MY PET, HAE!! [6]

Posted on

Title : My Pet, Hae!!

Cast/Pair : Lee Donghae – Kim Kibum / KiHae

Genre : Fantasy – Humor (?) – Romance

Rating : PG 

Summary;

Tak terjadi apa-apa. Semua baik-baik saja, dan akan kembali seperti semula..

[CHAPTER 6]

^^

Kibum benar-benar kehilangan selera hidupnya. Bukan. Bukan satu hari kali ini Donghae pergi. Sudah satu minggu lebih ia kehilangan Donghaenya, Kim Donghae, yang mungkin sekarang telah menjadi seorang Lee Donghae kembali. Yang paling di sesali Kibum adalah, mengapa ia harus semarah itu pada Donghae waktu itu? Membuat Donghae kecewa padanya karena hal itu.

“Jangan pergi..”

Kibum mencegah kepergian Donghae saat itu, namun ia tak bisa berkata apapun, saat melihat Donghae, sudah kembali seperti semula, bahkan kakinya tak lagi menapak. Entah apa yang terjadi Kibum tak tahu. Tapi yang pasti, Kibum tahu bahwa Donghaenya akan lebih memilih pergi, atau kembali ke tempat asalnya.

“Sudah terlambat..”

Jawaban Kangin saat itu sudah meyakinkan dirinya untuk dapat merelakan Donghae. Benarkah? Kibum merelakan kepergian Donghae? Itu tidak benar. Lihatlah bahwa sekarang ia enggan keluar dari rumah, meski kedua orang tuanya telah membujuknya dengan berbagai cara. Mereka hawatir melihat Kibum yang enggan melihat dunia luar.

“Jika kau menyibukkan diri, perlahan kau akan melupakannya. Donghae telah memilih jalannya sendiri.” Ungkap Heechul, mengusap rambut sang anak yang kini menyandarkan kepala pada bahunya.

“Salahmu sendiri, ia pergi karenamu juga. Dasar mesum!” Timpal Yesung, terlihat mengomel. Memang Yesung terlihat amat menyayangi Donghae selama ini. Dan ia geram saat tahu apa yang telah Kibum lakukan pada anak angkatnya yang manis itu.

“Diam! Kau hanya akan membuatnya menyalahkan dirinya. Bodoh!” Balas Heechul, menatap tajam ke arah Yesung. Heechul lalu menutup teling Kibum dengan tangannya sambil berucap “Jangan dengarkan appamu.”

Kibum tersenyum kecil. Orang tuanya berhasil mengembalikan senyumnya, meski hanya sebuah senyuman kecil. Ia tahu, keduanya benar adanya. Namun ia masih sedikit bingung dengan hatinya. Ia masih enggan melanjutkan hidupnya, bila tanpa Donghae. Begitulah..

“Setidaknya, kembalilah beraktifitas. Lanjutkan hidupmu, Kibum-ah..” Lanjut Heechul. Ia benar-benar bijak kali ini. Berbeda dengan Yesung yang terus bergumam, mengomeli Kibum, hingga Heechul melempar sebuah koran dan tepat mengenai kepalanya.

“Aku tak bisa melupakannya.” Ujar Kibum akhirnya. Ia menghela nafasnya berat. Donghae selalu mendampinginya selama ini. Lalu bagaimana bisa Kibum melupakannya begitu saja?

“Kau bisa. Eomma yakin. Lakukan perlahan.” Bujuk Heechul.

Kibum menggeleng. “Bukan hanya tak bisa, tapi.. tapi aku tak ingin.” Jawabnya dengan sangat pelan.

Heechul dapat merasakan tubuh Kibum yang bergetar. Anaknya tengah menangis. Meski tangisannya tak seperti tangisan Donghae yang akan meraung seperti anak kecil, Oh, iapun mengingat Donghae sekarang. Manjanya Donghae yang begitu imut. Jelaslah siapapun di rumah itu tak akan bisa melupakan Donghae dengan mudah..

Pagi tiba begitu cepat. Semalam Kibum bahkan tidur dengan ditemani orang tuanya di tengah rumah. Ia menangis lama, hingga tertidur disana.

