-NOTHING BETTER [6]-

Posted on

“Aku memiliki satu hyung. Hyung kami berdua, dan dia adalah hyung kebanggaanku. Dia baik sekali. Kupikir, tak ada hyung sebaik dia di dunia ini..”

[CHAPTER 6]

Kyuhyun hanya terduduk di sisi ranjangnya dengan bibir mengerucut. “Coba kau rasakan sendiri jika ke sekolah tapi tidak mandi! Aku ingin mandi hyung!” ketusnya. Manik mata Kyuhyun menatap sebal ke arah Leeteuk yang tengah melipat selimut miliknya sambil tertawa geli.

“Sehari lagi saja, Kyuhyunie. Aku tak mau kau sakit lagi..”

“Aku sudah sembuh! Air hangat saja, ya?” pintanya dalam sebuah rengekan kecil.

“Sudah tidak ada waktu!”

Kyuhyun melirik ke arah Kibum yang tengah berkutat dengan tulisannya. “Kalian sama saja,” keluhnya sambil menundukan wajahnya. “Kalian membuatku terlihat lemah dan menyedihkan!”

Leeteuk menyimpan selimut yang telah dilipatnya di ujung ranjang. Ia menghampiri Kyuhyun dan mengelus rambut ikal Kyuhyun. “Kami tidak begitu. Kenapa kau bicara seperti itu, hm?”

Kyuhyun mendongak, menunjukan wajah sedihnya pada Leeteuk. “Aku sudah 17 tahun! Aku sudah besar. Kenapa melipat selimut saja harus dibantu? Mengapa tak membiarkan aku mengerjakan tugasku sendirian?” adunya dalam nada manja.

Ada suara cukup keras setelahnya. Itu adalah Kibum yang telah selesai dengan tugas Kyuhyun yang dikerjakan olehnya. Wajahnya nampak acuh dan bahkan tak melirik sedikitpun pada Kyuhyun yang tengah bersedih. Ia sibuk merapihkan alat tulis dan memasukan semuanya ke dalam tas, mungkin milik Kyuhyun.

Leeteuk membawa Kyuhyun ke dalam pelukannya. Membuat kepala Kyuhyun bersandar manja di bahunya. “Karena kau sedang sakit. Biasanya kau merapihkan tempat tidurmu sendiri, kan?”

Kibum mendengus sebal. Ia bangkit sambil membawa dua tas. Miliknya dan milik Kyuhyun. “Kau berlebihan, Kyu! Baru kali ini kan aku membantumu mengerjakan tugas? Tsk..” katanya dan ia segera menghilang di balik pintu.

“Kau lihat hyung? Dia begitu menyebalkan! Apa dia saudara kita?” gumam Kyuhyun dan Leeteuk terkikik geli dibuatnya.

Hari kedua dan Donghae merasa bahagia karena terbebas dari pengawasan Heechul. Ia merasa lepas. “Selamat pagi!” ucapnya setengah berteriak pada seorang penjaga sekolah yang lalu tersenyum ramah padanya. Donghae memang terkenal dengan sikap ramahnya dimanapun ia berada. Kabarnya tak ada satu orangpun di sekolah yang tak mengenali dirinya.

“Sudah baikan?”

Datang Siwon dan membuntuti Donghae dengan motornya. Donghae sedikit terkejut. “Eoh! Kau membuatu terkejut Siwon-ah!” pekiknya.

Siwon menghentikan motornya dan mengamati Donghae dengan seksama. Bekas membiru di wajah Donghae sedikit memudar. “Kau sembuh dengan cepat rupanya,” komentarnya.

“Lalu?”

Siwon tersenyum. “Tidak apa-apa. Aku hanya senang..” cengirnya sambil mengacak rambut Donghae.

“Hya! Berhenti merusak rambutku! Berhenti menganggapku anak kecil!” marah Donghae, namun Siwon sudah melaju kembali dengan motornya menuju parkiran sekolah. “Teman-temanku tidak waras rupanya!” decaknya. Tak lama kemudian, ada seseorang yang menyenggol tubuhnya. Donghae berbalik, dan..

“SELAMAT PAGI DONGHAE-YA!”

Donghae terkejut luar biasa sambil menutup telinganya rapat-rapat, karena Lee Hyukjae yang baru saja berteriak tepat di telinganya. Sepertinya benar apa yang dikatakannya baru saja. Temannya, tak ada yang waras satupun. Ckck..

“KENAPA BERTERIAK!” amuk Donghae.

Eunhyuk hanya tersenyum tanpa ada rasa bersalah. Ia lalu merangkul Donghae dan mengiringi perjalanan Donghae menuju kelas mereka padahal Donghae masih menggerutu marah. “Dengar, Hae. Tidak baik marah di pagi yang cerah..”

“Terserahmu saja, Eunhyuk pabbo!”

“Eh? Yang bodoh adalah orang yang membawa payung padahal hari sedang cerah!” balas  Eunhyuk sambil mengerling.

Donghae menyentuh sisi tasnya, dimana memang ada payung disana. “Semalam hujan tahu!” balas Donghae. Ia memutar matanya sebal meski tak menolak rangkulan sahabatnya itu di bahunya.

“Hujannya kan semalam, kenapa bawa payungnya sekarang? Itu lebih bodoh lagi..” Eunhyuk tertawa jahil.

“Hentikan!” decak Donghae sambil menyikut perut Eunhyuk. “Mulutmu memang paling bagus jika sedang mengusili orang, Hyuk! Rasanya aku ingin menampar wajahmu sekarang!”

“Ouch!”

Eunhyuk bertingkah. Ia memegangi pipinya seolah Donghae benar-benar menamparnya. Ia berjalan sempoyongan, lalu menghampiri Siwon yang telah menunggu di ujung lorong menuju tangga. “Siwon-ah, aku dipukul Donghae!” raungnya dalam tawa tertahan.

Donghae mendengus sebal, menyimpan ekspresi ‘kulempar kalian pakai sepatuku!’ karena ia seperti hendak melepas sepatunya sendiri. Ia sedikit mendongak menatap dua kawannya yang tengah menaiki tangga sambil tertawa, mentertawakan dirinya.

“Kenapa tidak naik Donghae-ya? Ingin kugendong, hm?” goda Siwon dari atas sana.

Berulang kali Donghae menghela nafasnya dalam. Ia kesal, tapi tidak berarti marah. Di tangga pertama ia terdiam. Diam sambil menatap punggung dua kawannya yang hendak menghilang di lantai selanjutnya. Ada nafas kelegaan, berhembus bersama binar mata Donghae dan juga senyum kecilnya. “Kalian temanku, huh?” bisik Donghae.

Benar. Ada Heechul hyung.. Ada Siwon. Ada Eunhyuk. Semua teman-teman. Kyuhyun juga, Kibum mungkin? Semua terasa baik-baik saja sekarang..

Terus saja Donghae melantunkan kalimat kehidupannya. Begitu bahagia. Terdengar manis. Kedua mata ia tutup. Senyuman terkembang kala hangatnya mentari menyerap lewat jendela di sisinya dan sebagian hangat itu menyentuh kulitnya. Ia topang dagunya di atas kedua telapak tangannya. Dia begitu manis meski terkadang..

Plak!

