-NOTHING BETTER [1]-

Posted on Updated on

“Ini hidup, Hae. Tak ada yang lebih baik dari nikmatnya hembusan nafas kita. Tak ada yang lebih baik dari suara dentuman jantung kita..”

“Dan tak ada yang lebih baik darimu, hyung..”

Title: Chocolate and B’day

Cast:

Donghae – Heechul – Leeteuk – Kibum – Kyuhyun

Genre:

Brothership – Family – Friendship

[CHAPTER 1]

Mentari pagi mengusik sepasang mata yang tengah tertutup dengan nyamannya. Sinar yang menelusup dari balik tirai biru bermotif kapal terbang kartun itu nampaknya membuat dia, sang bocah dengan rambut kusutnya itu menjadi tak suka dan sesekali mendengus sebal.

“Ish!” rutuknya sambil menekuk lengan dan menempelkan permukaan dalam lengannya agar menutup kedua matanya. Namun sinar-sinar itu seolah tak mendengar keluhannya dan terus bersinar terang, membuatnya nampak semakin kesal meski lengannya masih tetap dalam posisi sama, menutupi wajahnya.

Hyung!” teriaknya dengan sangat keras.

“Hyung!” teriaknya lagi, hingga pintunya terbuka cukup keras.

Nampak wajah seorang pria cukup dewasa dengan tampilan rapihnya. Ia nampak hawatir, mungkin karena teriakan sang bocah yang begitu membahana membuatnya takut terjadi sesuatu pada bocah tersebut. Namun raut hawatir itu menghilang seketika saat dilihatnya sang bocah masih meringkuk di atas tempat tidurnya.

“Kenapa kau berteriak sepagi ini, Donghae?”

Sang bocah bernamakan Donghae tersebut nampak tak bergeming dan beranjak dari posisinya. Sementara satu lengan menutupi wajahnya, jemari di tangan lain terangkat dan menunjuk ke arah tirai. “Benahi tirainya, hyung, mianhae. Sinarnya terik sekali sih! ucapnya memohon.

Dia memerintah? Begitulah keadaannya. Jangan salahkan sang bocah yang bertingkah kurang ajar, namun semua wajar adanya dikarenakan posisi mereka yang berbeda. Seorang tuan di usia berapapun di dalam sebuah kediaman akan mampu melontarkan perintahnya pada mereka bawahannya.

Sedang dia yang mendapat perintah hanya tersenyum sambil menggelengkan pelan kepalanya. Sang tuan muda nampak bermalasan di atas tempat tidurnya. Namun ia tak mampu untuk membantah, kan? Kecuali jika tuan besarnya akan marah karena bocah tersebut akan menangis nantinya.

“Kau tak ingin bangun? Tidak ingin sekolah?” dia berucap sambil akan menutup kembali tirai di kamar tersebut dengan rapat. Namun belum sempat ia melakukannya dengan sempurna, sepasang tangan telah menahannya. “Eh?”

“Jangan! Buka saja saja tirainya, hyung! Dia akan bermalasan dan semakin manja jika kau terus menuruti apa yang diinginkannya!”

Leeteuk tersenyum simpul. “Mana berani aku tidak menuruti setiap perintah dari kalian, Heechul-ah..”

Sang tuan lain yang baru saja datang, Heechul berdecak sebal. “Pilahlah mana yang baik dan tidak untuknya. Lakukan itu jika kau menyayanginya. Kau terlalu memanjakannya!” umpat Heechul lantas menyibak tirai jendela kamar sang dongsaeng, membuat Donghae seketika melayangkan protes terhadapnya.

“Jangan dibuka tirainya, ish!” protes Donghae. Ia mulai merengek dan bergulingan pelan di atas tempat tidurnya. Ia hampir menangis karena kesal. Kesal karena ia tahu, nyatanya Heechul mampu mengabaikan setiap rengekan manjanya.

“Bangun, Hae! Hyung tidak suka melihatmu malas seperti ini!” tuntut Heechul dan mulai terduduk di sisi ranjang Donghae. Namun kesal ia rasa, saat melihat Donghae tak menurutinya dan malah melingkupi tubuhnya dengan selimut. “Ya!” sentak Heechul seperti biasanya, karena mulutnya memang terlalu pedas dan selalu siap untuk mengomel kapan saja.

Disaat itu Leeteuk memilih untuk mengundurkan dirinya. Sedangkan Heechul, ia mengulum senyumnya saat terdengar Donghae merutuk di balik selimutnya. Heechul segera menarik selimut berbulu biru yang halus tersebut. “Bangun! Kau harus sekolah!” tuturnya. Ia tepuk-tepuk pipi Donghae.

“Tidak mau!” tolak Donghae. Ia masih memejamkan matanya dengan nyaman.

Merasa kehilangan akal, Heechul mengangkat tubuh Donghae agar terduduk di atas tempat tidurnya, meski tetap saja dia menutup rapat matanya. “Aigoo,” decak Heechul dengan gemas. “Aku tak memiliki dongsaeng yang malas seperti ini, meski wajah tampannya sama denganku,” ucap Heechul sambil terkikik geli.

Nampak Donghae yang menggosok-gosok kedua matanya dengan kain piyama di bagian lengannya. Nampaknya kedua mata itu benar-benar terasa lengket sehingga sulit untuk terbuka. Ia tak membalas ucapan terakhir Heechul, dan hanya fokus menyadarkan dirinya sendiri.

“Ayo!” ajak Heechul. Ia lalu membawa Donghae yang masih mengantuk ke dalam gendongannya. “Kubawa kau ke kamar mandi!” ucapnya sambil membawa beban tubuh Donghae.

“Aku tidak mau mandi!” tawar Donghae. “Gosok gigi dan basuh muka saja, ya hyung?”

“Bau!” komentar Heechul. “Kau harus mandi!”

“Asal jangan basahi rambutku, ya? Aku tidak mau keramas!” tawar Donghae lagi sambil menggoyangkan kadua kakinya di antara gendongan Heechul. Tingkah Donghae semakin menampakkan kebiasaan seorang bocah seusianya, takut air! Nampak lucu dan ini memang wajar terdengar.

“Ish, baiklah!”

Heechul telah sampai untuk mengantar sang dongsaeng tepat di depan gerbang sekolahnya. Ia bukakan pintu mobil dan membimbing Donghae keluar dari mobil mereka. “Tidak lupa buku tugasmu?” tanyanya dan Donghae menggeleng.

“Alat tulismu yang lain?”

“Ada..”

“Bekalmu?” tanya Heechul lagi dan Donghae menggoyangkan tas dalam gendongannya untuk menjawab pertanyaan terakhir sang hyung. Berkata bahwa bekalnya ada di dalam tas coklat miliknya tersebut.

“Oke!” tanggap Heechul sambil tersenyum lebar dan mengacak surai Donghae. “Sekarang masuk ke dalam dan jangan nakal!” peringatnya sambil merubah posisinya, berjongkok agar sejajar dengan Donghae, yang mana kemudian Donghae menyambutnya dengan kecupan singkat di pipi kiri dan kanannya.

Annyeong hyung.” Donghae melambai.

Heechul mengangguk dan akhirnya membiarkan Donghae berjalan menapaki gedung sekolah dasarnya. Melihat Donghae yang turut berbaur bersama teman-temannya. Heechul tersenyum. Ia selalu merasakan hal yang sama ketika melihat langkah kecil Donghae yang begitu riang. Ada kekaguman tersendiri dari raut wajahnya yang terpancar jelas..

