MY PET HAE [2]

Posted on Updated on

Title : My Pet, Hae!!

Cast/Pair : Lee Donghae – Kim Kibum / KiHae

Genre : Fantasy – Humor (?) – Romance

Rating : PG 

Summary;

Lee Donghae? Kim Donghae?

Nyatanya Donghae begitu menginginkan marga Kim tergabung bersama namanya di banding dengan marga Lee..

Kenapa? Karena ia menginginkan Kibum, tentu saja..

[CHAPTER 2] 

^^

Sejak saat Donghae bergabung menjadi keluarga Kim, beserta nama Kim sebagai marga yang ia miliki, ia tumbuh dengan baik bersama keluarganya tersebut. Hingga 11 tahun lamanya ia hidup, selama itu pula ia terus membuntuti Kibum kemanapun Kibum pergi. Bahkan Yesung dan Heechul heran dibuatnya, meski mereka tak keberatan Donghae berada di dekat Kibum, mengingat Kibum juga menyukainya. Dan, jangan salahkan orang-orang yang menyebut Donghae itu adalah peliharaan seorang Kibum, toh Donghae tak keberatan dengan hal itu, karena yang ia butuhkan hanyalah Kibum.

Lantas sebenarnya Donghae itu apa? Penyihir? Malaikat? Atau makhluk sebagainya? Entahlah. Karena keluarga Kim juga tak tahu jelas mengenai itu, meski tak jarang mereka melihat hal-hal magic yang dilakukan Donghae. Mereka sudah tak asing lagi dengan hal itu.

Kembali pada Donghae yang begitu lengketnya pada Kibum. Ingin bukti? Lihat saja, bahkan pagi ini Donghae yang baru saja bangun dari tidurnya, dengan langkah gontai, juga rambut berantakan, melangkah keluar dari kamarnya. Ia mengucek matanya. Lalu dengan mata setengah terpejam, terus berjalan entah kemana.

“Hey! Cuci mukamu dulu! Kebiasaan,” omel Heechul yang tak sengaja berpapasan dengan Donghae yang tentunya tak dihiraukan Donghae, karena nyatanya ia tetap berjalan lurus menuju sebuah ruangan, yang tanpa basa-basi ia buka pintunya, lalu masuk ke dalamnya. “Bocah nakal!!” rutuk Heechul akhirnya.

Sementara Donghae, masih dengan mata terpejamnya, sambil sesekali menguap, terus melangkahkan kakinya, hingga tiba di sebuah ranjang berpenghuni. Meski begitu, Donghae menaiki ranjang tersebut tanpa segan, lalu berbaring di samping si pemilik ranjang yang tak lain adalah Kibum.

Kibum tersenyum saat ranjangnya sedikit bergoyang. Ia tahu persis Donghaelah pelakunya. Dan selanjutnya, dapat ia rasakan Donghae yang tertidur di sampingnya. Kibum merubah posisi tidurnya, menjadi berbaring menyamping menghadap ke arah Donghae, meski sebenarnya, keduanya masih dalam keadaan mata terpejam. Kibum melayangkan tangannya, lalu mendaratkan tangan tersebut di pipi Donghae, dan bermain-main disana.

“Ungh..” Donghae merenggut kesal dengan mengerutkan keningnya, saat merasakan tangan Kibum mencubit-cubit pipinya. Ia hempaskan tangan Kibum, menjauhkan dari pipinya, meski tetap, keduanya masih dalam keadaan terpejam.

Kibum tersenyum. Ia sedang membayangkan wajah Donghae yang sedang ditekuk, meski yang Kibum bayangkan tetaplah wajah manis Donghae. Memanglah wajah manis Donghae adalah yang termanis di matanya. Setelahnya Kibum menarik selimut agar menutupi tubuhnya dan juga tubuh berpiyama milik Donghae. Ia dekap erat tubuh Donghae, menempelkan wajah Donghae di dada bidangnya.

