ANGEL EYES CHAPTER 2

Posted on Updated on

Cho Kyuhyun berfikir..

“Kyuhyunie.. kenapa kau sisihkah tahunya, sayang? Cobalah untuk berteman dengan makanan yang satu ini..”

“Aku tidak bisa! Aku tidak bisa menyusun nama-nama ini berdasarkan alfabetisnya dengan benar.. ibu”

“Jangan katakan pada siapapun aku lemah dalam hal ini, ya?”

Angel Eyes

[Chapter 2]

Ketika itu, wajah melongo Changmin terlihat begitu jelas dan dia nampak bodoh sekali. “Ibu?” tanyanya untuk mempertegas apa yang menjadi rasa penasarannya. Dan disaat Kyuhyun mengangguk lemah, ia hanya dapat menggaruk rambutnya, bingung..

“Dia mirip ibuku! Semuanya. Dia tahu semuanya..” keluh Kyuhyun. “Kau mau bilang dia itu mirip ibuku? Sejak kapan ibuku menjadi seorang pria dan umurnya menjadi muda kembali? Dia hidup kembali dan bereinkarnasi, menurutmu?”

Changmin nampak meringis. “Apa aku terlihat berkata sejauh itu? Aku hanya menebak..”

Kyuhyun segera memukul kepala Changmin dengan buku yang sejak tadi berada di atas meja, dihadapannya, pemberian Donghae. “Jangan menebak sembarangan makanya,” kesal Kyuhyun.

“Kau sendiri yang membuatku berfikir ke arah sana. Aku fikir, dia mirip seperti saudaramu. Saudaramu yang lain, barangkali ada saudaramu yang hilang dan-”

Segera Kyuhyun menghentikan ucap Changmin dengan mengangkat satu buku dengan pandangan mengancam ‘kupukul lagi kau!’ dan Changmin nyaris kabur karenanya. “Sudah kubilang jangan asal menebak!” geramnya.

Bernafas lega- lalu Changmin menjatuhkan beban kepalanya di atas meja. “Aku pusing memikirkanmu..” keluhnya.

“Aku tidak memintamu memikirkan ini terlalu berlebihan. Kau bukan kekasihku atau ibuku!” sela Kyuhyun. “Aku akan tanyakan sendiri padanya, aku harus tahu siapa dirinya. Apa yang terjadi. Aku tidak ingin ada orang lain yang mengetahui banyak hal tentangku!” putusnya lalu beranjak meninggalkan Changmin yang menggerutu sendirian.

Kembali ke masa sebenarnya..

Setelah Kyuhyun membuktikan apa yang menjadi inginnya. Apa yang ingin diketahuinya. Mendesak Donghae di tengah hujan. Sekejam rasa penasaran yang menggerogoti jantungnya, ia mencengkram lengan Donghae. Di tengah gelap, sebagaimana butanya ia karena rasa ingin tahunya, ia membuat Donghae mengeluh sakit.

Lalu apa yang di dapatinya??

Keanehan lain terjadi, saat dimana seorang paman lari terbirit-birit setelah melihat wajah Donghae yang sialnya tidak bisa ia lihat karena posisi Donghae memunggunginya. Lahirlah penyakit lain yang menyerang dadanya. Dada itu bergemuruh karena penasaran dan takut yang datang bersamaan. Ia bergegas memastikan, seperti takut sosok Donghae akan menghilang tiba-tiba meninggalkan dirinya yang penasaran dan akhirnya menjadi gila.

Kilatan petir menciptakan bunyi menggelegar dan menyisakan hening dari rintik hujan, terdengar mencekam dan mengerikan. Dirinya hanya mampu hingga melihat wajah Donghae dari sisi, itupun sudah cukup mampu membuatnya terkejut. “Kau..”

Disusul bunyi petir lain. Kilatan petir yang membuat matanya terbuka untuk melihat bahwa.. “kau berdarah!” .. bahwa Donghae telah berdarah dan mengeluarkan darah itu dari telinga kirinya. Kyuhyun memekik tiba-tiba, merasa aneh karena tak ada pergerakan dari Donghae. Ia tidak ingin mengabaikan Donghae begitu saja. Ia masih normal dan memiliki pemikiran untuk menolong Donghae, melupakan sakitnya sendiri bahkan.

Tapi tiba-tiba seseorang menarik tubuhnya. Kyuhyun melihat bayangan Kibum, samar. Orang itu adalah Kibum yang mengambil tubuh Donghae, memeluknya. Sedang dirinya yang lemah itu terdorong hingga terpojok merapat ke dinding, dan melorot jatuh tanpa daya.

Jauh di luar dugaannya.. Donghae yang bahkan masih tahan untuk berdiri di antara lukanya itu mendapat perhatian lebih dari Kibum. Kibum yang tampak sekali cemasnya. Jelas terlihat.

Pemuda itu menutup kedua telinga Donghae yang salah satunya mengalirkan cairan merah. Ia arahkan tatapan hawatirnya pada Donghae, begitu lekat sambil mencoba menyadarkan Donghae. “Kau baik-baik saja? Kumohon jawab aku..” resahnya.

Tak ada pergerakan, dan ia segera mendekap wajah Donghae di dadanya. Ia tatap Kyuhyun tajam. “Aku akan menuntut penjelasanmu esok hari!” tegasnya.

Kyuhyun masih terduduk dan mulai menundukan wajahnya. Kata Kibum saja ia tangkap sebagian saja. Rasa nyeri mulai menyerangnya. Disepanjang lengan kanan, di semua bagian tubuh yang kanan karena ia terbaring menyamping ke kanan saat paman jahat itu memukuli dirinya, ahh.. dan juga Donghae.

Rasa nyeri itu merambat dan menghadirkan pening di kepalanya. Kyuhyun ingat, ada luka juga disana. Terlebih dinginnya udara ditambah air hujan yang membuat tubuhnya basah, memperumit segalanya. “Huh..” ia mengeluh dan mencoba untuk bertahan, namun gagal.

Pandangannya mulai mengabur, namun bibirnya tak berkata apapun. Otaknya tak berfikir sedikitpun untuk meminta tolong. Ia masih percaya, bahwa orang pintar seperti dirinya bisa mengatasi segala hal sendirian. Sialnya kau, Cho! Rutuknya dalam hati sambil tersenyum getir. Kesadarannya mulai menguap perlahan. Jika begini, ia menjadi tidak rela karena harus di tolong oleh orang lain. Sekali lagi: ‘sial kau, Cho Kyuhyun!’

“Sudah ibu bilang, tidak semua hal bisa kau lakukan sendirian Kyuhyun! Jika kau selalu berfikiran seperti itu, kau akan celaka karena ulahmu sendiri. Percaya pada ibumu ini..”

Kyuhyun mengernyit. Setelah ucapan ibunya mendengung memenuhi seluruh ruang di otaknya, ia kembali merasakan rasa sakit yang menyerang disekujur tubuhnya. Ia baru tersadar setelah cahaya menerpa kedua matanya dan hamparan putih dari langit-langit di atasnya terlihat. Ia terjaga dan tersadar, suara ibunya sempat hadir lagi.

Dia mendengus. Tangan kanannya terasa kebas, ia tak bisa bergerak. Pandangan mata kirinya sedikit terhalang oleh lebam tepat di atas mata itu. Ia berani bertaruh kadar tampannya hilang karena daerah membengkak disana, dan ia semakin mendengus sebal. Siapa pula yang dengan beraninya menaruh perban sebegitu tebal pada luka-luka ditubuhnya??

Untung saja, ada harum pewangi ruangan yang dihafalnya yang kini singgah di penciumannya yang peka. Ada guling yang empuknya ia kenali. Ia memutar matanya untuk memastikan, apa benar ia sedang berada di kamarnya sendiri?

Ada senyuman terpahat ketika ia sadar ia berada di dalam kamarnya sendiri. Ada foto ibunya terpampang besar di hadapannya. Ia menjadi ingat, seberapa kaya ayahnya hingga bisa menciptakan ruangan kamarnya begitu besar. Sayang beliau terlalu jarang menemui anaknya. Ini adalah satu kemungkinan terburuk dari pebisnis kaya. Kyuhyun si anak pintar ini mengerti dan tak banyak mengeluh.

Lagipula, Kyuhyun masih ingat beberapa tahun sebelum tahun ini, sang ibu masih ada mendampinginya. Mengusir rasa kecewanya terhadap sang ayah.

