-NOTHING BETTER [5]-

Posted on

[CHAPTER 5]

Tak ada yang istimewa. Semua terjadi seperti kehidupan pada umunya. Hanya saja..

Ada yang namanya ‘kebetulan’

.

Seharusnya yang datang memang dirinya. Dia yang menjadi wali Kibum, adalah dia yang tanpa sengaja diharapkan oleh kedua pihak tersebut. Bagi Kibum juga bagi Donghae meski sayangnya keduanya tak saling mengetahui hal tersebut. Namun wajah muram Kibum mengatakan ketidaksukaannya ketika sosok itu datang. Wajahnya tertunduk ketika sosok itu duduk di kursi di sampingnya.

“Apa yang terjadi?”

Kibum menoleh. “Dia menyuruhmu untuk datang, hyung?

“Leeteuk hyung tak sengaja memberitahuku. Aku sendiri yang menawarkan diri untuk menjemputmu kemari. Emh.. karena aku tahu, kau belum tahu bahwa Kyuhyun saat ini benar-benar membutuhkan Leeteuk hyung..”

“Ya?” Kibum sedikit terkejut. Ia menarik lengan sosok di sampingnya, menuntut penjelasan. “Terjadi sesuatukah dengan Kyuhyun? Hyung? Sungmin hyung katakan padaku!” desak Kibum.

Sungmin meraih tangan Kibum dengan senyuman untuk menenangkan. “Kujelaskan nanti, ne? Biarkan hyung selesaikan urusanmu dulu..”

Kibum melemah. Beberapa waktu lalu memang ia tak terlalu peduli pada masalahnya sendiri. Ia pikir berlamapun di kantor polisi tak akan menjadi masalah berarti. Namun semenjak mendengar kabar mengenai Kyuhyun, meskipun belum tentu seperti apa kejadian pastinya, Kibum menjadi resah dan ingin cepat pergi dari tempat tersebut.

Lalu datanglah Heechul bersama Donghae yang berlindung di balik punggungnya. Mencengkram lengannya erat karena ketakutan. Heechul mendekat untuk mendekati Sungmin. “Apa Anda keluarga dari anak ini?” tanyanya langsung, pada Sungmin dan menunjuk Kibum.

Sang polisi mencoba menengahi. “Terjadi sedikit masalah dengan dongsaeng Anda,” ucapnya pada Sungmin, mengira Sungmin adalah kakak dari Kibum. “Heechul-si adalah orang yang melaporkan kasus untuk dongsaeng Anda. Silahkan ambil kursi lain dan duduk disini, Heechul-si. Sedangkan saya akan menjelaskan duduk persoalannya, pada..” jeda sang polisi dan menatap Sungmin dengan satu pertanyaan yang tak perlu diucapkan.

“Ah, namaku Sungmin..”

“Ya, aku akan menjelaskan detailnya pada Anda,” ujar sang polisi, sementara Heechul telah bergabung duduk di sekitar mejanya. Nampak Donghae berdiri di samping kiri Heechul dan nampak ketakutan melihat Kibum duduk di samping kanan hyungnya itu.

Sementara ketiganya memperbincangkan masalah yang ada, Donghae hanya mendengar dan sesekali melirik takut ke arah Kibum. Ia melihat Kibum yang cemas saat itu. Entah mengapa di mata Donghae saat ini, terlihat Kibum yang nampak panik. Raut wajahnya tak sedingin biasanya. Donghae ingin bertanya, namun mulutnya terbungkam oleh rasa takut. Hingga saat sedikit perdebatan terjadi..

“Aku tidak bersalah!” cetus Kibum tiba-tiba. Ia mendongak untuk menatap sang polisi yang sedang mengorek banyak keterangan tentang dirinya. “Aku tidak tahu kenapa anak ini mendapatkan banyak luka. Bukan aku yang melakukannya! Dan hey..!” teriaknya sambil menunjuk wajah Donghae. “Kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya?! Kenapa kau diam saja?!” cerocos Kibum.

Mulut Donghae terkatup rapat, ia semakin ketakutan. Sepertinya tak ada yang mengira bahwa seorang anak seperti Kibum dapat mengeluarkan banyak kalimat dalam satu kali ucapan. Terlalu mengejutkan, dan Donghae bergetar di tempatnya.

“Bagaimana mungkin?!” sangkal Heechul. “Aku melihat sendiri kau mencekiknya!”

Kibum memandang Heechul dengan pandangan tak suka. Terkesan tak ada santun sama sekali. Bahkan tatapan itu terlihat tajam dan jengah. “Tapi aku tidak memukulnya!” desis Kibum, membuat nafas seorang Heechul memburu dan Sungmin harus menyenggol lengannya berkali-kali.

“Ya! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu pada orang yang lebih tua, huh?!”

Sang petugas kepolisian memijit keningnya, pening. Begitu heran melihat tingkah anak seusia Kibum yang nampak sedikit kasar, juga begitu tak mengerti dengan sikap Heechul yang begitu pemarah di usianya. Tak bisa mengendalikan emosinya, bahkan di hadapan anak kecil sekalipun. Ini nampak sedikit buruk..

Kibum mendengus sebal, namun reaksi wajahnya terbilang santai. “Kenapa tidak kau tanyakan saja pada adikmu itu, apa aku yang memukulnya? Jangan biarkan kau malu sendiri dengan tuduhanmu itu nantinya!” ejek Kibum. “Otakmu itu benar-benar..”

“YA!” teriak Heechul. Ia nampak tak sabar dan lalu menarik paksa kursi Kibum agar mendekat padanya. Maka setelah mendekat ia hadiahkan pukulan-pukulan kecil di kepala Kibum. “KAU!”

Sungmin memekik pelan, begitupun Donghae. Sungmin segera meraih Kibum untuk melindunginya. “Kumohon agar Anda sedikit bersabar. Tenanglah, apa yang kau lakukan! Jangan pukul dia!” cicit Sungmin. Ia kewalahan karena kini dirinya turut terkena pukulan telapak tangan Heechul.

Hyung jangan lakukan!” rengek Donghae sambil menarik-narik pakaian hyungnya yang tengah murka.

Semua menjadi ramai. Pak polisi itu kini tak lagi duduk di kursinya. Ia sudah beranjak dan turut kewalahan menghadapi Heechul. “Hentikan, kita bicarakan baik-baik. Heechul-si!” peringatnya.

Heechul terus melayangkan telapak tangannya. “Tidak bisa! Anak ini keterlaluan! Biar kuhajar dia! Jangan halangi aku!” murka Heechul. Nafasnya memburu dan ia benar-benar seperti kehilangan akal sehatnya. “Kau!” tunjuknya pada Sungmin. “Sebenarnya apa yang kau ajarkan di rumah padanya, huh? Seharusnya kau didik dia dengan baik! Bocah ini, apa bahkan orang tuanya tak mendidiknya untuk berkata santun?!”

Siing..

Semua mendadak terdiam. Sungmin menegang di tempatnya, lalu melemparkan tatapan iba pada Kibum yang berada dalam dekapannya. Mulutnya kelu jika menyangkut ‘orang tua’ Kibum. Menyadari keheningan yang tiba-tiba hadir, Heechul menjadi sedikit canggung. “Kenapa?”

Semua memperhatikan Kibum yang mulai bergerak dalam dekapan Sungmin. Ia melepas dirinya dalam dekapan itu, hingga nampaklah wajah Kibum, dimana salah satu sisi wajahnya telah terdapat bercak merah, tanda telapak tangan Heechul berhasil mendarat disana. Tapi tak ada ringisan terlebih tangisan. Wajah Kibum nampak biasa saja, namun tatapannya sungguh mematikan.

Donghae memundurkan langkahnya, karena tatapan mematikan Kibum itu tertuju tepat padanya. Hanya beberapa detik, karena setelahnya Kibum sibuk memalingkan wajahnya ke arah lain. “Jangan katakan apapun yang tidak kau ketahui tentangku!” ucapnya dengan nada dingin pada Heechul.

Heechul tak bergeming, tidak juga ketakutan akan ucapan Kibum. Semakin Heechul dibuat kesal saat Kibum tiba-tiba saja hendak beranjak pergi. “Mau kemana kau?!”

Hanya di ujung matanya Kibum memandang Heechul sinis. “Aku tak memiliki kesalahan apapun! Paksa adikmu agar bicara yang sesungguhnya. Aku hanya ingin pulang!”

