-NOTHING BETTER [3]-

Posted on

“Harumnya seperti Leeteuk hyung..”

“Dengar, Hae! Jika kau seperti ini terus, jika kau terus bermanja seperti ini terus, lebih baik lupakan saja rencana kita hari ini! Kau tidak ingin sekolah? Baik! Lakukan semaumu! Lakukan apapun yang ingin kau lakukan! Makan coklat sebanyak yang kau ingin!”

[CHAPTER 3]

Kaki kecil Donghae turun dari ranjang di pagi itu. Ia melangkah pasti menuju sang hyung yang nampak terpaku sambil menggenggam ponsel di tangannya. Setelah dekat, Donghae menatap Heechul dengan selidik. Perlahan ia ambil ponsel dari tangan sang hyung dengan mudah. Lalu..

“Hallo..”

Suara Donghae mengalun untuk berbicara dengan sosok di seberang sana. “Hyungie.. mengapa kau tak kembali?” rengek Donghae. “Aku merindukanmu. Aku ingin pergi sekolah denganmu saja! Heechul hyung tak pernah menemaniku mandi! Heechul hyung tak ada saat aku terkurung di sekolah kemarin!” adu Donghae dengan putus asa pada Leeteuk yang diajak bicara olehnya kala itu.

Heechul diam dan mendesah pelan setelahnya. Telah nampak jelas urutan orang terpenting di hati Donghae, dan itu bukanlah dirinya. Kecewa? Jelas! Wajahnya mengatakan demikian. Namun hingga detik tersebut ia seolah tak mampu menyangkal hal tersebut.

Hening melanda, bahkan ketika Donghae telah menyelesaikan percakapannya dengan Leeteuk. Heechul mencoba terduduk di ranjangnya sendiri, dimana Donghae tengah meringkuk disana. Donghae sangat bersedih atas keputusan Leeteuk. Ia melupakan sekolahnya..

“Hae, bukankah masih ada hyung disini?”

Donghae bergerak. Bocah itu mengusap kedua matanya yang ternyata telah basah dan memerah. “Aku baik-baik saja,” timpalnya kemudian dengan suara seraknya. “Leeteuk hyung bilang dia akan mengunjungiku sewaktu-waktu,” ucapnya sambil mencoba merangkak perlahan menuju Heechul. Ia dudukan dirinya di atas pangkuan Heechul dan lalu merangkul sang hyung. Menyembunyikan wajah murungnya di bahu Heechul.

Heechul tersenyum. Ia tepuk pelan kepala Donghae berulang-ulang, sambil dihembuskan olehnya sebuah hembusan nafas kelegaan dari mulutnya. “Bukankah aku saja sudah cukup? Bukankah aku yang sesungguhnya hyungmu, hn? Maka jangan pernah membuatku merasa buruk lagi lebih dari ini, Donghae!”

Di luar sana sinar mentari mulai bermunculan perlahan. Menyinari sebagian bumi sebagaimana mestinya, meski bercak embun masih begitu melekat. Setidaknya segar terasa bagi seorang Heechul yang terpancar dari wajahnya, berikut senyuman di bibirnya selepas satu kalimat terakhir terlepas.

Entah mungkin Donghae tak mengerti akan maknanya kalimat itu. Namun Heechul benar-benar mengungkapkan apa yang menjadikan dirinya takut beberapa waktu lalu. Setidaknya kini Donghae sedikit mengakui dirinya. Dan mungkin saja, kepergian Leeteuk menjadi satu pelajaran bermakna baginya. Maka Heechul mendekap erat sang dongsaeng dengan penuh kehangatan seperti enggan melepasnya.

Isak tangis kembali terjadi kala Leeteuk tengah menabur abu kedua orang tuanya pada lautan yang luas. Dengan suara debur ombak yang membahana, hembusan angin yang cukup keras menyentuh setiap permukaan kain pakaian hitamnya. Semua nampak larut dalam duka tersebut.

Meski tak banyak, namun nampak beberapa orang yang turut hadir, terutama satu wanita paruh baya yang kini tengah mendekap si kecil Kyuhyun yang tiada hentinya menangis melihat sang hyung menebar abu kedua orang tua mereka. Lalu dimana Kibum? Ia tak nampak..

Nyatanya si kecil Kibumpun tengah diam dengan mata bengkaknya. Ada satu foto terbingkai yang ia dekap erat di dadanya. “Eomma, appa..” lirihnya di antara sepinya ruangan yang kini dihuninya. “Kenapa pergi?” isak Kibum. Wajahnya begitu murung, nampak di antara remang cahaya di kamar tidurnya bersama Kyuhyun.

Jelas Kyuhyun tak ada saat ini. Hanya ia sendiri di rumah. Ia habiskan waktunya seorang diri. Enggan membuka jendela kamarnya, membiarkan dirinya larut dalam gelap. Enggan meminum susu yang kini telah mendingin untuk sarapannya. Ia hanya mengingat orang tuanya saja.

“Aku takut,” lirihnya kemudian sambil memeluk kedua lutut yang ditekuknya. Sedang foto yang tadi didekapnya ia simpan di sisi tubuhnya. “Kami sendirian sekarang,” ucapnya entah dengan maksud apa.

Masih di hari yang sama dan baik itu Donghae ataupun Heechul sedang menghabiskan waktu di rumah saja. Sebagaimana janjinya, mulai dari hari tersebut Heechul berjanji untuk melakukan apa yang biasanya Leeteuk lakukan untuk Donghae. Terbilang mudah sebenarnya. Hanya menemaninya sepanjang waktu. Selalu ada di saat Donghae membutuhkannya. Hanya saja..

“Donghae! Cepat! Jangan bermain lagi!”

Heechul. Pria yang tengah mengenakan atasan berlengan panjang itu terpaksa harus melipat bagian lengannya ke atas agar tidak terbasahi air. Rambutnya yang sedikit panjangpun ia ikat. Guratan lelah tercetak di wajahnya. Bukan apa-apa, tapi wajah itu lelah karena terus menerus menahan kesalnya.

“Jangan tendang-tendang airnya!” jerit Heechul saat kaki Donghae bergerak lincah menubruk genangan air di lantai kamar mandi tersebut, membuat air berhamburan tanpa arah dan sebagian mengenai wajah Heechul.

Sedikit demi sedikit Heechul mencoba untuk menghindari cipratan air itu meski tetap saja beberapa bagian tubuhnya telah basah. Ia berdiri dan lalu menggosok kepala Donghae yang bersabun. “Diam!” peringatnya agak ketus saat ia akan membasuh kepala Donghae tersebut. “Pejamkan matamu..”

Donghae tak membalas. Sejauh ini ia tampak riang dan bahkan bernyanyi-nyanyi kecil, atau sekedar bersiul. Siulan anak seusianya yang terdengar menggemaskan.

