ILLEGAL AGENT [2]

Posted on

Summary:

Harta, sesuatu yang berbahaya. Mengancam nyawa bocah yang bahkan, menganggap semua orang adalah orang yang baik, dan tak pernah menganggap kejahatan itu ada..

[CHAPTER 2]

.

“Jangan pernah melibatkan Siwon lagi Gege! Aku tak ingin melihat wajahnya!!” omel Donghae, tepat setelah beberapa menit Siwon melangkah pergi dari kediamannya dan juga Kibum. Percakapan tersebut, terjadi setelah Donghae dengan segera meraih ponsel miliknya, menghubungi Tan Hankyung, lantas melontarkan protesnya dengan jelas.

Sedang Hankyung, terbahak dari ujung sana. “Hanya mengantarkan data yang kalian butuhkan, Hae!” jelas Hankyung, terdengar sedikit mengejek Donghae.

Donghae mendengus sebal. Ia tak menyukai sisi lain dari Hankyung saat ini. Terlalu acuh dengan apa yang terjadi. Uang adalah prioritas utama baginya. Begitulah..

“Baiklah!” tukas Donghae. “Asal kau tak melakukan hal yang sama seperti dulu, Gege! Ini yang terakhir,” ungkap Donghae dengan sinisnya.

Pip.

Iapun menutup ponselnya, berakhir dengan satu pelukan dari belakangnya, lantas mendekapnya mesra, dan mencium pipinya singkat. Donghae tahu, ini adalah Kibum yang terlihat menenangkannya. Kibum bahkan berbisik, “tak usah marah lagi, sayang..”

“Tapi mereka menyebalkan!” umpat Donghae, dalam bisikan, yang menunjukkan bahwa ia telah luluh akan bujukan Kibum.

Kibum semakin merapatkan dirinya pada punggung Donghae. “Jangan dengarkan mereka! Cukup lihat aku, dan juga seorang Henry,” lanjut Kibum.

“Huh?”

Kibum tersenyum. “Kau akan menyukainya,” ungkapnya akhirnya, sambil menunjukkan sebuah fhoto seorang anak dengan wajah imut. Kulit yang begitu putih, dengan pipi cukup bulat berisi.

“Ini?”

“Kita akan menjadi pelindungnya, mulai hari esok,” jelas Kibum.

“Oh Kibum!” decak Donghae. “Aku masih ragu,” tuturnya, lantas menarik diri dari pelukan Kibum, dan dengan cepat menoleh Kibum.

“Kau tak menyukainya? Kupikir ia lebih lucu dari Kyuhyun,” sanggah Kibum, namun mendapat delikan tajam dari Donghae, yang lantas mengundang tawa dari bibirnya.

“Bukan masalah itu Kim Kibum! Kau juga membuatku kesal!” rutuk Donghae kemudian. Namun itu tak berlangsung lama. Kibum segera menarik dirinya.

Kibum bahkan, menggoda Donghae dengan mengapit dagu Donghae, lantas mengangkat wajah Donghae. “Mari bangkit bersamaku, Hae!” ucapnya dengan senyum terpajang, hingga di dekatkan wajahnya pada Donghae. Hanya mendekat..

Di sisi lain, Donghae mengerti. Ia segera mengecup cepat bibir Kibum, dengan wajah yang begitu ia tekuk.

Lama, Kibum enggan menarik jauh wajahnya. Tetap berada pada posisi semula, dengan mata menatap lekat pada Donghae, yang tengah beradu nafas dengannya, karena jarak wajah yang sungguh sangat dekat. Keningnya mengerut, tak menerima sikap dingin Donghae padanya.

“Apa?” tanya Donghae dengan ketusnya. Namun, Kibum mengunci gerakannya. Ia menahan tengkuk Donghae, agar wajah itu tak menjauh, meski Kibumpun terlihat enggan memberikan ciuman terlebih dahulu.

Donghae kalah. Ia tak akan sanggup membiarkan dirinya marah terlalu lama pada Kibum. Helaan nafas berat terlewati, hingga ia mencium bibir Kibum kali ini. Dalam waktu yang cukup lama.

Kibum tersenyum pada akhirnya. Begitulah Donghae yang biasanya. Akan memberinya kecupan mesra, meski ia tak harus meminta dalam kata. “Aku mencintaimu, Hae..” ucapnya.

Donghae masih terlihat sedikit menekuk wajahnya, saat kini Kibum yang mengambil alih. Mulai melumat lembut bibirnya. Membuat matanya menutup indah dalam sebuah kenikmatan.

Tak perlu ada cerita lain, tentang keduanya yang entah mengapa, mencapai rasa yang begitu mendesak. Bahkan dalam ciuman panas yang berlangsung entah sejak kapan itu, Kibum menarik tubuh Donghae, ke arah ruangan pribadi mereka, lantas menendang pintu, sesaat setelah keduanya masuk.

Biarkan terjadi..

“Tunggu sebentar..”

