KIHAE COUPLE ??

Posted on

Title: Me or Bada?

Cast: Lee Donghae – Kim Kibum

Genre: Fluf?? Romance??

Length: Oneshot

Summary: Hanya sepintas keseharian mereka di masa lalu. Katakanlah sebuah cinta monyet yang berlangsung, ^^

[ME or BADA?!]

“Aku berangkat, eomma,” pamitku pada eommaku yang dengan setia mengantarku sampai gerbang rumah. Kebiasaan menarik darinya yang aku kagumi. Padahal kini aku sudah menginjak kelas 2 Sekolah Atas, namun ia tetap saja harus mengantar anak kesayangannya ini saat harus pergi sekolah.

“Sebentar, Kibumie~ dasimu biar eomma betulkan dulu,” ucapnya menahan kepergianku. Padahal aku sudah terlambat. Ugh,

“Nanti kubetulkan di sekolah saja,” jawabku sambil membetulkan posisi sepedahku dan siap meluncur.

“Setidaknya habiskan rotimu itu!” ucapnya lagi, terdengar sedikit mengomel. Aku lupa, jangankan dasi, roti saja masih belum dapat kukunyah dan masih berada dalam gigitanku.

Nde,” ucapku singkat lalu mulai mengayuh sepedahku.

“Tak usah terburu-buru. Ia tak akan meninggalkanmu,” ujarnya lagi sambil mengamatiku yang mulai menjauh darinya. Bahkan kata-kata terakhirnya itu sangatlah pelan, namun masih jelas terdengar. Jika bisa kujawab, bahkan eommaku yang cantik itu tak tahu, betapa tersiksanya anak yang ia sayangi ini karena mendapat kekasih yang sangat cuek dan polos minta ampun.

Kupercepat laju sepedahku, berniat menjemputnya untuk berangkat sekolah bersama. Memang begitu setiap hari, mengingat rumahku dan rumahnya hanya terhalang empat bangunan rumah saja. Kuusahakan setiap pagi agar dapat menjemputnya. Untuk itulah aku selalu berusaha agar tak kesiangan, karena dia adalah orang yang rajin. Kenapa? Karena jika sedikit saja terlambat, maka hilanglah sudah kesempatanku untuk pergi bersama dengannya. Kalian tahu? Momentku untuk bersama dengannya sangatlah langka. Dan juga, sebenarnya ia tak akan marah bila sewaktu-waktu aku terlambat, namun akan pergi sendiri dan meninggalkanku begitu saja. Sungguh sederhana sekali pikirannya itu, tapi membuatku frustasi setengah mati.

Satu rumah..

Dua..

Tiga..

Empat rumah, dan tibalah di depan rumahnya. Namun sepi. Aku tahu ia sudah berangkat. Hari ini aku benar-benar ditinggalkannya untuk kesekian kali. Agh…

Tenghh~

Bel sekolah berbunyi tepat saat aku datang. Kuparkirkan sepedahku di antara deretan sepedah lainnya. Kuedarkan mataku pada setiap sepedah yang sedang berjajar rapih. Sekian banyak, namun aku sangat tahu, sepedah miliknya, karena jas sekolahnya tersimpan rapih di jok belakang sepedanya. Kebiasaan buruk.

Segera kucari ia menuju kelasnya yang memang berbeda dengan kelasku. Tentu saja karena dirinya lebih tua satu tahun dariku.

“Kau mencari Lee Donghae?” tanya salah seorang temannya. Yeah, teman namjachinguku yang sejak tadi pagi merenggut bahkan hampir seluruh perhatianku. Lee Donghae.

Mendengar pertanyaannya, segera kuanggukan kepalaku. Hubunganku dengannya memang sudah bukan rahasia lagi.

“Dia tadi berlari mengajar selingkuhannya yang kabur, Sepertinya..”

“Diamlah Lee Sungmin! Jangan menggodaku,” ujarku pada namja manis yang tengah menyebut-nyebut kata ‘selingkuhan’ seperti biasa.

“Panggil aku hyung!” omelnya sambil berkacak pinggang. Aku terkekeh pelan. Siapa suruh kau begitu menyebalkan! Kutinggalkan dia yang masih saja mengomel tak jelas. Yang penting sekarang aku tahu dimana aku bisa bertemu dengan kekasihku.

Dan baru saja beberapa langkah, aku dapat melihatnya sedang berjongkok menghadap sebuah semak. Pasti sedang berselingkuh dengan binatang peliharaannya. Hal yang sedikit tak kusukai adalah, kadang ia lebih perhatian pada anjing peliharaannya daripada diriku. Malangnya…

Kudekati ia, dan segera memakaikan jas sekolah yang sejak tadi ku genggam. Ia tak bereaksi dan tetap dengan kegiatan awalnya, bahkan tak mau sedikit saja melirikku.

“Hey! Jangan kabur lagi. Kubilang jangan nakal bila ingin kubawa ke sekolah, Bada!” omelnya tak jelas. Bada! Akupun sebenarnya menyukai anjing kecil tersebut. Namun tidak bila ia sudah mendapat perhatian lebih dari Donghae. Membuatku cemburu dan sesekali ingin mencekiknya!

Hyung..” panggilku. Tidakkah ia sadar aku sedang berada di dekatnya?

“Diamlah Bumie! Nanti Bada kabur lagi,” jawabnya berbisik. Yah, beginilah jika sudah berurusan dengan Bada. Aku ditinggalkan. Menyedihkan..

Kuputuskan menunggunya hingga dia dapat membujuk Bada, rivalku. 15 menit kukira waktu yang agak terlalu lama baginya. Tak biasanya Bada terlihat tidak menurut, meski sekarang ia sudah berada di pangkuan majikannya itu.

