ANGEL EYES CHAPTER 4

Posted on

“Jadi, seperti apa wujud malaikat itu sebenarnya??”

[CHAPTER 4]

Setelah suara benturan hebat itu terdengar, Kibum segera mempercepat langkahnya. Jantungnya seperti melompat-lompat keras, serta meneriakan debaran-debaran kencang bersama suara hatinya yang tak henti mengumpat kesal, menyesal karena ia terlambat untuk menghentikan segalanya. Segala hal mengerikan yang terjadi, dan itu sudah terjadi. Sudah terjadi, meski itu sama sekali bukan salah dirinya, tapi entah mengapa Kibum menyesal.

Dengan cepat Donghae sudah berada dalam lindungannya. Tak perlu lagi dia melihat seperti apa rupa Donghae. Cepat-cepat ia sembunyikan wajah sang hyung di dadanya. Mungkin orang lain akan mengira, Kibum tak ingin Donghae melihat darah-darah yang bertebaran di aspal. Nyatanya Kibum memiliki alasan lain untuk menyembunyikan rupa Donghae saat ini, terutama pantulan hitam dikedua mata hitam hyungnya tersebut.

“Cepat panggil ambulans, cepat panggilkan!”

Begitulah suara orang-orang yang menggema melihat Kyuhyun tergeletak di dekat kaki mobil. Kibum melihatnya dengan jelas. Namun ia sibuk berbisik di telinga Donghae, untuk menyadarkan kawannya yang masih seperti tak sadarkan diri itu.

Hyung? Ini aku. Kau baik-baik saja?”

Donghae tetap tak bergeming sedikitpun, bahkan suara nafasnya samar. Tak bergerak sama sekali dalam dekapan Kibum. “Sadarlah..” bisik Kibum, putus asa.

Kibum cukup merasa lega ketika melihat Kyuhyun berada di tangan seseorang, yang lalu menutup pelipis Kyuhyun yang masih mengeluarkan darah dengan derasnya. Pertolongan pertama yang mungkin tidak seberapa, namun mungkin mampu sedikit mempertahankan nyawa Kyuhyun. Menyumbat darah-darah yang keluar terlalu bebas. Mungkin pelipis itu telah sobek dan terluka dalam.

Hingga ambulans datang beberapa menit kemudian dengan suara nyaringnya. Seperti seorang pengecut, Kibum menenggelamkan dirinya bersama Donghae di antara kerumunan orang-orang. Pergi dari sana tanpa siapapun yang menyadarinya. Memberhentikan taksi dan menyeret Donghae agar ikut bersamanya. Biarlah Kyuhyun..

Suara kaki melangkah menggema memenuhi lorong-lorong di sebuah rumah sakit. Changmin berjalan terburu-buru dengan wajah cemasnya. Sesekali nafasnya tercekat, hanya sekedar berusaha menghentikan debaran sakit di dalam dadanya. Tubuhnya bergetar..

Piyama kekanakan yang masih melekat di tubuhnya, tak ia hiraukan. Kedua matanya sibuk mencari ruang gawat darurat. Ia sibuk mencari hingga tak sempat bertanya. Berujung dengan pencarian dalam waktu yang tidak sedikit ia habiskan.

Tepat di menit ke-33 ia berputar-putar di dalam rumah sakit, akhirnya kini, di depan matanya terdapat sebuah ruangan unit gawat darurat yang dicarinya. Pintunya tertutup rapat. Changmin tidak tahu apa di dalamnya ada Kyuhyun atau tidak.

Dengan sisa tenaganya Changmin meraih sebuah dinding untuk menjadi sandarannya. Ia melihat ke kiri dan kanan, tidak ada siapapun. Lorong menuju ruang operasi itu nampak sepi. “Ya Tuhan Kyuhyunie!” gumam Changmin sambil mengusap kasar wajahnya. Dia memandang pintu ruang operasi dengan cemas yang pekat di wajahnya.

“Kau baik-baik saja, kan? Semoga Tuhan selalu menjagamu, Kyu. Kau harus baik-baik saja, aku tidak mau tahu!”

“Donghae-ya.. Kau percaya bahwa malaikat itu ada?”

“Aku lebih percaya pada keajaiban..”

“Bagaimana jika yang membawa keajaiban untukmu itu adalah seorang malaikat?”

.

Kibum terkejut ketika merasakan pergerakan dari jemari Donghae yang digenggamnya. Diliriknya jam di dinding, menunjukan pukul 3 pagi. Seketika ia merasakan pegal ketika ia sadar, ia baru saja tidur dua jam lalu dalam posisi terduduk. Ugh..

Tapi pergerakan Donghae membuatnya lupa akan sakitnya lagi. Ia menjadi was-was ketika menunggu kelopak mata itu terbuka. Donghae menggeliat pelan dari tidurnya, dan Kibum masih menunggu serta mengamati. Donghae terbangun.

Kibum bahkan bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Ia membasahi bibirnya sendiri, menghilangkan gugup yang menyerangnya saat ini. Karena apa yang dilihatnya? Jejak hitam di kedua mata Donghae masih tersisa meski bola mata itu tak sepenuhnya hitam seperti pertama kali. Kibum sendiri tidak mengerti itu apa.

Donghae nampak mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu melirik ke arah Kibum. Merasa pandangannya buram, ia menggosok kedua matanya memakai lengannya sendiri. “Kibumie? Kibumie aku tidak bisa melihat dengan jelas..” keluhnya.

Tentu Kibum menjadi terkejut dan panik seketika. “Benarkah?” tanya Kibum sambil menggoyangkan tangannya di hadapan Donghae.

“Bodoh! Jangan bersikap seperti pada orang buta! Aku hanya merasa penglihatanku mengabur. Sebenarnya..”

Kibum diam ketika Donghae sedang mengingat apa yang terjadi terakhir kali.

“Sebenarnya..” jeda Donghae. Kedua matanya terbuka lebar, menunjukan jejak hitamnya lebih jelas. Mungkin Kibum beruntung tidak ada cermin yang berada dekat dengan letak Donghae, sehingga Donghae tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada kedua matanya.

“Sebenarnya.. malam tadi? Kyuhyun..”

“Ini masih terlalu pagi untuk mengingat banyak hal. Beristirahatlah lagi..” potong Kibum.

Donghae berjengit marah. “Mana bisa aku beristirahat? Aku masih ingat benar suara keras saat kecelakaan itu terjadi. Kyuhyun! Dimana dia, Kibumie?” marah Donghae. “Kau yang membawaku pulang? Aku tidak bisa mengingat apapun selain kecelakaan itu!”

“Tapi hyung..” resah Kibum, ketika melihat Donghae turun dari ranjangnya.

“Aku harus mencari Kyuhyun! Demi Tuhan..”

Kibum semakin hawatir ketika Donghae mulai melangkah. “Tapi kemana kau akan mencarinya?”

“Ke semua rumah sakit jika perlu!”

Kibum mengekori Donghae dari belakang. Ia memanggil-manggil Donghae, untuk mengingatkan sang hyung. Agar dia mau bersikap lebih tenang. Sejenak ia menarik nafasnya lega saat melihat Leeteuk berada di ujung anak tangga, menyambut mereka.

