MY PET, HAE [3]

Posted on

Title : My Pet, Hae!!

Cast/Pair : Lee Donghae – Kim Kibum / KiHae

Genre : Fantasy – Humor (?) – Romance

Rating : PG 

Summary;

Sebenarnya Donghae itu apa?

Lalu bagaimana bila suatu hari Kibum meninggalkannya?

[CHAPTER 3]

Brakk..

Suara seperti bantingan terdengar seketika mengagetkan Lee Hyukjae dan Lee Sungmin yang kini sedang berdiri dengan kaki bergetar. Tangan mereka saling menggenggam untuk saling berbagi rasa takut. Eunyuk terus bergumam ‘bagaimana ini hyung, bagaimana..’ kepada Sungmin di sampingnya yang juga membalas dengan gumaman ‘aku tak tahu Hyuk, jangan tanya padaku..’

Bagaimana mereka tak takut? Orang yang ada di hadapan mereka saat ini, sedang menatap mereka dengan mata tajamnya. “Katakan kalau kalian tak sedang berusaha melindunginya,” ucap sosok mengerikan tersebut.

Sontak Sungmin dan Eunhyuk menggeleng bersamaan. “Tidak appa. Donghae benar-benar memakai pelindung disana. Sungguh!” Sungmin menjawab pertanyaan yang menyudutkan mereka tersebut dan Eunhyuk mengangguk setuju.

“Sudahlah Kangin-ah! Mungkin mereka benar..” ujar salah seorang yang lain di antara mereka. Sosok dengan wajah cantik dan senyum yang indah di wajahnya. Ia terlihat sangat tenang, membuat suasana mencekam disana menjadi sedikit menghangat.

“Sudahlah chagi, kau memang selalu memanjakan anak-anakmu. Lihatlah sekarang, satu anakmu kabur sekian lamanya!! Kau selalu saja menyuruhku diam!” ujar Kangin, merubah nadanya selembut mungkin pada istrinya tersebut sambil memijat keningnya.

“Apapun akan kulakukan selama anakku bahagia, yeobo..!! Kupikir dia bahagia disana.”

“Tapi dia sudah mulai merusak keseimbangan alam. Aku tak bisa membiarkan itu!! Dia melakukan apapun dengan sihirnya, itu tak benar! Bahkan dia menghentikan dan mendatangkan hujan seenak jidatnya!!” rutuk Kangin terlihat gelisah. “Jika saja kau bukan seorang Leeteuk yang kucintai, sudah kutendang kau sejak dulu..” cibir Kangin, mulai melontarkan sebuah candaan, membuat Sungmin dan Eunhyuk menahan tawanya. “Coba saja kalau berani,” timpal sang istri, yang ia panggil dengan sebutan Leeteuk.

“Ayolahh chagi.. dia benar-benar bisa merusak alam. Kau tahu? Kemarin dia membuat semua nelayan senang karena dia mengumpulkan semua ikan kecil di laut dalam satu titik. Sekarang mereka hampir punah karenanya!” raung Kangin.

Leeteuk nampak berpikir..

Appa, dan kenapa kakinya tak lagi melayang seperti kita?” tanya Eunhyuk tiba-tiba. Ia memang telah melihat Donghae yang kini bertubuh sempurna layaknya manusia.

“Itu karena bercampurnya darah manusia dalam tubuhnya. Gen miliknya sudah benar-benar bercampur dengan gen manusia milik anak itu,” jelas Kangin. Leeteuk sendiri tak heran dengan jawaban itu karena ia sudah tahu perubahan Donghae sejak bocah itu menjilat darah Kibum beberapa tahun lalu.

Sungmin dan Eunhyuk mengangguk takjub menanggapi penuturan Kangin, sang appa. “Lalu bagaimana appa? Apa kita akan membiarkannya saja?” timpal Sungmin tiba-tiba.

