KIHAE COUPLE

Posted on

Title: Kibumie, Look at me [sequel – Me or Bada]

Cast: Lee Donghae – Kim Kibum

Genre: Romance – Humor?

Sumarry: Jika hubungan mereka sangatlah manis saat masa-masa Sekolah atas, lantas bagaimana hubungan mereka setelah dewasa? Umh, mari kita lihat!

[KIBUMIE, LOOK AT ME!]

.

Pagi itu, dengan nafas memburu Donghae menghampiri Kibum yang sedang terduduk di depan rumahnya. Apa sejauh itukah jarak dari dalam rumahnya hingga bagian depan rumahnya? Membuatnya berlari-lari hingga lelah luar biasa dengan jarak yang dekat saja.

Hyung..” Panggil Kibum terperanjat dengan kedatangan Donghae. Bagaimana tidak? Ia heran dengan penampilan Donghae. Padahal sudah waktunya untuk pergi dengan kegiatan kuliah mereka hari itu, namun Donghae masih menggunakan piyamanya dengan penampilan ‘orang yang baru bangun tidur’, bisa anda bayangkan? “Kenapa kau belum siap?” Tanya Kibum, masih dengan nada biasanya, tanpa ekspresi.

“Bumie~ aku telaaat!” Jerit Donghae kalap.

“Ya! Kita memang sudah sangat telat. Lantas kenapa kau tidak segera ke kamar mandi dan bersiap-siap?!” Raung Kibum, mengeluarkan ekspresinya sekarang.

“Aku kan ingin memberitahumu saja. Siapa tahu kau ingin pergi duluan ke kampus.” Donghae memanyunkan bibirnya terlihat kesal. Namun tiba-tiba ia dapat melihat Kibum yang membuka sepatunya terburu-buru. Lalu tanpa penolakan, Donghae dapat merasakan tubuhnya di dorong Kibum untuk masuk ke dalam rumah.

“Tak usah banyak bicara! Sekarang cepat bersiap-siap, atau kubunuh Badamu itu!” Ancam Kibum, malah membuat Donghae membalikkan badannya menghadap ke arah Kibum dengan mata tajamnya memandang Kibum dengan pipi mengembung. “Hhh~ Baiklah! Kau pikir aku serius?” keluh Kibum, tak suka akan tatapan Donghae.

“Aku kan hanya bilang kau bisa pergi duluan.” Ucap Donghae, masih setia dengan ekspresi kesalnya.

“Sejak kapan aku meninggalkanmu jika berangkat kuliah, eoh? Dulu sewaktu SMApun, kau yang sering meninggalkanku.” Jelas Kibum, membuat warna-warna di wajah Donghae menghangat.

“Baiklah..” Ucap Donghae tersenyum manis, dan seketika itu pula, Kibum mencuri kecupan ringan di bibir Donghae.

“Cepatlah, aku menunggumu, nde..”

Kibum membunyikan klakson mobilnya berulang-ulang. Setahunya Donghae sudah benar-benar siap untuk pergi ketika dirinya berpamitan pada orang tua Donghae. Namun Donghae belum keluar juga setelah kurang lebih 15 menit terlewatkan begitu saja.

Tiiiiinnn..

Lagi, Kibum membunyikan klaksonnya sambil memutar matanya pada jam di tangannya. Kesal!

“Aku sarapan, bodoh!” Ucap Donghae terdengar menggerutu. Ia lalu masuk ke dalam mobil, sambil menggigit roti yang ternyata baru ia habiskan separuhnya saja. Kibum tersenyum. Kebiasaan dirinya ternyata juga melekat pada Donghae.

“Kita terlambat untuk kuliah jam pertama!” Ucap Kibum mulai menghidupkan mesin mobilnya.

“Maaf..” Rajuk Donghae.

“Tak biasanya kau terlambat hyung..”

“Aku tertidur pulas karena kemarin mungkin terlalu lelah berlatih.” Jawab Donghae sambil mengunyah kembali rotinya.

“Dance? Bersama Eunhyuk hyung?” Tanya Kibum sedikit melirik Donghae yang mengangguk sambil menikmati sarapannya.

“Tadinya aku sempat berfikir, bagaimana Kyuhyun bisa sangat menyukainya? Ternyata dia memang menyenangkan Kibumie.” Tutur Donghae.

“Kau menyukainya?” Selidik Kibum.

“Tentu saja. Wae? Kau cemburu?” Goda Donghae tersenyum jahil.

“Tidak! Mana mungkin, apalagi Kyuhyun dan Eunhyuk hyung akan bertunangan minggu depan. Apa yang harus kurisaukan?” Jawab Kibum, kemudian terlihat berfikir, “Aku cemburu, memang.” Ungkapnya selanjutnya.

“Kenapa? Aku bahkan tak melakukan apapun dengannya, sungguh!”