Dengan ringisan kecil ia mencoba berbalik menyamping menindih bagian tubuh kirinya. Membuat bagian tubuh kanannya yang sakit meraja untuk sementara. Ia hanya ingin mencari posisi nyaman dan melamun selama yang ia suka. Melamunkan sang ibu yang selalu diingatnya.

“Kau tidak tahu kenapa aku bersikap begitu, bu..” ucapnya tiba-tiba.

“Hanya kau yang mengetahui segala tentangku. Aku tahu aku tidak bisa melakukan semua hal sendirian. Itulah mengapa aku mengatakan kau jangan pergi dariku!” tuturnya bersamaan dengan nada marah yang ia tahan. “Kenapa kau meninggalkanku sendirian? Aku merasa aku menjadi orang terbodoh di dunia ini,” ucapnya semakin pelan. Air mata mengalir perlahan dari kedua matanya.

“Bagaimana aku melakukan hal yang tidak bisa kulakukan? Hanya kau yang tahu, dan aku tidak mau ada orang lain yang menggantikanmu!” isaknya. “Aku tidak tahu bagaimana anak aneh itu mengetahui segala rahasiaku. Aku tidak peduli jikapun kau memberitahukan segala rahasia kita padanya, dan kau menyuruhnya untuk menggantikanmu. Aku tidak mau!”

Kyuhyun menerawang jauh setelahnya. Ia berfikir, “bagaimana bisa sebelum meninggal, kau mempercayakan anakmu ini pada anak aneh seperti dia, ibu? Apa yang sedang terjadi? Lelucon apa ini? Mengapa harus orang lain??”

Dan Kyuhyun masih terisak, bahkan semakin terisak pedih penuh penyesalan ketika Changmin berada di ambang pintu kamarnya, melihat punggungnya yang bergerak-gerak karena ia menangis di atas ranjangnya itu.

Wajah cemas Leeteuk dan Kibum tak bisa diremehkan. Mereka sempat tertidur, dan lalu bangun kembali pada pukul empat dini hari, takut Donghae terbangun lebih cepat mendahului mereka. Sejak membuka mata, mereka tak sempat membersihkan wajah mereka dari kotoran tidur sekalipun dengan alasan air yang dingin seperti es, tapi berani menyeduh dua gelas kopi hangat dan inipun beralasan, karena tak ingin mengantuk.

Jika saja Donghae tahu, dia akan tertawa habis-habisan dan mengejek keduanya. Sayang dia tidak tahu. Karena ia masih tertidur setelah mendapatkan perawatan akibat lukanya. Tidak banyak dan tidak ada memar mengganggu. Hanya saja, mengenai darah dari telinganya, dokter mengatakan terjadi pukulan cukup keras, tapi tidak berakibat buruk sejauh ini.

Keduanya berbincang di kedua sisi ranjang Donghae. Hal tidak pentingpun menjadi topik bahasan ketika mereka kehilangan bahasan. Kibum sendiri belum banyak membahas perihal kejadian yang terjadi pada Donghae karena ia tidak tahu sebelum rencananya, besok ia akan bertanya pada yang lebih tahu.

Pukul lima lebih. Leeteuk sedang membenahi selimut Donghae ketika Kibum kembali mengajaknya bicara. “Demi apapun kau harus tahu seberapa keras jantungku berdetak tadi malam. Seperti berdetak hingga terdengar di telingaku,” ucap Kibum, lalu Leeteuk menoleh padanya.

“Ini yang aku takutkan. Ini yang membuatku tak bisa melepasnya meskipun bersamamu, Kibumie..”

Kibum menunduk dalam, menyesal. “Aku tak pernah menyangka akan melihatnya lagi, setelah satu tahun berlalu..”

Leeteuk mendesah kecil. “Bukankah kita semua menduga bahwa itu gejala yang terjadi karena mata barunya sedang mencoba mencocokan diri dengan tempat baru, ya, meski kulihat sang dokter nampak tidak yakin saat mengucapkannya..” tutur Leeteuk.

“Lalu kenapa kita mengabaikannya hingga hal ini terjadi lagi? Aku.. merasa bersalah,” ungkap Kibum. “Kau tahu, begitu mengerikan untuk menyaksikan langsung dengan kedua matamu sendiri, hyungie. Aku merasa kedua bola mataku jatuh karena terkejut!”

“Aku tidak menyalahkanmu sama sekali,” potong Leeteuk. “Tidak ada di antara kita yang mengetahui apa yang terjadi padanya, dan karena sebab apa? Karena aku yakin, jika kita tahu apa yang menjadi penyebabnya, maka kita tidak akan membiarkan sebab itu menghampiri Donghae, kan?”

“Karena mata baru itu, kan?” dengus Kibum tiba-tiba.

“Lalu kau ingin kita buang saja mata itu dan Donghae kembali tidak melihat? Kau tidak ingat bagaimana ia tersenyum begitu indah ketika melihat cahaya untuk pertama kalinya? Bagaimana ia menganggumi wajah tampannya, Kibum? Bagaimana ia berbangga diri memiliki sahabat yang tak kalah tampan, menurutnya, hn?”

Kibum tanpa sadar menggenggam jemari Donghae, lalu nampak memejamkan matanya. Hening hingga Leeteuk mengguncang dan bertanya padanya ‘kau sedang apa?’ lalu ia menjawab, “aku sedang berdo’a semoga dia tidak bermimpi buruk. Repot, kan? Nanti dia menangis tiada henti..”

Leeteuk tersenyum kecil lalu mengacak rambut Kibum. “Kau jengah dengan suara tangisnya?” tanyanya.

“Tidak. Hanya saja..” ucapnya tergantung lalu berfikir. “Hanya saja.. dia terlalu berisik!”

Segera Leeteuk menubrukkan gelas yang telah kosong perlahan di kening Kibum. “Pabo! itu sama saja!” geramnya.

“Hya, SimChang! Sudah kukatakan berapa kali, aku tidak suka ditunggui saat tertidur!”

Kyuhyun kalap karena ketika ia terbangun, ia mendapati sahabatnya tengah tertidur di sisi ranjangnya. Terduduk sambil menggenggam satu tangannya. Romantis sekali, eoh?

Changmin mengusap kedua matanya dan memaksa terjaga, padahal dari suara seraknya ia masih terdengar mengantuk. “Kau sudah bangun?” tanyanya lalu menyentuh kening Kyuhyun. “Kau sudah baikan? Kenapa marah-marah, sih? Kau bermimpi buruk?”

Kyuhyun mendengus. Ia tak bisa lagi mengomel karena merasakan kedua matanya diserang panas tiba-tiba, dan kepalanya terasa pening. Ia perkirakan bahwa dirinya diserang demam, oh tidak, satu hal yang tidak disukainya. Ia kembali jatuh di tempat tidur lalu mengerang pelan.

Changmin turut mendengus kesal. “Ini hukumanmu dari Tuhan!” ketusnya. “Kau ini, sedang sakit masih bisa mengomeli orang lain. Memarahi aku yang menjagamu semalaman. Kau seorang bodoh yang kejam!” rutuk Changmin.

Kyuhyun mengepal genggamannya pada selimutnya. “Kusumpal mulutmu jika saja aku tidak sedang sakit!” omelnya.

Changmin mencibir. “Lakukan jika kau bisa,” ucapnya lalu mengerling pada Kyuhyun. “Tapi ini hanya berlaku disaat kau sakit saja lho ya. Ayo sumpal mulutku, ayoo..” goda Changmin sambil menyodorkan wajahnya di dekat Kyuhyun, sehingga disambut telapak tangan Kyuhyun.

“Kau ingin menciumku, dasar mesum?!” bentak Kyuhyun sambil menjauhkan wajah Changmin.

Changmin beranjak. Ia berbalik untuk mendapati wajah orang terkasih Kyuhyun, dia hafal. “Bibi,” panggilnya pada gambaran ibu Kyuhyun. “Kau lihat betapa menyebalkannya anakmu? Haruskah aku menelantarkannya sekarang?” ucapnya dalam kalimat mengejek.

“Jangan banyak bicara! Pergi saja kau, aku tidak butuh!”

“Astaga..” desah Changmin tidak percaya. “Kau benar-benar tidak butuh aku? Setelah aku membawamu dari rumah sakit sebagai pasien hilang yang nyaris tidak memiliki wakil? Kau hampir ditelantarkan di rumah sakit itu, Cho!” omel Changmin.

“Aku yang menggendongmu hingga ke ranjangmu ini, tahu!” dengusnya dalam nada tidak puas sambil menepuk ranjang cukup kuat. “Aku yang pertama kali mengetahui kau terserang demam! Dan aku yang merawatmu. Sekali lagi kau bicara, aku akan menendang bokongmu yang sedang kebiruan itu!”