Ia layangkan bukunya pada satu wajah yang begitu dekat dengannya, dan Donghae tau yang baru saja ia pukul itu adalah seseorang yang ingin mengganggunya. “Jangan menyebalkan ketika suasana hatiku sedang baik, Lee Hyukjae!”

Yeah.. terkadang mereka menyebalkan dan Donghae menjadi sedikit jahat..

Kibum tertegun mendapati sepasang tangan yang mencengkram erat kerah kemeja seragamnya. Keningnya mengerut dan ia mencoba menatap dengan ujung matanya.

“Kuharap kau ingat mengenai janji kita semua. Jangan pernah menyentuh apapun yang berhubungan dengan sekolah brengsek itu! Se-di-kit-pun!”

Sungguh jelas kalimat itu mengalir di pendengarannya. Kibum, dia paham benar apa maksud kalimat itu, karena “aku tahu aku begitu terikat erat dengan aturan itu. Kau pikir aku bodoh dan akan membahayakan hidupku sendiri, hn?”

Cengkraman erat di leher Kibum mengendur. “Bagus. Kau ingat kami bisa melakukan apapun padanya jika..”

Sret!

Kibum berubah. Matanya menajam, serta cengkraman erat kini ia yang berikan. “Mustahil! Kyuhyun siswa disini. Aku tahu kalian akan selalu melindungi bagian dari sekolah ini, kan?!” tegasnya, namun sayang nadanya terlihat ketakutan.

“Tergantung.. tergantung pada dirimu, Kibum! Kami percaya padamu. Oh! Seharusnya naluri jiwa kembarmu hidup sekarang..”

“Huh?”

“Hanya peringatan kecil saja..”

Kibum menelan ludahnya dengan susah payah. Berikut satu usapan lembut nan mengerikan di pundaknya, oleh jemari ‘dia’ yang baru saja memberikan sebuah ancaman pada Kibum. Kibum bergetar ketakutan. Maka setelah ia sendiri di atap tersebut ia tersadar. ‘Kemana Kyuhyun?!’

Diliriknya jam di tangannya, dan iapun baru tersadar bahwa pertemuan beberapa waktu lalu telah menyita banyak waktunya. 20 menit telah lewat dari bel pulang sekolah..

Kibum panik dan menyambar ponsel di saku celananya. Panggilan tersambung namun Kyuhyun tak menyahutnya. “Shit!” umpat Kibum. “Jangan bodoh, Kyu!” geramnya sambil berlari menuruni tangga, berharap Kyuhyun masih berdiri di parkiran seperti biasa untuk menunggunya..

“Dia bilang dia akan ada sedikit urusan jadi kau pulang saja sendiri..”

Kyuhyun terpaku. Matanya tak lepas dari teman yang baru saja memberinya kabar menarik. Lebih tepatnya Kyuhyun merasa heran sambil menggoyangkan sepedahnya. “Apa dia berkata aku boleh membawa pulang sepedah kami?” tanyanya.

“O- oh! Tentu saja. Kami akan mengantar Kibum pulang nanti..”

Kyuhyun tersenyum kegirangan. “Wah! Jarang sekali, kan? Ini bahkan untuk pertama kalinya ia membiarkan aku pulang sendirian!” celoteh Kyuhyun. Ia bergegas menaiki sepedahnya dengan riang. Tanpa ada sedikitpun curiga. Tanpa ada sedikitpun takut. Tanpa ada keraguan..

Kendaraan beroda dua itu terus melaju pelan menantang angin, seirama dengan bunyi siulan Kyuhyun, bernadakan lagu-lagu yang merdu. Angin-angin langsung menerpa helaian rambutnya dan itu terasa menyejukan. Kyuhyun tersenyum lepas. Ia mulai mengayuh dan mengayuh, hingga tiba-tiba ia teringat..

“Aku tak akan pernah membiarkanmu pulang sendiri..”

Kening Kyuhyun menjadi mengerut. Bukankah terasa ganjal? Ini baru pertama kali. Ia banyak berfikir, lalu? Jalan menurun seolah menjawab semuanya. Jantung Kyuhyun berdebar hebat disaat ia tak mampu mengendalikan sepedahnya dalam kecepatan itu. “Ya Tuhan!” jeritnya panik.

Tak ada rem!

Kyuhyun bergumam panik tiada henti. Sepedahnya melaju kencang sekali. Arahpun mulai terabaikan karena tangan Kyuhyun gemetaran. Beruntung jalan yang dilaluinya bukanlah jalan raya yang besar sehingga tak ada kendaraan mesin yang berlalu-lalang. Namun tetap saja..

Brugh..

Rasa panik membuat Kyuhyun melempar sepedanya ke sisi rerumputan dan akhirnya menjatuhkan dirinya sendiri. Ia terkapar bersama sepeda yang salah satu rodanya masih berputar. Hening.. tak ada siapapun. Hanya suara nafas berat Kyuhyun yang terdengar.

“Kibumie..”

Kyuhyun hanya bisa berucap lirih sambil menatap langit yang nampak cerah. Panas menyengat membuat Kyuhyun tak kuat untuk berlama-lama menatapnya. Ia sedikit menggerakan tubuhnya, merubah posisinya agar menyamping saja. Hembusan nafasnya masih terdengar kasar dan ia lalu merintih..

Asmanya kambuh. Oh, Kyuhyun panik dengan sendirinya. Sangat sulit baginya untuk menarik sekali nafas saja. Matanya bergerak mencari, entah mencari apa, dan tubuhnya sulit ia gerakan. “Kibum..” lirihnya memanggil. Hanya suara cicitan burung yang menjawab. Kyuhyun merasa kesal dan akhirnya menangis. “KIBUM!” isaknya..

Deg.. Deg.. Deg..

Kibum merasakan debar jantung yang tak biasanya. Debaran yang sungguh menyiksa seolah-olah ada yang menarik jantungnya. “Dimana..” risaunya saat telah tiba di parkiran dan tak mendapati Kyuhyun ataupun sepedanya. Tangannya mengepal dan raut wajahnya mengeras.

Mulutnya terkatup rapat menahan umpatan-umpatan yang tak seharusnya diucapkan. Lagipula pada siapa jika ia harus mengumpat?! Akan lebih bagus jika ia segera menyusul Kyuhyun. Ia lalu berlari tanpa menghiraukan apapun.

Kibum berlari membabi buta di jalan yang biasa ia lewati jika akan pulang seperti biasanya. Hingga satu tikungan, jalan lurus melewati toko-toko jajanan kecil, Kyuhyun belum jua ia temukan. Hingga saat matanya menangkap sosok-sosok berseragam seperti miliknya, Kibum segera menerjang mereka. “Apa yang kalian lakukan pada Kyuhyun? Dimana dia?!”

“Aku ingin pulang! Awas!”

Donghae merengek saat acara pulangnya diganggu Siwon tanpa alasan. “Heechul hyung berpesan padaku agar mengantarmu pulang dengan selamat, Hae. Ayolah..” tutur Siwon serius. “Lagipula terlalu rawan jika kau pulang sendiran. Wajahmu dikenal oleh mereka, aku yakin! Mereka tak akan melepasmu begitu saja..”

“Tapi aku tidak bersalah Siwon-ah!”

