RED INK [2]

Posted on

Cast : Lee Donghae – Kim Kibum

Genre : Mistery – Chrime (?) – Hurt (?) – Fantasy (?)

Summary: Terungkap perlahan. Semua tentang peliknya masalah yang ada. Namun itu hanyalah pelengkap cerita, karena perasaan Donghae? Adalah segalanya! Perasaan Donghae? Adalah intinya. Karena? Ia tak peduli akan apapun selain itu. Lantas di bawah kendali siapa sebenarnya, hidupnya? Hidup mereka? Juga, cerita ini..

[CHAPTER 2]

.

Donghae tersenyum di antara kain yang menutup erat mulutnya. Bahkan tubuhnya tak dapat bergerak bebas semenjak lengan kekar satu orang pria menyekapnya erat. Matanya terus mendelik sebal, dan terus memutar, melihat siapa saja yang berada di sekitarnya kini? Kibum juga ayahnya? Benar. Mereka ada disana, di antara para penjahat itu.

Satu kontak matapun terjalin antara dirinya dengan Kibum, yang membuatnya menggeliat, hendak memberontak, berniat menerjang Kibum namun? Berakhir dengan ringisan pelan kala genggaman pada lengannya semakin erat, menyakitinya.

Namun di samping itu, tiba-tiba “Jangan menyakitinya, paman!” itu adalah suara Kibum yang terdengar membela Donghae? Entahlah. Bahkan Donghae seperti enggan mempercayai siapapun kini.

Keadaan menjadi riuh, menyuraki si bocah dingin, Kim Kibum yang tengah menunjukkan sebuah perhatian bagi sandra mereka. “Tenanglah Kibumie. Aku tak akan mencekiknya.”

Kibum mendengus, sementara dilihatnya Donghae untuk kesekian kalinya. Rasa heran Kibum rasa. Dalam hatinya ia berucap ‘Kenapa kau tak terlihat takut sama sekali, hyung?’

“SIAL!”

Satu teriakan berakhir dengan sebuah gebrakan meja, yang dilakukan oleh Tn. Lee setelah mengetahui apa yang terjadi pada putranya.

“Kenapa tak menitipkannya padaku! Kenapa Heechul yang kau tuju, Sungmin-ah!!”

Tn. Lee, yang baru saja mendapat bentakan dari sahabat lainnya lalu merenung, mencoba memikirkan kesalahan apa yang diperbuatnya, hingga membahayakan nyawa putranya sendiri. Ia tak membalas bentakan itu dan menatap sahabat yang mencoba menyadarkannya tersebut.

“Ingatlah apa yang terjadi waktu itu. Mungkinkah Kim Heechul, akan memaafkan kita dengan mudah? Kenapa kau begitu mudah termakan ucapannya!”

Satu ingatan masa lalu kembali terulang dalam ingatan Tn. Lee, Lee Sungmin..

“Agh!!”

Di antara rerumputan yang tinggi itu, di antara pengejaran yang sengit itu, tiba-tiba terdengar jeritan tertahan, tepat setelah satu tembakan di luncurkan. Riuh mulai terdengar. Mereka, salah seorang dari kumpulan orang tersebut berkata “Heechul! Kau baik-baik saja? Hey!!”

“Kakiku tertembak!” suara Heechul terdengar bergetar sambil menahan lubang di paha kirinya yang terus mengeluarkan darah.

Sungmin, adalah orang yang pertama menghampiri Heechul dan berkata “Tak ada waktu. Tahan hingga kita menemukan tempat yang aman. Mereka masih mengejar kita!” ucapnya cepat dan memapah Heechul perlahan.

Sebenarnya ada apa? Siapa yang mengejar mereka?

Sementara itu, darah terus mengalir membasahi celana Kim Heechul. Ia terus meringis sambil terus mencoba berjalan dalam bimbingan Sungmin. Namun pergerakan menjadi lambat, sementara, salah satu di antaranya, yang berjalan di tengah mereka terus saja merutuk.

“Apa kita tak bisa cepat sedikit?!” ucapnya sambil mendelik ke arah Sungmin dan Heechul yang nyatanya berjalan paling belakang.