“Kenapa tak masuk? Bel sudah berbunyi daritadi,” tanyanya sambil tetap menggendong Bada dan mengelus-elus bulu halus milik Bada.

Tanpa menjawab, aku mencium pipinya. Ia melirikku, “Sudah?” tanyanya seakan terbiasa dengan perlakuanku barusan. Memang begitulah aku. Setiap sebelum masuk kelas, pipinya adalah targetku. Jangan salah dan menganggapku berlebihan! Salahkan mereka, maksudku orang tua kami, termasuk Donghae yang melarangku berbuat hal yang layaknya dilakukan oleh sepasang kekasih. Karena umurku yang belum cukup? Itu tak adil. Maka kuputuskan membuat beberapa perjanjian dengannya, dan salah satunya adalah, mencium pipinya setiap sebelum masuk kelas.

“Ya. Aku masuk..” ujarku, namun tangannya menahanku.

“Kau berantakan sekali,” ucapnya sedikit mengerutkan keningnya sambil melihatku dari bawah hingga atas. Dia orang yang sangat rapih. Jadi wajar saja bila ia membenci seseorang yang berpenampilan tak baik.

“Masukkan bajumu ini. Seperti preman saja,” ucapnya sambil mencubit pelan pinggangku. Kurapikan bajuku tersebut, sedangkan tangannya sibuk membetulkan dasiku. Bada? Ia melepasnya lagi. Biar sajalah..

“Sudah?” tanyaku.

“Hmm..” jawabnya sambil merapikan rambutku. Ahh~ dia begitu perhatian.

“Sudah. Masuk sana. Aigoo~ kau tampan sekali! Kekasihku..” tuturnya sambil menepuk pipiku. Manis.. begitulah dirinya.

“Jangan bertingkah seperti itu. Membuatku bernafsu saja.”

“Kim Kibum!”

“Oke, oke.. aku masuk chagiya. Kau juga,” ucapku, meninggalkannya yang setelahnya menjerit tak karuan..

“Bada! Kau kabur lagi..” ucapnya. Aku meliriknya dan ternyata ia sudah ditempatnya tadi. Pastilah mengejar Bada. Tak sadarkah ia, bel sudah berbunyi sejak setengah jam yang lalu?

Tak terasa sudah waktunya untuk pulang. Aku tak bersemangat karena Donghae akan pulang dengan sepedahnya sendiri. Ugh, kenapa tadi pagi aku harus terlambat sih!!

Hyung..” panggilku saat ia sedang mencoba membawa sepedahnya. Raut wajahnya terlihat sangat lesu. Satu hal yang aku tak temukan darinya adalah, Bada. Kemana anjing nakal itu?

“Bumie~” balasnya menatapku.

“Kenapa?” tanyaku. Namun bukannya menjawab, ia malah menjatuhkan sepedahnya begitu saja.

Wae?” Tanyaku melihat sikap anehnya.

“Aku pulang denganmu saja,” ucapnya, membuat hatiku seakan meloncat.

“Dengan senang hati,” jawabku tersenyum riang.

Selama perjalanan ia sama sekali tak bicara, malah memelukku erat. Tak seperti biasanya. Aku yakin ini ada hubungannya dengan Bada. Aku sangat yakin. Namun aku tak berani menyinggung hal itu, takut membuat keadaan malah bertambah buruk. Sebenarnya Bada kemana? Jika hilang, maka Donghae akan segera merengek memintaku untuk membantunya mencari Bada. Tapi sekarang?

“Bisakah kita berhenti sebentar,” ucapnya tiba-tiba membuatku menghentikan perjalanan kami dan akhirnya berhenti tepat dibawah pohon yang terletak di pinggir danau, yang tak jauh dari jalan raya.

“Sebenarnya kau kenapa hyung? Kemana Bada?” tanyaku langsung. Aku tak tahan melihatnya terus cemberut, meski nyatanya ia tetaplah sangat manis.

Hyung..” ucapku mengguncang pelan kedua pundaknya. Ia menatapku, matanya mulai berair..

“Bumie, Hiks..” ucapnya pelan, mulai terisak. Kupeluk dirinya. Hah, ia memang mudah menangis.

“Huuaaaaaaa..”

Tuh kan?! Aku tak pernah salah dalam hal menebak dirinya..

“Sebenarnya ada apa?” tanyaku sesabar mungkin.

“Bada kemana?” tanyaku lagi. Tak ada hal lain yang kupikirkan sekarang.

“Dia, dia.. hiks, dia diculik,” jawabnya membuatku terdiam seketika. Seperti apapun keadaannya, ia pasti akan membawa Bada kembali. Tapi ada apa dengan sekarang?

“Siapa yang menculiknya?” tanyaku.

“Tentulah seseorang yang mengenalmu,” jawabnya.

“Huh? Kenapa bisa begitu?”

“Tadi dia bilang padaku, bila aku ingin Bada kembali, maka aku harus memberikan Kim Kibum padanya. Aku tak mau! Aku ingin Bada kembali. Tapi aku juga tak ingin menyerahkanmu! Aku tak mau! Tak mau!” rutuknya, membuat bibirku mengukir sebuah senyuman begitu saja. Benarkah dia tak ingin kehilangan pangeran tampannya ini? Hingga membiarkan Bada diculik oleh orang itu? eh? Tapi aku tak tahu dia siapa.

“Kau tahu orangnya hyung?”

“Ya. Dia orang yang menyukaimu!”

“Bukan! Maksudku namanya?”

“Tidak. Aku harus bagaimana Kibumie?” rengeknya padaku. Aku tahu ia masih belum ingin merelakan Bada. Tapi aku juga harus tahu seberapa besar cintanya padaku.