Heechul bangun lebih awal dari semuanya seperti biasa. Ia melihat Kibum yang masih terlelap. Diusapnya wajah Kibum dengan sayang. “Kenapa begini..” Gumamnya. “Kau harus bisa melewatinya.” Lanjutnya, lalu menicum kening Kibum. Selanjutnya Heechul tersenyum. Ia kembali mengingat Donghae. Anak itu pasti akan marah bila tahu Kibumnya ia cium. Namun, bahkan Dongae tak ada sekarang. Sepertinya sosok Donghae memang begitu melekat di hati mereka..

Heechul menepuk-nepuk pipi Kibum. “Bangunlah..” Ucapnya berbisik.

Kibum membuka matanya. Ia melihat Heechul tersenyum padanya, dan bertanya, “Kau akan kuliah hari ini?” membuatnya sedikit berfikir. Heechul tetap tak jera untuk membujuknya. Begitu gigih. Kibum tak sanggup membuat sang ibu kecewa untuk kesekian kalinya, hingga akhirnya ia membalas dengan sebuah anggukan.

“Mandilah kalau begitu. Eomma siapkan sarapan. Oke?” Ucap Heechul sambil bangkit. Di sisi lain, Yesung masih mendengkur dengan nikmat, hingga Kibum dapat melihat ibunya yang dengan sadis menendang sang ayah, sambil sedikit berteriak “Cepatlah bangun! Pemalas!” dan Kibum, kembali tersenyum dibuatnya..

“Wah, lama tak bertemu, kawan..” Pekik Kyuhyun, menyambut kedatangan Kibum, yang sudah satu minggu lebih ini tak menampakkan diri. Ia lalu mengerutkan keningnya. Menengoki ke arah Kibum, seperti mencari sesuatu. “Kemana peliharaanmu?” Tanyanya heran.

Kibum tak menyahut. Pertanyaan Kyuhyun malah membuat hatinya kembali berdenyut. Perjalanan tanpa Donghae saja, sudah cukup membuatnya tersiksa, hingga terasa lama. Sekarang Kyuhyun malah dengan sengaja mengungkitnya.

Kyuhyun yang memang jahil luar biasa, merasa tertarik akan keadaan Kibum yang kembali dengan keadaan tanpa berbeda. Tanpa seorang Kim Donghae, bukankah itu aneh? Untuk itulah, anak usil tersebut, akan terus mengganggu Kibum, demi rasa ingin tahu yang begitu kuat. Ia menyenggol Kibum, “Hey! Dia sakit?” Tanyanya, namun tetap tak mendapat jawaban Kibum.

“Atau, kalian bertengkar? Dan dia pulang?”

Tepat! Pertanyaan terakhir Kyuhyun, menghantam hati Kibum. Kibum menghentikan langkahnya, ia berbalik menatap Kyuhyun. “Berhenti ikut campur..” Ujarnya dingin.

“Jadi itu benar?” Tanya Kyuhyun kembali dengan mata membulat. “Benarkah itu, Kibum-ah?” Lanjutnya, mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kibum.

Kibum kesal. Ia terganggu. Selanjutnya, ia menempelkan kelima jarinya, tepat di wajah Kyuhyun yang begitu dekat dengan wajahnya, lalu mendorong wajah yang terlihat menyebalkan itu. “Berisik!” Ucap Kibum lalu berjalan tanpa rasa bersalah sedikitpun.

“Ya!!” Kyuhyun berdecak sebal.

Perkuliahan berlangsung dengan baik. Dan Kibum? Merasa itu tidaklah benar. Biasanya Kibum akan sibuk, bila Donghae sudah tertidur di dalam kelas, atau menangis keras, atau bermanja padanya, atau juga mengeluarkan sihirnya bila Kibum di dekati siapapun. Sekarang? Kibum hampa..

Selanjutnya Kibum menjatuhkan kepalanya pada meja. Ia benar-benar malas melakukan apapun. Dan ia? Tertidur hingga kuliah selesai.

