dan ngebuat Donbghae bimbang dan Kibum salah paham mikir Donghae milih si gege?..

    lanjut Sugih!..

    simple tpi kerennnnnnnnn ^_<

    Shizuku M said:
    Desember 29, 2012 pukul 12:39 am

    belum liat mvnya tapi romancenya berasa banget ya._. jadi donghae itu masih suka sama gege, tapi udah mulai suka sama kibum? *serakah amat ini ikan gue-_-* hahah
    ya udah lah ya biarin si ikan milih sendiri aja *inikenapajadingacodehreviewnya*

    haelfishy said:
    Desember 29, 2012 pukul 3:26 pm

    wah…lanjut..buat moment kihae yg romantis ne

    Hani said:
    Desember 31, 2012 pukul 5:23 am

    Annyeong… Aku KiHae shipper, kaya nya seru nih ceritanya chinguyaa.
    Ditunggu kelanjutannya… hehe.
    Ijin baca ff yg lain ya…🙂

    haehyuho said:
    Januari 1, 2013 pukul 7:51 am

    keren…..aku suka kihae,hahaha babang ikan kok kaya’a jd unyu bgt yakk
    boleh baca2 kihae yang laen ya thorr….*nyengir kuda

    Shin Y said:
    Januari 1, 2013 pukul 12:19 pm

    emmm.. jadi ini timeless versi kihae yaa… asyeeeek,, ^-^

    ndah951231 said:
    Januari 7, 2013 pukul 1:50 am

    walaupun tau gimana MV itu dan bisa sedikit nebak gimana ceritanya,
    tapi tetep aja ndah masih penasaran dg kelanjutan FF ini ^^~

    ughhh, hae kan memang harus berakhir dg bummie, ini takdir namanya😀
    tp bukan berarti ndah jg mengharapkan gege meninggal, hehe

    ditunggu kelanjutannya ya eon, fighting~

    Nelly key donghae said:
    Januari 11, 2013 pukul 3:50 am

    bloom liat mvnya… huwaaa,,, meskipun rada2 bingung tp ini kereeeenn…. itu knpa bummie gk mau bukain haenya pintu ?? jantungnya kibum knpa ?? dia sakitkah eonnie ??? pas awal2 liat hae bawa bunga ku pikir kibum yg mati trs arwahnya ngebuntutin hae #pletak#
    eh,,, ternyata sik gege … adegan dibawah hujan so sweeett  mau lanjutannya eon,,,,

    BryanELFishy said:
    Januari 11, 2013 pukul 4:17 pm

    kok tbc??? #plakk digampar author
    padahal aku udah ber’miris’-ria
    ok ditunggu kelanjutannya ^_^

    BryanELFishy said:
    Januari 11, 2013 pukul 4:37 pm

    aku baru liat MVnya huwaaaaa…………. nyesek bgt!!!!!!! kasian amet gege belum lagi siwon yg akh……… g tau mau bilang apa saking mirisnya TT_TT

    lalany said:
    Maret 12, 2013 pukul 12:17 am

    Oke fine, penasaran melandaa wkwkk
    Lanjut yaa oen! Aku suka fict2 kamuu. Seru semuaa hehe
    Itu yg awal2 knapa si bum gamau ktmu ama hae? Itu si kibum sakit ya oen?ntar ini sad ending yaaa?? Hueeeeh jangann oen! Persatukan kihae yaa?? *Plak! Reader bawel! Lempar pake sendal * huehehe
    Semangat kibum! Buat si hae cinta sama kamu!!
    Semangat yaa thor! Aku menantinyaaa *pelukauthor*

    saga.virgo said:
    Maret 17, 2013 pukul 6:41 pm

    Masi ada lanjutanya kah? Aihh khan penasaran?

    niea_clouds said:
    April 10, 2013 pukul 12:35 pm

    Apa kibum punya penyakit jantung ya ?

    namihae said:
    April 14, 2013 pukul 10:31 am

    g mudeng ama awalnya aku eon :3 hurt y? hurt ny kurang nendang! *plakk lanjuut ah~

    Ruoxi said:
    Mei 4, 2013 pukul 2:20 pm

    Ada apa dengan Jantungnya Kibum.Okay~ Jika Kibum jatuh cinta pada Donghae disebabkan Oleh Jantung Gege,sangat disayangkan!!!

    Part2nya dimana yaaa?? -__________- Buat Library dong ‘_’* #SenyumManis

    casanova indah said:
    Oktober 12, 2013 pukul 9:30 am

    aq juga suka bgt ama donghae.. tp ga prnah mimpiin dia.. #ga ada yg nanya😀

    *clingak clinguk..
    kayane ini belum ada lanjutane dech…
    udah mau setahun nich….:/
    eh, yg td flashback ya??
    trus itu yg buat Donghae gedor2 pintu knapa??

    ida elfishy said:
    Maret 21, 2014 pukul 1:45 pm

    Oouhhh so swet^^
    Lanjut ahhh,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s