THE BLACK ROSE [PART I]

Posted on Updated on

Title : Aiden Lee

Genre : Friendship/brothership – Mystery – Fantasy

Rating : PG

Summary : Siapa anak yang terselip di balik tumpukan duri rose itu? Apa dia mati?

[PART I – AIDEN LEE]

Cast:

Lee Donghae [Aiden Lee]

Kim Kibum [Bryan Kim]

Park Jungsoo [Denis Park]

Kim Heechul [Casey Kim]

°°°

Seorang pria, yang cukup tinggi, dengan kulit yang begitu putih nan halus, berhiaskan lesung di kedua pipinya, menjerit kala mendapati sesosok bocah pria, berada di antara hamparan tanaman rose di belakang kediamannya, terjebak di antara duri-duri tajam, milik bunga indah tersebut. Sosok itu tergolek tak sadarkan diri, dengan banyak luka di sekujur tubuhnya akibat dari duri rose yang begitu tajam. Ia seketika menjerit panik, lantas berteriak “Casey! Casey!” dengan sangat lantang.

Oh! Nyatanya seorang lain datang dengan wajah tenang, dan baru saja berdecak kesal. “Apa yang kau ributkan, Denis?!” tanyanya dalam sebuah rutukan, seolah tak menyukai suara bising darinya, dari seorang Denis yang menjerit memanggil namanya.

Denis, memandang Casey dengan raut hawatir, lantas ia menunjuk pada sosok bocah yang masih terperangkap dalam kebun rose mereka. Casey memicingkan matanya seketika, menatap sosok tersebut. “Seseorang terperangkap disana?” ujarnya pelan.

Di sisi lain, Denis tak dapat bersikap tenang layaknya seorang Casey. Ia terus berdiri dalam panik, lalu tanpa sadar menarik-narik lengan Casey sambil terus mengoceh. “Ambilkan gunting, Casey! Kita harus mengeluarkannya dari sana, cepat! Cepat kita tolong dia.”

Seorang Casey Kim, berdecak kesal setelahnya. “Mungkin saja dia pencuri kecil, Denis! Berhentilah bersikap yang tidak jelas! Sudah nasibnya untuk mati disana,” decak Casey.

“Oh astaga!” umpat Denis kemudian. “Kenapa aku bisa mempunyai teman sekejam ini!!”

Casey mendelik tajam. “Aku tak kejam!” bantahnya keras sambil menyilang kedua tangan di dadanya.

“Buktikan ucapanmu kalau begitu, Casey Kim!” tantang Denis, membuat Casey, Casey Kim, merutuk tak jelas lantas menghilang di pintu menuju rumah mereka.

Sekitar beberapa menit, ia kembali dengan sebuah gunting tanaman di tangannya. Dan Denis menyambutnya dengan sebuah senyum hangat. “Kau temanku!” pujinya sambil merangkul sang kawan, yang nampak tak suka akan perlakuannya.

Casey segera menggunting beberapa rose merah dengan penuh sesal. “Oh Denis!” rutuknya pelan, hampir berbisik. “Nyonya Lilith akan marah pada kita!” umpatnya lebih pelan, lantas memotong satu bunga mawar, dengan warna bunganya yang menghitam kala ia terlepas dari akarnya.

“Dia tak akan marah jika kita menyelamatkan nyawa seseorang, Casey!” sanggah Denis.

“Baiklah,” timpal Casey. “Kau yang bertanggung jawab nanti, aku tak mau tahu!”

Denis mengangguk, bersamaan dengan beberapa tanaman rose yang terlepas dan menghitam di atas tanah. Dengan itu, semakin terbuka kesempatan bagi keduanya untuk meraih sang bocah yang masih terkurung disana.

“Ah!” pekik Denis kala mendapati tubuh sang bocah penuh akan luka. Perlahan, ia menyentuh nadi di leher sang bocah yang masih memejamkan matanya tersebut. Denis menyentuhnya dengan dua jarinya serta mencoba merasakan denyutnya. Beberapa detik berlangsung, hingga dapat ia simpulkan, “dia masih hidup, Casey!” cetusnya hingga Casey mengangguk sambil menghela nafas lega.

Baiklah, terlihat tak masalah bagi keduanya, hingga Casey menaikkan sang bocah di punggungnya sementara Denis melepas sweater tipis hijau miliknya, lantas menyelimuti tubuh sang bocah, tak peduli sekalipun noda darah itu akan mengotori sweater tipis miliknya.

“Hati-hati Casey, dia terluka!” peringat Denis, kala Casey menggerakkan tubuhnya agar posisi sang bocah, aman dalam gendongannya.