“Kau ingat Heechul hyung melaporkan salah satu dari mereka ke kantor polisi kemarin? Kau tak sadar akan sebuah pembalasan?”

“Kibum bukanlah salah satu dari mereka!”

Siwon mengernyit. “Kau bahkan sudah mengenal namanya?” selidiknya. Ia segera mencengkram lengan Donghae. “Jangan menemui dia lagi ataupun saudaranya. Itu berbahaya! Kau dalam bahaya!”

Donghae segera menepis tangan Siwon. “Jangan berlebihan Choi Siwon! Ini bukanlah film! Berhen..” ucapan Donghae berhenti kala melihat Siwon menatapnya tajam. Donghae menciut takut.

“Ini bukanlah masalah kecil, aku bersumpah!”

“Ba, baiklah. Aku pulang, tapi tak usah tunjukan wajah seperti itu! Aku membencinya!” omel Donghae.

Siwon menghela nafasnya. “Maaf jika aku terlalu kasar. Aku hanya hawatir terjadi apa-apa padamu..”

“Menggelikan!” ejek Donghae dan berjalan satu langkah di depan Siwon. Ia tak banyak berkata lagi. Ia nampak malas. “Dimana Eunhyuk? Aku tidak melihatnya.”

“Dia ada urusan dan pulang lebih dulu. Kau sedang melamun saat dia berpamitan tadi..”

“Oh..”

Keduanya tiba di parkiran, dan siwon sedang memakai helmnya saat ponselnya berdering. Ia sedikit kesulitan hingga dibantu Donghae untuk mengangkat panggilan tersebut. Lagipula “itu Eunhyuk,” ucap Siwon saat Donghae akan mengabaikan panggilan itu. Dan Donghae mengangkatnya.

Kata sapaan belum terlontar seutuhnya karena di seberang sana Eunhyuk berujar panik. Donghae mencoba mencerna apa yang Eunhyuk katakan, di samping, Siwon pun bertanya-tanya padanya mengenai apa yang dikatakan Eunhyuk. Hening sebentar. Donghae diam. Satu tarikan nafas dan tangannya nampak bergetar.

“Eunhyuk pabbo! Kau menemukan siswa sekarat dan bertanya pada Siwon untuk menolongnya atau jangan hanya karena dia dari sekolah musuh kalian, huh?”

Di seberang sana Eunhyuk nampak sewot karena ia tidak tahu yang mengangkat panggilannya adalah Donghae bukan Siwon. “Tunggu apa lagi? BAWA DIA KE RUMAH SAKIT SEGERA!” teriak Donghae kalang kabut. “Awas jika kau mengabaikannya, kita bukan teman lagi!”

Pip.

Sambunganpun terputus menyisakan Donghae yang menghela dalam nafasnya. “Ada apa, Hae?” tanya Siwon.

“Kalian?!” desis Donghae. “Apa kalian sering seperti itu? Seberapa besar permusuhan kalian dengan sekolah itu, huh? Apa kalian ingin menjadi pembunuh?” racau Donghae, dan ia sempat memukul kepala Siwon karena geram.

“Sebenarnya ada apa?” tanya Siwon dan Donghae menggeram marah. “Diam dan turuti saja apa kataku!”

Dengan lemas Kibum menuntun sepedahnya yang telah rusak. Matanya sesekali menerawang keadaan sekelilingnya, berharap menemukan Kyuhyun. Padahal tas Kyuhyunpun Kibum temukan tak jauh dari sepedanya. Lalu dimana Kyuhyun? Kibum tidak tahu, dan kini ia merasa sangat cemas. Kemana lagi ia harus mencari Kyuhyun?

Kibum ingin menangis sebenarnya. Merasakan rasa berdesir di dadanya, sebenarnya ia sudah dapat memastikan bahwa saat ini sedang terjadi sesuatu pada Kyuhyun. “Ini salahku, kan?” gumamnya hingga akhirnya menangis.

“Terima kasih. Kita satu sekolah, kan? Aku akan mengganti uangnya nanti, dan biarkan aku mengetahui nomor ponselmu. Kita akan bertemu di sekolah nanti..”

“Tenang saja. Kami senang membantu warga sekolah kami sendiri. Kau tidak usah sungkan, Ki.. Kibum? Namamu Kibum? Hm.. Kurasa kau cukup tangguh untuk bergabung bersama kami, kau mau kan?”

“Untuk apa?”

“Untuk melindungi sekolah kita. Kami membutuhkan orang sepertimu, Kibum. Anggaplah kau menjaga saudaramu sendiri. Sama saja, bukan? Kau mau?”

“Ya. Aku mau..”

“Bagus! Kau hanya harus menuruti sedikit peraturan..”

Kibum mengusap kasar air mata di wajahnya. Ada penyesalan dari isak tangisnya kali ini. Ia tahu apa yang terjadi kini. Dengan jelas ia tahu bahwa apapun yang sedang menimpa Kyuhyun adalah sebuah kesengajaan, bukan karena kecelakaan. Ia tengah menganggap bahwa semua ini adalah karena ulahnya sendiri. ‘Seharusnya aku menghubungi hyung malam itu. Seharusnya aku tak egois untuk memaksakan membawa Kyuhyun ke rumah sakit dengan uang pinjaman itu!’ gumamnya. Ia ingat bagaimana semua ini berawal..

“Kenapa kau selalu menolak uang pemberian dari hyung?”

Itulah dirinya. Itulah salah satu dari dirinya, yang kini tengah ia sesali di tiap langkah beratnya. Ia menyimpan sepedahnya lalu terduduk diam di atas rumput tepat di bawah pepohonan. “Kyuhyun, kau dimana bodoh?!” rutuknya. Perlahan tangannya meraih ponselnya dan mencoba mengubungi siapapun yang bisa ia mintai bantuan, mungkin..

“KENAPA KE KLINIK?”

Eunhyuk hanya meringis mendengar teriakan Donghae padanya. Ia melihat Donghae yang menghentakan kakinya kesal semenjak anak itu datang bersama Siwon. “Tenanglah, Hae. Dia baik-baik saja..”

“Yang benar?!” selidik Donghae dengan mata memicing.

Eunhyuk menatap Siwon yang nampak sama, menaruh selidik penasaran. “Sepertinya ia terjatuh dari sepedahnya. Tak ada pendarahan berlebihan selain luka di lutut dan siku kanannya. Hanya saja, sepertinya dia memiliki asma. Kulihat dia kesulitan bernafas tadi, dan..” cerita Eunhyuk terhenti saat ia menatap Donghae yang tiada henti menatapnya dengan cara yang menurutnya menyebalkan.

“Dan berhenti menatapku seperti itu! Aku tidak melukainya, Donghae!”

Hanya tanggapan acuh yang Donghae berikan. “Kau sudah menghubungi keluarganya, Hyuk?”

“Belum. Aku tak tahu harus menghubungi siapa. Aku tak sempat membawa tasnya tadi..”

Donghae mengacuhkan Eunhyuk dan memasuki satu-satunya ruangan yang Donghae fikir, adalah tempat pemeriksaan di klinik kecil tersebut. Tak ia pedulikan saat dimana Siwon dan Eunhyuk berbisik-bisik seperti merundingkan sesuatu yang tidak penting baginya. “Aku akan me..”