Kyuhyun nampaknya masih belum menyerah untuk mengganggu Kibum. Ia kembali menghampiri Kibum yang tengah terduduk di kelas menunggu jam kuliah selanjutnya. Ia membawa sebuah kursi dan lalu menyeretnya mendekati Kibum, lalu duduk di dekat Kibum.

“Jadi kalian bertengkar?” Tanya Kyuhyun dengan tema yang sama, Kim Donghae yang hilang.

Kibum benar-benar kesal. Ia menutup matanya lalu berpaling ke arah lain. “Jangan menggangguku.” Bisik Kibum.

“Tapi aku ingin tahu.” Lanjut Kyuhyun, kini ia menggandeng lengan Kibum sambil tersenyum jahil.

Kibum tak menjawab, hingga tiba-tiba ia merasakan lengannya tertarik saat Kyuhyun terjatuh dari kursi tanpa sebab, meski Kibum tidak ikut terjatuh. Namun ia heran, bagaimana Kyuhyun bisa terjatuh begitu saja?

“Siapa yang mendorongku?” Ujar Kyuhyun linglung, melihat ke sekelilingnya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Kibum kemudian. Ia juga sedikit terkejut dan juga, heran?

“Aku tak apa-apa. Tapi, aku merasa di dorong seseorang.” Jawab Kyuhyun terlihat bingung..

Nampaknya hari itu, masih belum ingin berakhir. Terasa berjalan sangat lamban bagi Kibum. Ia ingin sekali berada di rumah secepat mungkin. Namun apa yang terjadi sekarang? Hujan begitu derasnya, menghambat perjalanan pulangnya, membuatnya harus berteduh bersama orang-orang di depan kampus di dekat gerbang. Kibum semakin risih saat beberapa mahasiswa mendekat padanya, terlihat sengaja, dan juga, menggodanya. Kibum benar-benar tak tahan. Ia berharap hujan cepat berakhir dan keinginannya tersebut, kembali mengingatkannya pada Donghae yang mampu menghentikan hujan dalam waktu hitungan detik.

“Hah,” Kibum menghela nafasnya, dengan sabar menunggu hujan berhenti, mencoba mengabaikan sentuhan pada tubuhnya, kulit orang lain yang ikut berteduh bersamanya. Bila dilihat dari besarnya hujan, sepertinya tak akan berhenti dalam hitungan menit. Kibum berniat kembali ke kelas, menunggu disana, namun, saat ia akan berbalik, ia tak mendengar derasnya hujan. Kibum berbalik, dan takjub melihat hujan berhenti dengan tiba-tiba.

Kibum terpaku, begitupun yang lainnya, yang langsung berhamburan untuk melanjutkan perjalanan pulang meraka. Berbeda dengan Kibum yang sibuk berpikir. Namun ia tak lagi berpikir saat melihat sosok seperti Donghae di antara orang yang tengah berlalu lalang di depannya. Ia melihat Donghae di antara sisa-sisa rintik hujan. Ia yakin ini perbuatan Donghaenya.

“Donghae..” Ujarnya mendekati sosok itu, yang malah berlari menjauhinya. Kibum menjadi sangat yakin akan apa yang ia lihat. “Kim Donghae!!” Teriaknya keras menyusul sosok itu..

.. 

“Jangan pergi!”

Itulah kata yang terucap, saat Kibum berhasil menyusul Donghae beberapa saat lalu. Kini ia benar-benar dapat melihat Donghaenya. Donghae, berada di depannya. “Jangan pergi, Hae..” Ucapnya tulus.

“Kau jahat.” Balas Donghae dengan wajah cemberut. “Aku benci padamu.”

“Lalu kenapa masih menemuiku?” Tanya Kibum dengan senyumnya sekarang. Donghae benar-benar membuatnya gemas. “Jawab aku, Kim..”

“Lee Donghae.” Ulang Donghae, mengoreksi sebutan Kibum untuknya.

“Ayolah, jangan marah lagi padaku.” Bujuk Kibum mendekati Donghae.

“Jangan mendekat!!” Jerit Donghae. Ia menjauhkan dirinya dari Kibum.

“Kenapa? Kau semarah ini padaku? hm?”

“Kau juga marah padaku. Aku membencimu Kim Kibum!!”