Namun Donghae tidak tahu, jika di siang harinya ia harus menggerutu kesal dan sedikit marah saat tahu yang menjemputnya bukanlah sang hyung seperti biasa, melainkan Leeteuk.

“Hyung kemana?” tanya Donghae pada Leeteuk saat dirinya memasuki mobil yang menjemputnya.

“Dia keluar kota, Hae. Ia berpesan bahwa ia tidak akan pulang untuk beberapa waktu ke depan..”

Donghae merenggut seketika dengan tatapan terkejutnya. “Kenapa? Apa dia begitu sibuk, hyung?” tanyanya dengan gurat kecewa yang begitu dalam.

“Ya. Ia bilang ada sesuatu yang ingin dia selesaikan dalam waktu dekat ini. Bukankah ada aku?”

Donghae mengangguk sedikit lesu. Sesungguhnya keberadaan Leeteuk adalah satu-satunya hal yang mampu mengobati kesendiriannya kala Heechul tak di sampingnya. Lagipula, Leeteuk memang berbeda dengan Heechul. Akhirnya Donghae terkikik geli dalam hatinya kala memikirkan hal lain.

Maka setelah Leeteuk duduk di kursi kemudinya dan menghidupkan mesin mobilnya, Donghae berkata “aku ingin membeli coklat yang banyak, hyung. Belikan untukku, ya?”

Leeteuk nampak sedikit berfikir. “Heechul juga berpesan agar kau mengurangi jatah coklatmu untuk minggu ini. Memangnya kau tak jera setelah gigimu berlubang dan sakit beberapa hari lalu hingga dokter gigi menanggalkannya, huh?”

Donghae mengerucutkan bibirnya dan memandang Leeteuk sambil memohon. “Ya?” bujuknya. Sepertinya ancaman sakit gigi itu tak mempan untuknya. Satu hal yang membuat Leeteuk tak mampu menolak adalah wajah Donghae yang begitu meratap ke arahnya. Terlalu membingungkan hingga akhirnya ia setuju dengan catatan, “gosok gigimu sebelum tidur nanti!”

Heechul benar-benar pergi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Sesungguhnya ia tengah membimbing rekan-rekannya untuk membangun sebuah rumah yang nampak dalam desain hasil ukiran tangannya sendiri, yang kala itu masih tercetak di atas selembar kertas saja.

“Aku ingin rumah ini dibuat dengan dinding membentuk seperti kota-kotak coklat nantinya. Warnanyapun harus coklat gelap, sama persis dengan coklat! Atapnya jangan dibuat memasung dengan genting seperti biasa! Aku ingin bentuknya kotak!” ujarnya sambil menunjukkan desainnya tersebut.

Ada sepetak tanah dimana telah dibangun pondasi rumah di tempat tersebut. Membentuk denah beberapa ruang yang entah ruang apa di masing-masing bagiannya. Yang jelas, nampak beberapa pegawai yang tengah menggarap rumah tersebut di tengah terik matahari.

Heechul meninggalkan para pegawainya dan melirik ke sekitarnya. Ada jalanan aspal di depan gerbang rumah itu nantinya. Ia berkacak pinggang dan bergumam “ia bisa bersepedah disini!” juga melirik beberapa rumah yang nampak bagai sebuah kumpulan rumah berkelas. Sebuah komplek yang ia pikir, “benar-benar aman!”

Maka setelahnya Heechul kembali bergabung bersama para rekan kerjanya dan kembali membincangkan rumah yang tengah dibuatnya tadi. “Aku ingin pekarangan rumahnya ditanami rumput dan dibuat jalan kecil menggunakan bebatuan. Kolam jangan lupa!”

Sret.

“Sudah siap?!”

Donghae mengangguk kala sebuah topi telah terpasang dengan tepat di kepalanya. Topi yang melindunginya dari teriknya matahari di siang tersebut. Ia menggenggam erat pada pegangan sepedahnya dengan sedikit gemetar.

“Donghae! Tidak usah tegang. Kendurkan peganganmu, Hae..” peringat Leeteuk. Ditatapnya wajah Donghae dan ia tersenyum. “Jika kau memejamkan matamu saat berkendara, maka kau akan mati,” tuturnya sambil menepuk pelan kening Donghae.

“Aku takut hyung..

“Tapi dijalanan ini tidak ada siapapun selain sepedahmu. Lagipula aku akan memegangimu. kau tenang saja..”

Leeteuk menunggu Donghae agar siap. Ia biarkan Donghae menarik nafasnya hingga nampak Donghae yang sepertinya siap untuk melanjutkan kegiatannya. “Letakkan kakimu di antara ayuhannya, dan ayuh!” titah Leeteuk dengan lembut. Sementara dirinya memegangi di satu sisi dan mulai berjalan kala Donghae mulai mengayuh sepedahnya.

“Bagus. Pelan-pelan saja jika takut jatuh. Aku memegangimu..”

Awalnya Donghae mencuri-curi untuk menutup kedua matanya dikarenakan takut. “Hyung tetap pegang aku! Jangan dilepas!” risaunya. Namun karena semakin lama keseimbangan tubuhnya terjaga dengan sendirinya, maka perlahan Leeteuk mulai melepas pegangannya dan hanya memegangi bagian belakang saja.

Sedang Donghae sudah mulai berani untuk tidak menutup matanya. Ia mulai percaya diri untuk mengayuh dan berani untuk tersenyum meski raut cemas masih sedikit ada di wajahnya. “Hyung kau di belakang?”

“Ya, hyung masih disini..”

“Tetap pegang aku, ya?”

“Hm..”

Donghae semakin bersemangat untuk mengayuh sepedahnya. Ia sudah mampu mengatasi takutnya. Bahkan ia tak sadar, bagaimana mungkin Leeteuk bisa mengejarnya jika ia ayuh sepedahnya secepat itu? Buktinya ia telah melesat cepat, meninggalkan Leeteuk yang akhirnya hanya berdiri sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya. Ia lalu tertawa dan berteriak, “hati-hati Donghae-ya!”

“Eh?”

Bruk – “Hueeeeee!”

Hyung, hyung aku sudah bisa memakai sepedah!”

Donghae nampak tengah mengadu pada Heechul melalui ponsel yang baru saja diberikan Leeteuk padanya. Sedang Leeteuk sibuk mengeringkan rambut dan tubuh Donghae yang masih basah, karena baru saja Donghae mandi. Leeteuk sibuk mengurus Donghae, sedangkan bocah tersebut sibuk mengoceh pada Heechul di ujung sana. “Aku juga sudah keramas!”

Hingga usapan bedak telah mengharumkan tubuhnya, juga sebuah piyama telah melekat di tubuh mungilnya, tinggalah ia terduduk di atas tempat tidurnya dengan selimut menutupi kakinya. Percakapanpun bersama Heechul masih berlangsung di sela-sela kantuk Donghae, mengingat malam sudah semakin menghitam.

“Iya, hyung. Bogoshippo!”

Mungkin Heechul tersenyum di ujung sana, karena Leteeukpun tersenyum mendengar rajukan Donghae tersebut.

“Aku tidak nakal! Dan kau cepat pulang!”

“Apa kau mengantuk?”

Donghae nampak menggosok-gosok matanya yang mulai terasa lengket. Karena itulah Leeteuk segera meraih ponsel di tangannya. Donghae tidak merutuk kesal, karena ia sibuk dengan kantuknya.