Sekian menit mereka habiskan di kamar mandi. Heechul sedang mengeringkan kakinya di ambang pintu kamar mandi saat mendapati Donghae berlari tanpa handuknya dan mengitari seisi rumah. “Hyaa! Kakimu masih basah! Berhenti berlari dan pakai handukmu atau kupukul pantatmu sekarang juga!” geram Heechul.

Sang bocah tak mengindahkan satu ancaman dari Heechul yang menjadi sia-sia. Seluruh lantai kini telah basah karena ulahnya. Tak terkecuali dengan sofa di ruang tengah yang telah berhiaskan jejak basah, karena Donghae lalu terduduk disana, meraih remot, menghidupkan televisi dan lalu menonton meski belum berbusana sama sekali.

“Astaga!” umpat Heechul sambil mengurut kecil pelipisnya. Sepertinya ia sedang kewalahan menghadapi tingkah dongsaengnya tersebut.

Tiba-tiba saja Heechul mengingat pesan Leeteuk beberapa waktu lalu, sebelum percakapan jarak jauh mereka terputus. Dia berkata, “kau harus bersabar dalam menghadapi setiap tingkahnya. Jangan gunakan emosimu, ingat! Dia hanyalah anak kecil. Dia akan luluh dengan bujukanmu..”

Berulang kali Heechul harus menarik nafasnya untuk mengendalikan gejolak panas di kepalanya. Tingkah Donghae, baru kali ini ia melihatnya dengan jelas. Begitu nakal layaknya anak-anak lainnya mungkin. Bertingkah sesuai inginnya dan terlihat belum mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang harus dilakukan dan mana yang tak seharusnya dilakukan.

Sabar..

Bersabar..

Heechul mengurut dadanya dan mulai melatih dirinya untuk bersabar. Ia bergegas menuju kamar Donghae, menarik satu stel pakaian Donghae..

Sret..

Tiba-tiba saja keningnya mengerut saat mendapati sesuatu yang tidak seperti kain di antara beberapa helai pakaian disana. Apa? Maka segera Heechul menariknya keluar dari lemari untuk melihatnya. Dan kemudian, “Ya Tuhan!” decaknya pelan.

Malam nampak begitu benderang karena sinar bulan di langit sana..

Leeteuk tengah menyelimuti tubuh Kyuhyun yang sudah terbaring di ranjangnya. Adik kecilnya itu baru saja terlelap setelah berjuang keras mengatasi sesak nafasnya. Leeteuk sempat panik, Kibum bahkan menangis kala itu.

Dengan pelan dan sabar Leeteuk menepuk-nepuk pelan tubuh Kyuhyun agar dia terlelap tenang dalam tidurnya. Agar Kyuhyun bermimpi indah dalam hangatnya. Leeteuk tentu mengenakan jaket pada adiknya tersebut sebelum ia tertidur. Ia tak ingin Kyuhyun kedinginan dan berujung asma yang kembali datang.

Ujung mata Leeteuk melirik pada ranjang lain yang berada disana. Lain dengan malam kemarin, kali ini Kibum yang terjaga, masih belum tertidur dan terduduk di sisi ranjangnya menghadap ke arah Kyuhyun. Ada sisa air mata di sudut matanya, dan wajahnya nampak begitu resah.

“Dia baik-baik saja, Kibumie. Kau tak perlu cemas lagi..”

Kibum tak menjawab. Setelah mendengar hyungnya berbicara ia kembali menangis. Namun itu tidak lama, karena ia segera usap air mata itu dengan lengannya, terlebih saat Leeteuk mendekat ke arahnya dan duduk di sampingnya. “Aku takut, hyung..”

Leeteuk tersenyum. Bibir Kibum akhirnya berucap sejak beberapa jam lalu. “Apa yang kau takutkan, hn?”

“Biasanya eomma yang membuat Kyuhyunie sembuh..” lirih Kibum.

“Jadi itu yang kau takutkan? Kau tak percaya pada hyung?

Kibum mendongak. Sisa air mata itu membuat kedua matanya terlihat lebih jernih dari biasanya. Ditatapnya Leeteuk, hingga ia merasakan usapan lembut Leeteuk di kepalanya. “Tapi hyung akan pergi lagi ke Seoul!” ucapnya.

Kening Leeteuk mengerut bingung. “Siapa yang mengatakannya?”

Satu gelengan Kibum berikan. “Tidak. Biasanya kau akan pergi,” tuturnya.

Oh! Satu kesimpulan yang Leeteuk dapat pada akhirnya. Mengapa Kibum lebih murung dari Kyuhyun setelah orang tua mereka meninggal. Mengapa Kibum begitu terpukul dan terlihat sangat ketakutan. Inilah jawabannya. “Kau pikir hyung akan tega menelantarkan kalian berdua disini?” ucapnya membuat Kibum diam. “Aku tidak akan pergi lagi..”

“Benarkah? Kau tidak bohong?”

Leeteuk menggeleng lembut. Tangannya tidak berhenti mengelus helaian rambut Kibum. “Tidak akan lagi. Hyung tak akan kembali ke Seoul. Hyung akan tetap disini dan menemani kalian. Jadi, kau tak usah bersedih lagi, ya?”

“Kau janji?” tuntut Kibum.

“Ya. Jikapun aku harus pergi, akan kubawa kalian bersamaku..”

Kibum mengangguk lega pada akhirnya. Ia mulai bersikap lebih nyaman dan menyandarkan kepalanya di lengan Leeteuk. Matanya mulai mengerjap lelah dan mengantuk. Namun, sesaat sebelum ia masuk ke alam mimpinya, ia berucap, “aku hanya takut Kyuhyunie sakit!” tuturnya hingga akhirnya terlelap.

Leeteuk tersenyum simpul. Sejauh inikah perasaan di antara mereka yang kembar itu? Benar-benar kuat!

“Tidak! Tidak boleh!”

Malam itu, sebelum tidur terjadi ribut kecil. Donghae tengah mendekap erat bantal dan selimut di dadanya dan menatap Heechul seolah tak ingin kalah. “Jangan sentuh ini!” teriaknya dengan lantang pada sang hyung.

Heechul berdecak pelan. “Kau tak lihat betapa kotor mereka, Hae? Dan iuuhh..” cibir Heechul sambil menutup hidungnya. “Bau!” komentarnya kemudian. “Hyung hanya akan mencuci sarung bantal dan selimutnya saja. Hanya sebentar dan beberapa hari kemudian kau boleh memakainya kembali..” bujuk Heechul.

Donghae enggan berubah pikiran dan masih mendekap erat kedua barang itu di dadanya. Satu stel selimut dan sarung bantalnya yang nampak sedikit lusuh. “Tidak boleh!”

Heechul mendudukkan dirinya di sisi ranjang. “Kenapa? Kenapa kau betah tidur dengan kedua barang ini, Hae?! Ini bau dan sudah sangat kotor!”