“Bukan itu! Aku hanya cemburu karena kau lebih senang menghabiskan waktumu bersama orang lain daripada denganku.” Rutuk Kibum pelan, meski masih terdengar oleh Donghae, karena kini Donghae sedang tertawa mendengar ucapan Kibum.

“Kita sudah lama berhubungan, mengapa kau masih berfikiran begitu? Ada begitu banyak waktu kita habiskan berdua Kibumie..”

“Kau benar. Tapi, kenapa Eunhyuk hyung dan Kyuhyun bahkan dapat menyusul kita menuju hubungan yang lebih serius ya?” Pikir Kibum.

“Aku tak tahu!” Balas Donghae disertai cibirannya.

Kibum menghentikan mobilnya, karena lampu merah yang mengganggu perjalanan mereka. Ia ambil kesempatan tersebut untuk mencium pipi Donghae sekilas. Membuat Donghae memukul lengannya dengan wajah menggemaskan.

“Jorok.” Ucap Kibum saat melihat selai terlampir di dekat bibir Donghae. Ia raih tisu untuk membersihkan bagian kotor di sekitar mulut Donghae tersebut. Namun, seketika ia membuang tisu yang baru saja ia genggam, membuat Donghae keheranan dibuatnya. Namun rasa heran itu berganti, dengan wajah terkejutnya saat tangan Kibum meraih belakang kepalanya dan langsung melumat bibirnya, berniat membersihkan bibir Donghae dari selai yang dapat membuat bibir tersebut lengket.

“Ung~” Donghae mendesah hebat saat Kibum memperdalam ciuman mereka, bahkan keduanya tak menghiraukan teriakan klakson yang berasal dari mobil di belakang mereka yang kesal karena mereka tak juga melajukan mobilnya padahal sudah dalam kondisi ‘lampu hijau’.

Tok.tok.tok

Suara ketukan di kaca mobil sebelah Donghaelah yang akhirnya menyadarkan mereka dari kegiatan mesum yang akan berlangsung di tengah jalan tersebut. Mereka melepas tautan bibir mereka dengan cepat, dan terkurung dalam suasana canggung. Kibum tersenyum dan segera melajukan mobilnya, sedangkan Donghae sibuk merapihkan dirinya.

Park Seongsaengnim membetulkan kacamatanya berulang-ulang saat mendengar penjelasan baik itu dari Kibum ataupun Donghae. Sejenak ia melirik ke arah Kibum, lalu Donghae. “Apa kalian mau ikut pelajaranku?” Tanyanya terlihat tenang.

Nde..” Jawab KiHae bersamaan.

“Kalau begitu segeralah duduk, jangan hanya mengarang alasan yang tidak bisa saya mengerti. Duduklah, lain kali jika sudah terlambat, kalian tak usah masuk saja, mengganggu konsentrasi yang lain.” Jelas Park Seongsaengnim bijak, membuat Kibum dan Donghae tersenyum.

Dengan segera Kibum dan Donghae mengambil posisi duduk mereka yang memang bersebelahan. Mereka kuliah bersama dengan umur yang berbeda satu tahun? Bisa saja, karena Donghae sengaja ingin kuliah bersama dengan kekasihnya tersebut.

Belum 5 menit lebih mereka duduk di kursinya masing-masing, kegiatan nakal mereka kembali dimulai. Awalnya, Kibum tak sengaja melihat Donghae yang sedang memperhatikan dosen mereka dengan satu tangan di atas meja yang juga menopang dagunya. Kilauan cahaya yang menyinari Donghae, karena Donghae tepat berada di dekat jendela saat itu, benar-benar membuat wajah Donghae seperti berkilauan di mata Kibum. Ditambah jendela yang sedikit terbuka juga mendatangkan angin yang menerpa Donghae, dan menggerakkan helaian rambut Donghae. Bahkan Kibum sempat dibuat ternganga oleh pemandangan indah yang sedang ia lihat tersebut.

Merasa jadi pusat perhatian, mata Donghae beralih pada Kibum yang masih saja menatapnya. Tentu saja Donghae merasa kikuk.  Ia berdecak pelan, lalu membuka bukunya, dan menuliskan beberapa huruf disana lalu menyodorkan bukunya tersebut pada Kibum.

“Wae?”

Kibum membaca tulisan tersebut, lalu tersenyum. Ia menuliskan sesuatu sebagai balasan tulisan yang baru saja Donghae tulis.

“Memandangmu, apa tak boleh?”

Donghae memandang balasan Kibum, lalu kembali menuliskan sesuatu..

“Tatapanmu seperti orang mesum!!

“Apa masalahnya? Apa tak boleh berbuat mesum pada kekasihku sendiri, eoh?” Balas Kibum pada baris selanjutnya lalu menyodorkan kembali buku tersebut pada Donghae.