“Ada apa ini, hn? Donghae ada apa? Kau mau kemana?”

Donghae tidak menjawab tanya sang hyung. Ia hanya fokus pada pemikirannya sendiri. Bahkan tangan Leeteuk yang akan meraihnya ia tepis begitu saja. Seolah tak rela siapapun menghentikan langkahnya. Ia hampir menangis. Ia ingat suara keras saat sesuatu itu menghantam tubuh..

Tubuh Kyuhyun, lalu..

Darah Kyuhyun..

Juga tubuh Kyuhyun yang terbaring di hadapan kedua matanya.

Ugh. Donghae mengernyit sambil menghentikan langkahnya. Bayang-bayang tubuh terluka Kyuhyun memenuhi kepalanya, dan Donghae tak mengerti mengapa kedua matanya langsung terasa panas dan menyakitkan. Serangan pertama mungkin tidak seberapa sehingga Donghae tidak menghentikan langkahnya.

Namun.. semakin banyak bayang-bayang Kyuhyun memenuhi kepalanya, maka semakin bertambah pula sakit di kedua matanya. Donghae tidak mengerti kenapa. Langkahnya terseok, melemah sudah. Penglihatannya semakin mengabur, sehingga ia tidak tahu kenapa ia tidak melihat sebuah guci terpajang di tempat biasanya yang lalu ia senggol menjadi pecah. Iapun terjatuh.

“Donghae-ya!!”

Donghae menjadi putus asa. Ia tidak ingin berhenti tapi semua begitu menyakitkan. Dirapatkannya kedua matanya. Rintihan mulai keluar dari belahan bibirnya, karena rasa sakit yang kian menjadi. Ia mulai mengaduh sambil menutup kedua mata dengan tangannya.

Leeteuk yang pertama kali meraih Donghae di lantai. “Kenapa, huh? Kau kenapa?” tanyanya, bersama Kibum di sampingnya. “Kau kenapa?! Biar hyung lihat matamu, Hae..”

Donghae menangis kemudian. “Sa.Kit!” rintihnya sambil menangis. Satu tangan berpindah untuk menggenggam apapun, yang berakhir dengan meremas piyama Leeteuk.

Saat itulah baik Leeteuk ataupun Kibum memekik kaget setelah mendapati setitik darah mulai keluar dari mata Donghae. “Hy- Hyung.. kenapa berdarah?” pekik Kibum sedikit terbata saat mengucapkannya.

“Kibum cepat hubungi Dokter!” panik Leeteuk. Ia bawa Donghae kembali ke lantai atas. Donghae masih menangis meski sekarang tidak terlalu keras, hanya saja darah yang keluar bertambah, dan mungkin hal itu semakin membuat kesadarannya sedikit demi sedikit berkurang. Semua ini tidak dapat dimengerti sedikitpun!!

“Bagaimana, Changmin-ah? Apa Kyuhyun baik-baik saja?”

Changmin menggeleng pelan sambil menunjukan wajah sedihnya pada tuan Cho yang terlambat hadir disana. “Belum ada dokter yang keluar satupun dari dalam sejak tiga jam yang lalu, paman…” jawabnya.

“Oh Tuhan.. sebenarnya apa yang terjadi hingga dia mengalami kecelakaan?”

Lagi. Changmin menggeleng putus asa. “Maafkan aku karena dia tidak sedang bersama denganku semalam, paman. Maafkan aku, seharusnya aku tetap bersamanya. Maaf aku tidak bisa menjaganya..” isaknya.

Tuan Cho memandang Changmin dengan sendu. Satu hal yang membuatnya menyesal adalah, mengapa Changmin selalu menjadi orang pertama bagi Kyuhyun? Selalu ada ketika anaknya membutuhkan bantuan, tidak seperti dirinya. Bahkan sekarang Changmin lebih menghawatirkan Kyuhyun dibanding dirinya, meski ia juga merasakan hawatir yang sangat. Maka ia memeluk pemuda itu sambil mengusap punggungnya.

“Kau tidak bersalah,” ucap tuan Cho. “Tenanglah ini bukan salahmu. Justru aku berterima kasih karena kau begitu perhatian padanya..”

Changmin akan menangis jika saja pintu ruang operasi tidak terbuka. Seorang dokter keluar sambil melepas masker di wajahnya. “Kerabat pasien bernama Cho Kyuhyun?” tanyanya pada tuan Cho dan Changmin.

“Saya ayahnya. Bagaimana keadaan anak saya, dokter?”

“Kita bisa bicara di ruangan saya nanti. Kabar baiknya adalah, pasien telah melalui masa kritisnya. Kami akan segera  memindahkannya ke ruang rawat. Kalian bisa melihat dan menungguinya nanti..”

“Baik. Terima kasih dokter..” ucap Changmin sambil membungkukan tubuhnya dengan penuh kelegaan. Penjelasan singkat dari dokter tersebut mampu memberi titik terang di hatinya. Terima kasih Tuhan, batin Changmin.

Leeteuk tidak bisa jika tidak meminum kopi untuk pagi tersebut. Ada banyak hal yang harus dia pikirkan, dan ia tidak boleh menyerah untuk tertidur meski semalaman tadi ia tidak tertidur. Pukul 5 pagi dan dokternya baru saja pulang.

“Apakah ini termasuk pendarahan? Maksudku.. noda hitam apa sebenarnya yang ada di dalam matanya itu?”

“Ya. Memang berdarah, tapi aku sangat yakin matanya baik-baik saja..”

“Tapi bola matanya beberapa kali menjadi warna hitam pekat, apa itu termasuk infeksi saat pendonoran mata satu tahun yang lalu?”

“Tidak, operasinya dilakukan dengan hati-hati saat itu. Matanya baik-baik saja aku sangat yakin, hyung!!”

“Lalu Donghae kenapa, Siwonie! Katakan sesuatu!!”

“Aku tidak yakin untuk mengatakannya karena ini akan menjadi sesuatu yang sulit dipercaya akal sehat sekalipun..”

“Katakan saja!!”

“Mungkin ini berhubungan dengan si pendonor itu sendiri?”

SRET!

Leeteuk menggeser gelas di hadapannya seperti tidak sadar melakukannya. Ia masih saja mengingat percakapannya dengan seorang dokter muda, dokter pribadinya beberapa waktu lalu. Keningnya mengerut, membuktikan bahwa ia sedang berfikir keras. Beberapa kali ia menarik dalam nafasnya, hingga satu kalimat mungkin menjelaskan segalanya.

“Apa.. Karena kau masih mencemaskan anakmu, nyonya? Kau sengaja menuntun Donghae untuk bertemu dengan anakmu, kau ini.. sebenarnya apa?”

Donghae terbangun kembali kemudian. Ia bergerak lunglai hingga dapat terbangun dan bersandar pada kepala ranjang. Dia tidak bisa melupakan apapun, bahkan rasa sakit yang menghantam kedua matanya beberapa waktu lalu. Itu sangat menyakitkan, dan Donghae tidak tahu mungkin saja ada penyakit serius di dalam sana.