“Sepertinya dia sudah mengantuk. Adakah hal lain yang ingin kau sampaikan? Tidak? Baiklah..”

Leeteuk telah menutup ponselnya, dan matanya jatuh pada sosok Donghae yang sudah tertidur dalam posisi terduduk sambil bersandar pada kepala tempat tidurnya. Lagi dan lagi Leeteuk mengulum senyumnya. Ia benahi posisi tidur Donghae, sang tuan muda yang sudah seperti adiknya sendiri.

Jangan salah! Meski posisinya adalah hanya sebatas kepala pembantu rumah tangga di rumah tersebut, namun Heechul telah memperlakukan dirinya lebih dan lebih tanpa batasan, meski selalu ada rasa hormat yang Leeteuk berikan pada dua tuannya tersebut.

Satu kecupan di keningpun berani ia berikan untuk Donghae yang terlelap sudah. Ia rapihkan selimut Donghae, menghidupkan lampu kecil di atas nakasnya, dan mematikan lampu kamarnya. Ia biarkan Donghae tertidur di antara remang cahaya yang akan membuatnya nyaman.

Hyung kapan dia pulang?”

Tanya Donghae di sela-sela sarapannya. Ia menatap pada Leeteuk yang tengah menuangkan susu ke dalam gelas milik sang tuan kecil.

“Sudah lama sekali, kan?!”

Sekali lagi Leeteuk melirik Donghae dan tersenyum. “Mungkin dia akan pulang beberapa minggu ke depan, kenapa?”

Donghae menggeleng. “Aku masih memiliki sisa waktu yang banyak untuk menghabiskan coklatku sebelum dia datang!” tutur Donghae lantas terkikik geli. Sesungguhnya masih ada banyak sisa coklat yang ia sembunyikan di balik lemari pakaiannya. Namun..

Leeteuk menemukan hal lain dalam tawa kecil Donghae. Donghae yang sesungguhnya tak pernah takut akan omelan hyungnya. Jadi coklat bukanlah sekedar hal mengapa Donghae menanyakan kepulangan Heechul. “Kau merindukannya? Atau kau hawatir dia melupakan ulang tahunmu lagi minggu depan?”

Trek.

Donghae menghentikan sarapannya dengan agak canggung dan lalu meneguk susunya.

“Hae..” jeda Leeteuk. Ia lalu mengusap surai Donghae dengan lembut. “Hyung tahu kau ingin sekali ia hadir di hari ulang tahunmu. Ya kan?”

“Tidak..” sanggah Donghae.

“Tapi wajahmu tidak bisa berbohong,” sela Leeteuk. Ia ambil tubuh Donghae dan lalu mendudukannya di atas pahanya. “Menurut hyung, anak seusiamu akan terasa wajar jika mereka merengek meminta sesuatu di hari ulang tahunnya..”

Donghae tersenyum. “Tapi hyung sedang bekerja untukku. Untuk apa aku meminta yang lain?”

“Benarkah?”

Donghae mengangguk. “Aku rindu padanya. Kenapa ia pergi lama sekali? Apa dia sedang membangun rumah untuk seseorang lagi? Mengapa ia tak pernah bosan membuat rumah orang lain?” ucap Donghae panjang lebar. Wajahnya berubah sendu dan kedua tangannya ia lingkarkan di leher Leeteuk untuk bersandar pada hyungnya tersebut.

“Itu memang pekerjaannya. Ia tak boleh bosan,” cetus Leeteuk. Ia usap punggung Donghae, sambil mengais tubuh Donghae menuju keluar rumah, dimana mobil mereka sudah terparkir di depan. Rutinitas harian harus segera dilakukan, dan Donghae harus sekolah.

Namun Donghae masih saja merenung bahkan ketika ia telah duduk di dalam mobilnya, dan keduanya sudah ada dalam perjalanan. Leeteuk harus mengalihkan perhatian Donghae pada hal yang lain, karena hawatir akan gurat sedih yang sulit untuk di lepas nantinya.

“Apa lututmu masih sakit?” ucap Leeteuk tiba-tiba, menanyakan luka akibat jatuh Donghae kemarin.

“Tidak. Hanya perih sedikit..”

“Emh, hyung ingin tahu apa keinginanmu, Hae. Kau harus meminta sesuatu padaku, dan akan kuberikan di hari ulang tahunmu nanti..”

“Bolehkah?” tanya Donghae dengan gurat binar di kedua bola matanya.

“Tentu saja!”

Tanpa harus berfikir, Donghae jawab “coklat!” dengan semangatnya.

“Lagi?”

Dan bocah itu mengangguk semangat. “Coklat pemberianmu selalu berbeda hyung. Bolehkah aku selalu minta coklat padamu?”

Leeteuk sedikit mendesah kecil. “Kau tahu Hae? Heechul akan memarahiku habis-habisan jika ia tahu aku selalu memberimu coklat!” rutuknya.

“Bilang saja aku yang memintanya!”

“Benar? Kau berani menanggungnya sendirian apapun itu?” tantang Leeteuk.

Donghae mengangguk semangat. “Aku berjanji akan selalu menggosok gigiku!” kilahnya sambil memamerkan deretan gigi putihnya, yang mana Leeteuk hawatir gigi putih itu akan rusak karena coklat yang diberikannya..

Tiba di tiga hari menuju tanggal 15 oktober, Donghae masih nampak belum mengingat, bahwa ulang tahunnya akan segera tiba. Namun hadiah yang dijanjikan Leeteuk padanya, selalu ia tagih di tiap harinya. Bahkan dalam satu hari saja, ia bisa memakan banyak coklat membuat Leeteuk terkadang geram karena tingkahnya.

Namun di pagi tersebut, Leeteuk belum menyadari satu hal. Lagipula masih cukup pagi untuk membangunkan Donghae dari tidurnya. Ia baru saja mengamati pekerjaan para penunggu gudang belakang. Ingat bahwa dia adalah kepala pembantu rumah tangga di rumah tersebut?

Dan disela pekerjaannya tersebut, ia masih sempat untuk mengamati sebuah photo dimana di dalamnya ada wajahnya, bersama kedua orang tua dan juga dua adik laki-lakinya. Sejenak ia tersenyum dan mengusap satu persatu wajah yang ada disana. “Aku merindukan kalian,” disertai desahan pelan. “Semoga kalian baik-baik saja dirumah..”

Sesuatu tiba-tiba saja menarik perhatiannya dan membuatnya menyimpan kembali photo yang tengah diamatinya. Ada suara isak tangis dari dalam kamar Donghae dan itu jelas adalah suara sang pemilik kamar. Tapi mengapa Donghae menangis di pagi buta?

Bergegas Leeteuk memasuki ruangan kamar tidur Donghae dan akhirnya mendapati Donghae tengah bergelung dalam selimutnya sambil menangis. “Ada apa? Mengapa menangis, Hae?”

“Hiks..”

Leeteuk menjadi semakin cemas dan segera menyibak selimut Donghae, dimana di dalamnya Donghae bahkan menyembunyikan kepalanya di bawah bantal.

“Apa ada yang sakit? Apa kau terluka? Biar hyung lihat..” bujuk Leeteuk.

Segera Donghae menyembul dari balik selimutnya dan menampakkan wajah penuh tangis miliknya. “Sakit,” rintihnya dengan suara bergetar.