Donghae bergerak gelisah lalu menarik pelan lengan Heechul. “Hyungie.. dia benar. Dia..”

Brak!

Donghae sempat menghentikan ucapannya dan terkejut luar biasa karena Kibum menendang kursi saat ia akan pergi, membuat Heechul berteriak kesal. Namun Donghae segera menuntaskan kalimatnya. “Dia benar. Bukan dia yang memukulku. Hanya pertengkaran kecil dengan temanku, hyung..”

Heechul mengernyit tak percaya. “Kau tak berusaha melindunginya, kan?!” tuntutnya, sementara sang polisi telah kembali ke tempat duduknya semula sambil menggaruk tengkuknya. “Kenapa kau tak bilang pada kami sejak awal, nak?” gumamnya.

“Itu..” gumam Sungmin. “Jadi bagaimana?” tanyanya kemudian. “Sebenarnya aku adalah teman dari hyungnya. Dan mengenai kedua orang tuanya, mereka sudah meninggal..”

Heechul diam pada akhirnya. Jika saja ia tak melihat Donghae merengek untuk menghentikan segalanya, mungkin saja semua masalah tersebut tak akan selesai begitu saja. Tapi disana Donghae menangis, membuat Heechul menyerah. “Baiklah, baiklah, kita selesaikan semuanya sekarang saja!” cetusnya.

“Ah, terima kasih,” tutur Sungmin dengan senyumnya. “Terima kasih karena tidak memperpanjang masalah ini. Dan maafkan atas sikap Kibum yang membuatmu tak nyaman..”

Heechul tersenyum dengan sedikit malas. “Semoga tidak terulang lagi,” ujarnya..

“Tapi mana mungkin pertengkaran kecil bisa menyebabkan luka sebanyak ini, Donghae bodoh!” decak Heechul. “Aku tahu kau bukan tipe yang senang berkelahi, jadi jangan berbohong lagi..”

Donghae disuguhi omelan-omelan Heechul yang sepertinya tidak akan selesai dalam waktu singkat, dan ia harus menelan bulat semuanya. Ia berjalan dengan lemas. “Tidak! Sungguh bukan dia. Aku bertemu dengannya dan hanya ingin menanyakan Kyuhyun. Sudah kubilang aku ingin mengembalikan saputangan miliknya..”

“Lupakan!” ucap Heechul. “Lihat saudaranya sekejam itu, jadi kau tak usah mengebalikannya saja. Hyung yakin ia punya saputangan yang lain..”

Donghae mengerucutkan bibirnya. “Mana bisa begitu hyung. Ini harus dikembalikan!”

Keduanya tengah berjalan di parkiran dan bertemu kembali dengan Sungmin disana. Sungmin yang lalu membungkuk santun pada mereka, dan membuat Donghae melangkah ke arahnya. “Hyung, apa kau akan menemuinya sekarang?”

Sungmin sedikit terkejut. “Ya? Siapa? Dia siapa?”

“Dia..” gumam Donghae seperti tidak yakin.

“Kibum maksudmu?” tanya Sungmin sementara Heechul mendekat.

“Iya! Kibum, namanya Kibum ya?” sambung Donghae. “Umh, sebenarnya aku ingin menemui saudaranya..”

“Ah, Kyuhyun maksudmu?”

Heechul melihat dan mendengar percakapan tersebut. “Mau apa lagi kau, Hae?”

Donghae mendelik sebal pada Heechul. “Aku ingin ikut hyung agar bisa bertemu Kyuhyun!”

“Ya! Tidak jerakah kau dicekik saudaranya tadi, huh? Kau bodoh?”

Sungmin tersenyum hambar. “Sepertinya hyungmu benar. Kurasa tidak terlalu bagus jika kau menemui Kyuhyun sekarang. Suasana hati Kibum tidak akan pulih dalam waktu dekat..”

Donghae menunduk lesu. “Jika begitu, alamatnya saja, bolehkah?”

“Astaga Hae!” omel Heechul. Donghae hanya mengedipkan kedua matanya, mengerling nakal pada Heechul, mengeluarkan alat tulis dari dalam tasnya dan lalu menyerahkannya pada Sungmin.

Kibum telah memasuki halaman rumahnya. Ia mendongak untuk melihat salah satu jendela rumahnya. Ada cahaya dari sana, sehingga Kibum yakin ‘mereka’ ada di dalam. Maka ia tak ragu untuk membuka pintu yang tak berkunci itu. Ia membuka sepatunya tanpa ada pergerakan yang menimbulkan bunyi berarti.

Sepatunya telah terbuka, menampakan kaki telanjangnya yang nampak sedikit lembab. Mulutnya masih terkatup rapat, sementara matanya mulai menjelajahi ruangan demi ruangan. Begitu rapih, sejak dia menginjak lantai di ruang tamu, beralih pada ruang tengah yang menampakan televisi yang tengah menyala.

Seluruh lampu telah hidup. Kibum segera menuju kamarnya, setelah melihat pintu ruangan lain nampak terbuka. Pintu ruangan milik Leeteuk. Sedikit terbuka meski Kibum tak sedikitpun tertarik untuk membukanya. Ia segera menghampiri pintu kamar tidurnya bersama Kyuhyun yang juga sedikit terbuka.

Ada sedikit suara disana, menandakan ada sedikit aktifitas disana. Kibum masuk dan lalu menyimpan tasnya di atas ranjangnya sendiri.

“Kau sudah pulang..”

Kibum hanya mengangguk. Dia menoleh pada sang hyung yang baru saja bertanya. Matanya beralih pada Kyuhyun yang tengah memejamkan matanya. “Ada apa dengannya hari ini?” tanyanya dalam nada yang terbilang dingin. Bukan tak peduli pada Kyuhyun, melainkan tatapan dinginnya pada lawan bicaranya saat ini.

Satu helaan nafas dari Leeteuk. “Boleh hyung yang bertanya padamu lebih dulu?” ucap Leeteuk seolah meminta ijin. Ia terlihat bersungguh-sungguh dan bahkan kembali berkata sebelum Kibum memberinya ijin. “Ada apa dengan hari ini? Kau kenapa lagi?”

Kibum diam.

“Maaf karena hyung tak bisa menjemputmu kesana. Hyung membawa Kyuhyun ke dokter tadi. Jadi..”

“Aku tahu. Aku mengerti. Sudahlah..” tukas Kibum.

“Tapi bukan hanya ini yang ingin hyung bicarakan padamu!” sela Leeteuk. “Sekali saja, tatap mata hyung, Kibumie!” titah Leeteuk agak keras. “Kau bahkan seperti orang lain dimataku selama ini,” sesalnya dalam pandangan yang berubah sendu.

Kibum mencoba untuk membuang arah wajahnya, namun seketika lehernya terasa kaku. Bahkan seluruh tubuhnya ia rasa menjadi mati rasa. Terlalu tegang mungkin saja..

Hyung tahu kalian sudah besar sekarang. Untuk itulah hyung merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menanyakan tentang sikapmu selama ini pada hyung..” tutur Leeteuk. “Kesalahan apa, hn? Katakan mengapa kau begitu membenci hyung..”

“Aku tak pernah mengatakan aku membencimu!” elak Kibum.

Leeteuk tersenyum. “Sikapmu padaku yang mengatakannya. Sorot matamu. Semuanya..” bisik Leeteuk saat merasakan pergerakan kecil dari Kyuhyun. Ia kembali melirik Kibum. “Kuharap aku dapat mendengar alasannya suatu saat nanti,” ucapnya lalu pergi begitu saja.

Menyisakan hening yang melanda Kibum. Kibum yang mematung sendirian. Terusik oleh semilir angin yang membuatnya tersadar untuk menyelimuti tubuh Kyuhyun, saudara kembarnya yang tengah terlelap pulas itu. Menyelimutinya hingga hampir sebatas dadanya.

Selanjutnya, ia kembali terdiam. Terduduk di sisi ranjangnya dan menghadap pada ranjang Kyuhyun. Perlahan kepalanya tertunduk seperti meresapi sesuatu. Sesuatu yang lalu melintas dalam bayangannya, bayangan yang seolah membani dirinya selama ini. Ia teringat..

“Kami akan mengunjungi hyungmu, Kibumie. Dia tak pulang dua bulan ini, seperti melupakan kita saja. Jaga Kyuhyun baik-baik, okay?”