“Kita tidur lagi?” ujar Kibum berbisik lalu menepuk-nepuk punggung Donghae, dan membungkus tubuh Donghae dengan selimut miliknya. Sedangkan Donghae hanya terdiam, karena dia memang masih tertidur sepertinya. Ia semakin terlelap saat mencium aroma tubuh Kibum.

Keduanya hampir saja tertidur kembali dalam posisi seperti itu jika saja tak ada teriakan membahana yang mengagetkan keduanya. “Kim Kibum!! Kim Donghae!! Hentikan kebiasaan kalian itu!! Jangan selalu bermalas-malasan di pagi hari…” dan bla, bla, bla.. omelan Heechul, sang eomma keluar tanpa henti, bahkan sangat keras, mengingat Heechul yang berteriak dari arah dapur, membuat Yesung yang sedang santai meminum kopinya, tersedak tiba-tiba.

Kibum terbangun lebih dulu, sedangkan Donghae masih berkutat dengan posisi awalnya. Kibum terduduk, lalu menatap Donghae untuk pertama kalinya pagi itu. Ia tersenyum. Seperti biasa, Donghae selalu lebih manja dan malas daripada dirinya. Karena apa? Jika dirinya akan takut pada omelan Heechul, maka lain hal dengan Donghae yang akan menanggapinya dengan wajah polosnya, membuat Heechul tak akan tega memarahinya lebih lama.

“Bangun Hae,” ujar Kibum, menggoyangkan tubuh Donghae.

“Ish~” Donghae terlihat kesal, ia bergerak namun sepertinya tetap tak ingin membuka matanya.

“Hey..” Kibum tetap harus membuat Donghae terbangun karena mereka harus berangkat kuliah pagi itu. Ia selipkan tangannya pada belakang kepala Donghae, lalu dengan mudahnya mengangkat tubuh Donghae agar berada dalam posisi duduk seperti dirinya. “Bangun Hae!” Kibum mengguncangkan tubuh Donghae, yang malah terkulai di lengannya. Lihatlah betapa manjanya seorang Donghae bila sedang di dekat Kibum. Setelah itu, Kibum menepuk-nepuk pipi Donghae, agar ia mau terbangun.

Donghae tetap tak ingin membuka matanya. Kibum tahu persis keras kepalanya seorang Donghae. Tapi disaat seperti ini, ia tahu apa yang diinginkan Donghae. Maka.. cup.. dikecupnya pipi Donghae, membuatnya langsung membuka matanya, dan langsung terduduk tegap di depan Kibum, lalu menyunggingkan senyum manisnya seperti biasa.

“Kau ini..” decak Kibum, mengacak rambut Donghae, lalu setelahnya berdiri dan meraih handuknya. “Aku akan mandi, kau ikut?” lanjut Kibum bertanya.

Donghae mengangguk imut. Lalu turun dari ranjang dan mengikuti Kibum menuju kamar mandi.

Selang beberapa menit terdengar teriakan dari kamar mandi yang mereka masuki. “Kim Donghae!” pekik Kibum, karena Donghae, kembali dengan sihirnya, mematikan shower sedangkan Kibum tengah bermandikan sabun termasuk di wajahnya, membuatnya begitu sangat membutuhkan air, namun Donghae mempermainkannya sambil tertawa puas.

 

Keduanya telah dalam keadaan rapi dan kini terduduk manis di meja makan. Selain terkenal akan kedekatan mereka, Kibum dan Donghae juga terkenal memiliki sifat yang sama, lebih tepatnya berperilaku seperti anak kembar. Karena apa? Apakah mereka memang benar-benar kembar? Tentu saja tidak. Itu karena Donghae selalu mengikuti, ataupun meniru semua hal yang dilakukan Kibum. Ingatlah, semua! Meski ada satu hal yang tak akan Donghae turuti dari Kibum. Karena Donghae begitu menyukai daging, maka kalaupun Kibum memakan makanan lain, ia tetap akan memakan daging.