Leeteuk segera memangku Donghae dan melihat ke arah wajah Donghae. “Mana yang sakit?” tanyanya.

“Gigiku sakit, hyung..”

“Aigoo!”

Awalnya Leeteuk akan membawa Donghae ke dokter gigi. Namun karena Donghae malah menjerit-jerit karenanya, terlebih hari masihlah sangat pagi, ia menuruti keinginan Donghae pada akhirnya.

“Aku ingin menggosok gigiku saja..”

“Baiklah..”

Segera Leeteuk membawa Donghae ke kamar mandi dan membimbing Donghae untuk menggosok giginya sementara ia perintahkan pada siapapun bawahannya disana untuk mencari obat sakit gigi dimanapun ‘dia’ berada, sedangkan Donghae menggosok giginya sambil menangis tersedu-sedu karena denyutan kuat pada salah satu giginya.

“Auh, hiks!”

Dan meski telah menggosok giginya, Donghae tetp mengaduh dan merintih sakit sambil memegangi kuat pipi bagian kirinya, karena sakit giginya berasal dari deretan gigi kirinya. “Sakit, hyung..” adu Donghae tiada henti, begitupun dengan aliran air mata di wajahnya.

Leeteuk nampak bingung. Sesungguhnya ia tak tahu hal apa yang mampu membuat sakit gigi mereda selain obat dan dokter, sedangkan kedua hal tersebut sulit diraihnya untuk saat ini. Ia lalu mengais Donghae dan menepuk nepuk pelan punggung Donghae. Mungkin tidur adalah jalan keluar, menurutnya.

Maka Leeteuk terus saja berusaha membuat Donghae tertidur. Hingga akhirnya tangisan itu mereda perlahan, dan dilihatnya Donghae yang menyandarkan kepalanya di bahunya. “Kau mengantuk? Apa sudah tidak sakit lagi?”

“Sedikit,” jawab Donghae.

Leeteuk tersenyum. “Sebaiknya hari ini tidak sekolah saja, ya? Kau tidur sambil menunggu obatnya datang, nde?”

Donghae nampak mengangguk ringan dan perlahan mulai terlelap. Namun, sebelum ia benar-benar terlelap, ia masih sempat berkata-kata yang mempu membuat Leeteuk terenyuh.

“Jangan bilang pada hyung gigiku sakit ya? Aku tak ingin dia memarahimu, hyung..”

Semakin mendekat menuju tanggal yang mana Donghae telah menantinya. Menanti hari lahirnya, dan dalam hati kecil ia menanti, menunggu kepulangan sang hyung di hari tersebut.

Namun lain di sisi Leeteuk. Ia tampak merenung dan berfikir keras sejak mendapat banyak pesan singkat dan panggilan yang tanpa disengaja olehnya, terabaikan beberapa waktu lalu. Ia sendiri tengah menunggui Donghae di gerbang sekolahnya karena jam pulang sebentar lagi.

Leeteuk nampak sibuk menghubungi Heechul dan ia sedikit kesulitan meski pada akhirnya Heechul mengangkat panggilannya.

“Ada apa?”

Sejenak Leeteuk menahan nafasnya dan ia nampak ragu. “Kapan kau pulang, Heechul-ah?” tanyanya untuk pertama kali.

“Rumahnya belum selesai, hyung. Kuusahakan tepat saat hari ulang tahunnya saja..”

“Heechul-ah, aku harus pulang sekarang juga. Tapi aku tak mungkin membawa Donghae bersamaku, kan?”

“Lho? Ada apa hyung?”

Leeteuk menghela berat nafasnya. “Sepertinya terjadi sesuatu dengan orang tuaku. Kuharap mereka baik-baik saja, tapi aku tetap harus menemui mereka..”

“Bagaimana jika sore ini saja? Aku akan pulang sore ini, hyung..”

“Hm. Maaf karena tiba-tiba seperti sekarang, dan terima kasih..”

Leeteuk menutup ponselnya, dan tepat kala tersebut pintu mobilnya terbuka menampakkan Donghae yang lalu naik ke mobilnya dengan wajah cemberutnya. “Kenapa bibirmu mengerucut seperti itu, Hae?”

Donghae menggeleng. Ia segera duduk rapih dan menyandarkan tubuhnya sambil mulai memegangi pipi kirinya. Leeteuk mengetahui itu tentu saja. “Gigimu masih sakit?” tanyanya dan Donghae mengangguk. “Sepertinya gigimu berlubang. Kita harus ke dokter gigi sekarang..”

“Tidak mau!” bantah Donghae sambil merajuk kesal.

Apa lagi? Leeteuk hanya menurut dan mulai menghidupkan mesinnya. “Kalau begitu kita jalan-jalan saja. Semoga sakit gigimu hilang..”

Berganti sore, dan benar saja. Donghae sedikit melupakan sakitnya. Keduanya telah tiba di rumah setelah menghabiskan banyak waktu bersama. Namun Donghae tersenyum senang di antara keterkejutan yang dirasanya saat mendapati sosok Heechul tepat di depan rumah mereka.

HYUNG!” pekik Donghae dan berlari kecil untuk meraih Heechul. Ia lalu memeluk erat Heechul yang merentangkan tangannya, menawarkan pelukan itu untuknya.

Sedang Leeteuk tersenyum di tempatnya. Ia juga tersenyum ke arah Heechul. “Kau menepati janjimu, huh? Kupikir kau tidak benar-benar pulang..”

“Bukankah urusanmu lebih penting? Hyung boleh pulang sekarang..”

Donghae terheran-heran akan isi dari percakapan kedua hyungnya tersebut. “Pulang kemana?” bingungnya.

“Leeteuk hyung harus pulang, Hae. Ada urusan yang harus dia selesaikan di rumahnya..”

“Kenapa tiba-tiba?” kaget Donghae. Ia lalu menatap Leeteuk untuk meminta penjelasan. Namun Leeteuk enggan untuk menjawab. Ia hanya tersenyum ke arah Donghae.

“Semoga aku segera kembali. Bukankah Heechul hyungmu sudah ada disini sekarang?”

Donghae mengangguk-anggukan kepalanya dengan patuh. Namun sebelum ia melepas kepergian Leeteuk, ia menarik baju sang hyung, agar hyungnya yang berlesung pipi tersebut berjongkok ke arahnya. Lalu Donghae mencium kedua pipi Leeteuk, memeluk Leeteuk sambil berbisik, “jangan katakan soal coklat dan sakit giginya ya,” diiringi lemparan senyum dari keduanya.

“Ya, apa yang kalian bisikkan, huh?”

“Tidak!” bantah Donghae. Sekali lagi ia memeluk Leeteuk dengan hangat hingga Leeteuk benar-benar pergi.

Satu hari menjelang hari ulang tahunnya, Donghae nampak murung. Tak seperti Leeteuk yang menanyakan tentang hari ulang tahunnya, Heechul nampak biasa saja seolah ia tak mengingat apapun. Membuat Donghae bersedih dan tanpa sang hyung sadari, ia telah mengurung dirinya sejak sepulang sekolah.

Sang hyung nampak sibuk dengan kerjaan yang ternyata ia bawa ke rumah. Berkutat dengan sebuah gambar kotak dengan motif coklat, yang sempat ia lihat beberapa waktu lalu. Namun Donghae tetaplah Donghae. Ia tak berani merajuk lebih dan lebih pada seorang Heechul, meski sosok itu adalah hyungnya yang sesungguhnya. Lain terhadap Leeteuk yang memang selalu ia jadikan sosok untuk bersandar, bermanja dan merajuk.