Tepat saat Donghae akan menyentuh gagang pintu, pintu itu terbuka menampakan satu wajah berkulit pucat. Mata Donghae melihat sedang otaknya mencerna, menghafal, mengingat hingga akhirnya bibirnya mengucapkan jawabannya sendiri. “Kyuhyun?!” tanyanya terkejut. “Jadi yang terluka itu kau? Kau baik-baik saja sekarang?”

Leeteuk setengah berlari menghampiri sosok Kibum yang dihafalnya. Kibum yang tengah terduduk di teras sebuah toko dalam penampilan yang cukup kacau. Ia juga melihat sepedah milik dongsaengnya tersebut dan itupun tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ia semakin berdebar saat menyadari bahwa Kyuhyun tidak bersama Kibum adalah benar adanya.

Sang hyung mencoba menyimpan cemasnya. Ia hampiri Kibum, berjongkok hingga jemarinya dengan lembut mengusap helaian rambut hitam Kibum. “Sudah kau temukan?” tanyanya setenang mungkin.

Kibum segera mendongak setelah merasakan sentuhan lembut dan juga mendengar suara itu. Retinanya menangkap keberadaan Leeteuk dengan baik. Namun terpaksa sebuah gelengan ia berikan atas pertanyaan Leeteuk. “Aku tak bisa menemukannya, hyung..” bisiknya dalam suara bergetar. “Maafkan aku..”

Leeteuk tersenyum sambil mengusap lengan Kibum perlahan. “Tidak apa, kita cari dia bersama, hm?” tuturnya sambil melingkarkan sebuah jaket di tubuh Kibum.

“Maafkan aku, maaf..”

Untuk pertama kalinya Leeteuk melihat sisi rapuh dari diri Kibum, dan itu adalah karena Kyuhyun. Ada penyesalan dan rasa takut yang begitu dalam yang kini dapat Leeteuk lihat dari dalam diri Kibum. “Hyung tahu kau cemas. Tapi, hyung rasa sebaiknya kau pulang saja, biar hyung yang mencarinya..”

“Tidak!” tolak Kibum dengan tegas. “Bagaimana aku bisa pulang sedang Kyuhyun belum ditemukan?!”

Satu helaan nafas. Leeteuk memandang Kibum. “Jika begitu tenangkan dirimu, dan kita akan mencarinya bersama-sama..”

Kibum mencoba untuk patuh. Ia memakai jaket yang dibawa Leeteuk dengan benar. Ia benahi dirinya dan bahkan, membiarkan Leeteuk membawa tasnya dan juga tas Kyuhyun. Hari berlalu begitu cepat dan Kibum baru saja menyadari bahwa langit sudah kehilangan sebagian cahayanya. Ia semakin resah, meski itu sedikit terobati karena kehadiran Leeteuk.

Kyuhyun menarik dua sudut bibirnya agar tersenyum. Matanya tak lepas dari Donghae yang terus saja mengomel padanya. Seperti mulut itu akan terasa gatal jika berhenti bicara sedetik saja.

“Kenapa kau bandel, Kyu? Padahal lebih baik jika kita ke rumah sakit! Lihat wajahmu pucat begitu!” omel Donghae sambil tak henti berjalan mondar mandir di depan Kyuhyun, dan menampakan wajah kesal bercampur resah. “Kenapa kau memaksa ingin pulang, dan itupun pulang sendirian? Tak mengijinkanku mengantarmu, bahkan tak ingin kupanggilkan taksi..”

“Tidak apa, hyung..” balas Kyuhyun dengan suara lemahnya. Bibirnya bahkan nampak kaku mengering.

Donghae duduk dengan kasar di samping Kyuhyun. Keduanya sedang menghuni tempat pemberhentian bis sekarang. “Aku benci padamu,” kesal Donghae. “Kau keras kepala!” marahnya.

Tapi Kyuhyun nampak mengulum senyumnya. “Kenapa masih disini menemaniku jika kau benci padaku, hyung?”

“Itu bukan benci yang sebenarnya, Kyuhyun! Kau harus pintar sedikit!” cibir Donghae. “Sebenarnya apa yang kau harapkan dengan pulang ke rumah, hm? Di rumah sakit ada dokter yang bisa mengobatimu..”

Lagi, Kyuhyun tersenyum. “Rumah lebih baik, hyung. Kau harus percaya padaku..”

“Kenapa?”

“Aku hanya butuh hyungku. Rumah terasa lebih baik karena ada dia disana..”

Donghae melirik Kyuhyun. “Hyung? Maksudmu Kibum?”

Kyuhyun menggeleng. “Mungkin keberadaan Kibum juga benar. Tapi aku memiliki hyung yang lain.”

“Oh, ya? Aku tidak tahu,” komentar Donghae kemudian. Ia duduk untuk lebih dekat ke arah Kyuhyun. “Kupikir hanya Kibum saudaramu..”

Gelengan pelan Kyuhyun berikan. “Aku memiliki satu hyung. Hyung kami berdua, dan dia adalah hyung kebanggaanku. Dia baik sekali hyung. Kupikir, tak ada hyung sebaik dia di dunia ini..”

“Lalu bagaimana dengan Kibum?”

“Kibum? Dia saudara kembarku! Dia bukan hyungku dan dia sangat menyebalkan!” adu Kyuhyun.

“Tapi pasti ada yang lahir lebih dulu, kan?” Donghae bertanya akan rasa penasarannya yang begitu besar.

“Ya, dia Kibum..”

“Berarti Kibum hyungmu juga, Kyuhyunie!” seru Donghae. “Meski kalian tidak mirip. Tidak juga sama. Maksudku, Kibum benar-benar berbeda denganmu. Maaf.. tapi menurutku dia agak..”

“Dingin? Galak?” tebak Kyuhyun, mengundang satu anggukan dari Donghae. “Itu benar. Tapi yang kurasakan adalah, dia begitu melindungiku..” tuturnya.

Donghae nampak menghela nafasnya sambil memandang langit yang menggelap sudah. “Kau beruntung sekali memiliki saudara yang begitu menyayangimu..”

“Kau tidak punya saudara, hyung?”

Donghae tersenyum. “Lupakan!” ucapnya lalu bangkit dan melihat ke arah kirinya. “Kenapa mereka belum kembali? Kau baik-baik saja kan, Kyu? Dua bocah itu, membeli minum saja lama sekali!”

“Lucu sekali melihatmu begitu seenaknya pada mereka. Mereka teman baikmu, ya?”

Donghae menganggukan kepalanya dengan semangat. “Tapi mereka sama seperti arti Kibum untukmu, menyebalkan!” cibirnya, lalu ia tunjukan sederet gigi putihnya pada Kyuhyun, tersenyum riang.

Hingga saat dimana suhu menjadi semakin dingin, Kyuhyun mulai kembali menggigil. Wajahnya memucat dan ia nampak bernafas berat. Perlahan ia memejamkan kedua matanya.

“Ya Tuhan, Kyu! Kau baik-baik saja?” kaget Donghae. “Bagaimana ini..”

Donghae semakin panik, dan lalu ia menemukan Eunhyuk dan Siwon dari kejauhan, dan mereka nampak bergurau dengan satu botol air mineral di tangan Siwon. Donghae menggertakan giginya. “Sengaja berlama-lama, huh?” desisnya. Ia melirik Kyuhyun. “Tunggu sebentar, Kyu. Aku akan segera kembali dan memanggil taksi.”