Hari begitu cerah, bersamaan dengan tugas terakhir Kim Kibum dan Lee Donghae kala itu atas seorang Cho Kyuhyun. Donghae ingat dan melihatnya kembali..

Ia dan Kibum bersorak, dapat menarik nafas lega, saat tahu tugas mereka selesai, bersamaan dengan tuan Cho yang dinyatakan tak bersalah atas kasus yang menimpanya.

Hari tersebut adalah, hari terakhir bagi keduanya bersama Kyuhyun, bocah menyebalkan, namun mampu membuat Donghae begitu menyayanginya. Kibumpun demikian, meski ia tak terlalu menunjukkannya. Hanya diam dan mengamati, dengan senyumnya yang tersembunyi. Kini, sang bocah, harus kembali pada sang ayah yang jelas, dengan seluruh haknya, dapat melindungi Kyuhyun.

“Kau mau kemana, hyung?”

Kyuhun bertanya pada Kibum yang turun dari mobil yang mereka tumpangi. Donghaepun terlihat heran dengan kepergian Kibum, namun? Kibum mengacungkan sebuah telpon miliknya yang bergetar menandakan telpon masuk.

“Gege memanggilku, kalian tunggulah,” jawab Kibum kemudian.

Dalam jarak pandangnya, Donghae dapat melihat Kibum yang menjauh, demi mendapatkan kenyamanan saat bercakap dengan panggilannya. Tan Hankyung. Sementara itu, dirinya mulai melirik Kyuhyun yang mengeluarkan PSP miliknya.

“Bisakah kau tak bermain? Ayolah Kyu! Ini hari terakhir kita! Simpan benda itu!” rutuk Donghae tak suka.

Kyuhyun menggaruk kepalanya, lantas menyimpan kembali PSPnya. ‘hari terakhir,’ menjadi bagian menarik baginya, lantas memberinya satu kesimpulan. “Jangan tinggalkan aku, hyung..” bibir mungilnya berucap penuh harap.

“Tugas kami selesai, Kyu. Kami harus mengerjakan hal lain,” timpal Donghae.

Kyuhyun menolehkan kepalanya, nampak memandangi langit dari jendela di sampingnya. Ia merasakan sentuhan sedikit angin dari jendela yang sedikit terbuka itu, sementara Donghae melihat Kibum yang tengah bercakap, membuatnya resah karena memakan banyak waktu.

Hyung..”

Tiba-tiba Kyuhyun berucap, membuat Donghae kembali menatapnya. “Kalian harus selalu ingat padaku,” ucapnya dengan senyuman.

Donghae tentu membalas senyum itu. Ia baru saja akan menjawab, jika saja tak ada sesuatu yang membuat jantungnya serasa ditarik dari bawah. Matanya membulat, kala menatap truk yang melaju kencang ke arah mereka.

BRAKK..

Dalam kesadaran yang menipis. Di tengah rasa sakit yang mencabik tiap kulitnya, Donghae menggenggam tangan mungil Kyuhyun dengan erat. Bocah itu memejamkan matanya, dengan mulut yang penuh darah dengan tubuh terhimpit.

“Kibumie..”

Dengan lirih Donghae memanggil Kibumnya. Kibumnya yang sudah sangat ia yakini, akan menolongnya dan Kyuhyun. Dan apa yang terjadi..

Kibum datang. Ia merasakan saat Kibum menyeret tubuhnya, namun tidak dengan Kyuhyun. Tentu Donghae berontak. Sangat! Seolah mendapat kekuatannya kembali, ia meronta dalam pelukan Kibum yang memeluknya erat. Ia terus berteriak histeris, berteriak agar Kibum mengeluarkan Kyuhyun. Namun, ucapan Kibum, seolah mematahkan setiap harapnya. Membuat telinganya tuli, dan mengambil kesadarannya sepenuhnya. Tepat setelah Kibum berkata “Kyuhyun sudah tak bisa diselamatkan, Hae,” dalam bisikan pelan.

Donghae memekik tertahan, serta membuka keras matanya. Ia berkedip, lantas dapat merasakan satu belaian Kibum pada punggung polosnya. Tak ada kain melekat di tubuh keduanya. Ingatlah, kegiatan apa yang mereka lakukan untuk terakhir kalinya.

“Kau bermimpi buruk?”

Suara Kibum menggema, memenuhi pedengarannya. “Aku tahu, bagaimana perasaanmu, Hae. Akupun merasa buruk. Tak dapat menyelamatkan Kyuhyun! Tugas kita memang gagal,” tuturnya. “Apalagi,” ucapnya tertahan, saat jemarinya, berhenti pada bagian punggung Donghae, dimana disana terdapat sebuah bekas luka yang cukup besar. “Aku membiarkanmu terluka seperti ini. Ini menyakitiku,” lanjutnya.

Donghae tak bergeming. Ia terdiam tanpa membalas tiap kata Kibum. Satu sandaran ia berikan pada dada Kibum, dan mencoba merapatkan tubuhnya.

Hingga menapaki beberapa menit..