Kibum tersenyum tipis, terkesan miris. Ia berbisik untuk dirinya sendiri, berkata pada kedua orang tuanya yang telah tiada, bahwa “aku akan menjaga saudaraku tentu saja! Aku akan selalu mengingat, ingat pesan terakhir kalian..”

Donghae menyongsong keesokan harinya dengan begitu baik. Senyuman terukir di wajahnya, padahal masih ada beberapa lebam disana. Seolah bangga dengan luka itu, ia berjalan dengan santainya dan memberikan senyum terbaiknya untuk semua orang yang ditemuinya. Meski terbilang konyol, tapi cukup lucu untuk ukuran wajahnya.

Padahal Heechul tak hentinya berdecak pelan di dalam mobilnya. Mobil yang ia bawa dalam kecepatan rendah hanya karena ingin membuntuti langkah Donghae, dongsaeng bandelnya yang katanya ingin pergi sekolah sendirian, padahal dirinya babak belur kemarin.

“Dia ini sudah gila rupanya!”

Tak tahan, Heechul akhirnya membuka jendela mobilnya. “Hae! Hae, hyung antar saja. Kau seperti orang gila tersenyum sendirian tahu!” teriaknya pada Donghae dari balik mobilnya.

“Eh?” Donghae nampak terkejut mendapati dirinya diikuti. Kakinya menghentak seketika. “Kenapa mengikutiku! Ish, aku ingin berangkat sendirian hyungie!” decak Donghae tak sabar, seperti merengek.

Hyung takut siapapun yang memukulimu kemarin akan kembali dan memukulmu lagi, bodoh! Memangnya kau tidak takut, huh?”

Donghae berkacak pinggang dan menghentikan langkahnya seutuhnya. Dengan angkuhnya ia menatap Heechul. “Aku tidak punya salah apapun hyung. Mungkin mereka salah paham, jadi untuk apa aku takut, tsk..” cibirnya.

Heechul serasa ingin memukul kepala dongsaengnya tersebut jika saja jarak mereka dekat. “Baiklah, maka aku tak akan menolongmu jika terjadi sesuatu seperti kemarin lagi!” ancamnya. Namun tanggapan Donghae membuatnya semakin marah. Donghae nampak melambai-lambaikan tangannya tak peduli.

“Tidak akan, aku akan baik-baik saja!”

“Tcih, bocah ini!” dengus Heechul. “Oke! Hyung pergi sekarang. Tapi hyung akan menjemputmu pulang seko..”

“Jangan!” potong Donghae dengan cepat. “Aku tidak mau! Aku ingin pulang sendiri..”

Heechul memicingkan matanya. “Kau pikir hyung tak tahu jika kau akan mencoba mengunjungi alamat temanmu itu? Dan membiarkanmu dicekik lagi oleh saudaranya itu, huh? Huh?”

“Aku harus mengembalikannya hyung..”

Heechul kehilangan katanya. Terlalu taluk jika menyangkut keinginan Donghae yang tak bisa dibantahnya sedikitpun. “Baiklah,” putusnya lalu turun dari mobil. Donghae memandangnya sedikit takut, padahal..

“Eh?”

Donghae terpaku saat Heechul memberinya beberapa lembaran uang. “Kau sudah memberiku bekal hari ini..”

Senyum terukir di bibir Heechul. “Itu untuk uang tambahan jajanmu. Barangkali alamat itu sulit kau temukan dan kau membutuhkan uang lebih, jadi..” tutur Heechul mengambil jeda untuk mencubit kecil dagu Donghae. “Jangan mencoba untuk menghubungiku tiba-tiba!”

Donghae balas tersenyum. Ia tahu maksud kalimat terakhir Heechul. Bukan karena hyungnya itu tak ingin diganggu, namun “aku tak akan melakukan hal yang dapat mencemaskan hyung, hyung tenang saja!” ucapnya.

“Pintar..”

Terakhir adalah lambaian tangan yang diberikan Donghae pada Heechul dengan mobilnya yang kian menjauh. Ditatapnya lembaran uang di tangannya sambil tersenyum lebih cerah dari sebelumnya. “Kenapa tiba-tiba kau menjadi sebaik ini?” ucapnya sambil terkikik geli, mentertawakan Heechul? Atau pada dirinya sendiri? Seharusnya tawa itu untuk keduanya.

“YA! Ada apa dengan wajahmu, Hae? Hm??”

Donghae terkejut dengan sambutan teman-temannya di pagi itu. Terlalu berlebihan? Mungkin. Lantas Donghae menatap wajahnya sendiri di jendela kelasnya. Ia berfikir mungkin bekas keunguan di sekitar pelipisnya dan juga sedikit darah kering di ujung bibirnya memang nampak mengerikan.

“Aku terjatuh,” bohong Donghae untuk menghindari serangan pertanyaan lainnya, namun..

“Bohong!” seru seorang teman yang berada di bangku paling dekat dengan Donghae. Dia yang nampak tinggi dengan wajah tampannya, berseru tajam pada Donghae.

“Tidak Siwon-ah aku terjatuh dan membentur ujung lemari!” elak Donghae sambil mengelus bekas luka di pelipisnya.

Ada seseorang lain selain Siwon yang menggeret kursinya untuk mendekat pada Donghae. “Omo! Donghae kita berkelahi, eoh?”

Donghae mendelik tak suka. “Tidak Eunhyuk-ah! Apa kau pernah melihatku berkelahi?”

Siwon nampak geram dan lalu memukul kepala Eunhyuk membuat Eunhyuk mengaduh. “Aku tidak akan pernah percaya jika harus mendengar Donghae berkelahi. Itu tidak mungkin, bodoh!” cerocos Siwon.

Ada tawa ringan di bibir Eunhyuk. “Aku tahu, aku tahu!” komentarnya. “Donghae kita yang teladan ini tak mungkin berkelahi. Lagipula.. wajah semanis ini tak mungkin memiliki kepalan tangan yang kuat,” tawa Eunhyuk menggelegar.

“HYA!” Donghae nampak murka, lalu naik di kursinya sendiri. “Aku ini namja! Berhenti berkata bahwa wajahku manis, Hyuk, atau aku akan memukulmu!” teriaknya sambil menunjuk ke arah Eunhyuk.

“Coba saja jika kau bisa,” ledek Eunhyuk.

Siwon nampak menggaruk kepalanya. “Tapi kau memang manis sekali, Hae..” komentarnya.

“Tidak! Aku tampan tahu!” dengus Donghae. Ia lalu turun sambil terus mengomel kecil. Lalu ia teringat akan lukanya sendiri. Dibukanya lengan bajunya, dan nampak lebam biru besar disana. “Lihatlah! Ini bukti bahwa aku ini namja!” terangnya.

Dibukanya lagi sedikit kancing bajunya, memperlihatkan bekas membiru di dadanya. “Lihatlah?! Apa luka seperti ini harus di dapat seorang namja, huh? Jadi aku ini namja Eunhyuk bodoh! Dan ini sakit, kalian tahu?”

Eunhyuk hanya mengangguk singkat dan berkata “kami lebih sering mendapatkannya dan sudah tahu itu sakit sejak dulu.”

Hening sejenak..

“Lalu kenapa kau berkelahi terus jika tahu rasanya sakit! Telingamu itu kau taruh dimana, huh? Berulangkali ibumu berkata agar kau tak lagi berkelahi tapi kau, Siwon-ah juga! Kalian selalu saja berkelahi! Padahal kalian temanku, si Donghae yang pintar dan teladan! Memalukan sekali sih!” omel Donghae.

Di sisi lain Siwon telah lama terdiam sambil mengamati luka Donghae. Ia angkat bicara. “Jadi kau benar-benar berkelahi, Hae? Kemarin?” selidiknya.

“Eoh, itu..”

“Jadi kau benar berkelahi?!” cecar Eunhyuk, baru menyadari hal tersebut, dan Donghae hanya mengangguk ragu membuat Eunhyuk geram. “Kau berkelahi dengan siapa? Yang mana orangnya? Berani sekali dia memukul Donghae kami!”

Donghae menciut takut. “Bukan dia, Hyuk. Tapi mereka..” adunya tanpa sadar.

“MEREKA?!” murka Eunhyuk.

