MY PET, HAE!! [1]

Posted on Updated on

Title : My Pet, Hae!!

Cast/Pair : Lee Donghae – Kim Kibum / KiHae

Genre : Fantasy – Humor (?) – Romance

Rating : PG 

Summary;

Kim Kibum, keluarganya, dan juga hidup mereka yang berubah sejak kedatangan seorang Lee Donghae. Meski sulit untuk dicerna, semuanya adalah hal yang patut di percaya. 

Lee Donghae yang manis, juga sesuatu yang menakjubkan yang ada dalam dirinya, membuat keluarga Kim begitu menyayanginya, tak terkecuali dengan seorang Kibum, yang juga begitu melindunginya.

[CHAPTER 1] 

^^ 

Suatu hari..

Kim Kibum dan Kim Yesung, sang ayah, sedang memperbaiki lampu tengah rumah yang mati mendadak, yang mungkin dikarenakan terganggunya arus listrik pada lampu tersebut oleh air hujan yang kini juga merembes di antara langit-langit rumah. Keadaan kota Seoul sekarang memanglah sedang kurang bagus. Langit mendung dengan hujan cukup besar.

Kibum menaiki kursi yang sedang di pegang Yesung. Mereka harus bekerja sama untuk memperbaiki lampu atau lebih tepatnya mengganti lampu di ruang tengah di rumah mereka sejak beberapa menit yang lalu mati begitu saja.

“Hati-hati Kibum-ah..” Peringat sang ayah, yang kini memegangi kursi yang sedang Kibum jadikan pijakan.

“Ya,” Balas Kibum singkat. Selain karena dirinya memang tak banyak bicara, sekarang ini, ia sedang menengadah dengan mulut yang sulit di tutup. Ia tak ingin tiba-tiba seekor cicak masuk ke dalam mulutnya. Bukankah akan sangat menjijikan?

“Kami pulaaaang..” ucap seseorang tiba-tiba mengagetkan kedua orang tersebut.

“Dingin sekali di luar.. mereka kemana ya?”

Dapat Kibum dan Yesung dengar, bisikan-bisikan dari arah ruang tamu, juga suara kaki melangkah mendekat ke arah mereka. “Donghae dan eommamu pulang sepertinya,” ucap Yesung pelan yang tak mendapat jawaban dari Kibum, karena jawabannya adalah ‘ya’. Suara Donghae dan eommanya yang cerewet, benar-benar sudah melekat baik itu bagi Kibum ataupun Yesung.

Namun sesaat setelah derap langkah kaki itu mendekat, juga suara pintu yang memisahkan ruang tamu dan ruang tengah itu terbuka, lampu ruang tengah langsung menyala begitu saja, dan langsung menyorot Kibum dan Yesung yang tepat berada di bawah sang lampu.

“Eh?” Kibum melongo. Lampu menyala begitu saja, padahal tangannya masih menggenggam lampu baru yang baru saja ia pasangkan. Kibum berpikir, hingga di dapatkanlah jawaban yang sebenarnya tak aneh lagi bagi siapapun di rumah tersebut. Kibum menoleh pada sosok namja manis yang masih berdiri di dekat pintu, yang kini sedang menggaruk rambutnya sambil melemparkan senyum padanya. “Kim Donghae!” geram Kibum.

“Kupikir tak ada siapapun. Saklar lampunya kan jauh.” ucap Donghae, merasa Kibum tak suka akan perbuatannya yang telah mengagetkannya.

“Sudahlah Kibum! Turun! Harusnya kau berterima kasih pada Donghae karena telah membantu kita memperbaiki lampunya tanpa membuang tenaga,” ujar Yesung, dengan segera melepas pegangannya pada kursi yang sedang menopang tubuh Kibum. “Heechul chagi.. kau beli apa?” pekik Yesung, mengikuti Heechul, sang istri yang sejak tadi sudah masuk ke dalam rumah.