“Lupakan semuanya,” ucap Donghae, hampir berbisik. “Jangan pernah mengingatkanku lagi, Kibumie..”

Kibum menarik kedua sudut bibirnya, agar membentuk sebuah senyuman. Ia lantas mendekap erat Donghae yang memang tengah berada dalam jangkauannya. “Aku tahu,” ucapnya. “Aku tahu..” sambil menepuk-nepuk punggung Donghae..

“Dimana dia?”

Donghae, berada di antara riuhnya orang-orang di Bandara, untuk menyambut seorang bocah dari Taiwan. Ia membuka kacamata hitam yang sedari tadi menghiasi wajahnya. Sedang Kibumpun, mencoba mengedarkan pandangnya.

“Apa dia bisa bahasa Korea?” tanya Donghae kemudian.

“Bisa! Ibunya Korea,” ucap Kibum.

Keduanya sempat menunggu lama, hingga seorang pria cukup tua, datang sambil menuntun bocah pria dengan wajah yang sama dengan fhoto yang berada dalam genggaman Kibum.

“Maaf, apa kalian?”

Mereka ragu untuk saling mengenali. Hingga harus sang bocah yang berbicara, mendahului. “Aku Henry, hyung. Apakah kalian yang akan menemani liburanku?”

Oh! Bocah tersebut terlalu manis di mata Donghae. Terlihat dari matanya yang menatap Henry dengan binar bahagia. Bahkan bibirnya tak henti tersenyum.

Henry Lau, datang dengan pakaian birunya. Topi? Tas yang ia gendong. Kulitnya yang mulus, putih tanpa noda. Tentu saja Donghae menyambutnya. “Kami akan menemanimu hingga kau puas berlibur disini, Henry-ya!”

Sungguh pembukaan yang luar biasa hangat, dan berjalan lancar. Bahkan Donghae dan Kibum tertawa, kala Henry mengangguk sopan pada mereka sambil berkata “mohon bimbingannya dan terima kasih.”

“Itu terlalu formal!”

‘Berbeda sekali!’ pikir Donghae. Ia ingat, betapa angkuhnya dulu Kyuhyun kala menyambut dirinya, meski itu terlihat sangat lucu. Kyuhyun yang begitu tahu segalanya, di usianya yang masih terbilang dini? Ia bahkan mengetahui, saat nyawanya terancam. Beruntung, karena itu membuatnya lebih berhati-hati setiap ia menemusi sosok baru.

Sejenak ia pandang Henry yang duduk diam, dan rapih. ‘Anak ini baik tanpa cela,’ simpul Donghae. Atau mungkin karena dirinya merasa tengah berkunjung di negara orang lain. Lalu, Donghae lirik Kibum di sampingnya. “Berapa lama dia akan bersama kita? Kau belum menceritakan detailnya, Kibumie..” ujarnya.

Kibum tersenyum. “Aku lupa! Nanti saja. Tak baik berbicara di hadapannya bukan?” ungkap Kibum.

Donghae melirik Henry yang terduduk sendiri di belakang. Sejenak ia mengingat, bayangan Kyuhyun yang selalu dalam posisinya. Merutuk karena dirinya hanya terduduk seorang diri di kursi belakang. Lain dengan Henry yang yang diam, dan hanya duduk manis saja.

Lee Donghae tersenyum. Untuk selanjutnya, ia pindah, menemani Henry di belakang setelah sempat meminta ijin pada Kibum, yang malah tersenyum menanggapinya. Henry membuat Donghae berbeda, seolah mendapat sinarnya kembali.

“Aku senang bertemu denganmu. Panggil aku Donghae hyung saja, Henry-ya!” seru Donghae, tak henti mengajak Henry bicara.

“Oke!” balas Henry tak kalah riang. Bocah itu menanggapi setiap prilaku Donghae dengan baik. Terlalu cepat, mengingat mereka baru bertemu bukan?

“Dan yang di depan, itu adalah Kibum hyung. Kau bisa mengingatnya?”

“Kenapa begitu Hae!” protes Kibum di depan sana. “Namaku tak sulit,” bantahnya.

Donghae terkikik geli, lantas kembali memandang Henry, yang lalu menyodorkan beberapa buah permen padanya. “Ini untukmu, hyung..”

“Oh! Terima kasih..” ungkap Donghae, dan mengambil permen-permen di tangan Henry.

“Aku hanya memberikan permen itu untuk teman-temanku saja,” ucap si kecil Henry, lantas membuka topinya, menampakkan helaian rambut depannya yang tampak basah oleh keringat, karena sempat terbungkus kain dari topinya beberapa waktu lalu. Ia lalu mendongak menatap Donghae. “Kita berteman kan?” ucapnya.

Donghae terpaku dibuatnya. Rasa hangat menyeruak ke dalam hatinya. Untuk sesaat, ia memandang Kibum dengan ragu, lantas memberi Henry satu pelukan. “Tentu saja! Kenapa harus bertanya?” ucapnya, sambil menepuk-nepuk punggung Henry.