“Tentu saja tidak boleh begitu!” jawab Kangin cepat. Ia lalu menatap Leeteuk dengan tatapan memelas. “Kita benar-benar harus membawanya pulang,” lanjutnya.

“Baiklah. Lakukan saja yang terbaik. Tapi jangan menyakiti Donghae atau aku akan membencimu,” tutur Leeteuk akhirnya.

“Aku mengerti. Eunhyuk dan Sungmin anakku, lanjutkan pengintaian kalian. Mulai sekarang aku membantu di belakang kalian,” ujar Kangin memberi perintah baru pada kedua anaknya tersebut.

“SIAP!!” jawab Sungmin dan Eunhyuk kompak, bersamaan dengan gerakan tangan mereka yang memberi hormat pada kangin.

Benarkah Donghae bisa melakukan hal yang Kangin katakan?

 

Yesung menutup sambungan telponnya. Ia baru saja mengobrol dengan saudaranya. Senyum terpatri jelas di wajahnya.

“Kenapa? Senang sekali..” tanya sang istri, sambil meletakkan beberapa hidangan makanan yang baru saja ia bawa dari dapur, lantas kembali lagi ke dapur untuk membawa hidangan lain. Yesung, Kibum dan Donghae saat ini memang sedang berkumpul di meja makan karena memang waktunya untuk makan malam.

“Sindong..” jawab yesung singkat.

“Kenapa dengan Sindong ajhussi, appa?” tanya Kibum, karena Yesung menjawab dengan sangat singkat.

“Sindong ajhussi?” Donghae ikut membuka suara, lalu menarik sedikit baju Kibum yang memang duduk di sebelahnya. “Orang gendut yang kita kunjungi kemarin itu?” tanya Donghae polos, membuat Kibum tersenyum geli. Ia mengangguk lalu mencubit hidung Donghae. “Untung eomma di dapur. Jangan katakan kata gendut di depannya, dia bisa marah,” ungkap Kibum menjelaskan. Memanglah Sindong adalah keluarga dari pihak Heechul.

“Dia sedang mujur. Katanya, kemarin tepat saat kita pulang dari rumahnya, ia mendapat kabar dari para pekerja nelayannya bahwa ikan tangkapan mereka sangaaaaat banyak!” ungkap Yesung sedikit berlebihan.

“Oh,” Kibum membalas singkat, sementara tanpa sepengetahuan siapapun, Donghae tersenyum penuh arti, atau lebih tepatnya terlihat bangga?

Tepat sehabis makan malam, tiba-tiba Heechul menyuruh Kibum untuk membeli makanan kecil, karena dirinya tak akan bisa tidur sebelum mengkonsumsi makanan ringan, meski selalu ditegur Yesung, karena hal itu dapat membuat tubuh sang istri gemuk.

“Baiklah..” ucap Kibum menyetujui, lalu bergegas mengambil jaket dan syal tebal miliknya.

Sesaat setelah Kibum keluar, Donghae keluar dari kamar mandi. Matanya langsung menyapu seluruh ruangan yang baru saja ditempati keluarga Kim. Namun hanya ada Heechul dan Yesung disana. Beginilah Donghae, Kibum adalah hal utama baginya. Dia tak bisa diam bila tak ada Kibum. Bisa dibilang, mereka hanya akan benar-benar terpisah bila sedang tidur. “Kibum kemana?” sudah dipastikan bahwa pertanyaan itu akan keluar dari bibir tipis miliknya.

Heechul menoleh pada sumber suara. “Oh. Dia pergi keluar sebentar. Eomma menyuruhnya membeli beberapa makanan kecil,” jawab Heechul.

“Kenapa tak mengajakku!” rengek Donghae seketika mengalihkan perhatian Yesung dan Heechul dari acara TV yang sedang mereka tonton. Oh~ mereka merutuki diri sendiri dalam hati mereka karena melupakan Donghae tadi. Harusnya mereka meminta Kibum mengajak Donghae.