“Aku tak tahu. Sekarang tinggal kau pilih saja. kau pilih aku atau Bada?” tanyaku, membuat mulutnya mengerucut seketika.

“Kau tak menyayangi Bada?” tanyanya.

“Lalu apa kau menyayangiku?” ucapku melempar pertanyaan padanya.

“Tentu saja,” jawabnya dengan mata, bibir dan hidung yang memerah karena tangisannya tadi. Sangat terlihat lucu.

“Buktikan hyung. Buktikan perkataanmu itu,” ucapku menantangnya.

“Bagaimana caranya?” tanyanya. Lalu kucondongkan wajahku agar mendekati wajahnya. Kutunjuk bibirku sambil tersenyum.

“Apa maksudmu? Jangan mencoba menyelam sambil minum air! Paboya!” rutuknya kini menyilangkan tangan di dadanya.

“Yasudah. Aku tak akan membantumu mencari Bada,” ucapku sambil membalikkan badan secepat mungkin.

“Ya, Bumie~ tunggu!” panggilnya. Kukira ia berubah pikiran. Terbukti kini ia sedang mengejarku sambil menarik-narik tanganku.

“Kenapa hyung?” tanyaku membalikkan badan dan berpura-pura terlihat kesal. Namun seketika kurasakan rasa hangat menyentuh bibirku. Kurasa aku benar-benar sedang bermimpi? Ia menciumku tepat di bibir meski hanya sekilas saja.

“Sudah. Sekarang bantu aku mencari Bada sebelum kita pulang ke rumah,” ucapnya sambil menarik kerah bajuku. Memaksaku agar mengikutinya.

“Tunggu, memangnya kau tahu kemana orang itu membawa Bada?” tanyaku. Ia terdiam dan terlihat berpikir, lalu detik berikutnya mengangkat bahunya. Hemh~ bodoh!

“Sebaiknya kita pulang dan berganti pakaian. Nanti baru kita mencari Bada lagi, nde?” bujukku, dan ia mengangguk. Kamipun kembali melanjutkan perjalanan pulang. Satu hal yang membuatku penasaran, sebenarnya siapa orang yang menculik Bada hingga menjadikanku senjatanya? Awas saja bila kutemukan orag itu!!

Saat itu, Donghae terus saja mengejar Bada yang berlari kecil mencoba menjauhinya. Padahal hanya beberapa menit tersita saat dirinya membantu merapikan pakaian Kibum, namun Bada berada jauh dari jangkauannya sekarang. 

“Ya! Jangan berlari, Bada!” teriaknya sambil setengah berlari.

Donghae terus saja mempercepat langkahnya. Ia berlari sambil melihat ke arah bawah, ke arah Bada. Hingga matanya menangkap Bada yang menghentikan aksi kaburnya, dan berhenti tepat di kaki seseorang yang lalu mengais Bada begitu saja. Donghae mendongak mengikuti arah Bada yang kini berada di tangan orang asing tersebut. Sosok namja yang tingginya melebihi dirinya, dengan tubuh terbilang kurus dan berkulit pucat. Sekilas Donghae terpana akan sosok tampan di hadapannya, meski tak sampai membuatnya merasa ‘suka’.

“Anjingmu?” tanya namja tersebut tiba-tiba. Donghae hanya mengangguk. Namun setelahnya Donghae dapat melihat senyum aneh dari orang yang baru ia temui tersebut. Mendadak rasa tak suka timbul.

“Aku minta maaf bila anjingku mengganggu perjalananmu,” ucap Donghae membungkukkan badannya, ingin segera mengakhiri pertemuan tak sengaja itu. Donghae mencoba membawa Bada, namun orang itu menjauhkan Bada dari tangannya. Ia sengaja menggeser tangannya sambil tetap membawa Bada. Dan sial bagi Donghae, Bada betah sekali berada di tangan yang bahkan majikannya sendiri tak mengenalnya.

“Mohon kembalikan. Aku takut ia menggigitmu nanti,” ujar Donghae masih terlihat tenang. Ia kembali mencoba meraih Bada, namun Bada kembali dijauhkan darinya, membuatnya geram.

“Kenapa terburu-buru sekali, Lee Donghae,” ucapnya membuat Donghae kini menatap kedua matanya, mencoba bertanya ‘Kenapa kau tahu namaku?’ meski hanya tersirat lewat tatapan matanya.

“Kaget? Tentu saja aku tahu namamu. Kau orang yang merebut Kibum dariku,” tuturnya kini membuat amarah Donghae memuncak, meski dirinya belum sepenuhnya mengerti apa yang diinginkan pria asing di depannya tersebut.

“Aku tak mengenalmu! Dan kembalikan dia!” bentak Donghae mulai tak sabar. Ia tahu hal buruk sedang menghampirinya sekarang.

“Eits~ kau mudah marah ternyata. Umh, aku tahu ini milikmu. Tapi, akan kukembalikan bila kau juga mengembalikan milikku.”

“Apa maksudmu?” Donghae memicingkan matanya. Ia tahu orang di hadapannya adalah tipe orang yang licik.

“Kau pilih, anjing ini ku kembalikkan, tapi kau kembalikan Kibum padaku, atau sebaliknya? Kukira aku juga menyukai anjingmu ini.”

 

“Ya!! Aku tak pernah merebut siapapun! Dua-duanya milikku!” Donghae berkacak pinggang. Ia tak ingin bernego apapun, toh apa yang ia ucapkan adalah benar adanya. Baik Bada ataupun Kibum dari awal memanglah miliknya. Bahkan ia tak tahu ada orang lain yang menyukai kekasihnya itu.