“Temanku sedikit,” ungkap Henry sesaat setelah Donghae melepas pelukannya. Kibumpun kini, lebih memfokuskan pendengarannya.

“Huh?”

Henry menatap Kibum dan Donghae bergantian. “Aku kesulitan mendapatkan teman, hyung,” cetus Henry.

“Benarkah?”

Henry mengangguk pasti. “Ayah melarangku berteman dengan orang lain,” adunya.

Donghae memandangi Henry dengan lekat, dimana bocah itu lalu kembali menatapnya dan tersenyum lembut. “Dia bilang, tak ada orang yang baik jika tanpa imbalan. Ayah takut, jika temanku mengambil uangnya,” terang Henry tanpa ragu di matanya.

“Dia sayang padamu, Henry-ya..” Kibum mencoba bergabung. “Ada begitu banyak orang, yang bahkan kita tak tahu, apa tujuan mereka berada di samping kita,” ucapnya. Dan dengan satu lirikan yang ia berikan pada Donghae, ia berkata “maka jangan terlalu mempercayai orang di sekitar kita.”

“Termasuk kami,” tambah Donghae.

Namun Henry, sang bocah menggeleng. “Kalian orang baik kan? Aku yakin! Semua orang adalah orang yang baik!” simpulnya dengan polos dan tersenyum lebar..

“Aku tak tahu permasalahan jelasnya tapi, Gege bilang, ayahnya sengaja mengirimnya untuk memancing keberadaan seseorang disini,” jelas Kibum.

Sedang Donghae berdecak kesal. “Apa dia gila?! Menjadikan anaknya sendiri sebagai umpan?” hardik Donghae.

“Menurutku masuk akal,” bantah Kibum.

“Maksudmu?”

Kibum tersenyum, “yang kutahu, ayah dan ibunya berpisah dalam hubungan yang kurang baik, entah karena apa,” tutur Kibum.

“Lalu?”

“Ibunya disini, Hae. Di Korea.”

Donghae nampak bingung meski ia tetap mencoba berfikir. “Maksudmu ayahnya, berusaha memancing mantan istrinya dan menjadikan Henry sebagai umpan?” tanyanya.

“Tepat! Dan mungkin saja, hanya Henry yang dapat membuat sosok sang ibu keluar,” ucap Kibum.

“Tapi untuk apa!”

Kibum mengangkat bahunya. “Aku tak tahu. Analisaku hanya sampai disana. Dan selanjutnya, hanya mereka yang tahu,” kata Kibum, lalu membimbing Donghae agar bersandar pada bahunya. “Kita hanya perlu menjalankan tugas kita, apapun yang terjadi,” ucap Kibum. “Selesaikan, dan semua berakhir!”

Donghae menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

“Apa Henry sudah tidur?” tanya Kibum kemudian.

“Ya. Setelah dia membersihkan seluruh badannya, tak lupa menggosok gigi,” terang Donghae.

“Bagus!” ucap Kibum dan lalu mulai mendekap tubuh Donghae.

“Huh?”

Donghae bingung, namun Kibum enggan menjelaskan. Ia hanya memandang Donghae dengan seringaian di wajahnya.

“Apa?!” decak Donghae sambil menyikut perut Kibum dan mencoba menjauh meski itu tak terjadi karena Kibum segera mengunci tubuhnya disana.

“Ya, Kim Kibum!!”

Henry terbangun tiba-tiba, di antara gelapnya ruangan dimana ia berada kini. Ia tak terlihat takut. Nyatanya, ia sudah berada di kediaman Kibum dan Donghae, dan menghuni salah satu kamar di rumah tersebut.

Henry mencoba mengingat, hingga akhirnya dapat ia nyalakan lampu di ruangan tersebut. Lantas selanjutnya, ia melihat jam yang masih menunjukkan pukul 11 malam. Hampir menginjak tengah malam.

Maka ia mencoba tertidur kembali. Tapi, matanya enggan kembali terlelap, membuatnya teringat akan satu hal dan segera beranjak menuju pintu. Sesaat setelahnya, ia dapat melihat ruangan tengah yang sama gelapnya. Hanya terdapat sinar dari televisi yang menyala. Namun di sisi lain, langkahnya terhenti saat mendengar suara yang hampir menyerupai bisikan..

“Jangan disini! Kibumie! Akh..”

Henry mencoba menajamkan telinganya di antara langkah kakinya yang bergetar. Ia mulai terlihat ketakutan, dan mencoba mengendap, menghampiri kamar Kibum dan Donghae.

“Anh! Dia akan mendengar! Kibumhhh..”

Suara itu datang lagi, membuat Henry benar-benar ketakutan, dan membuatnya akhirnya menjerit ketakutan. “Hyung! Hyung!” tentulah Kibum dan Donghae yang ia panggil.

SRET!

Henry memandang horor kearah sofa yang menghadap televisi. Sofa yang tengah ia lewati, karena tiba-tiba nampak dua bayangan hitam tersorot cahaya dari arah televisi.

“ARGH!!!”