Secepat kilat Donghae menghampiri Eunhyuk dan Siwon. “Kenapa bermain-main! Kami menunggu kalian, bodoh!”

Masih di tempat yang sama, di tempat Kyuhyun yang akhirnya terbaring di kursi karena rasa lemas yang menderanya. Matanya terpejam erat sambil sesekali ia bernafas walau itu berat untuknya. Di saat itulah, lantunan akan namanya terdengar dari sisi lain. Suara yang begitu ingin Kyuhyun dengar.

Hyungie..”

“Astaga, Kyu! Kenapa kau bisa ada disini, hm?”

Leeteuk, dia datang. Setelah mencari berjam-jam hari itu, akhirnya ia menemukan Kyuhyun sedang tertidur di sebuah kursi di tempat pemberhentian bis. “Kau baik-baik saja?” tanya Leeteuk hawatir. Ia meraba wajah Kyuhyun yang terasa dingin. Secepat kilat Leeteuk melepas jaketnya dan menyelimuti Kyuhyun.

Ada nafas Kyuhyun yang dapat Leeteuk dengar, dan nafas Kyuhyun itu nampak payah. “Oh Tuhan, Kyu!” lirih Leeteuk. Ia langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Diusapnya punggung Kyuhyun. Kyuhyun sudah kehilangan fokusnya. “Kita ke rumah sakit, ne?” panik Leeteuk.

Sang hyung sempat menengok ke arah kanan dan kiri untuk menemukan Kibum, karena tadi mereka berpencar dan memang berencana untuk bertemu di titik tersebut, dimana Leeteuk dan Kyuhyun berada kini. Tapi Kibum tak ada, sedang Kyuhyun sudah lemas dalam gendongannya membuat Leeteuk cemas.

Maka segera Leeteuk mencari sebuah taksi, tak memperhatikan Kibum yang akan segera tiba jika saja tidak ada gangguan dari seorang Donghae.

“Kibum! Kibum tunggu sebentar!”

Kibum berdecak sebal dan menghentikan langkahnya. “Kenapa? Aku sedang..”

“Aku tahu kau sedang mencari Kyuhyun!” sela Donghae, tak menghiraukan tatapan tak suka Siwon dan Eunhyuk terhadap Kibum. “Aku tahu Kyuhyun dimana!”

“Huh?”

Donghae sedikit menghela nafas lega. Ia senang karena berhasil membuat Kibum mau mendengarnya. “Temanku menemukan Kyuhyun terjatuh dari sepedah tadi siang,” Donghae mulai mengatakan apa yang terjadi. “Dia membawa Kyuhyun ke klinik tak jauh dari sini, dan aku menemukannya. Maaf karena aku tak tahu harus menghubungimu kemana. Tadi itu Kyu..”

“Katakan saja dia dimana sekarang!” kecam Kibum, terdengar tak sopan dan sedikit membuat Eunhyuk tak ingin diam di tempatnya, dan akan segera menerjang seorang Kibum yang menjengkelkan jika saja tidak ditahan Siwon.

“Dia ada di..”

Donghae menoleh dan menunjuk tempat dimana Kyuhyun berada. Bahkan tempat tersebut masih dapat terlihat dari tempat mereka berada. Donghae memang menunjukan tempat yang benar, namun sayang kalimatnya tidak usai. Kenapa? Karena mata Donghae sibuk memandang Kyuhyun dalam gendongan seseorang.

Sedang Kibum tersadar dan segera berlari dan menyebrang untuk menghampiri Kyuhyun yang sudah berada di tangan hyungnya sendiri.

Kening Donghae mengernyit. Matanya tak lepas dari sosok itu dan ia mencoba untuk memantapkan penglihatannya, mengasah perasaannya akan siapa sosok itu. Perlahan kakinya melangkah. “Hyung..” bisiknya tak percaya.

Kyuhyun bersama ‘dia’ yang Donghae panggil. Kibum yang menghampiri mereka, dengan sebuah taksi telah terparkir. Donghae tak mampu lagi mendengar apapun. Rasa senang begitu menguasai dirinya. Cairan bening telah berkumpul di kedua matanya, buah dari rasa haru dan ketidakpercayaan yang begitu dalam.

“Hae..” panggil Siwon, merasakan keanehan dari gerik Donghae. Eunhyuk lebih tidak tahu dan memilih diam.

Memang aneh. Donghae menapaki jalanan dalam ketidaksadarannya. Terlebih disaat mereka telah masuk ke dalam taksi, Donghae terperanjat. “Jangan per..” ucapnya tertahan. “..gi..” tuturnya tak sabar dan hendak berlari.

“YA DONGHAE!”

Pekik Eunhyuk yang melihat Donghae berlari begitu cepat ke tengah jalanan seperti orang gila. Donghae baru tersadar saat merasakan ada sinar terik menghantam penglihatannya. Ia berhenti dan mencoba melihat apa yang terjadi.

Suara decit rem begitu keras terdengar dari sebuah truk yang mencoba untuk berhenti. Eunhyuk dan Siwon terkejut luar biasa. Kedua mata mereka membulat sempurna, padahal hati mereka tak ingin melihat apa yang akan terjadi di depan mata. Truk besar itu sebentar lagi akan menghantam tubuh Donghae mereka.

“Aku memiliki satu hyung. Hyung kami berdua, dan dia adalah hyung kebanggaanku. Dia baik sekali hyung. Kupikir, tak ada hyung sebaik dia di dunia ini..”

Donghae hanya diam menyambut mautnya. Kakinya tak bisa ia gerakan sama sekali. Hingga benda besar yang terus melaju itu datang mendekat padanya. Donghae tetap diam. Diam hingga sebuah teriakan membahana..

“KAU INGIN MATI?!”

Sadar. Donghae tersadar dan mencoba menelan ludahnya percuma. Lututnya bergetar dan ia merasa lemas hingga terjatuh. Ia terkejut melihat bagian depan truk itu sangat dekat dengannya meski sekarang telah berhenti.

“Hampir saja..” desah sang supir.

Donghae jatuh terduduk, disambut pekikan Eunhyuk dan Siwon yag menghampirinya dengan panik. Semua kendaraan terhenti untuk melihat kejadian tersebut. Mereka berbisik-bisik, sementara yang Donghae lihat, taksi yang dikejarnya telah pergi entah kemana.

“Apa anak itu baik-baik saja?”

“Dia tidak terluka sedikitpun,” kilah sang supir truk. “Mobilku tidak mengenainya..”

“Hae, kau mendengarku? Sebenarnya ada apa denganmu, huh?” cemas Eunhyuk.

Keduanya telah mengerubungi Donghae. Siwon membantu Donghae untuk meminta maaf atas kejadian yang tengah terjadi itu. Sementara Donghae, entah mengapa di telinganya sekarang, suara nafasnya lebih jelas terdengar dari pada seruan-seruan panik di sekelilingnya. Pandangannya menjadi tak jelas..

“Kau baik-baik saja?” tanya Siwon, menyadari Donghae menjatuhkan seluruh beban tubuhnya sekarang.

“Donghae!” panggil Eunhyuk agak keras.

“Sebaiknya kalian bawa dia pulang. Dia terkejut sepertinya..”