“Tidak!” bantah Donghae dengan tegas. Ia sedikit melempar bantalnya dengan tergesa-gesa. Lalu ia meniduri bantal tersebut. Bantal bermotif hitam dan putih, begitupun dengan selimut yang lalu Donghae lingkarkan selimut itu di tubuhnya sendiri. Ia segera rapatkan tubuhnya..

“Baiklah, jika kau tak menuruti hyung, maka tak akan hyung tunjukkan hadiah yang hyung janjikan padamu, Donghae!” ancam Heechul, namun Donghae tak menyahut di balik selimut sana. “Besok kau sekolah dan lupakan soal jalan-jalan kita!” bujuk Heechul kali ini, meski nampak seperti sebuah ancaman.

Dan di balik selimut sana, Donghae sedikit menggeliat hingga suaranya terdengar kemudian. “Aku sekolah saja..”

Hh.. mau apa lagi? Sepertinya Heechul tak berhasil membujuk Donghae kali ini. Ia bernafas pasrah dan lalu bangkit. Ia matikan lampu kamar Donghae dan menyalakan lampu kecil yang tertempel di dinding tepat di atas kepala ranjang Donghae.

Rasa penasaran yang mendalam membuat Heechul enggan meninggalkan Donghae. Ia berjongkok di sisi ranjang dan sedikit menarik selimut Donghae, hingga nampaklah wajah Donghae yang hampir terlelap dengan sedikit keringat disana. Mungkin karena panasnya lingkupan selimut itu yang membuat Donghae nampak kepanasan.

“Baiklah. Hyung tidak akan menyentuh ini,” ucap Heechul sambil mengusap beberapa bulir keringat di kening Donghae. “Tapi, boleh hyung tahu, kenapa kau begitu tak ingin hyung mencuci sarung bantal dan juga selimutmu, eoh?”

Dengan sisa kesadarannya Donghae mengerjap pelan. Perlahan ia hisap aroma selimut yang dipakainya tersebut. “Ini pemberian Leeteuk hyung..” tuturnya hampir berbisik.

“Hn?”

Donghae bergerak di dalam selimutnya dan mengeluarkan lengannya, untuk selanjutnya ia gunakan jemarinya untuk menggosok kedua matanya yang terasa perih karena terserang kantuk. “Harumnya seperti Leeteuk hyung. Aku takut jika kau mencucinya maka harumnya akan hilang!” jelas Donghae.

Dengan segera Heechul menautkan kedua alisnya. Alasan Donghae, ia begitu heran meski langsung ia buktikan dengan menarik sedikit selimut itu dan menghisap harumnya. “Hae..” panggilnya. “Tapi Leeteuk hyung tidak sebau ini, lho..” canda Heechul. Donghae nampak kesal setelahnya, meski ia telah sibuk dengan kantuknya semenjak Heechul mengelus kepalanya dengan lembut.

“Tidurlah dan bermimpi indah..” pesan Heechul. Matanya menyimpan satu keharuan yang mendalam. Sekali lagi ia menghisap harum selimut yang dikenakan Donghae. Samar. Namun ia dapat menangkap dan dapat mengenali harum seorang Leeteuk disana.. “Kau benar-benar..” decak Heechul sambil mengulum senyumnya.

“Hyung, aku heran mengapa Donghae begitu bergantung pada dirimu?!”

“Leeteuk hyung, kau harus benar-benar berkunjung di lain hari!”

Sederet pesan telah Heechul kirimkan pada nomor Leeteuk pagi itu. Namun tak kunjung ada balasan dari Leeteuk. Heechul nampak melamun di sisi jendela kamarnya dengan tangan yang memainkan ponselnya tanpa ia sadari. Beberapa waktu lalu ia mencoba untuk menghubungi Leeteuk namun nomor itu benar-benar telah tidak aktif.

Sedikit helaan nafas dari Heechul. Ia takut nomor itu benar-benar tidak aktif lagi dan dia benar-benar tak bisa menghubungi Leeteuk lagi. Beberapa menit kemudian dia mengetik beberapa kata kembali dan mengirim pesan singkatnya disana.

“Hyung, aku juga membuat rumah untuk Donghae di Daegu. Semoga kita bisa bertemu disana..”

Satu kesalahan Heechul yang kini direnungi olehnya. ‘Padahal mungkin saja Leeteuk hyung akan memikirkan kembali untuk tinggal di rumah baru yang kubuat di kota kelahirannya. Heechul kau bodoh! Kenapa tak mengatakan padanya?!’

“Hiks. Mianhae hyungie..”

Leeteuk tertegun melihat Kyuhyun menangis setelah membuat ponselnya masuk ke dalam sungai. Hal ini terjadi kala mereka tengah menghabiskan waktu dengan bersepedah bersama di pagi itu. Lain dengan Kibum yang sibuk mengemudikan sepedahnya, Kyuhyun, dia yang memang berada dalam boncengan sang hyung malah sibuk dengan game yang ada di ponsel milik Leeteuk.

Berujung dengan sang ponsel yang terpeleset dari tangannya, jatuh mengenai rumput di sisi rute sepedah mereka, dan lalu tergelincir dengan bebas menuju sungai.

“Kenapa Kyuhyunie bermain game saat bersepedah!” cetus Kibum. Mereka telah berhenti bersepedah dan diam di bawah pohon yang rindang untuk menghindari sengatan matahari.

Mendengar omelan saudara kembarnya, Kyuhyun hanya mampu menundukkan wajahnya. Ia merasa bersalah. Bocah ini tahu bahwa harga sebuah ponsel tidak bisa dibeli dengan uang jajannya. Padahal..

“Sudah Kibumie. Tidak apa-apa. Hyung bisa membeli yang baru, ssst! Kyuhyunie jangan menangis, ya?”

Leeteuk ada di antara mereka untuk menengahi. Ia tidak marah sama sekali. Justru ia merasa kecewa saat melihat Kyuhyun menangis. “Sungguh tidak apa-apa, Kyuhyunie..”

“Tapi ponselmu hilang,” ucap Kyuhyun sambil terisak.

“Tidak apa-apa. Hyung bisa membeli yang baru. Sudah, jangan menangis lagi..”

Tangisan Kyuhyun berhenti. Dapat ia rasakan usapan lembut di wajahnya. Leeteuk tengah mengusap wajahnya yang basah karena air mata. Sedang dilihatnya Kibum tengah kembali meraih sepedahnya dan mulai beranjak untuk kembali pulang dengan sepedahnya, karena kegiatan bersepedah itu rusak sudah akibat kejadian baru saja.

“Ayo kita pulang,” ajak Leeteuk sambil menuntun Kyuhyun. Ia memberikan senyuman lembut agar Kyuhyun tak lagi merasa bersalah. Namun tanpa diketahui Kyuhyun ujung mata Leeteuk menatap pada sekitar sungai dimana ponselnya terjatuh ke dalam sana. Ia nampa sedikit hawatir.

Ponsel adalah benda penting saat ini. Bukan ponselnya, tapi isi di dalamnya. Nomor kontak yang begitu banyak, tapi kini semua hilang begitu saja, tertelan di kedalaman sungai tersebut.