“Tapi tim kami terluka!” Bela Sungmin sengit. Ia benar-benar tak suka.

“Yang harus kalian lindungi itu adalah aku, bukan tim kalian sendiri!”

Sungmin terdiam mendengar kata itu. Terdengar menyebalkan sekali. Lantas ia menghentikan semua pergerakan, bersamaan dengan tumbangnya Heechul. Ia lemas hingga tak mampu lagi berdiri.

Bersamaan dengan itu, suasana kembali riuh. Hingga satu dorongan Sungmin dapatkan dari temannya lain, dan berakhir dengan bisikan “Sudahlah! Jangan mencari gara-gara, Sungmin-ah!”

Sungmin tak terima tentu saja. Ia balik menyerang dan mencengkram orang tersebut. “Tapi aku bahkan tak rela jika harus menyelamatkan orang kotor sepertinya! Keluarga Jung yang dengan seenaknya memakan uang rakyat! Kenapa tak kita berikan saja dia pada pemberontak itu agar segera diadili saja! Aku tak setuju menolongnya dari awal! Kita terlihat seperti kambing hitam!” desisnya.

“Ssst! Percaya padaku Sungmin-ah! Jangan anggap kita sedang menolongnya, tapi? Anggap kita sedang bertugas! Kumohon..”

Di waktu yang sama, pemberontak yang dimaksud, yang tengah mengejar mereka semakin mendekat. Dan Tn. Jung semakin kalap, juga memberikan sebuah perintah dengan seenaknya. “Tinggalkan dia, aku lebih penting!”

“YA!” Teriak Sungmin, sementara kawan yang memperingatinya itu, menggusur tubuhnya dan satu rombongan orang tersebut mulai meninggalkan Heechul yang tergeletak, juga diiringi rontaan dan jeritan dari Sungmin, dimana ia terus meneriaki nama Heechul, Heechul dan Heechul.

Satu usapan diberikan pada wajahnya. Sungmin mendesah kesal. “Dia adalah salah satu anggota kita, dengan identitas yang terkunci rapih dan dianggap gugur! Kupikir para pemberontak itu tak akan lagi mengenalnya, dan Donghae? Akan aman bersamanya, hyung!” Jelas Sungmin.

“Tapi pernahkah kau berfikir, bagaimana nasibnya saat kita meninggalkannya? Apa yang terjadi padanya?”

“Aku bahkan tak percaya saat melihatnya masih hidup, Teuki hyung!”

Leeteuk tersenyum. “Ya. Buktinya ia masih hidup, dan bahkan? Bergabung dengan para pemberontak itu, yang mungkin? Dengan alasan membalas dendam? Kau berfikir ke arah sana?”

Sungmin menggeleng sambil menutup wajahnya. “Kupikir kau benar!”

“Yang tersisa dari target mereka hanyalah aku dan juga kau. Aku hanya hidup sendiri, tak masalah jikapun mereka ingin membunuhku saat ini juga. Tapi kau? Haruskah anakmu yang menjadi korban? Ia bahkan masih menginjak 12 tahun. Terlalu kecil untuk mengenal ini semua!”

“Aku harus menemukan Donghae! Demi Tuhan!!”

“Aku akan membantumu..”

Sedang di sebuah tempat. Di dalam rumah besar namun terlihat mati, terlihat dari dinding yang warnanya pudar bahkan kulitnya mengelupas. Genting yang terlampau tua, juga kotor seolah tak berpenghuni. Bahkan gerbang besar yang menjulang itupun, terkunci rapat.

Namun siapa yang menyangka, karena nyatanya, terdapat satu bocah yang berada disana, di dalam salah satu ruangan di rumah mengerikan tersebut. Satu bocah yang tak mampu bergerak atau bahkan mengeluarkan suaranya. Ia hanya bergerak gelisah, mencoba melepas ikatan di tangannya yang begitu sulit dilepas.

Entah berapa lama ia disana, namun ia, yang adalah Donghae, sadar sepenuhnya, bahwa tak ada harapan untuk keluar dari tempat tersebut. Setelah lama berkutat dengan tali yang sulit di lepas itu, akhirnya Donghae lelah dan menyerah. Ia tertidur di lantai yang dingin dengan tubuh terikat.