“Kalian sudah siap eoh? Anak-anak eomma yang tampan,” ujar Heechul menghampiri keduanya lalu mengecup pipi keduanya bergantian. Dan selanjutnya Donghae mengecup Heechul lalu pipi Kibum, tepat di tempat Heechul menciumnya. Kibum tersenyum. Donghae tak pernah berubah meski ia telah dewasa kini. Ia ingat dulu Donghae pernah menjerit dan menangis karena Kibum dicium oleh teman yeojanya. Dan Kibum tak habis pikir dengan ucapan Donghae waktu itu, “Kibumie milik Hae!! Tak boleh dicium! Hanya Hae yang boleh cium!” pekiknya, sehingga Heechul membujuknya, dengan menyuruh Donghae mencium Kibum tepat pada bekas ciuman orang lain tersebut. Dan ketahuilah bahwa itu membekas hingga kini. Bahkan ciuman bekas sang eommapun Donghae harus membersihkan bekas tersebut dengan bibir miliknya. Heechul sendiri tak tersinggung, dan malah tersenyum geli dengan tingkah Donghae.

Begitulah hubungan Kibum dan Donghae. Memanglah tak pernah ada pernyataan suka ataupun cinta dari mulut keduanya. Namun yang sesungguhnya, mereka saling memiliki satu sama lain meski tanpa ada ikatan yang jelas, karena keduanya, begitu saling menyayangi, saling melengkapi, dan juga saling melindungi.

Setibanya di kampus, Donghae masih saja merenggut dengan wajah cemberut. Dan Kibum menyusulnya di belakang dengan buku di tangannya, dan ia membaca sambil membaca buku tersebut. Ah, pastilah buku itu yang membuat Donghae cemburu bukan main. Donghae sendiri tak tahu apa alasan Kibum begitu betah dengan bukunya kali ini. Karena biasanya Kibum akan segera menyimpan bukunya bila Donghae sudah memasang wajah cemberutnya itu.

“Kibumie..” rajuk Donghae.

“Sebentar Hae. Aku belum selesai..” jawab Kibum sambil membalikkan halaman selanjutnya.

“Ish..” rutuk Donghae berjalan mendahului Kibum. Hingga tiba-tiba, “Hai manis..” sapa seseorang merangkul Donghae, yang Donghae sambut begitu saja.

Kibum memicingkan matanya dibalik buku yang sedang ia baca. “Singkirkan tanganmu itu, Kyu!!” kecam Kibum bernada dingin.

“Haaahh~ selalu saja. Aku hanya menyapa. Tak perlu berlebihan Kim Kibum,” cibir Kyuhyun.

“Aku tak peduli, enyah dari hadapan kami,” suruh Kibum. Ia memang selalu kesal bila teman-temannya menggoda Donghae. Donghae yang polos, selalu saja mau digoda siapapun. Membuat Kibum selalu merasa kepalanya akan segera pecah, karena rasa cemburu yang bertubrukan di otaknya.

“Kenapa menyuruhnya pergi? Aku bosan. Kau juga tak menemaniku Bumie~” rengek Donghae, yang kini dengan sukses membuat Kibum menutup bukunya, dengan tatapan ‘baiklah, aku menyerah.’ dan Donghae tersenyum. Ia lalu mengaleng tangan Kibum, bermaksud mengajaknya menuju kelas. Namun tiba-tiba saja, baik itu Kibum ataupun Donghae, dapat melihat dengan jelas, sebuah pot bunga berasal dari atas, dan akan mengenai kepala Kyuhyun dengan sangat akurat.

Hening..

Hingga tiba-tiba pot tersebut sepertinya meleset, lalu jatuh tepat di samping Kyuhyun, dan isinya pecah berhamburan mengotori lantai. Semua melongo dibuatnya. Mana mungkin pot yang sudah jatuh lurus menuju Kyuhyun di bawahnya, akan berbelok arah begitu saja. Dan di antara semua orang yang melihat saat itu, hanya Kibum yang sadar apa yang telah terjadi. Ia menggenggam tangan Donghae, sambil bergumam ‘Kim Donghae!’ dengan sangat pelan. Pastilah itu perbuatan Donghae yang bermaksud menolong Kyuhyun.