“Aku tahu, cerewet! Berhenti mengoceh!!” rutuk Casey, kesal akan tingkah cerewet yang dimiliki sahabatnya tersebut. Keduanya lalu membawa sang bocah ke dalam tempat beratap yang sudah sekian lama mereka tinggali..

Menapaki waktu berikutnya, pintu menjeblak terbuka sesaat setelah Denis menendang pintu kediamannya dengan keras. Tak ada waktu baginya untuk berleha, ia segera membuka pintu menuju ruang kamarnya, ruang pribadinya dan berkata “baringkan dia di ranjangku,” dengan tergesa. Namun Casey terdiam sejenak.

“Kau yakin?” tanyanya sambil melirik ranjang dengan warna putih bersih tak ternoda, sedang yang akan mereka baringkan disana adalah sesosok bocah dengan tubuh penuh darah.

Denis mengangguk. “Tentu saja! Cepatlah..” ujar Denis lalu membantu Casey membaringkan sang bocah tepat di atas ranjangnya.

Beberapa jam berlalu..

Hanya kedipan mata yang terjadi, semenjak mata itu terbuka dari tidur panjangnya. Bibirnya bungkam, selain karena terdapat luka di salah satu sudut bibirnya, yang mungkin menjadi salah satu alasannya bungkam namun, matanya menyiratkan hal lain. Sebuah ketakutan yang begitu melekat, dan ini terjadi semenjak Casey datang dan bertanya padanya.

“Apa aku begitu menyeramkan?” geram Casey, terdengar seperti gertakan pelan, dan semakin menyudutkan sang bocah di sudut ranjang.

Sementara itu, Denis terkekeh pelan melihat keadaan tersebut. “Dia takut padamu, Casey! Kau terlihat seperti akan memakannya!” sergah Denis lantas turut menaiki ranjang, menghampiri sang bocah dan kembali berujar, untuk menenangkan sang bocah yang terus mundur dari posisinya. Denis tentu harus menghentikannya. Karena jika tidak? Itu akan berakhir dengan rasa sakit baru yang akan di deritanya, karena beberapa centi lagi, ia benar-benar akan terjatuh dari ranjang tersebut. “Kemarilah,” ajak Denis lembut. “Kami tak akan menyakitimu,” bujuknya.

Sang bocah menghentikan aksinya. Hingga perlahan, ia meraih jemari Denis, namun mengundang rutukan dari mulut Casey. Jelaslah! Salahkan wajah Denis yang teramat ramah, berbeda dengan Casey yang terlihat rusuh di mata sang bocah.

“Bagus!” sorak Denis. “Tak apa jikapun kau belum ingin bicara, tapi..” ucapnya seraya membimbing sang bocah, agar meraih gelas berisi air putih yang baru saja di bawanya. “Minumlah, agar kau bisa lebih segar,” tuturnya hingga sang bocah menurut perlahan, lantas meneguk air dari dalam gelas dengan sebuah ringisan saat air tersebut menyentuh luka di sudut bibirnya.

“Ada banyak sekali luka di tubuhmu. Tapi aku sudah mengobatinya, kau tenang saja,” ucap Denis prihatin sambil mengelus punggung sang bocah.

Tatapan kembali terjadi, di antara anak tersebut dengan Casey yang sudah memandangnya malas, terlampau kesal karena ia diabaikan tentu saja. Namun di sisi lain, Denis mengerti, dan lalu meraih jemari sang bocah. “Dia tak akan menyakitimu,” ucapnya. “Dia Casey Kim,” tuturnya sambil memandang Casey, lantas dia rapatkan salah satu telapak tangannya di dadanya sendiri. “Dan aku, Denis Park. Kita berteman?” tanyanya kemudian, sambil mengajak sang bocah untuk menautkan jari kelingkingnya satu sama lain, juga tak lupa ia sunggingkan senyum manis yang berbuah lesung di pipinya.

Tetap tak ada jawaban, bahkan gerakan tubuhpun tak banyak dilakukan oleh sang bocah. Sedang Denis dan Casey saling melempar pandang, berujung dengan helaan nafas dari keduanya. Dan Denis, dengan bijaknya ia berkata, “kami tak akan memaksa.”

Sang bocah tergerak mendengar penuturan Denis, hingga dengan satu gerakan, ia raih jemari Denis, yang baru akan beranjak. “Jangan pergi,” cegah sang bocah akhirnya, mampu mengeluarkan suara yang sejak lama dinanti baik itu oleh Denis ataupun Casey.

Casey berjongkok di hadapan sang bocah, lalu berkata, “jika begitu, katakan siapa namamu,” tanyanya sedikit mendesak.

Sang bocah menatap wajah Casey, begitupun Denis, yang balik memandangnya dengan tatapan kelembutan.

“Aku,” ucap sang bocah ragu, dengan salah satu tangan yang meremas kuat kain piyama yang dikenakannya. Piyama yang bahkan bukan miliknya. “Aku..” ucapnya lagi tertahan.

