SORRY- SORRY [2]

Posted on

“Ibu bilang jangan biasakan membuka pintu dengan kakimu!”

“Maaf”

SORRY- SORRY

[KyuHae – Oneshot Family Fanfiction]

“Hentikan! Ibu baru saja mengepel lantainya. Jangan lari-lari di dalam rumah!”

“Maaf”

“Kau menghapus semua data di dalam komputer ayahmu!”

“Maaf”

“Sampai kapan kau akan meminta maaf lalu melakukan kesalahan-kesalahan lain, huh?”

..

..

..

Tapak kaki memenuhi lantai yang bahkan masih menyisakan embun-embun basah di atasnya. Tapak kaki itu membekas, membuat seseorang dibuat lelah, pasalnya “ibu sudah mengepelnya berulang kali. Kyuhyunie bisakah kau duduk sebentar dan jangan injak lantai hingga dia mengering?”

Kyuhyun segera berjinjit, sebagai ungkapan maafnya. Mengerti bahwa tapak kakinya mengganggu pekerjaan sang ibu. Ia melangkah berjinjit menuju sofa sambil tersenyum canggung pada ibundanya. “Maaf ya bu, Kyuhyunie lupa..”

Sang ibu tersenyum maklum, namun ada rasa mengejek dari wajahnya. “Dan jangan berdiri di sofa itu!” peringatnya kemudian. Pasalnya Kyuhyun berjalan di atas satu sofa hingga menuju sofa lainnya. Setelah mendengar penuturan sang ibu ia segera membanting tubuhnya agar terduduk di atas sofa.

“Aku hanya mengambil remote tv bu,” ketusnya sedikit kesal bercampur nada malas. Ia lalu menghidupkan televisi dan meringkukkan dirinya di atas sofa, menghadap ke layar. Dia merasa sedikit sebal, setelah mendapat peringatan 2 kali dalam kurun waktu yang hampir sama. Kyuhyun tidak suka itu!

“Wah.. ibu sedang mengepel, ya? Maaf aku tidak tahu..”

“Tidak apa-apa, Donghae-ya.. sebelah kiri sudah kering..”

Kyuhyun memutar bola matanya malas. “Donghae hyung boleh menginjak lantainya, aku tidak boleh!” sungutnya, di dalam lengannya yang ia jadikan bantalan itu. Dengan sedikit kasar ia memijit remote lalu memindahkan saluran televisi dengan tidak terarah. Sesungguhnya rasa kesalnya mengalahkan rasa ingin menontonnya. Terlebih..

“Kau sedang menonton apa?”

Segera Kyuhyun mendengus ketika tiba-tiba mendapati Donghae di sampingnya dengan roti di dalam piring kecil di tangannya. Ia melirik kecil. “Kau ini malas sekali! Baru bangun, huh? Dan ada apa dengan piyamamu itu? Kau belum mandi?!” omel Kyuhyun. Ia memandang Donghae tidak suka, tapi berani mencubit sedikit roti milik Donghae dan memakannya. Mungkin mencicipi?

Atau..

“Jangan bilang ibu, ya!” … atau dia sedang mencurinya? Tsk.

Donghae melongo, tidak lama dan lalu memasang wajah tak pedulinya. Entah terlalu polos atau memang terlalu bodoh. Ia segera memakan sisa roti panggangnya sebelum Kyuhyun menghabiskannya lebih dulu. “Aku tidak akan bilang ibu, tapi pindahkan chanelnya! Aku ingin menonton Pororo!”

“Itu kekanak-kanakan, Donghae!”

Lagi Donghae memandang Kyuhyun. “Lalu film kartun mana yang tidak kekanak-kanakan?” tanyanya dalam nada datar. “Atau kau mau menonton film dewasa, dan aku akan beritahu ibu sekarang juga bahwa kau menonhnnfff-”

“Jangan keras-keras!” bisik Kyuhyun geram tepat di telinga Donghae sambil membungkam mulut saudaranya itu.

Donghae menghempas jemari Kyuhyun dari mulutnya. “Ibu bilang kita tidak boleh menonton film dewasa, Kyuhyunie!” cicit Donghae, gemas tapi tidak berani mengatakannya secara gamblang, karena beberapa hari lalu Kyuhyun telah memperingatinya untuk ‘tidak bilang-bilang pada siapapun’ tentunya dengan sedikit ancaman.

