DEEP AFFECTION [2]

Posted on

If tomorrow never comes, I want you to know that I keep you close in my heart, and that I have faith in you, love.

– Donghae –

I don’t wish to stop time, because with each time passing minute, it brings me closer to you, sweetheart. And as long as you’re mine, I don’t need beautiful date or luxury place to make something beautiful with you.

– Kibum –

[CHAPTER 2]

Kota Seoul begitu dingin semenjak butiran-butiran putih itu, berjatuhan dari langit dan memenuhi hampir seluruh permukaan kota. Meski begitu, tetap tak mampu menghalangi segala aktifitas para penghuni kota. Padahal, waktu sudah akan menjelang malam. Namun masih banyak orang yang berlalu lalang di tiap sudut kota. Mungkin mereka yang baru pulang dari kerjanya, sekolahnya dan banyak hal lagi.

Tak terkecuali dengan si namja manis. Donghae yang entah sejak kapan berdiri di atas hamparan salju, mengamati banyak orang yang melaluinya. Sesekali ia lihat keadaan ponselnya, berharap layar pada ponsel itu dapat memberinya kabar mengenai seseorang yang tengah dinantinya. Namun, berulang kali pula ia mengeluh-melenguh kecewa. Sudah terlalu lama ia berdiri disana. Dingin semakin menjalari kakinya, karena terlalu lama ia berdiri di atas hamparan salju itu.

Namun dingin itu, tak mampu mematahkan tekadnya. Menunggu, menanti di bawah payung berwarna biru, tepat di depan gerbang menuju sebuah bangunan sederhana. Kediamannya..

Bibirnya mulai menggigil, meski tak pernah ia urungkan senyum di wajahnya. Nampak manis! Siapapun akan menjadi berdebar jika melihatnya..

Terlalu lama, hampir menginjak enam puluh menit, hingga sebuah taksi berhenti. Tepat di hadapannya.

“Hh,” hembusan nafas tercipta, dengan senyum manis yang sedang Donghae berikan pada dia. Penumpang taksi yang baru saja turun dan kini berdiri di hadapannya. “Kibumie!” sapa Donghae setelahnya..

Kibum, memandang lekat Donghaenya yang rupawan. Ia hampiri Donghae lantas, “mengapa kau menungguku disini, Hae? Mengapa tak menungguku di dalam?” tanyanya agak panik, setelah merasakan kulit di punggung tangan Donghae yang terasa dingin.

“Saljunya lebat sejak tadi..” jawab Donghae, sambil turut melindungi Kibum dari butiran salju itu dengan payungnya. Ia nampak tengah menjemput Kibum disana..

“Tapi kau bisa sakit!” decak Kibum. “Jarak dari gerbang ini hingga depan pintu rumahmu hanya beberapa meter saja!” kesal Kibum.

Donghae tak peduli akan wajah masam Kibum. Ia berikan payung di tangannya pada Kibum, agar dirinya dapat memeluk Kibum erat. “Aku merindukanmu Kibumie!” ucap Donghae riang. Memekik pelan di bahu Kibum. “Kau datang terlambat bulan ini..”

Kibum luluh. Mendengar suara Donghae yang riang, ia menjadi tenang. “Maaf, Hae. Kemarin..”

Hatchim..”

Kibum menarik diri. Mengakhiri pelukan hangat tersebut setelah di dengarnya Donghae yang bersin cukup keras. Ia tatap Donghae, yang tengah mengusap hidungnya yang mulai memerah.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kibum hawatir. Ia tahu Donghae kedingingan meski senyum nakal terpatri di bibir kekasihnya itu. Kibum tak peduli, jikapun Donghae tengah bertingkah nakal padanya. Ia buka resleting jaketnya, lantas dipeluknya Donghae. Dia sembunyikan tubuh Donghae di balik tubuhnya, dalam lindungan jaket tebalnya. “Sebaiknya kita segera masuk ke dalam..”

Donghae terkikik geli melihat Kibum yang sibuk. Memasak air, lantas mengapingnya agar terduduk di atas sofa dengan nyaman. Kibum yang setelahnya, memberikan ember besar berisi air hangat. Menyuruh Donghae mencelupkan kakinya kesana.