Mesum!”

“I Love you!”

“Gombal!”

“You are very beautiful..”

“Gila!”

“Tapi kau suka kan?”

“Stop it!”

Begitulah setiap kata yang tertulis hampir memenuhi satu lembar kertas di buku Donghae. Sungguh perbuatan yang sangat kekanakan, namun tak jarang mereka lakukan di tengah kuliah mereka.

QQ 

“Kau latihan lagi hari ini?” Tanya Kibum saat ia dan Donghae berjalan beriringan sambil menautkan jari-jari mereka, menuju tempat parkiran.

“Iya, aku latihan. Eunhyuk hyung bilang, ini hari terakhirnya latihan, karena mulai besok ia harus menyiapkan pesta pertunangannya bersama Kyuhyun.” Jelas Donghae.

“Lalu kenapa kau mengikutiku sampai kesini?” Tanya Kibum sesaat setelah sadar, Donghae telah mengikutinya hingga ia hendak menaiki mobilnya.

“Mengantarmu saja..” Ucap Donghae lalu mencium kilat pipi Kibum dengan wajah bersemu merah. “Dagh.” Ucapnya singkat setengah berlari meninggalkan Kibum yang tersenyum kecil melihat tingkah Donghae.

Hyung..” Panggil Kibum sedikit berteriak mengingat Donghae sudah agak jauh.

Donghae membalikkan badannya, lalu menatap Kibum dengan tatapan ‘Ada apa?’

“Nanti sore kujemput ya.” Ucap Kibum lagi, dan mendapat anggukan semangat dari Donghae.

Donghae dan Eunhyuk sedang berada di tempat latihan. Mereka terlihat bersemangat meliuk-liukkan badan mereka mengikuti iringan musik. Peluh mulai bertebaran membasahi seluruh tubuh mereka.

Hingga Kyuhyun datang dan tanpa seizin Donghae ataupun Eunhyuk mematikan musik lalu berpose layaknya orang yang sedang kesal, menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Kyu, kami belum selesai!!” Protes Donghae. Lain hal dengan Eunhyuk yang langsung menghampiri Kyuhyun, lalu tanpa aba-aba memeluk dan mencium Kyuhyun begitu saja, membuat wajah Donghae memanas seketika. “Apa yang kalian lakukan!” Ucapnya, merasa malu sendiri.

“Apa yang kami lakukan? Tentu saja, ini ucapan selamat datang yang sangat lumrah dilakukan sepasang kekasih. Kau tak pernah melakukannya dengan Kibum hyung?” Tanya Kyuhyun terlihat aneh dengan pertanyaan terakhir Donghae.

“Itu..” Donghae nampak berfikir. Bukan karena dirinya dan Kibum belum pernah melakukannya. Hanya saja, mereka tak pernah melakukan hal itu di depan siapapun. ‘Kan malu bila dilihat orang.’ Gumam Donghae dalam hati. “Ish~ kau menyebalkan Kyu.” Rutuk Donghae akhirnya mendapat cibiran dari Kyuhyun dan membuat Eunhyuk tertawa.

Tiba-tiba, di saat yang sama, bagai penyelamat, Kibum datang langsung meraih pinggangnya, dan mencium pipi Donghae dengan mesra. “Cukup begini saja. Kami tak pernah melakukan hal lain di depan umum.” Ucap Kibum yang entah mengapa membuat hati Donghae bersorak. Ia lalu memeletkan lidahnya pada Kyuhyun sebagai pembalasan.

“Aish, baiklah! Terserah kalian saja. Aku ingin menjemput Eunhyuk hyung kok.” Ucap Kyuhyun akhirnya.

“Tapi latihannya baru sebentar.” Keluh Donghae.

“Nanti setelah acara pertunangan selesai, kita bisa latihan kembali Hae, tenang saja.” Ujar Eunhyuk.

“Sudah ya. Ayo pergi chagi..” Ujar Kyuhyun membawa Eunhyuk agar ikut bersamanya, membuat bibir Donghae mengerucut seketika.

“Hey! Jangan begitu! Kita lanjutkan berdua saja.” Ujar Kibum berbisik di telinga Donghae.

“Ish!” Donghae menepis tangan Kibum yang sudah meraba-raba tubuhnya lalu melangkah pergi.

Hyung~ ayolah. Hari ini memang seharusnya kita menghabiskan waktu berdua..” Tutur Kibum mengikuti Donghae.

“Aku lelah. Mau pulang saja.” Ucap Donghae mendahului Kibum yang kini menggaruk kepalanya. Namun ia tetap menuruti perkataan Donghae. selama bertahun-tahun berhubungan, dirinya tak pernah sekalipun membantah ucapan Donghae ataupun tak menuruti permintaan Donghae, apapun.

“Baiklah..” Ucap Kibum akhirnya terdengar lesu.