Sedikit pergerakan, mulanya Donghae ingin menyingkap selimut dan melakukan sedikit aktifitas untuk memulihkan tubuhnya yang terasa lemas. Tapi, ketika telapak tangannya meraba-raba di atas ranjangnya, ada sebuah benda yang ia temukan. Keningnya mengerut kemudian, menebak apakah itu?

Ketika di ambil, matanya terpaku pada sebuah gitar kecil, gantungan yang ia pertahankan mati-matian kemarin malam, tepat sebelum kecelakaan itu terjadi. “Apa aku yang membawanya kemarin? Tapi..”

Ingatan Donghae memutar kembali pada malam kemain. Sebelum ia tidak mengingat apapun, ia melihat kecelakaan yang menimpa Kyuhyun, dan itu terjadi setelah Kyuhyun merebut gantungan tersebut. Tapi..

“Benarkah?”

Buru-buru Donghae turun dari ranjangnya. Ada banyak pertanyaan dan rasa ingin tahu yang menggerogoti kepalanya saat ini. Niat pertamanya adalah untuk menemukan Kyuhyun dan memastikan anak itu baik-baik saja. Kedua ingin memastikan, apakah benar gantungan di tangannya saat ini, adalah gantungan yang kemarin??

“Bagaimana jika terbangun nanti, kau melupakanku? Bodoh!”

Changmin sedang menunggui sahabatnya terbangun. Jangan ditanya, karena tuan Cho sendiri sedang pergi keluar untuk menyelesaikan segala urusannya dengan cepat. Ia bilang ingin berada disana ketika Kyuhyun terbangun.

Hanya Changmin yang kini menghabiskan waktunya sendirian. Ia banyak melamun hanya sekedar membayangkan sehebat apa kecelakaan kemarin? Sehingga kepala Kyuhyun terbentur dengan kuat dan menciptakan luka di dalamnya. Beberapa luka dalam menodai kulit putih Kyuhyun di beberapa bagian, hingga beberapa lembar perbanpun tak cukup mampu menutupi darah yang ada, merambat di permukaannya.

Changmin merunduk di lengan Kyuhyun yang bersih dari luka. “Kyuhyunie maafkan aku meninggalkanmu kemarin..” dinding putih menjadi saksi betapa tulus Changmin mengatakan itu, tidak bermain-main seperti biasanya.

“Bangunlah! Tidak ada yang mengataiku lagi jika kau tetap tidur seperti ini. Jangan sampai kau melupakanku, jangan!”

.

“Kyuhyun kehilangan sebagian ingatannya Changmin-ah..”

“Apa?”

“Hanya sebagian saja. Kyuhyun kehilangan sedikit ingatannya..”

.

“Bangunlah, agar aku bisa bertanya sejauh mana kau melupakan ingatanmu, bodoh!” rutuk Changmin kemudian. Ia menjadi tak sabar, karena hatinya terus merasa takut jika kedua mata sahabatnya tidak terbangun lagi. Semua kemungkinan bisa saja terjadi, bukan? Dan selama Kyuhyun belum bangun, Changmin tetap merasakan cemas.

Digoyangkannya tubuh Kyuhyun pelan… pelan.. hingga menadi guncangan yang cukup keras. “Bangun Kyuhyunie!”

Kening Kyuhyun mengerut, seperti orang yang tidurnya terganggu. Ada raut sakit pula terpampang di wajahnya. Perlahan ia gerakan jemarinya. Dan keajaiban seperti sedang terjadi ketika Kyuhyun terbangun dari tidurnya, meski sambil mengaduh nyeri. Bagaimana tidak jika Changmin bersorak sambil mendekap tubuhnya yang penuh luka.

“Sakit.. bo-doh!” erang Kyuhyun dengan suara lemah bernada sebal.

“Kau yang bodoh! Lalu aku harus bagaimana? Bergoyang-goyang senang di atas ranjangmu?”

“Kau sudah gila?!” Kyuhyun merintih sambil mencoba menggerakan tangan kanannya. “Ini sakit sekali, Changmin-ah.. sebenarnya kenapa aku bisa berada disini?”

Changmin diam.

“Apa aku kecelakaan? Badanku sakit semuanya! Kenapa aku ini, Changmin-ah.. katakan sesuatu!”

Dengan sedikit takut Changmin mencoba tersenyum pada Kyuhyun, sambil mengulur waktu selagi ia mencarikan alasan yang tepat agar tidak terlalu menghantam ingatan Kyuhyun. “Ya, kira-kira begitu. Kau bodoh sekali ya, menabrak sebuah mobil!” dengus Changmin, bercanda.

“Kau lebih bodoh! Kenapa kau membiarkan aku menabrak mobilnya, sih?”

Hening..

Butuh beberapa detik bagi Kyuhyun untuk menyadari sesuatu. “Kau..” ucapnya mengambil jeda. “Apa kau sedang bersamaku kemarin?” tanyanya kemudian. “Kenapa seperti ada bagian yang hilang? Kenapa bahkan aku lupa aku bisa mengalami kecelakaan. Kenapa?”

“Itu.. Kyuhyunie kau harus tenang dulu. Mmhh.. sebaiknya aku panggilkan dokter saja!”

Kyuhyun hanya diam. Terpaku pada sesuatu yang menurutnya ada yang hilang. Ia melihat sebuah benda tergeletak di atas nakas dekat tempat tidurnya. Ia menarik Changmin sebelum temannya itu pergi. Sejujurnya ia belum bisa bangun dari posisi tidurnya. “Itu..”

Changmin melihat ke arah yang ditunjuk Kyuhyun dengan dagunya. “Oh, gantungan ini punyamu, kan? Aku masih ingat ini pemberian bibi untukmu. Maka itu sewaktu suster menyerahkannya padaku, aku langsung mengambilnya. Mereka mengatakan kau menggenggam ini ketika kecelakaan. Lihat ada bercak darahmu disana,” jelas Changmin sambil menyerahkan gantungan gitar kecil dalam plastik itu.

Tepat setelah Changmin pergi, Kyuhyun mengambil gantungan kayu itu dari dalam plastiknya. Dia sedikit tersenyum ketika mendapati bercak darahnya benar-benar ada disana. Lama ia pandangi gantungan itu. “Untung tidak hilang, atau bahkan rusak ya, bu.. kau pastu menjaganya untukku, kan?” ucapnya sambil mendekap benda itu di dadanya.

Di siang yang terik itu Donghae mencari Kyuhyun.  Berawal dari alamat Kyuhyun yang didapatnya dari data universitas. Ia sempat berkunjung ke rumah besar Kyuhyun, tapi tak menemukan Kyuhyun disana. Seseorang telah mengabarkan berita kecelakaan tuan mudanya itu dan menyerahkan alamat rumah sakit dimana Kyuhyun dirawat.

Berbekal kebernian yang ada, Donghae menapaki lantai rumah sakit, dimana Kyuhyun berada sekarang. Entah apa yang akan dikatakannya pada Kyuhyun nanti, dia tidak tahu selain penjelasan mengenai gantungan kayu gitar yang kini berada di tangannya.