‘Kejam!’ Pikir Donghae saat ingat, ia disekap! Dan siapa yang menyekapnya? Itu adalah kawan barunya, yang sempat ia percaya. Maka, satu bulir air mata mulai nampak, mengalir dari sudut matanya.

Tak lama ia menangis, terdengar derap langkah mendekatinya. Dan Donghae? Sama sekali tak ingin tahu! Hingga, satu sentuhan ia rasakan pada lengannya. ‘Kibum!’ Ucap Donghae dalam hati saat matanya melirik dan berhasil menangkap sosok yang baru saja menyentuhnya.

Hyung..” Kibum menyerukan nama Donghae dengan lirih. “Hyung aku..” Ucap Kibum sambil hendak menyentuh wajah Donghae namun? Donghae segera memalingkan wajahnya, enggan mendengar ataupun menatap Kibum.

Kibum tak ingin menyerah. Ia lantas menarik tubuh Donghae agar terduduk sambil berucap “dengar aku!” sambil setengah berbisik.

Terpaksa Donghae menegakkan wajahnya, menatap Kibum dengan tajamnya, meski mulutnya tak dapat berucap. Namun apa setelahnya? Hanya butiran air mata yang kembali mengalir membasahi wajahnya. Ia terisak di antara mulut yang terkunci.

Kibum melihatnya. Ia menyaksikan, bagaimana Donghae yang terlihat begitu menderita di matanya. Maka untuk itu, satu usapan ia berikan di wajah Donghae, berusaha menyapu air di wajah Donghae. Dan, dengan kemantapan hatinya, perlahan ia buka penutup di mulut Donghae, lantas mengucapkan kata “bicaralah..” dengan sangat pelan.

Donghae menyeringai bebas dengan hebat! Satu delikan tajam ia berikan pada Kibum untuk selanjutnya, ia berucap “penghianat!” dengan sangat tegas. “Apa maumu sekarang? Ingin aku memakimu? Baiklah, kau brengsek! Kau gila! Aku benci padamu Kim Kibum! Awas saja jika ayah menemukan kalian nanti!!” umpat Donghae akhirnya.

Kibum mengangguk dalam tawa pahitnya. Ia lantas menjawab, “Marahi aku sepuasmu, hyung.”

“Masih berani memanggilku hyung, hah?!” Teriak Donghae. “Jika saja tanganku terlepas, maka aku akan membunuhmu!!!”

Kibum semakin tertawa. Tapi apa? Selanjutnya Kibum mulai melepas ikatan di tubuh Donghae. Dengan perlahan ia membuka tali itu, dan membuat Donghae terpaku dalam diam dan hanya menatapnya bingung. Kibum tak peduli, lantas menatap balik ke arah mata Donghae, serta mengatakan “baiklah! Bunuh aku sekarang juga, dan larilah sejauh mungkin.”

“Kibumie..” Ucap Donghae terbata. Ia sungguh tak tahu apa yang dipikirkan oleh Kibum. Ia baru akan menyela jika saja, pintu menuju ruangan tersebut tak menjeblak terbuka, menyisakan debaran jantung, baik itu milik Donghae ataupun Kibum yang berdetak terlampau cepat.

“Apa yang terjadi disini!!”

“Ayah..” Giliran Kibum yang terpaku di tempatnya saat mendapati Heechul yang berada di antara mereka.

Satu lirikan mata Heechul pada Donghae. Pada ikatan Donghae yang terlepas, pada mulut Donghae yang tak lagi terkunci. Dan berakhir dengan helaan nafas panjang, juga suatu penuturan. “Sudah kuduga!” bisik Heechul. “Aku meragukanmu, Kibum-ah!”

“Ayah..” Sela Kibum, namun Heechul tak menginginkannya.

“DIAM!” Bentaknya menatap murka pada Kibum. “Kau tahu tak ada yang boleh menggagalkan rencanaku, termasuk kau! Kau berani menentangku?” Ucap Heechul sambil menarik kerah baju Kibum, yang otomatis, menarik serta tubuh Kibum, menjadi berdiri, bahkan dengan tubuh sedikit terangkat. Heechul tak melepaskan pandangannya dari Kibum. “Seharusnya kau tahu sifat ayahmu sendiri!” Desisnya.