Maka Donghae hanya bergulingan di atas tempat tidurnya hingga rasa berdenyut tiba-tiba ia rasakan pada salah satu giginya. “Ugh!” ringisnya sambil memijit pipi kirinya.

“Auuh!” rintihnya lagi, namun sesuai dengan apa yang dikatakan olehnya, ia tak mungkin menjerit sakit karena tak ingin Heechul mengetahui perihal sakit giginya tersebut, atau Heechul akan memarahi Leeteuk nantinya.

Tersisa dirinya seorang diri yang bergulingan sambil menahan tangisnya karena sakit luar biasa yang melanda. Hari memang sudah petang kala itu. Dan ia ingat, Leeteuk selalu membuatnya tertidur jika sakit itu sedang datang. Maka dengan terpaksa dan wajah yang berkeringat, ia mulai memejamkan kedua matanya.

Menghitung jumlah domba dalam bayangannya, seperti titah Leeteuk biasanya saat akan mengajaknya tertidur. Hingga akhirnya ia terlelap dengan sendirinya. Tertidur tanpa membersihkan tubuhnya, tertidur tanpa piyama, namun ia tertidur diiringi dengan sakit giginya yang tiada henti.

Pagi menjelang. Heechul menegakkan kepalanya dan tersadar bahwa ia tertidur di atas meja dan bahkan menindih selembar kertas rancangannya sendiri tadi malam. Ia mengernyit dan sedikit meregangkan tubuhnya. Ia sempat lupa bahwa ia sudah berada di dalam rumahnya sendiri.

“Eh?”

Suara detik jam seolah menyadarkan Heechul pada waktu sekarang. Pukul tujuh pagi dan ia belum menemukan sosok Donghae. Dan bukankah bocah itu memang harus dibangunkan? Maka bergegas Heechul beranjak dari posisinya.

“Donghae-ya?” ucapnya saat memasuki ruangan kamar Donghae yang masih gelap. Dilihatnya Donghae tak bergeming di tempat tidurnya.

“Sudah pagi! Bangun! Kau harus sekolah..”

Donghae bergerak kecil. Ia picingkan matanya ke arah Heechul dan kembai merapatkan selimut ke tubuhnya. “Bolehkah aku tidak sekolah, hyung?” ucapnya.

“Kenapa, huh?”

“Aku sedikit tidak enak badan,” tuturnya.

“Benarkah?”

Donghae nampak mengangguk. Heechul tak banyak berkomentar kali ini. Ia sedikit mengingat dan lalu membimbing Donghae untuk bangun, hingga kemudian ia menggendong Donghae di punggungnya. “Kita cari obat demam ya?” pintanya dan berlalu keluar kamar Donghae untuk mencari obat penurun panas.

Sedangkan Donghae hanya menyandarkan tubuhnya dengan lesu dan masih setengah tertidur.

Sementara obatnya sudah ditemukan, maka Heechul mendudukkan Donghae di sofa. Ia lalu meraih air dan kembali menghampiri Donghae. Ia berdecak sebal saat melihat Donghe begitu lesu. “Ayolah, Hae! Mana mungkin kau sakit di hari istimewamu, eoh?”

Donghae terperanjat seketika. “Kau mengingatnya?!” Ia tak menyangka bahwa Heechul akan mengingat hari tersebut.

“Ya, pabbo! Tentu saja aku ingat! Bahkan aku sudah menyiapkan hadiah untukmu sejak jauh-jauh hari. Tapi kurasa ini tidak akan lagi menjadi kejutan!”

Donghae berbinar mendengarnya. Ia benar-benar senang Heechul ada di hari istimewanya kali ini, karena sebelumnya Heechul selalu sibuk bekerja di luar. “Lalu mana hadiahku, hyung?”

Heechul belum membawa hadiah yang dimaksud dan mulai mengganggu dongsaeng kecilnya. Ia tepuk-tepuk kepala Donghae, dan lalu ia acak surai hitamnya. “Selamat ulang tahun!” ucapnya dikemas dalam nada semanis mungkin. Tangannya beralih untuk mencubit kedua pipi Donghae.

“Donghaeku, semoga kau cepat besar! Semoga kau bertambah pintar dan sehat selalu!” do’anya dan lalu mengecup kedua pipi Donghae.

Begitu bahagia Donghae terlihat. Terlebih ketika Heechul memeluknya begitu hangat. Sebenarnya sama sekali tak ada yang spesial di hari tersebut. Tak ada pesta besar, namun “aku senang, hyung!” beginilah tanggapan bocah kecil itu. “Aku senang karena aku adalah dongsaengmu dan kau adalah hyungku..”

Heechul menarik dirinya. “Tapi kulihat kau lebih menyayangi Leeteuk hyung daripada aku, huh?” tuntut Heechul.

“Tidak, tidak!” bantah Donghae. “Kalian sama untukku..”

Heechul berdecak sebal. “Mana bisa begitu, Hae! Seharusnya kau lebih menyayangiku. Kalau begitu, tidak ada hadiah!”

“HYUNG!”

Heechul terkikik geli. Sesungguhnya ia nampak menjahili Donghae. Namun itu tak berlangsung lama, karena ia lalu beranjak pergi untuk mengambil hadiah yang telah ia sediakan. Sebuah cake terbalut coklat seutuhnya, karena “hyung tahu seberapa gilanya kau terhadap makanan yang satu ini!”

“Huh?”

“Karena hari ini istimewa, akan hyung berikan apapun untukmu, tentu setelah kau meniup lilinnya..”

Heechul menyalakan lilin yang sudah tertancap di antara cake nya, lalu ia memakaikan topi ulang tahun di kepala Donghae dan juga dirinya. Sedikit nyanyian kecil, hingga Donghae memanjatkan do’anya dalam hati, dan lalu meniup lilin yang mengukirkan jumlah usianya. 9 tahun.

Keduanya bertepuk tangan bahagia. Hanya berdua saja. Dan sejauh ini, Donghae nampak bahagia saja hingga Heechul menunjukan banyak coklat dengan tiba-tiba.

“Husus hari ini, kuijinkan kau memakan coklat dan kuberikan banyak coklat untukmu!”

Glek.

Tiba-tiba saja Donghae merasa giginya berdenyut kembali melihat banyak coklat tersebut. Lagipula semenjak cake coklat itu datang, ia sudah merasakan desiran perihnya. Maka ia hanya mampu tersenyum hambar dan mulai memijiti pipinya tanpa sepengetahuan Heechul.

“Ambil dan makanlah sepuasmu, atau kau ingin dulu memakan cake nya?”

Donghae menurut dengan segala sakit yang di tahannya. Ia memakan cake nya bersama Heechul bahkan mengunyah coklatnya. Namun, sebaik apapun menyembunyikan sesuatu, pada akhirnya akan nampak juga bukan?

Karena akhirnya Heechul mengernyit kala Donghae berlari kecil ke kamar mandi.

“Hae? Mengapa kau menggosok gigimu tiba-tiba?” tanya Heechul dengan curiga di wajahnya.

Awalnya Donghae berkata tidak apa-apa. Namun, karena sakitnya tak kunjung hilang, akhirnya Donghae menjerit sakit saat itu juga.