Kibum turun sambil menggelengkan kepalanya. Heran dengan sikap appanya yang terlihat kekanakkan. Lalu, diletakkannya kursi yang tadi ia pijak ke tempat asalnya, juga lampu di tangannya. Ia lalu beranjak, menghampiri Donghae yang masih terdiam menatapnya. “Kenapa tak masuk?” tanya Kibum, meraih jemari Donghae dengan jemarinya, lalu menautkannya satu sama lain.

“Apa aku begitu mengagetkanmu?” tanya Donghae tiba-tiba saat mereka berjalan menuju ruangan lain di rumah mereka.

Kibum menghentikan langkahnya, lalu melirik Donghae. “Aku hanya selalu tak suka, jika kau melakukan sihir-sihir seperti tadi,” ucap Kibum, membahas Donghae yang menghidupkan lampu bahkan tanpa menyentuhnya sama sekali.

“Kenapa? Kau sering melihatnya bukan?” tanya Donghae kembali sambil mengerucutkan bibirnya. Benar, bukanlah hal aneh bila Donghae, dengan sihirnya yang selalu dapat membantu apapun. Bahkan Donghae, yang sebenarnya bukan anggota keluarga asli disana, sudah hidup disana selama 11 tahun lamanya, dan telah tumbuh menjadi seorang Kim. Dia telah dianggap sebagai anggota resmi keluarga tersebut.

“Aku tak suka! Aku tak suka karena, karena aku tak ingin ditolong olehmu Hae..” jawab Kibum, kembali menggenggam jari-jari Donghae, mengajak Donghae.

“Kenapa?” rajuk Donghae, terdengar manja sekarang.

“Karena, harus aku yang menolongmu. Bukan sebaliknya. Aku tak suka..” tutur Kibum, tak memberi jawaban puas pada Donghae.

“Menyebalkan..” rutuk Donghae.

Lho?

Sebenarnya..

Cerita bermula 11 tahun yang lalu, saat Kibum berumur 11 tahun. Ia bersama orang tuanya, Yesung dan Heechul mengunjungi sebuah tempat wisata di negara mereka tercinta. Yesung yang memang mencintai alam bebas, mengajak sang istri dan keluarganya mengunjungi salah satu pantai, hingga tiba-tiba Kibum, sang buah hati tiba-tiba lepas dari genggamannya dan hilang entah kemana.

“Lho, bukankah dia bersamamu Sungie?” pekik Heechul, meski masih bisa mengontrol emosinya, dan masih sibuk mengedarkan pandangannya untuk mencari anak semata wayangnya.

“Iya. Dia si sampingku, tabi tiba-tiba menghilang,” balas Yesung dengan nada tak kalah cemas. Ia mengubrak-abrik area tersebut dengan matanya, juga sedikit menyibak semak-semak berukuran agak besar, karena siapa tahu Kibum sedang mencoba mempermainkan dirinya.

Hingga akhirnya Heechul menyerah, dan menjerit pilu, saat sadar Kibum memang benar-benar telah hilang. Bahkan Yesungpun tak berhenti merutuki dirinya sendiri karena merasa ceroboh dalam menjaga anaknya. Ia bahkan sampai menjambaki rambutnya sendiri.

Sementara di lain tempat, Kibum sedang berjalan tak tentu arah, sambil menangis. Satu tangannya mengusap-usap wajahnya yang penuh dengan air matanya sendiri, sedangkan satu lengannya, membawa bola. Ya, karena bola itulah dirinya berpisah dengan orang tuanya. Jika saja bola itu tak menggelinding jauh, mungkin saat ini dirinya masih berada dalam genggaman sang ayah.