“Aku tak ingin berdebat. Sekarang kau pikirkan baik-baik. Aku akan membawa anjing ini sementara, dan nanti akan membawanya kembali padamu setelah kau memutuskan, ara?! Jadi pikirkan baik-baik, pikirkan kau lebih menginginkan yang mana?”

Kata-kata terakhir membuat Donghae terdiam seketika. Ia terdiam, entah memikirkan apa, lalu berbalik arah seolah mengijinkan Bada diambil oleh orang lain tersebut yang bahkan ia lupa menanyakan namanya.

Donghae mengeratkan pelukannya pada pinggang Kibum yang saat ini sedang membawanya pulang. Kibum merinding merasakan tubuh Donghae yang semakin menempel. Bahkan Kibum dapat merasakan detak jantung Donghae.

Hyung, kau baik-baik saja?” tanya Kibum sedikit berteriak, takut Donghae tak mendengar. Donghae tak menyahut. Kibum tahu kekasihnya tersebut sedang memikirkan sesuatu. Bahkan pelukan Donghae semakin erat. Kibum tersenyum dan dengan semangat mengayuh sepedahnya lebih cepat.

Perjalanan semakin terasa lama bagi keduanya saat hujan mulai turun, meski hanya sekedar gerimis, namun berhasil membuat tubuh keduanya basah. Kibum yang berada di depan tentulah lebih basah dari Donghae.

Kibum berinisiatif menghentikan sepedahnya sejenak di sebuah halte.

“Aku ingin pulang Kibumie,” rengek Donghae mencoba protes saat lagi-lagi perjalanan pulangnya terhambat.

“Hujan hyung. Aku tak ingin kau sakit nanti,” ujar Kibum. Ia tahu Donghae ingin segera pulang dan mencari Bada. ‘Lagi-lagi begini. Kau tak hawatir jika aku yang sakit?’ Kibum mengeluh dalam hati.

Nde,” Donghae menurut begitu saja. Tangan Kibum terulur, membersihkan wajah Donghae dari air hujan. Ia menatap wajah Donghae yang masih saja murung.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Kibum di sela kegiatannya. Lalu ia menggenggam tangan Donghae yang terasa dingin,  kemudian menggosokkan tangannya dengan tangan Donghae, berusaha menciptakan kehangatan bagi keduanya.

“Bada?” tanya Kibum lagi karena Donghae tak juga meresponnya. Namun sekarang Donghae mengangguk. Kibum tersenyum.

“Dan juga kau,” lanjut Donghae membuat Kibum kembali menatapnya.

“Apa yang kau pikirkan tentangku, huh?” Kibum bertanya.

“Apa aku jahat padamu Bumie?” tanya Donghae terputus, “karena aku lebih menyayangi Bada? Menurutmu begitu?” lanjutnya meski suaranya menjadi lebih pelan.

Kibum menghela nafasnya. “Ya, hyung. Maafkan aku,” jawab Kibum. Ia menundukkan kepalanya saat memberitahu Donghae perihal perasaannya selama ini.

“Kenapa kau berpikir begitu? Aku juga menyayangimu.”

“Tapi kau selalu melupakanku saat bersama Bada. Membuatku kesal saja.”

“Lalu, apa kau akan memilih bersamanya karena aku jahat padamu?” tanya Donghae.

“Aku tak tahu siapa yang kau maksud,” sanggah Kibum sambil menutup matanya, kesal. Ia kesal bila Donghae sudah terlihat bodoh.

“Orang yang menyukaimu! Kau akan bersamanya nanti?”

“Kau rela aku bersamanya?” tanya Kibum, membuat Donghae menggeleng pelan.

“Lalu apa yang harus kau lakukan?” tanya Kibum lagi.

“Apa? Apa yang harus aku lakukan agar kau mau tetap bersamaku dan mencari Bada bersama-sama? Apa aku harus menciummu seperti tadi?” penyakit polos Donghae mulai nampak. Kibum membulatkan matanya saat mendengar kata ‘ciuman’ dari mulut Donghae.

“Ciumhfhh..” Kibum membekap mulut Donghae saat ia akan melanjutkan kata-katanya. Kibum melirik setiap orang yang sedang memandang mereka dengan tatapan ‘Anak kecil mesum!!’ Kibum berusaha tersenyum pada setiap orang. Donghae bahkan tak sadar ia berbicara hal frontal di antara banyak orang yang sedang menghuni halte karena sama-sama menghindari hujan. Kibum menarik Donghae segera dari kerumunan orang tersebut.

“Kita pulang. Hujannya sedikit reda,” ajak Kibum menarik paksa Donghae. Ia tak tahan diberi tatapan tajam oleh orang-orang di sekitarnya. Dan Donghae? menurut meski bibirnya mengerucut sempurna.

“Pulanglah. Bada Kita cari besok. Aku janji,” ucap Kibum saat ia sudah mengantar Donghae sampai depan rumah Donghae. Namun Donghae tak menjawab dan berlalu begitu saja.

“Hey, aku tak ingin kita berpisah dalam keadaan marah,” ucap Kibum menarik tangan Donghae. Namun ia dapat mendengar suara isak tangis Donghae.

“Kau menangis?” tanya Kibum membalikkan badan Donghae agar menghadap ke arahnya. Kibum dapat melihat air mata Donghae untuk kesekian kalinya hanya dalam satu hari ini. Kibum membuang nafasnya. ‘Kenapa kau bisa menangis seperti ini karena Bada?’ Kibum kembali mengeluh dalam hati. Namun, ia juga tak bisa memarahi Donghae, atau memaksa Donghae agar mengerti tentang perasaannya. Ia mengusap air mata Donghae.

“Aku benci, hiks, padamu,” isak Donghae.

“Ya. Karena aku tak mau membantumu mencari Bada, hmm? Bukan begitu. Maafkan aku. Kau tahu ini sudah sangat sore. Aku tak ingin kita terkena marah karena pulang malam,” jelas Kibum.