“Ya?”

“Namaku Aiden,” tuturnya akhirnya.

Denis semakin melebarkan senyumnya, lalu ikut berjongkok mendengar kata Aiden dengan teliti, hingga bibir mungilnya berkata “Aiden Lee..”

Caseypun tersenyum. “Nama yang bagus..” pujinya dan berakhir dengan satu usapan acak pada rambut sang bocah, Aiden Lee..

END

Maksudnya, END buat part ini ya, ^^ bingung sama namanya? Coba dihafal dulu jika baru mendengarnya. Bingung soal cerita? Ada yang aneh? Jangan lupa bahwa ini fantasy. Sekian~ ^^

32 thoughts on “THE BLACK ROSE [PART I]

    Elfisyhae said:
    April 29, 2013 pukul 5:15 am

    Kurang panjang eon. . . Lagiiii. . . .

      sugihhartika responded:
      April 29, 2013 pukul 5:25 am

      ya, dilanjut kapan-kapan, xD

    Shin Y said:
    April 29, 2013 pukul 5:23 am

    Yyeaaaahh,, gue bingung,, bkn krn nama,, tp ceritanya,,hubunganya ama teaser?? emang butuh di lanjuuuuuuutt.. hwweehehehe

      sugihhartika responded:
      April 29, 2013 pukul 5:26 am

      Hubungan ama teaser? Ada deeehhhh! xD

      Jadi ini bakalan panjang sebenernya. Dan teaser tadi, bakal nyambung sama akhir ini cerita. Jadi? Sabar menunggu, xD

    DongSu said:
    April 29, 2013 pukul 5:46 am

    aku kebayang suasana eropa kuno sebagai latar nya
    bener ga?

      sugihhartika responded:
      April 29, 2013 pukul 5:49 am

      Iya sih. Heu, semoga kedepannya dapet kesampean soal latar nya~ ^^

    Ruoxi said:
    April 29, 2013 pukul 7:02 am

    Nanggung ih ><

    Laila .r mubarok said:
    April 29, 2013 pukul 2:29 pm

    Lah udah end aja? Perasaan baru ngedip hehe *lebay

    Aku sudah hafal semua nama asing member suju hehehe, alhamdulillah jdinya ga bingung..
    Dan aku juga punya foto hae kecil, lengkaplah hehehe

    Ditunggu lanjutannya eon hehehe

    BryanELFishy said:
    April 29, 2013 pukul 2:35 pm

    Eonnie, kibum saya manaaaaa????????
    saya menunggu dia xDD

    ini ceritanya si donghae nyasar? begitukah?
    lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~ ^^

    namihae said:
    April 29, 2013 pukul 10:35 pm

    fantasy~ fantasy~ ulala~ dia bkin jga akhirnya! tpi ini? terlalu sedikit! lanjut!

    princelee86 said:
    April 29, 2013 pukul 11:59 pm

    Akhirnya ketemu jugaa..
    Kaget banget waktu liat ada ‘END’ tiba tiba nongol, kirain end beneran. Haha..
    Masih bingung sih sama ceritanya tp menarik kok ^^
    Aku lebih suka nama barat mereka sih apalagi aiden😀
    Kenapa pendek chapter ini?
    Ditunggu lanjutannya ^^

      sugihhartika responded:
      Mei 2, 2013 pukul 12:46 pm

      OK! Terima kasih, :’))

      Part depan agak panjang. Semoga tak membuat bingung~

    arumfishy said:
    April 30, 2013 pukul 4:37 am

    ko aiden bisa ada di taman bunga rose???dmn kluarganga???lanjutt y oen..

    Calista said:
    April 30, 2013 pukul 8:49 am

    Aih, dtg dari mn tu si donghek? Jgn2 dy msk k bku dongeng itu y? Huahahahaha *pikirn konyol. Yg skt aja ngk tau sapa.

    Duh, crtanya msh abstrak bwt aq, kpendekn sih chinggu. Update soon ne? Oya, sunshine nya lanjutkn donkkkk, aq bolak balik check tu ff d ff.net br kmrn nongol chap 5 nya. Keep writing chinggu ^.^9

      sugihhartika responded:
      Mei 2, 2013 pukul 12:47 pm

      Iya, saya akan lunasi Sunshine sebelum lanjut ini. Yang part 2 masih tahap edit. Heu. ^^

      Terima kasih udah mampir~

    Lee Sae Hae said:
    April 30, 2013 pukul 3:13 pm

    Jadi orang yang ada dirumah sakit sama kayak yang ditemuin casey&denis eonn? Si aiden ??
    Masih bingung sih eonn, tapi ini bagussss..
    Penasaran sama ceritanya..
    Kerennnn eonn..