“SAKIT, huaaa!”

“Kau sakit gigi?!”

TBC

Ini hanya fict b’day buat Donghae. Geje ya? Tapi fict ini akan jadi project FF brothership saya untuk ke depannya. Akan banyak chapter, semoga tidak membosankan. ^^,

89 thoughts on “-NOTHING BETTER [1]-

    dewiikibum said:
    Oktober 13, 2013 pukul 7:32 am

    Huaaaaa…

    dasar ikann bocah.. rasain sakit gigi.. sama kaya aku.. wkwk

    Kibum ku manaaa kak.. kok belum di munculin.. huee

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:40 am

      Rasain kamu juga sakit gigi, :p

      Kibum siapa? Kibum punya siapa? x) nanti lah, dia belum sempat mampir katanya, LOL

        dewiikibum said:
        Oktober 21, 2013 pukul 10:45 pm

        kan aku sehati sama hae.. makanya sakit gigi.. wkwkwk

        Kibum aku lah kak.. Kim Kibum yang ganteng itu.. hahhaa

    iamlala said:
    Oktober 13, 2013 pukul 7:52 am

    wkwkwk benar benar si hae itu bocah bengeeey :)) ditunggu updatenya terus unni😀 apalagi kalau besok selasa unni mau double update kkk😀

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:39 am

      Bahahahaha! MIANHAE gak bisa update cepet-cepet Y____Y

    casanova indah said:
    Oktober 13, 2013 pukul 8:00 am

    ommo!! udah ada yang baru… yey!!!! #jogedBonamana
    Brothership.. tetep kereeeen….
    padahal ini bukan ff sad, tapi knapa aq baca’a ngakak sekaligus mewek ya??
    jgan2 aq salah terima lg baca ff ini… #jitakKepalasendiri
    tingkah hae ngegemesin banget sihhhh… lucu…😀
    eh leeteuk kemana?? tapi ntar dia balik lg kan??
    project B-dayHAE ya.. kudune tiap hari update nich smp hari H”a,, #maruk
    eh, kibum kebagian jatah ga nich disini….

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:39 am

      Kenapa nangis? Ini tuh saya buat semenggemaskan mungkin. Ada yang salah nih? Wkwkwk..

      Leeteuk balik. Gak akan ada konflik berat insyaw~ :3

      tiap hari? *Pingsan~

    Awaelfkyu13 said:
    Oktober 13, 2013 pukul 8:09 am

    .ahahahaaa,,, donghae bermasalah sma gigi’a,, skit gigi muluuu,,. Lucuuu,,, tp msih penasaran crita’a sperti apa? Kyuhyun sma kibum belum nampak,, kpan mreka muncul? Sbg apakah mreka? Jangan” mreka jd adek” leeteuk,, btul ga?? Apa kyu dan hae disiksa lg sperti ff sblum’a? *plaaakkk* #ngarepp… Heheh Lanjut cingu, jngan lama” yaa…

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:37 am

      Ceritanya? Ya seperti ini saja kok, :3

      Mereka adik Leeteuk. Heu. Gak akan! Kenapa kau malah berharap mereka disiksa? ;______;

    deari ken said:
    Oktober 13, 2013 pukul 8:13 am

    Chapter 1 tidak membosankan..😀

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:36 am

      OKESHIPPO~

      ^O^

    Secret said:
    Oktober 13, 2013 pukul 8:16 am

    semoga kyuhyunie dpt part sedikit lebih byk di ff ini..

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:36 am

      Amien. :’)) saya usahakan..

    Isty loyalty said:
    Oktober 13, 2013 pukul 8:49 am

    Ceilah hae jadi tuan muda, semoga nasibnya tak seburuk fanfic brothership sebelumnya!
    Kyukyu belom muncul!

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:34 am

      Tuan muda di jaman modern kok, jd tidak terlalu kental.

      Tidak akan seburuk kemarin insyaw. do’akan~ LOL

    Rahmawati_16 said:
    Oktober 13, 2013 pukul 8:52 am

    Kyaa.. ! Ff baru muncul.. =D
    Keren eon cerita nya..

    Ckckc,, hae knpa kau selalu menggemaskan sih.. jadi hae
    enak bener ne Dimanjakan sama 2 orang hyung..
    Oya itu Leeteuk oppa plng k’mn sih eon??

    Lanjut eonn ^_^

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:33 am

      Makasih!😀

      Iya, kan Hae nakal sama manja deh. Boleh gemes gak boleh cubit. NO! HaaHaa..

      Pulang kampung dia mah, LOL

    Elfishyhae said:
    Oktober 13, 2013 pukul 9:20 am

    Wkwkwk. . . Ketawa nista. Donghae sakit gigi. . Next eon.

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:32 am

      Ketawa nista? Kayak yg seneng Hae sakit gigi? T________T

    Riva said:
    Oktober 13, 2013 pukul 9:56 am

    Boleh gak cubit Donge? Banddddelnyaaa #ciumloh:*:D
    eh eh.. Itu cast a diatas ada bumm juga? Lanjuuut cepat!

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:32 am

      gak boleeeeeeeeeeeeeeh! :3

      Ada Kibum. :’)

    rini11888 said:
    Oktober 13, 2013 pukul 10:04 am

    Mungkinkah adiknya leetuk itu kyu ama kibum??donghae doyan amat coklat.next jgn lma2 y chingu……..

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:32 am

      Iya betul. KyuBum adek Leeteuk udah nampak kayaknya.😀

      Shippo~ semoga tidak lama ya dari sekarang. ^___^

    masrifah lubis said:
    Oktober 13, 2013 pukul 10:07 am

    hahahahahaha, lanjuttttt

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:31 am

      YA!😀

    yetha said:
    Oktober 13, 2013 pukul 10:45 am

    Hahahaaa donghae nakal, ga nurut apa kata hyungnya akhirnya malah sakit gigi xD

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:31 am

      Kesian Dongeeeee,😥

    haelfishy said:
    Oktober 13, 2013 pukul 11:23 am

    hae jahl jg.g kpok skit gi2,tp aq suka perswdraan haechul…gmana ma swdrx leeteuk?

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:31 am

      Hae saya buat sedikit nakal.😀

      Persaudaraan Leeteuk? Menyusul. ^^

    yolyol said:
    Oktober 13, 2013 pukul 1:07 pm

    Sialan….kenapa donghae sakit giginya sama kyk aku????!

    aku jg lg sakit gigi,Mina-chan…..srius…gk bohong….

    hueeeeee….。:゚(。ノω\。)゚・。

    tp bedanya bkn krn kebanyakn makan coklat…hhh…

    aigoo…donghae unyuuuu lah..imut..menggemaskan….ugh! pengen cubit..
    dan oh,gmana dgn coklatnya? trus,gmana tanggapan nchul? pasti leeteuk.dimarahin lah….ㅋㅋㅋㅋㅋ..

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:30 am

      Masih sakitkah giginya? LOL sakit giginya karena apa dooong? :3

      gak boleh cubit!!!!! :p coklatnya buat saya. HaaHaa..

    KeyNa said:
    Oktober 13, 2013 pukul 2:13 pm

    kasian Hae sakit gigi,,hehehe,,,penasaran ma KyuBum disini,,pa jadi dongsaengnya Leeteuk?,,,lanjut eon,,ditunggu Kibum partnya ,,,hehe

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:29 am

      Betul. Mereka dongsaeng Leeteuk, udah keliatan juga. HooHoo..