“Aku hanya menolong..” Ucap Donghae, terlihat takut dengan reaksi Kibum. Tiba-tiba angin berhembus cukup kencang. Kibum semakin menajamkan pandangannya pada Donghae.

Dan benar saja, Kibum marah padanya. Karena sekarang Donghae merasa lengannya di genggam kuat oleh tangan Kibum, juga tubuhnya yang serasa di seret paksa oleh Kibum. Kibum menyeretnya menuju lorong kampus yang sepi. Dan setelahnya, Kibum mendorong tubuh Donghae menuju dinding, dan memenjarakan tubuh Donghae disana. Bukan hal yang sulit sebenarnya bagi Donghae untuk melepaskan diri dari Kibum. Namun perlu diketahui, bahwa sihir seorang Donghae, tak akan pernah mampu keluar hanya untuk melawan Kibum, tak akan!

“Sudah kuperingatkan untuk tidak menggunakan hal itu lagi, apalagi di tempat umum, Hae!” peringat Kibum dengan sangat serius.

“Tapi nanti Kyuhyun terkena pot itu,” balas Donghae, merasa tindakannya benar.

“Tidak! Kubilang jangan tunjukkan itu lagi di tempat umum!!”

“Kenapa?” Tanya Donghae memelas.

Kibum melepas genggaman tangannya pada Donghae, lalu memalingkan mukanya dari Donghae sambil berucap, “Aku hanya takut kehilanganmu..” ujarnya membuat mata Donghae mengerjap heran.

“Takut apa?”

Tepat di lorong kampus yang sempat dihuni oleh Kibum dan Donghae beberapa menit lalu, kini terdapat dua sosok dengan jubah aneh yang tengah mereka kenakan. Jelaslah pakaian mereka terlihat aneh, karena jubah yang menjuntai hingga ke tempat mereka berpijak yang bahkan menutupi kaki mereka. Mereka sengaja menutupi bagian kaki mereka yang sebenarnya melayang, sama seperti saat pertama kali Donghae bertemu dengan Kibum. Jadi? Jelaslah kedatangan mereka ini berhubungan dengan Donghae.

“Kenapa mereka menghilang cepat sekali sih!” rutuk salah seorang di antara mereka yang berwajah manis dengan kulit putih mulusnya, bernama Lee Sungmin.

“Sulit sekali! Bocah nakal!!” rutuk seseorang yang lain. “Lee Donghae! Kau bisa-bisa dikutuk appa karena kabur selama beberapa tahun ini,”  lanjutnya.

“Ya Lee Hyukjae! Aku yang akan menghukumnya duluan sebelum dia dicincang appa. Seenaknya saja, membuat kerjaan kita bertambah karena harus terus mencarinya..” ungkap Sungmin sambil mengangkat kepalan tangan kirinya.

“Kau benar hyung. Dia menyusahkan saja,” rutuk Hyukjae, terlihat geram.

Meskipun belum jelas, mengenai hubungan mereka dengan Donghae, namun sudah jelas bukan, bahwa marga Donghae adalah seorang Lee, dan keduanyapun adalah keluarga Lee. Jadi, kemungkinan besar mereka berdua adalah saudara dari Lee Donghae.

“Kita cari lagi..” Ajak Sungmin, mengajak Eunhyuk, lalu meninggalkan lorong sepi tersebut.

Sementara setelah mereka pergi..

Sreett.. kresek..