“Bukan,” balas Donghae. Kibum mengkerutkan keningnya. Sekarang ia tak mengerti jalan pikiran Donghae.

“Aku benci, karena kau tak ingin kucium,” jawab Donghae akhirnya.

Ye?” Kibum serasa telinganya berdengung seketika mendengar ucapan terakhir Donghae.

“Kau marah karena itu?” tanya Kibum memastikan, dan Donghae mengangguk.

“Ini bukan soal sepele Kibumie! Kau tahu? Aku tak ingin, tak ingin kau meninggalkanku. Akan kulakukan apapun..” ucap Donghae terhenti saat Kibum segera memeluknya.

“Aku tahu itu hyung. Aku tak inginkan apapun darimu. Kau tak boleh berpikir seperti itu lagi!” Kibum mencoba memperingati Donghae.

“Tapi kau benar-benar tak akan pergi kan?”

“Selama kau menginginkanku, maka aku akan berada di sampingmu. Selalu,” ucap Kibum melepas pelukan mereka, dan lalu mengecup kening Donghae.

“Masuklah, dan segera berganti pakaian. Kau tak mau kan bila besok kau sakit dan tak jadi mencari Bada?” tutur Kibum sedikit mendorong badan Donghae agar masuk ke dalam rumahnya. Ia sendiri menuntun sepedahnya, pulang.

Di sisi lain Donghae memperlambat jalannya saat menuju pintu rumahnya. Ia memegangi dadanya dan lalu membalikkan badannya. Ia dapat melihat Kibum yang menuntun sepedahnya mulai menjauh dari penglihatannya. Entah karena apa, tiba-tiba ia sedikit berlari menuju ke arah Kibum.

“Kibumie..” panggil Donghae memperkecil jaraknya dengan Kibum. Belum sempat Kibum bertanya, Donghae sudah berada tepat di depannya dan seketika meraih kerah seragamnya, dan lalu menciumnya. Kibum terdiam. Ia tak bisa bakan untuk membalas kecupan dari Donghae, karena dirinya berada dalam keterkejutannya.

Saranghae..” ucap Donghae berbisik saat melepas tautan bibir mereka. Namun kali ini dia yang harus terkejut saat tiba-tiba Kibum meraih kedua sisi wajahnya dan kembali meraih bibirnya, dengan sedikit lumatan. Bahkan Kibum membiarkan sepedahnya jatuh begitu saja. Beberapa detik hingga kedua bibir itu kembali terpisah, namun mata mereka kini bertemu, mencoba mencurahkan isi hati masing-masing.

Na do.” Balas Kibum, mempertemukan kening mereka, lalu tersenyum penuh arti. Keduanya tersenyum hingga kembali saling menatap. Tangan Kibum menuju tengkuk Donghae. Dan sepertinya penyakit polos dan bodoh Donghae sedang menghilang entah kemana, karena ia langsung mengerti dengan apa yang akan Kibum lakukan. Bahkan Donghae segera menutup matanya. Dan bibir mereka kembali bertemu. Sebuh ciuman tercipta ditemani indahnya matahari yang mulai tenggelam, dan hari yang mulai menggelap.

Pagi tiba..

Namun, bukannya segera menuju kamar mandi seperti biasa, Donghae malah terlihat sedang berguling-guling di kasurnya sendiri sambil memegangi dadanya. Sesaat ia mengelus bibirnya, dengan wajah merona. Ia kembali teringat kejadian kemarin sore saat Kibum menciumnya, ah bukan, saat mereka berciuman.

“Aigoo~ ternyata rasanya enak.” Gumam Donghae kemudian terkikik geli, merasa terhibur dengan ucapannya sendiri.

“YA LEE DONGHAE INI SUDAH SIANG! SEGERA KE KAMAR MANDI!!” Teriak sang eomma membuatnya  tersentak dan bergegas kembali pada rutinitasnya seperti biasa. Mandi, dan lalu berangkat sekolah.

20 menit sudah ia menghabiskan waktu untuk mempersiapkan diri menuju sekolah. Kini ia sedang di meja makan bersama kedua orang tuanya.

“Donghae-ya.. kau tahu appa Kibum baru datang dari Amerika kemarin siang lho,” ucap sang eomma.

“Benarkah? Kibum tak cerita padaku,” jawab Donghae kembali meneguk susunya.

Appanya datang saat kalian sekolah kemarin. Lagipula salah siapa kalian pulang terlambat? Tak biasanya kalian menghabiskan waktu selama itu berdua. Memangnya kemarin kalian kemana saja?” tanya sang eomma yang terlihat lebih cerewet.

“Itu..” Donghae menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia sendiri tak berani memberitahu orangtuanya perihal hilangnya Bada, karena orang tuanya tersebut juga termasuk orang yang melindungi Bada. Bisa-bisa ia tak diberi uang jajan bila tahu Bada hilang.

“Apa saja yang kalian lakukan kemarin?” tanya sang appa kini membuat Donghae tersedak tanpa sebab. Jawaban yang satu ini juga Donghae tak akan bisa menjawab. Bila mereka tahu anaknya berbuat mesum di saat umurnya belum mencukupi, bisa-bisa ia ditendang dari status keluarga. ‘Oh tidak’, gumam Donghae.

Tiba-tiba telpon rumah berdering.

“Biar aku yang angkat,” ucap Donghae berlalu menuju ruang tengah dan mengangkat telfon. Beberapa menit ia kembali ke meja makan dengan wajah murung.

“Kenapa? Siapa yang menelfon?” Tanya sang appa.

Eomma, appa, bolehkah aku bolos sekolah hari ini? Kibum sakit.” Tutur Donghae.