Keesokan harinya, seperti biasa Kibum menjemput Donghae untuk berangkat kuliah. Namun, hari itu Donghae menangkap sesuatu yang lain dengan Kibum. Sejak perjalanan pertama mereka, Kibum tak banyak bicara.

“Kibum-ah..” Sapa Donghae. Sesungguhnya, memang itulah percakapan pertama mereka pagi itu.

“Hmm..” Balas Kibum.

“Maaf atas kejadian semalam. Kau marah?” Tanya Donghae langsung, merasa sikap Kibum mendadak berubah.

“Ya. Tak apa-apa, tak perlu kau bahas lagi.” Jawab Kibum. “Turunlah, kita sudah sampai. Kenapa hanya memandangiku?”

“Ung~”

“Kita terlambat hyung. Bergegaslah..” Ucap Kibum, lalu turun dari mobilnya, bahkan tanpa ingin melirik Donghae sedikitpun.

‘Kau kenapa?’ Batin Donghae.

Donghae terus saja menekuk wajahnya, karena Kibum tak menghiraukannya, hingga sekarang Kibum masih saja mendiamkannya. Sebenarnya Kibum tak menunjukkan marahnya pada Donghae. Ia akan menjawab pertanyaan Donghae bila Donghae bertanya sesekali. Seperti tadi, saat kuliah selesai, Donghae mengajak Kibum untuk makan siang bersama dan Kibum mengikuti Donghae begitu saja. Semua terlihat baik-baik saja, namun tidak bagi Donghae. Hatinya merasa Kibum berbeda padanya.

“Kibumie..” Panggil Donghae saat dirinya dan Kibum baru saja masuk mobil, karena makan siang baru saja selesai, dan Kibum langsung mengajak pulang.

“Ya?” Jawab Kibum.

“Itu..”

“Pakai sabuk pengamanmu hyung.” Ucap Kibum memotong perkataan Donghae, membuat Donghae semakin berfikir Kibumnya aneh.

“Aku tak mau!” Rutuk Donghae, sengaja memancing amarah Kibum. Ia ingin sekali Kibum menghiraukannya seperti biasa.

“Terserahmu saja..” Balas Kibum yang lagi-lagi membuat Donghae mengerutan keningnya. Dan perjalananpun berlangsung dalam suasana hening.

Donghae meggulingkan badannya ke kiri, lalu ke kanan, dan begitu seterusnya sambil memandangi layar laptopnya yang padam, tak ada aktifitas disana. Hingga kakinya, dan badannya berhasil mengobrak-abrikkan kasurnya sendiri tanpa sadar. Terdengar rutukan pelan dari bibir manisnya. Entah apa yang dia katakan, namun beberapa terlontar jelas dari bibirnya. “Kibum bodoh!” Ucapnya. “Kibum jelek!” Lagi, “Kibum jahat!” Rutuknya. “Menyebalkan..” Lagi, dan lagi. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?

“Kau belum menghubungiku..” Keluhnya akhirnya. Dengan cepat ia menekan tombol handphonenya> memilih nomor dengan nama ‘Kim Kibum super jelek’ (yang baru saja ia ganti) > lalu menekan tombol call. Hingga terdengar bunyi Tuuuuuutt beberapa kali dari handphonenya, dan selanjutnya terdengar suara yang tadi telah ia caci maki.

“Kibumie~” Ucapnya, berusaha membuat suara yang keluar dari mulutnya selembut mungkin.

“Hmm~  Kau sedang apa? Sudah tidur?” Ucap Donghae lagi, setelah tahu Kibum masih mengangkat telfonnya meski bukan Kibum yang pertama menghubunginya. Donghae tersenyum simpul mendengar ucapan Kibum, “Aku merindukanmu.”

“Kau yakin? Tapi kita baru berpisah beberapa jam yang lalu, dan besok juga akan bertemu lagi kan?”

“Ish~ biasanya kau yang berkata begitu padaku, kau juga yang selalu menelfonku duluan. Sebenarnya ada apa denganmu? Apa karena masalah kemarin malam?” Tutur Donghae terlihat kaget dengan respon Kibum padanya.

Pikirkan saja sendiri.” Jawab Kibum di seberang sana membuat Donghae ternganga.

“Ya! Ya! Apa maksudmu huh?” Tanya Donghae terdengar tak sabar. Namun amarahnya langsung serasa naik ke ubun-ubun saat tahu Kibum menutup telpon darinya. “KIM KIBUM!!” Teriaknya kalap.