“Dia perlu dibawa ke rumah sakit, takut-takut ia terluka atau syock..”

Eunhyuk membungkuk pada orang-orang disekitarnya. “Kami akan segera membawanya, terima kasih..”

Siwon menggendong Donghae di punggungnya. “Pegangan, Hae. Kuharap kau mendengarku..”

Tidak. Sayangnya Donghae tak mendengar apapun. Ia hanya mendesah pelan, namun aneh karena ada senyum terukir di bibirnya padahal matanya semakin terpejam lelah. “Siwonie..” bisiknya, dan Siwon mendengar.

“Aku menemukannya. Aku menemukannya..” bisik Donghae, sebelum kedua tangannya terkulai lemas begitu saja. Dan Siwon lalu berlari kesetanan, disusul Eunhyuk di belakangnya..

TBC

“Kau benar Kyu. Tidak salah lagi, dia adalah hyung terbaik di dunia ini. Aku percaya..”

Saya kembali lebih cepat, kan? Ingin beri saya tepuk tangan? Atau ingin kasih hadiah ‘Donghae’ untuk saya kali ini? x))

Buat yang komentar kemarin:

kim haena elfish , Sutiia Ningsih , kurnia kim , Tsafa Fishy , dydy , rini11888 , LyELF , arumfishy , Awaelfkyu13 , ik , lifelocked , Linda ★☆ , maya nurhikmah , Rosya , priscilialaurengyu , TeukHaeKyu , ndah951231 , yetha , Fairytale , Elfishyhae , nia na yesung , kang yong ra , Rahmawati_16 , yolyol , Diyah jung , 905re , iamlala , idaelfishy , KimKeyNa , dhiiniequeen , ADS , mtyendahs , Chokyu , leesooyoungelf , auhaehae , keyjedottaembok , Gihae Lee , smirkyu , donghaeelfishynemo , vicya merry , ekha sparkyu , Cece , casanova indah..

Buat yang komentar di FB juga, sampe kasih kasih gambar Hae. >___< terima kasih buat semuanya karena sudah baca. Maaf atas semua typo’s juga atas segala kekurangan dari cerita ini. ^^ sampai jumpa di chapter depan ya. Ada yang masih mau nungguin??

 

46 thoughts on “-NOTHING BETTER [6]-

    TeukHaeKyu said:
    Januari 29, 2014 pukul 4:25 am

    Mendadak kok kasian Heechul,.. di sini saya kok baru ngerasa si Heechul kagak dianggep bener… T.T

    mana si Heechul?

    tapi sip lah,.. akirnya si Hae udah ketemu Teuk, meski Teuk-nya kagak tau ajah XDDD

    next-nya….

    ameliachan said:
    Januari 29, 2014 pukul 7:36 am

    makin keren…lika liku brothershipnya dapet banget…friendship and brothership bersatu emang ff paling menarik….keep writing ya kak….

    priscilialaurengyu said:
    Januari 29, 2014 pukul 7:38 am

    duh kasihan kyuhyun
    uwoo donghae ud tau leeteuk hyungnya kibum n kyu
    apakah tar dia bakal ketemu ?ditunggu kelanjutannya
    semangat chingu😀

    rini11888 said:
    Januari 29, 2014 pukul 8:03 am

    Kyaaaaaa…….
    donghae dbwa k rs ndk itu sma siwon???trus x ktmu gtu ama leetuk
    chapt ini kyu momentnya banyak (jingkrak2 gaje)
    Q sll nunggu ni ff chingu
    next chapt cpt lg y ^^
    fighting….

    haekyuLLua said:
    Januari 29, 2014 pukul 8:50 am

    eeh aku baru pertama kali komen dsni kak ahaha biasanya komen yg di ffn hehe..
    greget sendiri bacanya kapan donghae ketemu leeteuk aaaa kapan kak :O wkwk
    eh tp paling engga dongek udh ktemu kyu lg dsni yeay! heechul gk dibayar ya di chap ini ㅋㅋ
    siplah naluri anak kembar emang kuat banget ya..#sotoy xD suka kyubum jg lah ini kembar lucu! wkwk
    sip sip next chap!😀

    Gihae Lee said:
    Januari 29, 2014 pukul 10:02 am

    Jinjaaa!!!! Knpa pendek sekali..!#slaumerasakurang

    Setiap tbc mu pasti bikin penasaran bangeeettt,
    ya ampun sumpah deg deg’an di akhir ny … Jawab aku knp eonni kyuhyun slalu berperan sakit??
    Ayo lah eonni lanjut lagi jgan lma”. Gx sabar penasaran tinggakat dewa….

    FIGHTING FIGHTING!!!!!!!! :-D:-D:-D

    ElizElfishy said:
    Januari 29, 2014 pukul 10:20 am

    Daebak!! Suka banget ma TeukHaeKyu, apalagi brothership. D’tunggu kelanjutannya ya?🙂

    ekha sparkyu said:
    Januari 29, 2014 pukul 11:17 am

    hwaaaaaaa
    bnyak Kyu moments..jeongmal johayoo
    ya! itu si Kyu hobi bgt sakit? -_- tp saya sukaaaa
    ige? uda nemuin hyungnya noh si Donghae
    aigoo eonni! ini bner2 asap ><
    kpan HaeTeuk ktemu? jgn2 Kibum jd benci Hae klo tau
    ahhhh next ch asap lg jga boleh eonni kkk
    always wait for it ^^

    septyeta said:
    Januari 29, 2014 pukul 12:18 pm

    lanjuuuuut…
    Kira-kira kapan leeteuk bakal ketemu donghae ya?
    Penasaran…..
    Ditunggu lanjutannya.
    Next chapter nya jgn lama2 ya.. Jebaaaal…
    Keep writing..
    Hwaitingg…!!!^o^)9

    Fairytale said:
    Januari 29, 2014 pukul 12:30 pm

    Kyaaaaaaa…….!!! Akhirnya…..!!! Authornim, daebak. Aku jarang nemu author yang ngasih timing TBC nya setepat author. Bener-bener kayak lagi nonton sinetron. Aish….! Sebenarnya aku kesel karena ini pendek banget, tapi sekaligus seneng karena udah update chapter 6 nya.

    “Kau benar Kyu. Tidak salah lagi, dia adalah hyung terbaik di dunia ini. Aku percaya..”