“Umur 10 tahun itu sudah dewasa,” ucap Kyuhyun. Lalu ia tunjukan kesepuluh jemarinya di hadapan wajah Donghae. “Lihat! Umur kita sudah ada sebanyak jari-jari ini! Artinya kita sudah dewasa..”

Kening Donghae mengerut. Memandang Kyuhyun lekat, tidak percaya dengan penuturan saudaranya tersebut. “Kau bohong!” dengusnya. “Dewasa itu seperti ayah dan ibu, Kyuhyunie! Seperti ibu guru di sekolah juga! Orang-orang yang setinggi mereka, itu sama dewasa!” jelas Donghae.

Kyuhyun berdecak, “mereka itu sudah tua! Kita dewasa!”

“Yang benar?” tanya Donghae, merasa kurang yakin sambil turun dari sofa.

“Aku serius,” yakin Kyuhyun.

“Aku tanya ibu saja..” putus Donghae, lalu melangkah menuju dapur dimana ibunda mereka berada. Eh? Di waktu yang sama, si nakal Kyuhyun melotot kemana Donghae melangkah pergi. Ia menepuk jidatnya dengan telapak tangan ketika di dengarnya suara membahana dari arah dapur. Suara sang ibu yang meneriaki namanya.

“Kyuhyunie!! Berhenti membodohi saudaramu sendiri!!!”

Kyuhyun membalas, “maaf bu,” tanpa rasa berdosa..

Satu hal yang Kyuhyun tidak mengerti adalah, “kenapa semua barangku berbeda dengan kalian?! Gelas milik Donghae hyung bahkan terbuat dari bahan kaca, kenapa punyaku begini? Barang plastik dengan motif sapi-sapi yang jelek. Aku tidak suka!”

Donghae menyudahi kegiatan meminum susunya dengan jejak putih di salah satu sudut bibirnya. Ia melirik ke arah Kyuhyun. “Punya Kyuhyunie lebih bagus dari punyaku. Kenapa Kyuhyunie marah-marah?”

Kyuhyun melempar sumpit yang sedang dipakainya. “Yang benar saja, Donghae!” marahnya.

“Panggil dia hyung! Apa jika sedang marah kau bahkan melupakan keberadaan kami, orang tuamu?!” peringat sang ayah dari kursi yang paling ujung. “Dimana sopan santunmu, Kyuhyun?! Kami tidak mengajarimu untuk berbuat tidak sopan seperti itu!”

Kyuhyun terpaksa meredam marahnya. Ia memang paling takut pada ayahnya. Sosok yang paling disegani semua orang, memang. Matanya bergerak melihat sang ibunda yang masih asik menuangkan air di gelas milik ayahnya. Tak ada reaksi dari wanita tersebut, sama sekali.

“Kalian sama saja, aku tidak mau makan!”

Donghae hanya memainkan sendoknya sambil tersenyum hambar. Sang ayah berusaha meneriaki Kyuhyun, tapi itu tidak berhasil memanggil kembali Kyuhyun yang sudah terlanjur masuk dan mengunci pintu kamarnya.

“Aku sudah merasa sangat dibuat pusing oleh kelakuan anakmu yang satu itu!”

Donghae melanjutkan makannya dengan rapih, meski ia juga mendengar dan menyimak percakapan kedua orang tuanya itu.

“Dia juga anakmu, yeobo..

“Oke! Tapi mengapa ia sangat berbeda dengan hyungnya? Apa ada yang salah dengan cara mendidik kita padanya? Apakah perlakuan kita berbeda antara padanya dan pada Donghae?! Seingatku tidak..”

“Dia cemburu yah, bu..” tukas Donghae. Dalam diamnya, dia mengerti. Dalam tenangnya dia berfikir. “Coba samakan segalanya antara aku dan dia. Dia berkata padaku, kalian lebih menyayangi aku dibanding dirinya. Sungguh dia berkata begitu sambil memukul kepalaku, kemarin..”

“Apa?!”

Mendengar Kyuhyun memukul kepala hyungnya, tentu mereka terkejut. Berbanding terbalik dengan reaksi wajah Donghae saat menceritakannya. Tenang. “Aku tidak sakit. Hanya saja dia benar. Berikan dia gelas sepertiku besok, bu..”