Kyuhyun membulatkan kedua matanya. Di dalam selimut ia meraba bokongnya, dan merasakan berdenyut setelah dia tekan. “Kau melihat bokongku? OH!” marah Kyuhyun. Ia berjengit dan berniat mencekik Sim Changmin jika saja tubuhnya tidak berteriak kesakitan.

“Bagaimana lagi? Aku yang melakukan semuanya. Kau mau sopirmu yang menggendongmu? Kau mau pelayanmu yang merawatmu dan membersihkan luka memar di bokongmu?”

Kyuhyun diam.

“Aku tahu kau tidak terlalu suka dengan campur tangan orang asing, terlebih banyak tangan yang membantumu,” jelas Changmin, terdengar tulus. “Sopirmu saja kau biarkan mengantarjemputmu karena alasan ayahmu telah membayarnya dan kau tak ingin dia hanya memakan gaji buta saja, kan?”

Kyuhyun perlahan mencari posisi nyamannya dengan terduduk. “Iya, iya maafan aku,” tuturnya setengah ikhlas. Setengah saja, karena ia masih marah soal bokongnya, mungkin.

“Aku tak mau mendengar maaf dari bibir yang mengerucut, Kyuhyunie!” peringat Changmin.

Kyuhyun menarik dua sudut bibirnya. Terpaksa lalu tersenyum masam. “Oke! Maafkan aku. Sekarang aku ingin kau disini dan jangan biarkan siapapun menemuiku karena aku tidak ingin bertemu siapapun!”

Changmin mengerling kesal. “Memang kau fikir, siapa yang mau menemuimu, huh? Di dunia ini sepertinya hanya aku saja, Kyuhyun pabo! Ah ya.. dan orang itu!”

Seperti diingatkan, Kyuhyun tertarik dengan orang terakhir yang dibahas Changmin. Ia mencengkram lengan Changmin keras membuat Changmin terkejut. “Kau pergi ke kampus, Changmin-ah.. cari tahu, bagaimana keadaannya?”

“Ke- kenapa?”

Kyuhyun menatap kedua matanya lelah. “Dia terluka karena aku kemarin malam..”

“Huapaah? Jadi kau bersamanya sebelum kecelakaan ini? Hya! Kau harus menjelaskannya nanti!” tutur Changmin heboh.

Tak ada yang bisa menggambarkan bagaimana saat rasa cemas dan harap berbaur menjadi satu. Jika ingin melihat, maka lihat saja wajah Leeteuk dan Kibum yang memandangi kerjapan di mata Donghae. Pergerakan di kedua mata Donghae yang membuat mereka takut sekaligus cemas. Cemas saat menyambut Donghae yang terbangun dari tidurnya.

Leeteuk bahkan sempat menahan nafasnya saat kelopak mata Donghae perlahan terbuka. Ia terus pandangi kedua mata Donghae tanpa jeda. Dan ketika mata itu telah terbuka sempurna, bahkan sempat mengerjap beberapa kali, tidak ada yang aneh. Masih bernama bola mata dengan warna putih dan coklat di dalamnya.

Sama hal dengan Leeteuk, Kibum bernafas lega lalu membuat tanda hormat dengan satu tangannya. “Selamat pagi!” sambutnya.

Donghae mengernyit heran. Ia terusik dari tidurnya. Ada rasa sakit menyambut tidurnya tapi tidak seberapa. “Ini.. dimana?” ucapnya sambil mengingat. Sebenarnya ia ingat, dan ia sadar ia telah kembali tidur di rumahnya. Hanya saja ingin memastikan, dan pertanyaannya yang sebenarnya adalah, ‘kenapa ia bisa berada di kamarnya?’

Leeteuk mendekat dan mengapit kedua sisi wajah Donghae. Ia amati kedua mata Donghae. “Oh Tuhan, terima kasih Tuhan,” girangnya. “Kau baik-baik saja, kan Hae? Matamu tidak sakit?”

Donghae menggeleng, namun pendengarannya di sebelah kiri terasa berbeda, berdengung. Ia tutup rapat telinga kirinya. “Ini sakit,” rintihnya.

Kibum memandang sendu, mengerti mengapa bisa ada rasa sakit disana. Ia masih bisa membayangkan darah hangat Donghae dari telinga itu mengalir di sepanjang ruas jemarinya. Sedang Leeteuk mengusap-usap kepala Donghae tepat di bagian atas telinga kirinya.

“Disini, kau mendapat pukulan cukup keras disini, Donghae..” terang Leeteuk. “Sebenarnya siapa yang memukulmu itu? Biar hyung patahkan lehernya!” tantang Leeteuk.

“Uhuk!”

Tanpa disangka Kibum terbatuk mendengarnya, mengundang tatapan curiga dari Leeteuk untuknya. “Si bodoh ini, hyung yakin dia tahu siapa yang memukulmu, tapi ia tidak mau mengatakannya!” sungut Leeteuk.

“Kau tahu?” tuding Donghae penuh akan keterkejutan.

Kibum mengangkat kedua tangannya dan melambai cepat. “Tidak sungguh! Aku hanya tahu siapa orang yang sedang bersamamu semalam, tapi aku tidak tahu apakah dia atau bukan yang memukulmu..” jelasnya berantakan.

Donghae menyipitkan kedua matanya, berjaga-jaga agar Kibum tak banyak bicara. “Ini salah faham!” kilahnya.

Leeteuk mengamati keduanya. “Awas saja jika kalian menyembunyikan sesuatu!” Leeteuk curiga.

“Bukan begitu,” sanggah Kibum. “Aku harus memastikan. Jika memang sudah jelas, aku akan mengatakannya padamu, aku berjanji!” ucap Kibum yakin sambil tersenyum simpul.

Donghae memandang Kibum. “Kau yang terbaik. Tolong cari tahu ya, Kibumie. Kupikir dia juga terluka kemarin. Tolong kau cari tahu keadaannya untukku. Bukan dia yang memukulku. Kubilang ini adalah salah faham saja..”

Leeteuk menyilang tangan di dadanya. “Sebenarnya siapa yang sedang kalian bicarakan?”

Donghae tersenyum. “Dia temanku..”

“Tidak,” bantah Kibum. “Hanya teman yang baru bertemu satu kali.”

“Jangan sembarangan!” sembur Donghae, namun ia tak tahan mendapat serangan tatapan tajam dari Leeteuk.

“Sudah hyung peringatkan untuk tidak bermain sembarangan, kan? Lihat sekarang terjadi kejadian buruk seperti ini!”

“Tapi..”

Hyung tidak akan mengijinkanmu mengikuti kegiatan orientasi itu! Hyung akan meminta ijin pada panitianya. Kau beristirahat hingga jam kuliah benar-benar tiba, atau hyung batalkan kuliahmu, mengerti?”

Donghae memandang Leeteuk dengan tatapan memohon, namun Leeteuk menggeleng yakin tak berperasaan. Ia menjewer telinga Kibum untuk meninggalkan Donghae sendirian. Memberikan titah pada Kibum untuk membantunya menjaga Donghae seharian penuh itu.

Dua hari telah berlalu. Kyuhyun berjalan-jalan di sekitar kampus. Jika dilihat, ia tidak seperti orang yang sedang berjalan-jalan. Matanya yang berada dalam kacamata mins-nya itu banyak melakukan pergerakan, gelisah. Dia seperti seorang culik yang berburu mangsanya.

Tiba-tiba ada yang mencengkram pundaknya. “Cho!” berikut suara teriakan yang membuat Kyuhyun merasa telinga kanannya mati rasa sementara.

“Kau berteriak di telingaku seperti orang gila!” marah Kyuhyun dan memukul sahabatnya.

Changmin menyilang tangan di dadanya. “Kubilang untuk istirahat saja di rumah. Kau itu belum pulih, Kyu..”

Kyuhyun tak mengindahkan cemas dari sahabatnya itu. Changmin menguntit langkahnya kemudian. “Ini hari orientasi dimulai. Jangan sampai para senior menemukanmu dan memaksamu mengikuti segala kegiatan yang ada. Demi Tuhaan..”

“Diamlah!” sergah Kyuhyun. “Kau tak juga memberiku kabar tentang orang itu. Kau tidak bisa diandalkan Changmin-ah.. itulah kenapa aku tidak percaya pada orang lain!” cerocos Kyuhyun.