“Tapi, dia..”

“Aku tak peduli akan hatimu!!” Teriak Heechul akhirnya.

Deg.

Donghae tertegun dibuatnya. Ia tak pernah menyangka, benarkah Kim Kibum masih mempunyai sebuah hati dalam tubuhnya?

“Kau..” Belum selesai Heechul bicara, ia bahkan tengah berusaha menyakiti putranya tersebut dengan memukul kepala Kibum. “Kau masih terlalu kecil untuk menyukai seseorang! Juga, kau mencintai musuhmu sendiri!!”

Terjawab sudah! Donghae, akhirnya kembali menangis. Menangisi apa yang terjadi di depan matanya. Ia tak tahan melihat semuanya, apalagi disaat..

Bugh.

Satu tendangan telak, Heechul berikan tepat pada perut Kibum, sambil terus, tak henti merutuki Kibum. “Aku sudah mengajarkan padamu, bagaimana agar menjadi orang yang kejam! Kau tak boleh mempunyai hati. Tidak boleh!!”

Kibum meringis, namun tak sedikitpun tangis yang keluar, ataupun sekedar bantahan. Ia hanya diam menerima semuanya.

“Aku harus menghukummu! Ikut!!” Heechul segera kembali menyeret tubuh Kibum agar mengikutinya sedang Donghae semakin terisak. Ia begitu sakit melihat Kibum saat ini. Ini bukanlah sebuah candaan! Ini adalah benar adanya, bahwa Kibum tengah terluka karenanya. Karena dirinya.

“Agh!” akhirnya satu ringisan terlontar dari mulut Kibum saat tubuhnya menabrak dinding, namun Heechul tak peduli dan terus menyeret Kibum. Juga, “Aku bahkan berani membunuhmu jika anak itu lari karena ulahmu!!”

Donghae menutup mulutnya dengan punggung tangannya untuk meredam isakannya sendiri. Hatinya begitu perih. Maka? Dengan kemantapan hatinya, ia berlari, serta meraih lengan Kibum, menahan pergerakan Heechul.

Heechul menyeringai. “Kenapa anak manis? Ingin menolongnya?” ucapnya terdengar mengerikan. Namun Donghae tak merasa gentar sedikitpun. Sementara Kibum menatapnya sambil sedikit menggeleng, mencoba mencegah, apapun yang akan dilakukan Donghae.

Tapi tiba-tiba..

Plak.

Donghae meringis kala telapak tangan Heechul menyentuh wajahnya dengan keras.

“Jangan sakiti dia ayah! Kau sudah berjanji padaku..” lirih Kibum akhirnya. Kembali Donghae tertegun. Benarkah bahkan Kibum rela mengikat janji bersama sang ayah yang kejam hanya untuk dirinya?

“Huh?” Heechul tertawa. “Baiklah! Baiklah jika itu maumu!” ucapnya dengan tenang, lantas menyungkurkan Kibum pada lantai, lalu memberikan Kibum beberapa pukulan yang akhirnya mampu membuat Donghae menjerit.

“Jangan! Jangan lakukan itu! Kibumiee!! Jangan!!”

Terus dan terus tiada henti. Baik itu pukulan dari Heechul, dan juga teriakan dari mulut Donghae. Hingga dengan bergetar, mulut itu berucap “aku akan melakukan apapun yang kalian inginkan! Aku tak akan lari aku bersumpah!”

Heechul sontak menghentikan semuanya sementara Kibum masih bergulingan di lantai, tengah merasakan sakit di sekujur tubuhnya. “Apa maksudmu? Ulangi..”

Donghae meneguk paksa ludahnya lantas kembali berujar “Jangan sakiti Kibum maka, aku akan melakukan apapun yang kalian inginkan. Kumohon!”

Heechul tertawa senang. Tentu saja. “Benarkah?”

Satu anggukan dari kepala Donghae, meruntuhkan segala harapan Kibum. Ia mengantukkan kepalanya pada lantai dengan beberapa bercak darahnya, dan terlihat menyesal atas apa yang terjadi.

