Behind Every Doors, Theres You

Posted on Updated on

Title : Behind Every Doors, Theres You

Cast/pair : Kibum-Donghae/KiHae

Genre : Romance – semiangst? 

Summary : Saat dimana, ketika cinta tersebut diuji dengan sangat hebat.. Mampukah?

 [ONESHOT]

.

“Tak bisakah kau  mencintaiku sebentar saja, hyung? Cinta yang sesungguhnya?”

Sebuah lorong rumah sakit, menjadi saksi bagaimana dirinya menapak lelah disana. Melangkah dalam ragu, dengan lutut yang kian melemas, karena hatinya begitu cemas. Cemas, hingga dapat mengundang genangan air di kedua sudut matanya.

Langkahnya, yang nyatanya tak seorang diri. Ditemani langkah kecil di sampingnya, menemaninya, mengiringi langkahnya, dengan jemari mereka yang saling bertautan, meski sunyi. Bibir mereka terkatup rapat, tak saling menyapa satu sama lain.

Dari langkah yang sekian banyak itu, sejak awal mereka menginjakkan kaki di lantai rumah sakit, tempat yang berbau obat tersebut, entah langkah keberapa, akhirnya suara tangis dapat terdengar. Juga, suara ribut yang lain, yang tak mampu mereka artikan, karena tertangkap samar. Hanya isakan-isakan kecil yang terdengar jelas.

Tangisan yang membuat dia, semakin ragu dalam langkahnya, lantas berhenti. Langkah itu berhenti, disertai tegukan ludah yang teramat sulit baginya. Sedang sosok di sampingnya, terus berjalan, dan tak lepas, terus menggenggam jemarinya, membawanya untuk tetap melangkah.

“Kibumie..” panggilnya dalam getar ketakutan, enggan untuk melangkah lagi.

Kibum. Kibum. Ia menyadari perhentian langkah yang terjadi dari dia yang jemarinya terus ia genggam. Diliriknya sosok itu, yang kini tengah memandangnya. Dapat Kibum lihat, ketakutan, kecemasan di wajah itu. Kibum, mengerti.

“Tidak apa-apa, hyung..” ucap Kibum lembut, mencoba menenangkan sang hyung yang nyatanya, tengah menahan tangisnya kini. Wajahnya memerah sudah, seakan genangan air itu siap tertumpah. Bahkan ketika Kibum mendekat, dan memberikan satu pelukan disertai usapan di punggungnya?

“Aku takut..” ia hanya mampu berujar lirih meski tetap, memegang ucapannya beberapa waktu lalu, pada Kibum, dimana ia katakan, “aku tak akan menangis, Kibumie!”

“Tidak terjadi apa-apa padanya. Dia, baik-baik saja..”

Tak ada jawaban setelahnya. Hanya dia yang memeluk Kibum erat, menumpahkan segalanya disana. Meski tetap, Kibum seolah menariknya, menuju pada kumpulan orang dalam jumlah yang tak banyak, mendekat ke arah mereka.

“Donghae!”

Benar saja. Sekumpulan orang itu? Satu pasangan suami istri dengan usia mereka yang sudah separuh baya, juga seorang wanita, seorang gadis yang rupawan, menyambut kedatangan Donghae dalam haru, juga kesedihan yang langsung saja mereka curahkan.

“Maaf aku datang terlambat, aku..”

Donghae mencoba bersikap seperti biasa. Ia cemas, dan bersedih, seperti apa yang diharapkan. Seperti apa lagi? Haruskah berbahagia mendengar seseorang terdekat kita, menyambangi ruangan gawat darurat di sebuah rumah sakit? Tentu tidak, bukan?

Di antara mereka, dia yang seperti sosok ibu itu, dengan tangisnya memeluk Donghae, dan menangis dalam pelukan Donghae. Sedangkan dia yang terlihat bagai sosok ayah itu, mengangguk pada Kibum, yang memang datang bersama Donghae. Ia mendekat, lantas menepuk lengan Kibum sejenak. “Terima kasih telah datang kemari..” ucapnya.

Sedang sosok wanita dewasa, yang juga tengah dalam kalutnya, segera menunjuk sebuah ruangan, seolah mempersilahkan Donghae dan Kibum untuk memasukinya. Ia berkata, “Kyuhyun di dalam..”