Changmin tak sadar ia tak kunjung menutup mulutnya. Terpana akan kata Kyuhyun yang menyakitkan, tapi tak membuatnya harus berkecil hati sedikitpun. Ia membela, “aku kan disibukan dengan kegiatan orientasi sejak sehari yang lalu. Lagipula aku tak bisa  menemukan dia di seluas kampus ini, aneh sekali, kan? Padahal namanya terdaftar sebagai peserta mahasiswa baru.”

Ada ketertarikan di wajah Kyuhyun. “Kau yakin itu Donghae yang kita maksud?” tanyanya hati-hati.

Changmin hanya mengangguk singkat. Ia lalu mengeluarkan secarik kertas dari dalam sakunya. “Ini alamat rumahnya. Datanglah kesini dan pergi sejauh mungkin. Aku lebih senang kau berjalan-jalan daripada kau menghabiskan waktu satu hari ini di bawah siksaan senior-senior kita,” ujar Changmin, dengan tulus mengingatkan.

Sebuah rumah berada dalam jangkauannya. Pagar putihnya yang tinggi lalu ia sentuh. Terkunci. Ia temukan sebuah bel disana, lalu tanpa ragu menekannya, memberitahu seisi rumah disana bahwa dirinya sedang bertamu.

Tak disadari sepasang mata memandangnya dari balik jendela di lantai dua rumah itu. Dengan buku di tangannya yang beberapa detik lalu dibaca, kini ditutupnya. Sepasang matanya bereaksi cepat akan keberadaan Kyuhyun di bawah sana, di depan pagar rumahnya.

Donghae menggerutu kecil. Ia lalu mengusap kedua matanya. “Kenapa mata ini terlalu suka melihat Kyuhyun!” ucapnya sambil berbisik. “Dan untuk apa dia kemari?” tuturnya sambil mengamati lebih dekat ke arah jendela. Ia meremas kecil tirainya. Sedikit ketakutan ketika melihat Leeteuk membuka pagar untuk tamu mereka. Ia sadar Kyuhyun semakin mendekat..

Langkah kaki Donghae menjadi tak nyaman. Ia lalu beralih duduk di atas ranjangnya dengan gusar. Ia ingat kejadian malam yang lalu, saat Kyuhyun menyeretnya tidak jelas. Memarahi dan mendesaknya tentang..

tentang? Donghae tidak ingat Kyuhyun mendesaknya tentang apa.

Dan Donghae terhenyak mendapati pintu kamarnya terbuka. Ada sosok Leeteuk yang mendekat ke arahnya dan mengatakan “ada teman yang mencarimu. Kau.. yakin dia temanmu? Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini. Atau hyung katakan saja kau sedang beristirahat?”

Donghae mencoba meyakinkan dirinya. “Tidak.. jangan hyungie.. dia benar-benar temanku,” ucapnya.

Leeteuk memandang Donghae dengan seksama. “Tapi wajahmu tidak menunjukan kau akrab dengannya,” cetusnya.

Donghae nampak meremas-remas jemarinya sendiri. Ia nampak gusar, lalu melambaikan tangannya pada Leeteuk, mengajak Leeteuk untuk lebih mendekat padanya. “Hyung aku tidak yakin untuk menceritakannya padamu..”

Leeteuk memukul kepala Donghae. “Tidak ada rahasia!” desaknya.

Dengan mengusap kepalanya yang terasa panas, Donghae menggerutu pelan. “Kau ini,” ujarnya tidak terima. “Kuceritakan sebagian saja dulu, ya? Ini yang terpenting..” tuturnya. Ia lalu menarik lengan Leeteuk lalu membisikan banyak kalimat di telinga saudara tertuanya itu, cukup lama.

Leeteuk nampak berjengit setelah Donghae selesai berbisik padanya. “Begitu?” kagetnya. “Sebanyak itu kau tahu, padahal jika dihitung, kalian baru bertemu dua kali? Katakan.. darimana kau tahu? Bagaimana kau bisa tahu?”

Donghae menjatuhan dirinya di atas kasur, lalu bergerak-gerak dengan kesal. “Aku tidak tahu, itulah kenapa aku sendiri merasa aneh! Kenapa hyung tidak mengatakan ‘oh’ saja dengan singkat agar semuanya selesai?!” kesal Donghae.

“Bagaimana mungkin itu bisa disebut tanggapan yang bagus? Bagaimana bisa hyung membiarkan adik hyung semakin bertambah dan bertambah aneh seperti itu, huh? Lagipula.. kau yakin dengan apa yang kau katakan itu?”

Donghae terbangun dengan rambutnya yang berantakan. “Hyung bantu aku membuktikannya sekarang! Aku sendiri belum tahu..”

Leeteuk memicingkan kedua matanya, lalu sekali lagi “aw!” memukul kepala Donghae. “Jangan bercanda!” rutuknya.

Keduanya hanya diam. Sesekali saling memandang, berselimut canggung. Mata Donghae jatuh pada luka memar di pelipis Kyuhyun. Sudah tidak bengkak, namun masih menyisakan biru kecil disana. “Kau baik-baik saja? Maaf aku tidak bisa melindungimu..” ucapnya.

Oh. Kyuhyun menyentuh lukanya. “Ini tidak apa-apa. Kita sama-sama terluka, kan? Kupikir lukamu lebih berat hingga kau belum menampakan dirimu di kampus,” tutur Kyuhyun.

“Sebenarnya aku juga tidak apa-apa. Hanya saja hyungku terlalu berlebihan..” bisiknya, takut Leeteuk mendengar.

Kyuhyun mengangguk. “Hm,” jedanya. “Aku ingin meminta maaf atas kejadian malam itu. Mungkin semua tidak akan terjadi jika aku bisa lebih bersabar. Mungkin, baik itu aku ataupun kau tidak akan terluka seperti ini,” ungkap Kyuhyun.

Donghae mendongak menatap Kyuhyun. “Lebih bersabar.. tentang?”

Hening lagi dan lagi. Kyuhyun memutar otak untuk mencari kalimat yang tepat untuk memulai segalanya. Bertanya tentang rasa penasaran yang menghantuinya, yang belakangan ini menjadi penyakit seperti mimpi buruk untuknya. Ia mengambil keberanian dalam satu terikan nafas. “Itu.. sebenarnya, banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu.”

Kalimat sederhana yang berhasil terlantun dengan apik. Sementara Donghae bungkam, entah harus menjawab apa selain “tentang apakah itu? Aku akan menjawab jika aku memang tahu jawabannya..”

“Itu..”

Leeteuk datang dengan dua gelas berisi dengan warna berbeda. Ia berikan air jeruk untuk Donghae, sedangkan warna merah untuk Kyuhyun. Kyuhyun melihat dan mencoba menebak, “strawberry?” dengan senyum senang. Mungkin ia juga tak sadar matanya telah berbinar.

Sejenak Leeteuk terpaku melihat reaksi Kyuhyun, lalu ia coba untuk tersenyum. “Ya benar. Kau menyukainya?”

Ada anggukan dari Kyuhyun. Ia lalu meminta ijin untuk “bolehkah aku mencicipinya?” mengundang tatapan antara Donghae dan Leeteuk bertemu sesaat, lalu mereka mengangguk mempersilahkan.

Kyuhyun menyipitkan kedua matanya saat cairan merah itu memenuhi rongga mulutnya. Tapi ajaib ia menghabiskan setengahnya dalam satu kali teguk. Wajahnya nampak puas dan senang disaat bersamaan, sehingga ia menyimpan gelas itu di atas kaca meja dengan sedikit keras dan bersemangat. Menciptakan bunyi adu yang keras, lalu ia tertawa kecil. “Bagaimana kalian tahu jika aku suka jus strawberry tanpa gula?” ucapnya dengan senyum terkembang namun..

Tik..

Tik..

Bunyi detik jam menyadarkan Kyuhyun akan sesuatu. ‘Darimana kalian tahu?’, Kyuhyun berfikir dan tiba-tiba tenggorokannya terasa kering. Ia gugup ditatap aneh oleh dua saudara di depannya itu. Ia sampai menjilat sisa jus di sudut bibirnya seperti orang bodoh.

“Itu.. aku hanya menebak saja..” cetus Leeteuk tiba-tiba untuk mencairkan suasana. Ia lalu mengacak rambut Donghae. “Aku senang jika kau menyukainya,” ucapnya pada Kyuhyun. “Silahkan habiskan waktu kalian berdua, aku akan menyiapkan makanan, siapa tahu kalian lapar..”

Baik itu Kyuhyun dan Donghae hanya mengangguk. Keduanya lalu saling melempar senyum satu sama lain. “Hyungmu orang yang baik sepertinya,” ungkap Kyuhyun saat Leeteuk telah menghilang.