Keduanya terdiam. Tanpa kata dan termakan suasana yang begitu dingin. Juga? Isakan Donghe belum berhenti, sejak kejadian kejam yang di alami di depan matanya baru saja. Ia terus menangis dan menatap Kibum dengan wajah lebam, juga bagian tubuh lain dengan kulit membiru. Bahkan Donghae, sempat membersihkan darah di hidung Kibum sambil menangis tersedu.

“Sudahlah hyung,” ucap Kibum pelan sambil menahan ringisan yang keluar karena, bibirnya yang robek, akan terasa sakit jika itu bergerak. “Aku tak apa-apa. Jangan menangis.”

Donghae menggeleng keras. Ia tak setuju akan pengakuan Kibum. “Kau terluka!”

Kibum tersenyum untuk selanjutnya kembali meringis sambil memegang sudut bibirnya.

“Apa dia ayahmu? Dia bukan ayahmu!” tukas Donghae dengan wajah merenggut.

Hyung!” sela Kibum. “Aku membencimu!” ujarnya.

“Huh?”

“Kenapa kau menyerahkan dirimu pada ayah! Sudah kubilang untuk lari saja!”

Donghae tak menghiraukan Kibum. Ia lantas membuka jaket yang dipakainya, lalu memakaikannya pada Kibum. Tak sedikitpun rasa perhatian yang terbuang dari Lee Donghae, untuk Kim Kibumnya. Juga tak sedikitpun pancaran kasih yang terbuang dari mata Kim Kibum untuk Lee Donghaenya. Entah sejak kapan ini terjadi di antara keduanya.

“Aku begitu takut kau mati, Kibumie! Aku tak ingin kau mati,” tutur Donghae sambil kembali menahan tangis.

“Baiklah! Jangan menangis!” sela Kibum sambil memeluk Donghae. “Kita akan lari bersama suatu saat. Aku berjanji!”

“Kibumie..”

“Hmm..”

Donghae terdiam sejenak. Untuk selanjutnya ia kembali berucap “apa kau benar-benar menyukaiku?” dan Donghae mendengar tawa ringan dari bibir Kibum. “Apa.. kau rela meninggalkan ayahmu, demi aku?” Tanyanya lagi sambil mendongak menatap Kibum.

“Ya.” Jawab Kibum mantap.

Donghae tak berkedip mendengarnya. Terdapat haru yang begitu dalam di matanya. Namun, itu tak berlangsung lama, saat ia dapat merasakan sesuatu yang keras dari dada Kibum yang tengah memakai jaketnya. Ya! Jaketnya mengingatkannya pada suatu hal.

“Astaga! Penaku!” pekik Donghae sambil mengeluarkan sebuah catatan kecil dari dalam saku jaketnya. Catatan kecilnya memang ada, namun? Pena kesayangannya tak ada, membuatnya panik.

“Pena?” tanya Kibum heran.

“Kau sering melihatku menulis dengan pena itu, Kibumie.”

Kibum mencoba mengingat, hingga, “Oh! Itu terjatuh saat kami membawamu kemari,” jawab Kibum.

Donghae membulatkan matanya. “Lalu dimana itu sekarang? Katakan, Kibumie!”

Kibum begitu heran, kenapa Donghae begitu panik setelah tahu penanya menghilang. Apa sebegitu pentingnya?

“Itu, Pamanku yang memungutnya. Tapi sekarang entah dimana ia menyimpannya.”

Donghae semakin panik dengan jawaban Kibum. “Kita harus mencarinya Kibumie! Aku harus menemukannya Kibumie! Demi Tuhan!!” raung Donghae.

“Tenanglah hyung. Kita bahkan tak bisa keluar karena tersekap disini!”

“Tidak! Aku harus menemukannya! Aku membutuhkannya. Aku harus merubah semuanya, Bryan!”

“Huh?” Kibum semakin melongo tak percaya. “Merubah apa? Dan juga, Bryan? Siapa yang kau maksud?” tanyanya, membawa kembali kesadaran Donghae.

“Itu..”

“Siapa itu Bryan? Ada apa dengan penanya? Katakan!”