Siwon sepertinya lebih tenang namun lebih serius. Ia menarik lengan Donghae meski akhirnya Donghae harus mengaduh karena lukanya ditekan tanpa sengaja. “Siapa? Katakan siapa yang memukulmu kemarin, hn?”

“Aku tidak tahu. Sudahlah.. kemarin itu kurasa hanya salah paham saja..”

“Mana bisa begitu, ish!”

“Katakan, Hae!”

Sebenarnya Donghae sebegitu tidak inginnya mengatakan apa yang terjadi kemarin. Namun desakan kedua sahabatnya itu membuat dia termakan kesal dengan sendirinya.

“Aku tidak tahu! Aku tidak punya masalah apapun dengan mereka! Aku hanya ingin mengembalikan sapu tangan Kyuhyun dan menyusulnya ke sekolahnya. Tapi anak-anak di sekolah itu seperti tidak menyukaiku sejak awal melihatku!”

“Sekolah mana?”

Kibum memarkirkan sepedahnya dengan diam. Ada Kyuhyun yang berdiri di sampingnya dan menunggunya.

“Kibumie.. kau marah karena aku masuk sekolah ya?”

Kibum bungkam dan lalu memberikan jaket miliknya pada Kyuhyun. “Pakai atau kau pulang lagi saja..”

Dingin. Nada bicara Kibum terlampau dingin, namun Kyuhyun sudah biasa dengan itu kan? Dia hanya mencibir dan lalu mengambil jaket di tangan Kibum. Memakainya lalu membuntuti langkah Kibum. “Kau tidak takut aku kepanasan, huh?” dengusnya.

“Pakai saja!”

Kyuhyun semakin mendengus sebal. Ia benar-benar jengah dengan sikap saudara kembarnya itu. “Aku tahu kau begitu mencemaskanku! Tapi kau berlebihan tahu!” omel Kyuhyun.

“Jangan bicara lagi!”

“Mana bisa begitu! Aku ini manusia dan perlu bicara, ish!”

Kibum menghentikan langkahnya dan lalu melirik sinis di ujung matanya ke arah Kyuhyun. Ia bermaksud menggertak, dan memang Kyuhyun takut olehnya.

“Ba- baiklah. Baik aku akan diam,” bisik Kyuhyun memandang ke arah lain seperti menghindari tatapan Kibum.

“Masuklah. Kau bawa obatmu, kan? Hubungi aku jika terjadi sesuatu. Kita bertemu di atap saat jam istirahat nanti, dan jangan keluar sekolah, mengerti?”

Kyuhyun hanya mengangguk. Ia telah sampai di depan kelasnya. Kibum memang sengaja, selalu mengantarnya hingga depan kelasnya. Nyatanya kelas mereka berbeda. Kyuhyun tersenyum. Si dingin Kibum, batinnya. Si dingin Kibum yang selalu menemaninya makan di jam istirahat, hanya untuk memastikan Kyuhyun makan dengan baik.

Lagi, Kyuhyun tersenyum. Lihatlah bahkan Kyuhyun tak pernah melihat sosok itu berbalik ke arahnya untuk tersenyum sedikit saja. Hanya punggung Kibum yang Kyuhyun lihat hingga sosok itu menghilang dari pandangannya..

“Astaga, Hae! Berani sekali kau pergi kesana sendirian!”

Donghae benar-benar dibuat kesal oleh omelan kedua sahabatnya. Bahkan mulut-mulut itu tak berhenti mengoceh dari awal bel sekolah berbunyi hingga kini mereka telah berada di gerbang sekolah di siang harinya.

“Aku kan tidak tahu jika sekolah kita mempunyai sejarah yang buruk dengan sekolah Kyuhyun! Mana aku tahu!”

Eunhyuk dan Siwon akhirnya diam namun tetap mengikuti langkah Donghae. Bukan salah siapapun jika Donghae tak tahu mengenai kekerasan yang terjadi selama ini di sekolah mereka. Meski berbanding terbalik dengan Siwon dan Eunhyuk, namun mereka tetap bisa menjalin persahabatan mereka dengan cukup baik.

Si kaya Siwon, dan juga si ramping Eunhyuk namun memiliki kemampuan bertarung yang hebat. Membuat keduanya disegani di sekolah mereka. Imbasnya, tak ada yang berani menyentuh Donghae, si namja manis, pintar dan berhati lembut di seantero sekolah. Namun sayangnya anak ini tak begitu mengetahui seberapa pentingnya posisi dua sahabatnya itu bagi dirinya. Juga tak mengerti seberapa nakalnya mereka, dan Donghae tidak peduli karenanya.

Siang begitu terik, dan Donghae semakin dibuat kepanasan saat merasakan dua sahabatnya mengekori langkahnya. “Kenapa kalian mengikutiku sejak tadi? Tidak biasanya!” teliti Donghae.

“Kau lupa? Kami ingin mengerjakan tugas di rumahmu,” ucap Eunhyuk beralasan.

Donghae tersenyum kegelian. “Pembual!” decaknya. “Besok kan tidak ada tugas. Lagipula, sejak kapan kalian peduli pada tugas sekolah, huh? Dimana mobilmu Choi?! Biarkan aku pulang sendiri..”

“Kenapa? Dimana Heechul hyung? Biasanya kau juga dijemput olehnya..”

Donghae nampak berfikir. Kedua kawannya ini nampak aneh tak seperti biasanya. Mereka jarang pulang bersama, dikarenakan Eunhyuk dan Siwon memiliki urusan lain dengan teman satu gengnya di sekolah. Seperti membuat pertemuan yang menurut Donghae tidaklah bermanfaat. Hmh.

“Jika kau pergi ke sekolah itu lagi, aku yang memukulmu lebih dulu!” ancam Eunhyuk, dalam nada candanya tentu saja.

“Tidak akan! Aku berjanji tidak akan kesana lagi. Aku sudah tahu sekarang, jadi kalian tak usah mengawasiku, okay? Pulang sana!” titah Donghae dengan seenaknya.

“Kau yakin?” selidik Siwon.

Donghae menyeret satu langkahnya untuk lebih mendekat ke arah Siwon dan Eunhyuk. “Atau tidak ada tugas gratis selama satu bulan ke depan!” ancamnya kemudian. Ia tahu ancaman yang satu ini sangatlah manjur. Ia lalu menyelipkn dirinya di antara Siwon dan Eunhyuk, lantas merangkul dua kawannya itu. “Kalian boleh bertemu dengan teman-teman berandal kalian, jadi pergilah..”

“Itu sama saja kau juga mengatai kami berandal, Hae..” peringat Eunhyuk.

“Memang..” ejek Donghae.

“YA!”

Donghae segera mendorong tubuh dua temannya itu untuk segera menjauh. “Kubilang pulang! Pulang sana! Tinggalkan aku sendirian, aku ada urusan lain!”

Donghae nampak gelisah di depan gerbang sebuah rumah. Gerbang kayu yang nampak terawat dengan warna coklatnya yang seperti tidak memudar termakan waktu. Gerbang dengan tinggi sebatas dadanya, dan mungkin ia bisa menyebutnya sebuah pagar saja. Jemarinya mulai menyentuh permukaan pagar kayu tersebut dan mendorongnya pelan.

Tak ada kunci, dan semua nampak sederhana di mata Donghae.

Rerumputan hijau menyambut Donghae seketika, dan Donghae tersenyum. Ia hirup udara sebanyak yang ia bisa begitu merasakan hawa di sekitarnya begitu sejuk terasa. “Ahhh..” desahnya dalam nafas penuh kelegaan.

Donghae mendongak dan mendapati sebuah pohon rindang dimana dedaunannya kini tengah melindunginya dari terik matahari. Seperti seseorang yang konyol, Donghae menghampiri sang pohon dan menepuk-nepuk tubuh pohon itu. “Gomawo, ne? Kau sudah membuatku merasa baikan..” tuturnya pada sang pohon. “Tiba-tiba..”

“Kau sedang apa, huh?”

Donghae terkejut. Ia mendengar sebuah suara, dan sedikit banyak ia hafal suara itu. Ia berbalik, dan keterejutannya berubah menjadi sebuah ketegangan ketika dia melihat wajah Kibum. Tatapan Kibum dingin seperti biasa dan mengarah pada dirinya, dengan kedua tangan tersembunyi di balik dua saku celananya. Kibum nampak acuh.