Dengan langkah berat, Donghae menghampiri Kyuhyun yang masih tenang dalam tidurnya. Terbalut wajah yang begitu pucat, membuat hatinya mencelos, bahkan seakan kusut di dalam sana. Tak sedikitpun ia bicara, hanya memandangnya saja, bahkan enggan terduduk. Hanya berdiri di sisi ranjang putih itu.

Memakan detiknya..

Menghabiskan menitnya..

Hingga datang Kibum, mendekat pada Donghae. Mendekat pada Kyuhyun. Menggapai jemari Kyuhyun setelah ia mengambil sebuah tempat untuk duduk di sebuah kursi yang ada disana sejak lama sebenarnya. “Tak ingin duduk?” tanya Kibum, pada Donghae yang hanya berdiri mematung, dan lalu menggeleng lesu.

Berakhir dengan keduanya, yang berada di sisi kanan ranjang Kyuhyun dalam diam. Kibum yang memang menggenggam jemari Kyuhyun, oleh ke-lima jemari di tangan kanannya sedang sisa jemarinya yang lain? Ia berikan pada Donghae di samping kirinya. Menautkannya perlahan, lantas meremasnya, seolah ingin memberikan sebuah kekuatan, sebuah ketenangan, dan juga? Keteguhan? Entah apa.

Kibum berusaha tenang, menanggapi semuanya. Semua hal yang ia ketahui, karena sedikitpun, tak ada yang Donghae sembunyikan darinya dan ia? Tak harus merasa takut sedikitpun, bahkan ketika..

“Kau tahu, Donghae memiliki tempat istimewa di hati Kyuhyun. Kyuhyun membutuhkan Donghae..”

Sang ayah, tuan Cho, tengah bercakap serius dengannya beberapa menit yang lalu itu. Mengatakan yang sejujurnya, mengenai perasaan buah hatinya, yang mengagumi apa yang menjadi miliknya. Milik Kim Kibum. Tuan yang menyandang nama besar Cho itu, tengah menyerangnya perlahan, atau membujuknya, bersikap seolah apapun ia lakukan agar Kyuhyun bahagia. Kibum, sangat mengerti.

Kembali pada Kibum yang tersadar, tengah memainkan jemarinya di telapak tangan Donghae. Mengelusnya perlahan, hingga ia berkata, “tenanglah, dia hanya kelelahan.”

Tidakkah Kibum merasa cemburu? Melihat begitu sedihnya Donghae, hawatirnya namja manis itu, setelah mendengar tumbangnya Kyuhyun beberapa waktu lalu. Kyuhyun yang kembali menempuh masa sulitnya. Namun tidaklah demikian baginya. Ia tahu bahwa..

“Donghae, adalah orang yang paling peduli terhadap Kyuhyun..”

Kibum yang lantas tersenyum. Begitulah adanya. Ia tak mungkin menjauhkan Donghae dari sisi baiknya, mengekangnya seakan Donghae, tak boleh lagi bersikap seperti itu? Tidak. Kibum tak melakukannya dan hanya mencoba untuk mengerti. Betapa Donghae menyayangi Kyuhyun? Namun Donghae, mencintai dirinya. Ia yakin!

“Ini salahku,” cetus Donghae kemudian, mulai terdengar parau. Ia juga menundukan wajahnya, menyembunyikan tangisnya, karena tak ingin melanggar janjinya pada Kibum.

“Tidak hyung,” bantah Kibum lembut. “Ia kelelahan,” lanjutnya, sambil menarik Donghae, yang bergerak lemah, lalu membuat Donghae terduduk di atas pangkuannya. Kibum yang lalu, mendekap Donghae, melingkarkan kedua tangannya di dada Donghae, dan menaruh dagunya di pundak Donghae, juga mengalunkan hembusan nafas lembutnya di telinga Donghae.

“Kau boleh menungguinya kapanpun. Jangan menjadi takut karena aku..”

Donghae tetap merenung. Merenggut dengan wajah sedihnya. Mungkin ini yang ditakutinya? Ia merasa bingung? Dan lalu hanya mengangguk pelan saja..

Masih di malam yang sama. Masih dengan Donghae, bersama Kibum.