“Ya. Aku mewarisi sifat itu darinya..”

Kyuhyun melongo. “Kubilang dia yang baik. Aku belum melihat sisi baik dari dirimu..”

Donghae mendengus kecil lalu melempar bantal kursi pada Kyuhyun. Entah rasa canggung yang sempat hadir menghilang kemana dan sejak kapan. “Aku itu orang yang baik, asal kau tahu saja!” belanya.

Kyuhyun tertawa. “Jika begitu, kau pasti akan menjawab segala pertanyaanku, kan?”

“Tentang?”

Kyuhyun lalu menunjuk ke arah gelas miliknya yang masih berisikan setengah jus strawberry. “Aku yakin kau tahu maksudku, kan? Aku merasa bukan hanya kau, tapi hyungmu yang membuat jus ini lebih aneh karena kalian mirip seseorang!”

“Kyuhyun.. aku tidak  mengerti!”

“Kau mengerti. Aku yakin kau mengerti, Donghae.. hyung? Kau lebih tua dariku, ngomong-ngomong?”

Donghae hanya mengangguk kecil. “Jangan aneh soal jenjang sekolahku yang harus sama denganmu. Belajarku tersendat karena sesuatu hal..” tuturnya. “Memanggil Donghae saja tidak apa-apa,” tukasnya.

“Oke- lebih baik aku memanggilmu hyung saja..”

Donghae melirik takut. “Apa kita berteman??”

Kyuhyun mengangkat bahunya, tapi mengangguk sedikit tidak yakin, tapi lebih berat ke yakin. Sehingga Donghae menepuk kedua telapak tangannya kegirangan. “Horay!” soraknya, lalu memandang sendu ke arah Kyuhyun. Tatapan yang Kyuhyun rasa, berbeda dengan Donghae beberapa menit yang lalu, ia terpaku. Terlebih..

“Aku senang kau mau berteman dengan orang lain selain Changmin..”

Satu detik, dua detik Kyuhyun merasa keheranan, lagi. Ucapan Donghae baru saja membuat dia geram di dalam hatinya. “Kau ini, sungguh membuatku bingung!” ia mengacak rambutnya kesal. “Aku heran kenapa sifatmu kadang sama seperti dia? Kenapa kau selalu mengatakan kalimat yang sama dengannya?!”

“Kyuhyunie jangan berlebihan,” cicit Donghae. “Mungkin hanya perasaanmu saja..”

“Donghae-ya..!!”

Leeteuk memanggil Donghae dari dapur. Kemudian anak itu datang dengan tidak bersemangat. “Kenapa? Kau tidak ingin membantuku?” tuding Leeteuk, melihat wajah Donghae yang tertekuk. “Aku hanya ingin kau membantuku mencuci beras. Apa kau lelah?”

Donghae lalu menggeleng pelan.

“Kyuhyun sedang apa? Apa dia membuat harimu buruk?”

“Tidak juga,” bantah Donghae dalam nada lemah.

“Lalu kau kenapa?”

Donghae menyimpan wadah berisi beras yang belum sempat dibersihkan olehnya dengan utuh. Ia matikan kran air dan mengusap peluh samar di wajah dengan lengannya. “Menurutmu aku yang aneh, atau hanya keberdaan Kyuhyun yang membuatku aneh, huh? Hyungie?” rajuk Donghae kemudian. “Rasanya aku ingin menangis..”

Leeteuk memandang sendu ke arah Donghae. “Sebenarnya apa yang kau fikirkan, hn?”

Donghae menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. “Kau fikir darimana aku bisa mengetahui segala hal tentangnya?? Mengapa aku selalu mengatakan hal diluar kesadaranku, bahkan ia mencurigaiku sebagai seseorang yang dikenalnya. Menurutmu aku pernah bertemu Kyuhyun sebelum ini?”

Leeteuk diam.

“Jika pertanyaan itu benar, maka aku akan menjawab dengan yakin, aku tidak pernah bertemu dengannya bahkan!”

“Mungkin kau mirip seseorang yang dekat dengannya..”

Donghae tersenyum kecut. “Jika hanya mirip, lantas mengapa aku merasa aneh dengan diriku sendiri yang mengetahui segala hal tentangnya, hyung!”

“Lalu apa jawabanmu jika hyung bertanya, kenapa kau bisa mengetahuinya?”

“Aku..” jeda Donghae dalam nada gusar. Ia lalu menutup kedua matanya dan berkata, “semua terlihat olehku..”

Leeteuk terpekur di tempatnya. Ia mencoba mengabaikan hal aneh tentang Donghae dan mengambil sekotak tahu, kemudian ia potong kecil-kecil, hingga suara Donghae hadir kembali dan memperingatinya. “Jangan campurkan tahu! Kau lupa aku sudah mengatakan tadi bahwa dia tidak suka makanan itu?! Jangan banyak sayuran juga!” simpul Donghae, lalu beranjak pergi.

Perlahan Leeteuk mengusap keringat dingin di dahinya. Ia benar-benar tak habis fikir dengan apa yang terjadi pada adik bungsunya itu. Sungguh menghawatirkan.

“Maafkan Donghae. Mendadak ia mengatakan kepalanya benar-benar sakit dan dia tertidur. Maaf karena dia meninggalkanmu. Tidak apa-apa, kan?”

Kyuhyun hanya mengangguk maklum. Padahal belum sempat ia berhasil menemukan jawaban dari rasa penasarannya. Tapi ia tak boleh memaksa. Mungkin bisa dilakukan di lain hari, toh Donghae tidak kemana-mana, dan nampaknya mereka akan banyak bertemu di kampus nanti.

“Aku sudah terlanjur memasak, jadi kau tak boleh menolak. Makanlah bersamaku..”

Kyuhyun menatap lekat ke arah Leeteuk. Ia tersenyum saat menemukan senyum hangat di wajah hyung temannya itu. Hangatnya sama seperti seorang ibu, Kyuhyun terkagum-kagum. Terutama disaat Leeteuk menarik lembut lengannya, menuntunnya menuju ruang makan.

Sayang sekali ada rasa nyeri ketika Leeteuk menepuk punggungnya pelan, membuatnya mengaduh tiba-tiba karena sakitnya tak bisa ia tahan. “Ah.. maaf,” tuturnya.

Leeteuk sedikit cemas. “Ada apa? Apa aku memukulmu terlalu keras?”

Kyuhyun menggeleng, namun ia tak bisa menyembunyikan rasa ngilu pada punggungnya itu. Ia mencoba mengusap itu dengan tangannya, namun tidak sampai. Leeteuk memperhatikannya dan mulai mengelus punggungnya. “Bagian mana yang sakit? Yang ini?”

Ada ringisan yang bertambah ketika Leeteuk menemukan titik sakitnya. Ia mengaduh tidak tertahankan, sehingga Leeteuk semakin menaruh perhatian pada luka itu. Ia bahkan tak sempat menanyai persetujuan Kyuhyun untuk membuka baju atas Kyuhyun.

“Astaga, ada lebam besar sekali disini,” kaget Leeteuk, mendapati punggung Kyuhyun dengan gambaran ungu cukup besar. Kyuhyun tersenyum kecut, pantas rasanya sakit. Ia tak berani berkomentar dan memilih bungkam. Reaksi Leeteuk membuatnya sedikit takut.

“Kenapa kau bisa terluka seperti ini, kau berkelahi?”

Kyuhyun menggeleng. Ia mengira Leeteuk tidak tahu dirinya terluka bersama Donghae. “Ada sedikit kecelakaan. Aku tidak tahu ada luka disana..”

Leeteuk lalu mengangguk dan melihat biru keunguan yang lain di pelipis Kyuhyun. “Pantas saja. Kau tidak pergi ke dokter?” tanyanya, dan Kyuhyun menggeleng. Leeteuk lalu mengusap luka di pelipis Kyuhyun. “Kau mungkin saja bisa mengobati lukamu yang disini, tapi kau tidak bisa menjangkau punggungmu sendirian. Kau sampai tidak tahu ada luka disana, bagaimana jika berbahaya?”

Hanya ada tawa samar dan canggung dari Kyuhyun. Ucapan Leeteuk sama, seperti seseorang yang dikenalnya, tapi ini berbeda. Lebih hangat dan tidak terasa aneh baginya. “Hyung mengomel seperti seorang ibu saja!” cetusnya tiba-tiba.

Leeteuk mengulum senyumnya. “Biar kuoles dengan obat. Tunggu. Setelah ini baru kita makan..”