Sedang Donghae seperti kehilangan akalnya. Ia seperti lupa tujuannya datang ke kediaman tersebut. Kediaman Kibum yang tanpa sengaja harus Donghae kunjungi karena sapu tangan yang kini berada di saku kemejanya.

“Mau apa kau kesini, dan kenapa kau tahu alamat rumah ini?”

Sekali lagi Donghae diam meski hanya sejenak. Ia sempat menggaruk kepalanya dan sedikit tersenyum pada si dingin Kibum. “Aku..” ucapnya perlahan. “Aku ingin mengembalikan ini..”

Kening Kibum mengerut saat melihat Donghae mengeluarkan sapu tangan dari sakunya. Ia lalu meraih sapu tangan itu karena Donghae nampak menyerahkannya. “Milik Kyuhyun?” selidik Kibum. Nada dinginnya sedikit mencair rupanya.

Donghae mengangguk semangat. “Sejak kemarin itu sebenarnya aku hanya ingin mengembalikan sapu tangan ini,” cerita Donghae. “Tapi kau tak mau mendengarku!” cetusnya nampak lebih berani.

Kibum hanya memandang Donghae begitu saja setelah ia memasukan sapu tangan milik Kyuhyun ke dalam saku jaketnya. “Aku akan memberikan padanya nanti..”

“Ya?”

Kibum mengerutkan keningnya. “Aku akan mengembalikannya nanti. Terima kasih, kau boleh pulang!” titahnya.

“Astaga!” decak Donghae tak percaya. “Hanya itu?” tanyanya. “Jauh-jauh aku datang kemari, dan hanya begitu saja?”

“Lalu aku harus bagaimana, huh?” dingin Kibum. Donghae kesal dibuatnya. “Setidaknya ijinkan aku untuk beristirahat sejenak di rumahmu! Atau tidakkah kau ingin mempertemukanku dengan Kyuhyun? Aku ingin mengucapkan terima kasih padanya!” cerocos Donghae.

Kibum sedikit menghapus jaraknya dengan Donghae, membuat Donghae bergeser ketakutan. “Tak perlu berteriak!” desisnya. “Aku akan menyampaikannya, jadi sebaiknya kau pulang sekarang!”

Ugh. Harus Donghae akui jika dirinya takut terhadap Kibum. Lagi-lagi Kibum mengamati seragam yang dikenakannya, dan kini Donghae tahu alasannya meski ia enggan meluruskan hal tersebut.

“Pulang!” titah Kibum dalam nada tajam bersamaan dengan jemari telunjuknya yang terarah pada pintu pagar rumahnya.

Donghae menurut, mengakui kekalahannya dan bergegas mempererat genggaman tangan pada tasnya. “Kau menyebalkan!” rutuknya tertuang dalam seuah bisikan. Untuk pertama kalinya ia membuang takutnya dan merutuki Kibum, orang dingin yang ditakutinya. Meski..

BRUG!

Terpaksa Donghae membanting pintu pagar itu, mungkin sedikit tak sengaja. Salahkan Kibum yang mengantar kepergiannya dengan satu pelototan di matanya. Tatapan tajam yang memuakan. Setelah itu tersisa hening saja. Semilir angin menyibakan rambut Kibum yang masih terdiam di tempatnya.

Tiba-tiba Kibum melihat pintu rumahnya terbuka menampakan sang hyung yang lalu berjalan ke arahnya. “Hyung pikir kau sudah berangkat. Syukurlah kau masih disini..”

“Ada apa?” tanya Kibum.

Leeteuk nampak melongok ke arah sekitar Kibum. “Hyung seperti mendengar suara orang lain. Siapa? Apa kau pergi bersama temanmu?”

“Tidak. Tak ada siapapun. Ada apa, kenapa kau menyusulku?”

Leeteuk mengeluarkan beberapa lembar uang dari sakunya. “Kenapa kau selalu menolak uang dariku, hm?” ucapnya dalam nada acuh, padahal Kibum tengah mengabaikannya. “Ini kan uang untuk obat Kyuhyun. Tak apa jika kau tak ingin, tapi kau harus menerimanya kali ini karena ini untuk Kyuhyun, mengerti?” ucapnya dan lalu menyelipkan lembaran uang itu pada jemari Kibum. Leeteuk tersenyum lembut. “Cepat kembali, Kyuhyun menunggu obatnya, dan hyung menunggumu untuk makan malam nanti..”

Kibum nampak luluh. Ia melipat uang di tangannya dengan rapih dan menyimpan itu disakunya. Ia mengangguk setelahnya. “Aku pergi..”

Ada nafas lega saat Leeteuk menatap punggung Kibum yang menjauh. Langkah Kibum begitu lambat, mengalun nampak seperti ringan di matanya. Tidak seperti biasanya, dimana Kibum akan nampak terburu-buru seperti ingin berlalu dari hadapannya begitu cepat. Mungkin Kibum sedikit berubah, maka tersenyumlah Leeteuk dibuatnya.

Hujan datang tiba-tiba. Mengapa? Padahal siang hari tadi begitu terik. Hujan itu sudah membasahi kota. Donghae hanya melamun di depan sebuah mini market. Ia memandangi hujan yang tak kunjung berhenti, sedangkan hari sudah mulai gelap. Dingin mulai menjelajahi tubuhnya.

Tak ada yang dapat Donghae lakukan selain menunggu hujan reda. Tak ada payung dan ia tak ingin membiarkan tubuhnya basah kuyup. Juga tak ada yang bisa ia minta bantuan karena ia sendiri sudah berjanji tidak akan menghubungi Heechul karena tak ingin mengganggunya, terlebih membuatnya cemas. Lagipula..

“Sepertinya hyung belum pulang..” ucapnya pada dirinya sendiri.

Beberapa menit menunggu, tibalah seseorang dengan agak tergesa-gesa. Donghae melirik dan menatap punggung sosok itu. Orang itu bukan pengunjung mini market di tempatnya berteduh, melainkan sama-sama berteduh. Bedanya, sosok itu lalu menepuk-nepuk jaketnya yang sedikit basah. Tapi tunggu..

“AH!” Donghae terperanjat seketika. “Kibum?”

Dia menoleh pada Donghae. Dia memang Kibum dengan satu kantong plastik kecil di tangannya.

“Kita bertemu lagi,” sorak Donghae. Ada kebahagiaan tersendiri saat kita menemukan orang yang kita kenal disaat genting, bukan? Dan Donghae tersenyum senang sambil mendekat ke arah Kibum. “Kau darimana?”

Kibum bungkam. Hanya dengusan pelan yang terlantun sebagai jawaban atas pertanyaan Donghae. Mungkin ia tak berharap bertemu dengan Donghae, apalagi anak itu masih mengenakan seragamnya.

Donghae semakin mendekat dan menyenggol lengan Kibum, membuat Kibum risih dibuatnya. “Apa yang kau lakukan?!” dengus Kibum tak suka.

“Ayolah.. kita sudah bertemu beberapa kali, seharusnya kita sudah menjadi teman!” oceh Donghae.

“Tidak!” dengus Kibum lalu menatap tak suka pada Donghae. “Menjauh dariku!” ketusnya.

“Kenapa? Kyuhyun mau berteman denganku, kenapa kau tidak? Apa karena sekolahku? Aku tidak tahu masalah apa yang terjadi di antara sekolah kita. Apa salah jika kita berteman, huh?”

Kibum hanya menampakan punggungnya pada Donghae. Ia enggan lagi berbicara lagi pada Donghae. Hujan semakin deras dilihatnya dan langitpun begitu mendung. Hanya dingin yang menemaninya beserta rutukan kecil Donghae yang sedikit dapat ia dengar, namun itupun tak mengusiknya.

Setiap menit dilalui dan Kibum semakin merasa kedinginan. Namun tiba-tiba ia berjengit kaget saat ada sensasi panas menyentuh kulit di pipinya. Ia melirik dan mendapati kepulan uap putih berbau kopi. Berasal dari sebuah cup dengan isi yang dapat ditebak, kopi yang tepat berada di depan wajahnya.

“Aku membeli ini. Ini untukmu..”

Kibum menghela nafas lelah. Donghaelah pelakunya. Anak itu menawarkan kopi padanya. Kopi hangat yang begitu semerbak harumnya dan menggoda dirinya yang tengah diserang dingin itu. Entah darimana, atau mungkin saja Donghae sempat masuk ke mini market itu dan membelinya.