Mereka, tengah berjalan beriringan di tempat berbeda kini. Menapaki lantai menuju kediaman Donghae, bersama member lainnya. Hanya saja, Donghae benar-benar tak banyak bicara kali ini. Ia terlihat benar-benar tertekan. Masih karena Kyuhyun. Tapi? Bukankah Kibum berkata semua baik-baik saja?

Semua, adalah permintaan sang ayah, yang siapapun tahu, Donghae tak akan pernah mampu menolaknya..

“Kumohon, untuk tetap berada di samping Kyuhyun..”

“Paman! Sejauh ini, aku selalu berusaha mendampinginya, menjaganya semampuku..”

“Bukan itu Donghae..”

“…”

“Sambutlah perasaannya. Paman tahu, kau mengetahui hatinya. Aku memohon padamu. Dia sakit!”

Masih pula keduanya berdampingan dengan jemari terpaut. Semenjak melihat Donghae kacau, karena mendengar sakitnya Kyuhyun, Kibum seolah tak ingin melepas penyatuan jemari itu. Rahasia umum bahwa, Kyuhyun memang lemah? Semenjak kecelakaan? Dan ini selalu membuat Donghae hawatir karenanya.

Bahkan, ketika mereka memasuki dorm, disambut Eunhyuk dan Ryeowook yang sepertinya, merekapun baru saja pulang dari pekerjaannya, dan lalu bertanya, “Hae, bagaimana Kyuhyun?” karena mereka sendiri belum sempat melihat Kyuhyun.

Tak ada jawaban. Wajah Donghae begitu mendung. Wajah itu terlihat lelah dan penat, tak ada keinginan untuk menjawab apapun. Untung saja ia bersama Kibum, mewakilinya berkata “Kyuhyun harus istirahat,” disertai tatapan, bagi keduanya agar dapat memaklumi sikap Donghae kali ini, yang tak seramah biasanya.

Keduanya hanya tersenyum.

Tak ada kata lain. Kibum segera menarik, menuntun Donghae ke arah kamarnya. Donghae yang menurut, bahkan ketika Kibum mengajaknya duduk di sisi ranjang miliknya.

“Jangan terlalu banyak membebani pikiranmu sendiri, hyung. Aku tak mau kau jatuh sakit..”

“…”

Kibum nampak menghela nafasnya. Lelah. Iapun lelah, namun harus bagaimana lagi?

Hyung, aku akan kembali ke China, besok..”

Kali ini menarik perhatian Donghae. Menatap Kibum dalam tanya, meski sebenarnya ia tahu hal itu. Ia tahu Kibum tengah bekerja disana. Tapi kali ini ada yang lain..

“Baiklah, katakan aku tak akan kembali, mungkin dalam waktu dekat ini atau, hingga syutingnya selesai..”

Donghae angkat bicara. “Apa maksudmu, Kibumie?”

“Manfaatkan waktunya. Biarkan aku untuk tak mengganggumu. Mungkin berbulan?”

“Kibumie..”

“Aku tahu, Kyuhyun membutuhkanmu saat ini. Temani dia, hyung..”

Donghae mencelos kali ini. Apa maksud Kibum? Menyerah atas dirinya? Membiarkan dia bersama Kyuhyun sedang Donghae sangat yakin, Kibum hafal akan perasaannya.

“Jangan katakan, kau akan meninggalkanku, Kibumie..” lirih Donghae.

Kibum tak lagi membahas topik tersebut. Semua jelas baginya. “Segeralah beristirahat,” ucap Kibum, sempat memberi kecupan di kening Donghae. “Aku pergi..” tuturnya lagi, namun..

Hanya berdiri. Kakinya belum melangkah. Tidak bisa, karena Donghae, menahannya. Menarik ujung pakaiannya dengan sangat erat. Kembali Kibum menoleh pada Donghae, yang tengah menundukkan wajahnya dalam, juga, setelahnya Kibum melihat tetesan air yang berjatuhan di lantai.

Akhirnya Donghae menyerah. Ia menangis di hadapan Kibum, melanggar janjinya.

Bunyi isakan tertahan, juga bunyi detik jam berbaur. Kibum belum kembali berkata. Hanya melihat Donghae yang terisak di hadapannya, membuat hatinya turut terluka. Agak lama hingga Donghae angkat wajahnya ke arah Kibum. Memandang Kibum dengan matanya yang berair, dan wajah memerah.