Kibum yang cerdas, akhirnya dapat meredam tangisnya sendiri. Selain karena lelah menangis, ia merasa melakukan hal yang percuma. Untuk apa menangis? Karena di tempatnya berdiri sekarang benar-benar tak ada satu orangpun selain dirinya. Ia edarkan pandangannya, pada pasir-pasir di kakinya, dan juga hamparan laut di depannya. Ia dan orang tuanya memang sedang di pinggir pantai tadi. Kibum membalikkan badannya, melihat jalan yang telah ia lalui. Hanya pasir semua, dan di ujung sana, terdapat lahan yang dipenuhi pohon kelapa. Padahal Kibum tak merasa ada tempat tersebut tadi. Ia menggaruk belakang kepalanya.

“Tadi aku lewat kesana ya?” Ujarnya tak yakin. Ia benar-benar tak merasa melewati tempat dengan banyak pohon. Kakinya hanya melewati hamparan pasir di pinggir jalan. Namun akhirnya Kibum percaya dengan apa yang ia lihat. Ia mencoba kembali dengan memutar arahnya. Dilewatinya lahan yang dipenuhi pohon tersebut, hingga..

Pukk..

Kerikil kecil tiba-tiba mengenai wajahnya. Kibum yang sedari tadi berjalan sambil menunduk, kini mendongakkan wajahnya. Seketika wajahnya langsung merona saat menatap sesosok makhluk di hadapannya. Makhluk? Ya. Karena Kibum tak yakin, akan sosok di depannya sekarang. Dengan kain tipis membalut badanya tanpa jahitan, sepertinya. Dan, jangan lewatkan tentang wajah manis sosok tersebut, juga  kulit putihnya. Membuatnya terlihat sangat sempurna. ‘Apakah malaikat yang turun dari langit?’ Kibum bahkan seperti menggumamkan hal yang mustahil.

“Ung, itu..” Kibum mengawali percakapan dengan canggung. Sosok di depannya yang juga bertinggi sama, seolah tak ingin melepaskan pandangannya dari Kibum, membuat Kibum merasa kikuk karena terus dipandang seperti itu.

Sosok itu perlahan mendekat ke arah Kibum, yang sontak membuat Kibum memundurkan tubuhnya karena kaget. Namun sosok itu tak merubah niatnya, dan tanpa Kibum sadari, sosok itu tiba-tiba kini berada tepat di depannya. Tangannya terulur, lalu kedua jari telunjuknya ia arahkan, dan menusuk-nusuk kedua sisi pipi Kibum, yang kini melongo karena ulahnya. “Kenapa?” tanya Kibum terlihat heran.

“Wow, manusia,” ujar sosok tersebut akhirnya membuka mulutnya.

“A..apa maksudmu?” Kibum mulai gelisah. Sosok itu menyebut-nyebut Kibum sebagai manusia. Lantas dirinya apa? Kibum dapat mengambil kesimpulan, bahwa sosok di depannya bukan manusia seperti dirinya. Bolehkah ia sedikit menyimpulkan apa yang ia dengar dan lihat?

“Aku menemukan manusia, senangnyaaa!!” pekik sosok di depannya, sambil tersenyum riang. Ia bahkan berputar-putar di sekitar Kibum, membuat anak berparas dingin itu terlihat pusing dengan tingkahnya.

“Ya! Kau tak bisa diam? Kepalaku pusing. Dan..kau aneh sekali. Kau juga manusia kan?” Kibum mulai banyak bicara karena kesal. Kibum tak menemukan jawaban, sehingga ia harus memutar tubuhnya melihat sosok di belakangnya, yang belum ia ketahui siapa namanya, bahkan Kibum belum dapat memastikan, apakah sosok itu manusia sepertinya ataukah bukan? Anak kecil seperti Kibum, pastilah mudah percaya, meski pada hal yang mustahil sekalipun.