Langkahnya sempat terhenti saat dia melihat Changmin keluar dari gedung rumah sakit itu. Maka dipastikan Kyuhyun benar-benar berada di dalam rumah sakit tersebut. Donghae mempercepat langkahnya untuk menemui Kyuhyun.

“Kyuhyun sedang tertidur paman, aku akan ke kampus sebentar karena ada urusan penting. Kau tidak usah hawatir, aku akan segera kembali sebelum Kyuhyun terbangun lagi. Dia sudah lebih baik sekarang. Paman urus saja dulu pekerjaan paman. Kyuhyun aman bersamaku..”

Changmin memutus hubungan jarak jauhnya dengan tuan Cho, lalu menghentikan langkahnya ketika seseorang tepat berada di hadapannya. Changmin nampak heran. “Kau..”

Orang itu sedikit tersenyum ragu. “Bisakah kita bicara sebentar?”

Donghae membuka ruang rawat Kyuhyun dengan sedikit ragu. Ia masuk sedikit mengendap, lalu melihat Kyuhyun terpejam damai di atas ranjang pasiennya. Tatapan matanya terpaku pada luka-luka di tangan, dagu bahkan kepala Kyuhyun. Dada Kyuhyun nampak turun dan naik dengan teratur dan itu cukup membuat Donghae lega.

Bahkan Kyuhyun masih bernafas.

Anak ini masih hidup, jauh dari bayangan mengerikan Donghae. Lalu dirinya mendekat ke arah Kyuhyun. Melangkah pelan seperti tak ingin membangunkan Kyuhyun. Lalu ketika semakin mendekat, ia melihat sesuatu di dekat bantal Kyuhyun. Matanya membulat dengan nafas tercekat.

“Itu..”

Gantungan yang sama. Dengan ragu Donghae meraih gantungan itu. Donghae masih ingat mereka berebut gantungan tersebut sebelum kecelakaan terjadi, dan Kyuhyun berhasil menggenggamnya. Itulah mengapa ada bercak darah pada gantungan yang Donghae pegangi kini.

Ada raut sesal di wajah Donghae ketika ia samakan gantungan miliknya dan gantungan milik Kyuhyun. Jadi.. itu benar milik Kyuhyun bukan miliknya. Gantungan yang dibawa Kibum adalah milik Kyuhyun. Kibum menemukannya saat malam dirinya kecelakaan pertama kali bersama Kyuhyun pula. Semua menjadi jelas..

Donghae merasa bersalah. Ia memandang sendu ke arah Kyuhyun lalu membetulkan letak selimut Kyuhyun. “Maaf..” sesalnya. “Maafkan aku, Kyuhyunie..”

Tapi ada yang berbeda ketika Donghae meraba permukaan gitar kecil tersebut. Gitar milik Kyuhyun nampak retak dibagian tengah, tapi terlalu rapih untuk dikatakan rusak atau retak. Dan ketika Donghae melihat, memang ada celah di tengah badan gitar kecil tersebut.

“Eo??”

Donghae terkejut ketika mendapati sesuatu di dalam badan gitar tersebut. Sebuah Flash Disk! Ternyata itu bukan hanya sekedar gantungan saja. Buru-buru Donghae melihat miliknya. Ia hanya mengira gantungan mereka itu hanya mirip pada bentuknya saja. Akan tetapi ketika ia dapati pula celah di tubuh gitar kecilnya??

“Apa maksud persamaan ini sebenarnya?!”

Donghae memundurkan langkahnya setelah ia simpan kembali gantungan milik Kyuhyun. Ia kebingungan. Tak mengerti mengenai segala kebetulan yang terjadi menyangkut dirinya dan Kyuhyun. Donghae benar-benar tidak mengerti!!

“Jadi selama ini?!” Changmin memekik tertahan.

Kibum, orang yang pertama kali mengajak Changmin bicara, hanya mengangguk kecil. “Leeteuk hyung mendapatkan data pendonor dari dokter yang menangani operasi mata Donghae hyung saat itu. Dan ketika Kyuhyun datang ke rumah kami, maksudku ke rumah Donghae hyung.. ia sempat memberitahukan nama ibunya pada Leeteuk hyung..”

Changmin nampak berhati-hati. “Lalu? Apa sama?”

Ada anggukan yakin dari Kibum. “Kupikir inilah mengapa Donghae hyung lebih berhati-hati, seperti menjaga Kyuhyun dari kejauhan. Donghae hyung bisa mengetahui hal-hal yang tidak disukai Kyuhyun. Berbagai keanehan lain ketika mereka seperti saling memanggil satu sama lain..”

“Kau pikir mata dari ibu Kyuhyun memiliki semacam sihir?”

Kibum menggaruk rambutnya canggung. “Aku juga tidak sepenuhnya yakin, tapi itu sudah terjadi..”

Changmin mengangguk-angguk. “Lalu bagaimana sekarang?”

“Aku hanya ingin kita untuk saling terbuka agar semuanya menjadi mudah untuk dimengerti. Tidakkah sebaiknya kita memberitahu Kyuhyun dan Donghae hyung mengenai hal ini? Setidaknya ini saran dariku..”

Entah mengapa Changmin nampak tidak yakin. “Tidak sekarang. Kyuhyun tidak bisa menerima hal mengejutkan dalam waktu dekat ini, karena dia..”

Malam telah kembali menelan sinar mentari. Membuat sinar rembulan yang meraja malam itu. Namun Donghae tidak sedang ingin melihat sinar rembulan yang benderang di balkon kamarnya. Ia sedang menghadap lurus ke arah layar komputernya.

Sejak setahun lalu ia memiliki sebuah gantungan kecil berbentuk gitar, ia tidak pernah tahu jika gantungan itu memiliki satu rahasi di dalamnya. Ada sebuah foto, perempuan dewasa yang cantik dan juga dirinya. Ia tidak tahu kapan foto itu diambil, yang jelas perempuan itu bukanlah ibunya. Ia juga sadar, foto itu di ambil ketika ia belum mendapatkan penglihatan seperti sekarang.

Donghae tersenyum pilu. “Jadi inikah kau, nyonya?” gumamnya.

Ada satu file tersisa, berisi satu bacaan yang tak pernah diduganya. Tak pernah ingin ia membacanya jika tahu isinya seperti apa.

.

“Kau sudah lihat foto kita? Maaf aku mengambilnya diam-diam, kkk..”

Donghae-ya.. kau yang sudah seperti anakku! Kau yang selalu berusaha mencari cahayamu.. Aku berharap kau sudah benar-benar bisa melihat ketika membaca surat ini dariku. Kau pernah berkata, kau berkeinginan untuk melihat wajahku, kan? Sehingga ketika aku katakan ‘mataku untukmu’ kau marah padaku dengan alasan itu.

Tapi aku sudah mengabulkannya, kan? Kau tidak marah padaku, kan? Karena kau sudah melihatku, penuhi janjimu itu Donghae-ya.. aku tahu kau yang berhati lembut itu tidak akan tega untuk marah pada siapapun.

Sekarang kau melihatku, dengan mataku yang telah menjadi matamu. Tidak mengapa. Memang sudah seharusnya aku pergi jika kau ingin tahu. Sehingga aku titipkan satu bagian dari diriku padamu, agar tetap bisa melihat dunia. Satu hal yang sudah kau ketahui..