“Kau tahu ini berat bagiku..”

Kibum diam dan mendengarkan curahan hati seorang Donghae..

“Aku tertekan jika semua, benar harus aku lakukan! Aku tak suka melakukan sesuatu yang aku tidak ingin tapi..” ucap Donghae, memakan jeda karena air mata yang berjatuhan kian bertambah. “Aku.tak.suka!” cetus Donghae terbata.

“Hyung..

“Aku menyayanginya. Berada di dekatnya untuk menjaganya. Mungkin ini salah? Terlalu memberinya harapan? Haruskah aku bersikap lain padanya mulai detik ini? Akupun ingin meraih bahagiaku, Kibumie. Aku, aku mencintaimu..”

Kibum tersenyum. Donghae sudah berkata terlalu banyak. Terlalu membuang waktu, karena ia telah mengetahuinya.

“Aku tahu hyung..” sela Kibum lembut, berusaha menghentikan tangis Donghae yang kian menjadi. Ia menjadi tak tahan untuk tak tersenyum. Maka, di dekatinya Donghae, lantas ia beri satu kecupan ringan nan hangat di bibir Donghae, membuat isakan itu tertahan sudah.

Donghae diam, hingga Kibum mendekapnya erat. Kembali mengusap punggungnya, dan berbisik, “siapa yang berkata ini berakhir?”

“Huh?”

“Aku tak melepasmu, sedikitpun! Hanya saja, kuberikan kau waktu untuk lebih tenang. Anggap saja aku hanya bekerja dan tak sempat kembali tapi?” ungkap Kibum tertahan. Ia menarik diri dari pelukan itu, lantas merapatkan kedua telapak tangannya, di kedua sisi wajah Donghae, bahkan sedikit menekannya. Ia katakan “dengar baik-baik!” memperingati Donghae, yang terlihat tak mengerti.

Donghae berkedip, hingga Kibum berkata “aku.akan.kembali..” dengan pelan, dan diikuti penekanan di tiap katanya.

Donghae nampak menarik dalam nafasnya, lalu meraih kedua tangan Kibum dari wajahnya. “Kau membuatku takut!” keluhnya kemudian.

Akhirnya Kibum tersenyum, melihat kelegaan wajah Donghae. Ia yang memeluk Donghae kembali, dan lalu mendengar bisikan dari Donghae.

“Kalau begitu, temani aku malam ini. Kau, akan pergi lama..”

Malam yang begitu panjang..

Dalam balutan piyama yang nyaman, keduanya terbaring di ranjang itu. Terbalut selimut milik Donghae, yang melindungi keduanya dari dingin di malam itu.

Mungkin, sebuah cara agar mereka tak saling merindukan di antara waktu perpisahan mereka yang lama, tengah mereka lakukan. Tak ada yang berlebihan. Kibum yang memang tengah menindih setengah tubuh Donghae, namun..

Hanya peraduan bibir yang terjadi, di antara redup cahaya di ruang tersebut. Kibum yang berulang-ulang, menyentuh bibir Donghae dengan bibir miliknya. Meski tak bisa, itu dikatakan sebagai sebuah ciuman yang ringan.

Ciuman yang menuntut, saling menarik dan menghisap dengan nafas beradu, dan mata terpejam. Tak jarang Kibum tak mencium Donghae dengan benar. Meleset, hanya menyentuh dan menghisap kulit di dagu Donghae. Atau, Kibum yang meraih saliva yang bertaburan di sudut bibir Donghae. Sesekali pula, kepalanya memutar, mendominasi ciuman tersebut.

Tak ada lenguhan panjang. Hanya keduanya yang nampak menikmati ciuman panjang tersebut. Keduanya, terlihat menyatu satu sama lain, seolah enggan berhenti. Seolah akan berpisah lama, hingga harus memakan waktu banyak untuk melakukannya.

Sudahlah, biarkan..

Karena pada akhirnya, perpisahan itu, tetap menelan keduanya..

Bahkan, hingga benar-benar menapaki waktu berbulan..

“Berhenti bermain game, Kyu!” peringat Donghae, menyipitkan matanya ke arah Kyuhyun. Kyuhyun yang telah usil karena tak ingin mendengarnya.