Kibum nampak berfikir sedang Donghae sudah nampak kecewa. “Kau bahkan menolak ini? Hanya meminum kopi? Aku tak memberinya racun, sungguh. Aku bukan..”

“Berisik!” dengus Kibum, lalu dengan cepat ia meraih kopi di tangan Donghae dan meneguknya. Ia sudah peringatkan Donghae untuk diam, sedang solusi lainnya ia meminum kopi itu atau jika tidak berakhir dengan Donghae yang menangis mungkin?

Donghae nampak senang. Iapun punya kopi hangat yang lain di tangannya dan meminumnya begitu saja. Sedikit meniup saat kopinya terasa panas. Keduanya nampak larut dalam kebersamaan meski itu terjadi tanpa disengaja berhubung sikap Kibum yang sedemikian rupa.

Apa yang terjadi? Mereka tidak tahu. Semua berjalan dengan sendirinya..

Berselang satu jam namun hujan tak kunjung reda. Kibum nampak gelisah setelah ia sadar akan apa yang dibawanya. Obat yang Kyuhyun butuhkan dan Kyuhyun harus segera meminumnya.  Ia gelisah.

Begitupun Donghae yang nampak berkutat dengan ponselnya kemudian dan lalu berbicara. “Hujan deras hyung. Tapi aku baik-baik saja. Aku hanya akan menunggu hujannya reda, jangan hawatir. Aku di.. eoh? Hallo?! Aish! Baterainya habis!” decak Donghae karena ponselnya mati sebelum ia menyelesaikan katanya.

Kibum hanya melirik Donghae sekilas lalu beranjak masuk ke dalam mini market tanpa diketahui Donghae tentu saja. Sebuah payung dibelinya di dalam sana. Ia bahkan menghabiskan sisa uang yang dia punya untuknya. Mau bagaimana lagi? Sepertinya ia memang butuh barang tersebut.

Lain hal dengan Donghae yang pikirannya tak sepanjang Kibum. Ia terus mendecak gelisah sementara waktu semakin malam.

“Apa rumahmu jauh?”

Donghae terkejut saat di dengarnya suara berat Kibum terdengar. Ia menoleh dan memang benar, Kibum yang baru saja bertanya. “Hm! Cukup jauh dari sini..”

“Kau harus segera pulang..”

Donghae memicingkan matanya. “Bahkan kau mengusirku disaat seperti ini, huh? Tega sekali!” dengusnya. “Ini tempat umum tahu!”

Kibum nampak malas dengan ocehan Donghae. Ia lalu menyerahkan payung baru miliknya pada Donghae, membuat Donghae tertegun dibuatnya. “Kau pulang dengan bis? Jika begitu pulanglah sekarang, karena ini sudah malam..”

“Eoh?”

“Pakai saja!”

Perlahan Donghae mengambil payung yang ditawarkan Kibum. Ia sadar payung itu masihlah baru. “Kau? ini?”

“Tak usah banyak bertanya! Halte masihlah cukup jauh dari sini. Anggap saja ini untuk bayaran kopimu tadi..”

Donghae tersenyum. Ia menemukan sisi hangat dari seorang Kibum yang dingin sekarang. Ada nafas kelegaan dan juga rasa senang dibalik senyumnya. “Sampaikan salamku pada Kyuhyun ya. Terima kasih atas payungnya..”

“Hm!”

Donghae baru saja berada di bawah hujan bersama payungnya. Ia akan pergi, namun Kibum mengatakan sesuatu padanya, seperti memanggil namanya. “Ada apa?” tanyanya keras untuk menyamai suara hujan.

“Jangan gunakan seragam itu jika ingin bermain bersama Kyuhyun. Kau boleh datang ke rumahku. Terima kasih untuk kesediaanmu mengantar barang miliknya..”

OH! Donghae terperangah mendengar satu kalimat Kibum yang panjang. Ia kehilangan katanya. Benarkah orang yang ada di depannya itu Kibum yang beberapa waktu lalu, yang bahkan masih nampak tak bersahabat? Meski sekarangpun begitu. Masih tetap sama dinginnya, bahkan Kibum mengibaskan tangannya, memerintahkan pada Donghae untuk segera pulang.

Maka Donghae mengambil langkah riangnya. Ia begitu senang.

Kibum? Ia memutuskan untuk pergi dan melindungi tubuhnya dari hujan dengan jaket miliknya saja. Bagaimanapun ia harus segera memberikan obat itu pada Kyuhyun. Ataukah, ia tak ingin makan malamnya terlambat? Hmm. Perkembangan menarik dari dirinya.

Keduanya mengambil  langkah ke arah berbeda. Tak ada yang menyadari bahwa ada yang memperhatikan tiap gerik mereka. “Sepertinya ada penghianat di sekolah kita! Lihat saja besok!”

TBC

Opps! Maaf soal typo ya, maaf  banget. Heu. Waktunya agak sempit dan maaf juga tak bisa sebut nama kalian. :3 maaf juga update lama. 

Sengaja juga saya hadirkan member suju lain di FF ini. Anggaplah bintang tamu. Yesung? Udah. Sungmin? Udah. Sekarang Hyuk dan Won. gpapa ya? Pusing sama ceritanya? Saya akan benahi chapter depan, oke? Sampai bertemu lagi.🙂

48 thoughts on “-NOTHING BETTER [5]-

    kim haena elfish said:
    Januari 14, 2014 pukul 1:53 pm

    aahhh,,,, semakin penasaran <kihae ,wonhyukkkkk

    Sutiia Ningsih said:
    Januari 14, 2014 pukul 1:58 pm

    Sepertinya kibum mulai ehem sama hae xD Itu kapaan donghae ketemu sama leeteuk hyung nya >< udah gasabar pengen tau lanjutannya

    kurnia kim said:
    Januari 14, 2014 pukul 2:14 pm

    deg. kalimat yg mw tbc itu bwt q lgsung kepikiran kyu n bum. tp tu orang dr skolah bum atau hae ya?? entahlah.

    jujur q suka bgt ma karakter hae di sini. g tw kenapa. tp pas q coba bayangin di pikiran q, cocok bgt ma hae.

    asyik. dikit2 bum udh mulai hangat ma hae, tinggal nunggu waktu d chap slanjut’y bwt mreka jd akrab. hehehe. #maklum jiwa kihae sy bergejolak.

    yah koq hae blom ketemu ma teuk si?? q kan udh berharap pertemuan teuk ma hae. tp ya sudahlah. pasti ketemu.

    cepet d lanjut ne. semangat!!!😀

    Tsafa Fishy said:
    Januari 14, 2014 pukul 2:19 pm

    Akhirnya ada lanjutannya,,, tapi sampai sekarang donghae belum ketemu teuki lagi,, dan bagaimana nasib kibum itu pasti temen satu sekolahnya besoknya nyerang kibum karena dituduh penghianat… Lanjutannya jgn lama2 yah plissssss ^^

    dydy said:
    Januari 14, 2014 pukul 2:29 pm

    Wahhh… ternyata wali nya Kibum bukan Leeteuk yaa.. agak kecewa sih, tp ini nih yg bikin penasaran buat chapter depan. Kibum udah mulai akreb sama Hae, seneng deh liat nya..

    Itu siapa yg ngomong yaa.. temen Kibum apa temen Hae..

    Terus terus kapan Hae bakal ketemu sama Leeteuk dong?
    Chapter ini Kyu cuma kebagian peran dikit yee..

    Masalah typo mah manusiawi ko, kan gak ada manusia yg sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.