“Tak diijinkanpun kau akan tetap bolos demi menjaganya. Baiklah, nanti appa yang akan meminta ijin pada pihak sekolah,” ujar sang appa membuat Donghae melesat ke kamarnya untuk berganti pakaian, dan tak lama ia melesat ke luar rumah, pastilah menuju rumah Kibum, membuat orang tuanya heran dan menggeleng-gelengkan kepala mereka.

“Kau baik-baik saja?” tanya Donghae yang kini sudah berada di dekat Kibum yang sedang terduduk di ranjangnya sambil menyandarkan kepalanya di sisi ranjang.

“Hanya flu,” jawab Kibum seadanya. Ia memang dalam keadaan kurang baik.

“Maaf. Semua karenaku. Kita cari Bada lain kali. Aku yakin orang menyebalkan itu akan menjaga Bada dengan baik,” tutur Donghae.

“Hmm~” Balas Kibum sedikit tersenyum, entah apa yang menurutnya lucu. “Hyung,” lanjutnya. “Apa mulai sekarang kita boleh melakukan hal itu lebih sering?” tanya Kibum.

“Apa?” Donghae terlihat bingung.

“Seperti yang kemarin itu lho,” jawab kibum membuat pipi Donghae merona seketika.

“Mesum! Itu kan tak boleh kata eomma dan appa kita.”

“Boleh-boleh saja selama mereka tak lihat,” ujar Kibum membuat Donghae mengangkat sebelah alisnya, lalu menatap Kibum.

“Baiklah. Tapi nanti setelah Bada ditemukan,” ancam Donghae sambil memeletkan lidahnya.

“Benarkah? Janji tetap janji lho,” tantang Kibum.

“Tentu saja,” ucap Donghae mantap. Tiba-tiba suara anjing kecil hinggap di telinganya, membuat matanya menyapu seluruh ruangan kamar Kibum.

“Kenapa?” tanya Kibum.

“Kau tak dengar? Aku mendengar suara Bada,” ujar Donghae turun dari ranjang dan terlihat mempertajam pendengarannya. Ia berusaha mengikuti arah suara, dan seketika matanya membulat melihat sesosok anjing kecil miliknya segera menghambur ke dalam pelukannya.

“Badaaa!!” jeritnya tak karuan. Ia memeluk Bada erat sambil tersenyum. Namun senyum itu hilang ketika ia lihat sosok yang telah membuatnya berpisah dengan Bada sejak satu hari yang lalu.

“Kau!” Tunjuk Donghae berubah sedikit melotot.

“Wow, sabar hyung..” ucapnya membuat Donghae terdiam. ‘Hyung?’ pikir Donghae. Satu hal lagi yang kini hinggap di benaknya.

“Kau, kenapa ada di rumah Kibum?” tanya Donghae lantang. Ia kemudian kembali menuju kamar Kibum.

“Kibumie, kenapa orang yang menculik Bada ada di rumahmu?” tanya Donghae. Matanya terarah pada penjahat yang mengikutinya menuju kamar Kibum. Kibum terkikik geli.

“Jangan bilang kau lupa padanya hyung,” ucap Kibum.

“Kau lupa padaku? Ini Kyuhyun! Ish~” ucap namja yang menyebut dirinya Kyuhyun. Donghae terlihat berpikir, lalu mengamati fhoto di meja belajar Kibum. Fhoto dirinya bersama Kibum dan juga adik Kibum, Kyuhyun.

“Hyaaaa~ benarkah?! Ini kau Kyu?!” tanya Donghae terlihat histeris. Lalu mengambil fhoto yang sempat ia amati tadi dan kembali mengamatinya dengan seksama.

“Ungh, lama di Amerika, kau banyak berubah,” ucap Donghae. Namun ia kembali terlihat mengingat sesuatu. Pertemuannya kemarin dengan Kyuhyun? Dan juga kasus penculikan Bada? Dan Kibum? Segera Donghae menatap tajam ke arah Kibum, meminta penjelasan.

“Jadi semua rencanamu?” selidik Donghae.

Mwo?” Kibum mencoba menegakkan posisinya.

“Kau dan Kyuhyun bekerjasama untuk mengerjaiku?!” tuding Donghae.

“Tidak!” sanggah Kibum cepat.

“Bukan mengerjaimu hyung. Lebih tepatnya ingin menguji cintamu,” jelas Kyuhyun membuat mood Donghae memburuk.

“Bu, bukan begitu hyung, dengar.. Kyu! Jelaskan!”

“Aku sudah jelaskan,” jawab Kyuhyun enteng.

“Bagus. Terima kasih. Kalian puas sekarang?” ucap Donghae tajam pada keduanya.  Dan setelahnya ia melangkah pergi.

Hyung..” panggil Kibum. Kini matanya beralih pada Kyuhyun.

“Aku tak tahu rencanamu dari awal Kyu! Aku memang harus berterima kasih padamu, tapi aku tak ingin akhirnya akan jadi seperti ini. Jadi.. JELASKAN PADANYA SEKARANG JUGA!” teriak Kibum menarik atau lebih tepatnya menyeret Kyuhyun menyusul Donghae.

Donghae memandang Bada yang kini duduk di pangkuannya. Ia sendiri sedang terduduk di ayunan, di sebuah taman dekat komplek perumahan mereka.

“Bada, apa aku memang tak adil padanya? Aku mencintainya. Sungguh. Kau juga. Aku menyayangimu. Apa itu salah? kenapa ia berpikir aku tak menyayanginya?” ujar Donghae sedikit melamun sambil membelai bulu-bulu halus milik anjing kesayangannya tersebut.

“Aku ingin menangis, boleh?” tanya Donghae entah pada siapa, pada Bada mungkin.