Donghae memang menggigil, namun ia terlihat baik-baik saja, meski sesekali ia bersin-bersin.

Kibum menyipitkan matanya. “Apa yang kau tertawakan, huh?” tanyanya kesal.

Donghae menggeleng kecil sambil menahan tawanya.

“Kau sakit! Haruskah aku tertawa sepertimu?” dengus Kibum.

Donghae bungkam. Berusaha untuk menahan tawanya. “Maafkan aku Kibumie..” ucapnya. “Seharusnya aku menyambutmu lebih baik,” tuturnya dengan nada sesal.

Kibum melupakan kesalnya melihat raut wajah Donghae yang melembut. Ia apit dagu Donghae dengan dua jemarinya sambil menatap Donghae penuh haru. “Kau sakit karena menyambutku! Ini lebih dari cukup, sayang..” tuturnya, lalu mengecup kening Donghae.

Donghae tersenyum lembut sambil memejamkan matanya. Dapat dirasanya, bibir Kibum menyentuh keningnya, menyentuh ujung hidungnya dan lalu mengecup bibirnya setelah sebelumnya ia berkata, “aku belum mengatakan, bahwa akupun merindukanmu..”

Donghae merasa dunia adalah miliknya. Ia merasa melayang, terlebih saat Kibum, mendorongnya ke arah sandaran sofa, dan lalu melumat lembut bibirnya.

Ada sedikit gairah dari ciuman di balik alasan sebuah rasa rindu itu. Namun Donghae segera menghentikannya dengan sedikit mendorong dada Kibum.

“Aku flu!” tegasnya. “Jangan sampai menular padamu!” ucapnya.

Kibum berdecak, tak peduli. Ia singkirkan tangan Donghae dari dadanya. Menahannya, lantas kembali meraih bibir Donghae, yang Kibum yakini, itu adalah miliknya!

Semoga mereka tak lupa, bahwa kaki Donghae masih terendam di dalam air hangat yang akan segera menjadi dingin..

Menghabiskan malam sambil berusaha merontokkan sisa-sisa rindu yang ada. Keduanya nampak berbincang enggan menutup mata. “Kupikir, kenapa kau tak memakai mobilmu hari ini?” tanya Donghae.

Kibum diam. Sejenak bungkam meski tetap ia jawab. “Mobilku dipakai Yunho hyung sejak dari bandara..”

“Eh?”

Kibum nampak meringis menatap Donghae yang tidur di atas lengan kanannya. Ia ragu.

“Katakan Kibumie!” desak Donghae, yang menangkap keganjalan di wajah Kibum.

“Casey mulai curiga dan bertanya, mengapa aku pergi ke Korea satu minggu dalam satu bulan?”

“…”

“Aku tahu ia tipe wanita seperti apa, Hae. Aku yakin dia mengawasiku. Untuk itulah, biarkan Yunho hyung menjadi diriku sejak dari bandara tadi..”

Donghae nampak resah. “Baru setahun padahal. Tapi dia sudah curiga, aku hawatir..”

“Aku akan lebih berhati-hati, kau tenang saja. Aku akan segera membuka bisnis kecil disini, agar memiliki alasan untuk kemari..”

“Aku percaya padamu, Kibumie..”

Kibum cium pucuk kepala Donghae. Mendekap Donghae setelah sebelumnya, ia matikan lampu duduk di nakas di samping ranjang menyisakan gelap. “Terima kasih atas segalanya, Donghae sayang.. sekarang tidurlah. Jangan pikirkan apapun..”

“Hmh,” tanggap Donghae sambil mencoba merasakan kehangatan pada tubuh Kibumnya dan mulai memejamkan matanya..

Keesokan paginya. Tepat hari kedua Kibum menemui kekasihnya. Menemani Donghae yang malah asik tertidur karena flu yang di deritanya.

“Makanan apa yang baik untukmu sekarang, Hae? Atau kau ingin apa? Akan kubuatkan.”