“Dia akan segera kembali,” ujar Heechul membujuk.

“Aku ingin bersama Kibumie!!” rengek Donghae, lalu sesaat kemudian melesat pergi.

“Hey! Tunggu di rumah saja!” pekik Yesung kaget saat Donghae dengan cepat melesat keluar rumah. Namun Blam! Semua sia-sia saat dirinya mendengar suara pintu di tutup dengan keras.

“Aigoo~ ia pergi di malam hari hanya dengan piyama? Anak itu benar-benar!” omel Heechul.

Kibum sedang berjalan menuju toko terdekat sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya. Cuaca benar-benar dingin.

“Kibumie!!” panggil seseorang membuat Kibum terdiam. Ia bukanlah orang pikun yang akan melupakan suara yang sangat ia hafal tersebut. Ia hanya kaget, karena Donghae ternyata menyusulnya. Ia menoleh ke belakang, dan mendapati Donghae tengah berlari kecil ke arahnya.

“Kenapa menyusulku?” tanya Kibum saat Donghae sudah benar-benar mendekat.

“Kenapa tak mengajakku?!” omel Donghae.

“Aku hanya sebentar. Dan.. Kenapa tak memakai jaket huh?” ujar Kibum terlihat kesal. Namun Donghae tak menjawab dan malah memajukan mulutnya kesal. Kibum berdecak pelan. “Kau ingin kembali ke rumah atau ikut denganku?” tanyanya kini menangkup wajah Donghae yang sedang cemberut.

“Ikut,” jawab Donghae kini berganti dengan nada manjanya.

Kibum tersenyum. “Baiklah.. kalau begitu tersenyum!” titah Kibum sambil menarik kedua ujung bibir Donghae (pipi), menariknya agar melengkung membuat sebuah senyuman di bibir tersebut. Tak butuh waktu lama bagi Kibum untuk melihat wajah Donghae tersenyum dengan sendirinya. “Pintar,” ujar Kibum mengacak rambut Donghae. Ia benar-benar tak suka melihat Donghae menekuk wajahnya meski itu jarang terjadi. Kibum lalu membuka jaketnya dan memakaikannya pada Donghae, tak lupa ia pakaikan syal miliknya juga di leher Donghae. Setelah itu Kibum meraih tangan Donghae, menggenggamnya, lalu menuntunnya. “Kha ja..” Ujar Kibum mengajak Donghae.

 

Splashhh..

Bunyi hujan membahana. Kibum dan Donghae kelabakan saat air hujan itu sukses mengguyur tubuh keduanya. Kibum mengajak Donghae berlari secepat mungin setidaknya hingga mereka menemukan tempat untuk berteduh, meski nyatanya itu terlihat percuma mengingat mereka sudah basah kuyup. Namun selang beberapa meter berlari..

Tes.. tes..

Hujan benar-benar berhenti. Yang ada hanya tetesan air hujan yang sempat tertahan pada dahan-dahan pohon di dekat mereka. Hujan benar-benar langsung berhenti. Kibum selalu tahu, maka ia melirik Donghae..

Donghae mengerjap pelan, dengan tampang polos menatap Kibum sambil berucap “aku tak ingin kita basah kuyup”, ujarnya.

“Kau tak menurutiku?” tanya Kibum tajam. Ia benar-benar tak dapat mentolerir yang satu ini.  Dan benar saja dugaannya. Setelahnya, semilir angin tak mengenakkan kembali menerpa. Maka secepat kilat ia menarik Donghae untuk bergegas menuju rumah mereka.

Kibum sama sekali tak berkata apapun. Dia marah karena kejadian tadi. Namun meski begitu, perhatiannya pada Donghae sama sekali tak berubah. Buktinya kini ia sedang mengeringkan rambut Donghae dengan handuk.

“Bumie~” gumam Donghae, menarik piyama yang baru saja dikenakan Kibum. Kini mereka tengah berhadapan.