Kibum bersiul tenang tepat di depan rumah Donghae di pagi hari. Seperti biasa, seolah sang supir pribadi, Kibum menunggu Donghae untuk berangkat kuliah. Setelah beberapa menit, akhirnya Kibum dapat melihat Donghae yang sudah siap untuk pergi bersamanya. Namun Kibum melihat Donghae yang datang mendekat padanya sambil mengembungkan kedua pipinya. Dan hey! Donghae bahkan seperti tak ingin menatap ke arah mata Kibum. Kibum yang ceritanya masih melancarkan aksi diamnya pada Donghae, enggan bertanya mengenai raut wajah jelek Donghae saat itu bahkan tak ingin sekedar menyapa.

Tanpa mempertimbangkan rasa malunya akan aksi ngambeknya, Donghae masuk ke dalam mobil begitu saja, bahkan tanpa seijin pemiliknya. Ia terduduk dengan muka ditekuk. Dengan cepat memasang sabuk pengamannya lalu diam, sambil menyilangkan tangannya di dada. Namun saat Kibum masuk, dan mengambil kursi kemudi di sebelahnya, Donghae memutar kepalanya ke arah lain, tak ingin melihat wajah Kibum.

Kibum memandang Donghae, tersenyum. Ia tahu mengapa Donghaenya bisa semarah itu. “Kau baik-baik saja?” Tanya Kibum akhirnya, memecah keheningan.

Donghae memutar kepalanya, menatap tajam ke arah Kibum. “Menurutmu?” Tanya Donghae terlihat menyindir, lalu mencibir ke arah Kibum. Begitulah bila Donghae marah. Bukan akan membuat Kibum takut, namun malah membuat Kibum selalu mentertawakannya, karena Donghae yang sedang marah begitu menggemaskan. Namun sekarang Kibum terpaksa menahan tawanya, karena alasan awal, dia juga sedang marah pada Donghae.

“Kau tanya padaku? Apa karena aku? Apa yang telah kuperbuat memang?” Tanya Kibum cuek, sambil fokus pada jalanan di depannya.

“Kau benar-benar..” Desis Donghae tak berniat melanjutkan perbincangannya dengan Kibum. Tak ingin mengganggu Kibum yang sedang menyetir.

“Apa?”

“Lupakan. Kau menyebalkan!” Rutuk Donghae akhirnya.

Kibum mengulum senyumnya. Ia selalu jadi orang paling bahagia bila sedang menggoda Donghaenya.

Sreett..

Secarik kertas, tiba-tiba mengalihkan pandangan Kibum yang daritadi memperhatikan sang dosen. Ia lihat dan membaca tulisan yang terukir di kertas yang baru saja diberi Donghae.

“KIBUM JELEK!” begitulah tulisannya.

“Jangan bercanda! Kita sedang kuliah!” Balas Kibum lalu menyodorkan kertas tersebut pada Donghae.

“Sebenarnya kau kenapa? Y . Y” Tanya Donghae, yang ia tulis dalam kertas cinta milik mereka dengan tanda tangisan disana. Itu tandanya Donghae menyerah, mengibarkan bendera damai pada Kibum.

“Kubilang pikirkan sendiri.” Balass Kibum lagi, membuat amarah Donghae tak tertahankan kali ini.

Donghae yang wajahnya sudah sangat merah karena marah, dengan segera berdiri dari kursinya, membuat suara berisik karena kursi yang sedikit bergeser membuat semua mata yang saat itu berada di kelas menatapnya. Donghae berkacak pinggang dengan nafas memburu menatap Kibum. “JADI KAU BENAR-BENAR MARAH KARENA MALAM ITU? KUBILANG KAN AKU AKAN MEMBERIKANNYA BILA KITA SUDAH MENIKAH!!” Raung Donghae dengan suara super keras membuat seisi kelas menjadi gaduh.

Kibum membelalakkan matanya seketika, dengan sigap menutup mulut Donghae, meski nyatanya itu sudah terlambat. Ia melirik pada para penghuni kelas termasuk yang terhormat pak dosen. Ia tersenyum hambar dan mencoba membungkukkan badannya sebagai tanda minta maaf sambil tetap membungkam mulut Donghae.

“Kim Kibum! Lee Donghae! KELUAAAARRR!!” Teriak semua orang disana, membuat Kibum menarik Donghae segera untuk keluar.

“Lepas!” Rajuk Donghae, lalu memukulkan tasnya pada Kibum dan membuat isinya berhamburan karena tak sempat ia tutup rapi karena Kibum tadi menyeretnya.

Kibum menatap Donghae, kesal. Sakit? Tentu saja karena Donghae memukulkan tasnya lumayan keras. Kibum hampir saja marah jika tidak melihat Donghae yang sudah hampir menangis. Ia mendekati Donghae, namun Donghae menepis tangannya yang terlihat akan meraihnya.

“Jangan menyentuhku! Kau menyebalkan.” Ucap Donghae. Satu tetes air mata mulai keluar.

“Hey~” Kibum mengiba.

“Aku benci padamu.” Ucap Donghae lagi, mulai menangis.

“Mengertilah hyung..”