Terdengar bunyi dari salah satu tempat tersembunyi disana. Di antara tumpukan meja bekas berdebu yang tersimpan disana. Kibum mendongakkan sedikit kepalanya, bermaksud memastikan keadaan di sekitarnya aman. Ia kembali menunduk untuk membawa Donghae keluar. Ia sendiri masih membekap mulut Donghae yang cerewet dan bisa saja membuat mereka ditemukan dua orang Lee tadi.

“Kita sudah bisa keluar Hae,” ujar Kibum berbisik sambil melepaskan bibir Donghae dari bekapan tangannya. Namun bukannya mendengar jawaban Donghae, Kibum malah mendengar dengkuran halus disana. Kibum menggaruk kepalanya. Perlu diketahui bahwa, selain sifat keras kepala, dan juga manja yang tak terbantahkan, juga seorang penyuka daging, Donghae mempunyai kebiasaan lain, yakni bisa tertidur kapanpun dan dimanapun ia ingin, jika ia memang sudah merasa mengantuk.

“Kenapa bisa tidur!” gumam Kibum, namun raut wajahnya sama sekali tak terlihat kesal, dan malah sebaliknya, karena kini ia mengelus pelan helaian rambut Donghae sambil menatap wajah tersebut yang sedang tertidur damai. Jelaslah bahwa Kibum teramat menyayangi Donghaenya.

Kibum menggendong tubuh Donghae. Tak ada cara lain selain itu, karena Donghae benar-benar tak akan bangun dalam waktu dekat dan tak akan bisa dibangunkan dengan cara apapun. Donghae tertidur seperti orang mati, menurut Heechul, sang eomma, karena pernah suatu hari ia menyiram Donghae agar terbangun, namun Donghae benar-benar tak bergeming dari tidurnya saat itu. Bocah yang benar-benar ajaib memang.

Kibum terpaksa membawa Donghae pulang dengan berjalan kaki, meski tadi ia dan Donghae berangkat menggunakan sepedah motor, karena Kibum juga tak mungkin membawa orang tertidur dengan motornya. Bisa-bisa Donghae terjatuh nanti. Ia juga berencana kembali ke kampus setelah mengantar Donghae pulang karena memang hari masih pagi bukan? Mereka baru saja tiba di kampus. Jadi, Kibum akan tetap mengikuti kuliah setelah mengantar Donghae. Dan Donghae? Lupakan. Toh bocah ajaib tersebut tak akan terkena marah sang dosen meski ia sering membolos, karena seisi kampusnya itu sudah mengetahui kebiasaan Donghae tersebut. Beruntung sekali bukan? Ia terlihat seperti dimanja oleh semua orang.

Sepanjang jalan Kibum berpikir bahwa dugaannya mengenai 2 orang yang selalu mengikuti Donghae beberapa hari itu adalah benar adanya. “Lee..” gumamnya sambil membenarkan posisi Donghae di punggungnya. Ia terus saja berpikir, hingga tiba-tiba ia merasakan semilir angin menerpa wajahnya, namun ia merasakan hal lain dari terpaan angin tersebut. Sama saat ia merasakannya di kampus tadi, sebelum duo Lee datang menghampirinya. Apakah ini pertanda mereka mendekat? Kibum mau tak mau harus membenarkan pikirannya tersebut saat dilihatnya dua orang berjubah aneh melesat cepat ke arahnya. Jelaslah itu duo Lee yang Kibum hafal. Maka tanpa aba-aba, digerakanlah kedua kakinya agar berlari dengan cepat, meski semua terhambat karena beban Donghae di punggungnya saat ini.

Kibum berlari, memutar arah, berbelok-belok untuk mengelabui orang-orang yang kini mengejarnya dengan cepat. Bahkan ujung jubah keduanya terlihat cepat menyapu jalanan. Kibum yang jenius, sesekali mengelabui mereka dengan memutar-mutar rute perjalanan. Hingga dirinya benar-benar mengerahkan sekuat tenaga miliknya, dan akhirnya masuk ke dalam rumahnya dengan nafas berat.