Donghae terus bertanya saat di dalam mobil yang tengah melaju. “Sebenarnya kita mau kemana? Daegu? Rumah Leeteuk hyung?” tanya Donghae, karena sejak membawanya beberapa waktu yang lalu, Heechul tak mengatakan tempat tujuan mereka.

Hyung!” kesal Donghae.

Sedikit banyak Heechul sedang berfikir untuk menjawab pertanyaan dongsaengnya tersebut. “Iya, benar. Kita memang akan ke Daegu. Tapi hyung rasa, hyung tak bisa mengantarmu menuju rumah Leeteuk hyung. Kita tak tahu dimana tempatnya..”

Kening Donghae mengerut kecil. “Tapi kan kau bisa hubungi ponselnya, hyung..”

“Nomornya tidak aktif..”

Donghae begitu kecewa mendengarnya. Ia menjadi tidak bersemangat saat di perjalanan. Bahkan ketika Heechul berseru-seru mengenai hal menarik selama perjalanan mereka, namun ia tidak tertarik. Hingga akhirnya ia tertidur dalam damai. Dengkuran halus keluar dari bibir kecilnya. Perjalanan yang jauh memang membuatnya kelelahan.

Sekian lama di perjalanan, akhirnya Heechul telah sampai mengemudikan kendaraannya hingga tepat berada di depan sebuah rumah berwarnakan coklat di seluruh dinding luarnya. Maka segera ia bangunkan Donghae yang masih tertidur kala itu.

“Huh?”

Dengan sedikit terkantuk-kantuk Donghae menggosok kedua matanya. Awalnya kedua mata itu enggan terbuka. Namun, setelah melihat sesuatu di depan matanya kini ia menjadi terkejut. “Coklat?!” pekiknya. “Hyung kenapa ada coklat sebesar itu?!” pekiknya dengan sangat heboh. Ia tergesa-gesa untuk turun dari mobilnya hanya untuk melihat coklat besar yang nampak baginya sekarang ini.

“Kau suka?” tanya Heechul sambil mengacak rambut Donghae. “Sayangnya itu tidak bisa kau makan, Hae. Ini rumah baru, hadiah untukmu..” ungkap Heechul.

Awalnya Donghae hanya melongo, diam. Ia berusaha mencerna ucapan sang hyung hingga pada akhirnya ia bersorak senang, nampak teramat bahagia. “Benarkah ini untukku? Benar?!” jerit Donghae kemudian.

“Iya, ini rumahmu. Rumah kita yang baru..”

Donghae semakin memekik senang di buatnya. Ia terburu-buru menginjak lantai rumah tersebut yang berwarnakan krem pada keramiknya. Dirabanya dinding berwarnakan coklat tua seperti warna coklat asli, dengan bagian permukaan dinding yang berpetak-petak, benar-benar nampak seperti coklat.

“Ini hebat hyung! Aku suka!”

Heechul telah menghampiri Donghae dan memangku Donghae. “Begitukah? Baguslah..” komentarnya. Ia bawa Donghae menuju pintu dan memasuki rumah tersebut.

Benar-benar unik! Donghae dibuat terpukau dengan keadaan di dalam rumah barunya. Dia disambut oleh sofa coklat dengan hiasan strawberry buatan di tiap kepala sandaran sofa tersebut. Sofa yang beralaskan karpet berbulu dengan warna kuning seperti warna pisang.

Ada hiasan berbagai macam buah di tiap keramik anak tangga, sehingga Donghae tak berhenti menundukkan wajahnya saat melangkah di atas tangga-tangga tersebut. Heechul berkata Kamar mereka terletak di lantai dua. Donghae lalu tersenyum senang saat melihat ruang tidurnya.

Dindingnya hanya berwarna putih, namun diisi dengan banyak gambar potongan kecil keju, roti dan batangan-batangan coklat yang kecil-kecil. Satu lemari, satu ranjang dan satu meja belajar yang terbilang cukup mungil. Yang menarik perhatiannya adalah, satu jam kecil terduduk di meja belajarnya. Jam berbentuk coklat!

Hyung aku akan selalu merasa kenyang jika berada di kamar ini terus!” komentarnya sambil terkikik geli.

Donghae begitu senang. Namun, ia merenggut ketika melihat sprei dan alat tidur lainnya terbalut seperti baru. “Ganti sarung bantal dan selimutnya dengan punyaku!”

Heechul nampak sebal. “Ini rumah baru! Semua harus baru, Hae..”

Donghae menghentakkan kakinya di lantai. “Kau sudah berjanji padaku!” tuntutnya. “Mereka akan kubawa kemari,” ucap Donghae, membicarakan sprei dan selimut kesayangannya.

“Huft, baiklah terserahmu saja!”

Donghae kembali mengitari rumah barunya. “Hyungie apa disini tidak ada ikan?”

“Ikan?”

“Aquarium, hyung..”

Heechul menggeleng. Ia tidak berikir untuk menambahkan aquarium di dalam rumah mereka. Ia lalu membawa Donghae menuju kamar mandi. Ditunjukan olehnya pada Donghae, sejumlah ikan yang tertempel sebagai hiasan keramik kamar mandi. “Wah, keren!” sorak Donghae. Lalu ia tunjukan motif sayuran pada dinding dapur dan ruang makan.

“Ini menyenangkan hyung, sungguh!” soraknya begitu riang.

“Iya, rumah ini akan menjadi menyenangkan, apalagi jika kau tak menambahkan sprei dan selimut baumu itu!”

“HYUNG! Jangan berkata seperti itu!” dengus Donghae.

“Apa masih tersedia tempat untukku bekerja, Sungminie?”

Di sore itu nampak Leeteuk tengah menemui kawannya. Kawan lama bernama Sungmin, atau lebih tepatnya adik kelas sewaktu mereka bersekolah. Sungmin yang membuka bisnis hotelnya disana. “Kurasa aku bisa mempertimbangkan satu pekerjaan untukmu mengingat kemampuan memasakmu yang luar biasa, hyung..”

Leeteuk tersenyum simpul. “Sehebat itukah aku, hingga kau memberiku pekerjaan dengan mudah, huh?”

Sungmin balas dengan satu senyumannya dan mengangkat bahunya. “Kurasa kau tahu bahwa kau itu memiliki tempat istimewa dalam sejarah keluarga kami. Kau menganggap ini balas budi? Maka anggaplah demikian. Aku tulus hyung jika kau benar-benar membutuhkannya..”

Sejenak Leeteuk menoleh pada sepasang saudara kembarnya yang tengah melahap ice cream mereka yang dibeli sebelum mereka datang ke tempat tersebut. Hotel milik Sungmin, dan mereka terduduk agak jauh, di sofa ruangan kerja Sungmin. Saling melahap dan saling mencicipi satu sama lain.