Teriak Henry histeris, hingga lampu ruangan tersebut menyala dan membuat ia meredam teriakannya. “Hyung! Itu kalian!” ucap Henry yang masih terkejut. Ia dapat melihat Kibum yang baru saja menyalakan lampu, menyender di salah satu dinding. Di sisi lain, ada Donghae yang masih terduduk gusar di atas sofa sambil memandang Henry.

Beberapa kali Henry menarik nafasnya dalam, sambil mengusap-ngusap dadanya. “Kupikir tadi ada hantu!” adunya, perlahan mendekati Donghae. “Kalian sedang apa disini?” tanyanya kemudian. “Kalian tidur disini?”

Kibum masih bisa bersikap biasa. Lain dengan Donghae yang tak mampu menyembunyikan rasa canggungnya, terlebih dihadapan Henry.

“Eh?”

Masih dengan rentetan pertanyaan yang belum dijawab baik itu oleh Kibum ataupun Donghae. Henry kembali menunjukkan sikap herannya sambil berkata. “Kenapa kalian berantakan sekali?” tanyanya, melihat rambut Donghae dan Kibum, yang nampak acak, dengan kancing piyama Donghae yang terbuka di beberapa bagian.

“Oh! Itu..” Donghae mencoba berfikir, memikirkan jawaban yang masuk akal bagi sang bocah yang tak hentinya bertanya. Perlahan, ia tarik piyama atas, yang nyatanya adalah milik Kibum, mencoba mendudukinya, menyembunyikannya dari Henry.

“Kami sudah akan tidur,” jawab Kibum kemudian, dan menghampiri Henry, lantas mengangkat Henry, agar terduduk, bergabung bersama Donghae. “Kenapa kau bangun?” tanyanya, menyelipkan Henry di antara dirinya dan juga Donghae.

Sedang Donghae, sibuk merapihkan dirinya.

“Aku belum minum susu coklat,” ucap Henry sambil menggoyang-goyangkan kakinya. “Aku lapar,” lanjutnya.

Donghae tertawa ringan dibuatnya. “Kenapa kau tak bilang, Henry-ya? Akan hyung buatkan. Apa hanya susu coklat?”

“Ya,” jawab Henry yakin, sambil berucap “maaf merepotkan,” dengan sangat pelan, dan dapat di dengar Kibum.

Kibum segera mendekapnya gemas. “Biarkan saja! Dia repot, itu tak masalah!” terangnya. Namun..

“Jangan bicara macam-macam Kim Kibum!!”

Donghae berteriak dengan lantang dari arah dapur, membuat Henry dan Kibum saling berpandangan, lalu saling melempar senyum.

“Dia membayarku dengan uang yang sangat banyak, untuk mengetahui keberadaanmu, sayang..”

Hankyung tengah bermain dengan seorang perempuan cantik dalam lahunannya.

“Dia sungguh naif! Dia menjadikan anakku sebagai umpan? Yang benar saja!” umpat sang wanita dengan belahan bibir yang mulai menyentuh kulit di wajah Hankyung.

“Tapi dia akan selamat, selama berada dalam pengawasan anak buahku! Untuk itulah dia berani membayar mahal untuk keselamatan putranya,” jelas Hankyung sambil berusaha menahan nafasnya, kala jemari nakal sang wanita menyusuri bagian perutnya, dan mulai turun ke bawah.

“Aku tak peduli, jikapun anak itu harus mati,” tukas sang wanita.

“Eh? Ada apa denganmu, Kim Heechul! Dia anakmu!” hardik Hankyung.

Sang wanita, Heechul nampak berdecak sebal. Ia memandang Hankyung lalu menarik diri. “Aku yakin, kaupun lebih tertarik pada harta ayahnya?”

“Apa maksudmu?” tanya Hankyung bingung.

Namun Heechul masih tersenyum dengan sinisnya. Ia lalu mencoba mencium bibir Hankyung, hingga berakhir dengan sebuah bisikan, “mari bekerja sama denganku, sayang..”

Oh! Hankyung terbuai, dan tak dapat menahan, hingga di tariknya Heechul. Ia banting tubuh Heechul menuju ranjang di samping mereka, menyingkap rok Heechul, lantas bercinta dengan senang hati..

Menapaki hari berikutnya, Henry berkata ingin jalan-jalan di pagi hari. Namun? Belum sempat ia melakukan apa yang ia ingin, seseorang yang asing, sudah ada di depan pintu.

Henry tengah sendiri, karena Kibum dan Donghae masih berada di dalam rumah. Ia tentu saja bingung pada orang asing yang tiba-tiba saja datang tersebut. “Anda siapa?” tanya Henry dengan tenang.

Sosok asing itu hanya tersenyum. “Aku teman ayahmu, nak..”

“Benarkah?”

“Ya,” jawab sosok itu, dan Henry, dapat melihatnya memperhatikan sekeliling kediaman Kibum dan Donghae. “Kau, mau ikut denganku sebentar? Ayahmu berpesan padaku, bahwa..”