Usil yang mengungkapkan bahwa, ia telah baik-baik saja kini. Kyuhyun yang bahkan telah ceria kembali, dengan senyumnya yang menyebalkan karena memang sengaja ia menggoda Donghae dan itu, berhasil. Meski..

“Jangan sentuh itu!” jerit Kyuhyun, setelah Donghae merebut game di tangannya dengan wajah dingin.

“Kubilang berhenti kan? Mengapa kau tak mendengarku, huh?” ketus Donghae.

Kyuhyun menekuk wajahnya. Ia terlihat sangat kesal, melipat kedua tangannya di dada, lantas menolehkan wajahnya ke arah jendela, yang menampakkan jalanan yang tengah dilaluinya. Tak lama, karena setelahnya, Donghae meraih wajahnya. Menidurkan Kyuhyun di bahunya.

“Tidurlah, kau harus beristirahat!” titah Donghae.

Kyuhyun tersenyum. Lihatlah bagaimana sikap Donghae padanya. Meski hal inilah yang selalu membuatnya terluka. Merasa berharap padahal, Donghae tak memiliki perasaan lebih. Tapi sudahlah, ia sudah terbiasa akan hal itu. Lagipula, seperti ini lebih baik. Ada Donghae yang tetap di sampingnya.

“Terima kasih, hyung..” ungkap Kyuhyun kemudian.

“Untuk?”

Ah, Kyuhyun mendekatkan dirinya pada Donghae. Tak menjawab, dan hanya berujar, “mengapa Kim Kibum harus kembali hari ini?”

“Heh?”

“Kuharap dia tak kembali,” terangnya sambil terkikik geli. Ia tahu, ia telah berhasil kembali menggoda Donghae, karena Donghae yang lantas merenggut marah, dan memukul pelan kepalanya.

“Aku merindukanmu! Aku merindukanmu! Sangat merindukanmu, Kibumie!”

Donghae, yang lalu memeluk Kibum dengan sangat erat, dan berkata rindu dan rindu. Bagaimana lagi? Kibum benar-benar tak menemuinya selama syuting itu berlangsung, membuatnya gila.

Kibumpun, hanya mampu tertawa ringan, sambil mengecupi kepala Donghae, mencurahkan rasa rindunya. Sama! Iapun begitu merindukan Donghae.

“Kubawakan banyak oleh-oleh untukmu..”

Donghae menggeleng keras untuk hal tersebut. “Aku tak butuh itu! Aku hanya ingin kau disini..” terang Donghae, lalu melabuhkan banyak ciuman kecil, hingga mendorong tubuh Kibum ke arah ranjang, dimana terakhir kali mereka merajut cinta disana.

Sungguh! Perilaku keduanya, membuat pusing sepasang mata yang kini tengah mengintip di balik pintu yang sedikit terbuka. Ia yang lalu bergumam pelan, “aneh! Tadi mereka terlihat acuh dan biasa saja!” ungkapnya hingga suara lain turut bergabung.

“Kau kenapa Kyu? Mereka sedang apa di dalam?”

Kyuhyun hanya tertawa hambar. “Jangan kesana dan melihatnya, Hyuk!” peringatnya, berkacak pinggang di depan ruangan tersebut.

Semuanya mengerti..

The End

#Lho?

Ini apa ya? ^^ Harus saya tekankan, ini? Hanyalah imajinasi saya, okay? Dilarang membayangkan yang berlebihan, xDD

18 thoughts on “Behind Every Doors, Theres You

    NemoSnower said:
    Juni 20, 2013 pukul 2:52 pm

    Ga tao mao ngomen ap ni oonie,,,
    Tp intinya bgus ,,jjang ^.^V
    Kyaknya q yg prtma ngomen~kkkkkkk

    Osi Dwi Olyvia said:
    Juni 20, 2013 pukul 3:18 pm

    Hae emang nggak tegaan kan orangnya :’D
    jadi ya lebih kurang tukang php tu si ikan kekeke
    manisssssss sekali ff ini :3
    walaupun cuma kissing tapi manisnya berasa banget eon ><
    ahhh sukaaaa :*