“Mereka menggemaskan!” ucap Sungmin tiba-tiba.

Leeteuk mengulum senyumnya. “Setidaknya sekarang aku tak harus mencemaskan nasib dua dongsaengku. Terima kasih, Sungminie..” tuturnya dengan tulus.

“Kapan kita akan pindah ke rumah itu, hyung?”

Mereka tengah dalam perjalanan pulang dan terjebak dalam sebuah lampu merah yang menghentikan laju mobil mereka saat ini. Saat itulah Donghae bertanya. Namun belum sempat Heechul menjawab, ia berujar panik setelah melihat sebuah taksi di sampingnya. “Leeteuk hyung?!” jeritnya dan hampir menghambur keluar jika tidak segera di tahan hyungnya.

“Apa-apaan kau, Hae!”

Donghae berbalik segera untuk menatap Heechul, dan lalu mengetuk-ngetuk jendelanya. “Itu Leeteuk hyung!”

Heechul sengaja menoleh pada taksi yang ditunjuk Donghae. Semua terasa samar. Karena perhatiannya terbagi, antara taksi yang ditunjuk Donghae, dan juga memastikan bahwa anak itu tak akan melompat keluar mobil sana. Sementara itu lampu hijau telah menyala. Heechul harus segera menginjak pedal gasnya jika tak ingin deretan mobil di belakangnya memberinya suara peringatan denga klakson mereka. Maka terpaksa Heechul melajukan mobilnya.

Sementara itu Donghae berteriak kalap sambil memukul-mukulkan kedua telapak tangannya pada jendelanya itu untuk memanggil Leeteuk yang kabarnya ada di dalam taksi. Taksi yang kini melaju ke arah berlawanan dengannya. “HYUNGIE!” jeritnya pada Heechul, namun matanya tetap fokus pada taksi yang semakin menjauh itu.

“Kenapa tidak mengejarnya? Itu Leeteuk hyung! Itu Leeteuk hyung!”

Dengan sedikit kesulitan Heechul mencoba membagi perhatiannya pada jalanan dan juga Donghae yang harus ia tenangkan. “Mungkin kau salah melihat, Hae. Hyung tidak melihat ada Leeteuk hyung di dalam taksi itu..”

“ADA! Leeteuk hyung disana!” balas Donghae dengan sedikit jeritan tak sabar dari bibir mungilnya. Ia bersikukuh mengatakan bahwa dirinya benar-benar melihat Leeteuk. Maka ketika ia sadar bahwa Heechul tak mengindahkan ucapannya, dia segera menangis tersedu.

Heechul tidak marah. Mungkin saja tadi memang benar Leeteuk, mengingat ia tahu bahwa kota tersebut adalah kota dimana Leeteuk tinggal kini. Namun ia tak ingin tiba-tiba mengejar taksi itu dan berujung dengan tersesat. Ia melihat Donghae dengan ujung matanya. Donghae benar-benar menangis tersedu dan nampak menyesali kejadian tersebut.

Mianhae..” lirih Heechul kemudian. Kali ini ia tak mampu membendung tangisan itu dengan apapun.

Donghae masih menekuk wajahnya meski telah melewati 20 jam dan mereka sudah berada di rumah mereka kembali. Tidak menyahut ucapan Heechul. Mengunyah makanannya dengan lesu. Enggan pergi ke sekolah. Enggan mandi bahkan. Mungkin karena melihat Leeteuk kala itu ia menjadi seperti saat ini. Menyesal, mengapa mereka tidak bisa bertemu?

“Hh..”

Nampak Heechul yang kelelahan dengan sikap Donghae. Iapun melupakan pekerjaannya. Meninggalkan para bawahannya di proyek sana, bahkan lupa untuk sekedar meninjau pekerjaan mereka. Ia hanya fokus pada Donghae.

“Apa yang harus hyung lakukan lagi agar kau tak marah, hm?” tanya Heechul, dan Donghae hanya diam. “Mainan?” tawarnya, namun Donghae tak bergeming. Anak itu lalu menidurkan kepalanya di atas meja makannya. Heechul segera merapihkan rambut Donghae sambil tak berhenti membujuk dongsaengnya tersebut.

“Bermain ke luar? Ice cream?”

Donghae menggeleng lemah. Ia belum berbicara satu katapun.

Sekali lagi Heechul mendesah lelah. Ia usap kasar wajahnya dan menyimpan sendok yang baru saja ia gunakan untuk menyuapi Donghae. “Baiklah, bagaimana jika kita pindah mulai hari ini? Siapa tahu kita bisa bertemu Leeteuk hyung jika sudah pindah..”

Sontak Donghae mengangkat wajahnya dan menatap Heechul dengan sedikit binar di matanya. “Apa benar Leeteuk hyung tinggal di kota yang sama dengan rumah baru kita?” tanyanya, dan Heechul segera mengangguk. Kalimat Donghae mengalir begitu lamban dan nampak menghawatirkan. Ia begitu lesu..

“Apa bisa jika pindah sekarang?”

Segera Heechul mengusap wajah Donghae. “Ya. Kita akan pindah sekarang. Bawa barang pentingmu saja. Guling? Bantal lusuhmu? Spreimu juga? Bawa semua. Biar barang lain menyusul saja..”

Dengan semangat Donghae mengangguk. “Para pelayan kita?” ujarnya kebingungan. Ia berfikir apakah para pelayan di rumahnya akan ikut ke rumah baru mereka?!

“Tidak. Mereka tidak akan lagi bekerja untuk kita, Hae. Kita hanya akan tinggal berdua..”

“Kenapa?”

Heechul tersenyum. “Kau takut? Itu kulakukan agar aku lebih bertanggung jawab untuk menjaga dan merawatmu dengan tanganku sendiri, mengerti?!” tukas Heechul. Ia tahu Donghae tidak terlalu mengerti untuk saat ini. Namun ia yakin Donghae tak menangkap makna buruk dari ucapannya tersebut.

“Kemasi barang yang ingin kau bawa sekarang, okay?”

Donghae mengangguk semangat. Ia turun dari kursi dan berlari kecil menuju kamarnya. Ia membuka tasnya. Ia masukan alat tulis yang selalu di pakainya. Tak banyak, dan ia menyisakan ruang banyak di dalam tasnya entah untuk apa. Karena jemari mungilnya lalu kembali membuka lemari pakaiannya.

Bukan! Dari sekian pakaian yang banyak itu ia tak mengambil satupun. Ia hanya mengobrak-abriknya saja dengan wajah yang panik. Sepertinya ia kehilangan sesuatu, dan dengan cepat wajahnya memerah. Air air mata itu dengan segera berkumpul di kedua ujung matanya. “HYUNGIE!”

Cklek.

Baru saja Heechul menutup rapih lemarinya setelah beberapa pakaian miliknya telah berpindah tempat dan kini telah berada di dalam tasnya. Baru saja ia bernafas lega, namun tiba-tiba dorongan keras terjadi di depan pintunya. Ia terperanjat saat melihat Donghae di ambang pintu. Ia berdiri sambil menangis disana.