“Kau juga tak mengerti aku!”

“Aku selalu mengerti. Saatnya bagimu untuk mengerti aku hyung!”

“Sebenarnya maumu apa? Salahku apa? Kau tak bilang. Aku bingung.” Ucap Donghae sesaat sebelum Kibum memeluk tubuhnya, dan mengelus punggungnya, dan juga rambutnya.

“Jadi kau belum menyadarinya?” Bisik Kibum, “sudahlah..”

Pletakk

“Awh, appoo!” Pekik Donghae memegangi kepalanya, yang baru saja mendapat hadiah berupa pukulan dari Eunhyuk yang datang untuk memberikan undangan acara pertunangannya bersama Kyuhyun, tiga hari mendatang.

“Kau yang bodoh, Lee Donghae!” Ucap Eunhyuk setelah mendengar keluhan Donghae mengenai Kibum padanya.

“Kenapa?” Tanya Donghae memajukan bibirnya.

“Dia marah bukan karena kau tak memberinya ‘itu’ Hae. Dongsaengku.. rasanya ingin menggigitmu saja karena gemas!”

“Lalu kenapa?” Tanya donghae dengan muka ‘Oon’nya.

“Kau berhubungan dengannya berapa tahun?” Tanya Eunhyuk.

“3 tahun? Aku tak begitu yakin. Tapi kami dekat sejak kecil.” Jawab Donghae.

“Hah~ Bahkan kau tak tahu umur hubunganmu! Bagaimana bisa! Kapan kalian merayakan hari jadi kalian?” Tanya Eunhyuk lagi.

“Tanggal 15 juli, ahhh~ itu kemarin!” Pekik Donghae. Eunhyuk mengangguk mengiyakan. Seolah mendapat jawaban akan sikap aneh Kibum padanya sejak kemarin. “Pantas saja Kibum meminta hal ‘itu’ padaku.” Ucap donghae terlihat berpikir namun mendapat pukulan kembali dari Eunhyuk.

“Itu, itu.. itu apa HAH? Bukan itu  maksudku Hae! Bodoh!” Rutuk Eunhyuk, kesal. “Kyuhyun bercerita padaku bahwa Kibum bercerita padanya tentang dirimu yang polos minta ampun. Oke~ aku akui kau begitu lucu dengan sikap polosmu. Tapi dalam berhubungan, itu tidaklah terlalu bagus. Cobalah mengertikan pasanganmu Hae. Dia kekasihmu, bukan teman bermainmu.”

“Aku tak menganggapnya begitu!”

“Oh ya? Kalau begitu mengertilah jika Kibum selalu ingin berada di dekatmu, dan menginginkanmu untuk selalu berada di sampingnya. Di hari spesial kalian kemarin, kau malah memilih meminta Kibum mengantarmu ke dokter hewan karena Bada sakit. Lagi-lagi Bada! Itu yang kibum keluhkan. Padahal anjing kecil itu tak kenapa-napa. Lalu, jika kurasa, kau juga lebih sering menghabiskan waktu denganku atau teman lain daripada Kibum. kekasih macam apa kau ini?” Tutur Eunhyuk panjang lebar, membuat Donghae terdiam seketika, sambil menuundukkan kepalanya.

“Kau mengerti sekarang, anak kecil? Lihatlah, bahkan umur Kibum lebih kecil darimu.” Ucap eunhyuk lagi, namun Donghae tetap menunduk. “Hae-ya..” Singgung Eunhyuk, mencoba menyenggol tubuh Donghae yang hanya terdiam. Lalu Eunhyuk terkejut saat Donghae mendongak sambil menangis.

“Lalu aku harus bagaimana?” Ucap Donghae, terisak. Eunhyuk tak menyangka reaksi Donghae sejauh itu. Padahal dirinya tak berniat menyakiti Dongahe sedikitpun.

“Jangan menangis. Kau hanya harus merubah sedikit sikapmu, dan besok minta maaflah padanya.” Tutur Eunhyuk kini memeluk Donghae yang sedang menangis.

“Aku akan meminta maaf, sekarang!”

Donghae tersenyum riang saat berjalan menuju rumah Kibum. Malam hari tak menjadi halangan baginya, karena jarak rumahnya dan Kibum yang dekat. Ia sedikit berjingkrak saat berjalan. Terlampau senag saat tahu jawaban atas sikap aneh Kibum padanya sejak kemarin.

Namun senyum Donghae hilang saat melihat pemandangan yang menyiksa matanya sekarang. Ia dapat melihat dengan jelas, bagaimana Kibum terlihat dekat dengan seorang yeoja yang bahkan Donghae baru melihatnya.