“Siapa?!”

Sosok itu terdiam, kala suara Kibum membahana turut berbaur. Kibum berdiri dengan angkuhnya disana, sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya. “Ada perlu apa?” tanyanya lagi dengan lebih dingin kali ini.

Henrypun melongo akan sikap Kibum yang baru diketahuinya. “Hyung dia..” ucap Henry, menunjuk sosok asing tadi yang tetap terdiam di belakangnya.

Kibum segera menghampiri Henry, lantas menatap sosok asing tersebut. “Kau belum menjawabku,” ujarnya.

Sosok itu tampak gusar, terlebih saat Donghaepun datang. “Aku hanya ingin menyampaikan pesan, dari Taiwan,” ucapnya.

“Pembual!” tukas Donghae, lantas melemparkan sandal yang tengah dipakainya, pada wajah sosok tersebut. “Jangan macam-macam!” rutuknya, lantas segera menarik Henry kembali ke dalam rumah. Biarkan sosok asing tersebut, bermain bersama Kibum.

“Tidak!” sergah Donghae dengan nada yang cukup tinggi. “Hidup ini kejam, Henry-ya! Jangan pernah mempercayai orang lain dengan mudah,” terang Donghae pada Henry.

“Kupikir semua orang itu baik! Semua orang baik,” tukas Henry.

Donghae menghela nafasnya. “Jangan bertingkah bodoh, kumohon!” ucapnya, hingga..

DORR!

Suara keras datang dari arah luar mengagetkan keduanya. Telah terjadi sesuatu di luar sana. Sedang Henry menatap Donghae. “Suara apa itu?” tanyanya terdengar bingung dan cemas.

Donghae segera hampiri Henry, menutup kedua telinga bocah itu. Sejujurnya iapun tak tahu, apa yang terjadi di luar sana. Namun, ia masih dalam tugasnya. Ia abaikan rasa hawatirnya terhadap Kibum. Ia tetap menenangkan Henry, sambil berkata “jangan dengarkan! Kau, tak mendengar apapun..”

Keadaan mendadak sunyi, hingga derap langkah, menghampiri keduanya. Masuk, melewati pintu masuk rumah tersebut. Dari apa yang Donghae dengar, suara itu menunjukkan ada beberapa langkah kaki yang melangkah. Bukan hanya satu kaki, atau kaki Kibum saja. Tapi..

“Hai.”

Donghae menarik nafasnya dengan sebal. Siwon datang, sambil melambaikan tangan padanya. Ia datang bersama Kibum. “Kenapa dia kemari lagi, sih!!” ketus Donghae, kearah Kibum yang hanya dapat terdiam, tak ingin menanggapi protes Donghae.

“Sabar, Donghae sayang..”

Kali ini Kibum memicingkan matanya ke arah Siwon. Beraninya ia menggoda Donghaenya. “Kau, selalu menyebalkan!” simpulnya tajam. Kali ini, umpatan keluar dari bibirnya, bukan dari mulut bawel Donghae.

“Ah! Kalian terlalu terburu-buru seperti itu!” ucap Siwon.

Sementara Henry, perlahan membuka telapak tangan Donghae di kedua telinganya lantas menatap Siwon dengan kedipan lucu miliknya. “Siapa dia, hyung?” tanyanya.

Siwon tentu menatap ke arah Henry. “Jadi, ini dia anaknya?” ucapnya, hendak memberikan sentuhan selamat datang pada Henry, namun segera ditepis Donghae.

“Jangan sentuh dia sembarangan, Choi! Kuperingatkan kau,” ancam Donghae dengan tegas.

Siwon mengangkat bahunya pasrah. “Aku juga tak akan datang jika Gege tak menyuruhku,” ucapnya.

“Gege!” sergah Donghae. “Apa lagi yang dia inginkan? Bisakah ia membiarkan kami bekerja dengan tenang?!” cacinya kali ini.

“Aku ditugaskan..”

“Keluar!”

Siwon tiba-tiba dikejutkan oleh suara dingin dari Kibum, yang berhasil menghentikan ucapannya. Ia menatap Kibum yang terlihat serius kali ini. Sedang Donghae, lantas kembali membawa Henry ke dalam kamar. Ia tak ingin, Henry akan menemukan adegan-adegan berbahaya yang dapat meracuni otak polosnya.

“Donghae, kau mau kemana, say..”

BRAK.

Kibum nampak menggebrak meja, dengan wajah memerah, menahan amarah dalam dirinya. “Keluarlah hyung! Segera! Dan bawa mayat orang di luar sana! Jangan kotori rumah ini,” ucapnya masih bersabar.

“Kibum! Aku kesini atas perintah Tan Hankyung,” sergah Siwon.

“Keluar! Bilang padanya, untuk mengatakan apapun langsung! Aku tak ingin mendengar apapun dari mulutmu,” ucapnya mulai meninggi.