    Di tunggu yaa chapter selanjutnya.. Cemunguddhh🙂

    rini11888 said:
    Januari 14, 2014 pukul 2:30 pm

    Kibum mulai ndk terlalu dgn….moment kyu~nya krg chingu…..next chapt jgn lm2 y,1mgg skali gt(ber~puppy eyes).^_^ chingu…..FIGHTING

    LyELF said:
    Januari 14, 2014 pukul 2:51 pm

    hmmmm….
    Kibum merasa Teuk secara gak langsung jdi penyebab meninggalnya kedua org tua mereka ya…
    KiHae akur juga deh ahahaha tapi si snowi bakal dapet masalah ini. Kyu juga bisa dalam bahaya. Mereka kan satu kesatuan (?) wkwkwk
    pengen deh cepet2 liat pertemuan Hae ma Teuk ><
    kapankah Hae bakal ketemu sama Teuk, eonni?
    aku juga pengen liat moment HaeKyu nya :3
    di tnggu part selanjutnya. semoga bisa cepet ya xixixixi
    Fighting eonni ^-^)9

    arumfishy said:
    Januari 14, 2014 pukul 3:54 pm

    lanjutttt….
    ini kerennn..
    kufikir leeteuk yg bkl dteng??
    kpn donghae ktmu leeteuk

    jngn lm oen updatenya klo bisa bsok…hehe v

    Awaelfkyu13 said:
    Januari 14, 2014 pukul 11:27 pm

    .akhr’a update jg,,. Kyuhyun’a mana?? Bahkan dia tak mndpatkan dialog di chap.ini, apa kyu sdang ambil cuti?? Hehehe,.. Tp seneng bgd deh HaeBum moment’a,.. Hae bocah bgd, polos’a kbangetan, masa luka” bgitu mlah buat dia bangga,. Dan, trnyta dibalik skap dngin’a sma teuk begitu rupa’a,.. Kasian kibum,, puk.. Puk… Chap.dpan HaeKyu’a banyakin ya,, trus TeukBum’a jg,, ahaha.. Eeehh.. Siap tuuh yg terakhir muncul?? Dr skolah’a bum/hae ya?? Ditunggulaaah secepat’a chap.6,.. Hehehe semangaaaattt teteh!!!

    ik said:
    Januari 15, 2014 pukul 1:10 am

    akhirnya update juga ^.^ tiap hari tengak tengok ni page berharap ada update terbaru. .

    ga sabar nunggu next chapter🙂
    di tunggu updatenya ya ^.^

    lifelocked said:
    Januari 15, 2014 pukul 1:41 am

    unnnnniiiieeeee… Im dying while waiting for this chap unnniiee!! ERRRGGGHH *haenglish*

    liat updatean ini kya liat matahari terbit untuk pertma kali setelah badai salju /uhuk/

    chap ini bikin gregetaaannn… mau moment teukhae ny dong unniee~ mauuu ~~ pertmukan mreka unn!! ~ fighting tik nya!!❤❤❤

    Linda ★☆ said:
    Januari 15, 2014 pukul 2:53 am

    ahh update! ㅋㅋㅋ
    dan… entah knp dr awal sm muncul di kantor udh tau itu bakal dia u.u kk
    dan…. banyak part bumhae disini~
    itu terakhir dr sekolah….kibum sepertinya hmm
    next chapter~^^

    maya nurhikmah said:
    Januari 15, 2014 pukul 2:55 am

    asyikkk.. bum udh mali luluh ma hae.. peluk kihae..
    eonni kpan teukhae ktemu.y bkin greget palagi tdi pas hae udh d dpan rmah.y kyu, kirain teuk eh mlah bumbum.. fighting eonni..

    maya nurhikmah said:
    Januari 15, 2014 pukul 2:58 am

    kyaa.. akhir.y comment ku bsa msukkk…

    Rosya said:
    Januari 15, 2014 pukul 3:49 am

    kyaaaaa~
    unnie akhirnya update juga😀
    aku sudah lama menunggu. tp chap kali ini bikin gregetan banget, jd makin penasaran sama ceritanya..
    ditunggu kelanjutannya unnie🙂

    priscilialaurengyu said:
    Januari 15, 2014 pukul 3:53 am

    ouh gegara seragamnya kirain kenapa
    aish kyu semoga kamu gk kenapa kenapa u,u
    semangat ya chingu buat bikin lanjutannya🙂

    TeukHaeKyu said:
    Januari 15, 2014 pukul 4:31 am

    kapan ya si Hae ketemu Teuk?? T.T

    Cieee…. cikiwir sama Kibum XDDDD

    tapi itu siapa yang ngintip mereka hayooo… ckckck…

    ndah951231 said:
    Januari 15, 2014 pukul 4:55 am

    haduhhh, cepet banget habisnya😥
    tapi tak apaaaa, udah cukup puas kok dg yg ini >_o<
    semangat terus eonni :*~~
    love you~~

    ndah951231 said:
    Januari 15, 2014 pukul 4:56 am

    haduhhh, cepet banget habisnya😥
    tapi tak apaaaa, udah cukup puas kok dg yg ini >_o<
    semangat terus eonni :*~~
    love you~

    yetha said:
    Januari 15, 2014 pukul 6:37 am

    seru baca scene bagian Heechul dan Donghae, Heechul yg selalu mencak2 (?) Kalo ngomong dan Donghae yg slalu ngerengek, santai kalo nanggepin ucapan hyungnya😀
    Kayaknya ada yg sedikit luluh nih sama Donghae *colek Kibum😀. Waahh bahaya ini bahaya, itu siapa yg ngeliat HaeBum ? Emang susahnya ya kalo ada masalah antar sekolah, dikit2 berantem -_- .
    Ditunggu kelanjutannya yaa😉 semangat!!😀

    Fairytale said:
    Januari 15, 2014 pukul 7:34 am

    Chingu kayaknya update ff nya sebulan sekali ya? Kekekeke! Pdhl aku setiap ada ksmptn pasti mampir di akun ini.

    Seperti tebakanku. Yang ngejemput kibum pasti Sungmin. Ga seru klo baru chapter 5 tp TeukHae nya udah ketemu. Dan aku juga udah nebak klo ada sesuatu yg bikin Kibum gak suka ma Teukie. Kekekeke…! Kasian Teukie nya ngerasa dibenci gitu ma dongsaengnya sendiri.

    Kibum kyknya musti dikasih pelajaran nih. minimal bikin terjadi sesuatu ma Teuk trus Kibumnya panik dan ngerasa bersalah karena udah benci hyung nya. Hahahaha…..!

    Ditunggu kejutan berikutnya chingu….

    Ah, selalu suka ma ff chingu yang genre nya brothership ini terlebih ff chingu ada Teukie nya. Skrng ff yang ada teukie nya udah langka banget dan kalopun ada musti dilestarikan kyk ff ini

    Elfishyhae said:
    Januari 15, 2014 pukul 10:28 am

    Semakin seru. Semakin gk sbar nunggu nex chap. Deep affection nya boleh d lanjut dong eon. . .:-D

    nia na yesung said:
    Januari 15, 2014 pukul 10:31 am

    Heheheheheh ,,,, Ternyata Bukan Teukie Ya ????
    Jd Malu >/////<
    mn Pd bgt Lagi ngomong.a
    ih gak sabar bgt pengen liat hae ketemu sama teukie ,,
    sama si kyu aja dia lum ketemu lagi -_-
    tp seneng tuh setida'a Kibum Udah Mau sedikit deket sama Hae🙂
    oh iia yg terakhir itu yang udh mau tbc, dari sekolah.a kibum ya ????
    ih serem bgt mudah''an hae gak di apa''in ya .
    emmmmmm ,,,, saya tunggu kelanjutan.a aja ya🙂
    FIGTHING !!!!!^^

    kang yong ra said:
    Januari 15, 2014 pukul 11:41 am

    haaaaaah, aq kira yg dateng di kantor polisi leeteuk, ternyata bukan -_-
    kapan mreka ketemunya sehhhh hehehehhehe
    waaah kibum ato hae yg bakal dpet masalah tuuu ????

    Rahmawati_16 said:
    Januari 15, 2014 pukul 12:30 pm

    Kapan hae ama teukie hyung bisa bertemu kemabali eonnie?

    Semoga nanti kibum ngga digituin sama teman sekolahnya gara-gara bertemn dengan hae..