Sosok itu menggeleng sambil mengulum senyumnya, dan sekali lagi, membuat hati Kibum berdebar, juga membuat wajahnya merona. Kibum kembali fokus, dikerutkan keningnya, lalu berkata lantang, “Jika bukan manusia kau apa? Hantu?” Ucapnya sambil berkacak pinggang. Kibum alihkan pandangannya, ke arah bawah, dimana sosok itu sedang berpijak, karena ia pernah dengar dari ibunya bahwa, hantu tak akan menapak pada bumi, atau melayang. Dan Kibum langsung membulatkan matanya, saat melihat sosok itu memanglah melayang. “Hh.. Hantuuuuu!!” Teriak Kibum, lalu berlari terbirit meninggalkan sosok aneh tersebut.

Kembali pada Yesung dan Heechul. Kini mereka sibuk menceritakan ciri-ciri fisik pada orang di sekitarnya yang ikut membantu mencari Kibum. Mereka juga telah melapor pada petugas pantai, agar mencari anak mereka di perairan takut Kibum tenggelam terbawa arus ombak.

“Kibum-ah..!!” Teriak Yesung dan Heechul bergantian. Mereka benar-benar kehilangan anaknya tersebut.

“Bagaimana ini, yeobo!! Anak kita!!” Jerit Heechul di pelukan suaminya. Rasa cemas mereka benar-benar tak dapat terobati sebelum Kibum ditemukan. Tentu saja!

Dan tanpa mereka sadari, kini Kibum berada di bawah sebuah pohon, dengan tubuh gemetar dalam posisi terduduk sambil menekuk lututnya. Ia benar-benar tak menyangka dirinya akan menemui hantu di siang bolong. Ia usap keringat mengucur di dahinya, karena meninggalkan rasa gatal disana. Ia lalu bangkit, merasa telah dapat membebaskan diri dari hantu kecil yang ia lihat tadi. Hingga.. “Kau kenapa lari?” ujar seseorang, suara yang ia kenal, karena baru saja ia mendengar suara tersebut.

Kibum memandang horor sosok yang ia sebut ‘hantu kecil’ dalam hatinya tersebut yang kini tepat berada di sampingnya. “AAAAAAAAARRGH..” Kibum kembali berteriak, hendak melarikan diri kembali jika saja tak ada pohon menghalangi di belakangnya. Dan.. Jdug! “Ouch!!” ringisnya saat dengan sukses bagian wajahnya menghantam sebuah batang pohon. “Awh! Appooo..” Ringisnya, menutup bibirnya dengan tangannya.

Dan hantu kecil yang dimaksud Kibum kini terkekeh dengan ulah Kibum. Padahal ia tak menakuti Kibum, namun Kibum begitu ketakutan melihatnya. Dan sesaat tawanya terhenti saat melihat Kibum mengelus bagian lain wajahnya yang terasa sakit baginya. “Kau berdarah,” ujar sang hantu kecil menunjuk daerah bibir Kibum. Kibum memang dapat merasakan rasa perih disana.

“Ugh,” ringis Kibum. Namun ia kembali terhenyak saat si hantu kecil tiba-tiba ada di depannya, bahkan kini menangkup kedua sisi wajahnya. Dan rasa panas menyeruak datang menyerang wajahnya, saat si hantu kecil menjilat darah dan luka di ujung bibirnya. Dan tanpa Kibum sadari, seiring dengan masuknya darah Kibum yang dijilat, ke dalam tubuh sang hantu kecil, perlahan, kaki hantu kecil yang melayang itu, menapak bumi.

Kibum terpaku. Masih bergelut dengan detak jantungnya yang berdetak semakin cepat. Bahkan ia juga tak sadar, rasa perih di bibirnya menghilang begitu saja. Kibum benar-benar kehilangan kata. Bagaimana tidak? Sang hantu kecil yang telah mencium ujung bibirnya itu, masih mendekatkan wajahnya pada wajah Kibum sambil tersenyum. Dan Kibum benar-benar takjub akan keindahan wajah tersebut. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan.

“Kau sudah sembuh. Horeeee..” pekik sang hantu kecil, kembali melompat-lompat di sekitar Kibum.