“Hmm..” jawab Kibum seadanya. Kibum yakin Donghae tak tahu jika dirinya masih marah padanya. Terlalu polos memang..

“Aku mengantuk,” ucap Donghae sedikit menguap.

“Hey! Jangan dulu tidur Hae! Kau akan pusing jika tertidur dengan rambut yang basah,” balas Kibum meski ia sangat yakin perkataan itu percuma, karena setelahnya kepala Donghae terantuk pelan di dadanya. Lalu, dengkuran halus mulai terdengar.

Kibum menyenderkan handuk yang sedang ia pakai pada sandaran kursi. Ia mendekap tubuh Donghae yang kini bersandar di dadanya. Entah kenapa, rasa takut akan kehilangan Donghae begitu tumbuh menjadi kuat setiap harinya. Bayangannya akan sosok yang selalu mengejar Donghae, membuat Kibum yakin, bahwa ada sosok lain seperti Donghae di luar sana. Meski Kibum tak tahu mereka jahat atau tidak, yang jelas, mereka jelas-jelas mengincar Donghaenya.

 

Hatchim..

Kibum bersin-bersin sejak semalam. Sepertinya ia terserang flu. Bahkan ia terlalu enggan untuk sekedar membuka matanya yang terasa berat. Diliriknya Donghae yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Oh~ itu artinya memang sudah pagi.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, menampakkan sosok Heechul dan Yesung yang lalu menghampirinya. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Heechul yang kini meraba kening Kibum. “Kita ke dokter saja ya?” ujar Heechul lagi.

“Aku akan siapkan mobilnya,” tutur Yesung setelah melihat Kibum mengangguk.

“Tapi Donghae..” Kibum menyela, sambil melihat Donghae di sampingnya yang masih tertidur pulas.

“Kita hanya sebentar. Tinggal saja kurasa tak apa-apa bukan?” Heechul memberi solusi, karena tak mungkin juga mereka membawa-bawa Donghae yang sedang tertidur. Masih ingat jika Donghae sangat sulit untuk dibangunkan?

“Baiklah. Dokter yang dekat saja ya eomma. Aku tak ingin meninggalkannya terlalu lama,” ucap Kibum.

“Tentu. Akupun hawatir meninggalkannya terlalu lama.”

Hingga akhirnya mereka meninggalkan Donghae di rumah sendirian. Dan dalam waktu setengah jam sejak kepergian mereka, tiba-tiba terdengar teriakan membahana di rumah tersebut sambil meneriakkan satu nama..

“KIBUMIE~~”

TBC

6 thoughts on “MY PET, HAE [3]

    namikaaileen said:
    Mei 12, 2013 pukul 1:56 am

    huh? Tbc??? Kuraaaaaaaaanggg…. Ini pendeeekkk eonnieee… Lagiiiiii…..😄

    mrusak keswimbangan alam? Mreka pnyihir? Rsanya bukan y? Pawang ujan? *ngaco* plak
    Lanjuuuuuttt

    BryanELFishy said:
    Mei 12, 2013 pukul 5:24 am

    keseimbangan alam? *jadi inget tadi liat winks club xDD

    Chap ini pendek Eonn….
    butuh yang lebih panjangggggg~ ^_^

    Kim Haemi said:
    Mei 12, 2013 pukul 8:03 am

    Hae nya gampang tidur haha lucu
    Hae sama Kibum bener2 lengket kaya lem

    Ruoxi said:
    Mei 12, 2013 pukul 1:17 pm

    Donghae itu bayi gede, emaknya itu si Kibum -________________________-

    niea_clouds said:
    Mei 15, 2013 pukul 7:48 am

    Hae bnr” ga bs pisah dr kibum barang sedetik pun ,,,

    suhae1005 said:
    Mei 22, 2013 pukul 12:15 pm

    omooo Hae , disini ada Suhae ,,, jangan panggil bumiie terus !!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s