    Ruoxi said:
    Juni 20, 2013 pukul 3:30 pm

    Enggak ada keegoisan pada sikap Kyuhyun. Kirain bakalan kayak sinetron gituhhh HAHAHAHA~ Berakhir HA-PP-YYYY

    BryanELFishy said:
    Juni 20, 2013 pukul 3:40 pm

    Yakin nich ikhlas? *toel kyuhyun

    imajinasi? atau harapan Eonn….? *smirk

    Laila r. Mubarok said:
    Juni 20, 2013 pukul 3:50 pm

    Kenapa ga boleh membayangkan yang lebih? Mwahahahaha~

    Kyu sinih kamu ama aku aja.. Ga usah ama ikan bau amis *digaplok

    Kurang manis, tambahin gula doong hehehe tapi sukses buat aku senyum” hahaha

    lee suhae said:
    Juni 20, 2013 pukul 3:53 pm

    Kyaa , kok sependek jari-jari Yeye eoonn … tapi sumpah , ini ff romantis bngt ampe ke akar” …. lanjuut eoooonnnn …. coahyooo ~

    Raihan said:
    Juni 20, 2013 pukul 4:05 pm

    Wkwkwkwkwkwkwk..

    Kalo ini beneran, kayanya kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!

    Kyuhyun yg lemah trus suka sama Donghae, tpi Donghae dan Kibum udah saling memiliki satu sama lain.

    Kibum keren euy ngebiarin Donghae melihara(?) Kyuhyun.

    Kerennnnnnnnnnnnnnnnnnn ^_<

    Elfisyhae said:
    Juni 20, 2013 pukul 9:02 pm

    Saya kira bkal tbc. . Trnyta end. . Tp gkpp tetap manis. :-):-)

    niea_clouds said:
    Juni 21, 2013 pukul 12:45 am

    SUKA ff ny,,, wlupn pendek tp MANISSSSSS !!!😄

    Hunnie said:
    Juni 21, 2013 pukul 4:01 am

    Kihae jjang !!!!!

    mea hae said:
    Juni 21, 2013 pukul 9:43 am

    baeknya upill ihhh………….
    manis kirain upil bakalan keok gitu..gara2 cinta mati sama hae…
    maniss eon lagii

    nia na yesung said:
    Juni 21, 2013 pukul 12:36 pm

    Kyu Sama Aku aja Klo gitu Wkwkwkwkwkwk ,,,, #Emang mau.a
    Biarkan Hae ma Bum Bahagia Hehehe ,,,,
    Sedikit tp dalem ….
    Iklas bgt si Kyu ????

    Manis.a klo akhir.a Bahagia ^^
    Aku sampe Senyam senyum Baca.a😀
    Aku tungggu Karya Selanjut.a ya
    Fighting !!!

    Shin Y said:
    Juni 22, 2013 pukul 4:53 am

    lho??? jadi kyu ikhlas gt?? terima- terima saja…

    oh akhirnya msalah selesai (?) mybe .kkkk

    NunutKim said:
    Juni 22, 2013 pukul 4:57 pm

    ngubek-ubek google . Ehh ketemu FF ini . ceritanya ringan tapi menarik🙂
    dikirain kibum bneran nyerah , ehh ternyata… Uhh.. Kihaeee selalu sweet .

    Nelly Key Donghae said:
    Juni 24, 2013 pukul 2:23 am

    “jgn kesana n melihatnya” tp… maoooo liaaaatttt,,,
    Syukurlah kyu mengerti,,, hmmm,, bagus eon 

    vheroniicha said:
    Juni 29, 2013 pukul 12:52 am

    Hihihi..
    Jd Kyu gag marah tu liat Kihae NCan..??

    Lee sae hae said:
    Juli 5, 2013 pukul 2:40 pm

    Jadi kyu udah rela hae sama kibum kan? Udah gak berharap lagi sama hae kan? Bisa ribet urusannya kalo cinta segitiga dateng. Wkwkwk
    Ehhh, hae emang terlalu baik sih, jadi ya begitu deh, bikin semua orang jadi jatuh cinta sama dia. Hehehhe
    Kerennnn eonnn! Bagusssss..

    isfa_id said:
    November 26, 2013 pukul 3:48 pm

    makanya jangan sok imut di depan semua orang, he~

    dasar ikan manja, tampol juga deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s