Aku hanya ingin tetap melihat buah hatiku. Aku ingin kau tetap melihatnya untukku. Aku ingin memastikan ia baik-baik saja melalui dirimu. Kalian harus bertemu kelak. Aku menyayangimu..

Aku memberikan benda yang sama pada kalian..

Tes..

Tes..

Begitu saja air mata Donghae mengalir. Ada rasa sesak yang memenuhi dadanya, padahal apa yang ingin diketahuinya selama ini, dia sudah temukan jawabannya. Kini ia sudah mengetahui mengapa matanya hanya melihat ke arah Kyuhyun. Mengapa ia bisa mengetahui semua hal mengenai Kyuhyun. Mengapa kedua matanya merasakan sakit ketika melihat Kyuhyun terluka.

“Inikah maksudnya?” ucap Donghae dengan genangan air di kedua matanya.

“Nyonya..” panggilnya mengantarkan satu tetes air mata. “Aku sudah melihatmu, terima kasih.. tapi..”

“..bagaimana Kyuhyun akan memaafkanku nantinya, jika dia tahu aku adalah penyebab kematianmu!”

“Kyuhyunie sayang.. jangan pernah lupakan ibu, ya? Ibu selalu mengawasimu..”

Kyuhyun terbangun di tengah malam setelah bermimpi mengenai ibunya. Rasa hasu langsung menyambutnya. Gugup ketika dia ingat ucapan sang ibu di dalam mimpinya. Kata mengawasi itu terdengar menyeramkan. Meskipun Kyuhyun butuh sosok ibunya untuk selalu berada di sampingnya, tapi keadaan sudah berbeda kini.

Perlahan jemari Kyuhyun meraba sisi bantalnya, dan menemukan gantungan gitar kecil miliknya. Ia genggam benda kecil itu. “Jangan tunjukan dirimu dalam bentuk hantu, ibu! Aku akan takut karenanya,” dengusnya, mungkin sedikit bercanda sambil menatap langit-langit putih ruang rawatnya.

Pintu kamar terbuka kemudian. Ada sosok Changmin yang datang dengan senyum bodohnya, Kyuhyun memandangnya dengan malas. “Jangan tersenyum jika kau merasa terpaksa!” semburnya dengan nada ketus.

“Hya!! Bisakah kau periksakan mulutmu itu, sekalian selagi masih di rumah sakit!” balas Changmin telak. Anak ini mengatakannya dengan wajah tanpa berdosa dan berlalu begitu saja sambil meletakan sekantung plastik makanan, mengabaikan Kyuhyun yang mendengus-dengus kesal di atas ranjangnya karena masih belum bisa banyak bergerak.

“Orang sakit tidak boleh marah, nanti tidak akan sembuh!” ejek Changmin sambil terkekeh. “Kau mau jeruk? Aku membeli yang termanis husus untukmu..” godanya. “Hanya untukmu, Kyuhyunie..”

Kyuhyun memalingkan wajahnya. “Aku tidak mau!”

Changmin mengangkat bahu. Ia melewati ranjang pasien Kyuhyun dan lebih memilih pemandangan kerlap kerlip bintang di langit melalui jendela. Ia ungkapkan kelegaannya, mengatakan segala kelagaannya pada langit hitam, pada bintang dan bulan saja. Tidak pada Kyuhyun. Cukup dia sendiri yang tahu..

“Tidurlah Kyuhyunie. Kau harus beristirahat..”

Kyuhyun menoleh pada sahabatnya. “Changmin-ah..” panggilnya.

“Eoh??”

“Sebarapa banyak aku melupakan ingatanku?”

Changmin tersenyum. “Jangan hawatir. Mungkin hanya satu perdelapannya saja. Hha..”

“Jangan bercanda!”

“Jangan cemas Kyu. Tidak ada ingatan penting yang kau lupakan. Tidak ada hal berarti yang kau tinggalkan..”

“Baru saja aku bermimpi tentang ibu. Dia berkata akan selalu mengawasiku hingga kapanpun. Menurutmu, apa itu bisa terjadi? Maksudku.. apa sebelum ini aku mengatakan padamu bahwa aku merasa seperti di awasi?”

Changmin menelan ludah. Sedikit banyak ia mengerti. Tentang ‘bagaimana Donghae bisa mengetahui banyak hal yang tidak Kyuhyun sukai, atau sekedat mengingatkan Kyuhyun pada hal buruk,’ ini adalah satu pertanda.

“Mmh. Tidak ada. Kau menjalani harimu dengan baik..”

“Kau yakin?” tanya Kyuhyun , lalu Changmin tersenyum hambar. “Semoga kau tidak berbohong padaku, Changmin-ah..”

Donghae menangis ketika Leeteuk mengiyakan apa yang menjadi analisanya. Tentang kedua mata baru dari nyonya malaikat yang ternyata adalah ibu dari Kyuhyun. Donghae merasa dunia begitu sempit seketika, setelah Leeteuk mengiyakan hal tersebut. Atau inikah yang dimaksud dengan takdir? Donghae ingin menepisnya..

Kini Donghae kebingungan dan mengurung dirinya sendiri, padahal Leeteuk terus saja mengetuk pintu kamarnya.

“Donghae jangan begini, Hae. Buka pintunya dan mari bicara baik-baik. Hyung janji besok kita akan menemui Kyuhyun dan menjelaskan semuanya. Hyung yakin dia tidak akan marah padamu..”

Donghae menyandarkan diri di pintu kamarnya. Ucapan Leeteuk terdengar jelas. Sambil menangis ia mencoba berbicara balik pada Leeteuk. “Kau pikir anak mana yang tidak akan marah ketika seseorang merenggut nyawa ibunya, hyungie? Aku takut, kenapa harus mata ini?!”

Leeteuk hampir menangis mendengarnya. “Hyung mengerti. Sangat mengerti. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain meminta maaf? Lagipula itu kecelakaan, kau tidak membunuhnya, Hae..”

“Tapi nyonya malaikat mengorbankan nyawanya untukku! Bahkan kedua matanya ini, aku tidak menginginkannya! Sebaiknya ambil saja mata ini kembali, biarlah aku tidak melihat lagi..”

“Jangan berkata seperti Donghae-ya.. jangan mengatakan hal bodoh!”

“Itu artinya hyung tidak mengerti atas apa yang kurasakan, hyung!! Aku merasa berat menjalani hidupku jika seperti ini!”

“Jika begitu jangan pernah temui Kyuhyun lagi, hn? Kita bisa merahasiakan ini, kan? Kita bisa pindah rumah saja.”

Donghae sedikit berfikir, menimang usul Leeteuk, tapi ia sudah cukup mengerti bahwa itu adalah perbuatan seorang pengecut. Perlahan ia bangkit lalu membukakan pintu untuk Leeteuk. Nampak Leeteuk berwajah lega ketika ia melakukan hal tersebut. Leeteuk segera memeluknya dengan hangat.