Belum sempat Donghae menjawab, kembali pintu ruangan yang tengah dihuni keduanya, menjeblak terbuka menampakkan Heechul bersama kawanannya dan juga? Menatap marah pada Donghae.

 

Satu hari sebelumnya..

Sungmin tersenyum puas saat mendapat sebagian data Kim Heechul yang sebenarnya sudah terkunci dan dijaga ketat oleh negara, sehubungan dengan kasus terdahulu.

“Yesung?” Ucapnya sambil mengangkat telfon, mencoba menghubungi seseorag. “Teuki hyung! Cari seseorang bernama Yesung. Dia adik Kim Heechul. Sekap dan jadikan dia sebagai umpan!”

Tak lama, hanya butuh waktu beberapa jam, Sungmin kembali mengumpat. “Kenapa kau malah membunuhnya hyung! Sekarang Donghae yang berada dalam bahaya!”

 

Brak.

Satu kursi usang habis, hancur atas perbuatan Heechul yang membantingkannya ke dinding. Ia mengamuk dengan mata terarah pada Donghae.

“Ayahmu brengsek!” Umpatnya pada Donghae, sedang Donghae? Balas menatap Heechul ragu, dengan tangan yang berada dalam genggaman tangan Kibum.

“Sebenarnya ada apa, ayah?” Kibum kembali menyela, lantas menatap Kibum sambil menyeringai. “Mereka membunuh Yesung!” Umpatnya, lalu dengan satu gerakan..

Prak.

Menghantamkan kayu tersebut pada salah satu kaki Donghae, dan membuat ia menjerit hebat. Kibumpun terkejut seketika. “Jangan ayah!”

Heechul bernafas cepat. Ia mencoba menahan amarahnya, sambil berfikir “aku tak akan membunuhnya sekarang!” dengan menutup kedua matanya. Tapi setelahnya? Ia memandang kawannya yang lain sambil kembali berkata “Sekap kembali anak itu! Jangan berikan dia makanan! Jangan pernah melepasnya sedikit saja! Hingga ayahnya datang..”

“Ayah!” protes Kibum namun? Ia hanyalah bocah yang akan kalah melawan begitu banyak orang dewasa di sekitarnya, meski mereka adalah kerabatnya selama ini. Semua orang bahkan terpaksa menahan pergerakan Kibum yang terus meronta, “Jangan!”.

Di samping itu Donghae menjerit dan terus meronta meski tetap saja, keadaan tetap sama, dan berakhir dengan perpisahannya dengan Kibum. “Kibumie!!” Isaknya.

Kibumpun akhirnya menangis saat melihat Donghae di seret dengan tubuh terikat dan di bawa ke tempat lain. Yang tak bisa Kibum lupakan adalah, jeritan Donghae saat itu. Begitu memilukan, terlebih saat bibir itu meneriakkan namanya.

Hingga, di salah satu ruang gelap akhirnya. Donghae kembali sendiri, dengan wajah yang begitu menampakkan sebuah penyesalan. Mulutnya kembali terkunci dan tubuhnyapun terasa sakit terutama kakinya yang sempat terhantam kayu.

Sementara di ruang lain, Kibum masih terdiam di tempat yang sama. Ia menyesali atas apa yang terjadi namun? Matanya tertuju pada sebuah catatan kecil yang tergeletak di dekatnya. Catatan yang berhiaskan tulisan dengan tinta merah. Dan Kibum? Mulai membuka lembaran pertama yang membuatnya kembali mengernyit bingung.

“Aiden..” Bacanya. “Aiden menginginkan hidup yang menarik.” Itu adalah kalimat yang pertama ia baca.

“Huh?”