Donghae hanya menggeliat kecil dan membuka matanya. “Aku tak mau apapun Kibumie, aku belum lapar,” lirihnya dengan suara sumbang.

“Lalu kau ingin apa? Ingin mandi? Ingin kumandikan?” goda Kibum kemudian.

“Ish,” rutuk Donghae. Ia bangun perlahan, lantas melempar Kibum dengan bantal. “Niatmu busuk!” umpatnya diiringi bibir yang siap menampakkan satu senyuman.

“Andai kau tak sakit,” keluh Kibum tanpa di sengaja sepertinya.

Sedang Donghae mengurung senyum di bibirnya. Dengan sedikit sesal, ia usap kedua pipi Kibum. “Maafkan aku..” ujarnya. “Kau ingin kita melakukannya?” tanyanya, siap melepas kancing pada piyamanya. Namun,

“Tidak, tidak! Bukan itu maksudku,” sela Kibum, menggapai jemari Donghae.

“Kau yakin?” goda Donghae dengan senyum nakal di wajahnya.

Kibum menjadi mendengus sebal. “Jangan menggodaku Lee Donghae!” tegasnya.

Donghae semakin menggoda Kibum dengan jemarinya yang mulai melingkar di lengan Kibum. Ia tarik Kibum, meski kekasihnya itu melempar wajahnya menjadi menyamping. Membuat bibir Donghae hanya mampu meraih permukaan kulit pada pipi Kibum.

“Aku baik-baik saja lho! Tapi jangan salahkan aku jika kau menjadi flu esok hari.”

Kibum diam pada awalnya. Namun ia tak bisa tetap pada posisinya. Terlebih, suara serak Donghae lebih terasa seksi. Menggugah dirinya untuk segera mendorong Donghae. Membuat pria manis itu terlentang di atas ranjang, dengan dirinya yang tengah menindih.

Tak ditunda lagi. Bibir itu, bibir yang adalah milik Donghae, Kibum rajai. Kibum tekan dengan bibirnya, dalam.

Ciuman yang lebih cepat pada sebuah tindakan yang lebih kasar. Ciuman dengan himpitan dua tubuh yang kian menyatu. Namun kini, Donghae terlalu cepat kehilangan pasokan udaranya. Ia melepas bibirnya dari jerat bibir Kibum. Berganti dengan “engh..” lantunan bernamakan lenguhan indah.

Kibum kini merajai leher Donghae. Jangan lupakan bagian tubuh bawah mereka yang telah beradu pula meski masih terhalang kain.

Donghaepun lebih cepat berkeringat. Ia sudah mengacak tatanan rambut Kibum dengan jemarinya. Ia sudah mulai membuka salah satu kakinya dan lalu, dengan telapak kakinya, ia susuri kaki Kibum di atasnya.

“Ngh!” Donghae menggeliat kala Kibum menghisap kulit di bagian dadanya. Akan tetapi, semua berhenti tiba-tiba. Menyisakan bunyi dari detik jam..

Donghae tak mengetahui. Kibum tersadar dari tindakannya; hampir meniduri orang yang demam. Ia sendiri baru menyadari setelah mengecap permukaan kulit Donghae yang hangat. Melebihi hangat kulitnya.

“Kenapa?” tanya Donghae bingung. Ia lihat Kibum yang langsung terduduk, mengusap kasar wajahnya dan juga mengacak rambutnya yang kusut. Donghae masih bingung, lalu menarik baju Kibum. “Kibumie, kenapa?” ujarnya.

“Aku tidak apa, Hae. Tidak! Beristirahatlah..”

“Tapi..”

 

Kibum tak mendengar. Ia tarik selimut menutupi tubuh Donghae dan mencium kening Donghae sekilas. “Kau istirahat saja. Aku akan keluar mencari makanan..”

Kibum membatin. Merutuki tindakan gilanya beberapa waktu lalu. Namun jiwa lainnya berkata, sayang sekali jika melewatkan hal menarik itu. Wajar! Ia merindukan Donghae. Tubuh indahnya. Suara seksinya. Kibum ingin mencicipinya. Namun, iapun masih memiliki kesadaran untuk tak melakukannya. Setidaknya akal sehatnya terus berteriak ‘jangan! Donghae sakit! Donghae sakit!’