Di kegiatan malam berikutnya, Kyuhyun terheran-heran sambil sedikit malu. Karena tersedia dua gelas bermotif mobil-mobil kecil. Satu dia tahu, itu milik Donghae. Satunya dia tidak tahu milik siapa dan hanya memandanginya saja, hingga datang sang ibu mengusak rambutnya sayang. “Kenapa hanya memandangnya? Kau masih tidak suka motifnya? Atau.. sejak kapan kau tidak suka susu coklat di dalamnya?”

“Umh.. ini benar untukku?”

Kyuhyun melihat Donghae mengangguk sambil tersenyum padanya. Dengan ragu ia meraih gelas berbahan pecah belah itu. Satu hal yang dia cita-citakan untuk memilikinya. Dihirupnya susu coklat di dalamnya, lalu ia melirik Donghae dengan wajah bodoh.

“Susunya untuk diminum dimulut! Bukan dihisap di hidung, Kyuhyunie!” peringat Donghae.

Kyuhyun mendengus. “Donghae pabbo! Kau pikir aku akan meminumnya lewat hid- aw!”

Sudah tertangkap basah. Maka telapak tangan sang ibunda yang sempat mengusap rambutnya penuh sayang itu, berubah menjadi satu pukulan disana. Salahkan mulut usil Kyuhyun yang selalu tidak tahan untuk mengatai hyungnya sendiri. Padahal Donghae berbaik hati memperingati dirinya untuk meminum susu di mulut, bukan di hidung. Iyakan sajalah Kyuhyunie..!

Saatnya mencuci piring adalah hal yang paling disukai oleh Donghae. Aneh mengingat dirinya ini seorang anak laki-laki, bukan perempuan. Tapi ini dia yang menjadi satu kebanggaan dirinya, terutama dihadapan kedua orang tua mereka. Mendapat predikat ‘seorang yang rajin’ bukankah sangat menyenangkan?

Dan jangan salah jika Kyuhyun selalu mengekor tiap harinya. Kebiasaan untuk mencuci piring sendiri sudah melekat pada diri kedua anak tersebut. Disamping, Kyuhyun tak ingin Donghae mendapat predikat rajin itu sendirian, meskipun kata rajin untuk dirinya terhapus oleh kelakuan nakalnya sendiri.

Tapi kali ini berbeda..

“Kyuhyunie biarkan ibu saja yang mencuci piringmu. Kau cuci tangan saja dan kerjakan PR-mu, ya?” ucap si ibu tiba-tiba.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun, berwajah kecewa sambil masih menenteng piring dan gelas barunya.

Donghae segera berinisiatif. “Biar aku saja yang cucikan,” tuturnya, berharap Kyuhyun akan senang karenanya.

Segera Kyuhyun merenggut. “Tidak boleh! Aku saja. Kau cuci punyamu sendiri!” sungutnya.

Sang ibu mulai resah ketika Donghae bersikeras memaksa untuk mencucikan piring dan gelas Kyuhyun. Mungkin salahnya yang tiba-tiba berkata agar Kyuhyun tidak mencuci piring. Tapi dia memiliki alasan, bukan berkata sejadinya.

“Tidak usah, Donghae sayang. Kyuhyunie bisa mencucinya sendirian!” cibir Kyuhyun. Ia berlalu melewati Donghae. Menggapai kursi karena bak cuci piring masih terlalu tinggi untuk mereka gapai. Ia hidupkan kran airnya. Melumuri piring dan gelasnya dengan sabun, terlalu banyak hingga sangat licin dan..

PRANG.

Baik ibu dan Donghae, keduanya menutup mata mereka, terkejut. Gelas baru milik Kyuhyun terjatuh ke lantai dan pecah menjadi beberapa bagian kecil yang banyak dan berserakan di lantai. Kyuhyun sendiri memekik kaget. Satu karena itu gelas barunya. Kedua karena ia takut pada ibunya yang akan marah. Oh tidak!

Tanpa sadar Kyuhyun buru-buru turun ke lantai dan sontak telapak kaki itu menginjak pecahan beling. “Aw!” ia meringis karenanya.

“Kyuhyunie kenapa kau turun dari kursinya, sayang..!”

Pekik sang ibu. Ia memanggil suaminya kemudian. “Ayah bawa Kyuhyun ke dalam dan obati luka di kakinya. Biar Donghae yang membantu ibu membersihkan pecahan kacanya..”

Kyuhyun melirik sekitarnya, tidak peduli pada lukanya yang sebenarnya tidak terasa sakit, padahal ada lumayan banyak darah yang keluar. Ia hanya memandang lirih pada gelas barunya. Memandang sang ibu yang sibuk mengambil sapu dan mengambil sarung tangan untuk dipakai Donghae. Mungkin tak ingin pula tangan Donghae terluka.