“Kenapa hyung ambil coklat-coklatku?”

Heechul nampak menelan gugup ludahnya. Dengan sedikit takut ia balik menatap Donghae. “Coklat? Yang menumpuk dan berjejalan di dalam lemarimu itu?”

Donghae mengusap kasar wajahnya yang penuh dengan jejak air mata dan juga nampak nilai kecemasan disana. “Dimana mereka, hyung? Kembalikan padaku!” pinta Donghae.

“Tapi untuk apa coklat sebanyak itu? Coklat-coklat itu hanya akan membuat gigimu sakit seperti kemarin!” tandas Heechul. Satu kalimat lagi dan lalu ia berkata, “mereka telah hyung buang..”

“Heoh? Kenapa kau buang?!”

Donghae terisak penuh saat Heechul berkata coklat miliknya telah dibuang. Dengan pelan kaki-kakinya mulai menapak bebas di lantai dengan tak sabar. Ia hentak-hentakkan kakinya di lantai itu. “Kenapa kau buang! Kau jahat! Itu milikku!”

Heechul berjalan ke arah Donghae. Ia lalu berlutut di hadapan Donghae. “Hyung melakukannya karena hyung menyayangimu, Hae. Maaf..”

“Tapi itu pemberian Leeteuk hyung! Ada 38 kotak! Aku ingat karena aku menghitungnya setiap hari!”

Di mata Heechul Donghae nampak begitu putus asa saat mengetahui coklat itu telah ia buang. Namun tahukah Donghae? Heechul kini benar-benar merasa sangat marah. Heechul lalu meletakkan kedua tangannya di dua bahu Donghae. “Sampai kapan kau akan membicarakan Leeteuk hyung, Hae? Huh?” tanya Heechul dengan sedikit dingin.

Donghae mencoba menahan tangisnya karena raut marah di wajah Heechul benar-benar membuatnya ketakutan saat ini. Ia sedikit bergetar dan merasakan cengkraman Heechul di bahunya begitu kuat. “Hyung..” lirihnya, mencoba untuk menyadarkan tingkah aneh Heechul.

“Dengar, Hae! Jika kau seperti ini terus, jika kau terus bermanja seperti ini terus, lebih baik lupakan saja rencana pindah kita hari ini! Kau tidak ingin sekolah? Baik! Lakukan semaumu! Lakukan apapun yang ingin kau lakukan! Makan coklat sebanyak yang kau ingin!” sentak Heechul.

Pada akhirnya Heechul tak mampu menahan kekesalan yang telah ia tahan sejak beberapa hari ini. Dapat ia rasakan Donghae yang bergetar hebat dan masih saja menatap kedua matanya. Mungkin Donghae terlalu terkejut. Berganti dengan Heechul yang merasa tersentak saat menyadari perbuatannya tersebut. Namun mulutnya seolah enggan untuk menenangkan Donghae saat ini. Ia bahkan membiarkan Donghae yang menangis sambil berlari ke kamarnya. Heechul? Dia tak mencegah..

Hingga gemuruh hujan menghampiri pendengaran Heechul. Hujan terdengar deras di luar sana. Entah mengapa Heechul merasa sekelebat rasa bersalah hinggap dalam dirinya. Melihat raut takut di wajah Donghae. Mengingat bagaimana gemetarnya tubuh Donghae. Bahkan tangis Donghae masih terngiang.

Perlahan kakinya menuntun ia kembali pada lemari miliknya di sudut ruangan itu. Kunci yang telah menahan pintunya kini harus Heechul buka kembali. Maka nampaklah beberapa kotak coklat terbungkus dalam kemasan baru disana. Jumlahnya ada 38, menurut Donghae tadi. Dan ini artinya Heechul telah berbohong. Ia tidak membuang mereka dan hanya menyembunyikan mereka dari Donghae.

Beberapa dari mereka Heechul raih kemudian. Ada setitik air mata saat matanya menangkap tulisan tangan di belakang kemasan-kemasan coklat tersebut. Hanya berupa nomor, dan semuanya terurut dari nomor satu hingga nomor tiga puluh delapan. Mungkin benar-benar ada 38, karena Heechul tak sempat mengeceknya ulang. Mungkin saja ada nomor yang hilang.

Dalam raut sedihnya Heechul tertawa getir. Ia hafal benar tulisan nomor itu adalah tulisan Donghae. Karena coklatnya milik Donghae, meski hingga detik tersebut ia belum mengetahui mengapa Donghae memberikan nomor-nomor itu pada coklatnya.

“Bocah nakal!” desis Heechul dalam nada candaan miliknya. Ia nampak berbisik dan mulai membereskan keberadaan coklat-coklat tersebut. Hanya saja..

Suara dari luar sana nampak menjadi jelas dan lebih jelas lagi. Seperti terdengar langsung dari luar. Maka kening Heechul semakin mengkerut. Ia terheran-heran lagi sambil kembali meletakan coklat itu dan lagi mengunci lemarinya. Setelah berjalan ke luar, ia sedikit terkejut saat mendapati pintu depan terbuka lebar, membuat angin kencang dari luar sana masuk ke dalam rumah. Heechul heran dan merasa curiga. Ia segera melihat ke kamar Donghae dan lalu mendapati satu hal. “Donghae, kau kabur, huh?” bisiknya disertai langkah cepat miliknya untuk menyusul Donghae.

TBC

Sudah. Sampai disini dulu chapter yang ini ya. Tuh, gimana? sesuai tidak sama bayangan kalian? semoga tidak mengecewakan~

Maaf untuk keterlambatan. Makasih buat komentarnya. :D 

44 thoughts on “-NOTHING BETTER [3]-

    rini11888 said:
    November 18, 2013 pukul 2:09 pm

    Mreka akn tinggal d kota yg sma…….next chapt banyakin leetuk family donk chingu.jgn lm2 y updatenya…fighting

    re said:
    November 18, 2013 pukul 2:14 pm

    Authornim, jebal…. Updatenya Jαŋğαп>:/ lama2 ne…

    yetha said:
    November 18, 2013 pukul 2:28 pm

    Kyaaaa akhirnya ada juga lanjutan chapter 3 nya, dari kemarin2 buka ni wp cuma mau ngecek udah update apa lum, ternyata lum juga eh sekarang udah update😀 yeeyyy.
    Huwaaa disini penyakit Kyuhyun ternyata sama kayak penyakit aku😦 . Hahahaa benerkan Heechul dibuat pusing sama tingkah Donghae😄 *pukpuk Heenim,sabar yaa bang😉 . Ommo, Donghae kabur
    :O kyaaa cepet cari Donghae *ikut Heechul cari Hae
    . Udah ah commentnya mau nyusul bang Heenim cari Donghae😀 . Buat authornya keep writing ne😉

    kurnia kim said:
    November 18, 2013 pukul 2:34 pm

    yaaa tbc d saat yg tdk tepat ni.
    penasaran banget ma lanjutan’y.
    donghae beneran kabur?? truz heechul berhasil nyusul hae ato g??
    aduhhhh penasaran banget. cepet d lanjut ea.