“Hiks,” Isaknya perlahan, dan menjadi sebuah tangisan dalam diam.

“Dia jahat, Bada!” omelnya di sela tangisannya.

Mianhae..

Donghae tiba-tiba menangkap suara Kibum. Ia tahu Kibum akan menyusulnya.

“Maafkan aku juga hyung,” kali ini suara Kyuhyun yang terdengar.

“Ini bukan salah Kibum hyung. Aku tak sengaja bertemu denganmu saat akan menjumpai Kibum hyung. Salahkan dirimu yang tak mengenalku. Semua terjadi tanpa rencana. Percayalah..” jelas Kyuhyun.

Donghae yang tadinya enggan menatap dua insan yang menyebalkan itu kini memberanikan diri menatap mereka. Seperti biasa, wajah Donghae setelah menangis selalu menarik perhatian Kibum. Mata yang sedikit berair, dengan hidung dan pipi yang merah.

“Kalian bodoh!!” rutuk Donghae, dengan mulut yang masih mengerucut. Kibum dan Kyuhyun tertawa renyah melihat tingkah Donghae.

“Lagipula aku tak tahu, sejak kapan kalian menjadi sepasang kekasih. Aku cemburu!” ujar Kyuhyun.

“Dilarang cemburu karena kau sudah membuat Donghae hyung menangis. Sekarang belikan kami ice cream,” titah Kibum. Kyuhyun menurut. Sesungguhnya Kibum memberinya isyarat agar meninggalkan mereka bedua. Dan detik berikutnya, Kyuhyun merasa sesuatu menarik ujung celananya. Kyuhyun melihat, Bada pelakunya. Sepertinya anjing kecil itu ingin mengikutinya, alih-alih menyaksikan perbuatan mesum yang akan dilakukan oleh majikannya.

“Bada, kau mau kemana? Aku masih merindukanmu,” ucap Donghae membuat kibum mendengus kesal. Ia tarik tangan Donghae hingga terduduk kembali di ayunan yang baru saja ia naiki.

“Kau pilih, disini bersamaku atau ikut dengan Bada dan Kyuhyun?” ucap Kibum berbisik. Donghae terdiam. Lagi-lagi penyakit Kibum kumat.

“Baiklah,” ucap Donghae menurut, dan Kibum tersenyum.

“Aku tagih janjimu,” ucap Kibum.

“Janji?”

“Bada sudah ditemukan lho.”

“Ya! KAU CURANG!” teriak Donghae, namun teriakannya segera terhenti saat bibirnya sudah melekat pada bibir Kibum dengan sempurna. Kibum memaksanya membalas ciuman tersebut. Ciuman manis yang baru kemarin Donghae rasakan. Perlahan ia membalas, membuat Kibum tersenyum dalam ciumannya.

“Hyaa~ Kuadukan eomma dan appa!” teriak Kyuhyun yang baru kembali dengan ice cream di tangannya. Mata Donghae terbelalak seketika mendengar ocehan Kyuhyun yang kini berlari menuju rumahnya.

“Kyu..” panggil Donghae kalap. Takut tentunya. Namun Kibum kembali menarik wajahnya agar berhadapan.

“Tak usah dihiraukan,” ucap Kibum kembali melumat bibir Donghae.

Guk.. gukk..

Owh, kali ini ciuman mereka ditemani Bada yang ditinggal Kyuhyun begitu saja. Dan bulu-bulu Bada rontok seketika melihat adegan tak senonoh yang dilakukan anak-anak tepat di depan matanya.

END

Bahahaha..

Adakah yang pernah baca ini? Ini karya KiHae saya yang dulu, pernah saya apus. Terbagi dua chapter, tapi sekarang saya gabung menjadi satu. Jangan bingung, karena ini menggunakan dua sudut pandang, dan saya tak berkenan dengan kata “Kibum POV” ato “Author POV” karena saya yakin kalian pintar dan dapat memilah sendiri, benar? Maaf ya, fict di atas itu, fict dulu yang saya pikir, masih sangat sederhana, >///<  [jadi malu], ini saya publish ulang, karena ada yang ingin baca FF NC pertama saya. Tapi harus ini dulu biar nyambung. Begitu~ NC nya pun? Terbilang lucu sih menurut saya. Dan saya katakan, saya tak yadong!!!! NgaHaHaHa..

Adakah yang ingin baca NC pertama saya tersebut? Ato sudah? Ingin baca lagi? Saya post nanti malam ya,🙂

Terima kasih~

34 thoughts on “KIHAE COUPLE ??

    Elfisyhae said:
    April 9, 2013 pukul 8:54 am

    Bada nya enak d culik namja ganteng. .

    Elfisyhae said:
    April 9, 2013 pukul 8:56 am

    Bada nya enak d culik namja ganteng. . Jadi pngen. .😀

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 9:38 am

      Sayapun ikhlas kalu diculik KyuKyu, ^o^

    BryanELFishy said:
    April 9, 2013 pukul 9:35 am

    Ini epep pertama eonnie? masa sih? nggak percaya!!! xDD

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 9:39 am

      Gak pertama sih, tapi baru-baru bikin KiHae. Kenapa gak percaya, Bryannnnn!!!! xD