Tak terasa ia sudah duduk di sofa ruang tengah bersama ayahnya. Sang ayah yang pergi sejenak dan kembali dengan obat dan plester untuknya. “Itulah mengapa ibumu belum memberikan kalian gelas yang sama. Milikmu harus yang tahan pecah, karena tanganmu ini, belum cukup mampu untuk menjaganya..”

Kyuhyun menunduk dalam. “Aku ceroboh ya?”

“Tidak. Kubilang kau belum mampu, tapi lain waktu kau bisa. Kami hanya menjagamu, itu saja..”

Kyuhyun mendongak lalu memeluk ayahnya. “Maaf..” ucapnya sedikit tulus, tidak seperti biasanya.

Di sekolah, Kyuhyun masih saja menjaga jarak dengan saudaranya. Tidak menjawab ketika Donghae bertanya. Tidak menoleh ketika Donghae memanggil. Sama sekali tidak menyapa.

Donghae yang merasa terabaikan menjadi marah. Maka di jam istirahat, ia membawa Kyuhyun yang sedang bermain bersama teman-temannya. Menyeret anak itu dengan maksud “berbicara sebagai orang dewasa,”-katanya di dekat loker penyimpanan sepatu mereka. Donghae menyilang tangan di dadanya.

“Kenapa Kau marah padaku?!”

Kyuhyun memutar bola matanya malas. “Tidak juga,” dan bermaksud berlalu pergi. Namun Donghae menarik bahunya dan menahan langkahnya.

“Kau marah!”

Kyuhyun kesal didesak sedemikian rupa. Ia menatap Donghae dengan tatapan marahnya. Apalagi Donghae sempat menarik tubuhnya. “Iya aku marah! Aku marah karena kau selalu melebihi aku! Kau selalu berhati-hati, aku tidak! Kau tidak pernah dimarahi ayah dan ibu! Kau selalu disebut anak yang baik, aku tidak! Apa bedanya anak baik dan anak nakal, huh?! Aku juga mendapat juara pertama di kelas sama sepertimu! Kenapa hanya kau yang mendapat gelas itu, sedang aku harus memecahkannya sendiri!” teriak Kyuhyun, memecahkan keheningan di lorong tersebut.

Donghae memandang Kyuhyun tidak percaya. Sepanjang sejarah hidup mereka, pertemuan mereka yang baru menginjak sepuluh tahun ini, terhitung sejak Kyuhyun lahir, mereka tidak pernah bertengkar sehebat ini. Bukan bertengkar, maksudnya, Kyuhyun tidak pernah berteriak sekeras itu. Itu melukai Donghae seketika.

Anak yang lebih tua itu segera menunjukan lukanya. Wajahnya memerah, bersamaan dengan ujung hidung dan kedua matanya. Air matapun turut tertimbun di kedua sudut mata Donghae.

Kyuhyun sedikit gugup. “Da- dasar cengeng! Aku yang kesal, kenapa hyung yang menangis!” umpatnya sambil memperhalus ucapannya, berharap Donghae mengurungkan tangisnya.

Donghae mengusap wajah dengan lengannya. Anak itu sudah menangis perlahan-lahan. “Kyuhyunie membenciku!”

Ah! Kyuhyun menangkup wajah dengan telapak tangannya. Geram. “Tidak, bukan begitu Donghae! Aku hanya sedang kesal, ish!” decaknya lalu berbalik untuk membelakangi Donghae. Ia meninggalkan Donghae dan mencoba mengabaikan Donghae yang nyatanya, menangis karena dirinya. Tidak ada kata penghibur selain..

“awas jangan bilang pada ibu!” kata ancaman yang Kyuhyun berikan. Bukan. Bukan karena ia jahat pada saudaranya sendiri, tapi inilah dirinya dengan segala sifat buruknya. Tidak ada yang membahayakan..

“Kyuhyun ayo lanjutkan bermain bolanya!”

Seseorang berteriak dari arah lapangan ketika Kyuhyun berjalan lesu di sekitarnya. Di saat yang sama, ada bola menggelinding di sekitar kakinya. Kyuhyun sedang tidak ingin bermain. Kyuhyun sedang merasa perasaannya tidak baik-baik saja. Kyuhyun malas bermain bersama teman-temannya, dan Kyuhyun sedang kesal. Jadi menurutnya tidaklah salah ketika dia menendang bola itu ke segala arah, jauh hingga jatuh di tengah kolam sekolah.