Inilah mengapa ia lebih memilih keluar, membiarkan dirinya tak melihat Donghae yang selalu menggoda imannya.

Hingga tibalah ia di sebuah mini market, dimana ia berteriak “hyung!” pada Yunho yang tengah bersama kekasih cantiknya.

“Oh Kibum! Kau sedang apa disini? Bersama Donghae?”

Kibum menggeleng. “Dia agak demam. Ah, kalian tahu, makanan apa yang disukainya?”

Bukanlah hal mudah bagi seorang Kim Kibum yang kaya raya, saat dirinya harus kembali memasak air hangat dengan jumlah lebih banyak kali ini.

“Setidaknya kita akan dengan mudah mendapatkan air hangat jika di apartement!” rutuk Kibum sambil melirik Donghae yang tengah menjatuhkan kepalanya di atas meja makan, dan masih terlihat dari kamar mandi dimana Kibum berada kini.

Donghae yang hanya terkikik geli dengan hidungnya yang memerah. Ia menganggap wajar pada Kibum yang merutuk seperti itu. Ia yakin Kibum tak pernah melakukannya; memasak air? Membuat Donghae ingin kembali tertawa keras.

“Jangan hanya tertawa!” dengus Kibum sambil mendekat ke arah Donghae, hendak mengaping Donghae ke arah kamar mandi.

“Aku bisa sendiri, Kibumie!” sela Donghae. “Ingat aku hanya flu!” tegasnya, menunjukkan bahwa Kibum terlalu berlebihan. “Tapi, terima kasih,” ungkap Donghae sambil mencuri kecupan kecil di bibir Kibum.

Kibum yang hanya mampu mengulum senyumnya, dan menggeleng kepalanya..

Donghae tengah berendam di air hangat yang dengan susah payah Kibum siapkan untuknya.

Tapi, sebal ia rasa karena Kibum yang mengamatinya di ambang pintu, melipat tangan disana.

“Aku bukan bayi Kibumie!” decak Donghae. “Kau tak usah mengamatiku saat mandi..”

Kibum mengangkat bahunya tak peduli. Donghae memutar kesal bola matanya. Namun tak ingin ambil pusing, ia angkat satu tangannya. “Kalau begitu kemarilah..”

“Huh?”

“Mari berendam bersama!”

Keduanya hanyut oleh nyaman yang tercipta dari air hangat itu.

Kibum yang mendekap Donghae, melingkarkan tangannya di antara perut polos Donghae. Donghae yang bersandar di dada bidangnya yang tak berbusana pula.

“Ah, aku ingin waktu berhenti sekarang!” ujar Donghae tiba-tiba.

“Kenapa?” tanya Kibum dengan mata terpejam.

Sesungguhnya keduanya tahu, saat terindah seperti ini tentu jarang terjadi, mengingat posisi Donghae sebagai simpanan Kibum. Juga Kibum yang ada untuknya, hanya 7 hari dalam satu bulan.

Dan saat mereka bersama, adalah yang terbaik. Tapi ada satu yang ingin Donghae tanyakan.

“Kibumie?”

“Hmh..”

“Bolehkah aku berharap, bahwa kau hanya mencintaiku?”

Kibum membuka matanya. Menatap lurus tanpa arti. Ia terlihat tak suka pada penuturan Donghae. Terbukti, saat dirinya berujar dingin, “mengapa bertanya? Kau meragukanku?”

Donghae menjadi sedikit panik. “Bukan begitu,” bantahnya. “Aku..”

“Aku tak suka mendengarnya!”

Donghae menunduk dalam. “Maafkan aku,” sesalnya. “Entah mengapa akhir-akhir ini, aku menjadi takut kehilanganmu..” ucapnya.

“Sudahlah!” potong Kibum. “Seharusnya sepasang kekasih tak lagi mengucap kata maaf..”

“Kenapa?” tanya Donghae, mendongak-menyamping ke arah Kibum.

“Karna kita wajib untuk saling percaya!” tutur Kibum, lantas mempertemukan bibir mereka, melumat bibir Donghae yang basah..