    Kira2 yang ngomong ini Kibum atau Donghae ya? Aku harap sih Kibum. Semoga dia sadar kalo hyungnya itu emang hyung terkeren yang pernah ada. Donghae aja hampir ketabrak saking bahagianya ketemu sama orang yanf dia sangat rindukan. Oh Hae, jangan lupa kamu punya Heechul hyung lho. Kekekekekeke

    Ditunggu update an berikutnya ya. Semoga ga nyampe sebulan nungguin ya

    Thor, ini dinovelin aja dong. Khan jarang2 ada novel ff yg genre nya brother ship

    Salam cinta dari penggemarmu

    Fairy Tale…………

    awaelfkyu13 said:
    Januari 29, 2014 pukul 2:05 pm

    asseekkk cepet teh.. nanti aku ksih deeh tiket dinner breng donghae… wkkwkwk. tiketnya bsa diambil di mmpi teteh.. kkkk… wooooaaahh mudah”an ga ada tawuran antar sekolah ya teh.. ngeriii~~ aoo dong kibum lbih terbuka lg.. kluarin unek”nya.. jd gemes sma kibum.. chukkae donghae akhrnya lihat teuk jg.. Kyuuuu… Ommmoooo aku suka melihat kau tersiksa.. HAHAHAHA… lanjutkan penderitaan mu nak!!… tenang saja bnyak yg peduli kok sma kamu.. chap.dpan bisa dong yaa lbih cpet dr ini.. hitung” bonus ultah kyu teh.. hahaha..*kapanlah itu yg penting ttep lanjutin ff ini…*hatur nuhun teh udah update cpet+sharing di inbox.. kkkkk

    yetha said:
    Januari 29, 2014 pukul 2:12 pm

    Ternyata yg ngintip kemarin itu dari pihak sekolah Kibum toh, sampe segitunya anak2 sekolah Kibum benci sama sekolahan Donghae -_- . Kalau mereka bertiga, KyuBumHae berteman bakal ada aja ancaman2 yg datang dari teman sekolahnya Kibum.
    Yeeyy Donghae udah ketemu Leeteuk, akhirnyaaa. Pingsan dengan bahagia itu Donghae, hehehee …
    Aku tunggu kelanjutannya yaa😉 semangat buat author😀

    nia na yesung said:
    Januari 29, 2014 pukul 2:13 pm

    Yeeeeeeeeeeee,,,,,,,
    Akhirnya Update jg😀
    Ya ampun Susah bgt Kaya.a Donghae buat ke temu Teukie,
    tp gak apa” donghae tau ini rumah mereka ,
    Ya ampun Kyu Kenapa Km Selalu Menderita Si ><
    Semoga Hae Cepet Ketemu sama Teukie Ya ,,
    Oh Ternyata Kibum di ancam Ya, Karena dia minjem Uang . wat biaya kyu di rs ,,
    Penasaran Kelanjutan.a Update Cepet Lagi YA ?????? ^^

    arumfishy said:
    Januari 29, 2014 pukul 2:59 pm

    Wowwwwww….kerennnnn

    Donghae ketemu leteukk
    Apa donghae g nganggap hechul hyung???
    Lanjuttty oen jangan lama…..

    dhiiniequeen said:
    Januari 29, 2014 pukul 3:18 pm

    waaah akhirnya update juga, dan akhirnya hae ketemu teuk juga… ya ampun gasabar chap selanjutnya

    905re said:
    Januari 29, 2014 pukul 4:06 pm

    Omina omina ominaaaaaa
    Mewek! Deg2an! Emosi naik turun baca ff mu authorssi…! Daebak daebak! Kyaaaaaaaaa

    Epy Rayong Angels said:
    Januari 29, 2014 pukul 4:44 pm

    annyeong😀
    Aku pembaca lama sihh .. tpi bru komen part ini !!!! min diusahain secepatnya dilanjutnya … aku suka banget ma fanfic teukhaekyu !!!! thanks😉

    Linda ★☆ said:
    Januari 29, 2014 pukul 6:01 pm

    eonni minta donghae?… aku kabulin ;;;A;;;
    gyaahhh lebih cepat dan chapter ini seru nya parah! ketemu dan dan ahhh!!!>< /heboh/
    heung, lumayan buat penghilang stres krn pagi nanti aku ada ulangan kkk
    next chapter bersedia update kilat lagi? :"3

    donghaeelfishynemo said:
    Januari 29, 2014 pukul 6:13 pm

    Waw..tmbah seru ja nh ff..brothersip and friendship nya dpt bgt..aku ska ktika donghae sma tmnya siwon and eunhyuk..hahaha lucu..bykn part konflik antar sekolahanya dong..
    Ff chingu emang daebak sagon dh..di tunggu kelanjutanya scptnya..chayoo..

    yolyol said:
    Januari 29, 2014 pukul 10:55 pm

    hohoho….akhirnya ikan nemukan hyung kesayangannya jg..agak kasian sm.hechul *pukpukheenim

    oh..jd itu alasan kibum trikat sm perjanjian anak genk disekolahnya.hmmm…jelas lah bnyk yg trancam klu bgini crita…

    seru ini partnya…

    ik said:
    Januari 30, 2014 pukul 1:36 am

    yey akhirnya updet cepet ^.^

    bentar lagi udah ketemu leeteuk nih si hae. .atau ntar ada konflik baru lgi?

    hmm. .ga sabar nunggu next chapter, update cepet lagi ya

    makasih
    ^.^

    iamlala said:
    Januari 30, 2014 pukul 4:22 am

    ini makin bagus banget ceritanya unnie :’) keep writing dan berikan hadiah update lebih cepat lagi ya unnie keke🙂

    kurnia kim said:
    Januari 30, 2014 pukul 9:18 am

    aaaaaaaaaaaa. hae hampir ketabrak. andwaeeeeeee.

    tp sempet kepikran kalo misal’y hae ketabrak truz di bw ke RS truz ketemu teuk, n teuk shock.o_O.
    hehehe hanya pikiran sinting sy. abaikan.

    aaa kyu terlalu lemah. mana evil mu kyu???? #dihajar_massa. hehehe. abaikan jg. ok.

    kapan teuk ma hae ketemu’y. sy udah mulai frustasi nunggu’y bukan’y hae. -_-

    ayo tetep semangat biar bs cepet di update. #modus.

    AldMin said:
    Januari 30, 2014 pukul 10:17 am

    omo omo omo omo leeteuk donghae>///////<
    eon maaf aku baru bisa komen;;_____;
    setiap chapter selalu bikin terharu:'))
    aku nungguin kok eonnnnnnn :'D selaluuuuuu :'D
    FIGHTING!!!!! updatenya lebih cepet yaa eon :* #maksa
    pokonya semua ff eon bagus nged<3<3<3

    Cece said:
    Januari 30, 2014 pukul 11:35 am

    Oennn tak menyangka q updte secepat kilat wkwkwkwk…..
    Penasaran ma kelanjutannya makin seruuuuu
    lnjutttttt…….

    casanova indah said:
    Januari 30, 2014 pukul 12:58 pm

    Omaigaaaaatttttt….
    knapa sih mau ketemu Leeteuk aja susah’a minta ampun, ada aja
    halangane ampe ikutan gemes deh..
    Lucu kalo liat kedekatan Hae ama Siwon n hyuk, masak jagoan sekolah
    tp mau disuruh2, diomelin mulu ama Donghae..
    Eh, kok Kyuhyun ngmg kl dah 17th sih?? udah SMA dong….
    brarti yg td cm flashback doang yg masa kecil?
    Ahh.. tp ttp berharap setelah kejadian itu Donghae bener2 bisa
    ketemu Leeteuk, dan mereka bisa sll berhubungan smp mereka
    dewasa…

    lifelocked said:
    Januari 30, 2014 pukul 2:06 pm

    aaaaarrrrgghhh!! *banting truk ama supirnya*
    unn?!! nggak usah pke tbc bisa? bakso aja ga pake kecap bisa unn! *…* /salah fokus/ kkk!