“Kita tidak akan tahu seburuk apa jika tidak mencobanya. Atau mungkin itu tidak seburuk seperti apa yang kau pikirkan, Hae.. kita hadapi bersama. Hyung akan selalu menuruti keputusanmu..”

Tangisan Donghae telah mereda meski ia masih bersedih. Ia menikmati pelukan Leeteuk yang mampu sedikit menenangkannya. “Temani aku besok, hyung. Aku tidak mau menemuinya sendirian,” dan Leeteuk tersenyum.

Donghae berada di punggung Leeteuk ketika mereka datang. Mulanya ada tuan Cho yang mereka temui di ambang pintu. Wajahnya begitu mirip dengan Kyuhyun, sama tampan sehingga baik itu Leeteuk ataupun Donghae sudah bisa menebak sendiri siapakah itu.

“Begini.. mungkin ada baiknya jika kami berbicara pada anda sebelum mengatakan langsung pada Kyuhyun..”

Ada sekitar 20 menit mereka berbincang, berakhir dengan tuan Cho yang tidak berhenti memandang kedua mata Donghae, mungkin sedang mengungkapkan ketidakpercayaannya tentang kedua mata istrinya yang masih hadir di dunia ini dan masih bisa dilihatnya. “Kau..”

Donghae segera  menunduk, dan tumpah sudah air matanya. “Maaf.. sungguh maafkan aku, tuan..” sesal Donghae.

Tuan Cho tersenyum lembut. “Tidak. Aku tidak marah padamu. Aku tahu kejadian waktu itu adalah benar-benar kecelakaan dan dia menyerahkan kedua matanya dengan sadar. Itu sudah menjadi keputusannya dan menjadi takdir..”

“Tapi aku merasa buruk ketika mengetahui seseorang memberikan kedua matanya untukku..”

“Tuhan yang memberikannya untukmu,” tukas tuan Cho. “Pergunakan itu dengan baik..”

Donghae memandang Leeteuk dengan ragu. “Tapi Kyuhyun. Aku juga memiliki satu kesalahan padanya dan akan meminta maaf. Apa tidak apa-apa jika aku bicara padanya?”

Tuan Cho agak berfikir, namun ia menganggukan kepalanya dan tersenyum lembut. “Aku akan membantumu untuk bicara. Tapi kau sendiri yang mengatakannya. Aku tidak tahu kesalahan apa yang kau maksud..”

Donghae mengangguk. Masih berada di punggung Leeteuk ia membuntuti tuan Cho membuka kamar rawat Kyuhyun, menampakan Kyuhyun yang sedang terduduk sambil bersandar di atas ranjangnya.

“Silahkan masuk..” sapa tuan Cho, mempersilahkan. “Kyuhyun temanmu datang..”

“…” Kyuhyun hanya diam sambil memandang heran pada dua tamunya.

Donghae mendekat satu langkah lebih depan. Ia mencoba tersenyum pada Kyuhyun, lalu menunjukan gantungan gitar kecil pada Kyuhyun. “Sebelumnya.. aku ingin meminta maaf atas kejadian kemarin, soal gantungan ini, aku telah salah paham padamu..”

“Eh, ya?” bingung Kyuhyun. Ia pandangi gantungan yang sama dengan miliknya itu.

“Aku tidak tahu harus memulai darimana, aku harap kau tidak marah padaku Kyuhyunie.. Aku memang bersalah padamu atas kejadian ini, lalu..”

Kyuhyun menatap bingung ke arah Donghae. “Sebenarnya apa yang sedang anda coba katakan ini? Apa kita saling mengenal?”

Semua orang diam. Tuan Cho masih belum memahami apa yang sedang terjadi. “Bukankah dia ini temanmu, Kyu?”

Kyuhyun menggeleng samar. “Aku tidak tahu. Apa ini salah satu hal yang aku lupakan, ayah?”

Tuan Cho berfikir. “Dimana Changmin? Mungkin dia tahu sesuatu?”

“Kyuhyunie kau tidak mengenalku? Kau tidak mengingatku?”

“Anda mengatakan tentang kejadian kemarin, apa kecelakaan yang saya alami berhubungan dengan anda? Juga gantungan itu, mengapa kita memiliki benda yang sama? Atau.. anda yang menyebabkan kecelakaan ini sehingga anda mencoba meminta maaf sekarang? Katakan?!”

“…”

“…”

TBC

“Darimana Donghae bisa mengenal istri saya begitu dekat?”

“Donghae bertemu dengan nyonya malaikatnya ketika ia sedang mencari cahaya satu tahun lalu..”

———-

Nah- Nah-

Ini THR u/ kalian yg suka brothership.🙂 Sudah kenyang kah? Mungkin banyak kesalahan di atas, maaf.. ini dikebut saking ngejar sebelum lebaran. Hha. Saya kan sudah janji^^ Kesalahannya kita perbaiki chapter depan aja ya, teman..

Mohon Maaf lahir dan batin, selamat hari raya untuk semuanya, ^O^

44 thoughts on “ANGEL EYES CHAPTER 4

    Awaelfkyu13 said:
    Juli 25, 2014 pukul 2:09 pm

    .hmmm kok rasanya kurang bnyak ya?? hehehe..gpp yg pnting ckup kenyang sma ff brothership ini.. wadooooh. kyukyu amnesia?? ga inget donghaek?? please critain ajj smuanya sma kyukyu jngan di rahasian.. nanti kyukyu nambah skit klu dnger cerita itu dr org lain.. kan mending dnger dr org yg brhbungan ajj.. emm itu.. mtanya ibu kyukyu serem jg ya bisa tba tiba htam smua.. iihh takuuutt… hehehe minal aizin walfaizin jg ya tteh.. maaf nih klu sering nguber nguber ff sma tteh..kkkkk

    Anjani Elf said:
    Juli 25, 2014 pukul 2:29 pm

    Oh, Donghae jadi Guardian Angel buat Kyuhyun ya?😀
    Tapi sekarang Kyuhyun lupa sama Donghae? Trus gmna donk?

    Ditunggu kelanjutannya.. ^^

    ElizElfishy said:
    Juli 25, 2014 pukul 2:48 pm

    Ye,,,,,akhirnya datang juga. Kyuhyun lupa sama Donghae. Pengen deh punya sahabat kayak Changmin. Heheeh.
    Kira-kira kalau Kyuhyun tau jika mata Donghae itu adalah mata Ibunya, sikap dia masih sama ngga ya. Atau dia akan marah sama Donghae? Tapi jujur kan lebih baik, drpada bohong.
    Mohon maaf lahir & batin juga🙂

      erleenescallps said:
      Juli 25, 2014 pukul 9:26 pm

      benar! changkyu bestfriend whenever forever! untung gak lupa ama mimin kyunya..

    Maya Nurhikmah said:
    Juli 25, 2014 pukul 2:54 pm

    kurang eon… blm kenyang😀 #dicekekk
    hihiii
    owhhh trus gmna dong, nsib.y donge klo kyu jdi bnci ma dia.. jdi tmbh rumit soal.y kyu bisa slh pham gegara hlang ingatann..