Sementara itu Lee bersaudara menahan kakinya saat hendak memasuki kediaman Kim. Eunhyuk mendekat menuju pintu gerbang rumah tersebut, lalu mengulurkan tangannya pada pintu besi tersebut, dan saat itu juga, tangannya seolah menyentuh sesuatu yang aneh. “Ck.. darimana anak itu tahu, dan bisa memakai pelindung untuk rumah ini?” ujar Eunhyuk, memandang Sungmin yang kini mengikuti jejaknya.

“Bocah itu benar-benar memasang pelindung disini?”

Mereka saling bertatapan, dan terlihat bingung..

 

“Dia tertidur lagi di kampus?” Tanya Heechul seolah sudah tahu keadaan Donghae tersebut. Kibum membalas dengan anggukan, karena ia sudah sangat lelah menggendong Donghae sambil berlari, dengan jarak yang lumayan jauh. Ia segera membawa Donghae ke kamarnya setelah menjawab Heechul yang kini kembali beraktifitas, membersihkan rumah.

“Huhh~” Kibum melenguh sambil meregangkan otot-otonya yang serasa remuk. Ia mendongak ke arah jendela, sedikit membuka tirainya, lalu menutupnya rapat, membuat ruangan tersebut menjadi sedikit gelap. Sepertinya ia tak berniat kembali ke kampus setelah kejadian barusan. Lupakan soal motor karena Kibum bisa meminta Kyuhyun untuk membawanya pulang.

Kibum berbaring di sebelah Donghae, yang kini tengah mendengkur halus. Ia tarik selimut menutupi tubuh keduanya. Kibum yang lelah sehabis maraton dadakannya, dengan cepat terlelap sambil memeluk Donghae.

 

Selang beberapa jam, Donghae terbangun. Ia mengucek matanya lalu beralih menatap Kibum yang kini juga tertidur di sebelahnya. Donghae menyamping ke arah Kibum. Kibum tertidur di ranjang Donghae, dan Donghae yang terbangun duluan adalah hal yang baru pertama kali terjadi. Senyuman terpatri indah di wajah Donghae. Seolah melampiaskan dendamnya, Donghae mengulurkan tangannya di pipi Kibum, lalu bermain disana, sebagaimana yang dilakukan Kibum padanya setiap pagi.

“Ungh..” Kibum melenguh kesal dengan kening mengkerut. Bagaimana tidak? Donghae mencubit-cubit pipinya, dan membuat wajahnya terlihat jelek, sementara Donghae tertawa pelan.

“Kibumie~” panggilnya dengan nada manja has miliknya. Ia benar-benar menggoda Kibum, karena merusak wajah tampan Kibum. Ia tertawa puas hingga tiba-tiba Kibum menahan tangannya, juga membuka matanya sambil menatap ke arah dirinya.

“Berhenti menggodaku Hae,” ucap Kibum santai. Ia dengan mudah menyingkirkan tangan Donghae dari wajahnya. Ia genggam tangan usil tersebut, menguncinya, lalu dengan cepat membawa tubuh Donghae agar berada di bawahnya. Kibum lalu tersenyum puas. Donghae mengerucutkan bibirnya karena kalah dari Kibum. Dan sialnya hal itu malah membuat Kibum semakin senang. Ia lalu mengecup bibir Donghae. Satu kecupan panjang tanpa lumatan, karena Kibum tak pernah melakukan hal lebih selain sebuah kecupan.

Detik berikutnya, Kibum meraup tubuh Donghae di bawahnya, lalu mengguling-gulingkan tubuh mereka berdua di atas ranjang Donghae yang cukup luas, membuat Donghae meronta-ronta, karena merasa sesak. “Kibumie~” Pekiknya.

“Apa?” tanya Kibum menghentikan tindakan jailnya.

“Aku tak bisa bernafas,” ucap Donghae, membuat Kibum membebaskannya kemudian. Ia langsung terduduk, dan kembail menatap Kibum yang kini terbaring menyamping ke arahnya sambil menopang kepalanya dengan lengannya.