“YA! Kenapa kau tendang bolanya kesana, hah?!”

Salah satu teman, mungkin pemilik bola itu menjadi marah dan menghampiri Kyuhyun. “Kau menendang bolanya dan itu jatuh ke kolam ikan, Kyuhyun!”

Kyuhyun menarik satu ujung bibirnya, tersenyum sinis. “Bolanya kan tidak hilang kemana-mana, kenapa kau marah?!” tantangnya.

Si pemilik bola mendorong tubuh Kyuhyun hingga terjatuh ke belakang. “Kau harus mengambilnya lagi!”

“Tidak mau!” tolak Kyuhyun dengan bengis sambil terbangun dan menepuk bokongnya yang terkena basahan rumput.

“Kau harus mengambilnya, atau aku adukan pada ibu guru!”

“Aku tidak takut!” teriak Kyuhyun. Semua siswa yang berada di lapangan menjadi berkumpul di sekitar mereka, tapi tidak ada yang berbaur, atau sekedar melerai perkelahian tersebut. Masih sebatas adu mulut antara kata “ambil” dan “tidak mau!”.

Tiba-tiba si pemilik bola menjambak Kyuhyun. Kyuhyun balas memukulnya telak. Perkelahian fisikpun tidak dapat dibendung lagi. Mereka berkelahi, saling menjambak dan mendorong. Mungkin mereka belum tahu bagaimana caranya berkelahi dengan kepalan tangan. Itu akan lebih parah lagi, beruntung mereka hanya anak-anak yang masih bodoh dalam hal berkelahi.

Di samping itu, Donghae yang masih menangis, menjadi urung melihat pertengkaran di sisi lapangan olahraga. Segera ia hapus air matanya, ia simpan tangisnya kemudian menghampiri tempat perkelahian itu. Sedikit banyak ia bisa menebak siapa yang berkelahi, terutama setelah melihat sepatu Kyuhyun yang telah tanggal dan terinjak oleh siswa-siswa yang berkumpul untuk melihat perkelahian itu.

“Apa yang terjadi?” tanya Donghae, pada salah satu temannya.

“Kyuhyun menendang bola milik Eunhyukie ke kolam ikan!”

Selang beberapa waktu, perkelahian dan adu mulut masih saja terjadi. Mungkin guru mereka sedang dalam perjalanan. Tapi Donghae tidak bisa menunggu, sehingga itulah mengapa sekarang seluruh tubuhnya basah kuyup, dengan sebuah bola di tangannya. “Hentikan!” teriaknya pada kerumunan itu.

“KYUHYUNIE HENTIKAN!”

Kerumunan itu berhenti dari riuhnya. Mereka memberikan ruang untuk Kyuhyun agar melihat siapa yang meneriaki namanya. Hello.. semua siswa mengetahui yang mana Kyuhyun, si anak nakal itu.

Nafas Kyuhyun masih memburu penuh amarah. Rambutnya berantakan dan ada beberapa bercak luka cakar di wajahnya. Ia memandang Donghae semakin beringas ketika didapatinya Donghae basah kuyup. Diduganya Donghae yang mengambil bola itu ke kolam.

“Aku sudah mengambilkan bolanya untukmu, Hyuk. Maafkan Kyuhyun. Jangan berkelahi lagi..”

Eunhyuk meluluh, sayang Kyuhyun tidak dan menjadi semakin marah. Marah pada Donghae, ini lebih parah. Ia mendekat ke arah Donghae. “Kenapa hyung ambil bolanya!” teriaknya murka.

“Tapi kau bersalah padanya,” tutur Donghae sehalus mungkin. “Tidak apa-apa Kyuhyunie..”

Kyuhyun kembali menendang bola itu lebih jauh, meremukan hati Donghae yang sudah bersusah payah mengambilkan itu untuknya. Tapi Kyuhyun salah menangkap maksudnya. “KENAPA KAU MEMBELA SI BODOH EUNHYUK ITU DARIPADA AKU!” raungnya kemudian.