    ekha sparkyu said:
    November 18, 2013 pukul 2:49 pm

    kyaaa
    donghae
    gmes bgt klo bca ff ini
    bner2 childish
    apalagi klo ngambek
    omo! haha

    hwaaa
    nah loh donghae kabur..
    d’luar ujan lagi, awas hae nanti sakit u.u
    chulie sm teukie emg dua karakter yg brbeda sbar yah oppa #elus dada

    eonni next ch d’tunggu yah?
    aku mnunggu KiHyun moment hehe
    FIGHTING !

    arumelfishy said:
    November 18, 2013 pukul 3:28 pm

    Omo….
    Hechull oppa sabarrrr…
    Donghae kau kabur kmn??
    Teukie oppa ayo kmbli lgi kerumah Hechull,bawa kibum sm jyuhyun jg….

    Lanjuttt Oenn….

    Tsafa Fishy said:
    November 18, 2013 pukul 3:30 pm

    Huwaaa itu kenapa ada kata TBC padahal lg asyik2nya baca… Donghae kabur omo kabur kemana mencari leetukah?? Harusnya heechul lebih sabar kayak leetuk namanya juga anak kecil nakalnya hae jg masih wajar kok… Mdh2an tar hae, leeteuk, heechul, kibum, kyuhyun tinggal bersama aja biar rame ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮ lanjutannya jgn lama2 yah yg ini aja udah lama -__- ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮ ^^

    keyjedottaembok said:
    November 18, 2013 pukul 4:25 pm

    eonniiii akhirnya setelah menunggu sekian lama…..
    akhirnya diupdate jugaaaaaTT
    astagaaaaaaaah gemes banget sama kelakuan donghae disiniTT
    aduhhh jangan bilang walaupun tinggal di kota yang sama tapi mereka akan semakin susah bertemu?
    dan pada akhirnya pas udah gede malah donghae ketemu kyu dan kibum terlebih dahulu, trus baru tau kalo dia adik teuk? #semakinmenghayal
    datripada menghayal tak jelas kuserahkan semuanya pada eonni wkwkwk
    jangan lama2 lagi saya karatan nunggunyaaaaTT
    semangat eonni! bikin kyuhae menderita!!! harus!!
    wkwkwkwkwkwk

    Elfishyhae said:
    November 18, 2013 pukul 9:06 pm

    Hae nya mau kabur kmana tu eon. Tu anak kan cengeng knapa pake acra kbur sgala.
    #plaaaakkkk tepuk jidat hehehe

    Isty loyalty said:
    November 19, 2013 pukul 12:42 am

    Sabar bgt kayanya leeteuk waktu ngurus haee, apa emang heechul yg ga sabaran? Tapi kasian juga heechul, donghae sih lebih sayang leeteuk dari pada heechul

    Amylatul_R said:
    November 19, 2013 pukul 1:55 am

    wahh pasti seru tuch punya rumah yang seperti rumah yg di ksih heechul ke hae,,jdi kenyang trus,,

    ehh itu hae kbur kmna tuch,itukan lgi hujan,nanti di sambar petir gosong loch,,,:-)

    TeukHaeKyu said:
    November 19, 2013 pukul 4:17 am

    astaga~ si Hae minggat >.<

    dhiiniequeen said:
    November 19, 2013 pukul 8:38 am

    haeee kabur??? yahh
    apa bakal ditemuin leeteuk nanti??

    ikm dewhae said:
    November 19, 2013 pukul 10:56 am

    astaga donghaeeee,,, segitu tergantung nya sama leeteuk eoh? eh atau obsesi?,,,,

    kasian heechul😦 seolah dia ga dianggap sama donghae … apa2 leeteuk, sampe selimut pun gaboleh dicuci gra2 bau leeteuk (?)

    Vhae_Vie said:
    November 19, 2013 pukul 11:06 am

    eonnie cepat selesai kannnn~~
    aku mau baca kalo udah ENDING xDD
    HeeHeeHeeHeeHee

    ADS said:
    November 19, 2013 pukul 12:00 pm

    Wahh akhirnya update juga hehe
    omo hae nya kabur ne *0*
    lanjut thor~

    Awaelfkyu13 said:
    November 19, 2013 pukul 12:12 pm

    .akhr’a update juga.. Kyubum moment’a mana?? Kurang bnyak nih,. Tp chulhae moment’a koccaaaakk bgd,, bener” deeh nih kk adek, apalagi pas scene bantal buluk’a,, hehehee.. Banyakin lg ya bumkyu’a,. Oia, update’a setiap kapan sih? Boleh tw ga? Smingu skalikah?2 mnggu skalikah? Ato suka” author..?? Hehehe *kepoin author’a*

    nia na yesung said:
    November 19, 2013 pukul 12:21 pm

    Donghae donghae donghae
    Nakal bgt tuh anak -_-
    Sabar” y Heechul Oppa heheh …
    Ampun dh Hae, Teukie sabar bgt ya klo gitu ngerawat hae, saya yang baca aja sampe geleng” baca.a . prasaan Kyu sama kibum gak gitu” amat ya ,,,

    Rahmawati_16 said:
    November 19, 2013 pukul 12:33 pm

    Yeayy,, udh dilanjut..

    Ckckc, hae hae knpa kau selalu nakal.. Kan kasian noh heechul hyung nya..

    Teukie kpn balik k’mereka??

    ida elfishy said:
    November 19, 2013 pukul 1:00 pm

    Ketemuin donghae sma leeteuk spetnya dong thor,ksian…
    Dtunggu slanjutnya,jngn lma2.penasaran gila.

    yolyol said:
    November 19, 2013 pukul 1:51 pm

    Oh TIDAK….!!!
    DONGHAE KABUR….?!

    iya sih,heechul pasti kesal krn mrasa diduakan,dan leetuk dinomer satukan donghae.
    tp kan bkn slh hae jg.heechul yg menyerahkan dongha pd leeteuk kan sebagai pengasuhnya.jd mw bagaimna,waktu leetuk untuk hae lbh banyak dr pd waktu heechul untuk hae.

    hmm…..heechul gk sesaar leeteuk sih.liatkan donghae kabur. hujan badai petir pla.ottokhe?????