“Eh?” Kibum sadar akan ucapan ‘lompat’. Kibum dapat melihat kaki sang hantu kecil yang jelas-jelas menapak bumi. Kibum menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. ‘Mungkin tadi salah lihat?’ pikirnya, dan seketika itu pula, helaan nafas lega ia hembuskan. “Kau mengagetkanku,” ucap Kibum sambil memegang dadanya.

“Kau tak takut lagi padaku?”

Kibum menggeleng. Ia yakin yang di depannya ini bukan hantu. Sangat yakin! “Maafkan aku. Aku Kim Kibum. Kau siapa?” tanya Kibum, mulai mengulurkan tangannya.

“Donghae!!”

Ahh, hantu kecil itu bernama Donghae rupanya. “Ohh, Donghae. Kau kenapa disini sendirian?” tanya Kibum tenang.

Donghae menggeleng cepat. “Aku bersama Kibumie disini..” ujar Donghae tersenyum manis.

Kibum mengernyit bingung dengan ucapan Donghae. Memang perkataan Donghae benar, tapi bukan itu yang Kibum maksud. “Kau tidak bersama orang tuamu?” tanya Kibum lagi, lebih jelas kali ini.

Donghae kembali menggeleng dengan wajah cerianya. “Aku ikut Kibumie saja,” celoteh Donghae, lagi-lagi membuat Kibum melongo dan berpikir, ‘apa maksudnya!!’

“Huh? Apa maksudmu Donghae? Orang tuamu..”

“Tidak!! Aku mau ikut Kibumie saja! Aku ikut Kibumie..” racau Donghae, sambil menghentak-hentakkan kakinya.

Kibum bingung dibuatnya. Tapi ia juga tak tega meninggalkan Donghae di hutan seperti sekarang. Dan oohh.. bukankah dirinya juga tengah terlantar? “Tapi aku tak tahu jalan keluar dari sini, dan tak tahu eomma dan appaku dimana,” tutur Kibum menunduk kecewa.

Greepp..

Tiba-tiba Kibum merasakan tangannya digenggam. Oleh Donghae tentunya. Donghae lagi-lagi tersenyum manis ke arahnya. “Aku tahu jalan pulang. Juga appa dan eomma Kibumie,” ucap Donghae masih tetap dengan nada riangnya.

“Benarkah?” Kibum bertanya dengan mata berbinar miliknya. Dan Donghae menjawab dengan anggukan pasti.

Beberapa jam berlalu, Heechul masih sedikit terisak di pinggiran pantai sambil sesekali memanggil Kibum. Sedangkan Yesung berjalan mondar mandir dengan wajah cemasnya. Hingga tiba-tiba teriakan dengan suara yang mereka rindukan membahana memenuhi pendengaran mereka.

Appaa! Eommaa!

Heechul mengusap air mata di wajahnya, lalu membalikkan wajahnya. Dan.. air matanya kembali tumpah saat melihat sosok anak kesayangannya tengah berlari ke arahnya. Ia tak sabar dan langsung meraih Kibumnya.

“Oh Kibum-ah!!” pekiknya lalu membawa Kibum ke dalam pangkuannya. Ia lalu menciumi wajah Kibum, mencoba membuang rasa hawatir yang sejak tadi melandanya.

“Heechul-ah.. dia sesak karenamu!” ucap Yesung, mengambil Kibum dari pangkuan Heechul dan melakukan hal yang sama dengan Heechul.

Heechul menangkap sosok lain disana. Anak dengan tinggi yang sama dengan Kibum. Dan bajunya yang aneh? “Siapa dia Kibum-ah?” tanya Heechul, berjongkok, untu menyamakan tingginya dengan sosok yang baru ia lihat.

“Ia temanku eomma. Namanya Donghae,” ucap Kibum memperkenalkan Donghae pada Heechul. Donghae sendiri sama sekali tak menunjukkan wajah gugup, dan malah memasang senyum dengan sangat manis. Senyum yang sepertinya sulit hilang dari wajahnya.