“Tapi,”

Kibum berada di ambang batasnya. Ia hampiri Siwon dengan cepat, lantas meraih dan mencengkram kerah Siwon. “Dulu kau bisa membunuh Kyuhyun, bahkan melukai Donghae! Sekarang tak akan kuijinkan, meski itu perintah Tan Hankyung!”

“Bukan, ini..”

“Diam! Jangan membuatku marah, lebih dari ini..”

Siwon melepas cengkraman Kibum pada kerahnya. “Baiklah!” ucapnya masih dengan sabar. Perlahan ia rapihkan kemejanya. “Kalian bisa dengar langsung nanti dari Gege..” ucapnya dengan sebuah senyuman. Lantas berlalu meninggalkan Kibum.

Dengan santai, Kibum masih dapat menatap punggung Siwon yang mulai menjauh. Dalam hati ia bertanya-tanya, “apa lagi yang diinginkan Tan Hankyung kali ini..”

TBC

Tan Hankyung mau apa ya? Saya tak tahu. xD

30 thoughts on “ILLEGAL AGENT [2]

    hyukssoul said:
    Maret 8, 2013 pukul 1:06 pm

    MINAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!! kenapa di cut ‘adegannya’?? -_-
    MINAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!! INI SERU!!! :3
    mngkin mksdmu kurang pede karena intinya blum benar2 keluar? tapi, SAYA SUKA KIHAEHEN MOMENT NYA!!!!!!!! HOhohohohoho~

    LAGI MINA LAGI!!! \(^O^)/
    Mina, HanChul aslinya jahat???? APA PULA ITU SIWON PANGGIL2 DONGHAE SAYANG??? BUNUH AJA DIA KIBUM! BUNUH!!!! DONGHAE SAYANGMU SEORANG!!!

      sugihhartika responded:
      Maret 8, 2013 pukul 1:11 pm

      Eonnieeee~

      Begitulah. Takut bingungin readers. LOL biasanya saya promosi kalo post. Sekarang? Gak ahh. Uahaha. Tulisanku begini semua soalnya sekarang. Hanchul jahat bangettt~ xD

    BryanELFishy said:
    Maret 8, 2013 pukul 1:59 pm

    Eonnie….. kenapa dibuat jahat? merekakan BoNyoknya kibum!! *ih sotoy
    bingung saya mau tulis apa, jadi!!!
    mana lanjutannya?! #plakk

    Eun Byeol said:
    Maret 8, 2013 pukul 2:43 pm

    Hankyung mau apa mau apa mau apa?????
    Kok gege jadi jahat sih???
    Omo hampir saja pikiran polos mochi dikotori duo KiHae…

    hubsche said:
    Maret 8, 2013 pukul 3:00 pm

    Tak perlu ada cerita lain, tentang keduanya yang entah mengapa, mencapai rasa yang begitu mendesak. Bahkan dalam ciuman panas yang berlangsung entah sejak kapan itu, Kibum menarik tubuh Donghae, ke arah ruangan pribadi mereka, lantas menendang pintu, sesaat setelah keduanya masuk.

    Biarkan terjadi.. <<<<__<

    Sedih sama nasib Kyuhyun T__T HanChul & Siwon rese deh ih… haish!

    hubsche said:
    Maret 8, 2013 pukul 3:03 pm

    Biarkan terjadi.. <<<__<

      sugihhartika responded:
      Maret 8, 2013 pukul 3:30 pm

      Apa? Apa? Ada apa gerangan sama kalimat ituuu?? ^O^

    ryana said:
    Maret 8, 2013 pukul 3:07 pm

    apa ya maunya hankyung????
    penasaran thor…..tugas awalnya kan lndungin kyu…knapa jdi bunuh….
    lnjut thor……

    Christ Josh said:
    Maret 8, 2013 pukul 6:46 pm

    yadongnya kurang ahooooot

    Elfisyhae said:
    Maret 8, 2013 pukul 10:15 pm

    Itu tulisan tbc pengen dihapus. . . Hehehehe kuranggggg

    nia na yesung said:
    Maret 9, 2013 pukul 2:59 am

    Kurang panjang ……???

    Kya.a KiHae benci bgt Y ma Siwon Kkkkkk ,,,

    itu apa yang akan di lakukan Hanchul , Aduh kenapa peran mereka jd jahat ??
    Aku tunggu kelanjuta.a aja y ^^
    Tp jangan Lama-lama Heheheheh ,,,,

    ndah951231 said:
    Maret 9, 2013 pukul 5:09 am

    ya ampun -__-
    Siwon rusuh banget sih~
    lagian koko satu itu nugasin orang yg aneh” mulu.. banyak maunya~
    ini awas aja kalo hae jadi korban lagi T-T

    lanjut eon~
    penasaran tau dipotong disitu -_-

    Eun Byeol said:
    Maret 9, 2013 pukul 11:56 pm

    KiHae seperti baby sitter ya??
    Hehe #nyengir
    Siwon yg membunuh Kyu??