Tidak ada kata. Kyuhyun nyaris tertidur ketika Leeteuk mengobati punggungnya. Terlalu nyaman, bahkan ia tak sadar ketika semuanya telah selesai dan Leeteuk mengelus punggungnya. “Bagaimana? Sudah baikan?”

“Hmm..”

“Aku akan lebih senang jika kau tidak sungkan pada kami. Ayo, kita makan..”

Kyuhyun membuntuti langkah Leeteuk dan matanya mengitari sekitar ruangan. “Kalian hanya tinggal berdua?” tanyanya tiba-tiba. Foto-foto di dalam rumah itu, hanya diisi oleh gambaran Leeteuk dan Donghae, ada pula Kibum disebagian foto.

“Ya. Kami berdua sejak dulu. Orang tua kami.. mmh.. meninggal sudah lama sekali..”

“Maaf,” sesal Kyuhyun. Ia kembali berjalan dan bertanya mengenai keberadaan Donghae, tak tega jika harus menghabiskan hidangan tanpa Donghae.

“Dia sudah biasa seperti itu. Biarkan saja. Dia tidak akan marah..”

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Tak lama ia telah menghadap ke arah meja makan. Namun lagi ia membeku saat melihat hidangan sayur sengaja Leeteuk geser menjauh darinya, dan Leeteuk menggeser hidangan berisi daging dan telur untuknya. “Makanlah apa yang kau sukai. Katakan jika kau tidak suka..”

Merasa aneh, Kyuhyun tidak terlalu menikmati makanannya. Ia masih dihinggapi penyakit itu. Penyakit penasaran yang membuat kepalanya berdenyut sakit. Donghae tidak ada, tapi tingkah Leeteuk di hadapannya tidak beda jauh anehnya dengan Donghae.

Kyuhyun lebih memilih bungkam karena tak berani bertanya pada Leeteuk dengan alasan masih sedikit canggung dan menghormatinya sebagai seseorang yang lebih tua darinya.

Cukup lama ia habiskan waktu bersama Leeteuk. Hingga menjelang sore, ia berpamitan pulang. Donghae tak kunjung keluar dari kamarnya, sehingga Kyuhyun hanya bisa menitipkan salamnya melalui Leeteuk.

Leeteuk mengantarnya hingga depan teras rumah. Sesaat akan memakai sepatunya, ia mengutuk diri. Bagaimana bisa ia melupakan fakta, bahwa ia tak bisa menyimpul tali sepatu??

Dilanda bingung cukup lama, Kyuhyun mencoba memakai sepatunya. Dengan mencoba menutupi rasa gugupnya, ia mencoba memakai sepatunya tanpa menautkan talinya, berakhir dengan tali terurai dan nampak tidak nyaman. Ia berharap Leeteuk tidak melihatnya.

“Aku pulang hyung. Terima kasih untuk semuanya..”

Leeteuk tersenyum. Tanpa di duga Kyuhyun, ia mendekat dan lalu memeluk pemuda kecil itu. Memeluknya dengan hangat. Lalu setelah pelukan itu terlepas, ia berjongkok kemudian, menggapai sepatu Kyuhyun untuk menautkan talinya.

Kyuhyun berjengit kaget dan menggeser kakinya. “Jangan lakukan itu!” sentaknya tidak sengaja.

“Kenapa? Biarkan aku membantumu..”

Kyuhyun menggeleng kasar. “Apa kau juga telah mengetahui bahwa aku tidak bisa menautkan tali sepatu?” ujar Kyuhyun. “Aku tidak mengerti pada kalian! Kalian ini..”

“Kyuhyun..”

Lagi, Kyuhyun menggeser langkahnya. “Kau dan juga Donghae, kenapa mengetahui segala hal tentangku? Ini yang ingin aku ketahui, ini yang menjadi tujuan kedatanganku yang sebenarnya. Aku terbebani dengan sikap kalian yang seperti mengenalku sangat jauh!”

Leeteuk memandang Kyuhyun. “Akupun merasa aneh, pada Donghae. Sesungguhnya, dia yang memberitahukan semua hal tentangmu. Semuanya yang terjadi hari ini, dia yang memberitahuku..”

“Tapi kenapa?” lirih Kyuhyun.

“Aku.. aku yang harus bertanya padamu, karena Donghaepun bingung karena hal ini. Kau pikir seseorang memberitahu Donghae mengenai segala hal tentangmu? Kau pikir, siapa itu? Siapa yang memberitahu Donghae?”

Ada gelengan kecil dari Kyuhyun. “Aku tidak tahu! Dia hanya mirip ibuku! Semua yang hanya aku dan ibuku tahu, dia telah mengetahuinya. Kupikir.. kalian mengenal ibuku sebelum kita bertemu??”

“Ibu?”

“Iya, benar ibuku!”

Leeteuk masih berfikir, menebak-nebak, mencocokan segala hal yang menjadi dugaannya. Lalu perlahan ia berjalan mendekat ke arah Kyuhyun. Ia pegangi kedua bahu Kyuhyun, menatap Kyuhyun serius. “Boleh kutahu, siapa nama ibumu?” dan Kyuhyun keanehan dibuatnya, namun ia menemukan sedikit penerangan. Lalu ia tersenyum. “Dia..”

TBC

Hay.. Hay.. saya datang lagi bawa FF yang sepertinya buat kalian kerepotan memikirkan jalan ceritanya, :p Chapter ini sudah selesai sejak lama sebenarnya. Cuman karena beberapa hal penting, saya baru bisa update sekarang^^

Saya sudah utarakan sedikit maksud saya, semoga kalian mengerti kemana arah cerita FF ini. Saya ingin menjawabnya pelan-pelan. Saya suka liat kalian bingung dan menebak-nebak, meski ada sebagian tebakan kalian yang benar.

Saya sangat- sangat- sangat berterima kasih buat teman-teman yang sudah sempat baca bahkan memberikan penilaiannya untuk cerita ini. :’)) FF ini tidak seberapa dibanding dengan FF keren di luar sana.

POKOKNYA G MAU TAU! SAYA HANYA MAU BILANG TERIMA KASIH! (?)

-HAHAHAHA-

Masih mau nunggu chapter tiganya??😀

48 thoughts on “ANGEL EYES CHAPTER 2

    TeukHaeKyu said:
    Juni 3, 2014 pukul 8:52 am

    oh,. mungkin mata-nya Hae itu dari Ibu-nya Kyu mungkin ya,… tapi saya nih oon, dari awal saya ngira Hae itu masih buta loh,… baru di sini ngeh kalo dia sebenernya bisa lihat. hihihi,.. atau mungkin ada bagian yang ter-skip saat baca, yang akhirnya bikin saya kehilangan sebagian cerita juga. Hihihi….. Ah,… ntar baca lagi ajah,.. untung masih dua chapter😀

    btw, chapter depan ASAP!😉

    Haebaragi (Rosya) said:
    Juni 3, 2014 pukul 10:25 am

    aku juga berpikir kalo matanya Hae itu dari ibunya Kyu.
    tapi kok bisa berakibat Hae jadi tahu segala hal tentang Kyu?
    tentu saja aku masih nunggu chapter berikutnya. selalu. aku tak pernah bosan baca FF eonnie🙂

    Awaelfkyu13 said:
    Juni 3, 2014 pukul 10:42 am

    .mau bgd nunggu chap.3.. dan klu bisa jngan lama”.. hehehe.. udah mulai dpet pncerahan nih teh.. mnurut aku dulu itu donghae buta trus yg donorin mta itu ibunya kyuhyun.. jd kek ada ikatan batin gtu.. dan mungkin sbelum mninggal dan donorin mtanya tuk hae. ibunya kyu cerita sgala hal tntang anknya kyuhyu.. betul ga?? huaaaa aku ngarang bebas…. dan kyu punya klainan ya tteh?? apatuh namanya?? yg ga bsa ngurutin abjad.. trmsuk disleksia bukan?? wadoooh ngarang bebas lg aku… aaakkhh pkoknya ditunggu scepatnya chap.3…. smangaatt!!