Tangis yang tadi Donghae simpan itu menjadi hadir kembali. Donghae terisak sambil memandang sedih pada Kyuhyun. “KYUHYUN NAKAL! KAU BODOH SEKALI!” teriaknya mengalahkan teriakan Kyuhyun yang pertama. Donghae menangis keras hingga guru mereka berdatangan dan menganggap yang berkelahi itu adalah Donghae dan Kyuhyun. Mereka lalu sibuk meredakan tangis Donghae dan membujuk Kyuhyun untuk diobati. Semua sibuk karenaya hari itu.

Keesokan paginya..

Kyuhyun mengendap masuk ke kamar Donghae sesuai perintah ayah dan ibunya yang sedang berkumpul di dalam sana. Ia sudah berbalut seragam sekolah, lengkap dengan balutan kaos kaki dan juga tas yang sudah digendongnya.

“Kemari Kyuhyunie..” titah sang ayah, lalu menggeser kursi kecil untuk Kyuhyun. “Duduk disini..”

Kyuhyun patuh. Ia menghampiri ayahnya sambil menunduk dan duduk dalam diam. Ia melihat sang ayah yang menyodorkan sebuah surat padanya. “Berikan ini pada wali kelas Donghae, dan katakan Donghae tidak masuk sekolah karena sakit, ya?”

Anggukan patuh diberikan Kyuhyun dan ia raih suratnya. Mulutnya masih bungkam, tidak aktif seperti biasa.

“Ada apa, hm? Kenapa kau menjadi diam seperti ini?” tanya sang ibu yang sedang terduduk di sisi ranjang Donghae. Kyuhyun melirik Donghae yang masih tertidur dalam balutan selimut. Ia mengiba mendapati hyungnya jatuh sakit karena kebasahan kemarin.

Tiba-tiba telapak tangan si ayah mengapit wajahnya dan membuat wajahnya mendongak. “Aigoo.. lukamu lebih banyak dari hyungmu..” decaknya saat melihat beberapa bercak cakaran di wajah Kyuhyun. “Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Donghae baik-baik saja. Sudah ayah katakan, dia melakukan itu untukmu dan kami tidak marah karena itu. Dia menyayangimu Kyuhyunie. Kau tidak boleh lagi salah mengartikan kasih sayang yang kami berikan untukmu, ya?”

Ajaib ketika air mata tergenang di kedua sudut mata Kyuhyun. Anak ini memang jarang sekali menangis terutama merasa bersalah seperti itu. Tapi kali ini dia terisak pelan. Dia mengangguk kecil lalu bergumam “maaf” dan itu terdengar tulus. Benar-benar tulus, sangat bisa dipastikan, sungguh..

“Maafkan aku yah, bu.. aku tidak akan mengulangnya lagi..”

Kyuhyun mendongak ketika dirasakannya sebuah beban di atas kepalanya. Tidak begitu berat. Dan ketika ia lihat, ternyata Donghae sedang menumpukan gelas bermotif mobil-mobil kecil di atas kepalanya.

“Mau mencucikan ini untukku?”

Kyuhyun tidak banyak berkata. Ia raih gelas bermotif itu lalu mencucinya. Tidak perlu lagi kursi, karena tingginya sudah bisa meraih bak cuci piring sekarang. Sejenak ia melihat motif mobil-mobil kecil itu lalu mencibir pelan. “Masih memakai gelas anak-anak ini, huh?!”

Tiba-tiba Donghae sudah di sampingnya dan menyenggol tubuhnya. “Hya! Sudah sejak 9 tahun lalu kau bahkan tidak bicara padaku! Seharusnya aku yang marah padamu, bukan sebaliknya..”

“Diamlah, jangan ganggu aku!”

Donghae memekik pelan. “Kau tidak seperti sedang bicara pada saudaramu, Kyuhyunie..”

“Jangan ganggu aku, hyung..”

Donghae belum ingin menyerah. Memang setelah kejadian waktu itu, Kyuhyun menjadi menjaga jarak dengannya, entah mengapa. Donghae juga tak berniat mengajaknya bicara lebih dulu hingga hari ini tiba dan mereka nampak sedikit berbincang setelah Donghae menghilangkan egoisnya untuk berbicara lebih dulu.

“Kenapa aku tidak boleh? Ini terlihat seperti kita yang berubah. Apa aku nampak sedikit nakal sekarang?”

“Omong kosong!” decak Kyuhyun, sebal melihat Donghae mengekor di belakangnya.

“Kyuhyunie ayo berangkat sekolah bersama-sama..”

“Jangan, aku tidak mau!”