‘siapa?’ batin Donghae sambil mengintip di pinngir gerbanga. Lalu matanya terbelalak saat melihat Kibum memeluk hangat si yeoja. Donghae menemukan jawaban lain dari sikap aneh Kibum padanya. “Ternyata kau selingkuh?” Gumamnya kini menggigit bibirnya, menahan sakit hatinya, karena merasa dihianati Kibumnya.

Di sisi lain, Kibum menyipitkan matanya. Ia dapat melihat seseorang di dekat gerbang rumahnya. Tak jelas memang, karena hari sudah malam, dan orang yang Kibum perhatikan tidak di tempat yang tersorot lampu. Namun, mungkin karena mata batinnya juga ikut membantu, Kibum tahu itu Donghae. “Hyung..” Panggil Kibum memastikan. Ia mendekati Donghae dan melihat Donghae menangis. “Kau kenapa?” Tanya Kibum. Namun Kibum tahu jawabannya saat ia melihat mata Donghae mengarah pada yeoja yang masih berada di depan rumah Kibum. “Ugh, hyung  kau salah paham.” Ucap Kibum frustasi. Donghae yang anak-anak, Donghae yang pencemburu, selalu membuatnya hawatir bila sudah menyangkut hal seperti itu.

“Kau sudah bosan padaku rupanya? Kenapa tak meminta mengakhiri hubungan ini saja?” Keluh Donghae. Tak marah, namun terdengar pasrah. Kibum tak suka mendengarnya. Selama ini, meski mereka tengah bertengkar hebat, tak pernah satupun kata ‘putus’ dari mulut keduanya.

HYUNG!” Bentak Kibum tak tertahankan membuat Donghae terperanjat, sangat ketakutan. “Dengar, kau salah paham. Maaf, aku tak bermaksud membentakmu.” Bujuk Kibum, berusaha membuat Donghae percaya padanya.

“AKU MEMBENCIMU!!” Pekik Donghae lalu berlari kembali menuju rumahnya. Sedangkan Kibum? terlihat frustasi, lalu menendang apapun yang berada di sekitar kakinya.

Mood Kibum benar-benar buruk! Selain susah dihubungi, Donghae juga tak masuk kuliah. Padahal dirinya sudah menunggu cukup lama, namun malah ibu Donghae yang keluar dan mengatakan bahwa Donghae sedikit tak enak badan dan tak akan masuk kuliah. Selain mood yang buruk, Kibum juga hawatir. Namun apa yang bisa ia lakukan sekarang? Tak ada.

Tiga hari berlalu, pesta pertunangan Eunhyuk dan Kyuhyunpun tiba. Hingga hari itu, Kibum bahkan belum sempat melihat Donghae. Eunhyuk bilang Donghae akan datang, meski belum pasti.

Kibum memutar gelas ditangannya. Ia gundah menanti kedatangan Donghae, yang nyatanya tak kunjung datang.

Pertukaran cincinpun segera berlangsung. Kyuhyun akan menyematkan cincin di jari Eunhyuk. Kibum memandangnya, dan melihat cincin yang tergelincir dari tangan  Kyuhyun begitu saja. “Ceroboh” Guman Kibum, lalu mengikuti arah laju sang cincin yang terus saja menggelinding, hingga terhenti setelah menabrak kaki seseorang. Kibum hendak berjongkok untuk mengambil cincin, lalu tersenyum saat tahu, cincin tersebut berhenti tepat di kaki Donghae, yang kini menolehkan wajahnya ke sembarang arah, tak ingin melihat Kibum. Kibum mengambil cincin di dekat kaki Donghae, lalu tersenyum penuh arti sambil memainkan cincin di tangannya.

Hyung, cepatlah!” Rutuk Kyuhyun. Namun ia menemukan kejanggalan pada senyum Kibum. Dan benar saja, ia kaget saat melihat kelakuan bodoh Kibum. Kibum meraih tangan Donghae, sedikit memaksa karena Donghae tak menginginkannya.

“Apa yang kau lakukan!” Protes Donghae saat Kibum memaksa dirinya untuk merentangkan jari-jari di tangan kiri Donghae. Dan mata Donghae dan semua orang yang hadir terbuka lebar saat Kibum dengan santainya memasangkan cincin yang seharusnya milik Eunhyuk itu, kini terpasang manis di jari Donghae. “Ya!” Pekik Donghae gugup.

“Ini bukti cintaku. Maukah kau menikah denganku?” Ucap Kibum, membuat seluruh tamu menjadi riuh.

“Itu..” Ucap Donghae, dengan wajah yang sudah sangat memerah.

“Kuanggap jawabanmu iya.” Tutur Kibum hendak meraih bibir Donghae dengan bibirnya, meski di depan umum. Namun itu tak terjadi, saat teriakan melengking dari Kyuhyun membangunkan Kibum dari hal gilanya.

“APA YANG KAU LAKUKAN KIM KIBUM, BRENGSEK!! CINCINKU!!” Raung Kyuhyun membuat acar semakin gaduh.