    Laila .r mubarok said:
    Maret 10, 2013 pukul 10:48 pm

    Alhamdulillah akhirnya bisa kebuka nih fic, alhamdulillah #sujud syukur

    Hadeh eon kau harus tau bgaimana perjuanganku membuka fic ini, hadeeh lebay #lupakan

    Kyaaaa henry polos bngett >c< hampir aj dia ngeliet hal yang 'iya2' haha

    Si kuda bener" yah #facepalm

    Raihan said:
    Maret 11, 2013 pukul 12:53 pm

    Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa jangan bilang Hangeng menyuruh membunuh Henry?..

    Selamatkan Henry, bawa kabur kemana ke, kan ayah Henry kaya noh, nah jdi uang dari imbalan menjaga Henry dipake aja buat hidup bahagia mereka bertiga #plaak

    Kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ^_<

    Shin Y said:
    Maret 11, 2013 pukul 1:33 pm

    apa ini??? aku biingunggg><

    masrifah lubis said:
    Maret 12, 2013 pukul 9:46 am

    han oppa misterius ya

    Lee Sae Hae said:
    Maret 12, 2013 pukul 12:42 pm

    Wishhh.. Makin seru eonn..
    Kayaknya bakalan jadi rumit nih ceritanya..
    hangkyung malah jadi jahat ya eonn? Kayaknya dia bakal bantuin si heechul tuh..
    Ohhh.. Jadi gitu toh kenapa kyu bisa meninggal. Kasian sihhh, tapi untung hae nya gak ikutan meninggal. Hehehe
    Ahhh rese itu siwon. Dasar ganjen. Udah tau pendiem” gitu, si kibum nyeremin, masih aja nekat deket” sama Hae.. Wkwwk
    Kerennnnn eonnn. Bagus!!!

    isfa_id said:
    Maret 12, 2013 pukul 1:03 pm

    arrggghhhhhtttttttttt~ saya ketinggalaaannnnn~ huwaaa~ *nangis kejer* #plak xD

    baiklah kita ke comment!

    lagiii~ xD

    biar kreativan dikit, jadi atasnya ada kalimat dulu, buwahahaha…

    ainun_lara said:
    Maret 13, 2013 pukul 12:44 pm

    Itu..adegan sofanya saeng “____”!!. Si Mochi imut gitu,bisa” nya punya umma yg jahat,itu ya ampun pasutri terlibat affair. Gak tau kenapa sebel bgt liat si kuda “injek”. Seruuuuu.

    mea hae said:
    Maret 17, 2013 pukul 3:45 pm

    aku belum baca pantes amnesiaa…
    hwaaaa pas adegan gege…aku kira sama siapa gituu
    lega pas sama heenim

    hima_kawaii said:
    Maret 19, 2013 pukul 9:11 am

    eyy hae-nya udah lucu,,ditambah anak lucu, double lucu dah haha
    aiih kibum.. too horny i guess?? >.< untung aja ada henry O.o
    wah kok gitu sih hankyung……heechul juga..gak peduli sama anaknya..
    hah..akhirnya kibum tau kalo siwon suka goda hae-nya…. xDDD kkkkk~

    arumfishy said:
    Maret 19, 2013 pukul 10:29 am

    hankyung oppa jahattt,,,

    dia yg sruh nglndungin dia jg yg sruh bunuh…TnT

    niea_clouds said:
    April 2, 2013 pukul 11:38 am

    sebener ny Kibum sm Hae itu sebagai apa ya di sini ? agak kurang ngrti blm bc part 1 ny , henry lucu bgt sich , , , ayah ny henry tega bgt sich ,masa anak ny di jadin umpan . . . . Author , blh mnta pw part 1 ny kah ? . . .

      sugihhartika responded:
      April 3, 2013 pukul 7:30 am

      Part 1? PW saya kasih di FB ya?

    namihae said:
    April 19, 2013 pukul 12:41 pm

    aaahh lanjuuuuutt !

    NemoSnower said:
    Juni 19, 2013 pukul 4:26 am

    Heechul jahhhaaaatttt , dia ga pdli am anaknya
    Won prnh nyakitin hae and kyu ! Kan won ga bnr2 suka am hae, dasar won won

    casanova indah said:
    Oktober 27, 2013 pukul 12:59 pm

    aaaahhh.. penasaran,, knapa kyuhyun harus mati?
    sayang blm bisa baca chap 1,, gagal mulu buka’a… 😦
    aigo.. kibuuummm… dasar pervert!
    ga tau tempat kl mau beryadongria..
    kl sampai td Henry liat gmn?? whuaa bisa tercemar otak polos Henry..
    eh kok siwon jahat gt sich… hankyung juga..
    bukane mereka sdr/ teman??

    ida elfishy said:
    Maret 25, 2014 pukul 2:19 pm

    SERUUUUU!!!!!!!
    lanjut:-)

    ELFarida said:
    Juni 11, 2014 pukul 9:56 am

    OMOO . . .emang bener2 nih kihae, bisa2ny mreka mau mlakukan hal yg iya2 . . .untng gak jadi . .
    #pelukhenry
    seru,seru eon . .lanjuttttt😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s