    ini donge emng udah ‘ngepens’ berat ama teuk ny ya? *..* ah.. kesian heechul… dan itu.. alasan dua sekolah itu musuhan? pnsaaaaaaraaaan.. ! pnsaran jga sapa won hyuk sebenerny? mreka ada hubungannya ama anak yg ngancem kibum kah? :-[ ah! next! /*,*/

    Rosya said:
    Januari 30, 2014 pukul 2:20 pm

    aigo~
    kenapa susah sekali mempertemukan Donghae dan Leeteuk?
    bikin gemes aja..
    semoga mereka cepat bertemu🙂
    kedekatan EunSiHae bikin ketawa aja😀
    ditunggu kelanjutannya unnie😀

    ADS said:
    Januari 30, 2014 pukul 3:25 pm

    Yehee akhirnya hae liat teuk juga hehe. Itu hae nya kenapa sampe tepar gitu haha
    Kyuhyunnya kasian tapi huhu
    Update asap lagi ne hehe penasaran kkk

    yedong34 (NidaAK) said:
    Januari 30, 2014 pukul 3:35 pm

    aigooo aah jinjja ff ini setiap chapnya selalu buat aku nangis eonn-aah,
    brothership feel selalu dapet, Heechul oppa</3 kok kesian yaa..
    tapi karakter disini ff ini hee bener-bener kece B')
    aku fansmu eon-aah , maaf baru sempet comment:(
    AKU TUNGGU kelanjutannya<33

    dydy said:
    Januari 30, 2014 pukul 5:13 pm

    aaaaaaaaaaa~~~~
    tbc nya mengganggu sekali.. lagi seru2 nya juga..
    akhir nya hae ketemu sama teuk jg, tapi kok heechul gak muncul di chapternini sih .
    update lebih cepet dong #reader banyak mau nya..
    penasaran bingitttttttt…..

    idaelfishy said:
    Januari 31, 2014 pukul 4:41 am

    Aq ksih tepuk tangan + kiss buat uri author yg hebat ni, akhirx yg di tnggu2 dtng jg, mkin ga sbar sma chap slnjutnya,psti lbih seru coz hae dah nmuin teuki, aq msih menunggu untk chap selanjutnya dengn tiiiiiiiiiidak sabar.

    sparkyu325 said:
    Januari 31, 2014 pukul 6:49 am

    wah donghae udah nemuin leeteuk ,makin seru lanjut yang cepet thor, udah ga sabar buat nuggu chapt berikutnya ..

    ndah951231 said:
    Februari 1, 2014 pukul 2:34 pm

    sampai sini kibum baru sadar😦
    kenapa nggak dari awal aja utk terbuka sama eteuk? toh kyu jg nggak terlalu ambil pusing😀
    okay, itu masa lalu lupakan aja ^^
    yg penting kyuhyun ketemu >_<
    jahat amat sih temen2 sekolahnya??
    ng'bully yg lemah -_-

    ohh syukurlah org baik yg nemuin kyu :')
    semoga siwon & eunhyuk brubah pikiran setelah ketemu kyu😀
    Hae polos banget tapi juga galakkkk~~
    heuu, cute :*

    cepet sembuh ya kyu :')
    ahh terharu akhirnya hae nemuin teuk hyungnya😥
    Hae anak baik, dy pasti nggak akan melupakan heechul hyung-nya :))

    eonni lg free??
    tumben update cepat?😀
    yuk ditunggu kelanjutannya😛
    thanks for update eonni :*~~

    kang yong ra said:
    Februari 1, 2014 pukul 3:05 pm

    waaaaaaaah hae akhirnya nemuin hyung kesayangannya kkkkkk
    chapter ini kok serasa pendek yaaa, apa akunya yg gk nyadar hehehehe
    update ch selanjutnya jangn lama2 ya~~~~~

    mtyendahs said:
    Februari 2, 2014 pukul 4:45 am

    Kyuhyun yaampun T.T kamu kok gampang banget ambruk nyaaaa, Asma Sih ya, akut lagi kayaknya, Nggak bisa sembuhh.. Jadi kasiann… Tapi gue suka di disiksa giniiiii.. wkwk

    Kibum baru ngerasa butuh Leeteuk, Ahh kibum siii, Ujung2 Kyuhyun masuk RS lagi kan gegara temen2nya T.T

    ahaha Hae kok polos banget, Lucu deh kalo Dia lagi sama EunWon.EunWon kayaknya Ngelindungin hae banget yaaa.. ahh Eonni cepet ketemuin Leeteuk ke Hae,Kasian tuh hae nya udah hampir ketabrak truk..

    Nexttt! jangan lama2 yaa.. 3 Februari deh yaaa.. birthday nya Kyuhyun.. wkwk

    auhaehae said:
    Februari 2, 2014 pukul 8:29 am

    akhirnya ketemu juga :”)
    bahagia nyaaaaaa donghae

    Isty Loyalty said:
    Februari 3, 2014 pukul 5:07 am

    Ohh untungnya donghae tak tertabrak. .
    Setelah chap 5 -yg saya lupa comment #alesan- kyu cuma muncul sebentar. . Rekarang bejibun, tapi sayangnya pas dihari sialnya. . Kyu yg malang, kibum sampe nangis pula

    maya nurhikmah said:
    Februari 3, 2014 pukul 5:41 am

    moment teukhae bkin gregetttttt…..

    Elfishyhae said:
    Februari 3, 2014 pukul 8:32 pm

    Omona . . Hae makin ngenes aja. Pengen nangis. . Makin seru eon. Next. . Ditunggu jga yg deep afection.

    Tsafa Fishy said:
    Februari 4, 2014 pukul 3:34 pm

    Baby hae I love u

    Chokyu said:
    Februari 6, 2014 pukul 9:04 am

    Itu kenapa ko sekolah mereka pada musuhan gitu? Penasaran masa -_-

    vicya merry said:
    Februari 10, 2014 pukul 4:51 pm

    yeayyyy…….akhirnya hae ketemu sama teuk juga. senengnya tapi nyaris aja teuki juga lihat hae klo taksinya gak jalan.

    pertemuan yg mendebarkan dan waktu yg kurang baik tp ini terjadi karena kyu.

    penasaran gimana lanjutannya?
    hae yg bener2 tergantung sama teuki dan teuki sepertinya nomor 1 divanding heechul.
    lalu kibum yg menutup diri dari teuki karena teuki bekerja dengan heechul,gimana klo kibum tahu ya klo slama ini teuki gak pulang karena lrbih milih ngurus hae daripada mereka?

    penasaran….penasarannnnnn

      bella said:
      Februari 15, 2014 pukul 1:39 pm

      yeay donghaek akhirnya nemuin teuki hyungnya
      kyuhyunku disini banyaaaaak eonn, suka deh hihi
      kyuhae momentnya juga imut
      ah, eonni makin kesini makin bagus suka suka suka

    MelKyu said:
    Maret 15, 2014 pukul 12:36 pm

    bagus ffnya author,, kenapa sih author gak update di fanfiction.net lagi?? aku soalnya ngikuti author disitu,,

    Nelly Key Donghae said:
    Mei 2, 2014 pukul 9:18 am

    Terharu ngeliat Hae yg samapi spt itu ketika ngeliat Leeteuk,, :’) hyaaa,, akhirnya setelah bertahun2,, tambah kreenn eonn,,,
    sebell ma temen2 kibum.. aish jinja ~😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s