    Haebaby said:
    April 30, 2013 pukul 5:00 pm

    Ceritanya menarik.. Penasaran akn lanjutannya, di tunggu chapter berikutnya eonni😀

      sugihhartika responded:
      Mei 2, 2013 pukul 12:48 pm

      OK! Terima kasih sudah baca, :))

    nia na yesung said:
    April 30, 2013 pukul 5:31 pm

    sebener.a udah baca dri Kemarin ^^ , tp Mianhae baru Bisa komen sekarang ^^

    Kenapa Aiden bisa ada di Tama Rose ???
    trus Yang di teaser itu Siapa ??
    aku penasaran Lanjut ya ??
    jujur masih bingung ??
    makan.a banyak tanda tanya Hehehehehe ,,,,

    kyuna0314 said:
    Mei 2, 2013 pukul 10:39 am

    Eh??? Aiden itu si donghae??? Knp tb” bsa jatuh di padang mawar gt???? Di prolog itu kan si hae tau” batuk darah dan darahnya kena ke buku dgn gmbr mawar hitam kan?? Apa ada sangkut pautnya sm chap ini??? Atau itu beda tmpt lg???
    Ah,iya aku udh comment utk prolog di ffn sblmnya pake id gaemgyu92 hehehe

      sugihhartika responded:
      Mei 2, 2013 pukul 12:49 pm

      Iya, umh untuk ceritanya? Masih rahasia, O.o

      MuweHeHeHe~

    niea_clouds said:
    Mei 5, 2013 pukul 1:41 pm

    msh blm paham ceritany . . . .
    ngacir ke chap 2. . . . “

    Ainun_lara said:
    Mei 25, 2013 pukul 8:33 am

    Waahh Setting tempatnya ini di mana?,Eropa ya?.
    Kenapa Aiden sampe masuk halaman orang?.

    Raihan said:
    Mei 30, 2013 pukul 3:47 am

    Huwoooooooooooo aku salah, aku kira si anak itu Kibum wkwkwkwk..

    Eh tapi, ini anak yg sama dengan yg teaser atau beda anak?..

    Makin penasaran. Aku lanjut part 2 yo…..

    casanova indah said:
    Oktober 13, 2013 pukul 2:35 pm

    belum begitu ngeh ama ceritane..
    apa gw yg pabbo ya?? #garuk2Kepala
    eh, ini ttep ada kibum’a kan???

    LyELF said:
    Oktober 20, 2013 pukul 2:06 am

    eonni-yaa~ aku baru bisa baca ff yang ini hehehe
    Hae nya unyu di sini :3 okee, mau lanjut duluuu… ja eonni~ ^^

    snowersbummie said:
    Maret 17, 2014 pukul 5:31 pm

    Annyeonghaseo ^^
    Aku reader baru… nemu pas googling ff mystery bryan kim ^^

    Baru part 1 aku udah suka. Mulai dr genre-nya yg emang genre favorit dan castx pakai nama western mrk.. emang bias aku Kibum tp aku paling suka western namex Donghae… Aiden Lee… dari namanya aja udah kebayang dia seorang pangeran minimal bangsawan Eropa yg berpakaian ala2 pemuda2 di film The Patriot.

    Nah masuk storyline… ini aku bayanginnya berlatar Eropa dgn bangunan2 tempo dulu.. nah si Aiden kenapa bisa ada di taman itu? Sengaja ataukah tidak sengaja? Err lalu Aiden disini “manusia” kah?? Mmmm terus Dennis dan Casey itu satu dunia dengan Aiden ataukah mereka berasal dari dunia yang berbeda yang tau taunya Aiden nyasaral ke dunia mereka… yah intinya apakah Casey dan Dennis itu immortal atau bukan?? Atau kalau bukan immortal apa mrk punya kemampuan khusus?? Lalu my darl Bryan dia dimana?? Sebangsa Dennis dan Casey kah???

    Bagian ketika Aiden tersadar itu yang paling bagus menurutku karena yg dilihat pertama si Casey kembaran Hades di Yunani… kkkk~~

    THE BLACK ROSE [3] « FISHINDAHOUSE said:
    Maret 29, 2014 pukul 2:23 am

    […] PART 1 : Aiden Lee […]

    vicya merry said:
    April 6, 2014 pukul 3:56 am

    apa jangan2 anak yg terjebak di duri mawar atau aiden adalah oranv yg sama yg mengatakan “aku ingin hidup abadi seperti black rose” yg dia baca di buku crita. makin penasaran sama siapa aiden lee sebenarnya.

    mole13 said:
    Agustus 3, 2014 pukul 2:59 am

    aku kira beneran end, ternyata ngak… senengnya
    ffnya keren!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s