“Saudara Lee..” Ucap Kibum tiba-tiba.

“Huh?” Donghae terlihat kebingungan dengan ucapan Kibum tersebut.

“Kau tak mendengar percakapan dua orang tadi saat kita bersembunyi eoh?” tanya Kibum. Donghae masih tetap diam dengan wajah bingungnya. “Kau itu ternyata bermarga Lee, Lee Donghae,” ujar Kibum membuat Donghae terlihat tak suka dengan ucapan itu.

“Bukan!!” Pekik Donghae, “Aku Kim!” lanjutnya dengan tak sabar.

“Ayolah~ aku tahu kau pasti mengingat siapa dirimu, dan darimana asalmu. Dan siapa keluargamu bukan?” tanya Kibum lagi.

Donghae menggeleng cepat. “Aku Kim! Aku keluarga Kim. Aku tak ingin tahu yang lain. Aku hanya ingin denganmu Kibumie,” tutur Donghae terlihat kalut.

Kibum terkejut dengan ekspresi Donghae. Ia segera terduduk, lalu meraih tubuh Donghae ke dalam pelukannya, dan menenangkan Donghae dengan mengusap-usap kepalanya. “Iya, aku tahu! Kau, Kim Donghae. Kau boleh bersamaku selama yang kau mahu..” tutur Kibum. Beginilah reaksi Donghae bila Kibum menanyakan menyangkut asal usulnya.

TBC

9 thoughts on “MY PET HAE [2]

    BryanELFishy said:
    Mei 11, 2013 pukul 7:36 am

    Ternyata dia minggat tho…. xDD

    dia punya marga? jadi Donghae itu mahluk jenis apa??
    punya saudara juga punya orang tua.

    lagiiiiiiiiiii~ :3

    Elfisyhae said:
    Mei 11, 2013 pukul 12:02 pm

    Semoga berakhir bahagia. .

    Kim Haemi said:
    Mei 11, 2013 pukul 2:25 pm

    next😀
    makin seru makin penasaran
    update kilat ya eonni🙂

    nia na yesung said:
    Mei 11, 2013 pukul 2:29 pm

    hehehe ,,,
    Hae Lengket bgt Ma kibum, Udah kya anak kembar ??
    Hae Kabur dari Rumah ya Kenapa ? aku jd penasaran kelanjutan.a ^^
    dia bisa terbang bisa jg sihir , Berarti penyihir dong ?? # Sotoy ><
    Aku tunggu Kelanjuta.a saja🙂

    Laila .r mubarok said:
    Mei 11, 2013 pukul 3:19 pm

    Dasar kebo hahaha~
    Walau dah pernah baca tpi msih seru bacanya eon hehe

    namihae said:
    Mei 11, 2013 pukul 3:28 pm

    itu? si donge unyu unyu bgt di awal >,< *plak

    ini masih belum terkuak,,,, mreka makhluk apa? .. lagiiiiiiiiii~

    Ruoxi said:
    Mei 12, 2013 pukul 1:15 pm

    Yaa Tuhan Hae~ Jika ada mahluk hidup seperti mu disekitar aku.aku masukin karung,buang ke hutan amazon!

    niea_clouds said:
    Mei 15, 2013 pukul 7:36 am

    perasaan udh coment tp knp ga ada ya ??? apa udh bc tp blm coment ? au ah /penyakit lupa ny kumat ,,, hehe

    Hae unyu” bgt sich ,
    enak ny jd Hae di manja sm smua org . . .
    Hae smpe segitu ny pngen trus sm kibum smpe” kabur ga mau pulang . . .

    suhae1005 said:
    Mei 22, 2013 pukul 11:50 am

    Bukan tiga saudara Lee Eonni , melainkan empat saudara Lee ..
    Lee Sungmin , Lee Hyukjae, Lee Donghae dan … teng teng teng … Lee Suhae , #tepuktangan

    apa’an sih ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s