    Selamat IdulFitri jga eonnie..
    Mohom maaf lahir dan batin ^^

    Jakyu said:
    Juli 25, 2014 pukul 2:59 pm

    Yeay…
    Akhirnya update juga ff ini onnie.
    Kyu hilang ingatan sebagian,dia mlupakan tntg hae…
    Jd bnerkan itu matanya eomma kyu,tp gmna donghae bsa kenal dg eomma kyu yah?
    Dan eomma kyu juga syang gtu sma hae…
    Gmna reaksi kyu yah,klu donghae menjlaskan smuanya?

    rini11888 said:
    Juli 25, 2014 pukul 3:22 pm

    Gumawo thrnya……. hae mnt maaf ama kyu tp syangnya kyukyu bhkn tdk mengingatnya. Apa hae bkal critain tntg ibunya atw bkal dtunda??? Minal aidzin wal faidzin chingu,mhon maaf lahir dan btin. ^_^

    priscilialaurengyu said:
    Juli 25, 2014 pukul 5:24 pm

    aduh gak tau mau bilang apa
    apakah tar hae bakal tetep cerita ?kayaknya enggak yah? kan dia lupa sama donghae *sotoy kumat*
    ditunggu lanjutannya
    semangattt😀

    vicyamerry said:
    Juli 25, 2014 pukul 6:38 pm

    makasih ya eonni thr-nya, wah tambah keren aja dan rahasia juga udah terungkap sayang kyuhyunnya malah lupa, moga kyuhyun bisa cepet inget. ditunggu chapter selanjutnya eon tetep semangat dan mohon maaf lahir bathin juga ya eonni.

    Tsafa Fishy said:
    Juli 25, 2014 pukul 8:15 pm

    Belum kenyang nih tambah 1 one shoot lagi aja donk ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ”̮
    Ceritanya makin complicated tp aku suka… Selalu ditunggu lanjutannya ^^

      Dinan Lee said:
      Desember 12, 2014 pukul 5:56 pm

      Ini author yng pny blog kmna ya? Gak update” lgi,, aku nungguin lohh,, dri awal terbit upload part ini,, part 5’ny gak ada ya? Trs ng gantung? PHP.! Dri bulan juli smp skrg,, hmpir tiap hari aku mampir d blog ini,, b’harap ada kelanjutan cerita’ny,, dosa loh, bikin org penasaran..

    erleenescallps said:
    Juli 25, 2014 pukul 9:04 pm

    ngahahahahahaha begitu buka blof ini liat ANGEL EYES CHAPTER 4 langsung senyum senyum ga jelas, nyahaha…
    ooooooooo *bunder*plakk*
    yah kyunya luping… terus gimana lagi itu?! lanjut! cepet! haha
    Deep affection udah, angel eyesnya udah, tinggal one shoot like Sorry Sorry… yeay!! semangat eonni!

    eLice← said:
    Juli 25, 2014 pukul 9:53 pm

    Ceritanya dikemas dgn bahasa yg imut, jadi gemas sendiri sama karakter² yang ada yah meski jalan ceritanya bikin ngeluarin air mata..
    well, misteri udah mulai terkuak… meski sedikit sulit dgn semi amnesianya Kyu… Dongee jgn sedih lg eoh! anak pintar!!!😀
    Next so quickly eonn #hajared X_x

    Linda☆★ said:
    Juli 25, 2014 pukul 10:27 pm

    ternyata bener kemarin sy gabisa buka wp ini krn ff ini sedang di upload >_
    next chapternya ditunggu yah~♥

    kyuzi said:
    Juli 25, 2014 pukul 10:48 pm

    nah kan sdh terungkap sekarang tntang mata itu.. tpi sayangnya kyu lupa dech smwnya… jgn marah donk kyukyu… biarkan hae cerita yg sbnernya… d jelasin baek2 tuch…. huhuhu… smga cpet inget dech,,, aq yakin kyukyu sbnernya nggak marah sama hae tntng ibunya…

    kharisma4chokyu said:
    Juli 25, 2014 pukul 11:52 pm

    belum kenyang dan gak bkalan kenyang, heuheu
    Ternyata benr itu matanya ibu kyuhyun, aigoo. Pake hilang ingatan lgi ini evil,
    Di tunggu kelanjutannya, fighting!!

    TeukHaeKyu said:
    Juli 26, 2014 pukul 3:14 am

    Puhahahaha… alhamdulillah,… akhirnya semuanya jelas,…. misteri dibalik gantungan kunci, *plakkk….
    mistery di balik mata Donghae *plakkk😀

    Udah duga sih si Kyu bakal amnesia,.. jadi sekarang ganti fokus ya,… abis ini tinggal liat reaksi Kyuhyun. Tapi tergantung Leeteuk sama Donghae san semua yang bersangkutan mau jelasin atau nggak…

    btw ini tuh udah panjang, tapi kok berasa pendek hihihi….

    lanjut cap berikutnya ASAP ne?! Fighting ~ ^^😉❤

    arumfishy said:
    Juli 26, 2014 pukul 3:58 am

    Kurang panjang oennnn……

    Jadi hae dan nyonya cho sdh saling kenalll…..

    Trs gmn itu si kyu ko bisa lupa sama Hae????
    Aku masih blm mengerti oen knpa bola matanya bisa berubahhhh!!!kasian Hae T_T

    Minal aidin walfaidzin juga oen

    yetha said:
    Juli 26, 2014 pukul 5:45 am

    Yeeyyy dpt THR berupa update-an ff ini \^^/ ,gomawooo😀
    Jadi jelaskan semuanya, ternyata bener pendonor mata Donghae itu, ibunya Kyuhyun. Tapi sekarang Kyu nya lagi setengah lupa ingatan, bakal tetep jujur ga yaa Hae trus gimana reaksi Kyu yaa setelah tau tentang pendonoran mata ibunya itu.
    Ditunggu kelanjutannya yaa😉
    Mohon maaf lahir batin juga, chingu ^^

    puput said:
    Juli 26, 2014 pukul 6:55 am

    aaahhh akhirnya update juga…bagus eonn konfliknya gak sprti ff kbnyakann,,cpet dlnjut y eon pnasaran sama reaksi kyuhyun wktu tahu ibunya mnjd pendonor mata utk donghae,,,,
    eonn sbnarnya nothing better dah tamat blum sih ?? klau blum updatenya kpan ditunggu klnjutannya ya
    terimakasihh🙂

    haekyuLLua said:
    Juli 26, 2014 pukul 7:15 am

    Duh kyuhyun lupa dongekk T.T haaa
    trnyta bener mata donghae mata ibunya kyu ya.. ahh ibunya kyu baik banget pasti nih pas masih hidup :”) kyu jangan marah tolong pas tau matanya donghae itu mata ibunya :(( next chap kyu udh inget donghae lg bisa kak? ayolahh ahaha
    yah harus nunggu lg ini ya wkwk yasudah next chap yg cepet bisa kak double THR buat reader :”D
    mohon maaf lahir batin jg!