Donghae sedikit kecewa. Ia tidak tahu mengapa Kyuhyun bersikap dingin padanya. Ia garuk bagian kepala belakangnya dan menyudahi percakapan mereka. Ia lihat tangan kirinya yang masih terbalut perban karena terluka beberapa hari lalu. Ayah dan ibu mereka sedang pergi ke luar kota. Donghae bingung menatap kunci mobilnya. Ia fikir ia tidak bisa mengendarai mobilnya dengan cedera di tangan itu. Tapi..

Tiba-tiba saja Kyuhyun meraih kunci itu dan berlalu darinya. “Eh?” Donghae semakin kaget ketika melihat Kyuhyun berada di dalam mobil mereka dan sedang menunggunya. Donghae tersenyum seketika dan menaiki mobil mereka. “Kupikir kau akan naik bis seperti biasa,” ujarnya.

“Kau ingin menyetir sendirian dengan tangan seperti itu?” dengus Kyuhyun.

Donghae hanya tersenyum, berusaha menahan rasa bahagia yang melompat-lompat di dalam dadanya. Kyuhyun kembali bicara padanya. Namun satu hal yang membuatnya penasaran, lalu ia tanyakan ketika dalam perjalanan. “Kyuhyunie.. kenapa kau menjaga jarak denganku selama ini??”

“Maaf.. aku hanya tak ingin membuatmu terluka.. seperti waktu itu..”

“Maaf”

“Maafkan aku”

END

Geje lagi. Haa. Pendek juga ya??^^ gtau lagi pengen aja buat yang pendek dan cepat selesai. Ini bukan sequel lho ya, fict berbeda dengan tema yang sama. lagi suka aja sama kata “maaf~”

Terima kasih untuk yang baca kemarin btw.😀 beginilah brothership suju “ala-ala” saya, maaf ya kalo bosen, tuh? Maaf lagi, >.< 

Sekian.

22 thoughts on “SORRY- SORRY [2]

    KyuHaeELF said:
    Juli 9, 2014 pukul 4:34 am

    Kyuhyuk keliatan evil bgt😀 hahaha, bagus thor;) next ff (y)

    Linda☆★ said:
    Juli 9, 2014 pukul 5:17 am

    series dg cerita lain ya? hihi
    kyu sama hae kalian bener2 imut disini kkk
    tapi tapi aku pingin baca angel eyes nyaaaaa;;;A;;;

    eLice← said:
    Juli 9, 2014 pukul 6:20 am

    owh kirain ini sequel eonn, pantes bedaa… ya ampun ya ampun manis sekaliii merekaa, Hae dengaan polos dan bodohnya, Kyu yang amat evil dan so dewasa itu, aaaa kerreeennn… berharap ada sorry sorry 3😀

    ElizElfishy said:
    Juli 9, 2014 pukul 7:51 am

    Donghae terlalu polos sehingga mudah dibodohi, tapi itulah yg aku suka. Kyuhyun berhentilah berskikap evil, meskipun itu sudah melekat d’dirimu, tapi setidaknya kurangilah ke-evilanmu sedikit saja. Heheeh
    Aku tak akan pernah bosan dengan karya brothershipmu Eon.😀. D’tunggu karya selanjutnya Eon

    Tsafa Fishy said:
    Juli 9, 2014 pukul 10:08 am

    Saya tidak pernah boden dengan FF mu malahan selalu aku tunggu… Itu kyuhae sampai 9 thn ga saling bicara aigooo kyu emang evil yah dan hae angel hehehe

    Sutria ningsih said:
    Juli 9, 2014 pukul 11:35 am

    Kirain sequel yg kmaren
    Bagus >_< suka suka

    701203 (@SithaKyu) said:
    Juli 9, 2014 pukul 11:41 am

    Yah. Kok bukan angel eyes yg dilanjut?

    haekyuLLua said:
    Juli 9, 2014 pukul 12:14 pm

    eh ini donghae sma kyuhyun kakak ade tp seumuran ya apa gimana xD dsini kyuhyun sifatnya nakal maksimal gk ada imut2nya tumben wkwkwk donghae gk bisa jauh2 dr nangis keknya ya hahaha bikin lg dong kak ff haekyu brothership yg bnyk :3 hoho

    lifelocked said:
    Juli 9, 2014 pukul 1:13 pm

    Appuaa-ann inni?? Pendek! Dikit! Kuraaang kkkk
    Konfliknya ringan pula >..< tpi ini cukup mengobati rasa kangen baca epepmu unn~ kkkk next ny yg panjang 10k words unn~ kkkk 😘

    lienana said:
    Juli 9, 2014 pukul 2:24 pm

    ehh kirain sambungan yg kemarin,, tapi dsni kyuhae jadi imut bangeett… d tggu cerita lainnyaa ya!