“Anak yang manis. Kau tinggal disini?” kali ini Yesung ikut bergabung. Namun pertanyaannya membuat Kibum dan Donghae bungkam.

“Kenapa?” Heechul mulai menangkap sesuatu aneh disana.

Eomma, appa..

Kini keluarga Kim sedang dalam perjalanan pulang. Namun tak seperti biasanya, karena kini penghuni yang menumpangi mobil milik mereka bertambah satu. Ya, Heechul dan Yesung setuju untuk membawa Donghae ke rumah mereka, karena Kibum yang meminta. Mereka tak akan sanggup menolak keingin sang buah hati yang amat mereka sayangi itu. Dan, karena asal usul Donghae yang tak jelas, maka diputuskanlah, mereka menambah marga Kim di depan nama Donghae. Kim Donghae.

“Baiklah Hae, menurutku, pakaianmu harus dirubah. Kupikir ukuran tubuhmu sama dengan Kibum,” ucap Heechul dari jok depan sambil mengobrak-abrik tasnya, mencari sepotong pakaian milik Kibum, yang memang sengaja ia bawa mengingat mereka berjalan-jalan di pantai tadi, meski akhirnya tak ada kegiatan berenang karena kejadian hilangnya Kibum.

Heechul lalu menyerahkan baju milik Kibum, dan secepat kilat Donghae menerimanya lalu memakainya langsung. Guratan bahagia seperti enggan meninggalkan wajah Donghae. Kibum bahkan kaget dibuatnya.

Beberapa menit perjalanan, tiba-tiba saja mobil yang mereka tumpangi berhenti begitu saja. “Agh! Sial!” rutuk Yesung.

“Mobilnya kenapa appa?” Kibum mencondongkan tubuhnya mendekat pada Yesung.

“Aku tak tahu. Mungkin mesinnya. Sebaiknya kalian turun dulu,” pinta Yesung.

Setelahnya Heechul membantu Yesung melihat mesin mobil, sedangkan Donghae dan Kibum memperhatikan kedua orang tua tersebut sambil duduk di pinggiran jalan, dengan posisi sama, menopang dagu dengan tangan yang bertumpu pada kedua lutut mereka, sambil memasang wajah polos mereka.

“Kenapa tak mau jalan ya,” ujar Yesung, menghentikan kegiatannya lalu mengajak Heechul beristirahat sejenak mendekati Kibum dan Donghae.

Heechul dan Yesung kini mengamati pemandangan laut dari jalanan yang memang menampakkan pemandangan tersebut. Tanpa mereka sadari, Donghae berjalan mendekati mobil mogok mereka. Dan dengan satu sentuhan tangannya..

Brrrmmm..

Mesin mobil kembali hidup, membuat tiga pasang mata lainnya menoleh padanya yang masih menyentuh badan mobil.

“Donghae..” gumam ketiganya.

Donghae lalu menggaruk kepalanya, “Bolehkah aku bertanya?” ujarnya. “Ini namanya apa? Tadi kalian bilang ini mobil? Apa sekarang sudah hidup lagi? Apa dia.. manusia juga? Bentuknya aneh..” tanya Donghae panjang lebar membuat seluruh anggota keluarga Kim yang hanya berjumlah tiga orang itu mengerutkan kening mereka bersamaan. Namun satu hal yang mereka katakan dalam hati, mengenai orang baru di depan mereka sekarang.. ‘AJAIB’, dengan pandangan takjub.

TBC

Jiahahaha~ ini apa ya? O.o maapin saya ya kalo geje. Saya jelaskan, kalian tahu pelemnya c’ Ponyo yang kartun Jepang itu lho? Saya pikir ini cerita terlahir saat saya mengingat pelem itu. Meski ceritanya gak akan terlalu sama, tapi kira-kira begitu deh.