“Donghae..” Kibum tak sempat membalas saat dengan cepat Donghae pergi, menghilang dari pandangannya. “Maaf.” Gumamnya pelan. Sekarang ia sadar, Donghae benar-benar marah padanya.

 

Hari berikutnya, Kibum berusaha menjalani aktifitas seperti biasanya. Namun, Kibum tahu, sangat tahu bahwa Donghae selalu berada di dekatnya, dan juga, membantunya, mungkin juga, mendampinginya?

Lihatlah, bahkan Kibum tak heran, mengapa motornya yang mogok, bisa hidup dengan sendirinya. Ia tahu Donghae yang membantunya. Ia tahu, Donghae mengawasinya. Lalu bagaimana? Adakah cara untuk membuat Donghae kembali?

Kibum berfikir lama, hingga ia menghubungi seseorang, untuk membantunya.

“Kita bertemu di kampus, Oke?” Ujar Kibum lalu menutup ponselnya dengan senyum terkembang.

Setelah tiba di kampus, Kibum menghampiri Kyuhyun yang menunggunya di taman kampus, beridiri di bawah sebuah pohon. “Sudah lama menunggu?” Ujar Kibum, lalu dengan segera mengecup pipi Kyuhyun.

Kyuhyun membuatka matanya. “Bukankh kau tak mengatakan ini sebelumnya? Menjijikan!” Bisik Kyuhyun, namun Kibum hanya berkedip pelan.

“Aku merindukanmu.” Ujar Kibum, memeluk Kyuhyun. Namun apa yang terjadi? Kyuhyun dan Kibum berteriak, saat buah-buah dari pohon tersbut, berjatuhan dengan sangat tiba-tiba, jatuh di atas kepala keduanya.

“Aw~” Ringis Kyuhyun, beigtupun Kibum. Namun Kibum tersenyum. Ia tahu ini perbuatan Donghae yang tengah cemburu melihatnya. Sudah dapat di tebak bahwa Donghae, tidak benar-benar membencinya, meski ia dapat mendengar Donghae menjerit, lalu berteriak di telinganya sambil berucap “AKU MEMBENCIMU!!”

 

“Kenapa kemari?” Tanya Donghae dengan sebal ke arah Kibum.

“Ini tempat umum. Kenapa tidak boleh?” Balas Kibum terlihat tak peduli dengan ekspresi Donghae yang memandangnya dengan penuh kebencian.

“Kenapa kau menemuiku? Kenapa tak berkencan saja dengannya?”

“Siapa? Kyuhyun?” Tanya Kibum menahan senyumnya. “Kenapa? Kau cemburu?” Tanya Kibum lagi, mengedipkan sebelah matanya, benar-benar mengggoda Donghae.

“Kau menyebalkan.” Ucap Donghae, lalu meninggalkan Kibum.

“Kau mau kemana?” Tanya Kibum selanjutnya.

“Pulang. Jelas? tak ada alasan bagiku untuk tetap disini.” Jawab Donghae ketus.

“Benarkah?” Tanya Kibum lebih serius kali ini. “Benarkah kau tak ingin lagi tinggal bersamaku? Benarkah kau ingin pergi?”

“Bukan urusanmu!” Jawab Donghae dengan dingin.

“Hatiku, mengatakan bahwa itu urusanku. Dia begitu egois Hae! Dia begitu menginginkanmu untuk terus berada disini. Kumohon..”

Donghae terdiam. Ia menatap jauh, lurus ke arah lautan yang terhampar di depannya. Rumahnya..

“Aku menyesal. Aku tak akan melakukannya lagi. Jadi, kembalilah..”

Donghae kalah. Iapun merasakan hal yang sama dengan Kibum. begitu merindukan Kibum hingga ia merasa ingin mati saja bila tak bersama Kibum. itulah alasan mengapa ia membuntuti Kibum selama ini.

“Kau mau, kembali kan?” Kembali Kibum membujuk.

Di sisi lain, Donghae menggeleng pelan. “Aku tak bisa.” Ujarnya. Ia melihat ke arah kakinya, yang sudah kembali seperti semula, sejak ia meminum cairan yang diberikan Kangin. “Lihatlah, aku bukan manusia lagi, Kibumie..” Jelas Donghae.