    erleenescallps said:
    Juli 9, 2014 pukul 7:11 pm

    aku nangisss!!! untung bacanya di waktu-wakyu sahur…
    ahhh aku selalu suka sama brothership kyuhae teukhaekyu dan kyubum kembar…
    sorry sorry ampun dah.. keren.. T.T

    idaelfishy said:
    Juli 10, 2014 pukul 10:31 am

    hae polos bnget
    kyu so dewasa
    mreka cute
    di tunggu sory sory 3

    arumfishy said:
    Juli 10, 2014 pukul 1:19 pm

    Hae kau polos bngettttt,!!!!kyu nakal tapi tetap sayang dan perhatiannnn….

    Keren oen….:-) hae super duper cengeng

    AldMin said:
    Juli 10, 2014 pukul 2:48 pm

    laaah author suka ngomong maaf maaf aja kayak judulnya.___. ehehehhe
    bagus kok kak aku suka suka suka😀
    pasti kak author buat karakter donghae kekanakan dan polos bgt tapi aku SUKA BANGET sama karakter hae yg kayak gitu. sampe kebayang wae kalo liat hae ehehehe😀 pertahankan karakter hae nya kak/?/
    buat brothership sebanyak2nya niscaya aku akan baca(?) ahahahhahaha xD
    ditunggu brothership selanjutnya terutama angel eyes chap 4 nya kaaa~
    *kalo ada waktu luang*😀
    FIGHTING!!!!!~^^

    Chokyu said:
    Juli 10, 2014 pukul 3:28 pm

    Kaka, yang nothing better kapan lanjut?

    TeukHaeKyu said:
    Juli 11, 2014 pukul 5:04 am

    wkwkwkwkwk,.. gemes,.. senyum-senyum sendiri nggak jelas,…😄

    Omaigot,.. tp betewe nih ya,.. berhubung di sini nggada Leeteuk, itu Mak-nya Kyuhyun saya bayanginnya Leeteuk, Appa-nya Kangin dong Pasti *wink wink😄

    Nanti ada sorry sorry 3,4,5 dan seterusnya kan? Hope there will be more TeukHaeKyu in the future. Fighting~^^

    vicya merry said:
    Juli 11, 2014 pukul 11:45 pm

    gregetan bacanya. kyuhyun yg evil dan suka jahilin hyungnya, tapi sok bersikap dewasa. kyuhyun juga masih salah paham dengan semua yg terjadi.
    Donghae yang polos dan sayang banget ke kyu. Walaupun kyuhyun salah mengartikan hal itu.
    Cerita pertengkaran khas anak2 yg seru bgt, dan diakhir mereka udah sama2 dewasa, sweet bgt.

    yetha said:
    Juli 12, 2014 pukul 9:36 am

    Kirain aku ini sequel ff sorry sorry kmren😀 . Ya ampun Kyuhyun gemes banget sama tingkahnya di ff ini, nakal, keras kepala gitu. Dan Hae si hyung yg polos slalu jdi korban Kyuhyun. Seru kok ffnya😉
    Ditunggu ff selanjutnya yaa chingu ^^

    Aliva Anjells said:
    Juli 12, 2014 pukul 1:15 pm

    Huwa kyuhae lg kren2 q ska q ska,plg ska kyuhae couple,,kyu trnyta perhtian jg ke hae,, next aj,angel eyes dtgu jg min

    kyuli99 said:
    Juli 13, 2014 pukul 10:56 am

    Daebbakkk… aku sukaaaaa

    Rien Rainy said:
    Juli 19, 2014 pukul 8:47 pm

    aku kira ini sequel trnyata gk… heheheheh,… dan, aku suka sma brothership kyuhae… berasa baca ff ini hae itu ttp ja childish tapi dia care bgt ama kyu yg nakal tpi diam2 jg sbnr.a syang sma hae… hm, daebak deh eonni…

    pratiwihadi_ said:
    Juli 23, 2014 pukul 3:23 am

    bagus ff nya eon ><
    disini yg kaya hyung itu kyuhyun,sedangkan donghae yg kya adiknya..kyuhyun evil dan donghae polos/?😀 next ff ditunggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s