Entah sedang apa Kibum di dapur, berkutat dengan alat-alat dapur milik Donghae. Donghae tak tahu dan hanya mencoba berjalan ke arah pintu karena bel disana berbunyi. Ada tamu yang datang, dan Donghae yang membuka pintu. Hingga pintu terbuka, dan Donghae sedikit terkejut. “Kyuhyun, ada apa kemari?” tanyanya dengan nada terkejut.

_TBC_

Saya pikir ini cukup manis. Gtau ada konflik sperti apa nantinya, tungguin ajah! Untuk yang ini pendek, dan gak berisi? Gpapa. Hanya ingin bahagiakan mereka dulu saja lah sedikit, :’))

24 thoughts on “DEEP AFFECTION [2]

    Eun Byeol said:
    Juli 9, 2013 pukul 10:07 am

    ‘hanya ingin bahagiakan mereka sedikit’???
    Apa itu??
    Jd eonni mau bikin mereka merana gitu??
    Jahatnyaaaa~

      sugihhartika responded:
      Juli 9, 2013 pukul 10:12 am

      xDD

      Umh, gimana ya? Nyiksa mereka, itu HOBI saya Eun Byeol! xD

      Eh kau cepet bener bacanya, :3

    Elfisyhae said:
    Juli 9, 2013 pukul 10:11 am

    Bukan cuma ckup eon. Mnurut aq apa pun yg serba kihae itu manis. Hehehehe

    NunutKim said:
    Juli 9, 2013 pukul 10:17 am

    setiap kali baca ff kihae, feelnya selalu dapet entah kenapa. Berasa mereka bneran Real :p
    Uhh.. Aku suka sikap kibum yang perhatian seperti itu.. Manis kok eon manis bangeeet🙂
    Lanjuuuuutttt yaa .

    NemoSnower said:
    Juli 9, 2013 pukul 10:28 am

    Awwww manissssss >.< Bum yg ngejaga hae^^ rela msak air buat c hae mndi~ cman kshan ktmu na 7 hri doank dlm seblan😦 Buat bum cerai am istri na ,,biar kihae bsa ktmu tiap hari😀 kkkkkkkkk~
    Haaahh berendem bduaan ? Q bs ngrasain aura rmntis mrka xixixixixixixi😀
    Jeng jeng jeng ! ! Kyu dtang ! O.O. Ttup pntu na hae! Jngan biarin kyu msuk !! #plakk *d tabok evil kyu* ^,^V

    Ruoxi said:
    Juli 9, 2013 pukul 11:46 am

    Ini terlalu pendek !!! Senyumpun aku nanggung jadinya ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

    taRie_Elfishy said:
    Juli 9, 2013 pukul 12:18 pm

    Boleh dibaca eonn..
    Hehe..
    ‘Menghabiskan malam sambil berusaha merontokkan sisa-sisa rindu yg ada.’
    Wehhh kata2_nya..
    Muantab..
    Kekeke.~
    Trus pas ‘itu’ gak jd,,
    Harus nya Kibum bilang gini ‘bulan puasa-bulan puasa’ ..
    Hahahahaaaa…
    Emang ini manis..
    Ampe diabetes senyum2 gaje..
    Ok di tunggu lanjutan nya..
    Trima kasih boleh baca..😉

    suhae1005 said:
    Juli 9, 2013 pukul 1:39 pm

    Eon , bisakah kau buat si casey itu mati , plz , biarkan hae dan bum hidup bahagia .. mrka saling mencintai bukan ????
    yah , yah, yah , buat casey dan anknya itu mati😀

    hubsche said:
    Juli 9, 2013 pukul 2:17 pm

    PERFECT !!^^

    Laila r. Mubarok said:
    Juli 9, 2013 pukul 2:48 pm

    So sweeeet~ tpi plingan bentar doang..

    Entar sadisnya eoni paling kumat.. *dikeplak mwehehehe

    Eh kirain heechul yng bkal dteng eh ternyata kyu..