    Sutiia Ningsih said:
    November 19, 2013 pukul 4:07 pm

    Kyaaaa.. Author kerwn banget >< paling puinter bikin ff brothership oya btw gapernah update di ffn lagi😥

    dydy said:
    November 19, 2013 pukul 4:50 pm

    Hae kabur kemana?
    mana ujan gede lagi. semoga ada orang baik yg nemuin di. Heechul bener2 harus extra sabar ya ngurusin Hae.
    atau jangan2 ntar yg nemuin Hae, Leeteuk lg..

    update kilat yaa.. tiapa hari kesini nunggu ff ini update..

    lifelocked said:
    November 19, 2013 pukul 8:58 pm

    wueehh.. kenyang.. bneran kenyang ngebayangin rmh coklatnya eonn! kkk
    lagi….. punya adek kya donge bikin makan ati kalo bgtu mah! :3 dan… kbur kmn pula itu? lanjuuutt.. ahh.. eonn jgn lama2 :3

    rep: yah masa gda konflik? donge disiksa gpp :3 asal jgn death chara :3 kkk~

    donghaeelfishynemo said:
    November 20, 2013 pukul 1:05 am

    Ya ampun donghae kabur??
    Omo..donghae nakal bgt..ihh bkn gregetan pgn cium (aww)..
    Next jgn lama2 y..
    Ffnya daebak sagon..

    TeukieHae said:
    November 20, 2013 pukul 7:37 am

    hehehehe….! kyu ngejatohin hape teuk ke sungai jd inget ponakan aku yg dgn polosnya nyelupin bb aku ke dalam gelas yg isinya teh. kekekeke!!! eh baby hae kabur ke mana tuh? yuk dedek hae ke rumah aku aja. banyak coklat ma ice cream di sini😀

    dewi said:
    November 20, 2013 pukul 1:56 pm

    Heechul sepertinya memang benar2 iri dg kedekatan donghae dan leeteuk. Wajar sih secara dia kakak kandung donghae. Dan wajar pula jika donghae dekatnya dengan leeteuk dan tidak dpt menyadari kecemburuan heechul karena dia masih kecil. Jalan cerita nothing better ini benar2 tdk dapat diprediksi. Donghae kabur ?? semoga cepat ditemukan ya. Ditunggu chapter selanjutnya ya author. Terima kasih ^^

    rosya said:
    November 21, 2013 pukul 5:48 am

    aku telat lagi bacanya😦
    Disini aku gemes banget sama Donghae oppa😛
    ditunggu chap selanjutnya unnie🙂
    dan aku suka baget sama ff karangan unnie😀

    KimKeyNa said:
    November 21, 2013 pukul 7:10 am

    Wahhh,ngpa q telat baca terus ya,,makin seneng ja liat KyuBum pa lg tambah Hae,pasti seru,ayo eon buat mereka ketemu,,

    Linda_ky2389 said:
    November 23, 2013 pukul 9:40 pm

    Hae minggaaat~~ ><
    em em.. di pt sebelum2nya sy udh sempet comment gak ya… salam kenal! #plak
    yg tersisa biar hae kehubung lg sama teuk cuman rumah baru mereka di daegu dan teuk yg nginget alamat mereka di seoul~
    next chapt~!♥.

    cece said:
    November 24, 2013 pukul 3:31 am

    Yuhuuuu akhirnya updte jg…..
    Apakah mrk akan brtmu y??
    Makin seru lanjutttt lanjuttttt

    Diyah Jung said:
    November 24, 2013 pukul 9:11 am

    Annyeong…
    Diyah imnida ^_^
    wahhh ff kamu menarik, mengharukan…
    Jadi pengen nangis T_T

    leesooyoungelf said:
    November 24, 2013 pukul 10:14 am

    huah…
    kasihan hae-ah, pdhl dia kan gampang kesepian. jgn bikin hae menderita ya. aq bisa nangis ni.
    bgs bgt ceritany biasany leeteuk yg jd hyungny hae tp skrg heechul.

    Gihae Lee said:
    November 24, 2013 pukul 9:59 pm

    kau update tak bilang” eoh eonnii.. aisssh nakal..

    donghae kau sangaaat tergila- gila dengan coklat .. aissh itu lagi haek napa ada acara kabur”n segala..
    oh iya disini donghae menderita gx eonni.. ??

    auhaehae said:
    November 25, 2013 pukul 12:22 pm

    waaaaaaahhhh kenapa itu ?? donghae kaburr?? bagaimana bisa?? aku sediiih cerita nya bgini?? donghae mau tinggal dimana?? jangan sampe donghae ny merana smpr gede😥

    priscilialaurengyu said:
    November 26, 2013 pukul 1:45 am

    haduh si donghae maniak coklat banget
    dia bergantung banget sama leeteuk yah
    ditunggu chapter selanjutnya ya thor
    semangat😀

    kang yong ra said:
    November 26, 2013 pukul 3:32 pm

    mian chingu baru bs koment, ceritanya semakin seru hehehehe
    leeteuknya agak banyakin donk🙂

    ADS said:
    November 27, 2013 pukul 9:11 am

    Woah udah update ternyata. Aku telat bacanya. Hehe
    lanjut ne thor, jan buat aku penasaran. Hehe
    hwaiting^^

    dydy said:
    Desember 15, 2013 pukul 9:30 am

    kapan dilanjut😦

    casanova indah said:
    Desember 20, 2013 pukul 1:57 pm

    Udah seneng chap 4 nongol, eh pas baca ternyata ga nyambung critane..
    pantesan aja,, ternyata aq ketinggalan baca yg chap ini..
    Ahh.. kasian bgt sih Dongek yg begitu ndukan leeteuk, eh malah
    ditambah hp Leeteuk yg ilang, alamat tmbh susah deh mereka berkomunikasi, apalagi ketemu..
    Tp masak sih Leeteuk ga tau no Heechul atau no rmh Hae gt, kan dia udah kerja lama,,
    haisshh,, Hechul jg jd sensi bin galak gt lg ama Dongek…

    fia said:
    Maret 9, 2014 pukul 3:29 pm

    sdkit gk ngerti soal nya part 1 smpe 2 gk ada .. kalo dipikir2 kashan heechul hyung kaya gk dianggep sma donghae .. wahh donghae kabur? ais thu anak bnr2 menyebalkan knp sgala kabur sih .. smga heechul hyung dpt nemuin donghae

    Nelly Key Donghae said:
    Mei 2, 2014 pukul 5:52 am

    yang sabar ya Chullieee,, huft agak gmna ya lok Donghae terus menerus mikirin Teukkie,, kyak Chullie g brarti lg bgi Donghae,, #kasihan,,😥
    tp wajar juga sih soalnya yg plg dkat n memanjakkannya Teukkie,,
    Hae kabur kmana ?? kerumah barunyakah ?? aish,, anak nakal ituuu #elusdada#

    ELFarida said:
    Agustus 20, 2014 pukul 11:03 am

    Kayakny eonni demen bnget bkin kyuhyun pnyakitan di epep eonni . . .
    Just this ^^

    hyunchiki said:
    September 13, 2014 pukul 2:53 pm

    hae, hyung mu tu heenim, knpa teuk trus yg disbut, kan ksian heenim, sprti tak dianggap ma dongsaengnya ndiri, trus skrg kabur..??? ckckck… kekanak2an,.. *emangmsihanak2keleeesss….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s