    Linda ★☆ said:
    Juni 3, 2014 pukul 10:56 am

    kalau saya ngemis chapter 3 nya sekarang bakal dikasi kah? hehe
    semua jadi jelas bagi sy.. seengganya sampai chapter ini ^-^
    ibu kyuhyun donor mata sebelum/sesudah meninggal dan donghae yg kena.. makanya hae bisa tau, ya gak? kk
    chapter 3 nya semangat yaaa~ sy tunggu, jadi buruan!! xD wkwkwk

    Nelly Key Donghae said:
    Juni 3, 2014 pukul 11:30 am

    Eonnieeee ini pendeekkkk #ditampol#

    aku senang liat Kyu yg udh mw mmbuka diri bt yg lain.. jgn maennya ma changmin muluuu -_-

    next Chapter ditunggu bgt…
    pnasaran bgmn crtax ibux kyu bisa donorin matax ke Hae…??

    ditungguu ditungguuuu….
    n FF eonnie tetep kereeenn bgi kamii… tetap semangattttt !!!!!!

    kyuzi said:
    Juni 3, 2014 pukul 11:41 am

    aq suka maen tebak2an… haha… aq mw nebak jg… aq mw nebak klo tuch mata adalah matanya ibunya kyu yg ada di donghae… donghae bisa tw smw tentang kyu krn dy melihatnya… hasyah aq bingung ngejelasinnya sich… ini sdkit aneh mungkin, tpi khayalanku mengatakan(?) klo hae bisa tw smw yg ada pada kyu krn mata itu punya ibu kyu. gtu dech… bukan krn ibu hae pernh crta tpi hae tw krn mata itu. atw ingatan mata bsa menjdi namanya? wkwkwk *digaplokkrnngasihnamasembaran. pokoknya gtu dech… u,u bingung nich jelasinnya… pokoknya imajinasiku gtu dech..
    d tunggu bgt lho klnjutannya, aplgi klo update asap. tpi aq nggak maksa lho, cz nulis itu susah… apalagi nuangin ide… hehe pokoknya aq cmn mw ngasih semangat n doa biar lancar ne… u,u hwaiting~

    rini11888 said:
    Juni 3, 2014 pukul 1:00 pm

    Apa leetuk knl ibunya kyu…..trus sblm mninggal ibunya kyu donorin mtanya byat hae??? Pnasaran ama crtanya,lanjut chingu. Btw mau nanya yg nothing better itu bneran udh selesai y?? Moga ada next storynya dech kkkk.

    kim icha said:
    Juni 3, 2014 pukul 1:30 pm

    mauu bgt chap 3 nya Author-nim

    ida elfishy said:
    Juni 3, 2014 pukul 1:54 pm

    wahhhh ia aq dah sdkit ngerti nih,sdikiiit doang.
    mkin pnsarannnnn,apa yg trjdi di msa lalu donghae spertinya brsangkutan sma ibuna kyu, ia ga????? hehehe
    chap 3 aq slalu mnunggu,bahkan untuk chap2 slanjutna^^
    FIGTHING eonni

    ElizElfishy said:
    Juni 3, 2014 pukul 2:25 pm

    Chapter 3 d’tunggu selalu eonn..
    Donghae makin kelihatan aneh d’mata Kyuhyun. Apa ya reaksi Kyuhyun saat tau siapa yg mendonorkan mata buat Donghae . Penasaran.

    vicya merry said:
    Juni 3, 2014 pukul 2:55 pm

    di chapter ini udah mulai ngerti. tp yg masih jd pertanyaan kenapa hae begitu th ttg kyu? klo cuma donorin mata ibu kyu ke hae kayanya gak itu deh alasannya. Dan hae bilang klo dia melihat semuanya? inikah intinya dan arti dari angel eyes?

    juga penasaran apa yg terjadi sama mata hae ampe tu pencuri kabur dan kibum pun hampir copot matanya liat hal itu? apa ff ini ada unsur fantasynya?

    eon slalu buat ff yg bikin penasaran akut, hehe pokoknya di tunggu bgt chapter 3-nya. moga cepet updatenya.

    arumfishy said:
    Juni 3, 2014 pukul 3:58 pm

    Makin seruuuu oen….

    IBunya kyu yg donorin mata bwt hae y??
    Trs hae kayak punya indera ke 6 gtu….

    Aish….mkin penasaran….
    Satu kata buat oen Minah
    DAEBAK……….

    haekyuLLua said:
    Juni 3, 2014 pukul 4:15 pm

    kak,, chap ini terlalu pendek #ditampol wehehe
    sdikit2 udh mulai ngerti. tp masih bingung knpa donghae bisa tau bnyk tentang kyuhyun? klo misalnya bener mata donghae itu mata ibunya kyu, apa bisa hnya krna itu donghae bisa tau bnyk tentang kyuhyun? pasti ada alasan lain.. hahaha sok tau skali spertinya aku ini kak-_-wkwkwk masih bnyk misterinya yg bikin penasaran :O
    aah klo gk salah ini genrenya ada fantasynya kan? brarti sesuatu yg diluar kenyataan bisa terjadi disini.. #sotoy wkwk
    siplah ini udh panjang.. chap 3 juseyo😀

    lienana said:
    Juni 3, 2014 pukul 4:18 pm

    apa ibu Kyu yang mendonorkan matanya untuk Donghae?? #Bisa jadi kan??!!
    d tggu kelanjutannya aja deh!!

    321 said:
    Juni 3, 2014 pukul 5:23 pm

    mulai bs nangkap ceritanya,, keren,, lanjut,,,,,

    Dinan Lee said:
    Juni 3, 2014 pukul 5:31 pm

    Jangan2 mereka saudara kandung yang terpisahkan lagi Min,, ahahahahhaaha
    Next Chapt dahh,, di tunggu yoooo😉

    Kim Hyunki said:
    Juni 3, 2014 pukul 10:52 pm

    Oh akhirnya…mata Ibunya Kyuhyun toh… tadinya saya nebak mata hyungnya gitu… haha
    Aaah… daebak banget… saya suka suka suka… hehehe paling seneng kalo Kyuhyun udah bersikap manja, di cahapter ini udah mulai kelihatan… saya jg suka interaksi Kyuhyun dan Changmin… mereka emang duo sejati.. hehe
    Semoga untuk chapter 3 saya ga nunggu terlalu lama ya…. hwaiting! gomawo😀

    KyuHaeELF said:
    Juni 3, 2014 pukul 11:22 pm

    Sebenernya waktu baca di chap 1 msh bingung? Tp di chap 2 ini udh mulai paham sy😀 itu td yg bilang ‘oh’ leeteuk/kyuhyun? Yah, next aja deh😉

    Tsafa Fishy said:
    Juni 4, 2014 pukul 1:31 am

    Makin penasaran sebenernya apa yang terjadi,, dan itu hadeuh kenapa TBC nya pas bagian itu bikin makin penasaran aja heheheh ditunggu lanjutannya yah ^^

    Uthrie Elfishy said:
    Juni 4, 2014 pukul 2:31 am

    Whoaa.. Senangnya cepat update.. ^_^
    Mata ibu Kyuhyun buat Donghae ya?

    Paman yg waktu itu ketakuta liat Donghae gara” telinga Donghae berdarah kah?! Atau karena hal lain yg dia liat dari Donghae?
    Penasaran nih.. Ditunggu banget chapter 3 nya kak!
    Fighting!! ^_^

    dewiangel said:
    Juni 4, 2014 pukul 2:31 am

    waaaah aku juga penasaran sama kaya kyu,,, lanjut aja deh,, dah bingung mau ngomong apa,,,,!!

    eLice← said:
    Juni 4, 2014 pukul 6:24 am

    oh oh oh sedikit² mulai terkuak nih..

    mungkin benar, mata—nya Hae itu mata ibu—nya Kyu… Ughh udah nebak² gak jelas nih buat chap depan. . ditunggu chap—3’nya..
    FF lainnya juga.. dilanjut yah author eonn..
    🙂

    kimHaEna elfish said:
    Juni 4, 2014 pukul 8:23 am

    ahhhh oeni weoo..? tanggung bulan hadweee
    bikin frustasi.
    kerennnn …

    Maya Nurhikmah said:
    Juni 4, 2014 pukul 10:50 am

    eon ini kependekannn… hihiii #nyengir😀
    hohhhh jdi gituh toh.. hae bisa tw ttng kyu krna dy pnya pnglihatan dri mta brunya yg kmungkinan bsar itu adlh mlik ibu kyuhyun… tp gmna proses.y gma kjadian.y aq mw nunggu chap 3 az biar gk tebak”an lgi dan sok tau..
    minah eonnie yg baik hati dan tdk sombong, yg mnis legit kya ‘peuyeum’ d tunggu kelanjutan.y…

    yolyol said:
    Juni 4, 2014 pukul 12:51 pm

    Mata donghae adalah mata ibu kyuhyun…!!! yup..pasti itu bner,mknya hae langsung familiar sm kyuhyun dan kebiasaannya.

    hm…udh mulai jelas sedikit,tp msh pnasaran sm kejadian yg mnimpa hae dlu..lanjuuuuttt…

    lee gihae said:
    Juni 4, 2014 pukul 3:27 pm

    aku jga di hinggapi penyakit yg sama dgn kyu, eonni ..
    penyakit penasaran ..