    Haebaragi said:
    Juli 26, 2014 pukul 1:38 pm

    makasih THR-nya unni🙂
    Kyuhyun lupa sama Donghae? terus gimana nanti?
    kenapa mata Donghae bisa menghitam gitu ya unn? mata ibu Kyuhyun ajaib gitu. karena mata malaikat kali ya?
    penasaran gimana ceritanya Donghae ketemu ibu Kyuhyun.
    oke, ditunggu chap berikutnya unni🙂
    minal aidzin wal faidzin unni🙂

    lienana said:
    Juli 26, 2014 pukul 4:17 pm

    aku terkadang bingung mau komen apa.. kkkk😉
    Kyu lupa sama donghae, apa pertemanan mereka akan terjalin mulai awal, tapi takutnya klw ingatan kyu kembali gmna?? udah deh d tggu kelanjutan aja!!😉

    kyuli99 said:
    Juli 26, 2014 pukul 8:43 pm

    Eh kyuni jd amnesia..

    Trs smngt eonni o ya thr ini sngt aku sukai. Nnti abid lbran next chap nya ya

    Sutria ningsih said:
    Juli 26, 2014 pukul 10:40 pm

    Kadang gatau mau komen apa , BAGUS udah itu aja xD

    KyuHaeELF said:
    Juli 27, 2014 pukul 9:12 am

    Itu nanti Kyuhyun nggak bener-bener marah sama Donghae.kan? Ah, aku tunggu next chapternya😉 Mohon maaf lahir dan batin chingu🙂 gumawo THR.nya😀

    Aliva Anjells said:
    Juli 27, 2014 pukul 3:43 pm

    Untunglh kyu gak parah,,ya wlu ad yg hlang,,bner kn it mata omma y kyu,ckrg hae jd plindung bt kyu,tp kyu mlh gk inget,ayo kyunie ingat2,,kyuhae hrz slalu brsma,next chap aj,jgn lma ne

    AldMin said:
    Juli 27, 2014 pukul 7:47 pm

    alhamdulillah terimakasih banyak kak THR nya aku baca pas lebaran
    sebelumnya mohon maaf lahir dan batin kak :^)
    hahahhahahahahha xD
    aku mau hae tersiksa kak biarin aja kyu marah besar sama hae
    aku suka banget kalo hae tersiksa/heungg/ huwehehehhehe xD
    chap 5 ditunggu secepatnya *kalo ada waktu
    sekali lagi terimakasih kaaaa😀

    dewiangel said:
    Juli 28, 2014 pukul 6:53 am

    uwaaa update…. yes lanjut ea.. oh ia minal aidin wal fa idzin,, mohon maaf lahir dan batin ea… te
    rima kasih atas THRnya ea… qw tunggu kelanjutannya loh…

    ida elfishy said:
    Juli 28, 2014 pukul 7:10 am

    sbnernya spa ibu kyuhyun? knpa mta donghae sprti itu?
    smga kyuhyun ga mrah sma hae
    mkasih THRnya^^
    minalaidzin walfaidzin

    LiKyuHyun said:
    Juli 28, 2014 pukul 12:10 pm

    Setelah 1 bulan lebih 2 hari menunggu, akhirnya ff ini update juga, kkk~
    Ya ampun KyuKyu kasihan amat. Udah kecelakaan, hilang ingatan pula. Itu matanya Hae kayaknya serem amat kalo berubah hitam semua. Akhirnya misteri tentang gantungan gitar kecil terungkap juga. Nyonya Cho baik banget. Semoga Kyu gak marah sama Hae pas tau kebenarannya. Pokoknya ditunggu terus kelanjutannya. Fighting eonni^^

    dewi said:
    Juli 28, 2014 pukul 4:37 pm

    Kyuhyun lupa ingatan?! Dan kyu lupa siapa donghae.lalu apa kyu akan memaafkan donghae ketika dia tau semuanya?!.
    Persahabatan yang sejati kyu ma changmin.
    Ditunggu chapter 5nya ya eonni..

    kim haena elfish said:
    Juli 28, 2014 pukul 10:58 pm

    Bacanya anahan nafas tarik nafas dahhh
    oeni di tunggublaniutanya kelennvtekalia . Jgnbbuat hae menderita lg oeni aduhh
    ngebayang mata donhhae kloblg di atasvpanggung😉

    Ai said:
    Juli 30, 2014 pukul 4:16 pm

    omegat!! Sudah mule jelas semuanyah! 😀
    Jjang thor! Lanjut! Oia sedikit saran: thor.. tolong jangan TBC di saat yang seperti ituh.. membuat reader macam saya insomnia karna penasaran.
    Trimakasih :v

    Nelly Key Donghae said:
    Juli 31, 2014 pukul 4:17 am

    Chap ini menjelaskan semuanya,, Eonnie ini tambah kereenn,,
    ternyata gantungannya ada dua tohh,, ngeri ngebayangin mata Hae Hitam semua,,
    sedih saat Donghae merasa bersalah seperti itu,,😥
    aku juga masih penasaran mengapa ibu kyu bisa dekat dengan Hae ?? semoga chap depan bisa lebih jelas lagi🙂
    Aigohhh, Kyu ngelupain Hae,, udah kuduga,, trus bgmna Hae bisa menjelaskan semuanya pada Kyu,, aish~

    eonniee,, terimakasih THRnya,, Minal Aidin Jugaaa yaa #poppoo~ :-*

    lifelocked said:
    Agustus 2, 2014 pukul 7:46 am

    Bah thr-an ny cuma segini doang? Kuraang ah~ Kkkk~ unn asap unn~ asap updatenya 😣 kangen donge *peyukdonge

    desyufiyanti said:
    Agustus 2, 2014 pukul 3:37 pm

    keren bget nih ff.
    Cepat dilanjut ya.
    Semangat:)

    aichan14 said:
    Agustus 3, 2014 pukul 2:44 pm

    Akhirnya hae tau semuanyaa, apa kyu akan marah paa dya tau mata hae adalah milik ibunya????
    Next yaa
    ….

    nia na yesung said:
    Agustus 5, 2014 pukul 12:54 pm

    he^^ ternyata aku salah ya, soal donghae punya kekuatan di matanya ?
    klo gak salah di chapt berapa ya aku komen kya gitu ?
    aku jd malu >/////<
    klo bola mata.a hae bisa jd item itu kenapa Ya ?
    lebih bagus mungkin klo si evil lupa sama si ikan .
    setidak.a bisa mulai dri awal tp nanti mlah ksian hae.a klo kyu inget .
    ahhhh terserah author.a aja lah .
    aku ngikut aja^^

    mole13 said:
    Agustus 8, 2014 pukul 11:13 am

    ini rumit, tp aku suka!
    next thor, penasaran selanjutnya xD

    donghae elfishy said:
    September 13, 2014 pukul 1:17 pm

    koq belum diaupdate….. q menunggu kelanjutannya ya Oennie……^_^

    donghae elfishy said:
    September 13, 2014 pukul 1:18 pm

    keeeereeeeennnnn bingggiittttt pokoknya…. ditunggu ya oennie….^_^

    Dinan Lee said:
    September 19, 2014 pukul 4:27 am

    Lama bingitssss update’ny.. aku sudah menunggu sejk lma… kpan?!! #argh #penasaran

    905re said:
    Oktober 6, 2014 pukul 1:31 pm

    Authorssi, neo odiya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s