    Lanjuut eon.. :3

    arumfishy said:
    Juli 9, 2013 pukul 2:58 pm

    Ternyata ku blm bcaaaaa… Seruuuuuu
    Lanjutttt Oennn…

    nia na yesung said:
    Juli 10, 2013 pukul 9:39 am

    WIhhhhh,,,,,,, Sweet Bgt ^^
    Aku pikir bakalan lebih dari ini buwehehehehe ,,,, Ngarep ><
    Bulam puasa gini otak yadong q Kumat wkwkwkwkw ,,,,
    Ngapain si Evil muncul -_-

    tp aku bacanya gak berasa, Sedikit bgt heheheh ,,,,
    Aku tunggu kelanjuta.a
    Oh iia sekarang kan bulan puasa jangan siksa Hae ya Heheheh ,,,
    FIGHTING !!!

    Vheeronicha said:
    Juli 10, 2013 pukul 9:26 pm

    Pendek…
    Dan apa tu.. Hanya ingin bahagiakan mereka
    dulu saja lah sedikit,….
    Banyak ja napa..hihihi

    niea_clouds said:
    Juli 11, 2013 pukul 11:29 am

    so sweeeeett ,,,
    bnr” full KIHAE ,,, Tp biasa ny abs di senengin bsk ny menderita . . .

    ndah951231 said:
    Juli 12, 2013 pukul 1:21 am

    ini manis banget, tapi kalo liat waktu mereka yg terbatas rasanya ngenes banget😥

    apa apa apa??
    membahagiakan mereka sedikit?? O.o
    lalu maksudnya, setelah ini mereka bakal tersiksa gitu??

    halah, gak ada casey, kyuhyun pun cukup utk jadi pengganggu -__-
    ayolah eonni, cepatlah bahagiakan mereka u,u
    *agak maksa*😄

    Shin Y said:
    Juli 12, 2013 pukul 2:02 pm

    waaaaahh.. long time bgt ga baca kihae ff,, haaaaahh, rinduuuuuuu :”)

    suka scene waktu kibum meluk hae di dalm jaketnya, gyaaaa sweeeeeeeeettt :3

    saga.virgo said:
    Juli 13, 2013 pukul 10:07 am

    Xixixi suka pas donghae nya kekanakan gitu ahhaahah tp kibum nya pervet ya hahaha lanjuuut yaa hhe di tunggu ^ ^

    setshuka said:
    Juli 13, 2013 pukul 3:57 pm

    review lagi aja deh, tapi? dikit. KURANGGG… oh iya, itu Min Ho nya udah ga ada di rumah hae? udah ke Jepang kah??

    mea hae said:
    Juli 16, 2013 pukul 6:06 pm

    mengaping itu apa sih eon? semacam di papah gitu yah?atau dipandu? atau direngkuh? katanya hae ga mau nyakitin cassey kok mau jadi selingkuha?

    Raihan said:
    Agustus 12, 2013 pukul 2:21 pm

    Hwaaaaaaaaaaaa aku baru baca!!!!!
    Gila!!!!
    Awas kalo Donghae lebih sakit dri pda ini. Ku cium ganas kau Kim Kimbum #maunya.

    Hwaaaaaaaaaaaaaaa PW aku belum dpat. *Lari ke pm Sugih* ^_<

    BryanELFishy said:
    Agustus 19, 2013 pukul 2:41 pm

    Kenapa g diceraiin aja itu caseynya Eonnie… >.<
    anaknya pan udah lahir……….

    isfa_id said:
    November 26, 2013 pukul 4:00 pm

    cieee~ itu bagi-bagi sakit, xD

    Nelly Key Donghae said:
    Mei 3, 2014 pukul 2:30 am

    “Bolehkah aku berharap, bahwa kau hanya mencintaiku?”
    Kasihan Dongeek,,😥 kalo aku diposisi dia pasti akan bertanya seperti itu mengingat Kibum masih beristri,,
    meski singkat ini Sweet ,, alwasy Sweet😀

    ELFarida said:
    Juni 12, 2014 pukul 3:41 am

    Eonni, . . .bleh minta pw deep affection ch 4 gak eon, . .aku coba pke pw yg biasany tpi gak bsa . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s