    Lanjutannya selalu ditunggu eonn🙂

    yolyol said:
    Januari 15, 2014 pukul 1:17 pm

    beuuh..kukira donghae bakalan jumpa dgn leeteuk.nyatanya ae blm rejeki ketemu leetuk.tp plg tdk donghae ktemu kibum n kyuhyun yg pastinya akan mepertemukannya dgn.leetuk.

    dan teenyata terkuak sdh penyebab hae diserang murid sekolahan bumkyu…dan siwon n unyuk yg jd dalangnya,benar tak? ckckckck…..

    dan sepertinya kibum pun trancan krn sdh menolong hae…aigoooooooo

    aigoooo lg,bibir heechul klh lantam dr kibum…wkwkwkwjwk…oh my snowy prince…ahhh..lanjuuuuuutt

    Diyah jung said:
    Januari 15, 2014 pukul 2:09 pm

    Aku pikir teukhae bisa ketemu,ternyata masih belum ya??
    Beuuhhh tbc’nya serem banget ^^
    jangan ada adegan kekerasan donk gkgkgkgk gak tega sama mereka ^^

    905re said:
    Januari 15, 2014 pukul 4:08 pm

    Sedih,,, sedih banget,,,, sedih liat TBC nya,,

    iamlala said:
    Januari 15, 2014 pukul 4:15 pm

    akhirnya updateeee🙂 keep update authornim🙂 chapter selanjutnya jangan lama lama yaa awkwk

    idaelfishy said:
    Januari 15, 2014 pukul 7:33 pm

    Haaah,,, akhirnya update jg,
    dri skolah mna yg ngliat mrka?
    Hemm, kpn teuki sm donghae bsa ktmu?
    Mkin penasaran,,,
    Next jngan lma2,^_^

    KimKeyNa said:
    Januari 16, 2014 pukul 9:50 am

    Aish,terlambat lagi saya,penasaran banget eon,ngapa jadi ngikut ngrasain hawa dingin mreka pas neduh,hahax,sama kayak aku lg kdngnan ujan deres bgt,oke kmbali ke topik,siapa itu yg dikatain penghianat,bum?hae,?penasaran eon,ngpa gg liat kyu di chap ini,hehe,ditunggu next chap secepetnya eon,,hehe

    dhiiniequeen said:
    Januari 16, 2014 pukul 10:00 am

    kirain hae bakal ketemu teuk di kantor polisi, tp kayanya bentar lagi mreka ktmu..
    updatenya lama banget say? hahaha

    ADS said:
    Januari 16, 2014 pukul 12:39 pm

    Woahhh akhirnya update juga thor hehe
    Aku kira dichap ini hae bakal ketemu teuk. Ternyata tidak, di chapter depan kah? Hehe update nya jangan lama lama ya thor kkk

    mtyendahs said:
    Januari 17, 2014 pukul 7:20 am

    Seneng. seneng banget kalo liat FF ini Update. Setiap hari lohh Saya kunjungin WP kamu berharap Nothing better Update next chap xD

    Kukira TeukHae bakal ketemu di chapter ini.. uhhh.. adegan kyu dikit ya disini, Banyakkin moment HaeKyu dong wkwk~ donghae emang polos banget yaa..wkwk~
    yg mergokin mereka itu dari sekolah nya Kibum atau Hae ?? Ahh penasaran, update jangan lama2 ya pisss.. Fighting!

    Chokyu said:
    Januari 17, 2014 pukul 11:28 am

    Wah akhirnya update^^

    leesooyoungelf said:
    Januari 17, 2014 pukul 12:49 pm

    kyaaa apa yg terjadi?
    kibum bakal diapain tuh?
    akhirny smua org takluk ma senyum donghae ya. emang ndak ada yg bisa nolak si ikan yg manis.

    auhaehae said:
    Januari 18, 2014 pukul 6:22 am

    aaahh penasaran ?? apakah ini jdi nya yaoi ?? atau brothership??
    penasaran penasaran

    keyjedottaembok said:
    Januari 18, 2014 pukul 3:07 pm

    akhirnyaaaa oh akhirnyaaa diupdate lagi setelah menunggu sebulanan(?) ;;—-;;
    aaah gemeeeesss kirain udah bakalan ketemu teukie ternyata belom ;—-;
    eonnniii banyakin peran kyu juga dooongs, tapi tetep bikin kyu tersiksa yaaaak! wkwk
    btw itu tbcnya juga bikin deg deg seeerrrr.
    kibum mulai bersikap baik sama donghae, tapi di sisi lain dia dikira pengkhianat sama temen2nyaTT
    huhuhuhu cepet diupdate eonni! banyaaaak yang nunggui :’)
    fighting neee! ^^

    Gihae Lee said:
    Januari 19, 2014 pukul 6:56 am

    kyaaaaaaa akhir ny …
    mian bru bisa coment di ch ini eonni… #bow
    pling ribut tpi coment pling akhir #plak

    cerita mu memang selalu ngetoopp eonni..
    kenapa sih di ff eonni kyu itu peran ny slalu sakit..? knp gx hae aja#smirk
    untuk cerita ini aku gemes eonni , kenapa teuk ma hae susah banget ketemu ny ..>.<
    cepet di pertemukan donk eonniiiiiiiii …..

    hwaiting !!!!! ayo lanjuuuttttt jgan lma-lama…

    smirkyu said:
    Januari 20, 2014 pukul 6:48 am

    halloooo aku reader baru disiniii🙂 waaahhh ini ff yang paling kece yg pernah aku bacaaaa, alur ceritanya bagus bangeett, aku minta per part boleh dipanjangin ceritanya ?? Thx🙂

    donghaeelfishynemo said:
    Januari 21, 2014 pukul 6:30 am

    Waw ff yg menarik bgt..daebak sagon chingu..permusuhan antar sekolah..jdi inget sekolahan sendiri..
    Ditunggu kelanjutanya scptnya..

    vicya merry said:
    Januari 22, 2014 pukul 5:02 pm

    jadi waktu kecelakaan itu ortu mereka mau ngunjungin leeteuk toh? karena itu kibum jadi dingin sama teuki, kasian juga kibum, aku takutnya nanti klo hae udah ketemu teuki dan kibum tahu alasan kenapa teuki gak pulang selama 2 bulan,kibum juga bakal benci sama hae,

    nunggu banget teuki ketemu sama hae, padahal berharap yang jadi walinya kibum adalah teuki ternyata malah sungmin

    di tunggu part selanjutnya

    ekha sparkyu said:
    Januari 22, 2014 pukul 10:59 pm

    wahhh jadi ini alasan sikap Kibum k’Leeteuk?
    aigooo
    dan alasan Kibum mslah seragam itu?
    hduhhh
    Kibum bkal kena msalah tuh.. dan Hae! kau terlalu plos! kkk
    ahh Hae gagal ktemu Leeteuk..dan
    eonni! KyuBum moment d’tambah lagi dong..hehe
    ch depan d’tunggu eonni
    Kepp writing^~

    Cece said:
    Januari 23, 2014 pukul 2:47 pm

    Kibum masih bersikap dingin sama leteeuk….
    Penasaran gmn nanti mrk jika saling brtemu leeteuk,kibum,dongahe sma kyu jg….
    Lnjutttttt

    casanova indah said:
    Januari 28, 2014 pukul 1:38 pm

    ahh.. knapa bukan leeteuk yg datang… Knapa harus diwakilin sungmin sih?? #demo
    Haruse kan Donghae dah ketemu ama Leeteuk, udah berharap banget mereka akan
    ketemu dikantor polisi je..
    Gemes banget ama Dongek, beruntung banget dia yg polos bisa berteman ama Siwon dan Hyuk
    sang penguasa sekolah, jadi ga ada yg berani ngebully dia..
    Kyaa.. akhir’a kibum luluh juga ama dongek, semoga aja dia bisa ketemu Kyuhyun lagi,
    syukur2 juga ketemu Leeteuk.. tapi.. siapa itu yg mergokin Kibum ama dongek?
    whuaa.. bakalan tambah problem lg nich mereka…

    Nelly Key Donghae said:
    Mei 2, 2014 pukul 8:28 am

    Sepertinya Es dikutub udah mulai mencair yaaa,,, #sentil Bum# wkwkwk😀
    gtu dong jangan galak2 ma ikan manis macam Hae,, aish,, tp kdg terharu juga ma Kibum,, ia sangat peduli dengan sodara kembarnya :’)
    aishhh,, kukira Hae bkal ketemu ma Leeteuk,, eh tp apakah Leeteuk bisa mngenali Hae ?? hmm ~

    ELFarida said:
    Agustus 20, 2014 pukul 1:21 pm

    Oh, jdi ini dendam antar skolah ?
    Keren eon ^^

    hyunchiki said:
    September 13, 2014 pukul 4:25 pm

    donghae yg baik tmenan ama berandalan, dan brandalan ntu si hyuk ma siwon, entah knpa ngakak aja kl siwon jdi berandalan, biasanya kan jdi anak alim..kkkkk…
    sbnrnya apaan sih sjrh 2 sklh ntu? knpa gak akur gtu?..
    trus yg trkhir yg merhatiin hae ma bum dri sklhnya bum ato hae sih, kyknya bkal ada adegan adu tonjos nih…hhheeee….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s