Kibum diam. Ia tahu keadaan tersebut. Ia harus mencari jalan untuk membuat Donghae kembali. “Ijinkan aku, membawamu kembali..” Ujarnya lalu mendekat ke arah Donghae.

“Huh?” Donghae bingung, hingga Kibum menghampirinya, meraih kedua sisi wajahnya, bahkan Donghae melihat Kibum menggigit bibirnya sendiri, hingga setitik darah keluar dari sana. Dan selanjutnya, Donghae hanya dapat terdiam, menutup matanya, saat Kibum mencium bibirnya.

Rasa asin dari darah Kibum adalah hal pertama yang Donghae rasakan. Darah itu mengalir meuju tenggorokannya, karena Kibum yang memang sengaja, memasukkan darah itu ke dalam mulutnya.

Selanjutnya, Kibum melanjutkannya, melumat bibir Donghae dengan lembut tanpa mempedulikan rasa perih yang melanda bibirnya.

Tanpa keduanya sadari, seakan terulang kembali, Donghae mulai kembali menginjak bumi. Menapak bumi, sebagai seorang manusia..

Dan semua, kembali seperti sedia kala..

SELESAI

 

 

 

16 thoughts on “MY PET, HAE!! [6]

    BryanELFishy said:
    Mei 17, 2013 pukul 4:23 pm

    Eonnie sungguh terlaluuuuuu~ >_.<

    BryanELFishy said:
    Mei 17, 2013 pukul 4:25 pm

    Eonnie sungguh terlaluuuuuuuuuuuuuuu~ >_.<

    Shin Y said:
    Mei 17, 2013 pukul 11:46 pm

    ish,, jinjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,, kurang eoooonnnnnn ><

    niea_clouds said:
    Mei 18, 2013 pukul 2:05 am

    END ???????
    KURANG !!!!!!!!
    KIHAE ny aja blm EnCeh an /Plak . . .

    Mea HAE said:
    Mei 18, 2013 pukul 5:20 am

    ga lengkapp tanpa enceeeeee
    lagii eon seqeulllllllllllllllll

    namikaaileen said:
    Mei 18, 2013 pukul 10:03 am

    Eonnnnnnnniiieeee….. Ini ko brasa nanggung y??? Lagiiiiiii…. Blum boleh end!!! >.<

    AldMin said:
    Mei 18, 2013 pukul 12:39 pm

    yah, selesai ini teh?? lagi lagi dong eon :^DD

    Laila .r mubarok said:
    Mei 18, 2013 pukul 12:53 pm

    Aaaah iya ini ujungnya.. Hahaha baru inget pas kibum nangis, hhuhuhu..
    Hae mang menggemaskan yah? Hahaa

    Elfisyhae said:
    Mei 19, 2013 pukul 1:04 am

    End. . . Tapi gak pa2 yg penting mereka brsatu.

    Kim Haemi said:
    Mei 19, 2013 pukul 11:39 am

    APA UDAH THE END
    wahh eonni masa udahan sih

    Ruoxi said:
    Mei 19, 2013 pukul 1:22 pm

    Huaaapaaaaaaaa ini kok HABIS TTvTT Kurang ini maaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh~ ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

    suhae1005 said:
    Mei 22, 2013 pukul 12:48 pm

    Yeay , akhirnya mereka bersatu ^^ , ff yang bagus , lanjutkan eonniiii

    lita samantha said:
    Mei 26, 2013 pukul 2:54 pm

    uda lama gk mampir eh malah uda end
    tp demi apa ini nanggung
    hae lucu banget kalau cemburu

    Sutiia Ningsih said:
    Desember 9, 2013 pukul 2:12 pm

    Ringan tapi tidak monoton
    Sugoi *0*

    kumikochan said:
    Desember 21, 2013 pukul 4:17 am

    new reader here.
    benern udh End??
    aku ska crtanya, keren.
    ku tggu krya2 slnjutnya eonni

    elakhe said:
    November 7, 2014 pukul 2:34 am

    End?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s