      Sakit gigi itu, tidak enak, -_-

    hyerielfishy said:
    Oktober 13, 2013 pukul 2:30 pm

    lanjuttttt
    ditunggu bgt kelanjutannya

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:28 am

      OKE! Terima kasih komentarnya.😀

    auhaehae said:
    Oktober 13, 2013 pukul 2:34 pm

    wow dasar si ikan nakal, gak nurutin omongan heechul ckckck
    hehe tapi lucu deh liat donghae yg masih kecil gtu, kepingin di cubit heheh
    gak aada sedih2 an kn ini ceritanya, semoga aaja egk wkwk

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:28 am

      Terima kasih atas pujian ‘lucu’nya, >//<

      gak boleeeh cubiiiitttt! lol

    arumelfishy said:
    Oktober 13, 2013 pukul 3:48 pm

    Asikkkkkk….kyu sm bumienya blm nongoll…
    Hae nkl sih.!!
    Psti rmh yg dbngun hechull hdiah bwt donghae…

    Mw lanjutannya

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:27 am

      belum nongol mereka, HaaHaa..

      Rumah? Saya tanya dulu nanti ke Heechul. HooHoo..

    Gustin Wu said:
    Oktober 13, 2013 pukul 3:49 pm

    Tu kn skt gigi..cb hae ngk mkn coklat sblm hari ulh thnnya, psti dy bs mkn coklat pmberian heechul spuasnya..ini genrenya family humor atau apa eon? Chapter 1 blm kliatan ya konflik crtanya.
    Eonni, sunshine nya gmn? Klo bs d lanjut ya. Nyambi sm ff yg ini ;D ehehehe

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:26 am

      Betul. Itu dia yg harus dia resapi. Wkwkwk..

      Family – humor << iya kayaknya.🙂

      konfliknya gak berat-berat ahh~

    Dydy said:
    Oktober 13, 2013 pukul 4:47 pm

    Kyaaaa~
    Hae imut2 banget disini..
    Ngebayangin umur Hae yg masih 9th dengan segala keimutan, kepolosan, dan kenakalan nya dia.. Jadi gemes sendiri..
    Kasian baby Hae sakit gigi, hihihihi
    gemes banget,, pengen cubit ihh…

    Lanjut lanjut

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:26 am

      ASIK! Berarti imut polos nakal manja yg pengen saya sampaikan disini sukses ya. HeeHee..

      gemes boleh gak boleh cubit, :3

    Osi Dwi Olyvia said:
    Oktober 13, 2013 pukul 10:27 pm

    yeaaa brothership lagi \(^.^)/
    Heenim ikutan main lagi, asekkk😀
    sepertinya Kyu n Bum adeknya Leeteuk???
    part 1 masih aman eon, penasaran konfliknya ntar seperti apa ><

    ditunggu lanjutannya eonni ^^

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:24 am

      ^O^

      Saya kontrak Heechul disini. HiiHii.. betul mereka saudaraan. Konflik? Gak akan banyak-banyak da. HooHoo..

    mrs.lee said:
    Oktober 13, 2013 pukul 10:32 pm

    gemessss liat donghae
    eon…thanks bwt ff nya ya….smoga dilanjut yaaa

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:23 am

      gemes boleh tp gboleh cubit ya, :3 Oke sama-sama! ^^ pasti dilanjut~

    Vhae_Vie said:
    Oktober 14, 2013 pukul 3:42 am

    hae masih bocah?? aigo ngebayanginx it lucu bgt loh..
    dan juga bandel amat, smpai skit gigi pula >.<
    good job eon..
    d.tunggu kelanjutannya!!!!

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:22 am

      Cukupkah manja dan nakalnya disini?😀

      OKAY!

        Vhae_Vie said:
        Oktober 31, 2013 pukul 7:38 am

        sangat cukup eon..
        itulah karakter hae-ah😀

        MINA-HAE responded:
        November 18, 2013 pukul 12:05 pm

        okhesippo~ ^^

    TeukHaeKyu said:
    Oktober 14, 2013 pukul 3:50 am

    huakakakakakkkk,… lucu,..

    gag sabar nunggu chap selanjutnya >.<

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:22 am

      Oke terima kasih udah mau baca. :’)

    nia said:
    Oktober 14, 2013 pukul 7:25 am

    Huaa jarang ya hae jd adiknya heechul.
    Lanjut thor ^^.

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:22 am

      Iya begitulah. Pengen yang beda. HeeHee. Makasih~

    namikaaileen said:
    Oktober 14, 2013 pukul 1:56 pm

    kyaaaa kyaaaa kyaaaaaaaaaa *bletak*
    epep baru~ brothership baru~
    ga bilang2 ih +….+ hohoho~

    tuan muda? tuan muda? sukkaaa pmbgian karakternyaaa meski kihyun blum muncul~ kkk~ mauuuuu lagiiii…. »…«

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:21 am

      Dilarang lebay, :3

      saya bilang kok di FB. Kaunya aja gak update! :p

      Nanti saya tambahkan KiHyunnya, ^_-

    nia na yesung said:
    Oktober 15, 2013 pukul 3:55 pm

    Donghae Sakit Gigi ???
    Rasanya Pasti Gak Enak Wkwkwk
    Ngebayangin Versi Hae KeciL heheheh ,,, Pengen nyubit + nyipok Pastinya😀
    Gak Tau Kenapa Aku Jarang Baca Brothership hehehe ,,,
    Gak tau kenapa, Tp saya akan Coba ^^
    Saya Tunggu Kelanjutan.a ya ???
    FIGHTING !!!

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:20 am

      Itulah mengapa saya sediakan YAOI dan brothership disini. G usah maksain kalo gak bisa baca brothership. Yg baca Yaoi sama brothership emang beda kok, :’)) HaaHaa..

    Linda_ky2389 said:
    Oktober 16, 2013 pukul 8:59 am

    hwaaa masih byk karakter yg belum muncul~
    tp udh lucu sihhh wkwk
    brothership siapa aja nih? hehe
    next chapter ditunggu~

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:19 am

      Hu,Oh. Makasih saya emang lucu, >//< brothership campur sari (?) siapa aja boleh nyang penting ada Donghe. :'))

    dewi said:
    Oktober 16, 2013 pukul 12:56 pm

    Wah aku suka banget dengan ceritanya, author..Ga sabar utk menunggu kelanjutannya..Hihihi si donghae lucu banget..Punya 2 kakak yg baik2 lagi..Orangtuanya udah meninggalkah ? Sepertinya yg jadi adik Leeteuk adalah kibum dan kyuhyun, benarkah ? (*sok tau nih pembacanya hihihihi ^^)

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:18 am

      Terima Kasih!😀

      Orang tua? Iya. Entah saya jabarkan entah tidak soal ini. Makasih komennya dan makasih udah mamir dan baca. ^^ Iya mereka saudara nanti di chapter 2, x)

    nieacloudsyewon said:
    Oktober 17, 2013 pukul 5:48 am

    kibum mana kibum ??? knp blm nongol ?…
    Hae bandel bgt sih , gara” kebanyakan makan coklat jd ny sakit gigi kan . . .

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:17 am

      Belum, :3 Kibum belom nongol~

      si Hae saya buat agak manja dan nakal, lol

    donghaeelfishynemo said:
    Oktober 17, 2013 pukul 5:54 am

    Hahaha..lucu..donghae imut bgt..tunggu kelanjutanya..jangan lama2 ya..