Dan ini?? Lagi-lagi epep lama, sengaja saya post ulang. Saya akan masukkan semua fict saya ke blog perlahan, ^^

Tenang! Jangan menganggap saya menambah hutang saya, karena ini? Sudah selesai! Ada chapter lain yang sudah siap dan siap menyusul.

Saya tebak,kalian sudah pernah membacanya. HeHe.. saya hanya ingin mengumpulkan semua koleksi FF Donghae / KiHae milik saya disini. Terima kasih..

 

16 thoughts on “MY PET, HAE!! [1]

    Laila .r mubarok said:
    Mei 8, 2013 pukul 7:51 am

    Iyaaa aku ingeeet.. Aku pernah baca ampe chap berapa lupa, tpi mang dah selesai?? Aah aku lupa endingnya…

    Nah krna dah selesai berarti updatenya jngn lama” ya eon.. Hehehe

    *cubit pipi hae

    sugihhartika responded:
    Mei 8, 2013 pukul 7:58 am

    Sudaaaahhh!! xD updatenya tenangan dikit doong~ sambil nunggu kau ingat, xD

    Elfisyhae said:
    Mei 8, 2013 pukul 9:42 am

    Ya ampun. . Donghae bkin gemes. Pengen dicubit. . :-D:-D

    nia na yesung said:
    Mei 8, 2013 pukul 11:59 am

    Jiahhh Donghae Ajaib🙂
    dia penyihir ya ?
    Aku suka, apa lagi klo ngebayangin donghaae yang selalu tersenyum >///<
    ngebayangin Senyum.a Donghae XDDDD
    Lanjut ya ……

    Shin Y said:
    Mei 8, 2013 pukul 12:29 pm

    ah iyaa,,, pernah baca mungkin di Ffn apa yaaa??? lupa hehehhe

    udah end sbenarnya??

    suka bgt deh klo yesung dipasangkan ama heechul,, xixiixii😀

    Kim Haemi said:
    Mei 8, 2013 pukul 12:53 pm

    lanjut ya eonni jangan lama ya hehe kan udah selesai jadi jangan lama😀

    masrifah lubis said:
    Mei 8, 2013 pukul 5:24 pm

    jadi hae sebenarnya siapa ya, dia dr dunia mana?

    BryanELFishy said:
    Mei 8, 2013 pukul 9:05 pm

    jadi? Donghae itu mahluk jenis apa Eonn..?

    mana lagiiiiii~? *plakk

    niea_clouds said:
    Mei 9, 2013 pukul 6:10 am

    jd Donghae itu apaan ? penyihir ? atau dr dunia lain ? /plak
    Huwaaaa !!! ada YESUNG ! Br mendingan galau ny eh jd inget lg kan . . . /curcol
    Next jgn lama” . . .

    taRie_Elfishy said:
    Mei 9, 2013 pukul 8:17 am

    Aku pernahhh baca nya….
    Tp msh sukaaa….
    Suka bgt malah..

    arumfishy said:
    Mei 9, 2013 pukul 2:50 pm

    Udh prnh baca….yg orng tua donghae itu KangTeuk y????🙂

    namihae said:
    Mei 11, 2013 pukul 2:59 pm

    ini ff apa eonnieee?? itu dongee nya punya kekuatannn???? ini fict lama? eoh! ktinggalan!😀 aaa~ lanjuuttt ah lanjuutttt!

    Ruoxi said:
    Mei 12, 2013 pukul 3:08 am

    PET itu peliharaankan?? Jadi Donghae itu apa?? Peliharaan memiliki sihir! Ini Donghae Asalnya dari planet mana??

    vheylee14 said:
    Mei 14, 2013 pukul 3:53 am

    Hwahahahaha..
    Suka2..

    Manusia..
    Lucu..

    suhae1005 said:
    Mei 22, 2013 pukul 11:36 am

    wow , aku baru membacanya ,,^^ , seru !
    hae kau memang hantu , datang dan pergi sesukamu !!! #apa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s