Kibum mengedikkan bahunya, tak peduli, lalu menggenggam tangan Donghae, membimbing Donghae untuk menjauhi tempat tersebut. “Kita lanjutkan di tempat lain..” Ujar Kibum tersenyum menarik Donghae.

TBC

ASTAGAHHH!!!! Apa ini apa ini?????? Saya malu sungguh buat post ulang, xDD Ini saya bagi dua, karena kepanjangan!!! OH!  Dan ini? Saya tak ada rubah sedikitpun. Seperti ini, sengaja saya biarkan,🙂

19 thoughts on “KIHAE COUPLE

    Mea Hae said:
    April 9, 2013 pukul 3:31 pm

    gayahhahaha dibaca ulang asli lucunya tetepp
    pantes bkin kangen…
    emang kok makin kesini tulisan eon makin bagus…
    NC mana NCCCC

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 3:36 pm

      xDD

      Eonn ketawa asli bacanya. Gak tahan, maluuuu.. :3

    hubsche said:
    April 9, 2013 pukul 3:59 pm

    Yaampun ini nih… yang kayak gini yg bikin susah lepas dari KIHAE. Berasa real banget… manisnya, lucunya, sedihnya (sempet nangis T___T serius deh pas mrk putus :p)… aaahhh suka suka suka banget. ^^

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 4:03 pm

      Nangis pas mereka putus????? >.<

      Ini berasa cinta monyet mereka menurutku. Uahahaha. Beda ceritanya sama fict saya yg baru-baru. Bawaannya merekanya sudah dewasa aja, Hmh~

    niea_clouds said:
    April 9, 2013 pukul 7:51 pm

    ini memang berasa mereka itu cinta monyet . . . Hae polos ny kebangetan !!!

    masrifah lubis said:
    April 9, 2013 pukul 11:34 pm

    hahahahaahhahaha lucu ceritanya, kasian kyu cincin tunangannya di ambil ma kibum

    Elfisyhae said:
    April 10, 2013 pukul 2:37 am

    Di tnggu lanjutanya eon. .

    Shin Y said:
    April 10, 2013 pukul 4:29 am

    wkwkwkk,, kibummmm konyol>< kyahahaha,, kasian kyuhyun,, hahahah

    Laila .r mubarok said:
    April 10, 2013 pukul 6:03 am

    Ma yang ini lupa” inget ma ceritanya hehe…

    Inget ceritanya pas hae treak di kelas hahahaha..

    Sumpah bagian akhir bikin aku tawa ngakak XDD

    namihae said:
    April 10, 2013 pukul 6:43 am

    eoonn~ ini kocaaakk >< ! nyahahahah! mas kawin nya orang dibawa lari kihae ~ Kkkk

    nia na yesung said:
    April 10, 2013 pukul 10:35 am

    Kkkkkkkkk ,,,,
    Lucu bgt ^^
    Ambil aja cincin.a kyu ,
    Kyu sampe teriak Kesetanan g2 cincin.a di ambil Kihae ><
    Tp kibum gak Modal ah masa cinci.a Si kyu di ambil Si Wwkwkwkwkw …..

    BryanELFishy said:
    April 10, 2013 pukul 11:46 am

    bwahahahaha~
    dasar cengeng *toyor donghae
    YA!! itu cincin punya siapa eoh? *toyor juga kibum
    xDD

    ndah951231 said:
    April 10, 2013 pukul 12:46 pm

    muahhaha xD
    ini gokil eonni~

    tuh kan hae polosnya sampai bikin dia terlihat seperti orang bodoh😀 o’on
    bummie sembarangan aja loh😀
    jelas lah kyu ngamuk..

    ini bagus (っ˘з˘)っ
    suka suka suka

    RiHae said:
    April 10, 2013 pukul 2:46 pm

    kasihan kyunyuk……malah jadi Kihae yg tunangan….
    he..he…he….

    ainun_lara said:
    April 14, 2013 pukul 1:57 am

    Ngebayangin mukanya EvilKyu pas tu cinsin diambil Kibum.kesel sama gemes ama kepolosan Hae disini,bikin gregetan,ish Kihae bikin aku autis,baca cengar cengir sendiri.

    lee hae said:
    April 19, 2013 pukul 4:04 am

    polosnya t donghae…
    kibum g modal bgt dech, pkai cincin kyuhyuk…

    lee hae said:
    April 19, 2013 pukul 4:04 am

    owh ya chingu,, saiia bleh mntk pw tuk part selanjutnya g..??

    suhae1005 said:
    Mei 22, 2013 pukul 1:25 pm

    paasti yeoja itu sahee … T.T , akhi

    suhae1005 said:
    Mei 22, 2013 pukul 1:27 pm

    pasti yeoja itu Sahee .. T.T , happy ending eoh ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s