      Ini gak ada yg eonn rubah satupun. Uahahaha,😉

    gamers cho said:
    April 9, 2013 pukul 9:52 am

    pernah bacaaaa🙂 diffn kalo ga salah -_-‘

    gamers cho said:
    April 9, 2013 pukul 9:54 am

    pernah bacaa ^^ diffn kan ,,, tapi bca lagi kok ga bosen yah ^^

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 10:39 am

      xD Terima kasih mau baca lagi,🙂

    nia na yesung said:
    April 9, 2013 pukul 11:16 am

    Enak Jg jd bada , Kkkkkkkkkk ,,,,
    udah disayang bgt ma Hae , Di cemburuin ma Kibum Eh sekarang di culik Kyu ><
    Mau bgt Tuh .
    tp gak Mau ah jd bada , Bis dia anjing Hehehehe ….^^

    aku tunggu ff yang di janjikan hehehe:)

    masrifah lubis said:
    April 9, 2013 pukul 11:25 am

    hehhehhee memang pasangan yg cocok ni kihae, kyuhae jga

    ndah951231 said:
    April 9, 2013 pukul 1:03 pm

    tuuuhhhh kaaannnnnn~
    ini special walaupun sederhana😀
    maaaaniiissss banget >_<
    *plak*

    ya mending bada lah daripada bummie yg mesum itu xD
    tapi Hae polos banget O.o
    kapan bisa baca lagi hae yang udah dewasa?? xP

    ini bagus eonni (っ˘з˘)っ

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 3:40 pm

      Ini lucu, <.<

      Dulu eonn bikin cerita mereka kaya ginian. Kalu sekarang? Yg udah punya anak gera, Ngahaha.

    hubsche said:
    April 9, 2013 pukul 1:06 pm

    MY KIHAE ^^ Ini sangat manis, simple, terasa nyata karakternya, dan sangat rapi untuk (katanya) baru nulis.

    Ditunggu lanjutannya.. enceh.. enceh.. enceh pertama KIHAE xixixi :’)

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 3:38 pm

      Iyoo aslinya. Ini baru-baruan bikin KiHae << kala sedang menggebu-gebu, Ohoohoohoo..

      NC??? xD

    Mea Hae said:
    April 9, 2013 pukul 1:15 pm

    gahahahahahah bener2 ini ff pertama eon dibaca ulang emang beda banget sama yang sekarng tapi ga kerasa
    tapi setelah dibaca lagi kerasa
    ye mana NC nyaaaaaaaaaaa

    niea_clouds said:
    April 9, 2013 pukul 1:31 pm

    wkwkwkwk ,,, sumpah yg terakhir bikin ngakak yg bulu2 bada pada rontok ngliat KIHAE Kiseu . . .

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 3:37 pm

      xDD Iya, g masuk akal pan ya, Uahahaha~

    arumfishy said:
    April 9, 2013 pukul 2:02 pm

    aku dah prnh bc tpi lpa dmn??di fb kah?di ffn kah??

      sugihhartika responded:
      April 9, 2013 pukul 3:36 pm

      di FFn, kalu NCnya saya kasih di FB. Udah pernah baca? xD kalo mau PWnya masih yg kemaren.🙂

    Shin Y said:
    April 10, 2013 pukul 4:17 am

    iyaaa,,, aku udah pernah baca di FFn,, kekekke lucu n manis,,, hahah

    namihae said:
    April 10, 2013 pukul 6:22 am

    ini ff kihae yg pertma kali dibikin? aaa~ masih unyu unyu tulisannya… itu kihae nya juga unyu unyu~ KKkk suka suka ♥

    Osi Dwi Olyvia said:
    April 10, 2013 pukul 10:27 am

    simple tapi sweet sekaliiii :3
    suka banget KiHae momentnya, ahhh my OTP /hug/

    taRie_Elfishy said:
    April 10, 2013 pukul 12:29 pm

    Saya pernah baca…..
    Suka bgt wlw udah d baca tp teteup gak bosen…
    Manissss..
    Buat lg eon,, ff ttg sekolahan kyk gini,,
    Jgn yg terlalu berat konflik nya..
    Cz kadang gak ngerti klo yg berat2..
    Heheheheeee…

    lee hae said:
    April 11, 2013 pukul 3:14 am

    mian.. q ikutan baca…
    suka ma ff nya..
    tuk selanjutnya q boleh ikutan bca???
    suka ma kihae momentnya

      sugihhartika responded:
      April 12, 2013 pukul 2:46 pm

      Boleh tentu saja. Silahkan tinggal di baca saja,😉

    Raihan said:
    April 13, 2013 pukul 1:57 am

    Iaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku udah baca yg ini #pose ^_<

    ainun_lara said:
    April 14, 2013 pukul 1:41 am

    Kyyyaaa manis benget Kihaenya,masih pada unyu “jembel Ikan”. Aku pernah baca ini,tapi asli agak lupa,dan sensenya gak ilang pas dibaca lagi. Saeng epep lamamu masih banyakkan?,apalagi yg diapus dan gantung,lanjut nde Chagi,nde??,Toel-toel.

    Ruoxi said:
    Mei 4, 2013 pukul 9:16 am

    Hihihihihihihi~ Akhirnyaaaaaa🙂 Aku baca FF Kihae ada pernyataan dimana.Kibum mau mengekspresika dia Kesel sama Donghae karena dicuekin Hahaha~ Maunya waktu hujan Kibum tinggalin aja Donghae Hahahahaha

    Sumpah gw senang SANGAT!!!!

    suhae1005 said:
    Mei 21, 2013 pukul 12:22 pm

    baru baca , bagus eonni …
    Ahhh, selain Kihae ada juga Kyuda ( Kyuhyun Bada )#digamparSungmin

    Vheroniicha said:
    Juni 7, 2013 pukul 3:14 pm

    Nambah NC..pasti lebih berasa #plak plak

    casanova indah said:
    Oktober 13, 2013 pukul 3:28 pm

    ooohh.. udah dari sono’a brarti ya kibum mesum..
    nyatane noh masih kecil aja udah hobby ciuman..
    haha.. lucu ceritane.. tapi tep dapat gelora cinta diusia muda’a…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s