    teka-teki di chapter 1 terjawab semuany di chap ini ..
    sukka deh, disini cerita ny blak”n(?) .. gx berbelit bikin gemes …
    mata hae itu mata ibu kyu ya?
    aku baru tau klau mata jga ngebawa memori si pemilik ny .. aku kira cuma jantung aja ..
    ini fakta or fanfic eonni??

    ff mu aku selalu dukung eonni ..
    meski selalu paling akhir review .. kkk ~
    author mina eonni jgan bosen” buat ff teukyuhae neee ..

    chapter 3 sangat di tunggu ..!
    hwaiting ..!😀

    KimKeyNa said:
    Juni 4, 2014 pukul 3:50 pm

    Nama ibunya TBC
    ah eon,kenapa pendek*plak*
    mata Hae ni kenapa kok sampe orang itu takut,?blm kejwb di chap ini,penasaran eon
    ditunggu next chap

    kang yong ra said:
    Juni 4, 2014 pukul 5:29 pm

    hyaaaaaaaa, knp TBC menyerang di saat yg tidak tepat seh ckckckck
    sepertinya matanya hae tu matanya ibunya kyu ya, pasti bener kan hehehehe
    Lanjutkan yaaa, aq tungguuuu, jangan lama2🙂

    LiKyuHyun said:
    Juni 4, 2014 pukul 5:43 pm

    kyaaaa~ akhirnya update juga^^
    jangan-jangan matanya donghae itu sebenernya mata ibunya kyuhyun? penasaraaaann~~ gimana reaksi kyuhyun kalo tahu itu beneran mata ibunya? di tunggu kelanjutannya eon. Fighting!!

    penikmatlangitsenja said:
    Juni 4, 2014 pukul 11:06 pm

    gak mau main tebak2an, krna udah diwakilin sama orang2 tebakannya.hehehe….ditunggu chapter selanjutnya yaa authornim ^^

    gnagyu said:
    Juni 5, 2014 pukul 2:22 am

    aaaaaaahhh ff ini keren ..
    udah sih kyu ..
    gapapa ada yang tau semua tentangmu ..
    supaya ga sendirian lagi ..
    itu matanya donghae dari ibunya kyuhyun kah?
    atau gmn?
    kok bisa tau semua muanya?
    hmmmm ..

    keyjedottaembok said:
    Juni 5, 2014 pukul 3:24 am

    chapter 3nya ditunggu banget dong eonnniiiiiii!!!
    ahhhhh pasti itu matanya donghae itu donor dari mata ibu kyuhyuuuun.
    sumpahhh seru bangeeet ih! udah serasa masuk ke dalam ceritanyaaa :”)
    ayo eonni! bikin kyuhae menderita yaaaaa hihihi
    updateeee kilaaaaat sangat ditunggu! hihihi
    fighting!

    yetha said:
    Juni 5, 2014 pukul 3:26 am

    Itu pasti yg donorin mata ke Hae itu Ibunya Kyuhyun. Jadi setiap liat Kyu, matanya itu selalu menunjukan segala hal tentang Kyuhyun yg cuma Ibunya doang yg tau. Makanya itu Hae bisa tau apa kelemahan Kyu.
    Ditunggu chapter selanjutnya chingu😉 fighting …

    kyuli99 said:
    Juni 5, 2014 pukul 5:33 am

    Apa hae matanya .mata ibunya kyu, ah terus lanjut. Semangat eonni .. . . . Jng lama2 ne

    erleenescallps said:
    Juni 5, 2014 pukul 6:59 am

    ih susah ditebak emang ff kakak ni.. kirain gini taunya gitu.. lanjutkan!! *nothing better gimana tu?*

    casanova indah said:
    Juni 5, 2014 pukul 3:04 pm

    Aaaa… aq salah tebak yg kemarin.. kirain donghae berkepribadian ganda..
    kan itu mengerikan..
    sepertinya mata donghae milik ibu kyuhyun deh.. tapi bagaimana bisa kyuhyun
    ga tau kl ibunya mendonorkan mata untuk donghae..
    jangan2 setelah tau itu mata donghae adalah mata ibunya, kyuhyun jadi
    benci lg ama donghae, padahalkan mereka baru mulai akrab..
    semoga update cepet lg dech chap 3nya…
    Nothing better-nya juga..🙂

    dewi said:
    Juni 5, 2014 pukul 7:28 pm

    mungkin mata donghae mata ibunya kyu.
    wah ceritanya makin bikin penasaran.ditunggu chapter berikutnya ya.
    tetep semngat ya…

    Jakyu said:
    Juni 6, 2014 pukul 3:02 am

    Kyaknya yg donorin mata ke donghae adlh ibu nya kyu deh.
    Trus knapa ibunya kyu bisa ngedonorin mata nya ke hae yah?
    Apa mreka bersaudara.
    Ah onnie,dilanjut ff nya cpet ya onnie…

    AldMin said:
    Juni 6, 2014 pukul 3:08 am

    GAMAU TAU JUGA KAKKK
    AKU SUKA BANGET CERITANYA :’*
    DAN GAMAU TAU JUGA CHAP 3 UPDATENYA CEPET
    AHAHHAHAHAHHA xD
    yang donor mata ke hae itu ibunya kyu kah? hehe
    atau mereka semua emang ada suatu ikatan darah atau apalah gatau juga hehe/?
    gahabis fikir lah, pasti kata2 yg ditulis bangus dan aku suka banget kak
    fighting ya kak😀

    sofyanayunita said:
    Juni 6, 2014 pukul 2:24 pm

    mungkin ibu nya kyuhyun masuk ke tubuh donghae *plak ngawur . hhahaha .
    lanjut eonni … semaangaaatt …aku menunggu chapter tiganya *senyummanis😀

    Rien ELFishy said:
    Juni 7, 2014 pukul 10:11 pm

    nah, trnyata bukan renkarnasi. mungkin aja hae tau tntg kyu karna mata itu? hm, apa ibu.a kyu mendonorkan mata.a ke hae? aku cuma nebak, eon… ^^v hehe~ aku bakal tunggu chap.3 deh~~ fighting to eonni~~ ^^

    lifelocked said:
    Juni 9, 2014 pukul 3:31 am

    ugh masih bikin penasaran soal matanya dongeeee uuunnnn~ donge pernah dpet donor mata dari ibunya kyuhyun ya? trus berhubung genre nya ada fantasy nya … ada kemungkinan ibunya kyuhyun punya semacam kekuatan yg diwarisin ke donge lewat mata itu? keluarganya kyuhyun titisannya dumbledore mungkin y? *plak ngacobanget.com lanjut ah lanjut T,T asap ya unn? *aegyo*

    donghae elfishy said:
    Juni 9, 2014 pukul 9:05 am

    kereeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnn…………………………………. lanjutin……
    keren banget!!!!!!!!

    Aliva Anjells said:
    Juni 10, 2014 pukul 9:13 am

    Huwa jgn2 mata hae it mlik ommany kyu… Heem tu pzt it matay ommany kyu,tp knp kyu tak tau kalo mata omma ny didonorn k hae,awl y membnggkn,tp lm2 q ska,kren,next chap 3

    goppiri said:
    Juni 16, 2014 pukul 4:34 pm

    Wah wah.. mudeng nih
    Donghae sekolah setahun lebih lambat karena sesuatu yang bikin dia buta,
    Ibu kyu yang donorin matanya
    Terus kyu itu punya penyakit si matanya, namanya apa dah lupa, ada di film india taree zameen pal

    Mian baru coment disini

    goppiri said:
    Juni 16, 2014 pukul 4:42 pm

    Wah… kebaca
    Donghae sekolah telat setahun gegara sesuatu yang buat dia buta, terus ibu kyu donorin matanya, mungkin dia dah sekarat makanya donorin mata ke Hae
    Ibu kyu masih khawatir sama kyu yang pinter tapi punya gangguan disyaraf mata kalo gak salah inget. Nama gangguannya entah apa, lupa. Ada di film india tare zameen pal. Karena khawatir, jadi donghae di kasih tau tentang kyu lewat matanya

    nia na yesung said:
    Juni 24, 2014 pukul 7:26 am

    Tebakan Saya salah -_-” Memalukan hehehe
    saya baca chapt ke 3 ya
    Makasih Udh Lanjut🙂

    mole13 said:
    Agustus 3, 2014 pukul 6:40 am

    jgn jgn donghae dpt mata dr ibunya kyuhyun ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s