TBC

Ahhhh~ saya tekankan, baca perlahan, juga, jangan terlalu larut dalam permasalahan orang tua mereka. Ingat ini tentang Donghae dan Kibum. xDD Saya yakin ada begitu banyak hal yang membuat kalian bingung? Tanyakan saja, semoga saya bisa menjawabnya di chapter berikutnya. Dan? Ini memang sengaja saya ungkap perlahan

. Masih bingung? Karena kuncinya memang saya siapkan di akhir. Dan ingat juga ini sedikit fantasy~ 

Terakhir, Saya jahat ya? Tak pernah balas komen kalian? Intinya sih, saya berterima kasih untuk semuanyaaaa~😀 terima kasih masih ingin membca fict saya. HaaHaa. Maaf jika banyak mengecewakan. Pokoknya, saya usahakan yang terbaik untuk tulisan saya. :) 

 

23 thoughts on “RED INK [2]

    Gigia said:
    Januari 19, 2013 pukul 3:07 pm

    Kihae a kecil2 udah tau cinta2an so sweet banget…heechul sadis amat si,anak sendiri jg dihajar.msh blm mengerti si jln crta a,tpi kalo inti a tentang kihae udh mengerti dong,ada kisah cinta a kihae biarpun agak sedikit beda dari ff yg lain.bagus..bagus

    RiHae said:
    Januari 19, 2013 pukul 3:18 pm

    wahhhh makin pnasaran ……..
    kunci utamanya pada pena dan catatan Hae kan thor????
    lanjut thor…..

    Eun Byeol said:
    Januari 19, 2013 pukul 3:46 pm

    Nanti aku mau minta kuncinya sma Hae aja, ikan satu itu pasti tau LOL
    catatan itu jadi acuan hidup hae yg akhirnya trjd beneram gitu, eonn??

    arumfishy said:
    Januari 19, 2013 pukul 4:09 pm

    lanjuttt,,,
    apa Kihae bs kabur??ayo sungmin cpt selametin Donghae,,,

    walau kibum jd jht tpi ttp hatinya g mw klo Donghae terluka..:)

    Laila .r mubarok said:
    Januari 19, 2013 pukul 5:34 pm

    Eh nama yesung baru mncul sekali eh udah langsung metong..
    Cabal yah yeye haha

    Eon kihaenya masih kecilkan, kira” umurnya berapa sih?
    Klo dichap1 hae msh dgendong sma appa.nya mngkin skitar 6/7 thunan, tpi dichap ini 6/7 thn berasa terlalu muda untuk adegan begini..

    Aah jdi barapa pas.nya dah eon?
    #brasa nawar harga hehe
    Aku rada bngung bayanginnya klo ga ketauan umurnya.. Hehehe😀

    Elfisyhae said:
    Januari 19, 2013 pukul 11:28 pm

    Mulai da cinta2an nya. . . D tnggu kelanjutanya.

    ndah951231 said:
    Januari 20, 2013 pukul 8:03 am

    huweee T-T
    jangan apa”in donghae nya dong eon😥 bummie juga jangan~

    baca ini entah kenapa cuma fokus sama penganiayaan yg didapet hae & bummie ajah TT-TT hiks hiks

    lanjut yah eon,
    masih rada bingung” nih dg jalan ceritanya –‘

    ndah951231 said:
    Januari 20, 2013 pukul 8:03 am

    huweee T-T
    jangan apa”in donghae nya dong eon😥 bummie juga jangan~

    baca ini entah kenapa cuma fokus sama penganiayaan yg didapet hae & bummie ajah TT-TT hiks hiks

    lanjut yah eon,
    masih rada bingung” nih dg jalan ceritanya –‘

    Lee Sae Hae said:
    Januari 20, 2013 pukul 3:59 pm

    Ok.. Jadi kibum sebenernya baik. Akhhh.. Leganyaa. Iyalah, mana bisa kibum jahat sama istrinya sendiri. Kekeke
    Aduhhh.. Heechul kok sadis banget sih. Sebegitunya banget sama dendamnya.
    Soal pena itu?? Bikin penasaran.. Jadi sebenernya pena itu kenapa ya eonn?
    Apa karna cerita yang hae tulis pake pena itu jadi nyata? Begitu? Aduhhhh.. Bingung plus penasarannn..
    Lanjuttttt eonn!!
    Kerennn banget! Seru!!

    gamers cho said:
    Januari 20, 2013 pukul 11:28 pm

    apa cerita yg dicatatan hae itu semacam cerita yg bisa jadi nyata? jadi hae bikin sendiri alur hidup nya ? dan soal orang tuanya yg selingkuh jangan2 cuma fantasi si ikan ajaa #eh