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:17 am

      OKE terima kasih.😀

    bella said:
    Oktober 17, 2013 pukul 1:48 pm

    EONNIE! masih inget aku?
    yeay ada ff baru, seneng banget!!!
    nggak geje dan membosankan eonnie
    aku tunggu lanjutannya
    asik, ada kyuhyun ku ya? hihi

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:16 am

      INGAT! Saya balas nih komenmu, :p

      Kau senang? Bayar ke eonnie dong, wkwkwk~ Kyuhyun ada! Pemain FFnya masih seperti kemaren ditambah Heechul, :*

    BryanELFishy said:
    Oktober 18, 2013 pukul 3:16 pm

    bayangin Donghae jadi keinget flashback diri sendiri #plakk😀
    Kibum sama Kyuhyun jadi adeknya Leeteuk? *eh kok tumben

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:15 am

      sewaktu kecil suka sakit gigi kah? LOL

      tumben gimana Bryan! x))

    LyELF said:
    Oktober 18, 2013 pukul 3:30 pm

    ahahaha
    Hae kebanyakan makan coklat xD
    aigoo… simple story but good plot. like it eonn!🙂
    KyuBum adeknya Teuk kah?
    penasaran gmna kelanjutannya.
    so, lanjut ja deh eonn hehe.
    hwaiting!!🙂

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 11:14 am

      LyELF? Kita bertemu lagi! SIK! Akan mudah nih nagih FF~ :p

      KyuBum adiknya Leeteuk? Iya kayaknya itu mah mudah buat di tebak. Sudah saya gambarkan pula kan. :)) siap nanti dilanjut~ makasih udah mampir baca disini ya, ^^

    kurnia kim said:
    Oktober 20, 2013 pukul 1:21 pm

    anyeong. reader baru d sini. hehehe.
    akhir’y q menemukan ff brothership. cast’y donghae yg masih anak2, pasti cute, manis n bandel’y minta ampun. pokok’y q sukaaaaaaaa.
    ayo dunk author d lanjut lg. udah g sabar nunggu kisah si bandel donghae kecil n sakit gigi’y. hehehe.😀

      MINA-HAE responded:
      Oktober 20, 2013 pukul 1:24 pm

      Terima kasih sudah mampir dan baca, komen pula.😀

      nanti insyaw saya lanjut. Ditunggu aja ya~ ^^

    cece said:
    Oktober 25, 2013 pukul 3:24 am

    Hai thor Ternyata pindah disini
    aku suka ff mu….
    Lnjutkannnnnn………..

      MINA-HAE responded:
      Oktober 30, 2013 pukul 9:20 am

      Terima kasih sudah suka.😀 saya kenal namamu, x))

    Mira Haje said:
    Oktober 26, 2013 pukul 2:35 pm

    lucu deh……senyum-senyum sendiri bacanya….. tapi ini ada pelajarannya lho…. ga boleh banyak-banyak makan coklat….. ntar sakit gigi kayak donghae…..

      MINA-HAE responded:
      Oktober 30, 2013 pukul 9:21 am

      Jangan senyum sendiri lho~

      hahahaha. kalo punya coklat buat saya aja ya? x))

    Vee Kim-SooHyun said:
    Oktober 30, 2013 pukul 10:01 am

    Aku kira oneshot tadi ^^) maaf yaa eon baru review baru sempet baca, hehe Donghaenya imyut-imyut bangeet jadi gemess deh pengen bawa pergi🙂 !! Penasaran bentuk rumah yang di kasih heechul kaya apa? Hehe .. Di tunggu kelanjutan nya eon .

      MINA-HAE responded:
      Oktober 30, 2013 pukul 10:03 am

      eh? gak usah ditunggu. Itu baru aja update. >_<

    cece said:
    November 3, 2013 pukul 1:56 pm

    Wkwkwk msih ingt y thx ^^……

    ndah951231 said:
    November 13, 2013 pukul 1:33 am

    yeay >_<
    ndah jadi punya hobi yg sama dg Hae disini😄

    ckck, dasar anak nakal !!
    siapa suruh bandel, kan giginya jd sakit lagi😛

    whaa, kado utk ultah Hae nihhh, pastinya dy seneng banget kalo tau😀

      MINA-HAE responded:
      November 18, 2013 pukul 11:22 am

      hobi yg mana ya? LOL

    Permata Sari (Shin Joo) said:
    Februari 25, 2014 pukul 8:49 am

    annyeong haseyo Minaaaa
    maaf baru baca, alnya g’ punya bnyak waktu
    walau sbnarnya udah lama tau klo kmu pindah ke wp
    klo biasnya ku bca ff mu di ffn dgn nme ShinJoo24….

    untuk chap 1 tidk membosankan, mlah terkesan lucu dan gemas liht tingkahnya donghae….
    tpi biasanya yg jdi hyungnya donghae itu leeteuk skrang malah heechul.. hehehe
    lucu aja deh,, heechul yg kyak setan #uppss,,, bisa jdi hyungnya donghae yg polos…

    kyuniie ku mana,, kok blum muncul sih,, pdahl aku lebih suka ff haekyu brothership

    snowersbummie said:
    Maret 19, 2014 pukul 4:58 pm

    Waaaa Donghae unyu unyuuuuu~~ hahahaha
    Heechul jd kakak si Donghae.. jarang bgt dpt yg mrk sodaraan…
    Nahhh si duo jenius otp #1 ku jd kakak adik lagi…. jd penasaran apakah yg terjadi dirumah Leeteuk.. apakah adik2x Leeteuk akan merasa iri dgn Leeteuk yg selalu bersama Donghae?? Ga usah membayangkan muka anak2 Hae emang dia udah kyak bocah 5 thun yg terjebak di tubuh org dewasa kkkl~~ apalagi dgn tatapan mata nan polosnya tuh kkkk~~~

    Nelly Key Donghae said:
    Mei 2, 2014 pukul 3:15 am

    kyaaaa,,,, knpa Hae manisss sekaliiiiiii lebih manis dari coklat2 yang di sukaiiii #gemassss# dan kau juga nakalll #jitakkk#

    sukaaa Heechul jd hyungnyaaa,,,😀
    Siapa aja adik2nya Teuki ?? #penasaran#

    waahhh,, eon aku ketinggalan jauh sekali,,😥 ini udah banyak chapx,, tp q sdkit beruntung #plakkk# wkwkwk
    akan ku kubaca semuanyaaa

    ELFarida said:
    Agustus 20, 2014 pukul 8:58 am

    Kyaaa, . .donghae sakit gigi ? Kasian hae dong😛
    eonni, kok kakakny heechul, gak cocok deh kyakny eon . .
    Lebih cocok leeteuk . . .hehe

    hyunchiki said:
    September 13, 2014 pukul 9:10 am

    donghae bner2 manja dah, *jitakhae…
    heenim ngasih hdiah apaan tuk hae? jgan2 rumah yg ada coklat2nya tu ya? buset daahh,,,
    yeea..ada kyuhyun kibum, duo genius yg cakep nye smpe tumpeh2.. *alaybngetgw…
    kyubum psti adiknya teuk, tpi teuk ada ursan apaan sih plg? kok bru2 gtu…
    huahahaaa… hae kacian, giginya cakit, mkanya jgan mkan cklat mulu, udah dilrang ttap aja nyeleweng(?)..kkkkk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s