    Shin Y said:
    Januari 21, 2013 pukul 3:20 am

    ak masih agak was-was ama karakternya hae di sini,, dia tu bisa mengerikan tp kog ya cengeng,, n penanya tu yg misterius,,,

    KiHae_129 said:
    Januari 21, 2013 pukul 7:24 am

    Haloo..
    Huwaaa..
    Ff nya keren..
    Tp menegangkan,,
    Baru di ff ini liat Hae dlm crime,,gak manja jga..
    Lanjut dech..!!
    Fighting

      sugihhartika responded:
      Januari 23, 2013 pukul 8:17 am

      Iya. &_&

      Terima kasih.🙂

    gaemwon407 said:
    Januari 21, 2013 pukul 9:41 pm

    Balik lagi~:D
    Ecieeee bummie soksok bela hae:p
    Ecieeee bummie udah cintacintaan sama hae:p
    Ecieeee bummie mau ninggalin ayahnya demi hae:p wkwkwkwk
    Orangtua yg punya masalah malah anak yg jadi korban ckckck-_-
    Masih belom ngerti ttg catatan di bukunya hae itu eon?bryan aiden?apa maksudnyaaaa?
    lanjuuuuuuuuut!
    Oh iya ini sampe berapa part eon?:D the mask doooong:p

    hima_kawaii said:
    Januari 25, 2013 pukul 11:04 am

    huuwwwaa agak ngeri jg ada violence-nya -,- kkkkk~ aku penasaran sama tulisan donghae:/
    oh, gpp lah unnie gak direply komennya…kita ngerti kok ^^😀

    Shizuku M said:
    Januari 26, 2013 pukul 11:08 pm

    sumpah penasaran banget sama buku catatannya hae, ayoo bongkar!! but sebelumnya hei mereka masih kecil tapi udah saling cinta? kihae kihae emang dasarnya nempel terus yak hahahah

    Mea Hae said:
    Januari 30, 2013 pukul 12:05 pm

    pena hae kuncinya
    pensaran

    Raihan said:
    Februari 1, 2013 pukul 3:58 pm

    Jangan-jangan apa yang ditulis Donghae dengan pena tinta merah itu bisa mejadi nyata, karena itu Donghae ribut soal hilangnya penanya?..

    Hayoooo lo Donghae hayoooo loooooo #plaak

    Sungmin kerennnnnnnnnnnnnnnnnn suka dah sama Sungmin yg jdi perkasa(?) disini, biasanya dia jdi lembut gemulai…..

    Asli sifat2 castnya disini kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnn aku suka

    Kerennnnnnnnnnnnnnnnn ^_<

    hubsche said:
    Februari 5, 2013 pukul 4:16 pm

    KIHAE… KIHAE… KIHAE ^^
    Abaikan Chullie… Abaikan Sungmin… Abaikan Teuki, Yesung dan semua hahahaha

    ainun_lara said:
    Februari 10, 2013 pukul 10:55 am

    Isshh jadi Hechul dendam sama Appanya Hae,Sungmin?,kejam banget sih Chullie,anaknya sendiri di siksa. Trus itu..itu KiHae masih kecil aja udah saling suka,agioooo,Cubit geura.. Jd beneran Penanya bertuah ya,”apa itu bertuah,abaikan”,tambah penasaran,baca kebuutt

    BryanELFishy said:
    Februari 21, 2013 pukul 2:23 pm

    kibum so sweet….. yakin ini 12 tahun? dibayanganku malah udah 20 tahun #plakk melenceng
    sebenernya mau mendalami (?) permasalahan kihaenya aja, tapi karna tokoh pendukungnya juga bikin tanda tanya, jadi mau nggak mau ikut bingung juga.

    casanova indah said:
    Oktober 13, 2013 pukul 8:11 am

    udah baca chap ini dulu di ffn..
    tapi baca ulang soale lupa smp mana..
    mumpung dah liat chap selanjut’a..😀

    TeukHaeKyu said:
    Juli 8, 2014 pukul 6:03 am

    Muhahahaha,.. bakal jadi cerita yang super ruwet,.. tapi saya seneng banyak member SJ yang terlibat di sini,.. hihihihihi😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s